cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pedagogik@unmuha.ac.id
Editorial Address
Jalan Muhammadiyah No 91 Batoh Lueng Bata Banda Aceh 23245
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh
ISSN : 23377364     EISSN : 26229005     DOI : -
Core Subject : Education,
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh is an open-access based on journal that contributes to improve the scientific treasures. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan and pembelajaran for researchers, professionals, lecturer, and educational practitioners on all topics related for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
THE STUDENTS’ ABILITY IN MASTERING LISTENING TEXT (A Study Between the Using of Native Speaker’s and Non-Native Speaker’s Voice of The TOEFL Class Students at NEC Banda Aceh) Cut Mawar Helmanda
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 2, Oktober (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v3i2.453

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari suara pembicara native (pembicara yang bahasa ibunya adalah Bahasa Inggris) dan non-native daam teks listening yang diberikan kepada siswa-siswa dikelas TOEFL di NAD Education Consultant, Banda Aceh. Tes digunakan sebagai instrumen agar mendapatkan data tentang kemampuan para siswa dalam menguasai teks listening yang dipengaruhi oleh suara native dan non-native. Sampel dari peneltian ini adalah 10 orang siswa tahun ajaran 2013-2014. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil dari tes yang diberikan kepada para siswa jika teks dari tes tersebut dibacakan oleh native (Amerika). Dengan kata lain, para siswa mudah untuk mengerti atau memahami tes jika teks dari tes tersebut dibacakan oleh orang Indonesia (non-native). Dapat disimpulkan bahwa para siswa lebih dekat dengan suara orang non-native. Hasil dari angket juga mempekuat kesimpulan ini, para siswa lebih mudah untuk memahami non-native (Indonesia) dari pada native. Siswa-siswa ini terbiasa mendengarkan aksen dan suara orang Indonesia. Mereka menghadapi beberapa masalah dalam memahami teks listening yang menggunakan suara native, yaitu: sulit untuk mengikuti aksen natural dan kecepatan kata yang dibaca dari native. Dari hasil ini disarankan agar para siswa dilatih untuk mendengar suara native, baik Amerika atau Inggris. Ini akan membantu mereka untuk memahami percakapan diantara para native.
Discovering EFL Learners’ Reading Strategis at STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya Rini Susiani; Puan Tursina; Elia Mustika
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 6, No 1, April (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.797 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v6i1, April.632

Abstract

This study aimed to point out (1) whatkinds of reading strategies used by EFL students at STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya? and (2) what is the common reading strategies used by those students?A quantitative research design was utilized to collect the data in which a questionnaire was used as instrument.  The questionnaire consisted of items to gain the students’ responses toward six categories of Reading Strategies implementation on their reading ability, namely: memory, cognitive, compensation, metacognitive, affective, and social reading strategies. In total 50 students ofEnglish Education Department at STKIP Muhammadiyahfrom different semester were involved as participants.The findings of the study revealed that(1)EFL students at English Education Department used the six categories of reading strategies both direct and indirect reading strategies such as cognitive, compensation, affective, social, metacognitive and memory strategies. (2) The average range of the sixreading strategies obtained from EFL students at English Education Departmentwere above 3.5 to 4.4. This indicated that the common strategies used by EFL students at STKIP Muhammadiyah Aceh Barat were cognitive, compensation, affective, social, metacognitive, and memorystrategies.Keywords: Reading and Reading Strategy
URGENSI SIKAP DALAM PENCAPAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Bachtiar Ismail
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 1, No 1, April (2014)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v1i1.370

Abstract

Learning is change to ability, skill and tenable somebody attitude in certain range of time. That growth that happened in learning that, that is behaviour change after student somebody get various experience in so many situation learn the itself, so that from various that experience will cause the change process that happened in x'self of student somebody. That of result of learning is entire  efficiency and its result  is  which  reached for  through  study process and specified with the number measured  by  pursuant to test of  result of learning. That deed and result of learning determined in the form of accretion of knowledge items which is in the form of fact, domination form the psychomotoric, and provisions in its bearing with the personality of student somebody. In learning a learning, attitude existence  one condition needed in course of study of  a learning. Attitude  is behaviour which swowing  in face of or accept something; in course of study in a learning of there are positive attitude and student negativity to science which implied in the small fish  of  learning. Hence student owned by the positive attitude to a learning  show the result learn reached for higher compared to by a student behaving negativity to a learning. 
PENGUKURAN KINERJA SEKOLAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN Balenced Scorecard Restu Andrian
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 1, April (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v4i1.491

