cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : 23553324     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan penerapan ilmu dan analisis resiko bencana berdasarkan kondisi geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi. Jurnal Ilmu Kebencanaan dikelola oleh PPs-Unsyiah dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
KESIAPSIAGAAN PERAWAT DALAM MENGHADAPI WABAH FLU BURUNG DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Mukhsal Mahdi, Mudatsir, Nasaruddin.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 2: November 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.312 KB)

Abstract

Abstract:Avian influenza is a communicable disease caused by influenza virus transmitted by poultry attacking human in variety of age. Human attacked by avian influenzapass through incubation period between 1 and 3 days, the infection period is one day before 3 – 5 days after symptoms while in children is about 21 days. The aim of the research was to identify relationship between knowledge, behaviour of nurses and readiness of facilities utilizationby nurses forpreparedness of prevention from transmission of Avian influenza outbreak in emergency room of dr. ZainoelAbidin general hospital Banda Aceh. The type of the research was quantitative used cross sectional study method. The population on the research was the whole nurses in emergency room of dr. Zainoel Abdidin general hospital Banda Aceh i.e. 42 nurses. The result of the research was a correlation between knowledge (p=0,008), behaviour (p=0,005) and preparedness of facilities utilization (p=0,046) and nurses’ preparedness to cope with Avian influenza.  It is recommended for management of dr. Zainoel Abdidin general hospital Banda Aceh to provide further education of epidemic control and adequate facilities provision with procedures to deal with Avian influenza outbreak transmission.Keywords : knowledge, behaviour,  preparedness,  Avian influenza Abstrak : Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia dengan seluruh umur.  Manusia yang terserang penyakit flu burung akan melewati masa inkubasi 1-3 hari, masa infeksi 1 hari sebelum 3-5 hari sesudah timbul gejala sedangkan pada anak-anak sampai 21 hari. Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit termasuk kedalam kelompok rentan terhadap bencana, dipandang perlu untuk mengetahui pengetahuan dan sikap dan kesiapan penggunaan fasilitas oleh perawat terhadap kesiapsiagaan pencegahan penularan wabah flu burung. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan, sikap perawat dan kesiapan penggunaan fasilitas dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi wabah flu burung (Avian Influenza) di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, dengan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang.  Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan (p=0,008), sikap (p=0,005) dan kesiapan penggunaan fasilitas (p=0,046) dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi wabah flu burung. Kepada manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abudin Banda Aceh dapat memberikan pendidikan lebih lanjut tentang penanganan wabah dan penyediaan fasilitas yang memadai sesuai dengan prosedur tetap yang telah ditentukan dalam menghadapi penularan wabah flu burung.Kata kunci : pengetahuan, sikap,  kesiapsiagaan,  flu burung
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN DAN KAPASITAS MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BANDANG KECAMATAN CELALA KABUPATEN ACEH TENGAH Wahyuni, Eldina Fatimah, Azmeri.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.761 KB)

