Articles
448 Documents
“DEKONSTRUKSI KEBENARAN” KRITIK TERHADAP PANDANGAN TOKOH DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA
Iredho Fani Reza
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.477
Berdasarkan kajian empiris terdahulu, ada pengaruh agama terhadap aspek fisik dan psikis individu. Semakin tinggi tingkat pemahaman dan penghayatan agama maka individu dapat menyingkapi berbagai permasalahan kehidupan di dunia. Psikologi dan agama merupakan ranah kajian yang berbeda ditinjau dari sumber dan pemahamannya. Kajian kritis ini, menolak pendapat sebagian tokoh seperti Sigmund Freud dan Feuerbach, yang memandang negatif peranan agama dalam kehidupan manusia. Orang yang beragama dianggap sebagai individu yang menderita gangguan neurosis, mengalami ilusi, dan hanya berupa angan-angan saja. Kajian kritis ini mendukung pendapat dan hasil penelitian dari William James, Kenneth I. Pargament, dan Dadang Hawari, memandang pentingnya peranan agama dalam setiap aspek kehidupan manusia baik fisik maupun psikis.
HAKIKAT JIHAD
Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.478
Tema jihad dalam Islam merupakan salah satu tema besar yang sangat penting dan memiliki pengaruh kuat dalam menjaga sendi-sendi ajaran Islam. Jihad merupakan puncak tataran Islam dan para pelakunya akan menempati tingkatan yang paling tinggi di surga. Tanpa jihad, keagungan risalah Islam hanya akan mengalami gerhana; sinarnya ada namun tidak pernah sampai kebumi. Akan tetapi, ternyata masih banyak orang yang keliru dalam memahami perkara jihad ini, dan mendudukannya bukan pada tempat yang semestinya.Makna jihad menjadi tereduksi sedemikian sempit, seolah-olah jihad hanya soal perang dan invasi militer. Padahal, meski kedudukan qital dalam jihad teramat agung, namun jihad tidak hanya tentang qital (berperang).
HUMOR DALAM KAJIAN PSIKOLOGI ISLAM
Listya Istiningtyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.479
Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai watak dan perilaku.Ada orang yang berwatak suka bercanda dan banyak tertawa, ada yang sangat serius dan tidak suka bercanda.Kebanyakan orang menganggap humor hanyalah guyonan belaka, namun tidak sedikit juga orang yang menyukainya karena mampu membuat bahagia, senang, tertawa atau mungkin terbebas dari beban pikiran.Nabi Muhammad SAW pun pernah tertawa, namun Iapernah memberikan nasihat dengan perkataan beliau: “Janganlah kamu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati." (H R. Tirmidzi).Islam memang melarang seseorang untuk banyak tertawa tapi bukan melarang seseorang untuk tertawa.Tertawa adalah fitrah manusia, namun tertawa yang banyak dan berlebihanapalagi mengandung celaan tidak dianjurkan dalam Islam.Tulisan ini berisi tentang wacana humor dan tertawa dari sudut pandang psikologi kontemporer dan dari sudut pandang Islam guna memperkaya pembahasan topik ini.
ISLAM DAN PERADABAN RASIONAL (Melacak Akar dan Keemasan Peradaban Islam abad VII-XIII di bidang Sastra, Seni dan Politik)
Abu Mansur
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.480
Islam sebagai “agama baru” bagi bangsa Arab masehi telah menjadi inspirator utama untuk menjadi bangsa yang besar dan terkenal. Dengan menginteralisasi ajaran dan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan pribadi dan kelompok secara mapan, dan memadukan kemapanan spiritual itu dengan peradaban modern yang dimiliki oleh bangsa Rumawi Timur dan Persia khususnya, umat Islam tampil sebagai bangsa yang berperadaban spektakuler, (khususnya di bidang sastra, seni, dan politik dan pemerintahan), dan Islam telah menjadi pusat peradaban dunia modern yang diukir dalam sejarah.
KOMPARASI PARADIGMA PSIKOLOGI KONTEMPORER VERSUS PSIKOLOGI ISLAM TENTANG MANUSIA
Ema Yudiani
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini mencoba memaparkan mengenai manusia dengan cara membandingkan paradigma psikologi kontemporer versus psikologi islam. Uraian psikologi kontemporer dalam menjelaskan manusia terdiri dari 3 mazhab yaitu psikoanalisa, behavioristik, dan humanistik. Jika dibandingkan dengan pandangan psikologi Islam, maka terdapat perbedaan yang substantif dalam menggambarkan manusia. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dan diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi, jadi Islam memandang manusia dari sudut pandang yang positif.
