cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016)" : 11 Documents clear
STUDI OPTIMASI FAKTOR KEAMANAN FOOTREST SEPEDA MOTOR X BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA Imam Syafa’at; Darmanto Darmanto; Endon Priyanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1636

Abstract

Di zaman yang sudah modern ini, sepeda motor merupakan moda transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga keberadaanya sangatlah banyak, untuk itu diperlukan komponen-komponen sepeda motor yang aman digunakan bagi pengendaranya. Footrest merupakan komponen yang mempunyai fungsi untuk pijakan kaki pembonceng agar lebih nyaman dalam berkendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa tegangan, defleksi, dan faktor keamanan serta optimasi footrest. Berbagai pembebanan dilakukan pada pemodelan antara lain meliputi pembebanan dengan kondisi pembonceng duduk dengan kedua kaki pertumpu pada footrest, Pembonceng berdiri, motor jatuh kesamping, motor dan pengendara jatuh kesamping, motor tertabrak dari belakang dan motor tertabrak dari depan, pemodelan pembebanan menggunakan bantuan software Autodesk Inventor Professional 2013. Hasil yang didapat setelah dilakukan simulasi analisa adalah kekuatan struktur komponen berupa tegangan, defleksi dan faktor keamanan. Pada pembebanan dengan kondisi footrest tertabrak dari belakang beresiko besar terhadap patahnya footrest dengan tegangan von mises 504,8 MPa, faktor keamanannya yaitu 0,54. Defleksi terbesar juga terjadi pada pembebanan tipe ini yaitu 0,7372 mm. Setelah dilakukan optimasi hasilnya pemberian radius menjadi 7 mm pada area yang rawan kegagalan (patah) mendapatkan hasil faktor keamanan yang paling tinggi. Kata kunci: defleksi, faktor keamanan, footrest, optimasi, tegangan.
MODEL MATEMATIKA UNTUK ANALISIS KUANTITATIF PRODUKSI PLANT GROWTH-PROMMOTING RHIZOBACTERIA DALAM LOW-COST SUBSTRAT DENGAN PROSES ANAEROB Mathematical Model for Quantitative Analysis of Plant Growth-Promotting Rhizobacteria’s Production on Low-Cost Substra Gregorius Prima Indra Budianto; Susan Primadevi; Rahmat Budi Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1627

Abstract

Plant Growth-Promotting Rhizobacteria (PGPR) adalah kelompok bakteri menguntungkan yang secara aktif mengkolonisasi daerah perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan PGPR dalam low-cost substrat berdasarkan model matematis. Proses pembuatan PGPR dijalankan dalam kondisi anaerob dengan sistem batch. Hasil yang diperoleh adalah proses produksi PGPR dalam low-cost substrat dapat didekati dengan persamaan contois, nilai parameter kinetika terkait pertumbuhan yang meliputi , 12Ksx"> dan masing-masing sebesar 3,4556, 1189,8333 dan 0,0582 dan perbandingan optimum proses produksi PGPR asal akar bambu dalam low-cost substrat adalah 1 : 1 dengan waktu tinggal padatan (SRT)selama 10 hari. Kata kunci: model matematika, plant growth-prommoting rhizobacteria, proses anaerob ABSTRACT Plant Growth-Prommoting Rhizobacteria (PGPR) are advantageous bacteria consorcium that actively colonized on the rhizosfer. The objective of this research is investigate PGPR’s production on low-cost substrat using mathematical model. This research was conducted in batch anaerobic system. The result is PGPR’s production on low-cost substrat could be simulated with Contois’s Model, growth kinetics parameters values that include 12μm"> , 12Ksx"> and 12YXS"> are 3,4556; 1189,8333 and 0,0582 respectivelyand the optimum composition of PGPR’s production from bamboo’s root on low-cost substrat is 1 : 1 with Solids Retention Time (SRT) is 10 days. Key words: anaerobic process, mathematical model, plant growth-promotting rhizobacteria’s
REKAYASA DAN MANUFAKTUR KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT RAMI BERMATRIK POLIESTER DENGAN CORE BERPENGUAT SEKAM PADI BERMATRIK UREA FORMALDEHIDE UNTUK PANELLING Agus Hariyanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1632

