cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIA (Jurnal Ilmu Agama)
ISSN : 24430919     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang doktrin, pemikiran dan fenomena agama.
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
Islam dan Apresiasi Peradaban Abu Mansur
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.487

Abstract

Ajaran Islam sebagai sistem kehidupan merupakan bukti kerasulan Muhammad SAW yang turun ke jazirah Arab mengandung nilai-nilai universal yang diperuntukkan bagi penataan kehidupan dan peradaban umat manusia sejagat hingga akhir zaman. Keutuhan ajaran Islam sebagai kelanjutan dari nilai-nilai hidup baik yang bersifat ilahiyah yang terdapat dalam berbagai ajaran yang telah diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul sebelumnya.Kenyataan itu mengisyaratkan bahwa ajaran Islam sebagai sistem nilai yang diberlakukan dalam kehidupan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai positif yang selama ini telah dipraktikkan dalam kehidupan umat manusia baik secara individual maupun komunal.Berbeda dengan kerasulan Muhammad SAW, Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah sebelum beliau relatif hanya membawa ajaran dan sistem nilai ditujukan untuk kelompok dan umat tertentu. Dengan pemahaman seperti itu, tentu sistem penurunan ajaran pada para nabi dan rasul itu disesuaikan dengan kebutuhan umat yang dihadapi para nabi dan rasul pada waktu itu. Sistem kehidupan yang harus ditata saat itu berlaku terhadap umat dengan kultur dan karakteristik yang relatif seragam atau tidak sekompleks dengan pola kehidupan umat yang dihadapi oleh nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman.  Keutuhan ajaran Islam yang diusung oleh nabi akhir zaman ini dan kemajemukan pola kehidupan umat yang akan ditata melalui ajaran Islam, menunjukkan bahwa Islam diproyeksikan oleh si pemilik kehidupan untuk seluruh umat dengan berbagai variannya, seperti suku bangsa, ras, budaya dan peradaban, bahasa, dan pandangan hidup.Berdasarkan pandangan seperti di atas, tulisan kecil yang ada di tangan ini anda saat ini mencoba untuk menyatakan secara sepintas tentang Islam dan apresiasi peradaban. 
ISU GENDER : POTRET RELASI MASA LAMPAU, AT A GLANCE Tri Handayani; Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.488

Abstract

Isu sekitar Islam dan relasi gender dewasa ini bukan lagi menjadi suatu yang asing, melainkan menjadi topik yang diperdebatkan. Banyak kalangan memahami bahwa Islam menempatkan kedudukan wanita lebih rendah dari pada laki-laki. Islam dianggap telah memberikan perlakuan-perlakuan istimewa kepada laki-laki dalam hak-hak individual dan sosial yang tidak diberikan kepada wanita. Namun banyak juga yang mencoba menempatkan pada tempat sebagaimana mestinya melalui ayat-ayat al-Quran dan hadis serta pemikiran ulama, cendikiawan.
ZAKIAH DARADJAT DAN PEMIKIRANNYA TENTANG PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KESEHATAN MENTAL Muhammad Mawangir
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.489

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa Zakiah Daradjat adalah salah seorang psikolog muslim, namun  dia  memiliki perhatian yang luar biasa terhadap pendidikan Islam. Oleh karena itu, pemikiran pendidikannya pun cenderung ke arah pendidikan jiwa terutama kesehatan mental.Pendidikan dalam pemahaman Zakiah mencakup kehidupan manusia seutuhnya, tidak hanya memperhatikan segi akidah saja, juga tidak memperhatikan segi ibadah saja, tidak pula segi akhlak sama.  Akan tetapi jauh lebih luas dan lebih dalam daripada itu semua. Pengertian kesehatan mental yang berkaitan dengan potensi anak yakni terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang biasa terjadi serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin.Peranan pendidikan Islam dalam kesehatan, dalam pandangan Zakiah adalah dapat memberikan bimbingan dalam kehidupan, sebagai penolong dalam kesukaran, menentramkan batin, dapat mengendalikan moral maupun sebagai terapi terhadap gangguan mental.
EFEKTIVITAS MUHASABAH DALAM PROSES PENCAPAIAN MAKNA HIDUP PADA SANTRI KELAS XI JURUSAN IPS MADRSAH ALIYAH PONDOK PESANTREN AL-ITTIFAQIYAH INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR Zaharuddin Zaharuddin; Rizki Amaliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.490

