Articles
171 Documents
VALIDASI LEMBAR KAJI JADWAL PEMBELAJARAN DAN BEBAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
Karolina Tupen;
Samuel M. Simanjuntak
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v6i2.2436
Evaluation of the learning process can shape the learning experience of students. This study introduces the validation process of a design measuring instrument aspects of the learning experience process experienced by nursing students. Methods: This study is a validation study tool which is carried out using the descriptive correlation method. The population that is the target of this research is 70 students from semester 4 to semester 8 who are registered as regular students in the Undergraduate Nursing Study Program. Samples were recruited accidentally, namely among the student population who were working on class schedules which were later obtained by 39 respondents. Results: The design of the study sheet learning schedule and learning load for nursing students in a good category, namely the coefficient value α = 0.927 with p value <0.05. Conclusion: The reliability value of the review sheet is in good category. Discussion: Continuous or periodic measurement is needed as an effort to improve the learning experience process of nursing students in nursing education institutions in Indonesia. Keywords: Evaluation tool, Course load, Scheduling, Nursing students, Validation
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU REMAJA TERHADAP HIV/AIDS DI SMP-SMA ADVENT DOYO BARU JAYAPURA : RELATIONSHIPS ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE, ATTITUDES AND BEHAVIOR OF YOUTH TOWARDS HIV / AIDS IN ADVENT HIGH SCHOOLS OF DOYO BARU JAYAPURA
Ayu Rombot
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i1.2441
Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that damages the immune system by infecting and destroying CD4 cells. The more CD4 cells that are destroyed, the weaker the immune system will be, making it vulnerable to various diseases. and if HIV infection is not treated immediately it will develop into a serious condition called AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). The spread of HIV-AIDS is strongly influenced by factors of education, knowledge, attitudes and behavior. A person's knowledge of an object contains two aspects, namely the positive aspect and the negative aspect determining a person's attitude. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents towards HIV / AIDS in Advend Doyo Baru Junior High School, Jayapura. The method used in this study is descriptive correlation with cross sectional approach, data collection techniques with total sampling of 200 students. Data analysis using the Likert scale test. The results obtained were students' knowledge of HIV / AIDS in the good category 45%, the students' good attitude towards HIV / AIDS was 50.5 and the students' behavior towards HIV / AIDS was 98.3%. The correlation test between students' knowledge, attitudes and behavior has a p value of 0.014 <0.119, this means that there is a significant relationship between knowledge and attitudes and behavior of students towards HIV / AIDS.
GAMBARAN CAKUPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DAN INDIKATOR-INDIKATOR KINERJA PELAYANAN KESEHATAN DI JAWA BARAT
Mega Aryanti;
Samuel M. Simanjuntak
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i1.2455
Latar Belakang: Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Salah satu strategi untuk meningkatkan pencapaian cakupan target imunisasi kepada anak di Indonesia adalah dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan sasaran utamanya adalah tersedianya sumber daya manusia yang kompeten. Penilaian kinerja dan produktivitas di sektor publik secara umum telah didefinisikan dengan mencakup efisiensi dan efektivitas. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan populasi data yang mencakup pencapaian imunisasi lengkap dan indikator kinerja pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Jawa Barat dari tahun 2008 sampai 2018. Data sekunder dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak STATA. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja pelayanan keseahtan dengan cakupan imunisasi dasar balita di wilayah kerja dinas kesehatan Jawa Barat. Kunjungan antenatal di balai pengobatan dan rumah sakit serta dana sehat menjadi prediktor terhadap cakupan imunisasi polio, campak, hb dan BCG. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara sumber daya penyedia pelayanan kesehatan dengan tingkat cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak di wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Diskusi: Dianjurkan melakukan kajian kualitatif kepada ibu dalam melakukan imunisasi pada balita terkait kases pelayanan dan kunjungan prenatal.