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh ketebalan core berpenguat sekam padi bermatrik urea formaldehide dan skin berpenguat serat rami bermatrik polyester terhadap peningkatan kekuatan bending komposit sandwich. Pola kegagalannnya diamati dengan photo makro. Bahan utama penelitian adalah serat rami acak dan sekam padi, resin unsaturated polyester 157 BQTN, hardener yang digunakan adalah MEKPO dengan konsentrasi 1% dan urea formaldehide yang digunakan ádalah tipe UF181 dan hardener HU12. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan hidrolis. Komposit sandwich tersusun terdiri dari dua skin (komposit) dengan core ditengahnya. Komposit sebagai skin terdiri dari serat rami acak bermatrik polyester dengan tebal skin 2 mm. Fraksi volume serat komposit sebagai skin adalah 40%. Core yang digunakan adalah komposit  berpenguat sekam padi bermatrik urea formaldehide. Fraksi volume penguat core sebesar 50%. Variasi tebal core 5mm, 10mm, 15mm, dan 20mm. Spesimen dan prosedur pengujian bending mengacu pada standart ASTM C 393. Penampang patahan dilakukan foto makro untuk mengidentifikasi pola kegagalannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menahan momen bending rata-rata komposit sandwich meningkat seiring dengan penambahan ketebalan core pada fraksi volume skin 40% dengan tebal skin 2mm dan momen optimum pada ketebalan core 20 mm. Namun, kekuatan bending rata-rata menurun seiring dengan penambahan ketebalan core komposit sandwich. Tegangan  (kekuatan) bending komposit sandwich memiliki harga yang paling optimum pada ketebalan core 5 mm. Tahapan pola kegagalan komposit sandwich adalah kegagalan tarik  skin komposit sisi bawah, kegagalan geser core, delaminasi skin komposit sisi atas dengan core, kegagalan skin komposit sisi atas. Kata kunci: core, kekuatan bending, komposit sandwich, skin, pola kegagalan.
HUBUNGAN PANJANG PUNTUNG DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KESEIMBANGAN BERJALAN PADA PASIEN PASCA AMPUTASI ANGGOTA GERAK BAWAH Muhammad Syaifuddin
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1628

Abstract

Amputation can be interpreted as separating the some part or all extremities. Lower limb amputation reaches 85-90 % from all amputations and below-knee amputation ( transtibial amputation ) is the most amputation that has been done. The loss of the lower lead to the undermining of limb funtion, as balance funtion and confidence.The study was observational analytic research with cross sectional design. The research location was in Kuspito, Karanganyar Jaten. The  sample were 52 patients with lower limb amputation, uses comparative study of means. The techniques to collect data used questionnaires and literature. Analysis of data used linear regression .There was a positive correlation was statistically significant between the length of the stump ( b1 = 0.49 ; 95 % CI ; 0.15 to 0.84 ; p = 0.006 ) and IMT ( b2 = 0.31 ; CI 95 % ; 0 , 09 to 0.53; p = 0.006 ) with the balance to walk.Long stump ( stump ) and body mass index ( BMI ) was associated with a walking balance. Keywords: long butt ( stump), IMT , walking balance.
HUBUNGAN KECEPATAN, POSISI GIGI, DAN JENIS BAHAN BAKAR DENGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR Tabah Priangkoso; Aditya Wildana; Setyoko Setyoko
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1633

Abstract

Harga bahan bakar minyak (bbm) cenderung terus meningkat sehingga memaksa pengguna kendaraan bermotor perlu melakukan penghematan konsumsi bbm. Sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan jumlah lebih dari 76 juta unit dan terus meningkat jumlahnya. Pengendara sepeda motor perlu mendapat informasi jumlah konsumsi bbm pada tiap kecepatan, posisi gigi, dan jenis bbm agar dapat beroperasi pada kisaran yang paling efisien. Penelitian ini menguji pengaruh kecepatan, posisi gigi, dan jenis bahan bakar pada sepeda motor, menggunakan Honda Supra X125, Suzuki Shogun 125, dan Yamaha Jupiter MX135 dengan bahan bakar Premium, Pertamax, dan Pertamax Plus. Penggunaan gigi yang lebih tinggi menurunkan konsumsi bbm pada ketiga jenis sepeda motor dan ketiga jenis bahan bakar. Peningkatan kecepatan juga menurunkan konsumsi bahan bakar pada setiap gigi dan untuk ketiga jenis bahan bakar. Perubahan penggunaan Premium ke Pertamax menurunkan konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 7,73% dan perubahan penggunaan Premium ke Pertamax Plus menurunkan konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 17,64%   Kata kunci: konsumsi bbm, kecepatan, posisi gigi, jenis bahan bakar
PENGUATAN USAHA PENGOLAH KOLANG KALING DI DESA NGESREPBALONG KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Indah Hartati; Nugroho Widiasmadi; Renan Subantoro; Laeli Kurniasari; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1629

Abstract

Salah satu usaha yang berkembang di Desa Ngesrepbalong, Limbangan, Kendal adalah usaha pengolaha kolang kaling. Beberapa permasalahan yang dihadapi pelaku usaha pengolah  kolang kaling adalah diperlukannya alat TTG guna proses pemecahan kulit biji kolang kaling, belum adanya wawasan dan usaha ke arah diversifikasi produk serta diperlukannya pelatihan-pelatihan penguatan usaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra pengolah kolang kaling yakni: (i) memperbaiki proses produksi berupa aplikasi alat pemipih kolang kaling dan pemecah kulit buah kolang kaling, (ii) memberikan pelatihan produksi diversifikasi produk kolang kaling yakni berupa manisan kolang kaling dan permen jely kolang kaling serta alat sealer, (iii) memberikan pelatihan penguatan usaha berupa pelatihan desain kemasan, pelatihan cara produksi pangan yang baik dan pelatihan perijinan PIRT, dan (iv) memberikan pelatihan manajemen usaha kecil. Adapun target kegiatan adalah perbaikan proses produksi melalui aplikasi mesin pemecah kulit buah kolang kaling dan pemipih kolang kaling, pelatihan proses produksi manisan dan permen jelly kolang kaling, pelatihan desain kemasan manisan dan permen jelly kolang kaling, pelatihan CPPB, pelatihan perijinan dan  pelatihan manajemen usaha. Perbaikan proses produksi telah dilakukan melalui perancangan, pabrikasi dan penggunaan alat pemecah dan pemipih kolang kaling. Diversifikasi produk kolang kaling telah diberikan sehingga mitra memiliki wawasan dan ketrampilan mengenai proses pembuatan permen  jelly kolang kaling dan manisan kolang kaling. Pelatihan CPPB  telah memberikan wawasan mengenai cara produksi pangan yang baik. Pelatihan pengemasan  telah berhasil memberikan wawan mitra mengenai pengemasan produk pangan dan pelabelan. Pelatihan perijinan memberikan wawasan mitra mengenai prosedur perijinan yang harus ditempuh bila mitra mengajukan permohonan pengajuan perijinan bagi usaha mereka. Pelatihan manajemen  usaha telah dapat memberikan wawasan mitra mengenai pengelolaan usaha kecil. Kata kunci: kolang kaling, manisan, pemecah, pemipih, permen jelly
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN SERAT KULIT POHON WARU (Hibiscus Tiliaceus) PADA AIR LAUT TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKUATAN TARIK Agung Prasetyo; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1634

Abstract

Serat alam merupakan bahan penguat pada komposit yang ramah lingkngan. Penguat pada komposit dipilih material dengan kekuatan tarik yang optimal. Waru (Hibiscus tiliaceus) adalah tanaman yang pada kulit batangnya yang dapat menghasilkan serat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penguat komposit. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman serat pohon waru pada air laut terhadap struktur mikro dan kekuatan tarik serat pohon waru. Serat direndam pada air laut pH 6 selama 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Hasil pegamatan mikro menunjukkan bahwa perendaman mengakibatkan timbulnya celah antar sub serat dan semakin lama perendaman jarak antar subcelah semakin tinggi. Perendaman meningkatkan kekuatan tarik tetapi semakin lama perendaman kekuatan tarik semakin menurun. Kekuatan tarik maksimum didapat pada perendaman selama 2 jam yaitu 48,35578 kg/mm2. Kata kunci : serat pohon waru, air laut, pengamatan mikro, uji tarik
ELECTROMYOGRAPHY GAIT TEST FOR PARKINSON DISEASE RECOGNITION USING ARTIFICIAL NEURAL NETWORK CLASSIFICATION IN INDONESIA Farika T. Putri; W. Caesarendra; M. Ariyanto; Elta D. Pasmanasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1630

