cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
MENULIS TEKS DESKRIPSI BERTEMAKAN LINGKUNGAN SOSIAL Risnandar Sudarman; Gusti Yarmi; Siti Ansoriyah
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6298

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pembelajaran menulis teks deskripsi bertemakan lingkungan sosial di kelas V sekolah dasar. Menulis sebagai salah satu wujud penggunaan bahasa dengan bermediakan bahasa tulis. Untuk itu, belajar menulis suatu belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tulis, sehingga menulis suatu kemampuan seseorang menuangkan hasil pikirannya menjadi suatu ungkapan dan perasaan dituangkan dalam bentuk tulisan. Teks deskripsi sebagai suatu untuk menggambarkan, melukiskan dan mendeskripsikan objek dengan kata-kata. Lingkugan sosial sebagai suatu faktor individu (peseta didik) dalam menuangkan gagasan atau ide kedalam bentuk tulisan. Menulis teks deskripsi bertemakan lingkungan sosial dipandang sebagai pembelajaran berbahasa diajarkan dan dilatihkan untuk menghasilkan bahasa tulis, sehingga pembelajaran menulis menjadi penambahan pengetahuan, pembentukan sikap dan pengembangan keterampilan pada aktivitas ruang maupun waktu. Metode penelitian ini menggunakan sistematika literature review. Sebanyak 25 jurnal direview, dari empat database dicari untuk pembelajaran menulis di sekolah dasar, pembelajaran bahasa berbasis genre teks, menulis teks deskripsi, lingkungan sosial dan model pembelajaran. Hasil review ini akan memberikan informasi tentang menulis teks deskripsi bertemakan lingkungan sosial di kelas V sekolah dasar, sehingga dapat mengembangkan pembelajaran apa saja dapat dikembangkan dalam konteks pembelajaran menulis di sekolah dasar.KATA KUNCI: Pembelajaran Menulis; Teks Deskripsi; Lingkungan Sosial; Model Pembelajaran WRITE SOCIAL ENVIRONMENT-THEMED DESCRIPTION TEXTS ABSTRACT: Study this aim for explain learning write text description themed social environment in grade V elementary school. Write as one form use language with mediate language write. For that, learn write something study communicate with use language write so that write something ability somebody pour results his mind Becomes something expressions and feelings poured in written form. Description text as something for describe, describe and describe object with words. environment social as something factor individuals (students) in pour idea or ideas in written form. Write text description themed environment social seen as learning speak taught and trained for produce language write, so that learning write as addition knowledge, formation attitude and development skills on activity room nor time. Method study this use systematic literature review. As much 25 journal reviewed, from four databases searched for learning writing at elementary school, learning language text based genre, writing text description, social environment and learning model. The results of this review will provide information about writing descriptive texts with the theme of social environment in grade V elementary school, so that any kind of learning can be developed in the context of learning to write in elementary school.KEYWORDS: Writing Learning; Description Text; Social environment; Learning model 
PRODUK TUTUR ANAK REMAJA USIA 18 TAHUN DENGAN KELAINAN DENGAR KONDUKTIF Marti Marganingsih; Odien Rosidin
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.5910

