cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
GANGGUAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGIS PADA TUTURAN PENDERITA STROKE ISKEMIK: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Icha Fadhilasari
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i1.5533

Abstract

ABSTRAK: Gangguan berbahasa (language disorders) jauh lebih kompleks dibandingkan gangguan wicara (speech disorders). Gangguan berbahasa dalam istilah medis disebut afasia. Penderita akan mengalami kesulitan berkomunikasi serta cenderung gagal dalam menerapkan kemampuan berbahasa. Imbasnya, penderita gangguan ini akan mengalami deviasi atau penyimpangan linguistis. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mendeskripsikan gangguan berbahasa yang dialami pasien stroke iskemik. Gejala yang paling tampak pada penderita stroke iskemik sangat khas, yakni penyimpangan tataran fonologis. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif kajian ini menempatkan subjek penderita gangguan hemisfer kiri, di mana bagian tersebut dalam kajian neurolinguitik memiliki fungsi sebagai pengolah kemampuan linguistik seseorang, seperti fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantis. Data penelitian ini berupa tuturan seorang subjek penelitian yang mengalami stroke iskemik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rekam, catat, wawancara dan elitasi menggunakan media gambar dan daftar pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penyimpangan tataran fonologis, antara lain (1) penghilangan atau penyederhanaan fonem, (2) penggantian fonem, dan (3) ketidakberaturan pada tuturan penderita stroke iskemik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gangguan berbahasa tataran fonologis merupakan bentuk kesalahan dan/atau penyimpangan yang terjadi pada seseorang penderita stroke iskemik yang disebabkan oleh kerusakan lesi kortikal di otak kiri, tepatnya di daerah broca, yang mengkhususkan diri dalam tugas-tugas pemroduksian bahasa.KATA KUNCI: Afasia; gangguan bahasa; penyimpangan fonologis; psikolinguistik; stroke iskemik.  PHONOLOGICAL LANGUAGE DISORDERS IN ISCEMIC STROKE PATIENTS: A PSYCHOLINGUISTIC STUDY ABSTRACT: Language disorders are much more complex than speech disorders. Language disorders in medical terms are called aphasia. Patients will have difficulty communicating and tend to fail in applying language skills. As a result, people with this disorder will experience linguistic deviations or deviations. This study aims to classify and describe language disorders experienced by ischemic stroke patients. The most visible symptom in ischemic stroke patients is very typical, namely phonological level deviations. By using a descriptive-qualitative method, this study places the subject with left hemisphere disorders, where this section in neurolinguistic studies has a function as a processing of one's linguistic abilities, such as phonological, morphological, syntactic, and semantic. The data of this research is the speech of a research subject who experienced an ischemic stroke. Data was collected by using observation, recording, note-taking, interviewing and elicitation techniques using picture media and a list of questions. The results of this study indicate that there are deviations at the phonological level, including (1) omission or simplification of phonemes, (2) replacement of phonemes, and (3) irregularities in the speech of ischemic stroke sufferers. So it can be concluded that language disorders at the phonological level are a form of errors and/or deviations that occur in a person with ischemic stroke caused by damage to cortical lesions in the left brain, precisely in Broca's area, which specializes in language production tasks.KEYWORDS: Aphasia; language disorders; phonological aberrations; psycholinguistics; ischemic stroke.
MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA ANTARA POLISI DAN MASYARAKAT DALAM PROSES PEMERIKSAAN LALU LINTAS Marwiah Marwiah; Muhammad Al Qadri
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i1.5278