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh efektivitas muhasabah dalam proses pencapaian makna hidup pada santri kelas XI jurusan IPS Madrasah Aliyah pondok pesantren Al-Ittifaqiyah Indralaya kabupaten Ogan Ilir. Pada penelitian ini pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sample yang berjumlah 34 orang yang terdiri dua kelompok yakni 17 orang kelompok eksperimen kelas XI.F dan 17 orang kelompok kontrol kelas XI.G. Data dikumpulkan dengan skala pengukuran, yaitu skala proses pencapaian makna hidup yang disusun berdasarkan teori aspek makna hidup oleh Viktor Frankl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan yakni Ha ( > µ) ditolak sedangkan H0 ( µ) diterima hal ini terbukti dengan melihat nilai (F hitung = 3,13 < F tabel = 5,91), maka dapat dikatakan data tersebut homogen atau tidak berbeda antara variasi kelompok (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol)
TEORI PEMAHAMAN ILMU MUKHTALIF HADITS Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.491

Abstract

Ilmu Mukhtalif Hadits ialah ilmu yang membahas hadits-hadits yang secara lahiriyahnya tampak bertentangan, untuk kemudian dapat menghilangkan pertentangan tersebut atau untuk dapat menemukan pengkompromiannya. Sebagaimana pembahasan tentang hadits-hadits yang sulit memahami atau menggambarkannya, untuk kemudian dihilangkan kesulitan-kesulitan itu serta menjelaskan hakikat pemahamannya.
RELASI NASIONALISME DAN ISLAM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEBANGKITAN DUNIA ISLAM GLOBAL Mugiyono Mugiyono
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.492

Abstract

Nasionalisme merupakan sikap politik masyarakat yang mempunyai kesamaan wilayah, budaya, bahasa, idiologi, cita-cita dan tujuan, kemudian mengkristal menjadi paham kebangsaan. Paham ini berkembang lalu mempengaruhi politik kekuasaan dunia dan berdampak luas bagi negara-negara bangsa. Ketika nasionalisme masuk di dunia Islam, mereka sudah memiliki nilai-nilai universal yang dianut masyarakat muslim sebagai unsur pemersatu. Umat Islam senyikapi nasionalisme ini beragam, ada yang menerima, ada yang apriori, dan ada yang menolak. Sebagian umat Islam berpendapat bahwa nasionalisme murni adalah nasionalisme Eropa yang sekuler. Hanya ini yang dapat dijadikan energi perubahan sosial politik di dunia Islam. Sebagian lain berpendapat bahwa nasionalisme ala Eropa adalah sekuler, mengabaikan agama, yang menyebabkan lemahnya dunia Islam. Islam tidak kompatibel dengan nasionalisme, karena secara ideologis saling berlawanan. Ia bersifat nasional-lokal, sedangkan Islam bersifat universal. Sebagian lagi umat Islam bersikap netral, nasionalisme harus memperhatikan kepentingan seluruh warga bangsa dengan basis ukhuwah Islamiyah. Nasionalisme ini merupakan bagian integral dari konsep “Pemerintahan Madinah” dan Ini yang disebut nasionalisme Islam. Paham nasionalisme Islam ini lalu menjadi spirit dan inspirasi kaum muslimin secara global untuk bangkit dan membebasakan negara-negara Islam dari kolonialisme negara-negara Eropa. Di beberapa negara Islam, paham nasionalisme Islam  menjadi alat pemersatu sekaligus alat perjuangan untuk merebut kemerdekaan. 
SIKAP ULAMA SALAF TERHADAP AHLUL BID’AH Muhammaddin Muhammaddin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.493