Abstract

ABSTRAK: Proses tutur bahasa seseorang akan berjalan baik dan lancar jika berbagai organ yang terdapat pada tubuhnya dalam kondisi normal. Gangguan pendengaran sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan terhambatnya proses komunikasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berbicara anak remaja yang mengalami kelainan dengar konduktif dan menjelaskan kesalahan pengucapan kata maupun kalimatnya. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif  deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode merekam, menyimak dan mencatat. Teknik catat merupakan cara lanjutan yang dilakukan saat menerapkan metode simak. Di saat melakukan teknik rekam, peneliti melakukan teknik simak- catat.  Subjek penelitian yaitu anak remaja usia 18 tahun. Pada penelitian ini, produk tutur yang dihasilkan mengalami hambatan yaitu terdapat 5 substitusi, 3 adisi, 2 distorsi, 2 pemanjangan, dan 6 omisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak remaja yang mengalami kelainan mendengar konduktif mampu melafalkan kata dan kalimat dengan cukup baik meskipun dengan suara sengau. Terjadi gangguan artikulasi di antaranya substitusi yaitu terjadinya penggantian fonem, omisi yaitu terjadinya penghilangan fonem, distorsi yaitu terjadinya kekacauan pengucapan, dan adisi yaitu terjadinya penambahan fonem. Persamaan dengan penelitian sebelumnya bahwa aspek omisi atau penghilangan banyak ditemukan juga pada penelitian ini. Sedangkan kebaruan pada penelitian ini adalah ditemukannya aspek pemanjangan.KATA KUNCI:  produk tutur; fonologi; artikulasi; kelainan dengar SPEAKING PRODUCTS FOR ADOLESCENTS WITH CONDUCTIVE HEARING DISORDERS ABSTRACT: A person's speech process will run well and smoothly if the various organs in his body are in normal condition. Hearing loss is one of the factors that can cause delays in a person's communication process. This study aims to describe the speaking ability of adolescents with conductive hearing disorders and to explain the mispronunciation of words and sentences. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study approach. The method used in this research is the method of recording, listening and taking notes. The note-taking technique is an advanced method used when applying the listening method. When doing the recording technique, the researcher uses the note-taking technique. The research subjects were 18 year old teenagers. In this study, the resulting speech product experienced obstacles, namely there were 5 substitutions, 3 additions, 2 distortions, 2 elongations, and 6 omissions. The results showed that adolescents with conductive hearing disorders were able to pronounce words and sentences quite well even though they had a nasal voice. There are articulation disorders, including substitution, namely the replacement of phonemes, omission, which is the omission of phonemes, distortion, namely the occurrence of pronunciation confusion, and addition, namely the addition of phonemes. Similarities with previous research that aspects of omissions or disappearances were also found in this study. While the novelty of this research is the discovery of the aspect of prolongation.KATA KUNCI: speech product; phonology; articulation; disorder
ANALISIS PROSODI KAJIAN FONETIK AKUSTIK PADA BAHASA BATAK ANGKOLA Muhammad Khairi Armis; Annisah Inriani Harahap; Tengku Syarfina
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6878

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengidentifikasi bunyi ujaran kalimat imperatif,kalimat ekslamatif dan kalimat berita dalam bahasa Batak Angkola. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Praat untuk mengukur parameter akustik dalam kajian fonetik seperti frekuensi ,durasi, dan intensitas . Pengukuran bunyi ujaran eksperimental ini menggunakan sinyal yang diekstrak menggunakan analisis spektrum dengan bantuan komputer dan software yang ada di komputer bernama Praat.Hasil rekaman suara dalam bahasa Batak Angkola tersebut disimpan dalam bentuk WAV dan software Praat versi 6.0.14 ( Boersma & Weenik , 2016 ) yang digunakan untuk menganalisis fitur fitur suprasegmental tersebut.  Praat adalah program komputer yang memiliki fungsi untuk media menganalisis , sintesis, dan manipulasi bunyi ujaran. Kemudian metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Eksperimen terkait dengan identifikasi dan verifikasi bunyi uajaran penutur menggunakan parameter akustik melalui analsisis spektograf .kajian fonetik akustik ini digunakan sebagai pembeda antara bunyi asli dan bunyi tiruan yang diucapkan oleh penutur.  Hasil penelitian mengindikasikan bahwa parameter akustik seperti frekuensi , durasi dan intensitas dapat digunakan untuk membedakan bunyi ujaran asli dan yang palsu atau tiruan oleh penutur.KATA KUNCI: Kata kunci 1; Bahasa Batak Angkola 2; Kajian Fonetik 3; Prosodi  PROSODY ANALYSIS ACOUSTIC PHONETIC STUDY IN BATAK ANGKOLA LANGUAGE KEYWORDS: The purpose of this study is to identify the speech sounds of imperative sentences, exclamative sentences and news sentences in the Batak Angkola language. This research is conducted using Praat to measure acoustic parameters in phonetic studies such as frequency, duration, and intensity. This experimental speech sound measurement uses a signal extracted using spectrum analysis with the help of a computer and software on a computer called Praat. The results of the voice recording in the Batak Angkola language are stored in WAV and Praat software version 6.0.14 (Boersma & Weenik, 2016) which used to analyze these suprasegmental features. Praat is a computer program that has functions for media analyzing, synthesizing, and manipulating speech sounds. Then the research method used in this study is the experimental method. Experiments related to the identification and verification of the speaker's speech sound using acoustic parameters through spectrograph analysis. This acoustic phonetic study is used as a differentiator between the original sound and the artificial sound spoken by the speaker. The results of the study indicate that acoustic parameters such as frequency, duration and intensity can be used to distinguish the original speech sound and the fake or imitation by the speaker.KEYWORDS: Keyword 1; Batak Angkola Language  Keyword 2; Fonetic Study  Keyword 3; Prosody
KETERAMPILAN BERPIKIR ARAS TINGGI ASESMEN STANDARDISASI PENDIDIKAN DAERAH MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Arifatul Hikmah; Ardhea Ayu Samhayatma; Muhammad Alfian Hermawan; Sarwiji Suwandi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6327