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI, ANXIETY, DAN STRESS ISOLASI DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN PADA PASIEN COVID-19
Darmawasti Sihombing;
Yunus Elon
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i1.2456
Latar Belakang: Kontak langsung dengan pasien Covid-19 menjadi faktor utama penyebaran virus corona. Tenaga kesehatan yang berada di garis depan yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 mengalami efek psikologis tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi, kecemasan, dan stres perawat isolasi dalam memberikan perawatan pada pasien Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 53 perawat yang bekerja di ruang isolasi dan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui google form. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perawat yang bekerja diruang isolasi pasien penderita covid-19 di kategori depresi menunjukan bahwa rata-rata subjek peneliti mengalammi tingkat depresi yang sangat berat. Kesimpulan: Untuk Kategori kecemasan menunjukan bahwa rata-rata subjek mengalami tingkat kecemasan yang sangat berat. Untuk kategori stress menunjukan bahwa rata-rata subjek mengalami tingkat stres yang sedang. Diskusi: Perlunya kajian lebih lanjut pada hubungan antara tingkat kecemasan perawat terhadap pelayanan yang diberikan perawat kepada pasien covid-19.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN TAHAP AKADEMIK
I Gede Purnawinadi
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i1.2485
Latar belakang: Pandemi COVID-19 berdampak signifikan disemua bidang secara global, terlebih khusus pada dunia pendidikan secara nasional. Kegiatan pembelajaran tatap muka beralih pada proses pembelajaran daring (online) dalam upaya mencegah penularan virus corona. Transformasi pembelajaran ini tentunya mempunyai konsekuensi terhadap hasil belajar peserta didik baik tingkat menengah maupuan di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis prestasi belajar mahasiswa keperawatan tahap akademik melalui uji komparatif IPK pada semester sebelum dan saat pandemi. Metode: Data penelitian ini merupakan total sampling 1043 IPK mahasiswa keperawatan di salah satu perguruan tinggi swasta di sulawesi utara. Data dianalisis melalui uji komparatif non parametrik Mann Whitney karena tidak memenuhi kelayakan asumsi normalitas. Hasil: Hasil penelitian ini didapati bahwa terjadi peningkatan kategori prestasi belajar mahasiswa sebelum dan saat pandemi, sehingga ada berbedaan yang signifikan kategori prestasi belajar mahasiswa keperawatan pada semester sebelum dan saat pandemi COVID-19 dengan nilai signifikan 0,000 (p value < 0,05). Kesimpulan: Konsep merdeka belajar yang benar melalui penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran memberikan peluang kepada para peserta didik dalam belajar dan mengembangkan diri secara mandiri, meskipun situasi pandemi menuntut kegiatan pembelajaran secara daring. Diskusi: Bagi institusi penyelenggara pendidikan diharapkan tetap mengembangkan manajemen pembelajaran daring dengan meningkatkan fasilitas dan sumber daya yang memadai.
ANALISA SITUASI DAN PERAN INSTITUSI MASYARAKAT PEDESAAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Syaifoel Hardy;
Saeroji;
Isak Tukayo
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i1.2494
Latar belakang: Pandemi Covid-19 berdampak pada semua segi kehidupan global termasuk seluruh program Keluarga Berencana (KB) nasional yang mencakup Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana (KB) dan Kependudukan. Implementasi ketiga program tersebut melibatkan kader atau yang dikenal sebagai Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP). Tujuan: Mengkaji situasi peran IMP dalam program-program KB selama masa Covid-19 dan mengidentifikasi kemungkian solusinya. Metode: Penelitian ini menggunakan kombinasi antara tinjauan pustaka dan survei analitik. Data primer diambil dari 57 responden yang berpartisipasi dalam survey berupa kuesioner, dilakukan secara Online pada 1-3 Mei 2021. Data sekunder berasal dari hasil tinjauan kepustakaan dengan menekankan konten pada peran IMP, manfaat dan strategi pembinaan. Sumber-sumber kepustakaan antara lain berasal dari WHO, Peraturan Pemerintah, BKKBN, Kementerian Kesehatan, BPS, serta berbagai jurnal terkait dari dalam dan luar negeri. Olah data dilakukan dengan menggunakan kombinasi Skala Nominal dan Skala Guttman. Hasil: Hasil penelitian dengan Skala Nominal menunjukkan 57 responden (100%) merasa Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap peran IMP. Dalam Skala Guttman menunjukkan dalam peran penyuluhan sebesar 200%, disusul peran pendataan dan pencatatan (142.34%) dan peran pelayanan KB (105.26%). Diskusi: Solusi yang disarankan adalah dengan berupa peningkatan kegiatan kolaborasi antara kader, PKB, pamong desa, pemerintah daerah serta pemerintah pusat sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program KB.
