cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pedagogik@unmuha.ac.id
Editorial Address
Jalan Muhammadiyah No 91 Batoh Lueng Bata Banda Aceh 23245
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh
ISSN : 23377364     EISSN : 26229005     DOI : -
Core Subject : Education,
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh is an open-access based on journal that contributes to improve the scientific treasures. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan and pembelajaran for researchers, professionals, lecturer, and educational practitioners on all topics related for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2, Oktober (2017)" : 10 Documents clear
Implementasi Pendidikan Qur’ani Dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA di Kota Banda Aceh Rosnidarwati Rosnidarwati
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.781 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.565

Abstract

Penerapan pendidikan Qur’ani dipandang perlu, hal ini disebabkan munculnya berbagai kasus moral di kalangan siswa seperti penggunaan narkoba, penyalahgunaan teknologi informasi dengan mengakses situs yang tidak baik (negatif), keke­rasan, pergaulan bebas dan sebagainya. Model penerapan pendidikan Qur’ani bagi siswa SMA di Kota Banda Aceh memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter siswa. Adapun model pembelajaran Qur’ani bagi siswa SMA di Kota Banda Aceh yaitu: (1) Tarbiyah, yang meliputi, penyusunan kalender akademik, membuat silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan materi, pemilihan metode dan evaluasi. (2) Ta'līm, yang terdiri dari kegiatan pengajaran Al-Qur’an (belajar tadarus Al-Qur’an) dan pengajaran akhlak (karakter). (3) Ta’dīb, meliputi: Suri teladan yang baik, pembiasaan membaca do’a, pembiasaan memberikan salam, dan pembiasan hidup bersih. Model penerapan pendidikan Qur’ani di luar kelas bagi siswa SMA di Kota Banda Aceh, yaitu tadarrus Al-Qur’an, shalat dhuhur berjamaah, kegiatan organisasi rohani Islam (Rohis), pesantren kilat, dan Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI). Kelebihan penerapan pendidikan Qur’ani bagi siswa SMA di Kota Banda Aceh yaitu: menciptakan lingkungan yang Qur’ani, menanamkan keyakinan, menanamkan etika pergaulan siswa, menanamkan kebiasaan baik dan uswātun ḥasanah, sekolah berkarakter Qur’ani, dan peningkatan kerjasama. Adapun kekurangan penerapan pendidikan Qur’ani bagi siswa SMA di Kota Banda Aceh yaitu: Perbedaan latar belakang siswa, fasilitas pembelajaran belum memadai, kurangnya kesadaran siswa dalam belajar, pengaruh lingkungan tempat tinggal, dan pengaruh perkembangan teknologi.Kata Kunci: Pendidikan Qur’ani, dan Pembentukan Karakter.
NILAI- NILAI AGAMA ISLAM Nurul Jeumpa
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.808 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.564

Abstract

Nilai agama, khususnya agama Islam  bersumber dan berakar dari keimanan terhadap keesaan Tuhan. Semua nilai kehidupan manusia berakar dari keimanan terhadap keesaan Tuhan yang menjadi dasar agama. Nilai-nilai Islam itu  pada hakikatnya adalah kumpulan dari prinsip-prinsip hidup, ajaran-ajaran tentang  bagaimana  manusia seharusnya menjalankan kehidupannya di dunia ini, yang satu prinsip dengan lainnya saling terkait membentuk satu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisah-pisahkan. Nilai juga merupakan suatu gagasan atau konsep tentang apa yang dipikirkan seseorang dan dianggap penting dalam kehidupannya. Melalui nilai dapat menentukan suatu objek,orang, gagasan, cara bertingkah laku yang baik atau buruk. Nilai juga sesuatu yang melekat pada diri seseorang yang diekspresikan dan digunakan secara konsisten dan stabil. Nilai juga dianggap sebagai patokan dan prinsip-prinsip untuk menimbang atau menilai sesuatu tentang baik atau buruk, berguna atau sia-sia, dihargai atau dicela.Wujud nilai-nilai Islam harus dapat ditransformasikan dalam lapangan kehidupan manusia. Agama bertujuan membentuk pribadi yang cakap untuk hidup dalam masyarakat di kehidupan dunia yang merupakan jembatan menuju akhirat. Agama mengandung nilai-nilai rohani yang merupakan kebutuhan pokok kehidupan manusia, bahkan kebutuhan fitrahnya karena tanpa landasan spiritual yaitu agama manusia tidak akan mampu mewujudkan keseimbangan antara dua kekuatan yang bertentangan yaitu kebaikan dan kejahatan. Nilai-nilai agama Islam sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan sosial, bahkan tanpa nilai tersebut manusia akan turun ke tingkat kehidupan hewan yang amat rendah karena agama mengandung unsur kuratif terhadap penyakit sosial.
Perbankan Dalam Perspektif al-Qur’an dan Hadist Ahlan Nur
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.73 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.563

Abstract

Al-Qur’an dan Hadist merupakan sumber pokok ajaran Islam dan merupakan rujukan umat Islam dalam memahahami syariat. Dalam Al-Qur’an dan Hadits tidak ditemukan nash yang menyebutkan Kata bank, namun pada prakteknya perbankan sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dan Sunnah hanya memberikan prinsip-prinsip dan filosofi dasar, dan menegaskan larangan-larangan yang harus dijauhi. Dengan demikian, yang harus dilakukan hanyalah mengidentifikasi hal-hal yang dilarang oleh Islam.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MENGGUNAKAN KARTU DOMINO PADA MATERI TRIGONOMETRI KELAS X DI SMAN 3 LHOKSUKON Nazariah Nazar
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.453 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.555

Abstract

Salah satu sebab siswa kurang memahami konsep matematika karena matematika sering diperkenalkan sebagai kumpulan angka dan rumus yang bersifat abstrak. Untuk itu perlu digunakan alat peraga yang sesuai dengan materi yang dipelajari, agar dapat meminimalis karakteristik materi matematika yang abstrak. Penyebab lain siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika adalah proses pembelajaran matematika yang masih berlangsung satu arah dan dominannya aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran matematika. Akibatnya hasil belajar yang diharapkan akan kurang optimal dan kegiatan pembelajaran pun dirasakan kurang bermakna dan bermanfaat bagi siswa.Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam mengkonstruksi suatu penyelesaian masalah melalui media tertentu. Dari hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang pembelajaran materi Trigonometri menggunakan kartu domino dengan model kooperatif tipe STAD di SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon. Pembelajaran ini dilakukan lima tahap yaitu: (1) Tahap penyajian kelas, (2) Tahap diskusi kelompok dan penyajian laporan, (3) Tahap tes individual, (4) Tahap penentuan poin perkembangan individu dan kelompok, (5)Tahap pemberian penghargaan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru dan respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan kartu domino dengan model kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMAN 3 Lhoksukon sebanyak 34 orang. Adapun prosedur pengumpulan data adalah melalui tes hasil belajar siswa,  observasi aktivitas siswa, observasi kemampuan guru, penyebaran angket respon siswa, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data, penulis menggunakan analisis deskriptif (persentase) sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian yang berlangsung selama dua siklus menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada saat dilakukan pembelajaran pada materi aturan sinus dan cosinus menggunakan kartu domino dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berada pada kategori baik yaitu 89,47% dan sangat baik yaitu 96,05%, Aktivitas siswaberada pada kategori baik yaitu 88,81% dan sangat baik yaitu 96,05%, Hasil belajar memiliki ketuntasan secara klasikal adalah 85,29% dan 94,11%, dan Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran menggunakan karu domino dengan model pembelajaran kooperatif tipe STADadalah sangat positif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan Menggunakan Kartu Domino sangat bagus digunakan dalam proses belajar-mengajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Konsep Sistem Ekskresi pada Hewan Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Beutong Kabupaten Nagan Raya Mauizah Hasanah
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.267 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.561

Abstract

Penelitian ini berjudul: Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW pada konsep Sistem Ekskresi pada Hewan terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Beutong Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW pada Konsep Sistem Ekskresi pada Hewan terhadap hasil belajar siswa di di SMA Negeri 1 Beutong Kabupaten Nagan Raya. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan Library Research (Penelitian Perpustakaan) dan Field Research (Penelitian Lapangan).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Beutong Kabupaten Nagan Raya yang berjumlah 86 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2 yang masing-masing berjumlah 30 orang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan test hasil belajar dan Angket. Untuk menganalisis data yang telah terkumpul adalah dengan menggunakan analisis uji-t (t.test) Sedangkan untuk analisa respon siswa menggunakan persentase sederhana. Dari analisis data hasil belajar siswa diperoleh nilai thitung ≥ dari ttabel  (thitung  = 9,98 ≥ ttabel = 1,671). Berdasarkan  hasil analisis data tersebut bahwa model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW adanya pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi konsep Sistem Ekskresi pada Hewan  di SMA Negeri 1 Beutong Kabupaten Nagan Raya. Dengan nilai rata-rata kelas XI IPA 1 JIGSAW adalah 77 dan nilai rata-rata kelas XI IPA 2 (Konvensional) adalah 50. Sedangkan rekapitulasi nilai angket dapat diketahui bahwa 53% siswa sangat setuju, 42% siswa setuju, dan 5% siswa kurang setuju terhadap model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dalam proses pembelajaran konsep Sistem Ekskresi pada Hewan di SMA Negeri 1 Beutong Kabupaten Nagan Raya. Dengan demikian dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa adanya respon positif siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW pada pembelajaran biologi materi konsep Sistem Ekskresi pada Hewan di SMA Negeri 1 Beutong Kabupaten Nagan Raya
MODEL PENILAIAN PROGRAM PENDIDIKAN GURU PRAJABATAN Puji Ariani
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.46 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.556

Abstract

Tuntutan terhadap institusi pendidikan guru untuk menghasilkan guru yang berkualitas dan berkompetensi adalah prasyarat bagi terwujudnya sistem pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas program pendidikan guru, penilaian yang berkelanjutan harus selalu dilakukan. Model penilaian Konteks Input Proses Produk (KIPP) yang dikemukakan oleh Stufflebeam dapat digunakan untuk menilai keefektifan program pendidikan guru prajabatan. Penilaian dilakukan bukan hanya terhadap output program, tetapi juga penilaian kepada input dan proses. Kelengkapan hasil penilaian melalui model ini mampu memberikan dasar yang lebih baik untuk mengambil keputusan dalam memilih alternatif tindakan untuk meningkatkan kualitas program.
KARAKTERISTIK INTUISI MAHASISWA UIN DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIRNYA Hafriani Hafriani
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.342 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.560

Abstract

Setiap mahasiswa pada saat memahami atau menyelesaikan masalah matematikamemerlukan waktu atau strategi penyelesaikan yang berbeda. Menurut Polya, tahap dalam menyelesaikan masalah terdiri dari 4 tahap yaitu: memahami masalah, merencanakan masalah, menyelesaikan masalah dan mengecek kembali jawabannya. Pemecahan masalah sangat erat kaitannya dengan intuisi. Kognisi intuitif atau intuisi dijelaskan oleh Fischbein (1987) sebagai kognisi yang secara subjektif kebenarannya terkandung di dalamnya, dapat diterima dengan sendirinya dan secara langsung, holistik, penggiringan dan pemerkiraan. Kognisi intuitif berbeda dengan kognisi secara analitik. Penjelasan kebenaran suatu pernyataan karena harus membuktikan merupakan kognisi yang bersifat analitik, tetapi kebenaran yang munculnya secara subjektif dan diterima secara langsung (tanpa pembuktian secara formal) merupakan kognisi secara intuitif. Bila diperhatikan, bahwa banyak siswa pandai dalam memecahkan soal matematika sering menggunakan cara-cara yang cerdas di luar dugaan dan kebiasaan, sehingga memberikan jawaban yang singkat dan akurat. Sebaliknya pada siswa-siswa yang mempunyai kemampuan matematika sedang atau rendah, cara yang digunakan untuk memecahkan soal, cenderung memberikan jawaban yang panjang lebar dan terkadang kurang akurat, bahkan banyak siswa yang kemampuan matematikanya rendah mengalami kesulitan untuk menemukan cara dalam memecahkan masalah matematika. Hal tersebut menunjukkan ada kaitan antara kemampuan matematika yang dimiliki siswa dengan intuisi yang digunakan siswa dalam memecahkan masalah matematika.Beberapa karakteristik berpikir intuitif yangcenderung digunakan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika antara lain: (1) direct, self-evident, (2) intrinsic certainty, (3) perseverance dan coerciveness, (4)  extrapolativeness, (5)global (globality)dan implisit (implicitness). Pada setiap menyelesaikan masalah matematika dari memahami masalah sampai memeriksa kembali jawaban, ada sebagian mahasiswa yang memilki intuisi dan ada juga mahasiswa yang tidak memilki intuisi.
AN ANALYSIS OF MAIN CHARACTER “JACE WAYLAND” IN CASSANDRA CLARE’S NOVEL, THE MORTAL INSTRUMENTS CITY OF GLASS Yarni Oktaria; yuniarti Yuniarti; Sarair Sarair
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.213 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.557