Abstract

ABSTRAK: Pembelajaran kurikulum 2013 berorientasi pada ketercapaian kemampuan penguasaan kompetensi dan berpikir aras tinggi. Kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif dan kreatif merupakan suatu keterampilan berpikir aras tinggi atau Higher Order Thinking Skills. Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) merupakan salah satu asesmen yang digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi. ASPD dilakukan sebagai asesmen kelulusan pada peserta didik kelas 9 Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas butir soal HOTS soal ASPD mata pelajaran bahasa Indonesia Tahun 2021 di Daerah Istimewa Yogyakarta.  Teori yang digunakan merupakan teori tingkat kognitif Anderson dan Krathwohl. Anderson dan Krathwohl membagi level kognitif menjadi 6 kategori. level C1 dan C2 merupakan level kognitif rendah atau LOTS, C3 merupakan level kognitif berpikir sedang atau MOTS, dan C4, C5, C6 merupakan level kognitif tinggi atau HOTS. Hasil penelitian dari 40 soal ASPD di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat disimpulkan (1) terdapat 9 butir soal LOTS, 8 butir soal MOTS, dan 23 butir soal HOTS; (2) soal HOTS yang berjumlah 23 butir terdiri atas 15 butir soal C4, 7 butir soal C5, dan 1 butir soal C6; dan (3) persentase soal HOTS dalam soal ASPD perlu ditingkatkan sebab ASPD harus mampu mengukur dan memberikan gambaran secara akurat kemampuan serta ketercapain kompetensi peserta didik.KATA KUNCI: Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD); Higher Order Thinking Skills (HOTS); Penilaian. HIGH ORDER THINKING SKILLS IN STANDARDIZATION ASSESSMENT OF REGIONAL EDUCATION IN INDONESIAN LEASSONS ABSTRACT: Curriculum 2013 learning is oriented to the achievement of the ability to master competence and high-level thinking. Critical, logical, reflective, metacognitive and creative thinking skills are Higher Order Thinking Skills. Assessment of Regional Education Standards (ASPD) is one of the assessments used to assess competency achievement. ASPD is carried out as a graduation assessment for grade 9 junior high school students. This study uses a qualitative research method with a content analysis approach. The purpose of this research is to describe the quality of HOTS question items about ASPD for the Indonesian language subject in 2021 in the Special Region of Yogyakarta. The theory used is Anderson's and Krathwohl's cognitive level theory. Anderson and Krathwohl divide the cognitive level into 6 categories. C1 and C2 levels are low cognitive levels or LOTS, C3 are moderate cognitive thinking levels or MOTS, and C4, C5, C6 are high cognitive levels or HOTS. The results of the research from 40 ASPD questions in the Special Region of Yogyakarta can be concluded (1) there are 9 LOTS items, 8 MOTS items, and 23 HOTS items; (2) 23 HOTS questions consisting of 15 C4 items, 7 C5 items, and 1 C6 item; and (3) the percentage of HOTS questions in ASPD questions needs to be increased because ASPD must be able to measure and provide an accurate description of students' abilities and competence achievements.KATA KUNCI: Regional Education Standards Assessment (ASPD); Higher Order Thinking Skills (HOTS); Assessment.
PESAN MORAL PADA TRADISI LISAN MERDANG MERDEM KALAK KARO Faisal Fahri; Rosmawati Harahap; Elly Prihasti Wuriyani; Rini Haryani; Herni Meilani
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.5999

