cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Selibat dalam Paham Keagamaan Gereja Katolik Nur Fitriyana
Intizar Vol 20 No 2 (2014): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengkaji tentang Selibat perspektif gereja Katolik. Selibat bermakna hidup tidak menikah. Jelasnya, Selibat hidup tidak menikah dengan alasan iman dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada Yesus. Dasar hukum Selibat hanya terdapat dalam Perjanjian Baru, Matius l9: l2 dan surat Pertama Korintus 7: 32-35. Kemudian ajaran ini dipertegas kembali dalam  dekrit Pertama Kanon 33 Sinode Elvira di Spanyol. Di seluruh Gereja Katolik, di Timur maupun di Barat, Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Ortodoks Oriental, seorang imam tidak boleh menikah, tetapi Paus I Petrus melakukan pernikahan. This paper examined on celibacy of the Catholic Church perspective. Celibacy meant life was not married. Clearly, celibate was life not married by reason of faith and devoted self thoroughly to Jesus. The legal basis of celibacy was only found in the New Testament, Matthew l9: l2 and letters First Corinthians 7: 32-35. Then this doctrine was reinforced in the First decree Canon 33 of the Synod Elvira in Spain. On the whole Catholic Church, East and West, Eastern Orthodox and Oriental Orthodox Church, a priest should not marry, but the Pope I Peter did marriages.
Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Agama Kasinyo Harto
Intizar Vol 20 No 1 (2014): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memfokuskan pada pendidikan anti korupsi melalui perspektif agama dengan model rekonstruksi sosial. Pendekatan teoritis pendidikan  antikorupsi berbasis agama berupaya melihat sejauhmana realitas masyarakat religius dapat diakomodasi dalam aspek-aspek Pendidikan Anti-Korupsi, baik pada aspek materi, metode pembelajaran, evaluasi, dan sebagainya. Dengan pendekatan seperti itu, tulisan ini diharapkan mampu melakukan analisis-sintesis yang menghasilkan konsep-konsep teoritis PAK berbasis agama yang visibel untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas dan berhasil dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Jika konsep ini mungkin diterapkan, maka diharapkan akan terjadi perubahan dalam cara pandang peserta didik terhadap nilai agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan empiris. Dampak lebih jauh dan jangka panjang diharapkan bahwa proses menuju masyarakat Indonesia yang bersih semakin  akan dapat diwujudkan.This paper focused on the anti-corruption education through religion perspective with social reconstruction model. The theoretical approach of anti-corruption education based religion sought to see how far the reality of religious communities could be accommodated in the aspects of Anti-Corruption Education, both in material aspects, teaching methods, evaluation, and so on. With that approach, this paper was expected to do the analysis-synthesis that produced theoretical concepts PAK-based religion that was visible to be applied in the learning process in the classroom and succeed in its implementation in daily life. If this concept might be applied, it was expected that there would be changes in learners' perspective on religion values that could be applied in empirical life. Further impacts and long-term it was expected that the process towards the Indonesian societies who clean more would be created.
Dakwah Kultural Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Kayu Khas Melayu Palembang Reza Pahlevi
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.548

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap berbagai fenomena yang menggambarkan serangkaian kegiatan dakwah kultural Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang. Sehingga dapat diperoleh sejumlah informasi mengenai berbagai upaya penerapan program yang dimaksud. Penelitian ini dapat disimpulkan, pertama kontribusi Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang terhadap perkembangan metode dakwah kultural adalah dakwah melalui seni. Kedua, Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang sebagai tempat Wisata Religi yang sangat signifikan. This research tries to reveal the various phenomenon that describe a series of cultural propaganda activities Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang. In order to obtain some informations about the efforts of the implementation of the program in question. It can be concluded, the first contribution of Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang on the development of methods of cultural propaganda is propaganda through art. Second Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang as a very significant Religious Tourism.
