cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Penerapan Aplikasi 1001 Majas guna mempermudah pemahaman majas siswa SMA di Kota Malang Dini Anggita Sumantri; Wulan Ria Anggraini; Purwati Anggraini
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11164

Abstract

Majas dalam pembelajaran bahasa Indonesia merupakan sebuah objek kajian yang menarik untuk diteliti. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan siswa mengenai majas, sehingga memerlukan sebuah aplikasi yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam belajar majas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Aplikasi 1001 Majas guna membantu dan mempermudah pemahaman mengenai majas pada siswa SMA di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode persentase deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 7 Malang dan MA Al-Irtiqo’ sebagai populasi penelitian. Total terdapat 5 kelas di SMAN 7 Malang dan 2 kelas di MA Al-Irtiqo’, berdasarkan kondisi tersebut maka digunakan teknik simple random sampling untuk menentukan sampel penelitian, sehingga didapatkan siswa kelas X1 dan X3 di SMAN 7 Malang serta Kelas X1 dan X2 di  MA Al-Irtiqo’ sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan Aplikasi 1001 Majas mampu memudahkan pemahaman mengenai majas dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan (2) keberadaan Aplikasi 1001 Majas juga dapat berperan sebagai media pembelajaran yang dapat memberikan manfaat yang berguna pada siswa.
Nilai antikorupsi dalam buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus” dan “Byur!” terbitan komisi pemberantasan korupsi (kajian semiotika) Arini Dwi Putri; Aceng Rahmat; Siti Ansoriyah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11353

Abstract

Pendidikan nilai antikorupsi sebagai bagian dari pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mendapat pemahaman yang mendalam tentang nilai antikorupsi berdasarkan kajian semiotika yang terkandung dalam buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus dan Byur!” terbitan KPK. Buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus dan Byur!” merupakan buku cerita bergambar yang ditulis dan dipublikasi untuk dijadikan sebagai bahan ajar maupun media dalam menanamkan pendidikan nilai antikorupsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa resensi-resensi yang berkaitan tentang nilai antikorupsi dalam buku cerita bergambar “Peternakan Kakek Tulus dan Byur!” terbitan KPK. Hasil penelitian ditemukan 18 leksia, 8 nilai antikorupsi; (1) kerja keras, (2) adil, (3) peduli, (4) jujur, (5) berani, (6) displin, (7) sederhana, dan (8) tanggung jawab, serta lima kode pembacaan yaitu, (1) kode teka-teki, (2) kode konotatif, (3) kode simbolis, (4) kode aksian, dan (5) kode kultural atau budaya. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dua buku cerita bergambar terbitan KPK mengandung nilai antikorupsi berdasarkan leksia-leksia yang ditinjau melalui kode pembacaan Barthes dan tidak ditemukan satu nilai antikorupsi yaitu nilai mandiri.
Gaya kepenulisan Pramoedya: Stilistika atas roman Bumi Manusia Ardik Ardianto
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11688

Abstract

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer sarat akan penarasian berbagai representasi kolonial, misalnya hegemoni bahasa, dan diskriminasi rasial. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana diksi suatu kata tidak hanya digunakan sebagai pendukung pelataran tetapi jauh di dalamnya mampu menjadi sarana pengungkap kedua representasi tersebut. Sumber data utama yang digunakan adalah roman Bumi Manusia. Data utama yang ditelaah adalah pilihan diksi Pramoedya, baik berupa kata, frasa, maupun klausa yang kemudian dianalisis berdasarkan beberapa aspek, yakni terminologi, etimologi, dan konteks sosio-historisnya. Beberapa sumber referensi, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia dan beberapa artikel atau buku penunjang, digunakan sebagai sumber data sekunder. Pemerian hasil temuan yang disajikan dalam makalah ini secara sederhana menunjukkan bahwa diksi bukan merupakan pilihan kata yang netral tanpa ada muatan apa pun di dalamnya; bagaimana diksi yang digunakan oleh sang penulis mampu merepresentasikan hegemoni bahasa, diskriminasi rasial, serta keadaan sosial budaya era Kolonial Hindia Belanda. Bagi mereka yang hidup sebagai zeitgeist (anak jaman) yang hidup dengan situasi, kondisi, dan semangat pada masa kolonial, pertemuan dua budaya atau lebih (yang diwakili oleh peradaban Barat dan Timur) mampu merekonstruksi ulang pola pandang dan nilai budaya, sehingga melahirkan kosakata-kosakata baru bahkan bahasa baru untuk mewakili realitas tersebut. Adapun bagi mereka yang hidup tidak sebagai zeitgeist masa itu, penggunaan kosakata-kosakata baru tersebut mampu menjadi wahana dalam menangkap representasi budaya yang terkandung di dalamnya.
Islamic values contained in university students’ quatrains in the whatsapp group Dewi Warna
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11690

Abstract

Quatrains used to live among Malays in Indonesia, especially in South Sumatera. But now, not many people in South Sumatera use quatrains in daily life interactions among people in society. It makes quatrains almost extinct. Fortunately, a group in whatsapp namely “Grup Pantun Mahasiswa” tries to remain using quatrains in communicating among the group members. The objective of this research is to find out the Islamic values contained in the quatrains made by the students of Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Indonesia, in the whatsapp group. The method of this research was descriptive qualitative. In collecting the research data, the researcher collected the quatrains in the whatsapp group since January 21, 2019 to July 21, 2019. These quatrains were made by 321 students of Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences as the members of the whatsapp group. The group’s name is “Grup Pantun Mahasiswa”. The number of the quatrains was 649 quatrains. Next, in analyzing the research data, first of all, the researcher read and presented the quatrains in the whatsapp group. Then she classified them into topic categories: Islamic and non-Islamic topic categories. The Islamic topic categorized quatrains were subcategorized into its Islamic values. The Islamic values were then described one by one. The result of the analysis showed that out of 649 quatrains, Islamic values contained in the quatrains made by the whatsapp group members are the followings: (1) worshipping God (praying, fasting, and giving alms); (2) the sunnah of marriage; (3) respecting parents; (4) appreciating elders; (5) diligence in working & fulfilling invitations; (6) supporting one another in achieving goals; (7) comforting the sad; (8) asking for forgiveness and forgiving one another; (9) the importance of silaturrahim; (10) suggestions of doing good deeds; (11) competing in doing good deeds; (12) forbidding doing the harms; (13) helping one another; (14) praying for one another’s success; (15) unity among Muslims; and (16) praising God’s creatures. In conclusion, out of 649 quatrains as the research data, 51 quartains contained Islamic values. While, other 598 quatrains did not contain any Islamic values.
Types of speech acts and principles of mother’s politeness in mother and child conversation Silpia Rahayu
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11695

Abstract

In this study, the types of speech acts and the principles used by a mother named Fika in a conversation with her child, Nio, is investigated. The purpose of this study is to find the types and functions of a mother's speech acts when performing a communication with her child, and determine the function of the speech acts. This study employed descriptive qualitative method. The data were collected with Uninvolved Conversation Observation Technique, recording, and noting. The data obtained from the speech were in Sundanese. To analyze the data, this study used identification methods that were adapted to the theoretical foundation. The data analysis was performed using pragmatic data analysis, namely language analysis based on the pragmatic point of view. This analysis was employed to show the intention of the speaker which was expressed either explicitly or implicitly in her speech. The findings find that the dominant type of speech acts used by the mother in the conversation is assertive and the main principle is favor principle. The finding is consistent with the role of a mother as the main influencer in any child development.
Pemertahanan bahasa Tetun dalam guyub tutur masyarakat bekas pengungsi Timor-Timur di Desa Manusak Kabupaten Kupang Agnes Maria Diana Rafael; Christmas P Ate
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11708

Abstract

Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah masyarakat bahasa yang memiliki ratusan bahasa daerah yang unik. Intensitas penggunaan bahasa daerah di NTT masih cukup tinggi, hal ini merupakan salah satu cara mencegah kepunahan bahasa daerah di tengah gempuran bahasa pendatang dan bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemertahanan bahasa Tetun di Desa Manusak dengan mendeskripsikan penggunaan bahasa Tetun (BT) dalam guyub tutur masyarakat bekas pengungsi Timor-Timr di desa Manusak, serta mengetahui faktor-faktor penyebab pemertahanan bahasa Tetun (BT) di desa Manusak. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan menarapkan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 132 warga masyarakat bekas pengungsi yang menetap di Desa Manusak Kebupaten Kupang, selanjutnya data pada penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dan hasil observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu klasifikasi data, interpretasi data, dan analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa BT masih sangat bertahan meski bahasa tersebut telah bermigrasi selama 20 tahun dari tanah asalnya yaitu tanah Timor Lorosae dan menetap di Desa Manusak, kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Dari 132 informan yang diwawancarai, menunjukkan sebanyak 114 informan atau sekitar 86,36% informan menggunakan BT sebagai bahasa sehari-hari dengan kategori usia yang berbeda-beda. Selanjutnya terdapat empat faktor pemertahan BT yaitu (1) faktor loyalitas terhadap bahasa ibu, (2) faktor kebanggaan terhadap BT, (3) faktor lingkungan keluarga, dan (4) faktor migrasi dan konsentrasi wilayah.
Karakteristik pemakaian register antarpramusaji rumah makan Ayam Penyet Surabaya (kajian sosiolinguistik) Elen Inderasari; Arina Mana Sikana; Diah Arum Hapsari
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11730

Abstract

Kemunculan variasi register di Indonesia saat ini berkembang pesat di seluruh sektor dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakeristik pemakaian register antarpramusaji rumah makan ayam penyet surabaya, serta makna dan fungsi register tersebut digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan kata dan kalimat antarpramusaji rumah makan dan dokumentasi daftar menu pelanggan. Sumber data berupa tuturan lisan melalui hasil rekaman antarpramusaji dan sumber tulis dari beberapa dokumen daftar menu. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi (1) sadap, (2) bebas simak bebas libat, serta (3) rekam dan catat. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif (interactive model of analysis) Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan kebaruan bahwa adanya kekhasan karakteristik register antarpramusaji di rumah makan ayam penyet surabaya. Kekhasan kemunculan register dapat diklasifikasikan menjadi lima macam, yaitu (1) register singkatan/akronim yang digunakan untuk mempersingkat nama menu, (2) register perubahan makna yang digunakan untuk merahasiakan kode yang ada di rumah makan ayam penyet surabaya, (3) register sindiran digunakan untuk memberikan kode halus antarpramusaji, (4) register tunggal digunakan sebagai wujud kata yang keadaannya dapat berdiri sendiri tanpa perlu adanya afiksasi, (5) serta register kompleks yang keadaannya tidak dapat berdiri sendiri.
Elliptical Constructions of Advertisements Displayed on National Geographic Magazine Satyawan Anshary; Riski Lestiono
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11760

Abstract

Proper use of grammar is paramount as it affects the communication process between the addresser and the addressee. Ellipsis is one of the sub-topics in linguistics that focuses on the effective use of language in any type of discourse. To put it simply, ellipsis refers to the process of omitting/ellipting word(s) in any textual unit when the context is already established and can be assumed. This research is aimed at investigating: (1) the types of elliptical constructions found in advertisements of National Geographic Magazine and (2) the formulations of elliptical constructions in advertisements of National Geographic Magazine. A qualitative content analysis design was employed, taking all the advertisements found throughout the three issues of National Geographic Magazine from January to March 2018 as the research objects. All of the data were examined through the following steps: expert validation, identification, classification, and the elliptical operation analysis utilizing the concept of presupposition. The current study has revealed that all the three types of incohesive ellipsis were employed in the printed advertisements selected as the source material of this study. These three incohesive ellipsis types were: structural, situational, and textual, which are respectively 21, 18, and 6 data in total. These findings were associated heavily on the type of discourse used, the block-style language of printed advertisement is meant to be catchy, short, and effective for the readers upon delivering its information. This current study has come to its conclusion that ellipsis has colored the sentence formulations of advertisement in which economy contributes to its distinct features compared to other existing discourses.
Shift-learning towards remote area on freshers of english education at Universitas Ahmad Dahlan Muhammad Sandy Al Fath; Muhammad Abdul Azis; Didik Murwantono
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11779

Abstract

The development of technology brings a bunch of changes in every aspect in the world. In the education fields, it brings new concepts; a sense of easiness in learning and teaching process, such as, easiness of receiving information (knowledge) through internet, conducting teaching and learning process in distance area. This new concept is called shift – learning. E-learning systems are different from learning that is usually held in class (traditional learning). In industrial revolution 4.0, it is important that we use internet to fulfill the objective of education. This paper aims to identify the way fresh students from remote areas handle this situation. This research used descriptive qualitative. The research subjects consisted of 12 students of the English Language Study Program of Universitas Ahmad Dahlan in 2019. Data collection techniques were carried out using observation and interviews. From the student’s perspectives, it was found that Shift-learning (e – Learning) is not something new for them, Shift-learning (e – Learning) leads students to broaden their knowledge, making them flexible to access the materials. However, less supported facility becomes the significant challenge.  It showed that most English students from remote areas are ready to use e-learning in learning English because e-learning is not something new to them. Although less supporting facility and guidance from lecturers become the challenges for students, these do not stop them from using e-learning.
Penggunaan simbol bahasa berlatar agama antara mahasiswa muslim dan nonmuslim serta manfaatnya bagi dakwah Muhammadiyah Abdul Hafid; Abdulrahman Hatsama
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v6i1.11828

Abstract

Sikap berbahasa masih menjadi salah satu masalah dalam berinteraksi, ini membuka peluang penelitian di bidang sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan simbol bahasa berlatar agama antara mahasiswa muslim dan nonmuslim di STKIP Muhammadiyah Sorong, dan (2) alasan penggunaan simbol bahasa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di STKIP Muhammadiyah Sorong. Pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, dan introspeksi. Model analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan simbol bahasa berlatar agama Islam yang digunakan adalah (1) salam, (2) nama Allah, (3) syukur, (4) ampunan, (5) insyaallah, (6) subhanallah, dan (7) selamat Idul Fitri. Simbol berlatar agama Kristen yang digunakan adalah (1) shalom, (2) Yesus, (3) haleluya, (4) puji Tuhan, (5) Tuhan Allah, (6) selamat Natal, dan (7) Tahun Baru. Alasan penggunaan simbol berlatar agama Kristen adalah minoritas, toleransi, adanya teman dan keluarga beragama Kristen. Alasan penggunaan simbol berlatar agama Islam adalah lingkungan sosial, perguruan tinggi Islam, teman, dan keluarga beragama Islam, belajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, bermakna baik. Temuan pragmatis bagi dakwah Muhammadiyah adalah (a) membuktikan Muhammadiyah diterima oleh semua kalangan, serta (b) Muhammadiyah berpeluang mendakwahkan agama Islam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di STKIP Muhammadiyah Sorong terdapat pertukaran penggunaan simbol bahasa berlatar agama antara mahasiswa muslim dan nonmuslim, alasan penggunaannya untuk menjalin komunikasi tanpa batas, dan bermanfaat bagi dakwah Muhammadiyah.