Abstract

ABSTRAK: Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesantunan berbahasa polisi dan masyarakat pada pemeriksaan lalu   lintas di Kota Makassar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa polisi terhadap masyarakat dan kesantunan berbahasa masyarakat terhadap polisi pada pemeriksaan lalu lintas di Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan wujud kesantunan berbahasa polisi dan masyarakat dalam pemeriksaan lalu lintas di Kota Makassar. Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang menunjukkan wujud kesantunan berbahasa polisi dan masyarakat dalam pemeriksaan lalu lintas di Kota Makassar. Subjek dalam penelitian ini adalah sepuluh orang polisi lalu lintas Poltabes Makassar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi sedangkan teori yang digunakan dalam menganalisis data adalah teori kesantunan berbahasa Geoffery Leech. Hasil penelitian menunjukkan bentuk maksim kesantunan berbahasa polisi terhadap masyarakat pada pemeriksaan lalu lintas di wilayah Kota Makassar direpresentasikan dalam maksim kebijaksanaan dan maksim penghargaan. Sedangkan maksim yg digunakan masyarakat kepada polisi adalah   maksim pemufakatn dan pengharagaan yang ditinjau dari maksim kesantunan berbahasa Geoffrey Leech.KATA KUNCI: Kesantunan; berbahasa; masyarakat; polisi.  THE PROSPEROUS LANGUAGE PROVERB BETWEEN THE POLICE AND THE COMMUNITY AT TRAFFIC INSPECTIONS ABSTRACT: The problem in this study is how the politeness of the language of the police and the public at traffic checks in Makassar City. Therefore, this study aims to describe the politeness of the language of the police towards the community and the politeness of the language of the community towards the police at the traffic check in the Makassar City. This type of research is a qualitative study that illustrates the form of politeness in the language of the police and the community in traffic checks in the city of Makassar. The data in this study are in the form of speeches showing the form of politeness in the language of the police and the community in traffic checks in Makassar City. The subjects in this study were ten traffic police officers from the Makassar Regional Police. Data collection techniques in this study were observation techniques, recording techniques, and note taking techniques. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and drawing conclusions / verification while the theory used in analyzing data is the politeness theory of the Leof Geoffery language. The results of the study showed the form of politeness maxim politeness of the police towards the public at the traffic inspection in the Makassar City area was represented in the maxim of wisdom and maxim of appreciation. Whereas the proverb used by the public to the police is the proverbial agreement and appreciation in terms of politeness of the Geoffrey Leech proverb.KEYWORDS: maxim; politeness; language; community; and police.
VARIASI ARGUMEN SAKSI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA Antonius Nesi; Subyantoro Subyantoro; Rahayu Pristiwati
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i1.4739

