cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Ibhas: Ludling bahasa Minangkabau dialek pesisir selatan Fadlul Rahman; Novarina; Santi Kurniati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.16979

Abstract

Ludling dikenal sebagai bahasa rahasia, atau bahasa terbalik adalah pengucapan khusus yang melibatkan manipulasi fonologis dari bahasa aslinya. Bahasa Minangkabau sebagai bagian dari rumpun bahasa Melayu kaya akan variasi ludling namun penelitian mengenai ludling ini masih sangat sedikit sekali. Sumber data dari penelitian ini adalah ludling yang digunakan oleh penutur bahasa Minangkabau dialek Pesisir Selatan yang lahir pada tahun 1980an sampai awal 1990an. Istilah ibhas digunakan untuk ludling yang dihasilkan dari daerah ini, \ibhas\ adalah ludling dari \bahaso\ yang digunakan oleh para penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan ibhas ludling serta menggambarkan fenomena aturan yang ada pada ibhas ludling dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan adalah teknik rekam dan teknik wawancara. Data ditranskripsi dan dianalisa menggunakan program elan dan toolbox, sehingga terkumpul korpus ibhas. Dari hasil penelitian ditemukan pembentukan ludling berdasarkan kata dasar dengan silabel, kata berafiks, dan kata depan. Dalam pembentukan ibhas ludling terjadi penambahan segmen [i] pada kata dua silabel dengan awal bunyi K dan segmen [si] pada awal bunyi V dan terjadi penghilangan K, V, atau KV pada silabel kedua. Penyisipan segmen [i] setelah silabel pertama terjadi pada kata dengan tiga silabel dan penghilangan separuh bunyi atau penuh pada silabel ketiga. Aturan yang didapat dalam ludling ini adalah: KVKV(K)(V)à[i]-KVK; KVVKà[i]-KVV; VK(K)VKà [si]-VK; KVKVKVàKV-[i]-KVK. Sebagaimana bahasa yang terus berkembang ludling pun ikut berkembang dengan pesat. Ludling tidak hanya dapat dilihat dari sisi internalnya tetapi dapat juga dari segi eksternal seperti dari segi sejarah, sosial budaya, dan lainnya.
Kata-kata emotif pengungkap rasa kasih dalam Anak Bajang Menggiring Angin Sindhunata: Perspektif stilistika pragmatik Yuliana Setyaningsih; Kunjana Rahardi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.16983

Abstract

Ekspresi terhadap objek dapat disampaikan melalui kata-kata yang memiliki daya stilistika untuk mewakili kondisi objek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna pragmatik dari pemanfaatan kata-kata emotif bernuansa makna kasih sayang. Sumber data substantif penelitian ini adalah novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata yang diterbitkan pada tahun 2010. Data penelitian berupa tuturan tokoh yang mengandung kata-kata emotif bernuansa kasih sayang. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca dan teknik catat. Selanjutnya, data yang terkumpul diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan maksud kata-kata emotif pengungkap rasa kasih. Langkah berikutnya adalah triangulasi data untuk mendapatkan data yang benar-benar valid untuk dianalisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis padan ekstralingual dengan mendasarkan pada konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 10 macam makna pragmatik kata-kata emotif pengungkap rasa kasih sayang. Makna pengungkap rasa kasih tersebut dinyatakan dengan: (1) janji, (2) kekecewaan, (3) kebahagiaan, (4) kesedihan, (5) perasaan haru, (6) ratapan, (7) penyesalan, (8) permohonan doa, (9) belas kasih, dan (10) nasihat.
Narasi keseimbangan di Bali dalam novel Eat Pray Love karya Elizabeth Gilbert I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; Ronald Umbas; Ni Komang Arie Suwastini
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17178

Abstract

Eat Pray Love adalah salah satu novel laris yang mempunyai ciri kuat dalam hal penggunaan latar tempat. Unsur ini sangat jelas memengaruhi alur cerita. Pulau dewata, Bali, menjadi tempat merepresentasikan kata “love” pada judul novel. Cinta yang ditemukan di Bali dapat diinterpretasi sebagai upaya pencarian keseimbangan (the pursuit of balance) yang tegas dinyatakan dalam 36 episode terakhir novel Eat Pray Love. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi struktur naratif dari keseimbangan yang terbangun dalam cerita. Metode kajian tekstual dipadukan dengan analisis diksi dari Keraf dan prinsip keseimbangan hidup berdasar perspektif Tri Hita karana yang memandang kebahagiaan manusia tercipta dari keseimbangan relasi manusia dengan Tuhan, antarmanusia, dan alam. Penelitian ini menemukan bahwa narasi keseimbangan di Bali dalam novel Eat Pray Love adalah (1) keseimbangan hubungan dengan Tuhan, (2) keseimbangan hubungan antarmanusia, dan (3) keseimbangan hubungan dengan alam. Ketiga keseimbangan dinarasikan secara dominan melalui dua cara. Pertama, diksi berupa kata umum, kata khusus yang memiliki daya sugesti, dan kata abstrak untuk menunjukkan konsep yang hidup dalam pikiran. Kedua, narasi ekspositoris dan sugestif menunjukkan gambaran pencarian keseimbangan di Bali dalam kerangka Tri Hita Karana agar hidup menjadi harmonis. Implikasi penelitian ini adalah bahwa identifikasi suatu nilai dalam novel dapat dilihat dari diksi dan narasi, baik secara ekspositoris dengan pernyataan eksplisit dan narasi sugestif dengan penyampaian secara implisit. Hasil identifikasi dalam penelitian ini dapat menjadi bahan perenungan bagi pembaca sehingga karya sastra bisa berkontribusi dalam memberi pemahaman tentang nilai filosofis yang tumbuh di masyarakat.
Disharmoni manusia dengan lingkungan dalam novel O karya Eka Kurniawan Bella Berliana; Sarwiji Suwandi; Sumarwati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17192

Abstract

Perspektif manusia yang menganggap dirinya sebagai penguasa alam semesta dapat menimbulkan terjadinya disharmoni manusia dengan lingkungan. Sebab, melalui perspektif ini manusia tidak memandang dirinya sebagai bagian dari alam melainkan hanya sebagai pemanfaat sumber daya alam, sehingga mendorong lahirnya sikap atau tindakan yang eksploitatif dan tidak mempedulikan keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan hidup dalam novel O karya Eka Kurniawan. Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel O karya Eka Kurniawan. Data penelitian terdiri dari bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan dalam novel O karya Eka Kurniawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumen atau studi pustaka terhadap karya sastra yang berupa novel. Analisis data dilakukan secara interaktif, yaitu meliputi proses: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa novel O karya Eka Kurniawan merepresentasikan lima bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan yang meliputi: (1) eksploitasi binatang; (2) eksploitasi hutan; (3) pemukiman padat penduduk; (4) penyalahgunaan fungsi lahan; dan (5) polutan. Bentuk eksploitasi binatang paling banyak dikisahkan oleh Eka Kurniawan dalam novel berjudul O tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk disharmoni manusia dengan lingkungan yang tergambar dalam novel O karya Eka Kurniawan ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pemahaman, kesadaran, dan kepedulian manusia terhadap lingkungan.
Implikatur pada wacana vaksinasi covid-19 di akun instagram @kemenkes_ri Risnawati Risnawati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17193

Abstract

Implikatur percakapan dimaksudkan untuk menjelaskan dan menerangkan maksud tertentu yang berbeda dengan yang sebenarnya disampaikan oleh penutur. Wacana vaksinasi Covid-19 yang terdapat pada media sosial khususnya Instagram saat ini sedang menjadi bahasan yang paling menarik dan menjadi perhatian masyarakat, terlebih unggahan di media sosial memunculkan persepsi yang berbeda-beda. Pada akun Instagram Kementrian Kesehatan yang berisi informasi penting dan akurat memunculkan adanya maksud tersendiri dibalik unggahan gambar/video. Penelitian ini bertujuan menemukan implikatur pada unggahan vaksinasi Covid-19 akun Instagram @kemenkes_ri. Sumber data penelitian berasal dari unggahan tentang vaksinasi Covid-19 melalui media sosial Instagram. Data primer yang digunakan berupa gambar dan tulisan di akun Instagram @kemenkes_ri tentang vaksinasi Covid-19 selama 3 bulan. Penelitian ini termasuk jenis kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu pengambilan gambar atau dokumentasi secara langsung di media sosial Instagram. Teknik analisis data penelitian ini, yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, menyajikan, dan menyimpulkan data. Dari hasil analisis ditemukan implikatur wacana pada vaksinasi yang menekankan adanya informasi penting yang ditujukan kepada masyarakat. Selain itu, pada unggahan kemenkes-ri juga terdapat maksud mengajak masyarakat semua usia khususnya lansia untuk melakukan vaksinasi tanpa rasa takut. Hasil penelitian ini ditemukan empat bentuk implikatur, yaitu (1) mengklarifikasi, (2) menginformasikan, (3) mengajak, dan (4) menenangkan. Pada unggahan akun Instagram kemenkes_ri juga memiliki maksud mengklarifikasi adanya berita tentang kematian setelah dilakukan vaksin. Berbagai informasi tentang vaksinasi diunggah dengan menambahkan gambar dan percakapan untuk menarik perhatian rakyat khususnya pengguna media sosial Instagram agar mengikuti aturan pemerintah terkait vaksinasi. Dari sekian bentuk implikatur dapat diketahui bahwa bentuk menginformasikan dan mengajak sangat dominan dalam implikatur wacana vaksinasi Covid-19. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa implikatur pada wacana vaksinasi covid menekankan pada adanya makna tersembunyi pada unggahan Instagram
Strategi dan teknik persuasi perekrutan calon anggota baru (Studi kasus kebahasaan pada bisnis multi level marketing bodong) Sukarno Sukarno; Agung Nurdianto; Agustina Dewi Setiari
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17202

Abstract

Para pelaku bisnis Multi Lavel Marketing (MLM) seringkali memanfaatkan retorika persuasi untuk untuk merekrut nasabah sebagai anggota baru dalam bisnis MLM yang mereka geluti. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap jenis-jenis strategi dan teknik persuasi yang digunakan oleh para pembicara untuk memengaruhi dan merekrut calon anggota baru pada bisinis MLM Bodong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif kritis dengan model analisis ujaran yang mengandung unsur persuasi.  Data penelitian berupa frasa dan atau penggalan-penggalan kalimat yang mengandung unsur persuasif dikumpulkan dari empat video seminar dan testimoni oleh pembicara PT.QNET International.  Keempat video seminar dan testimoni tersebut diunduh dari empat kanal YouTube pada tanggal 13, 15, dan 18 Maret 2020. Data yang talah terkumpul diseleksi dan diberi kode menurut strategi yang digunakan dan teknik penerapan masing-masing persuasi. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan teori persuasi Aristoteles (1984) untuk mengungkap jenis strategi dan teknik persuasi yang digunakan guna merekrut anggota baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis strategi persuasi, yaitu: Logos, Etos, dan Patos. (1) Strategi logos diterapkan dengan teknik pembuktian keberhasilan, sebab akibat, slogan, penggunaan gaya bahasa, (2) strategi etos diterapkan dengan teknik penggunaan nilai keagamaan/sosial, citra positif, rendah diri, dan ungkapan, dan (3) stretegi etos diterapkan dengan teknik cerita anekdot, penciptaan emosional, dan penggunaan kalimat imperatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan masukan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayuan pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab terkait dengan penanaman modal (investasi) pada kegiatan bisnis yang menjanjikan keuntungan yang tidak wajar.
Critical thinking in evaluation instruments at BSE Indonesian language Imam Safi'i; Wini Tarmini; Lili Wahdini
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17300

Abstract

This article aims to describe the diversity of critical thinking contained in the evaluation instrument at Electronic School Book (BSE) Indonesian High School 2019/2020 Academic Year. This study uses a qualitative approach by applying the principles of content analysis. The data sources in this study were 541 evaluation instruments spread over eight teaching materials, namely compiling procedural texts, studying explanatory texts, managing information in lectures, studying life in short stories, preparing proposals, designing scientific papers, assessing works through reviews, and plays. The results showed that there were 189 evaluation instruments relevant to critical thinking aspects. Determines the credibility of a source and distinguishes between relevant and irrelevant as much as 22 or 11.6%. Identifies and evaluates unspoken assumptions and identifies biases that exist as many as 19 questions or 10.1%. Identifies the point of view as much as 100 questions or 52.9%, and evaluates the evidence offered to support as much as 7 questions or 3.7%. Based on the percentage of each critical thinking indicator, it can be concluded that efforts to develop critical thinking aspects in the evaluation instrument of the Indonesian Senior High School BSE have been developed well and are quite diverse.
Needs analysis-based ESP course design for vocational high school students Abdul Kamaruddin; Nurul Fitria; Andi Patmasari
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17591

Abstract

The objectives of this research were to find out: (1) the needs of accounting students in learning English at one of the vocational high schools in Donggala; and (2) the suitable English course design for vocational high school students. This research used a descriptive qualitative research method by involving twenty-two students majoring in accounting. The research instruments were google form questionnaires and phone interview that each instrument contained open-ended and close-ended questions. The data of this research were analyzed in four stages; namely coding, data reduction, data display, and drawing conclusions or interpretations. The researchers found that the needs of accounting students who participated in the research in learning English were in accordance with the teaching concepts of English for Specific Purposes. The language skill they needed the most was speaking. The students lacked vocabulary, pronunciation, and self-confidence to speak in English. In line with the students’ lack, the students would like their speaking skill to be developed. Based on the result of the students’ needs analysis, the researchers suggested a set of English course guidelines which consisted of four components. The first was the course rationale that covered target learners, course content, and course objectives. The second component was course materials related to accounting and about daily life. The third was teaching method and learning activities that most of the students preferred discussions and practices. The last component was assessment which consisted of a portfolio, journal, interview, observation, and self/peer assessment. The teacher could use one assessment only or more in one time for assessment based on the learning situation and the students’ needs.
Struktur kepribadian tokoh Lilian dalam novel Pink Cupcake karya Ramya Hayasrestha Sukardi (Sastra anak dalam perspektif psikoanalisis Sigmund Freud) Anita Kurnia Rachman; Fitri Resti Wahyuniarti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17625

Abstract

Sastra anak tidak hanya ditulis oleh orang dewasa tetapi juga ditulis oleh anak-anak. Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) merupakan salah satu sastra anak yang ditulis oleh anak. Penelitian ini menggunakan novel Pink Cupcake Karya Ramya Hayasrestha Sukardi. Novel ini dipilih karena tokoh Lilian merupakan anak yang manja dan sulit bersosialisasi. Tujuan penelitian ini, untuk mendeskripsikan keadaan psikologis tokoh Lilian yang terdapat dalam novel anak Pink Cupcake Karya Ramya Hayasrestha Sukardi pada aspek struktur kepribadian tokoh yang meliputi id, ego, dan superego. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Data penelitian berupa teks yang terdiri atas monolog, dialog, dan narasi yang mengambarkan sifat, tingkah laku, perbuatan, dan perkataan dalam bentuk paparan bahasa yang mendeskripsikan kepribadian tokoh Lilian dalam novel anak Pink Cupcake Karya Ramya Hayasrestha Sukardi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan data yang mengandung aspek struktur kepribadian, meliputi id, ego, dan superego tokoh Lilian. Instrumen dalam penelitian ini, yaitu peneliti sebagai instrumen utama dan kodifikasi data sebagai instrumen pendukung. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi data, mendeskripsikan hasil klasifikasi data, menganalisis data, dan menginterpretasikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepribadian yang meliputi id, ego, dan superego tokoh Lilian berkembang dengan baik sesuai dengan perkembangan tokoh Lilian. Perkembangan ini membuat tokoh Lilian mampu beradaptasi dengan kondisi di sekitarnya serta mampu menumbuhkan sikap positif.
Praktik perdagangan manusia dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal Ilmatus Sa'diyah; Adelia Savitri; Ahmad Suyuti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.17649

Abstract

Korban perdagangan manusia di Indonesia, baik anak-anak, perempuan, maupun laki-laki, banyak disebabkan oleh faktor kemiskinan dan rendahya pendidikan sehingga mudah dikelabui oleh lembaga perdagangan manusia. Dalam novel Jatisaba, perdagangan manusia terjadi melalui pencarian TKI secara ilegal. Dengan rayuan bekerja ke luar negeri dan menghasilkan banyak uang, mereka pun berangkat tanpa mengetahui bahwa mereka akan dijual, baik organ tubuh maupun jasa dalam kegiatan kriminal, seperti jual beli narkoba dan prostitusi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan praktik perdagangan manusia dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal pada aspek bentuk perdagangan manusia dan pola perdagangan manusia. Dalam novel itu, gambaran faktual tentang perdagangan manusia dinarasikan sangat detail dalam payung fiksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra lalu diinterpretasikan dengan teori perdagangan manusia di Indonesia oleh Syamsuddin dan teori pola perekrutan korban perdagangan manusia oleh Sakroni. Novel Jatisaba karya Ramayda Akmal menjadi sumber data bagi penelitian ini. Tentunya, data berupa paragraf, monolog, kalimat, atau pun dialog yang mengandung gambaran tentang perdagangan manusia. Ada pun metode penelitian ini meliputi pembacaan novel sebagai sumber data, pengumpulan data dengan menandai bagian yang mengandung perdagangan manusia, serta pencatatan dan pengelompokkan data. Terakhir, data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis flow model oleh Miles dan Huberman untuk menjawab tujuan penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada dua hal yang berkaitan dengan perdagangan manusia yang terjadi di Desa Jatisaba. Pertama, bentuk-bentuk perdagangan manusia yang digambarkan dalam novel berupa jual beli organ tubuh, prostitusi, perbudakan, dan narkoba. Seluruh bentuk itu dilakukan oleh tokoh Mae. Kedua, Mae merekrut korban dengan kekuatan uang dan janji mendapatkan pekerjaan layak sebagai TKI legal.