cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pedagogik@unmuha.ac.id
Editorial Address
Jalan Muhammadiyah No 91 Batoh Lueng Bata Banda Aceh 23245
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh
ISSN : 23377364     EISSN : 26229005     DOI : -
Core Subject : Education,
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh is an open-access based on journal that contributes to improve the scientific treasures. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan and pembelajaran for researchers, professionals, lecturer, and educational practitioners on all topics related for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
MODEL PENILAIAN PROGRAM PENDIDIKAN GURU PRAJABATAN Puji Ariani
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.46 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.556

Abstract

Tuntutan terhadap institusi pendidikan guru untuk menghasilkan guru yang berkualitas dan berkompetensi adalah prasyarat bagi terwujudnya sistem pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas program pendidikan guru, penilaian yang berkelanjutan harus selalu dilakukan. Model penilaian Konteks Input Proses Produk (KIPP) yang dikemukakan oleh Stufflebeam dapat digunakan untuk menilai keefektifan program pendidikan guru prajabatan. Penilaian dilakukan bukan hanya terhadap output program, tetapi juga penilaian kepada input dan proses. Kelengkapan hasil penilaian melalui model ini mampu memberikan dasar yang lebih baik untuk mengambil keputusan dalam memilih alternatif tindakan untuk meningkatkan kualitas program.
PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN PAI Wahyu Hidayat
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 2, Oktober (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.296 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v7i2.811

Abstract

Persoalan yang kompleks pada pendidikan kita saat ini, baik yang menyangkut dengan manajemen, administrasi, pengawasan, metode, selalu diperbincangkan di setiap yang  mempunyai pemangku kebijakan pendidikan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan guru ialah “humanistik” sebagaimana yang dikembangkan oleh Abraham Maslow. Konsep humanistik ialah (personal education). Aliran ini lebih banyak memberikan porsi pada siswa dalam mengembangkan dirinnya. Dengan kata lain bahwa siswa adalah pertama dan terutama dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini bahwa siswa memiliki potensi, memiliki kemampuan dan kekuatan untuk berkembang. Pendidikan humanistik di dalam pembelajaran pendidikan agama islam diharapkan mengembalikan peran dan fungsi manusia kekodrat-Nya sebagai makhluk terbaik (khairu ummah). Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan teknik analisis yakni analisis dokumen yang merupakan telaah sistematis data untuk mengetahui tingkat kesulitan dokumen, buku atau teks. Hasil penelitian ini adalah bahwa manusia sebagai makhluk hidup harus mampu melangsungkan, mempertahankan, dan mengembangkan hidupnya. Akibatnya posisi pendidikan dapat membangun proses-proses humanisasi, artinya menghargai hak-hak asasi manusia, seperti hak untuk berlaku dan diperlakukan dengan adil, hak untuk menyuarakan kebenaran, hak untuk berbuat kasih sayang dan lain sebagainya. Seperti yang dikembangkan melalui teori humanistik yang dikenal dengan piramida kebutuhan dasar manusia, seperti fisiologis, rasa aman, rasa dihargai, penghargaan, dan aktualisasi diri.
SIGNIFIKANSI PERAN PENASEHAT AKADEMIK DI PTAI Nurdin Mansur
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 2, No 2, Oktober (2015)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v2i2.427

Abstract

Peran penasehat akademik di perguruan tinggi yaitu: (a) Informator. Penasehat akademik menjadi sumber informasi, terutama berkaitan dengan kegiatan akademik yang telah diprogramkan oleh fakultas atau institut. (b) Organisator. Berperan aktif dalam pengelolaan, penataan kegiatan akademik mahasiswa. (c) Motivator. Meningkatkan (memotivasi) mahasiswa lebih giat belajar dan mengembangkan aktifitas akademiknya. (d) Direktor. Sebagai teladan yang mampu membimbing dan mengarahkan. (e) Inisiator. Sebagai pencetus gagasan, ide dan  pikiran-pikiran  baru. (f) Transmitter dan Fasilitator. Penasehat akademik berperan sebagai penyebar  kebijaksanaan  dalam pendidikan dan pengetahuan. (g) Mediator. Sebagai penengah, perantara, antara mahasiswa dengan pihak fakultas atau institut. (h) Evaluator. Penasehat akademik harus mampu dan mau mengadakan penilaian secara menyeluruh (komprehensip). Adapun tugas dan tanggungjawab penasehat akademik dalam proses pembelajaran dan kegiatan akademik di PTAI, di antara yaitu: (a) Memperkenalkan   kepada  mahasiswa  tentang  sistem  yang  berlaku  dalam berbagai kegiatan akademik dan membimbing mereka dalam proses pendidikan hingga selesai menjadi sarjana. (b) Mengarahkan  mahasiswa  dalam menetapkan dan memilih program studinya serta memberikan  pertimbangan  akademik terhadap  berbagai  kegiatan studi dan mata kuliah yang dipilih mahasiswa. (c) Memberikan  pertimbangan  kepada  mahasiswa  yang  dibimbingnya  tentan banyaknya beban kredit yang dapat diambil, peningkatan  status program dan mengikuti perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya dengan sistem dokuemntasi yang baik. (d) Menangani, menampung dan menanggulangi berbagai persoalan akademik  dan Membantu  dan membimbing mahasiswa  dalam mempersiapkan  karya tulis.
UNDERSTANDING OF SPEECH ACTS USED IN “THE RON CLARK STORY” MOVIE Sarair Sarair
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 5, No 2, Oktober (2018)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.608 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v5i2.588

Abstract

This research aimed to analyze the students’ understanding of speech acts used in The Ron Clark Story movie. In this movie the writer found that there are many types of speech acts used that consisted of direct, indirect speech acts, literal and non literal speech act. The total of each types of speech acts found in the movie are 287 direct speech acts, 72 indirect speech acts, 343 literal speech acts and 16 non literal speech acts. The data were analyzed based on Searle theory of types of speech acts that consisted of representative, directive, commissive, expressive, and declarative. This study used quantitative research method. The sample of this research is the students of 7th semester of Muhammadiyah Aceh University. Total sample of this research is 14 students. The instrument used is paper test that contained 50 questions. The questions consisted of 8 representatives, 12 directives, 10 commissives, 11 expressives, and 9 declaratives. The result of this research showed that the level of students’ understanding was poor. The students made 65% error in classifying representative, 75% error in classifying directive, 61% error in commissive, 37% error in expressive and 85% errors in declarative.Keywords: speech acts, representative, directive, commissive, expressive and declarative.
HUBUNGAN PEMBERIAN SANKSI DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA DI SMK P.A.B 12 SAENTIS PERCUT SEI TUAN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Hanafi Hasibuan
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 6, No 1, April (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.484 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v6i1, April.635

Abstract

The purpose of this research is to find out the relationship of sanctions with the level of discipline of P.A.B 12 Saentis Percut Sei Tuan Deli Serdang students in North Sumatra. The population in class X is 159 people, while the sample obtained by 32 people with the sampling technique is done by random sampling. To obtain sanction data (X) carried out through questionnaires and from the data obtained low 1 student (3.13%), for the category of enough 1 student (3.13%), for the good category 22 students (68.75%), for there are 8 high categories of students (25%). While the level of student discipline (Y) was conducted through questionnaires and obtained a good category of 15 students (46.87%), high category 3 students (9.38%), enough categories there were 8 students (25%) and for the low category there were 6 students (18.75%). Based on the results of the normal distribution, the results of the calculation of x2 table 46.23 11.07, while the results of the requirements for the analysis of the linearity test of student sanctions data are linear with f table 24.404 4.17. So to find out whether there is a significant positive relationship between giving sanctions and the level of discipline of students conducted by correlation test. Based on the results of the analysis, the correlation coefficient value is rxy = 0.670 by consulting the value obtained on the rtable value for a significant level of 0.05 with the number n = 32 which is 0.349 thitung t table (0.0670 0.349), the hypothesis obtained is a relationship significant positive between sanctions and discipline level of BAO 12 Saentis Percut Sei Tuan Deli Serdang North Sumatra.
PENGEMBANGAN EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Mohammad Irham
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 1, No 1, April (2014)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v1i1.378

Abstract

Pada saat kita ingin mengembangkan bangunan ilmu pengetahuan yang islami, maka kita harus menyiapkan epistemologi Islam. Begitu pula ketika kita ingin mengembangkan ilmu pendidikan Islam, maka kita harus memantapkan epistemologi pendidikan Islam, terutama pada aspek metode dan pendekatannya. Salah satu problem utama pendidikan Islam adalah problem epistemologi.Kata kunci: Epistemologi, Pendidikan Islam.
THE STUDENTS’ PERCEPTIONS ON SELF-REFLECTION SHEET IN MICROTEACHING CLASS Cut Mawar Helmanda
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 1, April (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v4i1.496