Abstract

Abstract:  Celalasubdistrictis one area that is located in the western part of Aceh Tengah experiencing frequent flash flood disasters. In 2013, flash floods have devastated 7 out of 17 villages at the Celalasubdistrict and resulted many losses, including a total of 52 houses were damaged, broken roads and bridges, destruction of places of worship, and the destruction of hundreds of hectares of plantations, agriculture, and fisheries that belongs to citizens. The damage illustrates that this area is still prone to flood disasters. In addition, the lack of public awareness of disaster to reduce disaster risks such as the land clearing, buildings constructed near the river flow, the lack of community in understanding of disaster knowledge, and the habitantsdo not have disaster preparedness yet in facingfloods. This study aims to determine the level of vulnerability and the capacity of communities on the flash flood disasters, and the steps needed to be done to improve the capacity of communities and decrease vulnerability. The data usedn his study was derived from several institutions, the results of the questionnaire distributed to the communities affected by the flash floods in 2013, and interviews on related institutions. The results from this analysis showed that the Celalasubdistrictwas highly vulnerable to the flash flood disaster (high vulnerability), the capacity of communities onflash flood disaster is still being, and the steps needed to be done to improve the capacity of communities and reduce the level of vulnerability is the networking between village government and Aceh Tengah BPBDs , to establish the non-governmental organizations in dealing with disasters, to increase the role of government to create a policy on disaster risk reduction, and to make the disaster curriculum in schools.Keywords: flood, vulnerability, capacity.Abstrak: Kecamatan Celala merupakan salah satu daerah yang berada di bagian barat Aceh Tengah yang sering mengalami bencana banjir bandang. Pada Tahun 2013, banjir bandang telah memporakporandakan 7 dari 17 desa di Kecamatan Celala dan banyak mengakibatkan kerugian, diantaranya sebanyak 52 unit rumah mengalami kerusakan, putusnya jalan dan jembatan, kerusakan tempat ibadah, dan kerusakan ratusan hektar lahan perkebunan, pertanian, dan perikanan milik warga. Kerusakan tersebut menggambarkan bahwa daerah ini masih rentan terhadap bencana banjir bandang. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengurangan risiko bencana seperti masih terjadinya pembukaan lahan, masih banyak bangunan yang dibangun dekat aliran sungai, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengetahuan bencana, dan masyarakat belum memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana banjir bandang menyebabkan rendahnya kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat terhadap bencana banjir bandang, dan langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan menurunkan kerentanan. Data yang digunakan bersumber dari beberapa instansi, hasil kuesioner yang dibagikan pada masyarakat yang terkena dampak banjir bandang pada Tahun 2013, dan wawancara pada instansi-instansi terkait. Hasil dari analisis ini yaitu Kecamatan Celala sangat rentan terhadap bencana banjir bandang (kerentanan tinggi), kapasitas masyarakat terhadap bencana banjir bandang masih sedang, dan langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan menurunkan tingkat kerentanan yaitu adanya networking antara pemerintah desa dan BPBD Aceh Tengah, mendirikan organisasi non pemerintah dalam menanggulangi bencana, meningkatkan peran pemerintah untuk membuat kebijakan dalam mengurangi risiko bencana, dan membuat kurikulum bencana di sekolah-sekolah.Kata kunci : banjir bandang, kerentanan, kapasitas.
ADAPTASI MASYARAKAT GAMPONG LEUGE KECAMATAN PEUREULAK ACEH TIMUR TERHADAP BENCANA BANJIR PASANG (IE TUARA) Teuku Youvan, Indra, Syamsidik.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.42 KB)

Abstract

Abstract: The aim of this research was to describe the community adaptation patterns along with the enabling and constraint factors against Ie Tuara. This research is used social qualitative approach. The subjects of this research are consisted of the local community those are directly affected by Ie Tuara and also the people who are considered fully understand about the tide flood.  The steps of this research consisted of (1) the study of literature, (2) observation, (3) the development of the questions through the framework of participatory rural appraisal (4) transect-walks techniques, (5) interviews, and (6) The analysis that consists of data reduction and elections of data’s trend in accordance with the purpose of research. The research shown that the communityy has already owned adaptation patterns which are applied in ponds, paddy fields, social, environmental and also structural. The enabling factors of adaptation are the existences of social and environment modal in Gampong Leuge meanwhile the constraint factors are lack of capital for improving the livelihood sector and lack of community motivation in conservation.  In the future, it is recommended that the program of community empowerement towards environment alongside with sustainable community based adaptation and mitigation efforts.Keywords: Ie Tuara, Adaptation, enabling and constraint factors.  Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola adaptasi serta faktor pendukung dan penghambatnya terhadap bencana Ie Tuara. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosial qualitatif. Subjek penelitian: masyarakat lokal yang terkena dampak langsung dari bencana Ie Tuara dan juga orang yang dianggap paling memahami tentang bencana banjir pasang. Tahapan penelitian ini terdiri dari (1) studi literatur, (2) observasi lapangan, (3) pengembangan butir pertanyaan melalui kerangka penilaian partisipatif pedesaan (4) teknik penelusuran, (5) wawancara, dan (6) Analisis terdiri dari reduksi data dan pemilihan pola data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat memiliki adaptasi yang diterapkan dalam sektor tambak, sawah, sosial, lingkungan dan juga struktural. Faktor pendukung adaptasi adalah adanya modal sosial dan lingkungan yang masih terdapat di Gampong Leuge. Faktor penghambat adaptasi adalah kurangnya modal dalam memperkuat sektor penghidupan dan lemahnya motivasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Dimasa depan direkomendasikan program pemberdayaan kapasitas masyarakat ke arah lingkungan serta upaya berkelanjutan pada adaptasi dan mitigasi bencana berbasis komunitas.   Kata kunci: Ie Tuara, adaptasi, faktor pendukung dan penghambat.
OPTIMALISASI MATERI DAN KOMPETENSI MATA KULIAH KEPERAWATAN BENCANA PADA AKADEMI KEPERAWATAN (Studi Kasus di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar) Fauzan, Mudatsir, T. Budi Aulia.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.494 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to identify and optimize the materials and competencies of disaster nursing courses Nursing Academies in Banda Aceh City and Aceh Besar Regency. The research design of this study was descriptive study with qualitative methods by including 28 informants, consisted of 12 lecturers, 8 active students and 8 alumni. The sampling was taken by using non-probability sampling, with purposive sampling technique. Data were collected from December 24, 2014 to January 21, 2015 by using observation documen and focus group discussion (FGD). The data were analyzed by using the methodological triangulation and source triangulation technique. The results of this study identified the materials and competencies of disaster nursing courses implemented, which were: 1) The materials and competencies about disaster concept included: Basic disaster concept, Disaster management concept, and any efforts from government in avoiding, reducing, and over coming disaster impact along with the readiness and capability of personnel to face disaster. 2) The materials and competencies about disaster nursing concept included: Special (risky) group nursing, Mental health problem, Community nursing for each cycle of disaster, Preparing volunteers, International humanitarian aids and Red Cross for disaster, and first aid practices for disaster. The optimization of materials and competencies of disaster nursing courses could be done by including the concept of indigenous knowledge society, information and communication in disaster preparedness, health promotion and disaster education, and pre-hospital nursing in handling disaster victims. The content and learning sources for disaster nursing courses at Nursing Academies in Banda Aceh City and Aceh Besar Regency were still limited so that it needed to be developed in order to fit in the competency goals.Keywords: Course Material, Competency, Nursing, Disaster. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengoptimalkan materi dan kompetensi mata kuliah keperawatan bencana pada Akper di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian deskriptif dengan metode kualitatif melibatkan informan sebanyak 28 orang, terdiri dari dosen pengajar, mahasiswa aktif dan alumni. Pengambilan sampel secara non probability sampling, menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui observasi dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD). Data dianalisis dengan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian telah mengidentifikasi materi dan kompetensi mata kuliah yang telah diterapkan, yaitu; 1) Materi dan kompetensi tentang konsep bencana, meliputi; Konsep dasar bencana, Konsep manajemen bencana, dan Berbagai upaya pemerintah dalam mencegah, mengurangi, dan menangani dampak bencana serta kesiapan dan kemampuan petugas pada bencana. 2) Materi dan kompetensi tentang konsep keperawatan bencana, meliputi; Perbedaan keperawatan kegawatdaruratan dengan keperawatan bencana, Keperawatan kelompok khusus (beresiko), Masalah kesehatan mental, Keperawatan komunitas setiap siklus bencana, Mempersiapkan tenaga relawan, bantuan kemanusiaan internasional dan PMI pada bencana, dan Praktek pertolongan pertama saat bencana. Optimalisasi materi dan kompetensi dengan memasukkan konsep pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat, informasi dan komunikasi dalam keadaan bencana, promosi kesehatan dan pendidikan kebencanaan, serta keperawatan pre hospital penanganan korban bencana. Isi materi dan sumber referensi pembelajaran mata kuliah keperawatan bencana pada Akper di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar masih sangat terbatas sehingga masih perlu dikembangkan agar sesuai dengan tujuan kompetensi.Kata Kunci : Materi Mata Kuliah, Kompetensi, Keperawatan, Bencana.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL E-LEARNING PADA MATERI KEPERAWATAN BENCANA DASAR SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA BANDA ACEH Aida Khairunnisa, Sri Adelila Sari, Khairuddin.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.022 KB)