Abstract

Kinerja menjadi tolak ukur berhasil tidaknya suatu organisasi. Keberhasilan suatu organisasi tergambarkan dari capaian yang dihasilkan dengan standar tujuan dari organisasi tersebut. Sekolah sebagai bagian dari organisasi pendidikan tentu memiliki andil besar dan tujuan dalam proses meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki kewenangan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mengetahui sejauhmana keefektifak kinerja sekolah tentu harus dilakukan pengukuran yang sistematis dan rasional agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik. Balance Scorcard merupakan salah satu alat ukur kinerja yang beorientasi pada pandangan strategis ke masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengkaji kinerja pada SMP Negeri 2 Darul Imarah dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard.
URGENSITAS PENDIDIKAN DINIYAH (Upaya Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia) Saiful Saiful
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1, April (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.875 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v7i1.778

Abstract

ABSTRACT The existence of Religious Education is regulated in Minister of Religion Decree No.1 of 2001 which aims as an effort to develop Islamic education in Indonesia. Religious education aims to educate students become a generation of qualified and noble Muslims. It intends to train students mentally and spiritually so they have detailed and comprehensive knowledge of the Islamic religion. Religious education carried out at formal and non-formal institutions is an effort to develop Islamic education in Indonesia which is guided by the fundamental values contained in the Qur'an and Hadith. In addition, it is also as a controller of the current globalization that is so fast. Religious education is divided into three levels, namely (a) Diniyah Awaliyah education is for MI/ SD level education. (b) Diniyah Wustha education is for MTS / SMP level education. (c) Diniyah ‘Ulya education is for MA / SMA level education. The formal religious education curriculum includes: Civics, Bahasa, Mathematics, Natural Sciences and Cultural Arts. While, the non-formal religious education curriculum includes: Al-Qur'an, hadith, Aqeedah, Fiqh, History of Islamic Culture, Arabic language, and Practice of worship.Keywords: Urgensity, Religious Education, Islamic Education ABSTRAK Eksistensi Pendidikan Diniyah diatur dalam Keputusan Menteri Agama No.1 Tahun 2001 yang bertujuan sebagai upaya pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan diniyah bertujuan mendidik santri menjadi generasi Islam yang berkualitas dan berakhlak mulia. Pendidikan diniyah bertujuan melatih mental dan spiritual anak didik sehingga memiliki pengetahuan agama Islam secara detail dan menyeluruh. Pendidikan diniyah yang dilaksanakan pada lembaga formal dan non formal merupakan upaya pengembangan pendidikan Islam di Indonesia yang berpedoman kepada nilai-nilai mendasar yang terkandung dalam al-Qur’an dan Hadits. Selain itu, pendidikan diniyah merupakan pengontrol terhadap arus globalisasi yang begitu cepat. Pendidikan diniyah terbagi kepada tiga jenjang, yaitu (a) Pendidikan diniyah awaliyah yaitu pendidikan tingkat MI/SD. (b) Pendidikan diniyah wustha, yaitu pendidikan tingkat MTS/SMP. (c) Pendidikan diniyah ‘ulya, yaitu pendidikan tingkat MA/SMA. Adapun kurikulum pendidikan diniyah formal meliputi: PKn, bahasa Indonesia, matematika, ilmu pengetahuan alam dan seni budaya. Sedangkan kurikulum pendidikan diniyah non formal meliputi: Al-Qur’an hadits, aqidah akhlak, fiqh, sejarah kebudayaan Islam, bahasa arab, dan praktek ibadah. Kata Kunci: Urgensitas, Pendidikan Diniyah, Pendidikan Islam 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM MATERI MICROSOFT EXCEL PADA MATA KULIAH APLIKOM MELALUI METODE TUTOR SEBAYA PADA MAHASISWA FKIP PGSD UNSYIAH BANDA ACEH Masyithah Masyithah
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 2, No 1, April (2015)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v2i1.416