Abstract

ABSTRAK: Salah satu karakteristik artikel ilmiah ialah adanya variasi argumen sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah seorang penulis terhadap isi artikelnya. Argumen dapat dikatakan berhasil apabila sebuah pernyataan dapat dibentengi dengan aneka alasan dan bukti (argumen yang variatif). Melalui konstruksi argumen yang variatif, pembaca dapat diyakinkan bahwa masalah yang diangkat terselesaikan secara ilmiah. Artikel ini menelaah variasi ‘argumen saksi’ dalam pembelajaran menulis ilmiah bagi mahasiswa. Teori dasar yang digunakan ialah model argumen saksi Douglas Walton. Variasi argumen saksi sebagai acuan dasar untuk pembelajaran menulis ilmiah dianggap urgen mengingat argumen saksi ternyata bukan hanya berwujud argumen pendapat ahli saja sebagaimana selama ini dibuat kebanyakan penulis, tetapi masih terdapat jenis argumen lain untuk membentengi pernyataan posisi. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, yakni telaah dokumen dan literatur-literatur yang relevan. Berdasarkan hasil telaah ditemukan tiga hal. Pertama, dalam pembelajaran menulis ilmiah dapat dibuat variasi argumen pendapat ahli dalam wujud argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, dan argumen pendapat ahli 3. Selanjutnya, sebagai bentuk persuasi dapat ditambahkan argumen analogi dan argumen penalaran praktis. Kedua, dalam pembelajaran menulis ilmiah, argumen fakta-hipotesis dapat dibuat variasinya berupa argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, argumen pendapat ahli 3, argumen preseden, dan argumen pengecualian. Ketiga, bentuk variasi lain untuk argumen penalaran praktis, yakni argumen analogi, argumen preseden, argumen pendapat ahli 1, dan argumen pendapat ahli 2. Melalui konstruksi argumen yang variatif, artikel yang dihasilkan mahasiswa memenuhi kepatutannya (bereputasi).KATA KUNCI: Argumen saksi; menulis ilmiah; mahasiswa; pembelajaran   VARIATIONS OF ‘WITNESS ARGUMENTS’ IN LEARNING SCIENTIFIC WRITING FOR STUDENTS ABSTRACT: One of the characteristics of scientific articles is that there are variations in arguments as a form of a writer's scientific accountability for the contents of the article. An argument can be said to be successful if a statement can be fortified with various reasons and evidence (varied arguments). Through the construction of varied arguments, readers can be convinced that the issues raised are scientifically resolved. This article examines the variation of 'witness argument' in teaching scientific writing for students. The basic theory used is Douglas Walton's witness argument model. The variety of witness arguments as a basic reference for learning to write scientifically is considered urgent considering that witness arguments are not only in the form of expert opinion arguments as so far made by most authors, but there are still other types of arguments to fortify position statements. The article uses a literature study approach, which is a study of relevant documents and literatures. Based on the results of the study found three things. First, in scientific writing learning, variations of expert opinion arguments can be made in the form of expert opinion arguments 1, expert opinion arguments 2, and expert opinion arguments 3. Furthermore, as a form of persuasion, analogy arguments and practical reasoning arguments can be added. Second, in the study of scientific writing, fact-hypothesis arguments can be varied in the form of expert opinion arguments 1, expert opinion arguments 2, expert opinion arguments 3, precedent arguments, and exception arguments. Third, other forms of variation for practical reasoning arguments, namely analogy arguments, precedent arguments, expert opinion arguments 1, and expert opinion arguments 2. Through varied argument construction, an article fulfills its merit (reputable). KEYWORDS: Witness argument; scientific writing; student; learning
PENINGKATAN KREATIVITAS GURU DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL MELALUI LESSON STUDY KOLABORATIF Ribut Wahyu Eriyanti; Yus Mocamad Cholily; Abdulkadir Rahardjanto; Masduki Masduki; Andriyana Andriyana
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i1.5724

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan teknologi di era revolusi industry 4.0 ditandai dengan diterapkannya teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Kondisi tersebut dipercepat oleh munculnya pandemi covid-19 yang secara tiba-tiba dan penyebarannya sangat cepat. Dalam bidang pendidikan diterapkan kebijakan pembelajaran dilaksanakan dari rumah. Kebijakan tersebut menimbulkan respon yang bervariasi oleh guru, terutama yang belum menguasai teknologi komunikasi dan informasi (TIK) untuk pembelajaran. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kreativitas guru dalam pemanfaatan media digital untuk meningkatkan capaian pembelajaran siswa dalam pembelajaran daring (online). Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menerapkan lesson study di satu sekolah.  Subjek penelitian ini guru matapelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Biologi. Data penelitian ini berupa tuturan dan perilaku guru dalam pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan studi dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan melaksanakan lesson study, guru-guru menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkan media pembelajaran digital untuk meningkatkan capaian pembelajaran siswa. Guru-guru dapat memilih dan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia di internet, mampu memanfaatkan media pembelajaran media internet melalui platform google classroom, google meet, google form, dan google drive, zoom meeting, youtube, dan whatsapp sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik bahan ajar, dan sesuai dengan kondisi kemampuan siswa. Guru-guru juga kreatif memanfaatkan google form untuk melaksanakan penilaian pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran yang dilaksanakan guru menjadi bervariasi dan memudahkan siswa untuk melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (online).  Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk terus melaksanakan lesson study kolaboratif untuk meningkatkan profesionalitasnya secara berkelanjutan.KATA KUNCI: inovasi pembelajaran; kreativitas; media digital; google classroom; google form. IMPROVEMENT OF TEACHER CREATIVITY IN THE UTILIZATION OF DIGITAL LEARNING MEDIA  THROUGH COLLABORATIVE LESSON STUDY ABSTRACT: Technological developments in the era of the industrial revolution 4.0 are marked by the application of digital technology, artificial intelligence in various sectors of life. This condition was accelerated by the COVID-19 pandemic which came suddenly and spread very quickly. In the field of education, learning is carried out from home. The policy elicited varied responses from teachers, especially those who had not mastered communication and information technology (ICT) for learning. This paper aims to describe the increase in teacher creativity in the use of digital media to improve student learning outcomes in online learning. The method used is classroom action research by applying lesson study in one Islamic senior high school or known as Madrasah Aliyah. The subjects of this study were teachers of Indonesian, Mathematics, and Biology subjects. The data of this research are in the form of teacher's speech and behavior in learning. Data was collected through learning observation methods and documentary studies. The results of this study indicate that by implementing lesson study, teachers become more creative in utilizing digital learning media to improve student learning outcomes. Teachers can choose and take advantage of learning resources available on the internet, able to use internet media through the google classroom platform, google meet, google form, and google drive, zoom meeting, youtube, and WhatsApp according to learning objectives, characteristics of teaching materials, and in accordance with student abilities. Teachers are also creative in using google forms to carry out learning assessments. Thus, the learning carried out by the teacher becomes varied and makes it easier for students to carry out online learning. Based on the results of this study, it is recommended that teachers continue to carry out collaborative lesson studies to improve their professionalism on an ongoing basis.KEYWORDS: learning innovation; creativity; digital media; google classroom; google forms.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA INDONESIA KELAS X SMA BERBASIS FLIPBOOK MAKER Andi Adam; Abdul Karim Mahmut; Akram Akram; Aziz Thaba
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i1.5279

