cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : 23553324     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan penerapan ilmu dan analisis resiko bencana berdasarkan kondisi geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi. Jurnal Ilmu Kebencanaan dikelola oleh PPs-Unsyiah dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
ANALISIS PENENTUAN FAKTOR PENYEBAB GERAKAN TANAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH, PROVINSI ACEH Yusmardani Arya Putra, Nazli Ismail, Faisal.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.439 KB)

Abstract

Abstract: The disastrous landslides in Aceh Tengah District that occurred after the tectonic earthquake on July 2nd, 2013 is one of the geological disasters caused by several factors. This study aimed at determining the dominant factors that cause landslide by using bivariate statistical analysis method. The research stages began with collecting the data of landslide locations and data of factors that cause landslide in Aceh Tengah, such as the data of slope, lithology, the faults distances, land cover data, rainfall rate and seismic data. From these data, the overlay accomplishment among the causative factors and the location of landslides was done to obtain the density and weight values of each factor. In determining what factors rules as the dominant in causing landslides, the calculation of Area Under Curve (AUC) value, which is an index value formed on the chart of comparison between the percentage of total area of landslide factors classified with the percentage of the total number of landslides, is done. The results of this study indicate that all factors causing landslide that had been analyzed can be taken as factors that influence the occurrence of landslide in Aceh Tengah since AUC values of these factors are above the minimum threshold value allowed of 0.5.Keywords : landslide, landslide causative factors, bivariate analysis, overlaying, weighting, Area Under Curve (AUV).   Abstrak: Bencana gerakan tanah di Kabupaten Aceh Tengah yang terjadi setelah gempa bumi tektonik tanggal 2 Juli 2013 merupakan salah satu bencana geologi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor penyebab gerakan tanah yang dominan dengan metode analisis statistik bivariat. Adapun tahapan penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data lokasi gerakan tanah dan data faktor-faktor penyebab gerakan tanah di Kabupaten Aceh Tengah seperti data kemiringan lereng, data jenis batuan, data jarak patahan/sesar, data tutupan lahan, data curah hujan dan data kegempaan. Dari data tersebut, dilakukan tumpang susun (overlay) antara faktor-faktor penyebab gerakan tanah dengan lokasi kejadian gerakan tanah sehingga didapatkan tingkat kerapatan dan nilai bobot masing-masing faktor. Untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang menjadi faktor dominan penyebab gerakan tanah, dilakukan perhitungan nilai Area Under Curve (AUC) yang merupakan nilai indeks yang terbentuk dari grafik perbandingan antara persentase total luasan area kelas faktor penyebab gerakan tanah dengan persentase total jumlah gerakan tanah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh faktor penyebab gerakan tanah yang di analisis dapat dijadikan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya gerakan tanah di Kabupaten Aceh Tengah karena nilai AUC faktor-faktor tersebut berada diatas nilai 0,5 sebagai batas minimum yang diperbolehkan.Kata kunci: gerakan tanah, faktor penyebab gerakan tanah, analisis bivariat, tumpang susun, pembobotan, Area Under Curve (AUV).
PERAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN HUTAN (Studi Kasus Kebakaran Hutan wilayah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kehutanan Aceh pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan) Muttaqin, Taqwaddin Husin, Safrida.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.073 KB)

Abstract

Abstract: TAHURA area (Forest Park) Pocut Meurah Intan, with an area of about ± 6,220 Ha located in seulawah fires caused by the burning of land. This study aims to discuss the role of the community in the prevention and control of forest fires and menbahas society strengthening in overcoming the fires in the area TAHURA Pocut Meurah Intan. This study used qualitative research methods are analyzed. The research concluded that community efforts to prevent and control forest fire in TAHURA Pocut Meurah Intan been done by the people, adopting the habits and local knowledge. Community involvement in forest protection is a part of forest fire mitigation area TAHURA Pocut Meurah Intan. Strengthening communities around TAHURA the catastrophic forest fires do with socialization awareness about the disastrous forest fires and community involvement in the exploitation of non-timber forest products in the area TAHURA to improving the local economy that is expected to change the habits of people around TAHURA to clear land by burning.Keywords: Community Participation, forests fireAbstrak: Kawasan TAHURA (Taman Hutan Raya) Pocut Meurah Intan, dengan luas sekitar       ± 6.220 Ha yang terletak di kawasan Seulawah terjadi kebakaran yang disebabkan karena pembakaran lahan. Penelitian ini bertujuan membahas peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan menbahas penguatan masyarakat dalam penaggulangan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan TAHURA Pocut Meurah Intan. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di TAHURA Pocut Meurah Intan telah dilakukan oleh masyarakat dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan dan kearifan lokal. Pelibatan masyarakat dalam pengamanan hutan merupakan salah satu bagian dari upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dikawasan TAHURA Pocut Meurah Intan. Penguatan masyarakat disekitar TAHURA terhadap bencana kebakaran hutan dilakukan dengan sosialisasi penyadartahuan tentang bencana kebakaran hutan dan pelibatan masyarakat dalam pemanfaatan hasil hutan non kayu di kawasan TAHURA untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang diharapkan dapat merubah kebiasaan masyarakat sekitar TAHURA untuk membuka lahan dengan cara membakar.Kata Kunci : Peran Serta Masyarakat, Pembakaran Hutan
PENGEMBANGAN INSTRUMEN INDEKS KERENTANAN DAN KAPASITAS UNTUK MENGURANGI RISIKO BENCANA TSUNAMI PADA MURID SEKOLAH Muhammad Saleh Siagian, Khairuddin, Sri Adelila Sari.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 2: November 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.567 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to develop an instrument of index  vulnerability and capacity for students which had validity and reliability criteria. This study classified the type of research development. The subject consisted of 160 students from SMA Negeri 5 Banda Aceh. Stages of this research consisted of (1) the adaptation of literature, (2) writing point statements, (3)expert reviewing, for validating the contents of the statement items, (4) correcting, improvement based on expert advice and then assembly the instrument (5) the trial questionnaire, (6) Analysis, consisted of the answers distribution analysis, validity analysis and reliability analysis . The results of analysis the 128 statement items were all of the answer options chosen by the respondents that qualified the distribution analysis, all of the statement items  were valid and reliable. The results of this instrument development researched was set four indicators of vulnerability variable and four indicators variable capacity. The development of this instrument could be developed by the simulation method. Keywords: development, instrument,  vulnerability, capacity, risk. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen indeks kerentanan dan kapasitas murid sekolah yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Penelitian ini tergolong jenis penelitian pengembangan. Subjek penelitian terdiri dari 160 murid SMA Negeri 5 Banda Aceh. Tahapan penelitian ini terdiri dari (1) adaptasi literatur, (2) penulisan butir pernyataan, (3) Penelaahan Ahli untuk validasi isi butir pernyataan, (4) perbaikan, (5) uji coba kuesioner, (6) Analisis terdiri dari analisis distribusi jawaban, uji validitas dan uji reliabilitas. Penelitian pengembangan instrumen ini menghasilkan 128 butir pernyataan terdiri dari empat indikator variabel kerentanan dan empat indikator variabel kapasitas. Indikator kerentanan terdiri dari kerentanan fisik, kerentanan lingkungan, kerentanan sosial dan kerentanan sikap dan motivasi. Indikator kapasitas terdiri dari kapasitas informasi, kapasitas sarana, kapasitas jejaring dan kapasitas pengetahuan. Hasil analisis dari 128 butir pernyataan yaitu, semua pilihan jawaban dipilih oleh responden sehingga memenuhi syarat analisis distribusi jawaban, hasil uji validitas semua butir pernyataan valid dan hasil uji reliabilitas semua butir pernyataan reliabel. Pengembangan instrumen ini masih dapat dikembangkan dengan metode simulasi.Kata kunci: pengembangan, instrumen,  kerentanan, kapasitas, risiko
KAJIAN DISTRIBUSI PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA ACEH TERHADAP PROGRAM KEBENCANAAN Rahmat, Nizamuddin, Agussabti.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.197 KB)

Abstract

Abstract: Aceh is a province in Indonesia that faces high potential of disaster, both natural disasters and non-nature. The main thing that the government has to prepare is to reduce the impact of the disaster through mitigation. Disaster mitigation is a series of efforts to reduce disaster risk, either through physical actions, awareness and capacity building to disaster mitigation(article 1 paragraph 6 Government Regulation No 21 years 2008 on the implementation of the disaster).One form of the disaster mitigation is disaster programs that set up on the institutions of the Aceh Government (Satuan Kerja Pemerintah Aceh – SKPA) that are funded by Aceh Government Budget (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh - APBA).The purpose of this research is to identify the programs on Disaster Mitigation through distribution of Aceh Government budget allocation to institutions under the Aceh Government. The methodology that uses on this research is qualitative-quantitative approach and aslo supported by interview with stakeholders on Aceh Government. The data are being described using graphics and pie charts. The result indicates that the highest distribution of the APBA on disaster mitigation to the SKPA in 2014 is to Aceh Disaster Mitigation Agency (Badan Penanggulangan Bencana Aceh-BPBA), which is86.10% of total the BPBA budget, and to Aceh Irrigation Office (Dinas Pengairan Aceh), which is56.15% of total the office budget. The lowest distribution of the APBA on disaster mitigation is allocated to Aceh Community Empowerment Board (Badan Pemberdayaan Masyarakat Aceh –BPM Aceh), which is 1.87% of its budget. For the disaster programs them self, the programs have setup on 13 SKPAs under their job descriptions and authority (tupoksi).Keywords : Distribution, disaster program, APBA, mitigation Abstrak: Aceh memiliki ancaman risiko bencana yang sangat kompleks, baik bencana Alam maupun non alam. Hal utama yang harus dilakukan dalam meminimalisir dampak kerugian bencana yaitu dengan mitigasi bencana. Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Salah bentuk dari mitigasi bencana yaitu dengan adanya program kebencanaan pada instansi-instansi terkait yang mampu menanggulangi masalah kebencanaan. Untuk melihat distribusi program kebencanaan pada instansi dilihat dari Anggaran Pendapatan belanja Aceh (APBA).  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk  mengidentifikasi dan mengkaji  program  pemerintah Aceh dalam upaya penanggulangan bencana dan Mengkaji distribusi APBA dalam upaya penanggulangan bencana di pemerintah Aceh. adapun metodologi yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif-diskriptif dengan data-data yang di dapatkan kemudian di diskripsikan melalui grafik dan pie chart dan diperkuat dengan wawancara pihak pemerintah.  Adapun hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan nilai persentase distribusi APBA terhadap program kebencanaan tertinggi yaitu pada tahun 2014 Badan Penanggulangan Bencana Aceh sebanyak 86.10 % dan dinas pengairan sebanyak 56.15 %. Serta tingkat persentase terendah yaitu pada Badan Pemberdayaan Masyarakat sebanyak 1.87 %  Secara umum Program kebencanaan sudah terdistribusi pada 13 instansi namun sesuai dengan tupoksi instansi.Kata kunci : Distribusi, program kebencanaan, APBA, mitigasi
PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI (Studi Kasus di Kelas X IPS B SMA Negeri 1 Bireuen) Rahmi, Alamsyah Taher, Khairuddin
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.627 KB)

Abstract

Abstract: Approach of Scientific with Model Study of Co-Operative Type of STAD in order to Improving Knowledge of reduction of Disaster Earthquake disaster risk in class of X IPS-B SMA Country 1 Bireuen. Target of research to know and analyse usage of approach of scientifik with model study of type co-operative of STAD in order to improving knowledge result learn and livelines of student in reduction of earthquake disaster risk in class of X IPS B SMA Country 1 Bireuen. Method data collecting use tes pre, final tes of cycle, interview, and observation. Result of research of show: (1) improving of result learn student of first cycle to both/ second cycle equal to 44,8%, (2) make-up of activity learn student of first cycle to both/ second cycle equal to 18,75%, (3) result of student interview reside in at very good category that is expressing to agree to reach 90% from overall of student. Thereby result of research show to pass/through model study of type co-operative of STAD can improve knowledge result learn student and livelines of student in study process.Keyword: Result Learn, Co-Operative of STAD, Earthquake                          Abstrak: Pendekatan Scientific dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dalam rangka Meningkatkan Pengetahuan pengurangan risiko bencana Bencana Gempa di kelas X IPS-B SMA Negeri 1 Bireuen. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan pendekatan scientifik dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam rangka meningkatkan pengetahuan/hasil belajar dan keaktifan siswa di dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi di kelas X IPS B SMA Negeri 1 Bireuen. Metode pengumpulan data menggunakan pre tes, tes akhir siklus, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan:(1) peningkatkan hasil belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua sebesar 44,8%, (2) peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua sebesar 18,75%, (3)hasil wawancara siswa berada pada kategori yang sangat baik yaitu yang menyatakan setuju mencapai 90% dari keseluruhan siswa. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pengetahuan/hasil belajar siswa dan keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Hasil Belajar, Kooperatif STAD, Gempa Bumi
EFEKTIVITAS PELATIHAN BENCANA PRE HOSPITAL GAWAT DARURAT DALAM PENINGKATAN EFIKASI DIRI KELOMPOK SIAGA BENCANA DAN NON SIAGA BENCANA MAHASISWA STIKES PERINTIS PADANG Kalpana, Hermansyah, M. Dirhamsyah
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.538 KB)

Abstract

Abstract: Health workers, such as prospective nurses in disaster prone areas, have not good knowledge and skills which is supported with positive, caring, and responsive attitude in providing basic services of emergency disaster especially at the pre hospital. This study aims to analyze the effectiveness between disaster prepared groups and Disaster preparedness groups before and after training in improving student self-efficacy. This quantitative study was conducted for a month in January 2017 at High Perintis Health College Padang. Intervention in the form of Prehospital training was conducted on 40 students wich is divided into 2 groups, they are 20 stundents with prepared disaster group with module (intervention group) and 20 stundents with non-prepared disaster without module (control group). The analysis used t dependent statistical test. The results showed that there was a significant increase of effectiveness of emergency pre hospital training in self efficacy inprovement of disaster preparedness and non-disaster alert groups in high school students of pioneer health science padang value (p = 0.000). This shows that pre-hospital training intervention using module is more effective than lecture.Suggested training and simulation activities shouldbe held regularly in improving skills and competence of disaster nurses.Keywords: pre hospital training, nurse competence, self-efficacy Abstrak: Mahasiswa perawat sebagai calon tenaga kesehatan yang ada didaerah rawan bencana belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik serta didukung sikap positif, peduli, dan responsif dalam memberikan pelayanan dasar gawat darurat bencana terutama pada saat pre hospital, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antara kelompok siaga bencana dan kelompok non siaga bencana sebelum dan sesudah pelatihan dalam peningkatan efikasi diri mahasiswa. Penelitian bersifat kuantitatif ini dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan Januari 2017 terhadap mahasiswa STIKes Perintis Padang. Intervensi berupa pelatihan Pre hospital dilakukan terhadap 40 mahasiswa yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 20 mahasiswa kelompok siaga bencana yang diberi modul (kelompok intervensi) dan 20 mahasiswa non siaga bencana tanpa modul (kelompok kontrol). Analisis menggunakan uji statistik t dependen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat efektivitas pelatihan Pre hospital gawat darurat dalam peningkatan efikasi diri kelompok siaga bencana dan non siaga bencana pada mahasiswa STIKes Perintis Padang nilai (p=0.000) ini mengambarkan bahwa intervensi pelatihan pre hospital dengan menggunakan modul lebih efektif dibandingkan ceramah. Disarankan kegiatan pelatihan dan simulasi untuk dapat berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan serta kompetensi perawat bencana.Kata Kunci: pelatihan pre hospital, gawat darurat, kompetensi perawat, efikasi diri
ANALISIS BANJIR BANDANG KOTA SABANG Murdiana, Eldina Fatimah, Azmeri
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.426 KB)

Abstract

Abstract: Flood disaster has been occurred several times in Sabang on December 26th, 2011 and December 28th, 2013. It was caused by heavy rainfall so that the soil no longer could absorb and hold water. The flood occurred in the areas, which are close to the water channel/waterline. Heavy rain also resulted in landslides in several places. This flash flood was occurred in almost all points in Sukajaya and Sukakarya District. The unavailability of flood hazard map resulted in obstruction of carrying out programs and disaster management for local government, especially Regional Disaster Management Agency (BPBD). This study aims to determine the flood maps based on incidence data; to analyze the flood in Kota Sabang which includes extensive inundation, to determine the lives exposed to the disaster, and to calculate the amount of loss; to make efforts in reducing the risk of flash floods. This research was a quantitative approach by doing a direct observation survey to the impact areas and interviewing stakeholders and its public. The method used is a simple analysis using Geographic Information System (GIS). Based on the analysis, the results obtained that the most impacted area is Ie Meulee village (46,01 ha) with 230 lives exposed and the losses of Rp. 690.182.709, -. Meanwhile, the least impacted area was occurred in Kuta Timu village (7,92 ha) with the number of people exposed to 40 lives and the losses of Rp. 119.327.980, -. Comprehensive flood that occurred in Balohan village (39,65ha) with the number of people exposed to 198 lives and the losses of Rp. 594.729.264, -. Comprehensive flood that occurred in Aneuk laot village (6,4 ha) with the number of people exposed to 82 lives and the losses of Rp. 246.309.898, -. Structural mitigation related with flash floods to reduce the impact of disasters, such as the manufacture of good channel and sanitation in the downtown, construction of retaining cliff embankments, the construction of embankments along the river flow is proned to disaster. Non-structural mitigation is done to raise public awareness and community empowerment by giving flood disaster training and simulation.Keywords: Flash floods, Impacted Area, Exposed lives, Losses Abstrak: Bencana banjir bandang telah terjadi sebanyak 2 kali di Sabang yaitu pada tanggal 26 Desember 2011 dan 28 Desember 2013 yang lalu. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang yang sangat lebat sehingga tanah tidak sanggup lagi menyerap dan menahan air dan terjadi pada daerah-daerah yang dekat dengan alur (lintasan) air. Derasnya hujan juga mengakibatkan longsor di beberapa tempat. Banjir bandang ini terjadi pada hampir semua titik di Kecamatan Sukajaya dan Sukakarya. Belum tersedianya peta ancaman banjir bandang mengakibatkan pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhambat dalam melaksanakan program-program dan penanganan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peta banjir bandang berdasarkan data kejadian; menganalisis banjir bandang di Kota Sabang yang meliputi luas genangan, jiwa terpapar bencana, dan besarnya kerugian; menentukan langkah-langkah/upaya dalam pengurangan risiko banjir bandang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survey dengan melakukan observasi langsung ke wilayah penelitian dan wawancara terstruktur dengan stakeholder dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis sederhana dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa area berdampak yang paling luas terjadi di gampong Ie Meulee seluas 46,01 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 230 jiwa dan kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp. 690.182.709,-. Kejadian banjir bandang yang paling kecil terjadi di gampong Kuta Timu seluas 7,92 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 40 jiwa dan kerugian sebesar Rp.119.327.980,-. Luas banjir bandang yang terjadi di gampong Balohan 39,65 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 198 jiwa dan kerugian sebesar Rp. 594.729.264,-. Luas banjir bandang yang terjadi di gampong Aneuk Laot 6,4 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 82 jiwa dan kerugian sebesar Rp. 246.309.898,-. Mitigasi struktural terkait dengan banjir bandang untuk mengurangi dampak bencana seperti pembuatan got atau saluran sanitasi yang baik di pusat kota, pembangunan talud penahan tebing, pembangunan talud di sepanjang alur sungai yang rawan bencana. Mitigasi non struktural dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik dan pemberdayaan masyarakat dengan diberikan pelatihan dan simulasi bencana banjir bandang.Kata Kunci: Banjir Bandang, Area Berdampak, Jiwa Terpapar, Kerugian
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM TATANAN RUMAH TANGGA BERBASIS KERUSAKAN AKIBAT TSUNAMI DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH Layya, Imran, Nasaruddin
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.349 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to analyze the application of clean and healthy living behavior (PHBS) in the tsunami-affected household order 2004 in Banda Aceh city area and analyze the environmental conditions in the region. The type of research used in this study is descriptive qualitative, the results of this study will be analyzed in the form of SWOT and the results of the SWOT analysis will be established Renstra. The research location was chosen by Alue Deah Teungoh Village, Meuraxa Sub-district, Gampong Mulia Village, Kuta Alam District and Lambhuk Village, Ulee Kareng District. The result of the research and statistical test can be concluded that there is relationship between age and work with PHBS implementation in household order and there is no relation between respondent education, number of respondent family, infant / toddler respondent and tsunami area based on its severity level with application of PHBS in order Households of Banda Aceh. Household environmental conditions in the selected tsunami area based on the comparison of outcomes between the three regions based on the severity of the impacts of the tsunami that were much better than some time after the tsunami to date, can be judged by the availability of decent housing, a clean environment and the use of clean water for everyday consumption has been met well. Conditions of respondents are now back home and have their own life activities.Keywords: healthy and clean life behavior, tsunami Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam tatanan rumah tangga berbasis kerusakan akibat tsunami 2004 di wilayah kota Banda Aceh dan menganalisis kondisi lingkungan diwilayah tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, hasil penelitian ini akan dianalisis dalam bentuk SWOT dan hasil dari analisis SWOT tersebut akan dibentuk Renstra. Lokasi penelitian dipilih Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa, Desa Gampong Mulia Kecamatan Kuta Alam dan Desa Lambhuk Kecamatan Ulee Kareng. Hasil penelitian dan uji statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan pekerjaan dengan penerapan PHBS dalam tatanan rumah tangga serta tidak ada hubungan antara pendidikan responden, jumlah keluarga responden, responden yang memiliki bayi/balita dan daerah tsunami berbasis tingkat keparahannya dengan penerapan PHBS dalam tatanan rumah tangga masyarakat kota Banda Aceh. Kondisi lingkungan rumah tangga didaerah tsunami yang dipilih berdasarkan perbandingan hasil antara 3 wilayah berdasarkan tingkat keparahan akibat tsunami yang jauh lebih baik dari beberapa waktu setelah tsunami hingga saat ini, hal tersebut dapat dinilai dari ketersediaannya tempat tinggal yang layak, lingkungan yang bersih dan penggunaan air bersih untuk dikonsumsi sehari-hari sudah terpenuhi dengan baik. Kondisi responden saat ini sudah kembali kerumah dan memiliki aktifitas hidup masing-masing.Kata Kunci: perilaku hidup bersih dan sehat, tsunami
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PIDIE JAYA TERHADAP KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI RISIKO BENCANA BANJIR Fakhrurrazi, Mulyadi, Nizam Ismail
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.723 KB)