PERBANDINGAN INTENSITAS NYERI PADA INSERSI FOLLEY CATHETER PRIA DENGAN MENGGUNAKAN PELUMAS YANG DIMASUKKAN KE URETRA DAN PELUMAS YANG DIOLESKAN DI FOLLEY KATETER
Mochamad Budi Santoso
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i2.611
Pendahuluan : Masalah pada system perkemihan perkemihan yang sering dialami klien salah satunya adalah retensi urin. Salah satu intervensi untuk mengurangi retensi urin yaitu pemasangan kateter. Namun prosedur kateterisasi dapat menimbulkan rasa nyeri. Beberapa teknik penggunaan jelly pelumas kateterisasi urin pria dapat dilakukan untuk mempermudah masuknya selang kateter antara lain teknik pengolesan jelly pada selang kateter, dan teknik memasukkan jelly kedalam meatus uretra. Tujuan penelitian untuk menganalisa perbedaan rerata skala nyeri sesudah dilakukan pemasangan folley catheter dengan teknik jelly yang dimasukkan ke uretra dan jelly yang dioleskan di folley catheter. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan two group post test only design. Teknik sampling dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan besar sampel 22 orang untuk kelompok treatment dan kelompok kontrol. Analisa dilakukan dengan metode univariat dan bivariate menggunakan Mann Whitney. Hasil : rerata skala nyeri sesudah pemasangan kateter dengan jelly yang dimasukan ke uretra adalah 3,23. Rerata skala nyeri sesudah pemasangan kateter dengan jelly yang dioleskan ke selang kateter  4,91. Hasil bivariate didapatkan nilai p value = 0,0001. Hal ini menunjukkan (alpha 5 %) terdapat perbedaan tingkat nyeri yang signifikan antara teknik pemasangan kateter jelly yang dimasukan ke uretra dan jelly yang dioleskan pada kateter. Diskusi : pemasangan kateter dengan cara jelly yang dioleskan di kateter lebih nyeri dibandingan dengan jelly yang dimasukkan ke uretra. Perbedaan skala nyeri tersebut terjadi dikarenakan jelly yang dimasukan langsung ke uretra akan membuka lumen uretra saat jelly dimasukan, sehingga didalam uretra terlubrikasi lebih maksimal. Â
HUBUNGAN ANTARA PROFIL TENAGA KESEHATAN DENGAN PENCAPAIAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR DI KUPANG
Feren S Senge
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i2.2458
Latar belakang: Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suartu penyakit sehingga suatu saat terpajang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau mengalami sakit ringan. Ketersediaan dan penyebaran SDMK dalam hal ini tenaga kesehatan sangat menentukan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan profil tenaga kesehatan terhadap pencapaian cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional. populasi dalam penelitian ini adalah cakupan pencapaian imunisasi lengkap di kota Kupang tahun 2018 menurut profil kesehatan kota Kupang adalah 59%. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa UCI untuk kota Kupang tahun 2018 adalah 59% sedangkan hingga saat ini baru terdapat 33 kelurahan dari 51 kelurahan yang ada di kota Kupang telah berkategori UCI. Jadi kota Kupang sendiri masih belum mencapai target UCI yang ditetapkan. Kota Kupang memiliki tenaga penunjang kesehatan sebanyak 1.020 dan sumber daya manusia kesehatan sebanyak 1.027. kesimpulan: tidak ada hubungan antara profil tenaga kesehatan masyarakat dengan pencapaian cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak di wilayah kota Kupang. Kata kunci: Imunisasi, Profil tenaga kesehatan, Pencapaian imunisasi dasar ABSTRACT Background: Immunization is an effort to raise or increase a person's immunity actively to the flare-up of the disease so that one day displayed with the disease will not be sick or experience mild pain. The availability and dissemination of SDMK in this case health workers are very determined the quality of health services in health facilities. The purpose of this study is to find out the relationship of health workers' profiles to the achievement of Complete Basic Immunization coverage in Kupang. Methods: This study uses descriptive correlational research design. the population in this study is the coverage of complete immunization achievement in Kupang in 2018 according to the health profile of kupang city is 59%. Results: The results showed that the UCI for Kupang in 2018 was 59% while to date there are only 33 villages out of 51 villages in kupang city has been categorized as UCI. So kupang city itself still has not reached the UCI target set. Kupang has 1,020 health support workers and 1,027 health human resources. Conclusion: there is no relationship between the profile of public health workers and the achievement of complete basic immunization coverage in children in kupang city area. Key Word: immunization, Profile of health workers, Basic immunization achievement