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk materi ajar yang layak, praktis, dan efektif bagi siswa SMAN 4 Luwu Utara kelas X dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model Four-D (4-D) yang telah di modifikasi menjadi model Three-D (3-D) terdiri dari 3 tahap yang meliputi: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan). Desain tindakan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan (Rd) ini adalah pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah validasi dan observasi. Hasil penelitian dan pengembangan (RD) ini: (a) dihasilkan produk materi ajar Bahasa Indonesia kelas X SMAN 4 Luwu Utara berbasis media flipbook maker, (b) materi ajar Bahasa Indonesia kelas X berbasis media flipbook maker yang telah dinyatakan layak oleh ahli dan subjek uji coba, (c) materi ajar Bahasa Indonesia kelas X berbasis media flipbook maker yang telah dinyatakan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh tingkat ketuntasan tes kemampuan kelompok uji lapangan I dan II masing-masing sebesar 59% dan 77%. (d) materi ajar Bahasa Indonesia kelas X berbasis media flipbook maker yang telah dinyatakan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan hasil angket respon siswa dan guru. Rerata total respon guru terhadap materi ajar sebesar 3,8 atau dengan kategori baik. Rerata respon siswa uji coba lapangan I dan II masing-masing sebesar 4,1 dengan kategori praktis.KATA KUNCI: Bahasa Indonesia; Flipbook Maker; Materi Ajar; Pengembangan DEVELOPMENT OF INDONESIAN TEACHING MATERIALS FOR CLASS X SMAN 4 LUWU NORTH BASED ON FLIPBOOK MAKER ABSTRACT: The purpose of this research is to produce teaching materials that are feasible, practical, and effective for students of SMAN 4 North Luwu class X in Indonesian subjects. This type of research is research and development (research and   development). The development model used is a Four-D (4-D) model which has been modified into a Three-D (3-D) model consisting of 3 stages which include: Define, Design, Develop . The action design used in this research and development (RD) is a pretest-posttest design. Data collection techniques used are validation and observation. The results of this research and development (RD) are: (a) Indonesian class X teaching materials are produced at SMAN 4 Luwu Utara based onmedia flipbook maker, (b) Indonesian class X teaching materials are based onmedia flipbook maker which have been declared feasible by experts and subjects. Trials, (c) Indonesian class X teaching materials based onmedia flipbook maker which have been declared effective for use in learning. This is indicated by the level of completeness of the field test group I and II, which are 59% and 77%, respectively. (d) Indonesian class X teaching materials based onmedia flipbook maker which have been declared practical for use in learning. This is indicated by the results of the student and teacher response questionnaires. The average total teacher response to teaching materials is 3.8 or in good category. The average student responses for field trials I and II were 4.1 each in the practical category.KEYWORDS: Development; Teaching materials; Indonesian; flipbook Maker
URGENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MORFOLOGI KONTEKSTUAL BERBASIS MULTIMODALITAS Jasmine Belinda Budijanto; Yuliana Setyaningsih; R. Kunjana Rahardi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i1.4837

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dari pengembangan bahan ajar morfologi kontekstual berbasis multimodalitas. Penelitian ini menggunakan penelitian mix-method. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa dan dokumen berupa rencana pembelajaran semester mata kuliah morfologi. Data yang diperoleh berupa hasil pengisian angket dan hasil analisis dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisis data yang diperoleh. Data angket dianalisis menggunakan kualitatif dan kuantitatif, sedangkan hasil analisis dokumen dianalisis dengan menggunakan kualitatif. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam belajar morfologi. Kesulitan terbesar mahasiswa adalah mempelajari morfem, morf, alomorf, dan afiksasi. Untuk membantu mahasiswa, sudah terdapat beberapa buku yang membantu, seperti buku ajar morfologi dan buku referensi. Akan tetapi, buku ajar tersebut belum terintegrasi dengan multimodalitas sehingga mahasiswa masih mengalami kesulitan untuk memahami morfologi. Oleh karenanya, diperlukan bahan ajar morfologi yang kontekstual dan terintegrasi dengan multimodalitas. Dengan adanya bahan ajar morfologi kontekstual berbasis multimodalitas, mahasiswa menjadi lebih mudah memahami morfologi. KATA KUNCI: bahan ajar; morfologi kontekstual; multimodalitas. THE URGENCY OF THE DEVELOPMENT OF MULTIMODALITY-BASED CONTEXTUAL MORPHOLOGY TEACHING MATERIALS ABSTRACT: This study aims to describe the urgency of developing multimodality-based contextual morphology teaching materials. This study uses a mix-method research. The subjects of this study were students and documents in the form of semester learning plans for morphology subjects. The data obtained are the results of filling out the questionnaire and the results of document analysis. Data collection techniques used are questionnaires and literature study. This study uses qualitative and quantitative in analyzing the data obtained. Questionnaire data were analyzed using qualitative and quantitative, while the results of document analysis were analyzed using qualitative. Based on this research, the researcher found that students had difficulties in learning morphology. The biggest difficulty for students is learning morphemes, morphs, allomorphs, and affixations. To help students, there are several books that help, such as morphology textbooks and reference books. However, the textbook has not been integrated with multimodality so that students still have difficulty understanding morphology. Therefore, contextual and integrated morphology teaching materials are needed with multimodalities. With multimodality-based contextual morphology teaching materials, students will find it easier to understand morphology.KEYWORDS: teaching materials; contextual morphology; multimodality.
MAKSIM KESANTUNAN YANG DIGUNAKAN OLEH DEDDY COURBUZIER PADA ACARA “HITAM PUTIH” DAN ANDI FLORES NOYA PADA ACARA “KICK ANDY” Ida Hamidah; Dedeh Supriatin
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v9i2.1019

Abstract

Judul penelitian ini adalah Maksim Kesantunan yang Digunakan Oleh Deddy Courbuzier Pada Acara “Hitam Putih” dan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy”. Rumusan Masalah: 1) Maskim apa saja yang digunakan Deddy Corbuzier pada acara “Hitam Putih?” 2) Maksim apa saja yang sering digunakan Deddy Corbuzier pada acara “Hitam Putih?” 3) Maskim apa saja yang digunakan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy?” 4) Maksim apa saja yang sering digunakan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy?” 5) Bagaimanakah perbedaan penggunaan maksim kesantunan oleh Deddy Corbuzier pada acara “Hitam Putih dan Andi F. Noya pada acara “Kick Andy?” Metode: deskriptif kualitatif. Simpulan: maksim kesantunan yang digunakan oleh Deddy Corbuzier Pada Acara “Hitam Putih” yakni maksim kebijaksanaan 8 (delapan) kali, maksim penghargaan 22 (dua puluh dua) kali, maksim kesederhanaan 2 (dua) kali, maksim permufakatan/kecocokan 13 (tiga belas) kali, dan maksim kesimpatian 41 (empat puluh satu) kali dan maskim yang sering digunakan adalah maksim kesimpatian. Sementara Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy” menggunakan maksim kebijaksanaan 2 (dua) kali, maksim kedermawanan 1 (satu) kali, maksim penghargaan 32 (tiga puluh dua) kali, maksim permufakatan/kecocokan 4 (empat) kali, dan maksim kesimpatian 18 (delapan belas) kali dan maksim yang sering digunakan adalah maksim penghargaan. Perbedaan penggunaan maksim kesantunan oleh Deddy Corbuzier Pada Acara “Hitam Putih” dan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy” adalah bahwa Deddy Corbuzier lebih sering menggunakan maksim kesimpatian sementara Andi Flores Noya lebih sering menggunakan maksim penghargaan.Kata kunci : maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan/kecocokan, dan maksim kesimpatian.
ANALISIS KATA SERAPAN DALAM NASKAH DRAMA “OPERA KECOA”KARYA N. RIANTIARNO BERDASARKAN ASAL BAHASA, JENIS KATA, DAN PROSES PEMBENTUKANNYA Ahmad Dedi Mutiadi; Neli Yulianti
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v8i1.1010

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis kata serapan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N. Riantiarnoberdasarkan asal bahasa, jenis kata, dan proses pembentukannya, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap penyerapan bahasa asing dan daerah kedalam bahasa Indonesia yang terdapat dalan naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Kata serapanapasaja yang terdapatdalamnaskah drama drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (2) Kata serapandaerahapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (3) Kata serapanasingapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (4) Termasukjenis kata apasaja kata serapan yang terdapatdalamkalimatpadanaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (5) Bagaimana proses pembentukan kata serapandalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untukmengetahui kata serapan yang adadalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (2) Untukmengetahui kata serapanbahasadaerahdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (3)Untukmengetahui kata serapanbahasaasingdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (4) Untukmengetahuijenis kata dalam kata serapan yang terdapatdalamkalimatpadanaskahdrama”operakecoa” karya N. Riantiarno, (5) Untukmengetahui proses pembentukan kata serapandalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah naskah drama berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh kesimpulan (1) Dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno terdapat kata serapan dari bahasa asing dan bahasa daerah, (2) Kata-kata serapan daerah yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa sansakerta, (3) Kata-kata serapan asing yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa Belanda, Arab, Portugis, dan inggris kata serapan asing lebih banyak diserap dari bahasa Belanda, (4) Analisis kata serapan berdasarkan jenis kata yang diperoleh dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak termasuk kedalam jenis kata benda, (5) proses pembentukan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak menggunakan proses secara adaptasi.Kata kunci : kata serapan, asal bahasa, jenis kata, dan proses pembentukannya
ANALISIS WACANA KRITIS PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL” KARYA NAWAL EL SAADAWI DITINJAU DARI TOKOH DAN PERWATAKAN, KONFLIK SERTA AMANAT Sun Suntini
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v11i2.716