Abstract

ABSTRAK: Tulisan ini secara umum memaparkan tentang pesan moral yang terdapat pada Tradisi Lisan Merdang Merdem Kalak Karo di desa Juhar, Kabupaten Karo Sumatera Utara. Kajian ini juga diharapkan dapat menjadi pengajaran atau amanat yang untuk melakukan sesuatu kebaikan untuk setiap orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliput; studi kepustakaan, yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam mengecek keasbsahan data peneliti melakukan teknik Triangulasi dimana teknik ini digunakan untuk memeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu Merdang merdem atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah kerja tahun merupakan suatu pesta adat yang dilakukan secara turun menurun oleh kalak Karo di seluruh wilayah taneh Karo dengan tujuan menjaga ketentraman dan keseimbangan bermasyarakat serta membangun komunikasi dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Adapun  sepuluh pesan moral atau amanat yang terdapat di dalam Tradisi Kerja Tahun (Merdang Merdem) Karo tiga diantaranya adalah; (1)Selalu mengucapkan rasa syukur kepada TuhanYang Maha Esa, (2) Selalu memanfaatkan tanaman “Padi” sebagai makanan pokok dan membantu prekonomian, (3) Selalu menjaga ketentraman dan keseimbangan bermasyarakat serta membangun komunikasi antar keluarga.KATA KUNCI: Tradisi; Merdang Merdem; Pesan Moral  MORAL MESSAGE ON THE ORAL TRADITION OF MERDANG MERDEM KALAK KARO ABSTRACT: This paper generally describes the moral messages contained in the Merdang Merdem Kalak Karo Oral Tradition in Juhar Village, Karo Regency, North Sumatra. This study is also expected to be a teaching tool or a mandate to do something good for everyone. This study uses a qualitative descriptive research method. Data collection techniques include literature study, which is a series of activities related to the methods of collecting library data, reading and taking notes, and processing research materials. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The researcher uses a triangulation technique to check the validity of the data; this technique is used to check the validity of the data using something else. The results obtained in this study are Merdang merdem, or in Indonesian, better known as work year, is a traditional party that has been carried out for generations by the Karo Kalak throughout the Karo land area with the aim of maintaining peace and balance in society as well as building communication with families who are already married. It's been a while. The ten moral messages or mandates contained in the Karo Year Work Tradition (Merdang Merdem) are three of them: (1) Always give thanks to God Almighty; (2) Always use the "rice" plant as a staple food and help the economy; (3) Always maintain peace and balance in society and build communication between families.KEYWORDS:  Tradition ; Merdang Merdem; Moral Message.
STRATEGI DISKUSI TANYA JAWAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SMK lailatul fitriah; Endah Tri Priyatni; Heri Suwignyo
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.7065

Abstract

ABSTRAK: Penerapan metode diskusi dan tanya jawab harus disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan belajar siswa. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendesain sintak pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab, serta untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode diskusi dan tanya jawab terhadap hasil belajar siswa. penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian berupa nilai hasil pre tes dan pos tes siswa, serta uraian yang dihasilkan dari observasi. Teknik pengumpulan data, melalui pree tes dan post tes,  observasi, simak dan catat. Sumber data penelitian adalah siswa kelas XII jurusan Asisten Keperawatan dan jurusan Multimedia. Teknik analisis data secara statistik dengan melakukan uji Paired T tesh dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan Hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas XII  jurusan asisten keperawatan dan jurusan Multimedia juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Kenaikan hasil belajar pada siswa jurusan asisten keperawatan terlihat dari hasil Pret es memperoleh nilai rata-rata 55,8 dan rata – rata tersebut naik pada hasil pos tes mereka memperoleh nilai 75,2. Kenaikan hasil belajar pada siswa jurusan Multimedia juga terlihat pada hasil pree tes memperoleh nilai rata-rata 53,3 dan rata-rata tersebut naik pada hasil pos tes memperoleh nilai 73,3. Selain itu juga, uji Paired T tes pada hasil pree tes dan pos tes pada hasil belajar di kedua jurusan menunjukkan Sig.(2tailed) sebesar 0,00 < 0,05 maka H0 ditolah dan Ha diterima. Artinya ada peningkatan hasil belajar siswa jurusan asisten keperawatan dan  jurusan Multimedis setelah belajar dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab.KATA KUNCI: Metode Pembelajaran; Diskusi; Tanya Jawab; Kemampuan abad 21 ANIMATION MEDIA ASSISTED QUESTION AND ANSWER DISCUSSION STRATEGY TO IMPROVE 21ST CENTURY CAPABILITIES ABSTRACT: Application of the discussion and question and answer method must be adapted to the conditions and readiness of student learning. Therefore this study aims to design learning syntax using the discussion and question and answer method, as well as to determine the effect of using the discussion and question and answer method on student learning outcomes. This research includes experimental research using a quantitative descriptive approach. The research data is in the form of student pre-test and post-test results, as well as descriptions resulting from observations. Data collection techniques, through pre-test and post-test, observation, observe and record. Sources of research data are students of class XII majoring in Nursing Assistant and Multimedia majoring. Statistical data analysis technique by conducting a Paired T test using the SPSS application. The results of the study showed that the results of learning Indonesian for class XII students majoring in nursing assistants and majoring in Multimedia also experienced a very significant increase. The increase in learning outcomes for students majoring in nursing assistants can be seen from the results of the Pretest obtaining an average score of 55.8 and this average increases in the results of the post test they obtain a value of 75.2. The increase in learning outcomes for students majoring in Multimedia was also seen in the results of the pre-test obtaining an average score of 53.3 and the average increased in the results of the post-test obtaining a score of 73.3. In addition, the Paired T test on the results of the pre-test and post-test on learning outcomes in both majors shows Sig.(2tailed) of 0.00 <0.05, then H0 is rejected and Ha is accepted. This means that there is an increase in the learning outcomes of students majoring in nursing assistants and multimedical majors after studying using the discussion and question and answer method.KEYWORDS: Learning Methods; Discussion; Questions and Answers; 21st Century Capabilities
POSISI BAHASA INDONESIA DALAM DOKUMEN KEBIJAKAN BAHASA DI PERGURUAN TINGGI Dian Lestari; Indah Pujiastuti
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6461

