cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Praktik mistisisme Jawa dalam novel Partikel karya Dewi Lestari Arif Setiawan, M.Pd; Musaffak Musaffak
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i2.15249

Abstract

Mistisisme dalam tataran masyarakat Jawa menjadi sebuah simbol yang digunakan dalam kehidupan, terutama dalam konteks beragama.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik mistisisme Jawa dalam novel Partikel karya Dewi Lestari. Hal ini didasari oleh realitas bahwa pengarang termasuk ke dalam generasi yang tumbuh dan berkembang di lingkungan modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Partikel karya Dewi Lestari yang diterbitkan oleh PT Bentang Pustaka dengan jumlah 490 halaman pada tahun 2012. Data dalam penelitian ini mencakup satuan cerita yang terwujud dalam dialog, monolog, paragraf, sekuen cerita, bagian kalimat, maupun narasi tokoh yang menggambarkan praktik mistisisme Jawa dalam novel Partikel karya Dewi Lestari. Pengumpulan data dilakukan dengan langkah (a) membaca sumber data; (b) unitizing (mengambil data yang tepat dengan cara menandai teks; serta (c) mencatat dan menginventarisasi teks yang relevan. Setelah semua data terkumpul, maka data dianalisis berdasarkan fokus penelitian yang lebih menekankan pada praktik mistisisme Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Partikel karya Dewi Lestari menampilkan praktik mistisisme Jawa pada tataran sarengat/syariat dan tarekat. Praktik mistisisme Jawa tokoh utama pada tataran sarengat/syariat dibuktikan dengan (1) percaya terhadap jin & setan dan (2) percaya pada mitos-mitos, sedangkan pada tataran tarekat dibuktikan dengan percaya dan upaya yang dilakukan tokoh untuk menjumpai Tuhan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa praktik mistisisme Jawa dalam novel Partikel karya Dewi Lestari pada tataran syariat dan tarekat.
Daya tindak perlokusi pengguna instagram dalam unggahan bertema Covid-19 Anak Agung Ayu Dian Andriyani; I Dewa Ayu Devi Maharani Santika; Yusuf Muflikh Raharjo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15543

Abstract

Tindak perlokusi merupakan respons dari mitra tutur akibat adanya suatu tindakan. Artinya hasil tindakan seseorang memungkinkan adanya daya pengaruh terhadap mitra tutur. Penelitian ini bertujuan menemukan makna tindak perlokusi followers terhadap hasil unggahan bertema Covid-19 milik akun Kemenkes_ri. Sumber data penelitian bukan berasal dari dialog natural peserta tutur yang bersifat semuka, melainkan pertemuan maya melalui teknologi digital di media sosial yaitu, instagram. Data primer yang digunakan adalah respons para followers terhadap hasil unggahan dari Kemenkes-ri. Penelitian ini menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik pengumpulan data yaitu, mendokumentasi, membaca, dan mencatat setiap komentar hasil unggahan pemilik akun @kemenkes_ri bertemakan Covid 19 selama 6 bulan. Pendekatan padan pragmatik untuk menganalisis data yang telah diklasifikasikan guna mengelompokkan data berupa teks yang mengandung daya perlokusi. Metode analisis data adalah metode padan pragmatik didukung oleh konteks situasi. Hasil penelitian menemukan dua jenis respons baik positif maupun negatif dengan makna tindak perlokusi sangat bervariasi. Respons positif bentuk (1) apresiasi, (2) dukungan serta (3) harapan terhadap kebijakan dan kegiatan pemerintah, sedangkan respons negatif mengandung (1) kekecewaan, (2) kemarahan, (3) kekesalan, (4) pertanyaan rasa kurang percaya terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 di Indonesia. Berbagai respons terlihat mewakili aspirasi rakyat kepada pemerintah untuk lebih sigap dalam menangani kasus Covid-19 di Indonesia.
Case grammar in film “the Professor and the Madman” based on Charles J. Fillmore’s Perspective Abdul Basid; Argha Zidan Arzaqi; Ali Makhfud Afiyanto
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.15870

Abstract

The sentences spoken by the actors in the dialogue contained in the film “the Professor and the Madman” consist of a variety of structures that form a grammatical construction, so that the sentences can be understood and the dialogue can run well and smoothly. In the context of Charles J. Fillmore’s case grammar, the various structures that form a grammatical construction in a sentence are called modality and proposition. In a line with that background, the purposes of the research are: (1) to reveal the modality in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore; (2) to describe the proposition in film “the Professor and the Madman” based on the perspective of Charles J. Fillmore. This research is qualitative, descriptive and literary research. The data source in this research is film “the Professor and the Madman” directed by P.B. Shemran. The data collection techniques in this research use watching, reading-listening and taking note. The data analysis techniques consist of three stages, namely: (1) choosing and classifying data based on modality and its forms; and proposition and its forms; (2) illustrating and writing down case grammar elements and their forms on the table, explaining them sequentially and interpreting them based on Charles J. Fillmore’s perspective; and (3) conducting the induction of interpretation summary to obtain substantive and formative conclusions. The results are: (1) modality has types, including tense: past, present and future; mode: desiderative, imperative, indicative, and interrogative; negation: no and not; adverb: frequency, manner, degree, quantity, and explanatory; (2) there are several types of proposition. They are agentive case (A): first personal pronoun, second pronoun, and third pronoun; experiential case (E): verb (basic) and verb (modal); instrumental case (I): noun and sense; objective case (O): human and thing; source case (S): noun phrase and noun; goal case (G): human and place; locative case (L): area, part of house, and office; time case (T): part of the day, year, and century; collateral case (C): with + noun; and benefactive case: for + noun. Based on the results of this research, it can be concluded that if a sentence is viewed from the case grammar theory, then it must have an inner structure consisting of modality and or proposition. Modality and proposition consist of types and each of types has the various forms.
Tipe modifikasi fonem kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia pada surat kabar online berbahasa Indonesia Gigit Mujianto; Sudjalil Sudjalil
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.16206

Abstract

Sering digunakannya kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia dalam surat kabar berbahasa Indonesia, akan berdampak pada pemekaran kosakata bahasa Indonesia. Terkait dengan pemerkayaan kosakata bahasa Indonesia, penelitian mengenai tipe modifikasi fonem kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia pada surat kabar berbahasa Indonesia jawa pos.com perlu dilakukan terutama untuk menemukan perubahan struktur fonem pada kata serapan asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe modifikasi fonem kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia pada surat kabar online berbahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan yang digunakan adalah model analisis morfologis. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar Jawa Pos online edisi Maret 2020 pada rubrik sport, informasi, bisnis, ekonomi, politik, dan fashion. Data dalam penelitian ini adalah berupa kata serapan asing ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat dalam surat kabar Jawa Pos online edisi Maret 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model Miles dan Hubberman. Dari hasil penelitian ditemukan 8 tipe modifikasi fonem pada kata serapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia yang telah ditemukan dalam penelitian, yakni (1) tipe tanpa penyesuaian ejaan (TTPE), (2) tipe penyesuaian ejaan (TPE), (3) tipe penyesuaian gugus fonem (TPGF), (4) tipe penyesuaian sufiks asing (TPSA), (5) tipe jejeran konsonan atau vokal kembar (TJKVK), (6) tipe gabung I (penggabungan TPE dan TPGF), (7) tipe gabung II (penggabungan TPE dan TPSA), dan (8) tipe gabung III (penggabungan TPGF dan TJKVK). Perkembangan kosakata serapan perlu dilakukan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan jenis kata, ungkapan, istilah yang mampu mewadahi dan mengungkapkan aspek-aspek kehidupan, kejiwaan masyarakatnya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dwifungsi tuturan oposisi dalam masyarakat bersosiokultur Jawa Fauzan Fauzan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i1.16407

Abstract

Kemunculan tindak tutur oposisi dalam wacana rembuk desa tidak terhindarkan, bahkan dalam tataran tertentu menghasilkan dwifungsi tuturan oposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tuturan oposisi dan daya pragmatik tuturan oposisi dalam rembuk desa. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini adalah ethno-pragmatics study yang dilaksanakan di sebuah kelurahan di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Dihadiri oleh kurang lebih 30 orang warga pada tingkat RW dan 50 perwakilan warga dalam rapat Rencana Pengembangan Desa, rembuk desa ini dilaksanakan selama 120 menit, dan peneliti menjadi partisipan observer sebagai unsur akademisi dengan institusi berlokasi pada kelurahan tersebut. Data yang diperoleh selama observasi didokumentasikan dalam bentuk audiovisual yang ditranskripsikan dan dicatat dalam bentuk fieldnote untuk dianalisis sesuai dengan metode padan dan agih. Untuk melengkapi data, interview dilakukan secara mendalam. Temuan dari penelitian ini adalah adanya dwifungsi tuturan oposisi yang meliputi (1) tindak tutur oposisi menolak sekaligus mengeluh, (2) tindak tutur oposisi menolak sekaligus membentak, (3) tindak tutur oposisi menuntut sekaligus membentak, dan (4) tindak tutur oposisi menuntut sekaligus menyindir. Sementara itu, daya pragmatik yang muncul sebagai akibat munculnya dwifungsi tuturan oposisi meliputi (1) melaksanakan, (2) menyetujui (3) membujuk, (4) menggerutu, (5) menyanggah dan (6) berkonfrontasi. Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa ada pergeseran nilai dalam sosiokultural Jawa. Akan tetapi, pergeseran tersebut masih memperhatikan empan papan dan tidak berlaku sepenuhnya. Pemahaman terhadap pergeseran pola komunikasi masyarakat Jawa beserta pola tindak tutur oposisi ini dapat berimplikasi terhadap upaya meminimalisasi terjadinya konflik dalam tuturan.
Karakteristik bahasa suluk dan janturan dalam pagelaran wayang purwa Jawa Timuran lakon Resa Saputra oleh Ki Dalang Bambang Sugia Paramitha Dewi I
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.15978

Abstract

Pagelaran wayang menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan oleh sebagian masyarakat Jawa. Setiap pagelaran wayang digelar selalu menggunakan gaya bahasa yang memiliki karakteristik tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji karakteristik bahasa suluk dan janturan Ki Bambang Sugia ditinjau dari aspek sosiopragmatiknya, sebab aspek bahasa sebagai media ekspresi seninya begitu variatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan dalang yang berupa kata-kata, frasa, dan kalimat. Sumber data penelitian ini berupa rekaman pertunjukan wayang purwa oleh Ki Bambang Sugia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dihasilkan simpulan sebagai berikut: Bentuk Register bahasa suluk dalam pertunjukan wayang purwa lakon Resa Saputra oleh Ki Bambang Sugia terbagi menjadi 6 (enam) bagian. Bentuk register pada bahasa janturan terbagi menjadi 3 (tiga). Bentuk dan fungsi diksi/ungkapan dalam bahasa suluk dan janturan dalam pertunjukan wayang purwa lakon Resa Saputra oleh Ki Bambang Sugia yaitu berupa kata denotasi, konotasi, kata khusus, kata umum, kata konkret, dan kata abstrak. Makna implikatur dalam bahasa suluk dalam pertunjukan wayang purwa lakon Resa Saputra oleh Ki Bambang Sugia di antaranya yaitu informasi, sindiran, perintah, ajakan, dan permohonan. Sedangkan bahasa janturan memiliki empat makna implikatur, di antaranya informasi, sindiran, protes, dan apresiasi.
Kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring mata pelajaran bahasa Indonesia Laili Etika Rahmawati; Vitria Indriyani Setyaningsih
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.16326

Abstract

Pembelajaran daring saat ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispikan tingkat kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring mata pelajaran bahasa Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek dan objek penelitian berfokus pada siswa kelas VII dan guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 17 Surakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara, menyebarkan kuesioner melalui google form, dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data dan sumber data. Hasil penelitian berdasarkan empat indicator kemandirian menunjukkan bahwa: (1) berdasarkan kategori ketidaktergantungan terhadap orang lain menunjukkan hasil sebanyak 82 dari 122 responden masih sering atau kadang meminta bantuan orang tua ketika pembelajaran daring; (2) kategori berperilaku sesuai inisiatif sendiri menunjukkan hasil yang tergolong kesadaran siswa masih rendahl; (3) kategori kemampuan dalam memecahkan permasalahan sendiri juga menunjukan hasil sebanyak 82 siswa meminta bantuan guru ataupun orang tua ketika kesulitan belajarnya dalam mengerjakan soal; dan (4) tingkat kedisiplinan siswa dalam pembelajaran daring sudah tergolong baik. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan empat kategori tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemandirian siswa dalam pembelajaran daring mata pelajaran bahasa Indonesia masih rendah, tetapi termasuk dalam kategori dependen.
Dialogic-interactive media: Alternative learning media to improve speaking skills Atmazaki Atmazaki; Syahrul Ramadhan; Vivi Indriyani; Jeihan Nabila
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.16402

Abstract

The COVID-19 pandemic has not ended, so the learning process is still being carried out online. This results in ambiguity about how to teach. Language learning must be able to improve language skills, but some of these skills are difficult to teach. Based on the survey, speaking skills are the most difficult skills to teach online. Efforts are needed to overcome this, because speaking is considered the ultimate goal of language learning and the most basic skill to achieve. The purpose of this study was to develop dialogic-interactive media to improve students' speaking skills. The type of research used is development research using the Plomp Model (Preliminary Research, Prototype Phase, & Assessment Phase). Based on the research stages, the research objectives described in this article are to (1) describe the results of development research at the Preliminary Research stage and (2) describe the results of development research at the Prototyping Phase. The data analysis technique used in this research is descriptive data analysis technique. Based on the results of the study, it is shown that the use of learning methods and media in learning to speak has not helped students to improve their speaking skills. Therefore, interactive dialogical media were developed (introduction, interactive setting, everyday talk, learning talk, teaching talk, presenting; questioning; extending) and the teacher had a good response to the media model developed for use in learning to speak.
Analisis istilah wacana kebijakan pembatasan sosial covid-19 di Indonesia Nursalam Nursalam; Sulaeman Sulaeman; Irvan Mustafa
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.16500

Abstract

Pembatasan sosial covid-19 di Indonesia menggunakan ragam istilah yang dinilai mengandung wacana. Penelitian ini bertujuan menganalisis identitas teks, ideologi penciptaan teks, hingga praktik sosial yang melatarbelakangi penciptaan teks wacana kebijakan pembatasan sosial terkait covid-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Sumber data penelitian media online yang memuat istilah-istilah dalam pembatasan sosial covid-19 yang dinilai sebagai teks wacana. Kemudian, informan sebagai unsur akademisi dan masyarakat umum yang memiliki pandangan khusus terkait istilah wacana covid-19. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data yang dilakukan mencakup studi dokumentasi dan wawancara mendalam berupa teks-teks dalam penanganan covid-19 dan tuturan verbal. Kesimpulan hasil penelitian ini ditemukan ada enam teks atau istilah wacana dalam penanganan covid-19 di Indonesia, yakni (1) lockdown, (2) social distancing, (3) physical distancing, (4) karantina wilayah, (5) pembatasan sosial berskala besar, dan (6) darurat sipil. Adapun ideologi penciptaan teks yang dimuat dalam discourse practice meliputi aspek produksi dan konsumsi teks. Dalam aspek produksi, teks dibangun sebagai wacana pencegahan covid-19. Wacana tersebut menuai resistensi masyarakat sebagai bagian dari aspek konsumsi masyarakat. Selanjutnya, praktik sosial yang melatarbelakangi penciptaan teks wacana kebijakan pembatasan sosial meliputi pertimbangan ekonomi dan pertimbangan politik. Pertimbangan ekonomi adalah cara pemerintah menjaga legacy ekonomi, sementara pertimbangan politik adalah cara pemerintah menjaga citra politiknya.
Dimensi gender dalam novel-novel Indonesia Periode 1920-2000-an berdasarkan kajian kritik sastra feminis Muyassaroh Muyassaroh
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.16558

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang didasari oleh fenomena bahwa ideologi gender yang berlaku pada masyarakat dapat mewarnai karya sastra yang dihasilkan. Sebagai kreasi imajinatif, muatan ideologi gender yang diemban novel tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat saat karya itu diciptakan. Begitu pula, novel-novel Indonesia periode 1920—2000 merepresentasikan ideologi gender yang berkembang saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  gambaran tokoh perempuan dalam novel-novel Indonesia periode 1920—2000 sebagai akibat adanya ideologi gender. Untuk mendeskripsikan hal tersebut, digunakan pendekatan kritik sastra feminis. Kritik sastra feminis ini berupaya membongkar ketimpangan gender antara laki-laki dan perempuan, sehingga mengakibatkan diskriminasi dan kekerasan pada perempuan yang terdapat dalam karya sastra. Ketimpangan gender yang terjadi disebabkan oleh dikotomi peran perempuan. Pada periode sebelum kemerdekaan, peran perempuan dibatasi pada sektor domestik, sedangkan sektor publik mulai didiami perempuan sesudah kemerdekaan. Sumber data penelitian ini adalah sebelas novel Indonesia yang diterbitkan pada periode 1920—2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan yang digambarkan dalam novel-novel periode 1920—2000 berkutat pada kategori sektor domestik dan publik. Akan tetapi, kedua sektor yang didiami tokoh-tokoh perempuan mengalami perkembangan pesat. Eksistensi perempuan pada ranah pubik semakin kuat seiring dengan perubahan zaman. Sebaliknya, domestifikasi posisi dan peran perempuan semakin berkurang karena mereka mengaktualisasikan diri dalam masyarakat, bidang ekonomi dan pendidikan, serta menentukan pilihan.