KRITIK SANAD HADIS: Tela’ah Metodologis
Hedhri Nadhiran
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.482
Sanad merupakan keistimewaan umat Islam karena sistem periwayatan ini tidak dimiliki oleh umat-umat lainnya. Mengingat urgensi sanad yang penting dalam menjaga dan memelihara ‘keaslian’ ajaran Islam, maka para ulama membuat teori untuk menguji otentisitasnya dalam sebuah rumusan keshahihan hadis. Rumusan ini mencakup aspek kebersambungan sanad (ittishal al-sanad), kualitas ke-tsiqah-an perawi (‘adil dan dhabith), serta terpelihara dari unsur syaz dan ‘illat. Dalam aplikasinya, jika sebuah sanad lolos uji persyaratan ini, maka ia disebut shahih al-isnad. Tentu saja, ini bukan kesimpulan akhir dari penelitian hadis karena sanad hanyalah salah satu unsur pembentuk hadis.
Di Balik Kisah Adam as : Menarik Nalar Makna Penciptaan
Deddy Ilyas
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam Al-Quran, ayat-ayat yang berbicara tentang kisah lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat tentang hukum. Hal ini memberikan isyarat bahwa Al-Quran sangat perhatian terhadap masalah kisah, yang banyak mengandung pelajaran (ibrah). Sesuai firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (Qs:12:111]. Kisah ataupun sejarah dalam Al-Quran memiliki makna tersendiri bila dibandingkan dengan isi kandungan kisah ataupun sejarah lain.
Prinsip-Prinsip Dakwah Salafiyah
Muhammaddin Muhammaddin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.484
Prinsip- prinsip dakwah Salafiyah terdapat beberapa ciri khas diantaranya memerangi perkara bid’ah dari yang besar sampai kepada yang sekecil- kecilnya yang tidak ada contoh dari Rasul atau tidak ada dalil nash dari al- Qur’an dan al- Sunnah. Selain dari itu ciri khas dakwah Salafiyah memerangi dakwah hizbiyah dan fanatik golongan yang bertentangan dengan manhaj yang shahih yang sesuai dengan dakwah yang telah dipraktikkan oleh salafus shalih.
SEJARAH SINGKAT GEREJA PERDANA
Nur Fitriyana
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.485
Sebagai seorang nabi dan guru yang berkeliling, Yesus membentuk duabelas murid-Nya, Hanya Yesuslah yang memanggil orang-orang berdosa, terbuang dan tersingkir dari masyarakat supaya bertobat dan menjadi murid-muridnya. Karena Israil dan khususnya para murid supaya mengerti misteri perutusan serta kematian-Nya. Wafat-Nya adalah dasar serta awal Perjanjian Baru dan penyelesaian Perjanjian Lama. Komunitas yang didirikan oleh Yesus dan diurapi oleh Roh Kudus sebagai tanda terakhir kehendak Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Selanjutnya Gereja Kristen lahir pada hari Pantekosta. Setelah Petrus menyampaikan khutbahnya gereja adalah persekutuan orang yang dipanggil oleh Kristus. Persekutuan ini bukan hanya dengan Kristus tetapi juga persekutuan dengan manusia lain, dalam pada itu persekutuan itu gereja melaksanakan amanat Tuhan
INFALIBILITAS PAUS DALAM PERSPEKTIF GEREJA ROMA KATHOLIK
Nur Fitriyana
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i2.486
Konsili Vatikan I yang didominasi oleh definisi infalibilitas paus yang pasti merupakan konsili kontoversial di dalam gereja Katolik dan dalam hubungannya dengan gereja-gereja lain serta dunia luas. Konsili menyatakan hal-hal yang tidak dapat diterima oleh banyak orang dan peristiwa ini tampaknya memperlihatkan Gereja Katolok ada pada puncak keagresifannya dan keotoriterannya. Konsili Vatikan I muncul secara mengagetkan menurut Norman P. Tanner ( 2003: 108) Konsili Trento tampaknya masih memberikan penjabaran teologi Katolik Roma secara memadai dan tidak terasa kebutuhan untuk melangkah lebih jauh dari rumusannya, teristimewa dalam perdebatan dengan gereja-gereja Protestan yang masih sangat banyak mengambil sikap mempertahankan diri, Konsili lain tampaknya tidak diperlukan. Namun pada ranah lain telah terjadi banyak peristiwa. Revolusi Perancis 1789 maupun revolusi industri yang berawal pada akhir abad 18, menimbulkan perubahan-perubahan besar pada suasana politik, sosial dan ekonomi di dunia Barat. Pencerahan abad 18 memicu timbulnya banyak tantangan intelektual pada agama Kristiani dan ini diperumit pada abad berikutnya oleh kemajuan dalam bidang IPA yang memunculkan masalah lebih lanjut, seperti penyelidikan Darwin.