Abstract

ABSTRAK: Perubahan zaman menuntut perkembangan kebijakan di berbagai ranah. Kebijakan bahasa terutama di dunia pendidikan menjadi satu di antara kebijakan yang penting dalam keberlangsungan bahasa Indonesia yang bertujuan untuk memartabatkan bahasa Indonesia itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan posisi bahasa yang terdapat di dalam dokumen kebijakan bahasa di pendidikan tinggi, yaitu sebagai mata kuliah perguruan tinggi dan bahasa pengantar dalam pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis konten dari produk kebijakan bahasa yang berupa Undang-Undang dan Peraturan Pendidikan Tinggi yang sudah mengalami berbagai perkembangan setiap periodenya. Hasilnya bahwa sebagai mata kuliah wajib perguruan tinggi, bahasa Indonesia adalah alat membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa yang menjadi cikal bakal terwujudnya peradaban bangsa serta membentuk identitas dan jati diri bangsa. Dapat disimpulkan, bahasa Indonesia memiliki peran sentral dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi sehingga dapat mewujudkan bahasa Indonesia menjadi media pengantar sebagai media pengembangan  dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains. Selain itu, kebijakan bahasa yang dirumuskan dimaksudkan untuk melindungi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan mempertahankan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia.KATA KUNCI: bahasa Indonesia; kebijakan bahasa; pendidikan tinggi  INDONESIAN LANGUAGE POSITION IN DOCUMENTS LANGUAGE POLICY IN HIGHER EDUCATION  ABSTRACT: Changing times demand the development of policies in various fields. Language policy, especially in the world of education, is one of the important policies in the sustainability of the Indonesian language, which aims to dignify the Indonesian language itself. The purpose of this study is to describe the position of Indonesian as a university course and to describe the position of Indonesian as the language of instruction in education. The research approach used was a qualitative with a descriptive method. This research is a content analysis of language policy products in the form of higher education laws and regulations that have undergone various developments over time. The result is that, as a compulsory college subject, Indonesian is a tool to shape the character and personality of students and the nation's civilization as well as to shape the nation's identity. The Indonesian is expected to have a central role in the learning process so that the Indonesian language can be realized as a means of developing and utilizing science and technology.KEYWORDS: Indonesian; language policy; higher education
KEKERASAN DALAM NOVEL MASYITOH KARYA AJIP ROSIDI Deta Aulia; Mulyanto Widodo; Siti Samhati
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6005