Pro-Kontra Hukuman Mati (Presepsi Tokoh Agama Islam dan Praktisi Hukum di Kota Palembang) Qodariyah Barkah
Intizar Vol 19 No 2 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang membahas tentang pro-kontra hukuman mati, dengan memfokuskan kajian kepada presepsi tokoh agama agama Islam dan praktisi hukum di kota Palembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hukuman mati dalam persfektif hukum pidana di Indoneia adalah tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan perundang-undangan lainnya yang memuat tentang hukuman mati, antara lain didalam Pasal 10 dan Pasal 11 KUHP. Hukuman pidana mati penerapannya di Indonesia menurut perspektif Tokoh Agama Islam dan praktisi hukum di kota Palembang masih terjadi pro dan kontra. Baik dikalangan praktisi hukum sendiri terjadi pro dan kontra, apakah hukuman pidana mati masih diperlukan penerapannya begitu juga dengan kalangan Tokoh Agama Islam.This article discusses the pros and cons of the death penalty, with a focus on the study of the perception of Islam and religious leaders, legal practitioners in the city of Palembang. This study concluded that the death penalty in criminal law perspective at Indoneia is contained in the Code of Criminal Law (Penal Code) and other legislation that contains about the death penalty, among others in Article 10 and Article 11 of the Criminal Code. Penalty death penalty application in Indonesia from the perspective of Islamic religious leaders and legal practitioners in the city of Palembang is still going on pros and cons. Both among legal practitioners itself there are pros and cons, whether the punishment of the death penalty is still necessary application as well as the Islamic Religious Leaders.
Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Tulisan Arab Melayu Amir Rusdi
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.540

Abstract

Penelitian ini membahas tentang desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis tulisan Arab Melayu (TAM). Dengan memfokuskan kajian studi pengembangan model desain pembelajaran PAI multi orientasi. Adapun hasil penelitian perasaan dan pandangan siswa terhadap proses belajar menggunakan MDP-PAI Berbasis TAM sangat positif. Siswa merasakan dan memandang bahwa proses belajar mengajar menggunakan MDP-PAI Berbasis TAM sangat menyenangkan dan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan tulis baca huruf al-Quran. Penggunaan MDP PAI Berbasis TAM dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan belajar siswa yang cukup tinggi sehingga proses belajar mengajar berlangsung kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.This study discusses the instructional design of Islamic Religious Education (PAI) based Malay Arabic script (TAM). By focusing the study findings of the development model of PAI instructional design multi orientation. The result of this study is the feelings and views of the students to the learning process using the MDP-PAI-based TAM are very positive. Students feel and perceive that the learning process by using MDP-PAI-based TAM is very pleasant and helpful in improving their ability to write and read the al-Quran letters. The use of MDP PAI-based TAM can motivate and activate the student's learning so teaching and learning process can be conducive to achieving the stated goals.
Telaah Kritis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia Zaharuddin Zaharuddin
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah hal yang baru dalam psikologi perkembangan. Judul penelitian ini adalah Telaah Kitis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana psikologi Islam di Indonesia. Penelitian ini disebut penelitian kepustakaan. Subyek diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan interpretasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa psikologi Islam di Indonesia pada dasarnya diprakarsai oleh intelektual muslim terkemuka yang sebagian besar memiliki pendidikan dasar Psikologi Kontemporer (Konvensional) dan beberapa orang lain memiliki pendidikan Islam dasar ilmiah. Psikologi Perkembangan Islam tidak begitu luas karena kurangnya Sumber Daya Manusia di bidang Psikologi Islam yang memiliki pengetahuan dasar di bidang Islam psikologi dan memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan al-Hadits (psikolog Islam sekali komentator). Kesimpulan dari penelitian ini menggambarkan bahwa Psikologi Islam adalah kelimuan studi yang telah dikembangkan oleh para intelektual Muslim di abad ke-8 yang dikenal psikologi Islam klasik. Selain Psikologi Pemikiran Umat Islam di Indonesia pada dasarnya membandingkan atau mengintegrasikan teori psikologi konevensional dengan ajaran agama Islam dan sanggahan atau kritik dari teori konvensional psikologi.Islam is a new sect of psychology in developmental psychology. The title of this research is a critical examination of the Psychology of Islamic thought in Indonesia. The purpose of this study to investigation psychology of Islam in Indonesia. This research is literature. Subjects were taken based on predetermined criteria. Methods of data analysis using descriptive analysis and interpretation. The results of this study stated that thinking about the psychology of Islam in Indonesia is basically initiated by prominent Muslim intellectuals who mostly have the basic education of Contemporary Psychology (Conventional) and some others have a scientific basis Islamic education. Developmental Psychology Islam is not so widespread due to the lack of Human Resources in the field of Psychology of Islam who have basic knowledge in the field of psychology Islam and have the skills and ability to interpret the verses of the holy Quran and al-Hadith (Islamic psychologist once commentators). The conclusion of this study illustrate that Islamic Psychology is the study which have been developed by Muslim intellectuals in the 8th century known classical Islamic psychology. In addition Psychology Thought of the People of Islam in Indonesia is basically comparing or integrating psychological theory conventional with the teachings of the Islamic religion and rebuttal or criticism of conventional theories of psychology.