Abstract

This study was a classroom action research aimed to analyze the implementation of peer tutoring to improve students’ learning in Microsoft Excel and to assess students’ activity during the learning. The subjects were 32 students of Room 01 PGSD FKIP Unsyiah Banda Aceh. This study was conducted in three cycles each started with planning lesson plan, implementation of the lesson plan, observation of the lesson, and reflection. Students’ activities during the teaching and learning process were recorded using observation sheets. The scores ranged from low to excellent. Students’ achievements were assessed using an instrument designed by the team of researchers. The data obtained were then analyzed descriptively for each cycle. Result showed that in cycle I, the score for students’ activity was 1.4 (low) and then in cycle II the score was 2.3 (good). Finally in cycle III, the score was 3.5 (good). As for students’ achievement in cycle I, the average was 63.41 (C+) with only 1 student got an A, 9 students got a B, 16 students got a C+, 4 students got a C and 1 student got a D. In cycle II, the average was 68 (C+) with 1 student got a B+, 11 got a B, 19 got a C+, and 1 student got a C. In cycle III, the average was 78 (B+) with 3 students got an A, 12 students B+, and 17 students got a B.
KARAKTERISTIK INTUISI MAHASISWA UIN DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIRNYA Hafriani Hafriani
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.342 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.560

Abstract

Setiap mahasiswa pada saat memahami atau menyelesaikan masalah matematikamemerlukan waktu atau strategi penyelesaikan yang berbeda. Menurut Polya, tahap dalam menyelesaikan masalah terdiri dari 4 tahap yaitu: memahami masalah, merencanakan masalah, menyelesaikan masalah dan mengecek kembali jawabannya. Pemecahan masalah sangat erat kaitannya dengan intuisi. Kognisi intuitif atau intuisi dijelaskan oleh Fischbein (1987) sebagai kognisi yang secara subjektif kebenarannya terkandung di dalamnya, dapat diterima dengan sendirinya dan secara langsung, holistik, penggiringan dan pemerkiraan. Kognisi intuitif berbeda dengan kognisi secara analitik. Penjelasan kebenaran suatu pernyataan karena harus membuktikan merupakan kognisi yang bersifat analitik, tetapi kebenaran yang munculnya secara subjektif dan diterima secara langsung (tanpa pembuktian secara formal) merupakan kognisi secara intuitif. Bila diperhatikan, bahwa banyak siswa pandai dalam memecahkan soal matematika sering menggunakan cara-cara yang cerdas di luar dugaan dan kebiasaan, sehingga memberikan jawaban yang singkat dan akurat. Sebaliknya pada siswa-siswa yang mempunyai kemampuan matematika sedang atau rendah, cara yang digunakan untuk memecahkan soal, cenderung memberikan jawaban yang panjang lebar dan terkadang kurang akurat, bahkan banyak siswa yang kemampuan matematikanya rendah mengalami kesulitan untuk menemukan cara dalam memecahkan masalah matematika. Hal tersebut menunjukkan ada kaitan antara kemampuan matematika yang dimiliki siswa dengan intuisi yang digunakan siswa dalam memecahkan masalah matematika.Beberapa karakteristik berpikir intuitif yangcenderung digunakan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika antara lain: (1) direct, self-evident, (2) intrinsic certainty, (3) perseverance dan coerciveness, (4)  extrapolativeness, (5)global (globality)dan implisit (implicitness). Pada setiap menyelesaikan masalah matematika dari memahami masalah sampai memeriksa kembali jawaban, ada sebagian mahasiswa yang memilki intuisi dan ada juga mahasiswa yang tidak memilki intuisi.
NUMBER SENSE PESERTA DIDIK SMK NEGERI PENERBANGAN ACEH Arhamni Hamid; Elva Wirda; Iklima Iklima
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 2, Oktober (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.426 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v7i2.822

Abstract

Pembelajaran matematika hilang keindahan serta kebermaknaannya jika hanya mengutamakan perhitungan tanpa makna. Para ahli menyatakan jika seseorang memiliki number sense yang baik, matematika akan terasa indah dan menyenangkan sehingga self concept terhadap matematika juga lebih baik. Number sense sangat membantu seseorang untuk melihat kelogisan suatu hasil perhitungan, sehingga ruh dari matematika akan ditemukan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi number sense peserta didik SMK Negeri Penerbangan Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian enam peserta didik SMK Negeri Penerbangan Aceh  yang memiliki kemampuan matematika yang terbaik dengan pertimbangan berdasarkan nilai rapor pada semester tiga. Instrumen penelitian ini adalah soal number sense dan dikumpulkan melalui wawancara berbasis tugas. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa strategi number sense keenam subjek masih dalam kategori belum baik walaupun ada satu subjek yang telah menggunakan strategi number sense hampir di semua penyelesaian soal, namun masih dalam kategori belum baik. Indikasi keenam subjek belum memiliki strategi number sense yang baik yaitu belum memiliki ide-ide yang bervariasi (hanya mampu menyelesaikan dengan satu cara), belum mampu berhitung secara fleksibel dengan angka dan operasi, belum mampu mengidentifikasi secara fleksibel dengan angka dan operasi, belum mampu mengidentifikasi hubungan yang cepat dan penting. Diharapkan dari penelitian ini bagi dosen, guru, mahasiswa  sebagai calon guru, mengkaji lebih lanjut tentang number sense sehingga ada perubahan paradikma berpikir terhadap matematika dimasa depan.
TABAQAT AL-KUBRA IMAM IBN SA’AD (230 H) Muhammad Fadhillah
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 1, April (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v3i1.439

Abstract

Imam Ibn Saad merupakan pakar yang handal dan terkenal pada abad ke 3H, beliau dilahirkan di Basrah pada tahun 168H , Ibn Saad dikenal dengan al-Katib al-Waqidi. “Tabaqat al-Kubra” (karyanya) merupakan kitab al-Ansab, al-Rijal, al-Tarikh, al-Tarajum dan sebagainya. Kitab ini disebut juga dengan “Tabaqat al-Kabir” Dalam kitabnya beliau membahas tentang sirah Nabi Muhammad saw, para Sahabat dan tabi’in secara terperinci, sehingga banyak ulama sirah yang menukilkan pendapat beliau dan dijadikan rujukan sebagai sumber utama. Pembahasan kitab ini dibagi menjadi dua bagian, pembahasan pertama meliputi sirah Rasul, biografi para sahabat dan tabi’in, sedangkan pada pembahasan selanjutnya, menceritakan secara khusus biografi dari golongan wanita. Dalam rihlahnya menunutut ilmu, selain Muhammad bin Umar al-Waqidi sebagai gurunya, beliau juga banyak mengambil ilmu dari ulama-ulama yang hidup pada masanya sehingga banyak ulama memandang beliau sebagai pakar ilmu dalam bidang hadits, bahkan mereka juga menganggap Ibn Saad tabahur fi al-Hadits, sirah, al-Akhbar, fiqh dan ilmu yang lainya, dan merekapun melayangkan pujiannya kepada beliau. Saat ini kitab beliau masih menjadi rujukan dan panduan bagi ahli al-ilmu meskipun beliau sudah wafat pada tahun 230H.
PENGARUH SOSIALISASI MODEL PROJECT CITIZEN UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA PENGEMBANGAN SIKAP NASIONALISME Hafidh Maksum
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 3, No 2, Oktober (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v3i2.457

Abstract

Pebahasan ini menjelaskan pengaruh sosialisasi Model Project Citizen Untuk Meningkatkan Kecakapan Pendidikan Kewarganegaraan pada Pengembangan Sikap Nasionalisme. Permasalahan yang dirumuskan, Apakah ada pengaruh kecakapan kewarganegaraan kecakapan intelektual, Kecakapan partisipantoris mahasiswa yang menggunakan model project citizen setelah dilakukan sosialisasi? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Seberapa jauh pengaruh sosialisasi model  project citizent terhadap sikap nasionalisme mahaiswa PGSD Se-Kota Banda Aceh? Penelitian tahap dua ini menggunakan pendekatan kualitatatif, jenis penelitian yang digunakan adalah  deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil yang diharapkan nantinya  adanya pengaruh senifikan pada kecakapan intelektual,  kecakapan kewarganegaraan dan kecakapan patisipatoris, pada setiap kelompok sosialisasi. Dan diharapkan Analisis data dapat menunjukkan bahwa mahasiswa merespon positif pembelajaran PKn dengan menggunakan model project citizen.Nantinya yang merekomendasi penelitian ini ditujukan kepada Dosen Pengajar PKn agar mempraktekkan pembelajaran PKn dengan model project citizen di seluruh Perguruan Tinggi di Kota Banda Aceh dalam mengembangkan sikap Nasionalisme, yang sangat mendesak untuk dilakukan demi menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia.

Page 9 of 22 | Total Record : 216