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan memerikan bentuk dan faktor penyebab kekerasan yang tergambar dalam novel Masyitoh karya Ajip Rosidi. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian ini berwujud kutipan-kutipan kalimat yang merepresentasikan bentuk tindak kekerasan dan faktor yang melatarbelakanginya. Data yang dimaksud dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Kedua teknik pengumpulan data tersebut  dilakukan secara bersama-sama dan terus-menerus. Setelah terkumpul, data dianalisis menggunakan teknik interaktif. Teknik interaktif dalam penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan, (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) interpretasi data, (4) simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Masyitoh karya Ajip Rosidi merepresentasikan bentuk dan faktor penyebab kekerasan yang beragam. Bentuk-bentuk kekerasan yang dimaksud terdiri atas kekerasan psikologis dan kekerasan fisik. Kekerasan psikologis meliputi tindakan perampasan hak, pemerasan, pembentakan, tertawa merendahkan, desakan, dan penghinaan. Kekerasan fisik meliputi tindakan penombakan dan pematahan, penyepakan, pengikatan dan pencambukan, penyeretan dan pencambukan, serta perebusan. Adapun faktor penyebab terjadinya tindak kekerasan meliputi kediktatoran penguasa, perlawanan, kurangnya kehati-hatian, dan perbedaan cara pandang.KATA KUNCI: kekerasan; novel; sosiologi sastra  VIOLENCE IN THE NOVEL MASYITOH BY AJIP ROSIDI ABSTRACT: This study aims to describe the forms and causes of violence depicted in the novel Masyitoh by Ajip Rosidi. The research was conducted using descriptive analysis method with a sociology of literature approach. The data in this study are in the form of excerpts from sentences that represent forms of violence and the factors behind them. The data in question was collected through a read-note technique. The two data collection techniques were carried out simultaneously and continuously. Once collected, the data were analyzed using interactive techniques. The interactive technique in this study consisted of several stages, (1) data reduction, (2) data presentation, (3) data interpretation, (4) conclusion and verification. The results showed that the novel Masyitoh by Ajip Rosidi represented various forms and factors causing violence. The forms of violence in question consist of psychological violence and physical violence. Psychological violence includes acts of deprivation of rights, extortion, yelling, condescending laughter, pressure, and humiliation. Physical violence includes shooting and breaking, kicking, tying and whipping, dragging and whipping, and boiling. The factors that cause acts of violence include the dictatorship of rulers, resistance, lack of prudence, and different perspectives.KEYWORDS: violence; novel; sociology of literature
PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA PADA PENGGUNA INSTAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI Isthifa Kemal; Mutia Febriyana
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6671