EFEKTIFITAS KONSUMSI AIR BENING DAN CARICA PAPAYA L SEBAGAI TERAPI ALAMIAH UNTUK MENGATASI KONSTIPASI
Nilawati Soputri
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i2.2467
Introduction: Constipation can be caused by the lack of water intake. Continues constipation that is not treated can cause various health problems in the digestive system. The purpose of the study is to find out the effectiveness of drinking warm water in the morning before breakfast in treating constipation. Method: 25 participants volunteered to participate in this study. The subjects have a history of recurrent constipation in the last 3 months, had no defecated in the past 3 days at the time of the study, and had no urge to defecate. The subjects did not consume laxatives nor herbs to facilitate defecation. The subjects were given 500 cc of warm water before breakfast every day for three consecutive days. The effectiveness of therapy is measured by percentage of the subjects that can defecate on the first day, second day and the third day. Results: The result of the study shows that the therapy was 68% effective on the first day, 88% effective at the second day, and 84% effective on the third day of therapy. During the three days of intervention, 60% subjects can defecate every day and 96% subjects can defecate at least once in three days of the study. Based on this study warm water therapy can be used as an alternative way to overcome constipation. Discussion: Further studies are needed to evaluate the efficacy of the warm water with longer treatment period. A larger sample selection and treatment based on etiology are needed to be considered in future studies.
HUBUNGAN PENGUNAAN MASKER SEBAGAI APD DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA PEKERJA INDUSTRI MEBEL
Nancy Lidya Sampouw
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 7 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35974/jsk.v7i2.2636
Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakanpenyakit saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh agen infeksiusyang menimbulkan infeksi dapat berasal dari paparan debu yang ada ditempat kerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungipara pekerja di tempat kerja berupa alat pelindung pernapasan yaitumasker untuk mencegah terjadinya ISPA. Tujuan penelitian yaitu untukmengetahui hubungan antara pengunaan alat pelindung diri maskerdengan kejadian infeksi saluran pernapasan atas pada pekerja industrimebel di Kelurahan Tuminting Kecamatan Tuminting Kota Manado.Metode: Penelitian ini menggunakan desain koresional denganpendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orangpekerja dengan menggunakan teknik total sampling. Prosespengumpulan data menggunakan kuesioner dan diuji statistik denganrumus presentase untuk menganalisa data univariat dan analisisSpearmen Correlation untuk menganalisa data bivariat. Hasil: Penelitianini mengindikasikan bahwa gambaran pengunaan alat pelindung dirimasker yaitu pekerja selalu menggunakan masker dengan jumlah 20responden (67%), gambaran kejadian infeksi saluran pernapasan akutyaitu ISPA ringan dengan jumlah 18 responden (60%), hubungan antarapengunaan alat pelindung diri masker dengan kejadian infeksi saluranpernapasan atas pada pekerja industri mebel dengan nilai signifikan p-value = 0,000 < 0,05. Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikanantara pengunaan alat pelindung diri masker dengan kejadian infeksisaluran pernapasan akut pada pekerja industri mebel.Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya untuk menggunakan bataswaktu terjadinya kejadian ISPA lebih lama lagi yaitu lebih dari tiga bulanatau dapat menggunakan desain penelitian kohort prospektif atauretrospektif