Abstract

Microteaching lesson has been implemented to train the student teachers to be able to deliver their teaching material. Most students feel the anxiety at the beginning of the lesson periode. To reduce this feeling, the lecturer ask the students to write down a single-paper self experience that they have got through their teaching simulation performace. This study was gained to get the information about students’ perceptions on self-reflection sheet in microteaching class. The opened-questionnaires sheet were shared by the writer to the students English teachers who studied microteaching lesson in sixth semesterin 2016-2017 academic year of Muhammadiyah Universiy Aceh. Here the writer wanted to know  whether the self-reflection sheet gives the positive aspect or not. The sample of this study was random sampling. The subject of this research were 10 students from one unit microteaching. The subject described that the self-reflectin sheet gave them the drawn of what they felt and did during their performance, so that they could do better things in the next round teaching simulation and feel there was something positive happened. By having self-reflection sheet, the student teachers realized their weaknesses in their teaching performance.
Upaya Penanaman Nilai dan Norma Sebagai Pembentuk Karekter Siswa di SDN 09 Parak Gadang Sri Siawati Wulandari; Irdamurni Irdamurni; Neviyarni Neviyarni
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1, April (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.794 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v7i1.597

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh banyak tindakan moral dikalangan pelajar pada zaman sekarang, sehingga perlu adanya penanaman nilai dan norma pada siswa sehingga membentuk kepribadian yang baik. Penelitian ini bertujuan:(1). Untuk mendeskripsikan penanaman nilai dan norma dalam pembetukan kepribadian siswa.(2). untuk mengetahui manfaat yang diperoleh siswa penanaman nilai dan norma dalam pembetukan kepribadian. (3). untuk mengetahui penghambat penanaman nilai dan norma dalam pembetukan kepribadian. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan mengambil sampel berjumlah 10 orang, dimana 5 orang guru dan 5 orang siswa. Pengambilan nara sumber ini karena untuk mengetahui timbal balik seberapa jauh para siswa memahami akan pendidikan nilai dan norma serta seberapa jauh pula guru-guru mengukur pemahaman siswa akan nilai dan norma yang ada. Hasil penelitian adalah (1). penanaman nilai dan norma melalui teladan dari semua pihak sekolah dan terintegrasi ke semua mata pelajaran. (2). manfaat yang diperoleh siswa adalah terbentuknya keperibadian yang berkarakter positif. (3). Penghambat penanaman nilai dan norma: (a). Bagi guru adalah: kurang adanya komunikas, guru terkadang Cuma memprioritaskan penyelesaian materi tanpa memperhatikan aspek dalam penanaman nilai-nilai karakter, dan masih ada siswa yang sulit diarahkan dan pergaulannya sulit dikontrol. (b). Bagi siswa adalah karakteristik siswa yang berbeda-beda, latar belakang keluarga siswa, dan respon siswa dalam memahami tata tertib sekolah.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) MELALUI MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DI MAN MODEL BANDA ACEH Restu Andrian
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 2, No 2, Oktober (2015)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v2i2.421

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah penggunaaan model STAD dapat membantu dan meningkatkan minat dan aktifitas siswa dalam belajar SKI di MAN Model Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yaitu penelitian yang bersifat refleksi dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu. Peneltian tindakan kelas ini terdapat dua siklus yaitu siklus I sebanyak satu kali pertemuan dan siklus II sebanyak satu kali pertemuan. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada kelas X Iis yang terdiri dari 36 orang siswa. Berdasarkan analisis data yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model STAD siswa dapat meningkatkan aktifitas dan minat nya dalam kelas, disaat proses pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dengan kategori sangat tinggi/sangat baik/sangat aktif/dan lain sebagainya, sehingga model STAD dapat meningkatkan minat dan aktifitas belajar siswa.
KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN GURU PRA-JABATAN: TINJAUAN TEORITIKAL Puji Ariani
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 5, No 2, Oktober (2018)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.623 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v5i2.583

Abstract

Aspek-aspek pengetahuan dan ketrampilan dasar bakal guru dalam kurikulum program pendidikan guru merupakan faktor penting yang mesti diperhatikan dalam pelaksanaan program pendidikan calon guru.Pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dibekalkan kepada calon guru dan kesesuaiannya dengan keperluan pengajaran guru yang sesungguhnya dalam pengajaran di kelas, sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengajaran guru.Secara umum, kritikan terhadap pelaksanaan program pendidikan calon guru adalah berhubungan dengan masalah terdapatnya beberapa aspek pengetahuan dan ketrampilan yang sangat diperlukan oleh guru, tetapi kurang diberikan penekanan dalam program pendidikan bakal guru.Disamping itu terdapatnya ketidaksesuaian di antara teori-teori yang dipelajari dalam program dengan pengajaran yang sesungguhnya.

Page 8 of 22 | Total Record : 216