Abstract

ABSTRAK: Hal yang sering menjadi kendala dalam menulis adalah kurangnya penguasaan kosakata, padahal kosakata menentukan seberapa terampil seseorang dalam berbahasa. Semakin kaya kosakata yang kita miliki, maka semakin besar pula kemungkinan kita terampil berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui  ada  atau  tidaknya  pengaruh  penguasaan  kosakata  terhadap  kemampuan menulis  eksposisi  siswa  SMA  Muhammadiyah   1 Medan;  (2)  mengetahui  ada  atau tidaknya  pengaruh  penguasaan  tata  bahasa  Indonesia  terhadap  kemampuan  menulis eksposisi  siswa kelas X SMA Muhammadiyah  se-Kota Medan; serta (3) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penguasaan kosakata dan tata bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa SMA Muhammadiyah  se-Kota Medan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Muhammadiyah se-Kota Medan dengan mengambil sampel sebanyak 250 siswa. Teknik   pengambilan   sampel   menggunakan   teknik   stratified   random   sampling. Pengumpulan data kosa kata, tata bahasa, dan menulis eksposisi dilakukan dengan tes kemampuan.  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil yang di dapat ada 44 siswa (12,75%) siswa memiliki penguasaan kosa kata terhadap kemampuan menulis eksposis pada kategori tinggi, 251 siswa (72,72%) siswa berada pada kategori sedang dan 50 siswa (14.50%) siswa memiliki kemampuan rendah. Sementara untuk penguasaan tata bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis narasi di dapat data yaitu: 59 siswa (17.10%) kategori tinggi, 219 siswa (63,48%) siswa kategori sedang dan 67 siswa (19,42%) kategori rendah.KATA KUNCI: Eksposisi; Instagram; Kosakata; Tata Bahasa INDONESIAN VOCABULARY WRITING ON INSTAGRAM USERS ON THE ABILITY TO WRITE EXPOSITION TEXT ABSTRACT: The background of this research is that the 2013 curriculum was developed by improving individual and group learning patterns while still paying attention to the development of potential especially that of each student, one of which is the ability of students to write descriptive texts. The thing that often becomes an obstacle in writing is the lack of vocabulary mastery, even though vocabulary determines how skilled a person is in language. The richer the vocabulary we have, the more likely we are to be skilled at language. This study aims to: (1) determine whether or not there is an effect of vocabulary mastery on the ability to write exposition for students of SMA Muhammadiyah 1 Medan; (2) know whether or not there is an influence of mastery of Indonesian grammar on the ability to write an exposition of the tenth-grade students of SMA Muhammadiyah in Medan City; and (3) to find out whether or not there is an effect of mastery of Indonesian vocabulary and grammar on the ability to write an exposition of students of SMA Muhammadiyah in Medan. The research subjects were students of class X SMA Muhammadiyah in Medan City taking a sample of 250 students. The sampling technique used a stratified random sampling technique. Vocabulary, grammar, and writing exposition data were collected by means of an ability test. The data analysis technique used is product moment analysis and multiple linear regression analysis. Based on the results obtained there are 44 students (12.75%) students have mastery of vocabulary on the ability to write exposure in the high category, 251 students (72.72%) students in the medium category and 50 students (14.50%) students have the ability low. Meanwhile, for the mastery of Indonesian grammar on narrative writing skills, the data obtained are 59 students (17.10%) in the high category, 219 students (63.48%) in the medium category and 67 students (19.42%) in the low category.KEYWORDS: Eksposition; Instagram; Vocabulary, Grammar
REFLEKSI SOSIAL INDONESIA DALAM CERPEN “MERDEKA” KARYA PUTU WIJAYA: PERSPEKTIF ALAN SWINGEWOOD Martha Lusiana
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6227

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan bertujuan untuk mengungkapkan refleksi sosial masyarakat Indonesia yang ada di dalam cerpen “Merdeka” karya Putu Wijaya. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa sastra merupakan gambaran kehidupan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca dan mencatat kata, frasa, kalimat, ataupun paragraf dalam cerpen tersebut. Setelah data dikumpulkan, dilakukan klasifikasi berdasarkan berbagai refleksi yang merepresentasikan masyarakat Indonesia. Setelah itu, data diolah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra perspektif Alan Swingewood sebagaimana melihat karya sastra sebagai media untuk menuliskan kembali fakta-fakta sosial di masyarakat. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (1) ijazah palsu dalam pendidikan Indonesia, (2) komersialisasi jabatan, (3) tuntutan laki-laki untuk menikah, (4) materi sebagai sumber kesuksesan dan kebahagiaan, dan (5) mitos “keberatan nama”. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi masyarakat yang ada di dalam cerpen “Merdeka” masih relevan hingga saat ini. Melalui karya ini, sastrawan mengungkapkan kegelisahan atas realita sosial yang ada di masyarakat.KATA KUNCI: refleksi sosial; sosiologi; masyarakat; respresentasi  INDONESIAN SOCIAL REFLECTION IN PUTU WIJAYA'S SHORT STORY “MERDEKA”: ALAN SWINGEWOOD’S PERSPECTIVE ABSTRACT: This research uses descriptive qualitative methods and aims to reveal the social reflections of Indonesian society in Putu Wijaya's short story “Merdeka”. This research emerged from the assumption that literature is a picture of people's lives. Data collection techniques were carried out by reading and recording words, phrases, sentences, or paragraphs in the short story. After the data is collected, classification is carried out based on various reflections that represent Indonesian society. After that, the data was processed and analyzed using a sociological approach to literature from the perspective of Alan Swingewood as he sees literary works as a medium for rewriting social facts in society. The results found in this study are (1) fake diplomas in Indonesian education, (2) commercialization of positions, (3) society’s demand for men to be married, (4) wealth and position as a source of success and happiness, and (5) the myth of "burdened by name". This research shows that the condition of the people in the short story "Merdeka" is still relevant today. Through this work, the writer expresses his anxiety over the social realities that exist in society.KEYWORDS: social reflection; sociology; society; representation

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5, No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue