cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertambangan
ISSN : 24424234     EISSN : 29863910     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Kesilapan Kata dalam Menerjemahkan Daily Expressions dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris Indri Lesta Siwidiani
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v7i1.9123

Abstract

Saat ini telah banyak dihasilkan karya terjemahan baik dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Namun, apabila dicermati secara sungguh-sungguh hasil terjemahan tersebut belum semuanya memuaskan. Ada beberapa hasil terjemahan yang berupa ringkasan dari bahasa sumbernya, artinya penerjemah hanya lah menerjemahkan hal-hal yang dianggap penting saja. Ada pula hasil terjemahan yang menyimpang sama sekali dari makna yang terkandung dari teks aslinya. Tentulah hasil terjemahan yang demikian sangat sulit dipertanggungjawabkan, apalagi jika menerjemahkan karya-karya ilmiah. Penerjemah seharusnya menguasai kaidah-kaidah, latar belakang dan kultur teks bahasa sumber maupun bahasa sasaran, memiliki pengetahuan yang luas mengenai seluk-beluk menerjemahkan, sehingga karya terjemahan yang dihasilkan merupakan karya yang memiliki content validity dan face validity yaitu karya terjemahan yang tepat makna dan mudah dibaca atau dipahami. Apabila tidak, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan berupa penggunaan kata-kata mubazir atau yang bermakna rancu sehingga karya terjemahan yang dihasilkan pesan yang tidak sesuai dengan pesan atau maksud pengarang teks bahasa sumbernya. Berdasarkan pengamatan secara acak dari beberapa hasil terjemahan terutama terjemahan tentang Daily Expressions atau Ungkapan-ungkapan keseharian dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris ditemukan beberapa kesilapan kata dan sebab-sebab terjadinya.
Penentuan Tinggi Tanggul Penahan Banjir Berdasarkan Model Sejarah Tinggi Air Sungai dan Data Curah Hujan Faizal Agung Riyadi; Shenny Linggasari; Heru Suharyadi
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9155

Abstract

Keberlanjutan suatu operasi penambangan tidak terlepas dari banyak aspek dalam tahap perencanaan dan rencana yang sesuai untuk mengatasi potensi permasalahan yang ada, salah satunya adalah aspek hidrologi. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam suatu masalah hidrologi adalah terkait dengan drainase dan upaya untuk mengantisipasi potensi masalah yang dapat timbul saat penambangan berlangsung. Pada daerah yang dekat dengan sungai, potensi luapan sungai atau banjir menjadi hal yang sangat penting dan perlu diantisipasi dalam perencanaan tambang. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan membuat tanggul untuk menghalau luapan air atau banjir dari aliran sungai memasuki wilayah tambang. Penelitian ini akan membahas suatu metode yang diajukan untuk memprediksi kebutuhan tinggi tanggul dengan cara mengkorelasikan data sejarah banjir dan curah hujan. Dengan adanya model fungsi antara curah hujan dengan tinggi elevasi air sungai, diharapkan mampu memberikan petunjuk terkait dengan kebutuhan tanggul yang diperlukan untuk mengantisipasi luapan air sungai dan banjir di sekitar daerah penelitian.
Evaluasi Kinerja Unit Coal Firing 3 di PT. Aneka Tambang UBP Nikel Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara Aan Kurni Nuryanto; Untung Sukamto; Ketut Gunawan; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9150