Abstract

Abstract: The study, entitled "Effectiveness of E-Learning Implementation Model In the Matter Of Results Basic Disaster Nursing Study Nursing Science Program (PSIK) STIKES Hope Nation" aims to improve the students’ knowledge and effectiveness of the implementation of e-learning model in basic disaster nursing materials. The approach used in this research is descriptive quantitative research type. The subjects were 30 students STIKES Hope Nation. Results of the effectiveness and student response is obtained based on the distribution of questionnaires. The results showed that the effectiveness of the use of e-learning models obtained by percentage of 78.67% is relatively effective thing to do. While the student's knowledge of the application of e-learning models obtained a percentage of 70.00% to 93.33% were classified in the category very high. It can be concluded that research on effectiveness and student knowledge of the application of e-learning model of effective and very well done on the basis of disaster nursing materials.Keywords : e-learning, Effectiveness, Learning Outcomes.Abstrak: Penelitian yang berjudul “Efektivitas Penerapan Model E-Learning Pada Materi Keperawatan Bencana Dasar Terhadap Hasil Belajar Di Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) STIKES Harapan Bangsa” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan keefektifan  penerapan model e-learning pada materi keperawatan bencana dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 30 orang mahasiswa STIKES Harapan Bangsa. Hasil tingkat efektivitas dan tanggapan mahasiswa diperoleh berdasarkan sebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan model e-learning diperoleh persentase 78,67% yang tergolong efektif untuk dilakukan. Sedangkan pengetahuan mahasiswa terhadap penerapan model e-learning diperoleh persentase 70,00% menjadi 93,33% yang tergolong dalam kategori sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang efektivitas dan pengetahuan mahasiswa terhadap penerapan model e-learning efektif dan sangat baik dilakukan pada materi keperawatan bencana dasar.Kata kunci : E-Learning, Efektivitas, Hasil Belajar.
KAJIAN SEISMISITAS DAN PERIODE ULANG GEMPA BUMI DI ACEH Rahmad Tauladani, Nazli Ismail, Didik Sugianto.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.455 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia is one of the country that is very prone to the tectonic earthquake and tsunami, in particular Aceh areas that face directly with the confluence of two highly active tectonic plates which causes the frequent seismic activity in the area of research. The aim of research is to analyze the level of seismicity and return period of an earthquake that occurred in Aceh by using the relationship between the frequency of earthquakes with magnitudes that can be known seismicity index value and the period of limitation coordinates 940-1000 BT and 00-80 LU, magnitude ≥ 3.0 SR and depth of ≤ 80 km from 1974 to 2014 that sourced from two catalogs of earthquakes, National Earthquake Information Center (NEIC) and International Seismological Center (ISC). The steps of this research are the conversion of data from both catalogs into data dat and analyzed by using software Zmap. The result of analysis between frequency and magnitude of the earthquake shows that the value of a-value and b-value is the smallest on the island of Simeulue, Northwest Aceh and North Aceh, temporarily re-earthquake period is 5SR that ranges between 1-4 months and 6SR that ranges 2-5 years.Keywords : seismicity, b-value, earthquake, return period. Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rawan terjadi gempa bumi tektonik dan tsunami, secara khusus wilayah Aceh yang berhadapan langsung dengan pertemuan dua lempeng tektonik yang sangat aktif menyebabkan seringnya terjadi aktifitas seismik di wilayah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat seismisitas dan periode ulang gempa bumi yang terjadi di wilayah Aceh dengan menggunakan hubungan antara frekuensi dengan magnitudo gempa bumi sehingga dapat diketahui nilai indeks seismisitas dan periode ulangnya dengan batasan koordinat 940–1000 BT dan 00–80 LU, magnitudo ≥ 3.0 SR dan kedalaman ≤ 80 km dari tahun 1974–2014 yang bersumber dari dua catalog gempabumi National Earthquake Information Center (NEIC) dan International Seismological Center (ISC). Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengubahan data dari kedua catalog menjadi data dat dan dianalisis menggunakan software Zmap. Hasil dari analisis antara frekuensi dengan magnitude gempa bumi menunjukkan bahwa nilai a-value dan b-value terkecil berada di pulau Simeulue, Barat Laut Aceh dan Utara Aceh, secara temporal periode ulang gempa bumi dengan 5SR berkisar antara 1-4 bulan dan 6SR berkisar antara 2-5 tahun.Kata kunci : seismisitas, b-value, gempa bumi, periode ulang.
AKSES PEREMPUAN KORBAN TSUNAMI TERHADAP HAK PEWARISAN DAN PERWALIAN KASUS DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR Fatimahsyam, Taqwaddin, Agussabti.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 2: November 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.542 KB)