Abstract

Sebenar- benar ucapan adalah kitabullah, sebaik- baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan seburuk- buruk perkara adalah sesuatu yang diada- adakan. Maka setiap sesuatu yang diada- adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan di dalam neraka.Meluasnya beragam penyimpangan di kalangan kaum muslimin, disebabkan tersebarnya paham- paham dan buku- buku ahlul bid’ah. Beragam buku yang berisi banyak kesesatan tersebut telah membawa kaum muslimin ke dalam banyak penyimpangan dalam masalah aqidah, ibadah dan aspek- aspek keberagamaan mereka. Untuk melindungi kaum muslimin, para ulama salaf bersikap membantah para ahlul bid’ah dan mengingatkan umat dari keracunan pemikiran ahlul bid’ah tersebut. Di dalam tulisan ini menyajikan beragam pendapat ulama salaf terhadap pemikiran ahlul bid’ah dan buku- buku mereka.
TAN MALAKA DAN NILAI-NILAI HUMANISME SUATU TINJAUAN AKSIOLOGI Zulhelmi Zulhelmi
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.494

Abstract

Penindasan Kolonialisme penjajahan terhadap rakyat Indonesia yang sangat memilukan disikapi Tan Malaka dengan mendidik dan mencerdaskan rakyat, serta menempatkan nasionalisme sebagai hal yang penting, untuk   perwujudan  kemerdekaan Indonesia.     Tan Malaka memiliki fikiran dan semangat yang tinggi, dan Ia berusaha merealisasikan pikirannya. Pandangan nasionalisme menyatukan kekuatan mayoritas Islam, yang tergabung dengan Sarekat Islam dan sosialis, untuk membentuk kekuatan revolusioner Tan Malaka menganggap kemerdekaan suatu nilai yang penting bagi Indonesia. Perkembangan suatu bangsa seiring dengan kemajuan illmu atau sains. Kalau Indonesia tidak merdeka, maka ilmu akan terbelenggu pula. Meskipun Indonesia terkaya di dunia, namum kalau sains dan teknologi tidak berkembang, maka ia akan menjadi budak sepanjangan sejarah, seperti yang dialami Indonesia selama 350 tahun.Tan Malaka menganggap kebersamaan mengandung nilai penting. Indonesia harus bekerja sama dengan semua negara di dunia untuk menciptakan masyarakat baru  berdasarkan kemerdekaan, kemakmuran dan persamaan sejati. Kemerdekaan merupakan kebebasan menentukan, mengolah, dan mengelola milik bangsa sendiri, dan bebas menjalankan kehidupan sendiri.bangsa Indonesia ini, Tan malaka memakai methode berfikir dialektika yang dilandasi logika dan ilmu pengetahuan. 
ALIRAN KALAM SALAFIYAH Muhammaddin Muhammaddin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v16i1.495

Abstract

Mu’tazila had reached the power in Abbasiya Dinasty. Mu’tazilah main controversial thought was the notion that Al Quran is a creature. All peoples and scholars were forced to follow the thought. Meanwhile there was a scholar who strongly opposed the notion. He was Imam Ahmad Ibn Hambal. He was often threated, tortured and busted by the ruler. Imam Ahmad Ibn Hambal thought was inspired by the new theological school, Salaf School. Salaf was the theological school following the Imam Ahamad Ibn Hambal thought which was formulated by Imam Ahmad Ibn Taimiyah. As the Asyariyah school, Salaf was the reaction against the Mu’tazilah thought. The paper will discuss the two main scholar of Salafi School namely Imam ibn Hambal and Ibn Taimiyah. It includes their biographies, toughts, and their interpretation on Mutasyabihat, the verses which have no clear on meaning and the Allah’s attributes.
SEJARAH SINGKAT MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA BUDHA DI SUMATERA SELATAN Nur Fitriyana
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v16i1.496

Abstract

The almost comprehensive note about Buddhism in The Archipelago is written by I’tsing. The note was made in 672 when he had stayed for six month in Sriwijaya to learn Sanskrit before he learned Buddhism in India. From the note, it is known that Srivijaya was the center of Buddhist study in Asia and had close relation to the Buddhist schools in India. There were many pupils from China and Tibet who studied Buddhism in Srivijaya.  Unfortunately, the fame of Buddhism in Srivijaya has disappeared for almost three millennia. In 1954, the commomeration of 2500 years on the development of Buddhism was held in Indonesia. The moment was considered as the Buddhism revivalism in Indonesia dubbed as Buddha Jayanti moment. 

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama More Issue