cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertambangan
ISSN : 24424234     EISSN : 29863910     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023): Januari" : 10 Documents clear
Rancangan Urutan Penambangan Batubara Mingguan Bulan April 2022 Berdasarkan Ketersediaan Alat Mekanis Di Tambang Terbuka Pit B Utara PT. Prima Sarana Gemilang, Job Site PT. Pada Idi, Desa Luwe Hulu, Provinsi Kalimantan Tengah Rafi Dzarbila Akhyar; Edy Nursanto; Inmarlinianto Inmarlinianto; Shofa Rijalul Haq
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9149

Abstract

PT. Prima Sarana Gemilang (PT. PSG) adalah kontraktor pertambangan dan konstruksi umum di Indonesia. Perusahaan ini mempunyai salah satu jobsite penambangan di PT. Pada Idi yang berlokasi di Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Sistem penambangan yang digunakan yaitu sistem tambang terbuka dengan metode strip mine coal mining. PT. PSG memiliki target produksi overburden sebesar 800.000 BCM/ bulan dan batubara sebesar 60.000 MT dengan nilai stripping ratio maksimal 12: 1. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan urutan penambangan batubara mingguan pada bulan April 2022 yang meliputi forecast production berdasarkan ketersediaan alat, rancangan kemajuan penambangan mingguan, dan rancangan disposal mingguan. Metodelogi penelitian yang dilakukan menggunakan studi literatur untuk mencari referensi yang mendukung penelitian ini. Kemudian melakukan studi lapangan mengenai permasalahan yang ada di PT. Prima Sarana Gemilang. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data yang telah didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan software Microsoft excel dan Minescape 5.7 sehingga menghasilkan suatu kesimpulan berupa rancangan urutan penambangan mingguan yang memenuhi perhitungan forecast production dengan rencana target produksi penambangan batubara sebesar 820.837 ton/tahun untuk overburden dan 70.154 MT untuk batubara. Rancangan urutan penambangan mingguan dibuat didasarkan pada rencana target produksi yang telah ditentukan dengan kapasitas besaran dilebihkan 2% untuk menggantikan kehilangan dari proses pengangkutan. Rancangan disposal terletak 1000 m di sebelah barat laut dari pit A. Total kapasitas disposal berdasarkan desain sebesar 1,042,463 LCM. Besarnya kapasitas disposal lebih besar 2% setiap minggunya terhadap reserve berdasarkan desain dengan jenis timbunan yang diterapkan adalah terrance dump. Jenis timbunan terrance dump dipilih karena topografi di daerah penelitian tidak begitu curam. Kebutuhan alat pada setiap minggunya berbeda-beda dikarenakan faktor ketersediaan alat berat dan jarak menuju disposal.
Penentuan Tinggi Tanggul Penahan Banjir Berdasarkan Model Sejarah Tinggi Air Sungai dan Data Curah Hujan Faizal Agung Riyadi; Shenny Linggasari; Heru Suharyadi
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9155

Abstract

Keberlanjutan suatu operasi penambangan tidak terlepas dari banyak aspek dalam tahap perencanaan dan rencana yang sesuai untuk mengatasi potensi permasalahan yang ada, salah satunya adalah aspek hidrologi. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam suatu masalah hidrologi adalah terkait dengan drainase dan upaya untuk mengantisipasi potensi masalah yang dapat timbul saat penambangan berlangsung. Pada daerah yang dekat dengan sungai, potensi luapan sungai atau banjir menjadi hal yang sangat penting dan perlu diantisipasi dalam perencanaan tambang. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan membuat tanggul untuk menghalau luapan air atau banjir dari aliran sungai memasuki wilayah tambang. Penelitian ini akan membahas suatu metode yang diajukan untuk memprediksi kebutuhan tinggi tanggul dengan cara mengkorelasikan data sejarah banjir dan curah hujan. Dengan adanya model fungsi antara curah hujan dengan tinggi elevasi air sungai, diharapkan mampu memberikan petunjuk terkait dengan kebutuhan tanggul yang diperlukan untuk mengantisipasi luapan air sungai dan banjir di sekitar daerah penelitian.
Evaluasi Kinerja Unit Coal Firing 3 di PT. Aneka Tambang UBP Nikel Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara Aan Kurni Nuryanto; Untung Sukamto; Ketut Gunawan; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9150

Abstract

Kegiatan Coal Firing yang dilakukan oleh PT. Aneka Tambang UBP Nikel Sulawesi Tenggara yaitu bertujuan untuk mengkondisikan batubara sebagai bahan bakar utama pada proses pemanasan bijih nikel di rotary dryer dan rotary kiln. Pada kegiatan ini batubara akan direduksi ukurannya menggunakan grinding mill, selain itu juga terjadi reduksi kadar air pada batubara dengan menggunakan udara panas yang terdapat di dalam grinding mill. PT. Aneka Tambang UBP Nikel Sulawesi Tenggara Unit Coal Firing 3 mempunyai target produksi pulverized coal pada bulan Desember 2021 sebesar 6.320,30 ton, sedangkan jumlah umpan raw coal pada bulan tersebut hanya sebesar 24,66 ton/jam sehingga produksi pulverized coal pada bulan tersebut hanya sebesar 5.450,50 ton, dengan demikian sasaran produksi pulverized coal yang dibutuhkan pada bulan Desember 2021 belum dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mencapai target produksi yang sudah ditetapkan menggunakan Unit Coal Firing 3 maka perlu dilakukannya upaya untuk dapat meningkatkan produksi Unit Coal Firing 3. Alternatif yang pertama yaitu dengan mengupayakan pengurangan waktu hambatan kerja selama 3,58 jam/hari pada Unit Coal Firing 3 akibat dari penumpukan material produk pulverized coal dengan cara penambahan tempat penyimpanan produk berupa silo. Penambahan silo rotary dryer berdiameter 7 m dengan tinggi 10 m dan silo rotary kiln berdiameter 10 m dengan tinggi 10 m serta screw conveyor dengan panjang 20 m, diharapkan dengan upaya ini dapat meningkatkan jam kerja efektif dari 19,60 jam/hari menjadi 23,18 jam/hari. Alternatif yang kedua yaitu dengan melakukan penambahan jumlah umpan raw coal menjadi 28,68 ton/jam, dengan dilakukannya penambahan umpan raw coal maka dapat meningkatkan produksi pulverized coal menjadi 204,42 ton/hari atau 6.337,05 ton/bulan, dengan demikian sasaran produksi pulverized coal pada bulan Desember 2021 dapat terpenuhi.
Kajian Rencana Reklamasi pada Area Penambangan Batubara PT. ABC di Kecamatan Laung Tuhup dan Barito Tuhup Raya, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Kristanto Jiwo Saputro; Hendy Roesma Wardhana; Faizal Agung Riyadi
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9156

Abstract

Kegiatan Reklamasi pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan. Dasar dari pelaksanaan kegiatan kegiatan reklamasi tersebut adalah peraturan menteri ESDM no 1827 tahun 2018 tentang teknis kaidah pertambangan yang baik. PT. ABC selaku perusahaan tambang batubara yang memiliki rencana untuk melakukan perencanaan terhadap kegiatan reklamasi terhadap lahan bekas tambang. Rencana reklamasi tersebut disusun selama lima tahun yaitu dari tahun 2022-2026 dengan total luas lahan bekas tambang yang akan direklamasi sebesar 56,48 ha. Kegiatan reklamasi yang dilakukan adalah penataan lahan dan revegetasi. Penataan lahan dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis berupa 1 buah dozer Komatsu D7G, 5 buah dump truck Hino FM 260, dan 2 buah excavator Komatsu PC 200. Kegiatan revegetasi yang dilakukan adalah penanaman tanaman perintis berupa legume cover crop (LCC) atau famili polongan kemudian dilakukan penanaman pohon sengon. Dari kedua kegiatan tersebut didapatkan besar biaya langsung sejumlah Rp 3.220.195.600,00. Dari perhitungan biaya langsung tersebut didapatkan jumlah biaya tidak langsung sebesar Rp844.574.344,00 sehingga didapatkan total biaya reklamasi sebesar Rp4.064.769.944,00.
Kajian Teknis Produktivitas Alat Muat Dan Alat Angkut Pada Stockpile Bijih Nikel Di PT. Nusajaya Persadatama Mandiri, Site Matarape Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Rivando Brillian Saerang; Wawong Dwi Ratminah; Indun Titisariwati; Tri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9151

Abstract

PT. Nusajaya Persadatama Mandiri yang merupakan owner dari PT. Ghetsemani Indah, WAS, dan BSA adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih Nikel. PT. Nusajaya Persadatama Mandiri menggunakan sistem penambangan tambang terbuka dengan metode Open Pit Selective Mining. Kegiatan utama pada penambangan tersebut terdiri dari pengupasan lapisan tanah penutup, pembongkaran, pemuatan dan pengangkutan bijih Nikel dari lokasi penambangan Pit A dan Pit B menuju Stockpile yang berada di luar pit penambangan dilanjutkan pemuatan dan pengangkutan menuju kapal tongkang/Jetty. Pengangkutan Bijih Nikel menuju Stockpile dilakukan untuk pemisahan bijih nekel sesuai kadar Ni hasil dari pemisahan kadar Ni di stockpile tersebut akan diangkut dan muat di kapal tongkang. Alat mekanis yang dibutuhkan dalam kegiatan pengangkutan bijih Nikel dari stockpile menuju kapal tongkang adalah alat gali muat dan alat angkut. Kombinasi alat mekanis yang digunakan adalah 1 alat gali muat excavator Caterpillar dan 8 alat angkut Dump Truck Quester CWE 370. Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya target produksi pada alat angkut sebesar 100.000 ton/bulan. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan produksi alat muat saat ini adalah 171.154 ton/bulan tercapai sebesar 171% dari target produksi dan kemampuan produksi alat angkut saat ini adalah 91.834 ton/bulan tidak tercapai sebesar 91,8% dari target produksi. Maka dari itu, perlu dilakukan optimalisasi kerja alat muat dan alat angkut sehingga dapat mencapai target produksi yang diinginkan. Upaya peningkatan produksi alat mekanis dapat dilakukan dengan cara perbaikan waktu kerja efektif, dengan meminimalkan hambatan kerja yang dapat ditekan.
Analisis Pengaruh Geometri Jalan Angkut Terhadap Produktivitas Alat Angkut Di PT Jomima Baramulia Abadi Site Bangun Olah Sarana Sukses, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur Yovan Adiel Natanael; Nurkhamim Nurkhamim; Dwi Poetranto WA; Faizal Agung Riyadi
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9152

Abstract

PT. Jomima Baramulia Abadi adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi batubara, PT JBA menggunakan kombinasi alat mekanis untuk melakukan kegiatan penambangan guna mencapai target produksi yaitu sebesar 210.000 BCM/bulan. Alat mekanis yang digunakan dalam kegiatan penggalian dan pemuatan yaitu Excavator Doosan DX 800 LC, sedangkan alat angkut yang diguanakan adalah Dump Truck Sany SKT 80 S. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah belum tercapainya target produksi sebesar 210.000 BCM/bulan. Data aktual dari hasil penelitian, produksi saat ini masih sebesar 61.254 BCM/bulan untuk alat muat. Untuk target produksi yang ditetapkan perusahaan belum tercapai, maka dilakukan upaya analisis penyebab tidak tercapainya target produksi. Upaya peningkatan produksi penambangan batubara dilakukan dengan memperbaiki geometri jalan, penambahan alat angkut dan melakukan penekanan terhadap waktu edar alat mekanis. Setelah dilakukan perbaikan pada waktu edar dan penambahan jumlah curah, waktu edar alat angkut meningkat dari 11,43 menit menjadi 9,69 menit untuk satu kali ritase. Produksi alat gali muat meningkat menjadi 301,050 BCM/bulan yang awalnya 61,254 BCM/bulan dan produksi alat angkut 317,640 BCM/bulan yang awalnya BCM/bulan 64,632 BCM/bulan.
Kajian Produktivas Alat Muat Dan Alat Angkut Berdasarkan Match Factor Dan Teori Antrian Pada Kegiatan Pengangkutan Ore (Eto Efo) Di PT Djava Berkah Mineral Site PT Bumanik, Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah Alvin Faza Ramadhani; Abdul Rauf; R. Hariyanto; Oktarian Wisnu Lusantono
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9153

Abstract

PT. Djava Berkah Mineral (PT. DBM) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bagian kontraktor. PT. Djava Berkah Mineral terletak di Kecamatan Petasia timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Sistem penambangan yang diterapkan pada penambangan nikel tersebut adalah tambang terbuka dengan metode open cast. Pentingnya memperkirakan produksi dari alat muat dan alat angkut ini karena ada kaitannya dengan target produksi yang harus dicapai oleh perusahaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah target produksi ETO EFO sebesar 71.500 Ton/bulan sudah tercapai serta apa saja faktor yang mempengaruhi produktivitas alat muat dan alat angkut dan bagaimana mengupayakan peningkatan target produksi berdasarkan match factor dan teori antrian sehingga jumlah alat yang digunakan optimal.Tujuan penelitian dilakukan untuk mengkaji kemampuan produksi alat muat dan alat angkut yang digunakan dan faktor yang mempengaruhi pada produksi ETO EFO serta mengetahui jumlah alat optimal yang digunakan berdasarkan match factor dan teori antrian serta upaya peningkatan produksi yang ditentukan dapat tercapai menggunakan metode match factor atau teori antrian. Setelah melakukan pengambilan data dan pengolahan data ternyata target produksi ETO EFO belum tercapai dengan kekurangan sebesar 2.544 ton/bulan. Kondisi yang mempengaruhi produktivitas alat mekanis sehingga tidak tercapainya target produksi pada alat angkut adalah kehilangan waktu kerja yang diakibatkan oleh hujan, slippery, standby dan tidak adanya kegiatan barging. Upaya peningkatan produksi untuk mencapai target produksi sebesar 71.500 Ton/bulan dilakukan dengan berdasarkan teori antrian sehingga produksi yang diperoleh mencapai 91.273,39 Ton/bulan mencapai 127,66% dari target produksi
Analisis Konsumsi Bahan Bakar Dump Truck Pada Penambangan Andesit PT. Harmak Indonesia, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Ahmad Muqoddas; Kresno Kresno; Nur Ali Amri; Dwi Herniti
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9154

Abstract

PT. Harmak Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan dan peremukan andesit yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pemuatan dan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan kombinasi alat gali muat Excavator Hyundai 220-95H dan alat angkut Mitsubishi Fuso SHD- X6.6 dan Toyota Dyna 130HT. Penelitian dilakukan dari front penambangan hingga dumping area. Berdasarkan penelitian di lapangan, terdapat geomteri jalan angkut yang tidak sesuai dengan standar perusahaan diantaranya; Lebar jalan tidak memenuhi standar lebar minimum, kemiringan jalan >8% dan amblasan >5 cm. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh kondisi jalan angkut terhadap konsumsi bahan bakar alat angkut . Perhitungan konsumsi bahan bakar dilakukan dengan metode yaitu berdasarkan beban kerja penggunaan Rimpull. Berdasarkan data dari perusahaan diketahui bahwa konsumsi bahan bakar alat angkut Mitsubishi Fuso SHD- X6.6 yaitu 1,402 gallon/jam dengan produksi alat angkut 11,25 ton/jam, rasio bahan bakar alat angkut 0,125 gallon/ton dan alat angkut Toyota Dyna 130HT yaitu 1,591 gallon/jam dengan produksi alat angkut 11,15 ton/jam, rasio bahan bakar alat angkut 0,143 gallon/ton. Setelah dilakukan perbaikan efisiensi kerja dan penyesuaian geometri jalan angkut meliputi; lebar jalan sesuai lebar standar minum, kemiringan tidak lebih dari 8% dan amblasan jalan angkut kurang dari 5cm diperoleh konsumsi bahan bakar alat angkut Mitsubishi Fuso SHD- X6.6 yaitu 1,371 gallon/jam, rasio bahan bakar alat angkut 0,104 gallon/ton dan alat angkut Toyota Dyna 130HT yaitu 1,559 gallon/jam, rasio bahan bakar alat angkut 0,119 gallon/ton.
Pemanfaatan Rawa Buatan (Conctructed Wetland) dengan Menggunakan Tanaman Lembang (Typha Angustifolia) untuk Remediasi di Wilayah Tambang Heru Suharyadi; Oktarian Wisnu Lusantono; Ifa Aulia Cusna; Wahyu Idi Pangestu; Lutfie Qaushar
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9288

Abstract

Air asam tambang (AAT) adalah salah satu produk dari kegiatan penambangan yang dapat menimbulkan gangguan pada lingkungan. Air asam tambang ini terjadi akibat adannya paparan mineral sulfida seperti pirit oleh air dan udara yang kemudian terjadi oksidasi dan menghasilkan sulfat yang bersifat asam. Kondisi ini sangat tidak baik bagi lingkungan dan perlu dilakukan remediasi untuk mengurangi cemaran pada lingkungan tersebut. Metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode aktif dan pasif. Metode aktif dilakukan dengan penambangan senyawa alkali pada air maupun tanah yang mengalami pencemaran. Sementara metode pasif dilakukan dengan memanfaatkan kondisi alami wilayah untuk melakukan remediasi baik secara biologis. Pada penelitian ini dilakukan metode secara aktif dengan membuat rawa buatan/ Conctructed Wetland (CW) yang ditanami lembang (Typha Angustifolia). Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman lembang ini merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pitoremediasi pada lahan pertambangan dimana dapat menurunkan kadar Fe dan Mn yang merupakan logam yang terdapat pada AAT dan Tanah dan merupakan logam cemaran. Berdasarkan hasil diketahui tanaman rembang ini dapat mereduksi Konsentrasi Fe dan Mn di inlet CW berturut-turut adalah 0,341 ± 0,318 dan 0,019 ± 0,013 mg/L. Air dialirkan ke CW melalui saluran terbuka, diproses selama 30 hari, dan akumulasi Fe dan Mn pada tanaman adalah 137,86 dan 87,15 mg/Kg. Konsentrasi Fe dan Mn tertinggi pada hasil perlakuan pasif di Setling Pond (SP) masing-masing adalah 0,12 ± 0,08 dan 0,008 ± 0,006 mg/L. Penelitian ini menunjukkan bahwa Typha angustifolia dapat menurunkan konsentrasi Fe dan Mn secara maksimal sebesar 82,5% dan 70,7%.
INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI STOCKPILE BATUBARA PT. X Shenny Linggasari
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9287

Abstract

Stockpile batubara merupakan tempat penimbunan sementara di lokasi Pengolahan Batubara sebelum batubara diangkut ke Dermaga / pengguna akhir. Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi (> 3000 mm/tahun), sehingga sangat memungkinkan timbul limbah cair saat musim hujan sebagai akibat dari adanya air larian (run off) yang menggerus tanah atau mencuci batubara. Air larian ini membawa padatan tersuspensi dan berpotensi mempengaruhi kualitas air dan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengkaji pelaksanaan pengelolaan limbah cair stockpile batubara yang dilakukan oleh PT. X yang berlokasi di Sumatera. Hasil penelitian menunjukkan tahapan proses pengelolaan limbah cair stockpile batubara yang memiliki kandungan TSS yang tinggi tersebut berlangsung melalui proses koagulasi dan netralisasi. Penggunaan koagulan dalam bentuk bongkahan besar menyebabkan proses pencampuran koagulan dengan partikel tersuspensi tidak berlangsung sempurna. Jika langkah pertama tidak berlangsungsempurna maka langkah selanjutnya akan menjadi kurang efektif, dan kurang efisien.. Agar proses pengolahan limbah berlangsung efektif dan efisien, maka tahapan pengolahan limbah disarankan melalui proses koagulasi, flokulasi, pengadukan, sedimentasi dan netralisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10