Abstract

This research discusses about a main character in the Cassandra Clare’s Novel which entitled The Mortal Instruments, City of Glass. The writer analyzes how the main character solves problem that he has in his life. The design of this writing is qualitative method focusing on library research. This research uses personality traits adapted from Hans Eysenck and other theories that identified from habit, behavior, action and attitude. To analyze all the sentences in the novel which related to behavior and action of the main character, the writer uses content analysis. The result of this analysis shows that many positive sides of the character that can be adapted by the readers. After all, Jace Wayland described as someone who has rude and selfish (Psychoticism), a calm person (Extraversion), and an impulsive and unstable emotional (Neuroticism), fightful and struggle to save people whom he loveand to solve his problems in his life.
THE EFFECTIVENESS OF USING ENGLISH LABORATORY IN LISTENING Rahmatun Nisa
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.568 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.562

Abstract

Listening is one of English skills that should be achieved by students; it is following and understandingthe sound and it is hearing with a purpose and requires concentration. Thus, this paper aimed to find out to know which one is effective either usinglaboratory or tape recorder in listening and to find out the different results of listening tests by using laboratory than that of by using tape recorder.The research was conducted at LDC UIN Ar-raniry Banda Aceh, and the sample was the students of EnglishDepartment of UIN Ar-raniry. The numbers of sample were 27 students. The method used in this research was descriptive quantitative, and the test and interview were used as the instruments in order to see the ability of English Department Students.After analyzing the data the result of both tests was different. The result test by using tape recorder was:  while the result test by using laboratory was: . Then from the interview, it was found that most of the studentssaid that they felt more comfort and easier study listening in the laboratory than that by using tape recorder in the class room.It can be inferred that listening by using laboratory is more effective than using tape recorder in class room.
PERAN MOTIVASI BAGI SISWA DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR Ayuna Netta
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.746 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.558

Abstract

Tulisan ini menganalisis bab V dari buku hasil karya Sardiman A.M yang berjudul Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar dan mengaitkannya dengan teori-teori dari para ahli lainnya. Adapun judul bab yang dianalisis adalah Motivasi dan Aktivitas dalam Mengajar. Motivasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam proses belajar-mengajar, meningkatkan prestasi siswa dan membentuk prilaku yang baik (positif). Salah satu indikator keberhasilan pendidikan secara mikro di tataran pembelajaran adalah pada saat seorang guru mampu membentuk dan membangkitkan motivasi belajar para siswanya. Namun realita di dalam masyarakat yang kita temukan akhir-akhir ini adalah kebanyakan siswa di sekitar lingkungan tempat tinggal kita bahkan di daerah-daerah lainnya di Indonesia tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi baik di sekolah maupun di rumah. Terkadang banyak siswa acuh tah acuh saat belajar di dalam kelas sehingga mereka tidak mampu menyerap dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Di sisi lain sebagian siswa yang menganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan lebih memilih kegiatan lain di luar konteks belajar seperti berkirim pesan melalui aplikasi di telepon genggam, bermain permainan atau ‘game’ pada telepon genggam maupun pada tempat-tempat play station, berkumpul dengan teman-teman, dan lain-lain. Oleh sebab itu, guru memainkan peran penting dalam memotivasi siswa dalam kegiatan belajar-mengajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10