Abstract

Kegiatan Coal Firing yang dilakukan oleh PT. Aneka Tambang UBP Nikel Sulawesi Tenggara yaitu bertujuan untuk mengkondisikan batubara sebagai bahan bakar utama pada proses pemanasan bijih nikel di rotary dryer dan rotary kiln. Pada kegiatan ini batubara akan direduksi ukurannya menggunakan grinding mill, selain itu juga terjadi reduksi kadar air pada batubara dengan menggunakan udara panas yang terdapat di dalam grinding mill. PT. Aneka Tambang UBP Nikel Sulawesi Tenggara Unit Coal Firing 3 mempunyai target produksi pulverized coal pada bulan Desember 2021 sebesar 6.320,30 ton, sedangkan jumlah umpan raw coal pada bulan tersebut hanya sebesar 24,66 ton/jam sehingga produksi pulverized coal pada bulan tersebut hanya sebesar 5.450,50 ton, dengan demikian sasaran produksi pulverized coal yang dibutuhkan pada bulan Desember 2021 belum dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mencapai target produksi yang sudah ditetapkan menggunakan Unit Coal Firing 3 maka perlu dilakukannya upaya untuk dapat meningkatkan produksi Unit Coal Firing 3. Alternatif yang pertama yaitu dengan mengupayakan pengurangan waktu hambatan kerja selama 3,58 jam/hari pada Unit Coal Firing 3 akibat dari penumpukan material produk pulverized coal dengan cara penambahan tempat penyimpanan produk berupa silo. Penambahan silo rotary dryer berdiameter 7 m dengan tinggi 10 m dan silo rotary kiln berdiameter 10 m dengan tinggi 10 m serta screw conveyor dengan panjang 20 m, diharapkan dengan upaya ini dapat meningkatkan jam kerja efektif dari 19,60 jam/hari menjadi 23,18 jam/hari. Alternatif yang kedua yaitu dengan melakukan penambahan jumlah umpan raw coal menjadi 28,68 ton/jam, dengan dilakukannya penambahan umpan raw coal maka dapat meningkatkan produksi pulverized coal menjadi 204,42 ton/hari atau 6.337,05 ton/bulan, dengan demikian sasaran produksi pulverized coal pada bulan Desember 2021 dapat terpenuhi.
IMPROVING STUDENTS’ ENGLISH SKILLS BY WATCHING MINING VIDEOS Indri Lesta Siwidiani
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 1 (2022): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i1.9130

Abstract

Nothing is impossible in this world, this expression shows that when people want to achieve their dreams, they must try hard to make them come true, there’s a saying: no pain no gain. Anyone needs effort to push themselves to be such persons they want. For mining engineering students who want to continue their studies abroad, to become article writers in international media, to become international speakers or presenters at international seminars or workshops or at events, but English proficiency is their barriers. The recommended way to improve their English skills is by watching mining videos habitually, regularly and consistently at any time they have spare time. They will not only be fluent in mastering English both in written and spoken forms, but they will also gain a lot of experience, knowledge and technology applied in mining engineering and in ores or mineral processing more broadly and globally.
Kajian Teknis Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi Batuan Dan Digging Time Di Pit Kangguru Pt. Pamapersada Nusantara Jobsite Pt. Kaltim Prima Coal Septian Panca Nugraha; R. Hariyanto; Indri Lesta Siwidiani
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v7i1.9124

Abstract

Penelitian dilakukan di area pertambangan batubara pit Kangguru yang kegiatan pertambangannya dijalankan oleh PT. Pamapersada Nusantara. Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan adalah sistem tambang terbuka dengan metode strip mine. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kembali geometri peledakan terhadap fragmen batuan yang ditandai dengan persentase boulder, dan digging time alat gali muat pada operasi pengupasan overburden yang terdiri dari batulanau dan batulempung. Berdasarkan observasi lapangan, ditemukan permasalahan pada ukuran fragmen yang belum optimal karena masih banyak ditemukan material boulder (>86 cm). Persen boulder rata-rata hasil peledakan berdasarkan metode analisis fotografi adalah 27,261%, dan digging time alat muat rata-rata 11,89 detik Faktor penyebab belum optimalnya ukuran fragmen hasil peledakan salah satunya dikarenakan karena belum optimalnya pemakaian bahan peledak dan geometri peledakan terhadap kondisi massa batuan yang diledakkan. Perbaikan geometri peledakan dibutuhkan untuk memperoleh fragmentasi hasil peledakan yang optimal. Rancangan geometri peledakan yang menjadi usulan perbaikan ditentukan menggunakan metode R.L. Ash dengan mempertimbangkan powder factor. Rancangan geometri peledakan yang diusulkan adalah burden 6,9- 7,1 m, spacing 10,4-10,6 m, stemming 4-4,5 m, dan kedalaman lubang ledak 8,9 m. Jumlah bahan peledak yang digunakan per lubang ledak adalah sebanyak 90,5 - 119,46 kg dan nilai powder factor rancangan 0,16-0,18 kg/m3. Persentase boulder setelah perbaikan yang dianalisis dengan metode KCO adalah 1,23%-3,15% untuk peledakan batulanau dan 1,21%-3,12% untuk peledakan batulempung. Digging time setelah perbaikan rata-rata adalah 11,06-11,15 detik.
Kajian Rencana Reklamasi pada Area Penambangan Batubara PT. ABC di Kecamatan Laung Tuhup dan Barito Tuhup Raya, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Kristanto Jiwo Saputro; Hendy Roesma Wardhana; Faizal Agung Riyadi
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9156

Abstract

Kegiatan Reklamasi pada kegiatan pertambangan mineral dan batubara merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan. Dasar dari pelaksanaan kegiatan kegiatan reklamasi tersebut adalah peraturan menteri ESDM no 1827 tahun 2018 tentang teknis kaidah pertambangan yang baik. PT. ABC selaku perusahaan tambang batubara yang memiliki rencana untuk melakukan perencanaan terhadap kegiatan reklamasi terhadap lahan bekas tambang. Rencana reklamasi tersebut disusun selama lima tahun yaitu dari tahun 2022-2026 dengan total luas lahan bekas tambang yang akan direklamasi sebesar 56,48 ha. Kegiatan reklamasi yang dilakukan adalah penataan lahan dan revegetasi. Penataan lahan dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis berupa 1 buah dozer Komatsu D7G, 5 buah dump truck Hino FM 260, dan 2 buah excavator Komatsu PC 200. Kegiatan revegetasi yang dilakukan adalah penanaman tanaman perintis berupa legume cover crop (LCC) atau famili polongan kemudian dilakukan penanaman pohon sengon. Dari kedua kegiatan tersebut didapatkan besar biaya langsung sejumlah Rp 3.220.195.600,00. Dari perhitungan biaya langsung tersebut didapatkan jumlah biaya tidak langsung sebesar Rp844.574.344,00 sehingga didapatkan total biaya reklamasi sebesar Rp4.064.769.944,00.
Kajian Teknis Produktivitas Alat Muat Dan Alat Angkut Pada Stockpile Bijih Nikel Di PT. Nusajaya Persadatama Mandiri, Site Matarape Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Rivando Brillian Saerang; Wawong Dwi Ratminah; Indun Titisariwati; Tri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9151

Abstract

PT. Nusajaya Persadatama Mandiri yang merupakan owner dari PT. Ghetsemani Indah, WAS, dan BSA adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih Nikel. PT. Nusajaya Persadatama Mandiri menggunakan sistem penambangan tambang terbuka dengan metode Open Pit Selective Mining. Kegiatan utama pada penambangan tersebut terdiri dari pengupasan lapisan tanah penutup, pembongkaran, pemuatan dan pengangkutan bijih Nikel dari lokasi penambangan Pit A dan Pit B menuju Stockpile yang berada di luar pit penambangan dilanjutkan pemuatan dan pengangkutan menuju kapal tongkang/Jetty. Pengangkutan Bijih Nikel menuju Stockpile dilakukan untuk pemisahan bijih nekel sesuai kadar Ni hasil dari pemisahan kadar Ni di stockpile tersebut akan diangkut dan muat di kapal tongkang. Alat mekanis yang dibutuhkan dalam kegiatan pengangkutan bijih Nikel dari stockpile menuju kapal tongkang adalah alat gali muat dan alat angkut. Kombinasi alat mekanis yang digunakan adalah 1 alat gali muat excavator Caterpillar dan 8 alat angkut Dump Truck Quester CWE 370. Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya target produksi pada alat angkut sebesar 100.000 ton/bulan. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan produksi alat muat saat ini adalah 171.154 ton/bulan tercapai sebesar 171% dari target produksi dan kemampuan produksi alat angkut saat ini adalah 91.834 ton/bulan tidak tercapai sebesar 91,8% dari target produksi. Maka dari itu, perlu dilakukan optimalisasi kerja alat muat dan alat angkut sehingga dapat mencapai target produksi yang diinginkan. Upaya peningkatan produksi alat mekanis dapat dilakukan dengan cara perbaikan waktu kerja efektif, dengan meminimalkan hambatan kerja yang dapat ditekan.
TINJAUAN ASPEK KEREKAYASAAN PADA RANCANGAN TEROWONGAN UNTUK SIPIL DAN TAMBANG S. Koesnaryo; Tien Veny Vera; Ardya Pramesti Putri Arindry; Muhammad Cholid
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 1 (2022): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i1.9131

Abstract

Pentingnya konsep rancangan dalam membangun terowongan sipil dan tambang, keduanya memiliki dasar yang sama, yaitu berada dibawah permukaan tanah. Kondisi topografi Indonesia yang memiliki banyak kontur pegunungan dan kondisi geologi yang kaya akan mineral tambang dinilai memberikan potensi besar dan tantangan untuk perkembangan teknologi terowongan sipil dan tambang di Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, metode konstruksi dan metode rancangan, persamaan dan perbedaan rancangan antara terowongan sipil dan tambang. Secara garis besar, perbedaan karateristik terowongan sipil dan tambang adalah aspek tujuan/fungsi. Terowongan sipil bertujuan untuk jalur transportasi kendaraan, sedangkan terowongan tambang bertujuan untuk mengambil galian tambang yang ada di bawah tanah, dengan kedalaman yang mengikuti endapan mineral berada. Keduanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama berada di bawah tanah, sehingga membutuhkan tahapan rancangan terowongan yang detil mulai dari penentuan rute dan alignment, evaluasi kondisi geologi, geoteknik dan hidrogeologi, perencanaan portal, penentuan metode penggalian dan sistem perkuatan, dinding terowongan, fasilitas terowongan dan evaluasi pengaruh pada daerah sekitar.
RANCANGAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG DI PIT SECTION 2 PT ANDALAN ARTHA PRIMANUSA PADA WILAYAH IZIN PERTAMBANGAN PT BUDI GEMA GEMPITA KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Muh MelfinZainul Fanani; Hartono Hartono; Winda Winda; Yasmina Amalia
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 1 (2022): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i1.9126

Abstract

Dalam merancang suatu sistem penyaliran tambang, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah air yang disebabkan oleh adanya curah hujan. Air dalam jumlah yang berlebih dalam bukaan tambang akan menyebabkan terganggunya aktivitas penggalian, pemuatan, dan pengangkutan, makadari itu perlunya mempersiapkan rancangan sistem penyaliran tambang yang baik dan benar. Penelitian ini dilakukan di PT Budi Gema Gempita yang lokasinya berada di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mecancang sistem penyaliran tambang pada pit yang akan beroperasi kembali. Berdasarkan analisis data curah hujan selama 10 tahun (tahun 2012-2021), diperoleh nilai curah hujan rencana sebesar 109,21 mm/hari, intensitas curah hujan 20,55 mm/jam dengan periode ulang hujan 4 tahun. Terdapat 3 daerah tangkapan hujan dengan luas dan debit air limpasan masing masing, DTH I = 0,054 km2, 0,184m3/detik; DTH II = 0,374 km2, 1,282 m3/detik; DTH III = 0,223 km2, 0,764m3/detik. Hasil rancangan penyaliran tambang adalah sebagai berikut : sistem penyaliran menggunakan metode mine drainage dan mine dewatering, pembuatan empat saluran terbuka, ceruk yang terdapat pada pit bottom dengan volume 4067m3 dipompa menggunakan 1 unit pompa Doosan DB 180LB dengan debit maksimum pompa 1000 m3/jam dan pipa HDPE 10 inch. Kemudian dialirkan ke kolam pengendapan yang mempunyai volume total 4022 m3. Kolam pengendapan memerlukan perawatan dengan proses pengerukan yang dilakukan selama 123 hari sekali.
Analisis Pengaruh Geometri Jalan Angkut Terhadap Produktivitas Alat Angkut Di PT Jomima Baramulia Abadi Site Bangun Olah Sarana Sukses, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur Yovan Adiel Natanael; Nurkhamim Nurkhamim; Dwi Poetranto WA; Faizal Agung Riyadi
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 8, No 2 (2023): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v8i2.9152

Abstract

PT. Jomima Baramulia Abadi adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi batubara, PT JBA menggunakan kombinasi alat mekanis untuk melakukan kegiatan penambangan guna mencapai target produksi yaitu sebesar 210.000 BCM/bulan. Alat mekanis yang digunakan dalam kegiatan penggalian dan pemuatan yaitu Excavator Doosan DX 800 LC, sedangkan alat angkut yang diguanakan adalah Dump Truck Sany SKT 80 S. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah belum tercapainya target produksi sebesar 210.000 BCM/bulan. Data aktual dari hasil penelitian, produksi saat ini masih sebesar 61.254 BCM/bulan untuk alat muat. Untuk target produksi yang ditetapkan perusahaan belum tercapai, maka dilakukan upaya analisis penyebab tidak tercapainya target produksi. Upaya peningkatan produksi penambangan batubara dilakukan dengan memperbaiki geometri jalan, penambahan alat angkut dan melakukan penekanan terhadap waktu edar alat mekanis. Setelah dilakukan perbaikan pada waktu edar dan penambahan jumlah curah, waktu edar alat angkut meningkat dari 11,43 menit menjadi 9,69 menit untuk satu kali ritase. Produksi alat gali muat meningkat menjadi 301,050 BCM/bulan yang awalnya 61,254 BCM/bulan dan produksi alat angkut 317,640 BCM/bulan yang awalnya BCM/bulan 64,632 BCM/bulan.

Page 9 of 17 | Total Record : 170