Abstract

Wacana merupakan satuan kebahasaan yang  paling lengkap dan paling kompleks dibandingkan dengan satuan kebahasaan yang lain. Kompleks di sini artinya dalam wacana banyak sekali unsur  pendukungnya, satuan pendukung kebahasaan yang lain diantaranya fonem, morfem, frasa, klausa, dan  kalimat. Suatu tulisan dapat dikatakan wacana jika memenuhi syarat dalam pembentukan suatu wacana diantaranya adanya kohesi dan koherensi. Kohesi adalah kepaduan bentuk secara srtuktural contoh adanya referensi, substitusi, ellipsis, konjungsi dan sebagainya, sedangkan koherensi berhubungan dengan makna. Berdasarkan media penyampaiannya wacana  dapat dibagi dua yaitu ada wacana lisan dan ada wacana tulis. Wacana lisan yaitu jenis wacana yang disampaikan secara lisan atau langsung, sedangkan wacana tulis yaitu wacana yang disampaikan melalui tulisan. Pada dasarnya wacana itu lisan karena pertama kali manusia berkomunikasi secara lisan, tetapi seiring perkembangan zaman saat ini lebih banyak wacana tulis dibandingkan wacana lisan. Analisis wacana kritis (AWK) adalah sebuah upaya atau proses untuk memberi penjelasan (realitas sosial) yang mau atau sedang dikaji oleh seseorang atau kelompok yang mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh yang diinginkan (Yoce Aliah Darma, 2009: 49). Analisis yang dimaksud adalah upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari penulis yang mengemukakan suatu pernyataan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimanakah   perwatakan  tokoh pada novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?2) Bagaimanakah konflik pada novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?3) Bagaimanakah amanat pada novel “perempuan di titik nol" karya Nawal el Saadawi?4) Bagaimanakah  analisis wacana kritis pada perwatakan dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?5) Bagaimanakah  analisis wacana kritis pada konflik dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi?6) Bagaimanakah  analisis wacana kritis pada amanat dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi?Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Objek penelitian ini adalah novel berjudul “Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi”Setelah dilakukan penelitian terhadapa novel dengan cara dianalisis, hasil kesimpulannya yaitu 1) Tokoh laki-laki dalam novel ini mempunyai karakter cendering berkuasa dalam segala aspek kehidupan terutama menguasai perempuan banyak ketidakadilan yang dialami oleh perempuan.Tokoh perempuannya cenderung lemah sehingga mereka dengan mudah dikuasai dan ditindas oleh kaum laki-laki dan akhirnya mereka tidak percaya lagi dengan laki-laki dan ingin hidup bebas , mereka merasa ikatan rumahtangga merupakan perbudakan  bagi kaum perempuan. konflik dalam novel ini terjadi anatar laki-laki dan perempuan dikarenakan kekuasaan laki-laki terhadap perempuan dan pada akhirnya perempuan kehilangan kepercayaan terhadap laki-laki. Amanat dari novel ini adalah tentang kekuasaan/hegemoni  laki-laki terhadap perempuan dan akhirnya perempuan memilih jadi feminis.
ANALISIS PENERJEMAHAN KATA-KATA SLANG DALAM HASIL PENERJEMAHAN FILM “AUSTIN POWER; THE SPY WHO SHAGGED ME” Muhammad Aprianto Budie Nugroho
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v12i1.1518

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerjemahan kata-kata slang dan kesetaraan penerjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menerjemahan karya sastra berupa film berjudul, “Austin Powers; The Spy who Shagged Me”. Peneliti menggunakan metode qualitatif. Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam penelitian mulai dari pengumpulan yaitu berupa observasi data dan menganalisis dokumen data. Dalam menganalisis penerjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa peneliti menggunakan teori Newman dan dalam menganalisis kesetaraan dalam penerjemahan peneliti menggunakan teori Baker. Dalam penelitian ini diketemukan fakta bahwa mahasiswa mampu menerjemahkan 6 kata slang dari 12 kata slang yang terdapat dalam film berjudul, “Austin Power; The Spy Who Shagged Me”, sedangkan dalam kesetaraan penerjemahan terdapat 3 kesetaraan yang digunakan dalam menerjemahkan dari 3 jenis kesetaraan yang ada.Kata kunci: Penerjemahan, Film, Kata-kata slang, Kesetaraan penerjemahan

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue