cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Paradigma Integralistik dan Toleransi Umat Beragama di Kota Palembang Muhammad Noupal; Erina Pane
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1278

Abstract

Paradigma integralistik dalam konteks kajian toleransi umat beragama, dimaknai sebagai paham dan konsep hubungan antar umat beragama yang toleran. Dalam paradigma integralistik, upaya mewujudkan toleransi umat beragama memerlukan kerjasama dan peran dari semua pihak, termasuk pemerintah dan tokoh agama. Hal ini karena, agama dan Negara merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat tidak dipisahkan. Keduanya merupakan dua lembaga yang menyatu (integrated). Ini juga memberikan pengertian bahwa Negara merupakan suatu lembaga politik dan sekaligus lembaga agama. Konsep ini menegaskan kembali bahwa Islam tidak mengenal pemisahan antara agama dan politik atau Negara. Konsep seperti ini sama dengan konsep teokrasi. Toleransi umat beragama dibangun dalam beberapa aspek paradigma integralistik. Aspek-aspek tersebut yakni: toleransi dalam aspek ekonomi. Toleransi dalam aspek budaya. Toleransi dalam aspek sosial keagamaan.
Paradigma Pendidikan Islam Multikultural: Keberagamaan Indonesia dalam Keberagaman Payiz Zawahir Muntaha; Ismail Suardi Wekke
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1279

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia telah menjadi pilar kebangsaan. Ketika Proklamasi belum diwujudkan, pendidikan Islam sudah menjadi bagian dari dinamika kebangsaan. Untuk itu, artikel ini mengkaji secara khusus bagaimana pendidikan Islam dalam upaya untuk mewujudkan pendidikan multikultural sebagai bagian dari praktik pembelajaran. Dengan proses pendidikan yang berbasis multikultural, akan memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan, murid, dan lingkungan masyarakat untuk senantiasa menerima perbedaan. Saat itu, kesempatan untuk saling menghargai, mengapresiasi, dan memberikan dukungan kepada pihak yang sekalipun berbeda, akan senantiasa menjadi nilai pendidikan. Akhirnya, gagasan pendidikan Islam multicultural sesungguhnya merupakan tuntutan dan keperluan masyarakat. Sehingga diperlukan langkah praktis untuk mewujudkan dalam proses pembelajaran yang dimulai dari pengembangan kurikulum sampai teknik pembelajaran. Ini tidak bisa dilakukan dengan mengubah tatanan kurikulum, hanya saja diperlukan sebuah usaha yang komprehensif yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pendidikan multikultural dalam aktivitas pendidikan.
Kontribusi Corporate Social Responsibility bagi Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat: Studi Kasus Perusahaan Asing di Bogor Tantan Hermansah; Muhtadi Muhtadi
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1309

Abstract

Corporate social responsibility merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang diembankan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Banyak program CSR ini—langsung atau tidak—berdampak kepada pengembangan masyarakat. Dengan menggunakan metode observasi pada studi kasus CSR yang dilakukan oleh sebuah perusahaan di Kota Bogor, studi ini menemukan bahwa: (1) CSR menjadi instrument perusahaan yang berdampak sosial-ekonomi kepada masyarakat; (2) Secara praktis bentuk CSR bisa berbeda-beda tergantung kondisi lapangan. Kemampuan memvariansikan bentuk ini justru berimplikasi kepada keberlanjutan dari perusahaan tersebut; (3) Meski ada di lingkungan warga yang mayoritas beragama Islam, tetapi dampak langsung CSR pada masyarakat Islam di sekitar perusahaan ternyata tidak tampak menonjol, atau malah terkesan biasa-biasa saja.  
Moralitas Sosial dan Peranan Pendidikan Agama Abdullah Idi; Jamali Sahrodi
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1316

Abstract

Salah satu permasalahan berbangsa yang mendasar akhir-akhir ini adalah kecenderungan terjadinya degradasi atau pergeseran moralitas sosial yang melibatkan anak-anak usia sekolah, usia remaja dan mahasiswa/ pemuda. Tidak jarang mereka disinyalir terlibat dalam beragam bentuk perilaku sosial yang menyimpang (social deviance), seperti: tindakan kriminal, narkoba, minuman keras, begal, free-sex, rendahnya sopan-santun dan rasa hormat antarsesama, kebut-kebutan di jalan raya, melanggar rambu-rambu lalu lintas, tawuran, yang sekaligus bertanda buruknya moralitas sosial di kalangan generasi muda. Pendidikan karakter (akhlak) melalui optimalisasi peranan pendidikan agama diharapkan sebagai salah satu upaya reduksi dan preventif terhadap perilaku demoralisasi sosial yang sedang melanda generasi muda (pelajar, remaja dan mahasiswa/pemuda) yang diharapkan dapat meneruskan estafet kepemimpinan masa depan.
Penyelesaian Wanprestasi Dalam Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Murābaḥah Studi Kasus Di Bank Tabungan Negara Syariah Surabaya Ahmad Maulidi Zen
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1317

Abstract

Islamic financing products have grown rapidly in the banking and finance industries of this era. This situation can be seen through the addition of Islamic banking assets several years, in addition to the inclusion of more institutions that offer products in Islam. According to Ibn al-Ḥumām, Murābaḥah is a contract of delivery of goods of sale and purchase owned by a person based on the price of basic origin and increase profits and declared to the buyer. This study aims to find out the application of home ownership financing with akad Murābaḥah Bank Tabungan Negara Syariah Branch Surabaya and to know how to settle Wanprestasi in financing home ownership has been in accordance with Sharia or not. This research is field research with qualitative descriptive approach and observation, interview and documentation method in collecting data. The author concludes that in the handling of customers Wanprestasi financing home ownership that still have good intentions, the Bank Tabungan Negara Syariah provides a policy with rescheduling that is changing the terms of financing which only concerns the payment schedule and duration and impose a burden of 1.5% of the remaining arrears. However, for customers who do not have Wanprestasi i'tikad well then the bank provides a decisive action by clearing the house as a guarantee in the contract. The implementation of the settlement of Wanprestasi in the State Savings Bank Syariah Branch Surabaya has applied in accordance with the guidelines contained in the Fatwa Dewan Syariah Nasional No.48 / DSN-MUI / II / 2005.
Menggagas Model Pembelajaran Discovery-Inquiry pada Pendidikan Anak Usia Dini Atik Wartini; M Khoirul Hadi al-asy’ari; Asyruni Multahada
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1614

Abstract

Paper ini adalah kajian yang berbasis library research. Paper ini mencoba mengkaji tentang model pembelajaran discovery –inquiry pada PAUD. Paper ini sangat menarik karena, pertama model pembelajaran discovery-inquiry dapat melatih cara berfikir yang sistematis pada anak usia dini. Kedua, model pembelajaran discovery-inquiry kebanyakan digunakan pada penerapan pendekatan pembelajaran sains dan mathematics. Pada paper ini terdapat tiga pertanyaan, yaitu pertama bagaimana model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD. Kedua, Bagaimana motede pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD?. Ketiga, bagaimana kelemahan dan keunggulan model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD?. Tujuan dari kajian ini adalah, untuk mengetahui model, metode, keunggulan dan kelemahan model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD. Kesimpulan dari paper ini, yang pertama konsep pembelajaran discovery-inquiry merupakan rangkaian kegiatan belajar yang menekankan pada proses berfikir kritis dan analitis. Kedua, metode discovery-inquiry antara lain, yaitu discovery-inquiry terpimpin, bebas dan bebas termodifikasi. Keunggulan dari metode ini adalah membantu anak untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan kelemahannya adalah anak harus memiliki kesiapan dan kematangan mental. 
Pendidikan Islam dalam Dinamika Kehidupan Beragama di Indonesia Adeng Muchtar Ghazali; Busro Busro
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1615

Abstract

Tulisan ini untuk memahami realitas kehidupan beragama di Indonesia dalam hubungannya dengan proses pendidikan Islam.  Masyarakat Indonesia adalah heterogen, plural, baik dari sisi etnis, budaya, dan kepenganutan agama. Keragaman dalam menganut agama cenderung eksklusif, karena masing-masing memiliki keyakinan bahwa kebenaran agamanyalah yang paling benar (truth claim). Keharusan bertoleransi didengungkan dimana-mana, bahkan sudah menjadi kebijakan pemerintah melalui program kerukunan antar umat beragama.  Sebagai muslim yang mayoritas, seringkali menjadi sasaran tuduhan “intoleran”.  Islam memiliki doktrin tentang toleransi, sebagaimana ditunjukkan dalam tulisan sederhana ini.  Doktrin toleransi ini perlu ditanamkan sejak usia dini, untuk menumbuhkan kesadaran bertoleransi. Toleransi adalah perilaku yang melekat dalam kepribadian setiap orang. Untuk menumbuhkan “perilaku” toleran ini, maka salah satunya melalui proses pendidikan agama Islam. Pendidikan menjadi representasi peradaban suatu masyarakat atau bangsa. Dalam konteks ini, masyarakat yang damai, aman, terbuka, saling menghargai dan menghormati perbedaan, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan dalam mencetak pribadi yang toleran dan beradab.
Konsep Khalifah Fil Ardhi dalam Perspektif Filsafat (Kajian Eksistensi Manusia sebagai Khalifah) Zulhelmi Zulhelmi
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.1879

Abstract

This research entitled “The Concept of Khalifah fil Ardhi in Philosophy Prespective; Study about human existence as Khalifah. This research is discribing about the concept of Khalifah in philosophy prespective, and finding the meaning of human existence as khalifah on earth. The method used in this research is historic desciptive method, interpretation method, comparative method and heuristics method. The analysis used in this study is qualitative descriptive explaining the description of human existance in charge of their duty as Khalifah on earth... The results of this research conclude that Khalifah is the duty given to human (Adam and his offspring) on earth and the reality of the human leadership in managing and organizing the universe that is appropiate with the rules given by God in order to dedicating fot God. A Khalifah should habe these characters: Yahduna bi amrina; wa awhayna ilayhim fi’la al-khayra; ‘abidin (including Iqam Al-Al-Shalat and Ita’ al Zakat); yaqiny; shabaru. Al Shabru’ becomes the consideration of making someone becomes a Khalifah, this character is important for a khalifah. Besides that it alsi describing the mental character of themselves, shown as the behavior when execute the Khalifah duty. The Khalifah existence as the pilot and role model for all human, can build the justice and give the welfare to all people and also bring the happiness in the world and hereafter.
Motivasi Orang Tua Memilih Pondok Pesantren untuk Anaknya Dedi Supriatna
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.1951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang motivasi orang tua memilih pondok pesantren Sunanulhuda dan keberadaan orang tua santri putri di pondok pesantren Sunanulhuda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan, dengan mengambil latar di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya Cibolang Kaler Cisaat Sukabumi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dengan sumber data utama adalah orang tua/wali santri putri pondok pesantren Sunanul Huda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitik, untuk mendeskripsikan dan menganalisa lingkungan sosial manusia atau organisasi eksternal yang mempengaruhi motivasi orang tua dalam memilih pendidikan untuk anaknya. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi. Dari penelitian ini didapatkan motivasi orang tua memasukkan anaknya ke Pondok pesantren itu karena (1) keinginan orang tua agar anak memiliki akhlak yang bagus, (2) perasaan ketidak mampuan orang tua mendidik anak di rumah, (4) orang tua menganggap biaya pesantren tidak begitu mahal, (3) orang tua merupakan alumni dari pondok pesantren, (4)orang tua memilih lembaga pendidikan yang didalam nya terdapat pendidikan sekolahnya juga, (5), agar anak di bekali ilmu agama yang bisa di amalkan oleh dirinya sendiri dan orang lain, (6) agar anak tumbuh menjadi anak yang cerdas (7) keyakinan orang tua terhadap pesantren sebagai tuntunan agama islam yang paling benar. Pesantren dipandang sebagai lembaga pendidikan yang unggul di banding sekolah umum, walaupun latar belakang orang tua berbeda-beda tetapi tetap mempunyai kesamaan tujuan yaitu agar anak menjadi orang yang berguna, sesuai dengan harapan orang tua
Budaya Tutur dalam Tafsir Melayu (Studi Wacana Peribahasa Melayu dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka) Lukmanul Hakim
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.1968

Abstract

Peribahasa Melayu berupa pepatah, perumpamaan, pemeo dan pantun atau sajak dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka sebagai wacana budaya, politik dan agama, dapat dipahami dengan baik melalui metode pendekatan analisis wacana kritis (AWK). Pendekatan ini dapat dengan jelas mengungkapkan hubungan antara wacana (discourse), kekuasaan, dominasi, ketidaksetaraan sosial yang berkembang mengiringi hadirnya wacana tersebut dengan memfokuskan pada bahasa yang digunakan, wacana yang dibangun, interaksi verbal dalam kegiatan komunikasi. Dilihat dari analisis wacana kritis, peribahasa Melayu yang dibawakan Hamka dalam Tafsir al-Azhar memperlihatkan adanya tiga aspek produksi makna dalam kehidupan sosial yang menyiratkan adanya kepentingan, maksud dan tujuan tertentu, atau bahkan nilai yang disembunyikan di balik peribahasa Melayu yang digunakan oleh Hamka, yakni aspek budaya, politik dan agama.

Page 10 of 22 | Total Record : 213