Abstract

Abstract: This study aims discuss th etsunami-affected women access to inheritance and trustrights, discussgender mainstreaming approach for victims of the tsunami in the access of inheritance and guardianship rights.The methodof research used a qualitative approach that produces descriptive and narrative data. Determinationof respondents is withpurposive sampling technique. Data collecting usedan openinterview guide,triangulationof dataondocuments, researchreportsandinterviewingexperts.The result of the study is  women victims of the tsunami are difficult in accessing the right of succession and guardianship because of the lack of knowledge that is accommodated by the various laws and policies, the lack of assistance cases and public education and comprehension, and the lack of village officials who are able to resolve the problem of inheritance and guardianship after the earthquake and tsunami in Aceh with traditional mechanisms and local wisdom. Causative factor is compounded by cultural construction that puts women in disadvantaged in society. The appropriateapproachis withgender mainstreamingasthe basis for formulatingpolicies and programssuch aspubliceducationandcomprehensive legalassistanceand sustainable, actionaffirmaticewomen's involvement incustomassemblies, simplifyingpost-disaster justice mechanisms.Keywords : access, women, trusts, inheritanceAbstrak: Penelitian ini bertujuan membahas akses  perempuan korban tsunami terhadap hak pewarisan dan perwalian, membahas pendekatan pengarusutamaan gender bagi perempuan korban tsunami dalam mengakses hak pewarisan dan perwalian.Metode Penelitian  dengan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dan naratif. Penentuan responden  dengan teknik Purposive Sampling.Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara terbuka dan trianggulasi data terhadap dokumen, laporan penelitian dan wawancara para pakar.Hasil penelitian  menyimpulkan perempuan korban tsunami kesulitan mengakses hak pewarisan dan perwaliannya karena minimnya pengetahuan yang diakomodir oleh berbagai undang-undang dan kebijakan, minimnya pendampingan kasus dan pendidikan publik yang berkelanjutan dan komprehensif, minimnya aparat gampong yang mampu menyelesaikan masalah kewarisan dan perwalian pasca gempa dan tsunami Aceh dengan mekanisme adat dan kearifan lokal. Faktor penyebab ini diperparah dengan kontruksi budaya yang menempatkan perempuan pada posisi kurang menguntungkan di masyarakat. Pendekatan yang sesuai adalah dengan pengarusutmaan gender sebagai dasar penyusunam program dan kebijakan berupa pendidikan publik dan pendampingan hukum yang komprehensif dan berkelanjutan, affirmatice action keterlibatan perempuan dalam majelis adat, menyederhanakan mekanisme peradilan pasca bencana.Kata kunci : akses, perempuan, perwalian, pewarisan .
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA SIAGA BENCANA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Febriana, Didik Sugiyanto, Yusya Abubakar.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.448 KB)