Abstract

 Abstract : Preparedness in facing flood risk requires health workers to acquire vast knowledge and good attitude. However, the contrary can be found in the Regional Public Hospital of Pidie Jaya, where the health workers are still not fully prepared to face disasters. The purpose of this research was to discover the relationship between the knowledge and attitude of the health workers of the Pidie Jaya Regional Public Hospital and preparedness in facing flood risks in Pidie Jaya Regency. The study was conducted using the quantitative analysis method. The research was conducted in September 2015 at the Pidie Jaya Regional Public Hospital. The sample used in this research was thirty health workers, consisting of 11 men and 19 women who represented the Intensive Care (IC), inpatient, and polyclinic units. The research results indicated that 60% of the health workers possess good knowledge, 56,7% possess good attitude and 53,3% displayedunpreparedness.Conclusion of these findings were: (1) there was a significant relationship between the health workers’ knowledge and preparedness in facing disaster risks, as the statistical test indicated a p-value of 0,011 (H0 is rejected if p0,05), and (2) there was a significant relationship between the health workers’ attitudes and preparedness in facing disaster risks,as the statistical test indicated a p-value of 0,004 (H0 is rejected if p0,05).Keywords: : Knowledge, Attitude, Preparedness, Flooding riskAbstrak : Kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana banjir mengharuskan tenaga kesehatan memiliki pengetahuan yang luas dan sikap yang baik, namun fakta di RSUD Pidie Jaya, tenaga kesehatan belum sepenuhnya siap-siaga menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan antara pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metodologi yang digunakan bersifat kuantitatif analitik. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2015 di RSUD Pidie Jaya. Sampel penelitian ini adalah 30 tenaga kesehatan, yang terdiri atas 11 orang pria dan 19 orang wanita, yang mewakili Unit Gawat Darurat (UGD), unit rawat inap, dan unit poliklinik. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 60%, sikap yang baik sebanyak 56,7%, dan kesiapsiagaan yang tidak siap sebanyak 53,3%. Hasil yang didapat adalah (1). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tenaga kesehatan terhadap kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana banjir karena hasil pengujian statistik menunjukkan nilai p. Value yaitu 0,011 (Ho ditolak jika p 0,05) dan (2) terdapat hubungan yang signifikan antara sikap tenaga kesehatan terhadap kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana banjir karena hasil pengujian statistik menunjukkan nilai p. Value yaitu 0,004 (Ho ditolak jika p 0,05).Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kesiapsiagaan, Risiko bencana banjir
APLIKASI BIOCHAR, KOMPOS DAN UREA TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH, PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN KAYLAN (Brassica oleraceae) Muhammad, Darusman, Chairunnas
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.829 KB)

Abstract

Abstract: Soil physical properties consist of bulk density, total porosity, permeability, stability indices, and pore distribution were affected by aplication of biochard, compost and urea. This study aimed to determine the influence of some physical properties of soil, growth and yield Kaylan affected by the application of biochard, compost and urea. Research using randomized block design (RAK), consisting of three factors, namely biochar, compost and urea. Applications biochar, compost and urea as the sole factor significantly influeced soil bulk density, soil porosity, permeability, index stability of aggregated soil, drainage pore of rapid soil, drainage pore of slow soil, pore water available soil, plant height after 7, 14, 21 and 28 days planting (DAP), number of leaves a 14, 21, and 28 days after planting, and the wet weight of Stover plants. Interaction application of biochar, compost and urea significantly affected bulk density, stability index aggregated soil, plant height DAP aged 14 and 28, as well as the number of plant leaves Kaylan ages 21 and 28 DAP.Kata kunci : Biochar, Kompos, urea, Sifat fisika Tanah