‘Illat dan Pengembangan Hukum Islam Romli Romli
Intizar Vol 20 No 2 (2014): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengkaji tentang perkembangan hukum Islam dan latarbelakang lahirnya illat. Dari hasil kajian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa; pertama, dilihat dari segi eksistesinya, ‘Illat memegang peranan penting dalam rangka pengembangan hukum Islam dan atas dasar ini maka para Ulama telah merumuskan satu kaidah yang menyebutkan, “Hukum akan selalu terkait dengan ‘illatnya, ada illat ada hukum dan bila ‘illat tidak ada maka hukum menjadi tiada”. Kedua, bahwa  ‘illat menjadi sarana penting yang tidak terpisahkan dalam penetapan hukum, baik yang terkait dengan perubahan hukum maupun pengembangan hukum itu sendiri.  Ketiga, bahwa dalam kaitannya dengan pengembangan hukum kegiatan yang dilakukan adalah menentukan apa yang menjadi dasar dari suatu ketentuan hukum, kemudian memperluas penerapan/pemberlakuannya kepada persoalan-persoalan yang tercakup di dalamnya. This paper examined the development of Islamic law and the birth illat background. From the results of the study conducted, so it could be concluded that; The first, it could be seen from side of its existence, 'illat held an important role in the development of Islamic law and on this basis then the muftis had formulated a rule that said, "The law will always be related with 'illat, there is illat no law and when 'illat is nothing then the law becomes nothing ". Second, that 'illat became an important tool that could be separated in decree of the law, both related to changes in the law and the development of the law itself. Third, that in relation to the law development that the activities would be done was to determine what the basis of law certainty, then expand the implementation / enforcement to issues covered in it.
Pendekatan Penanfisran al-Qur’an yang Didasarkan pada Instrumen Riwayat, Nalar, dan Isyarat Batin Junizar Supratman
Intizar Vol 20 No 1 (2014): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengenai tiga jenis pendekatan dalam tafsir. Pertama, Pendekatan tafsir bi al-ma’tsur  (suatu penafsiran yang lebih banyak terfokus kepada sumber penafsiran dengan menggunakan riwayat-riwayat). Karakteristik dari pendekatan tafsir bi al-ma’tsur, yakni: dominannya para mufassir menggunakan riwayat-riwayat sebagai sumber atau instrument dalam menafsirkan ayat. Dominannya penggunaan riwayat dalam menafsirkan ayat, bukan berarti pendekatan tafsir bi al-ma’tsur mengabaikan instrumen penafsiran lainnya, termasuk ilmu tentang bahasa atau kaedah-kaedah yang lainnya. Kedua, pendekatan tafsir bi bi ar-ra’y (suatu penafsiran yang lebih banyak terfokus kepada sumber penafsiran dengan menggunakan penalaran atau sains). Karakteristik pendekatan tafsir bi bi ar-ra’y ini terlihat pada dominannya menggunakan nalar atau sains sebagai sumber atau instrumen penafsiran dalam menafsirkan ayat. Ketiga, pendekatan tafsir bi bi isyary (suau penafsiran yang lebih banyak terpokus kepada sumber penafsiran dengan menggunakan isyarat-isyarat atau kesan yang bersifat batiniah). Karakteristik pendekatan tafsir bi bi isyary dapat dilihat dari dominannya unsur-unsur pengetahuan batiniah yang berupa kesan-kesan yang muncul dari penafsir. This article examines the three types of approaches to interpretation. First of all, the approach of the tafsir bi al-ma'tsur (an interpretation that is more focused on the source of interpretation by using narrations). Characteristics of approach of tafsir bi al-ma'tsur, namely: the dominance of the commentators use the reports as a source or instrument in interpreting paragraph. Dominant use of history in interpreting the verse, it does not mean approach to the tafsir bi al-ma'tsur ignores other instruments, including the science of language. Second, the approach of the tafsir bi ar-ra'y (an interpretation that is more focused on the source of interpretation by using reasoning or science). Approach characteristics of the tafsir bi-ra'y are seen in dominant use of reason and science as the source or instrument of interpretation in interpreting paragraph. Thirdly, the approach of the tafsir bi isyary (suau interpretation more terpokus to the source of interpretation by using gestures or impression inward). Characteristics of tafsir bi isyary approach can be seen from the dominant elements of inner knowledge which form the impressions that emerge from the interpreter.
Budaya Kerja Melayu dalam Mengembangkan Wirausaha Mahasiswa di Perguruan Tinggi Kota Palembang Heri Junaidi
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.541

Abstract

Budaya melayu dan nilai nilai agama berada dalam substansi materi kuliah wirausaha. Beberapa sifat dasar budaya melayu optimis dalam hidup dan kehidupan serta toleran, mengambil positif dari budaya orang lain, berpegang pada agama dan adat, sopan santun, ramah, demokratis, mengutamakan diplomasi dari pada kekerasan. Strategi pembelajaran belum memberikan motivasi secara komprehensif karena lebih mendominasi model ceramah. Secara khsusus mahasiswa menerima materi kuliah dan memiliki kesadaran bahwa budaya Melayu termunculkan di setiap upacara. Namun demikian mereka belum siap berlatih berwirausaha dalam kuliah. Malay cultural and religious values are in substance entrepreneurial course material. Some basic nature of Malay cultural is optimistic in life and life and tolerant, to take something positive from the culture of others, adhering to the religion and customs, manners, friendly, democratic, give priority to diplomacy than violence. Learning strategies have not provided a comprehensive motivation because it dominates the discourse models. In particular, students receive course material and have an awareness that the Malay culture appear in every ceremony. However, they have not ready for practicing entrepreneurship in college.
Izinkan Aku Reguk Cintamu dalam Lirik Lagu Ebiet G Ade: Analisis Materi Dakwah Choiriyah Choiriyah
Intizar Vol 19 No 2 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang materi dakwah yang terkandung dalam lirik Lagu Izinkan Aku Reguk Cinta-Mu Karya Ebiet G Ade. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif analitik Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka simak dan catat, Setelah terkumpul data akan dianalisis dengan pendekatan content analysis. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan bahwa materi dakawah yang terkandung dalam lirik lagu Ebiet G Ade yang berjudul “Izinkan Aku Reguk Cinta-Mu terdiri dari (1) materi tentang aqidah dalam  aspek tauhid rububiyyah (2) materi tentang perlunya takut  kepada azab Allah (3) materi tentang ibadah kepada Allah berupa berzikir, ruku’, sujud, memuji Allah dan  materi untuk bertaubat memohon ampunan Allah SWT. serta (4) materi tentang cinta hamba kepada Allah dan cinta Allah kepada hamba-Nya. This paper examines the dakwah material contained in song lyrics Let me gulp your Love by Ebiet G Ade. This research is qualitative descriptive type analytic data source in this study consisted of primary and secondary sources. The data collection technique used is the technique see and record library, Having collected data will be analyzed using content analysis approach. This research resulted in several conclusions that the material dakawah contained in the lyrics Ebiet G Ade’s song titled Let me gulp your Love consists of (1) the material on the belief in the aspect of Tawheed rububiyyah (2) the material of the need fear the Wrath of God (3) material about the worship of God in the form of remembrance, bowing, prostrating, praising God and materials to repent and ask for forgiveness of Allah SWT. (4) materials about the love slave of God and love of Allah to His servant.

Page 7 of 22 | Total Record : 213