Abstract

Abstract. Indonesia is a country that is prone to disasters due to the geographical position of Indonesia at the confluence of three tectonic plates of the world, has more than 128 active volcanoes, and about 150 rivers that across the populous area. The earthquake and tsunami disaster in Aceh in 2004 clearly illustrates the importance of the capacity of all sectors in the sector of disaster preparedness. Several villages in Meuraxa district are village that have got direction and guidance to face the disaster called disaster preparedness village. Therefore, the purpose of this study was to determine the level of preparedness of the village community of disaster preparedness village to face earthquake in Meuraxa district, Banda Aceh. The sample in this study was fifteen BPBD employees and fourty five people of three villages in Meuraxa district, Banda Aceh, namely Gampong Deah Baro, Gampong Cot Lamkuweuh, and Gampong Surien. Data collected through interviews based on the questionnaire that was consist of four aspects of preparedness, that are knowledge, attitudes, emergency response plans and disaster warning systems. The results of this study were (1) the preparedness of BPBD Banda Aceh employees included in good categories (82%) to face earthquake disaster. However the knowledge of the disaster was the lowest aspects and need further attention. (2) Preparedness village apparatus of Meuraxa district, Banda Aceh in good categories (79%) by the percentage of disaster warning system was very good (85%), and the knowledge and attitudes was lower (74%) but in good category. (3) Preparedness villagers of disaster preparedness village in Meuraxa district of Banda Aceh included in good categories (69%) with preparedness factor that needs more attention was disater knowledge aspect in enough category (63%). Because of this, the training and socialization related to preparedness in facing disaster, especially earthquakes disaster in troubled areas that need to be applied regularly and scale.Keywords: preparedness, knowledge, attitudes, emergency response plan, disaster warning systems, disaster preparedness village Abstrak. Indonesia merupakan salah satu Negara yang rawan terjadi bencana yang dikarenakan posisi geografis Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memiliki lebih dari 128 gunung berapi aktif, dan sekitar 150 sungai yang melintasi wilayah padat penduduk. Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 secara jelas menggambarkan sangat pentingnya kapasitas semua sektor di bidang kesiapsiagaan bencana. Beberapa desa di Kecamatan Meuraxa merupakan desa yang sudah mendapatkan arahan dan bimbingan untuk menghadapi bencana yang disebut desa siaga bencana. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat desa siaga bencana dalam menghadapi gempa bumi di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah lima belas orang pegawai BPBD dan 45 orang masyarakat dari tiga gampong di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh yaitu Gampong Deah Baro, Gampong Cot Lamkuweuh, dan Gampong Surien. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan berpedoman pada kuisioner yang terdiri dari empat aspek kesiapsiagaan yaitu pengetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, dan sistem peringatan bencana. Hasil yang didapat adalah (1) kesiapsiagaan pegawai BPBD Kota Banda Aceh termasuk dalam kategori baik (82%) dalam menghadapi bencana gempa bumi. Namun aspek pengetahuan tentang bencana adalah yang paling rendah dan perlu perhatian lebih lanjut. (2) Kesiapsiagaan aparatur gampong Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh berada pada kategori baik (79%) dengan persentase sistem peringatan bencana sangat baik (85%), dan pengetahuan serta sikap lebih rendah (74%) tetapi berada pada kategori baik. (3) Kesiapsiagaan masyarakat Desa Siaga Bencana yaitu Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh termasuk dalam kategori baik (69%) dengan faktor kesiapsiagaan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut adalah aspek pengetahuan bencana yang berada dalam kategori cukup (63%). Oleh karena hal tersebut, pelatihan dan sosialisasi berkaitan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana khususnya bencana gempa bumi di daerah yang rawan terjadi bencana perlu diterapkan secara rutin dan berskala.Kata kunci: kesiapsiagaan, pengetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, desa siaga bencana
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK RAPID HEALTH ASSESSMENT (RHA) BENCANA Yeni Rimadeni, Hermansyah, Nizamuddin.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.288 KB)

Abstract

Abstract: The disaster Rapid Health Assessment reporting system of the Health Services in general, and specifically the Health Services of Central Aceh Regency, still uses manual information system by filling out reporting forms B1, B2, and B3 at the time of a disaster. The problem that arises in such reporting is that the urgently needed disaster information is less timely in its reporting. This research design, which uses the Research and Development approach, aims to design a website-based disaster Rapid Health Assessment (RHA) information system and to achieve an overview of the information system testing using heuristic review. This research has resulted in a website-based RHA Information sy;stem. Results of the information system testing concludes that the display design received 87.5% points, data entry and edit received 91% points, searching and information with 85.5% points, and the help function with 88.3% points. Overall, the website-based disaster RHA information system was considered capable and user-accepted with a score of 89.4% points. Functionally, the website is considered good but there are still much needed improvements and additions. The system needs to proceed to the implementation phase, such as training staffs to use the new system and replacing the old system with the new system, supported by the policy made by the decision maker management. This policy would then become a backbone to ensure an optimal and better implementation.Keywords: Information Systems, Rapid Health Assessment, Disaster, Website. Abstrak: Kegiatan sistem pelaporan Rapid Health Assessment (RHA) bencana oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, khususnya di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah yang masih menggunakan sistem informasi secara manual dengan mengisi form pelaporan B1, B2 dan B3 saat kejadian bencana. Hal tersebut berimplikasi terhadap informasi kejadian bencana yang dibutuhkan dengan segera kurang tepat waktu dalam pelaporannya. Desain penelitian  menggunakan pendekatan Research and Development ini bertujuan untuk merancang sistem informasi berbasis web untuk Rapid Health Assessment bencana dan untuk memperoleh gambaran uji coba sistem informasi tersebut dengan menggunakan hauristic review. Penelitian ini telah menghasilkan sistem Informasi berbasis web untuk RHA Bencana. Hasil pengujian sistem informasi tersebut disimpulkan bahwa desain tampilan mendapatkan poin 87,5%, entri dan edit data dengan poin 91%, pencarian informasi dengan poin 85,8% dan fungsi bantuan (help) dengan poin 88,3%. Secara keseluruhan, sistem informasi RHA bencana berbasis website yang mampu dan mudah diterima oleh pengguna sebesar  89,4%. Secara fungsional website sudah dikatakan baik namun masih banyak yang harus diperbaiki dan ditambahkan. Untuk penyempurnaan agar dapat dilanjutkan sampai tahap implementasi yaitu mulai dari pelatihan dan pergantian sistem yang didukung dengan kebijakan dari manajemen pengambil keputusan sehingga aplikasi ini dapat dioperasionalkan di jajaran Dinas Kesehatan.Kata Kunci : Sistem Informasi, Rapid Health Assessment, Bencana, Website
PENGARUH PENERAPAN METODE SIMULASI SCHOOL WATCHING TERHADAP SIKAP KESIAPSIAGAAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Husnul Khatimah, Sri Adelila Sari, M. Dirhamsyah.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.08 KB)

Abstract

Abstract: The study, entitled "Effect of Application Simulation School Watching Method to Attitude Preparedness Againts Elementary School Students In Disaster Earthquake" aims to describe the students attitudes toward different objects those dangerous in the face of the earthquake. The approach used in this study was qualitative and quantitative and descriptive type of this research is classified into experimental research. The subjects were students MIN Blang Mancung Ketol District of Central Aceh District 30 students in the experimental class and the control class. The results of students attitudes preparedness obtained through questionnaire distribution of dangerous objects at the time of the earthquake. The results showed that there was a significant effect on the attitude of preparedness of students who obtained 84.33% to 96.66%. So it can be concluded that research on school watching can describe the increase in attitudes of students in the face of disaster preparedness earthquake.Keywords : simulation, school watching, preparedness, earthquake, attitude.Abstrak: Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode Simulasi School Watching Terhadap Sikap Kesiapsiagaan Siswa Tingkat Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi” bertujuan untuk mendiskripsikan pengetahuan dan sikap siswa terhadap benda-beda yang berbahaya dalam menghadapi bencana gempa bumi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif serta jenis penilitian ini adalah deskriftif yang tergolong ke dalam penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa MIN Blang Mancung Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 30 siswa dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan siswa di peroleh melalui sebaran angket tentang benda-benda yang berbahaya pada saat bencana gempa bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan terhadap sikap kesiapsiagaan siswa yang diperoleh adalah 84,33% menjadi 96,66%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang school watching ini dapat mendiskripsikan peningkatan sikap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi.Kata kunci : simulasi, school watching, kesiapsiagaan, gempa bumi, sikap.