Abstract

Diagnosa Parkinson Disease (PD) di Indonesia dilakukan secara klinis. Analisa langkah jalan dengan menggunakan sensor electromyography (EMG) menawarkan alternatif deteksi untuk PD. Sinyal EMG umumnya sulit dimengerti secara klinis. Penelitian ini menggunakan metode pengenalan pola sebagai alat untuk analisa sinyal EMG bagi subjek sehat dan subjek dengan PD. Sinyal EMG direkam dari 15 pasien dengan PD dan 8 subjek sehatdengan usia yang relatif muda saat subjek melakukan langkah jalan. Pengambilan data langkah jalan dilakukan di Rumah Sakit dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah Indonesia. Dua belas buah fitur EMG digunakan untuk feature calculation pada sinyal EMG, delapan fitur adalah fitur yang berdasarkan domain waktu dan empat fitur berdasarkan domain frekuensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dua kelas yaitu kelas untuk subjek sehat dan kelas untuk subjek PD menggunakan metode klasifikasi Artificial Neural Network (ANN) dengan jaringan feed forward dua layer. Jaringan menggunakan metode fungsi transfer log-sigmoid untuk hidden layer dan transfer fungsi softmax untuk output layer. ANN menggunakan 20 neuron pada hidden layer dan 2 neuron pada output layer. Metode training ANN menggunakan algoritma Levenberg-Marquardt dan penentuan nilai eror akurasi menggunakan metode mean square error (MSE). Berdasarkan hasil penghitungan, akurasi klasifikasi dua kelas untuk membedakan anatar subjek sehat dengan subjek PD sebesar 88.4%. Kata kunci: Artificial Neural Network (ANN), electromyography (EMG), gait test, Parkinson’s Disease.
PEMANFAATAN EDUCATIONAL DATA MINING (EDM) UNTUK MEMPREDIKSI MASA STUDI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA C4.5 (STUDI KASUS: TI-S1 UDINUS) Defri Kurniawan; Wibowo Wicaksono; Yani Parti Astuti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1635

Abstract

Tersedianya data yang melimpah pada institusi pendidikan harus dimanfaatkan dengan baik. Menemukan pola studi mahasiswa dan hubungan antar atribut-atribut data pendidikan yang mempengaruhi masa studi mahasiswa dalam suatu data besar, menjadi kajian dalam penelitian ini. Data mining dapat diusulkan sebagai salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk memprediksi kinerja siswa. Algoritma C4.5 diterapkan untuk menemukan pola klasifikasi terhadap mahasiswa yang telah lulus tepat waktu dan tidak tepat waktu serta melakukan prediksi terhadap data uji yang diberikan. Hasil akurasi menunjukkan algoritma C4.5 mampu melakukan prediksi dengan baik (73,68%) terhadap masa studi mahasiswa yang tepat waktu dan tidak tepat waktu. Penerapan Data Mining pada bidang pendidikan (Educational Data Mining) memberikan kemajuan dan kontribusi besar pada dunia pendidikan dan pada bidang riset data mining.   Kata kunci: Data Mining, EDM, Masa Studi Mahasiswa, Algoritma C4.5, Decision Tree
PENGARUH KOMPOSISI AIR TERHADAP KEBUTUHAN DAYA KOMPRESOR PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BIOGAS DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Moch Fatichuddin; Nazaruddin Sinaga
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi air dalam proses digestasi terhadap kebutuhan kompresor yang digunakan untuk proses scrubbing. Variasi pada debit air di dalam digester digunakan pada rentan 1-10 ton/jam, dan pada kompresor dibuat variasi tekanan antara 9-12 bar. Kondisi temperatur dibedakan pada kondisi mesopilik dan termopilik. Pada saat kondisi mesopilik, temperatur dalam ruang digester sebesar 37 oC, dan saat kondisi termopilik, temperaturnya sebesar 55 oC. EFB digunakan sebagai material utama dalam simulasi produksi biogas ini. Jumlah EFB yang masuk ke digester sebesar 1 ton/jam, dan simulasi yang dilakukan untuk proses digestasi anaerobik menggunakan metode stoikiometri. Daya kompresor didapatkan setelah dilakukan variasi debit air, kondisi temperatur, dan tekanan kompresor, dihitung dalam satuan kW. Kebutuhan daya terbesar pada temperatur mesopilik adalah pada saat komposisi debit air 5 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar, dengan besar daya sebesar 50,9 kW, dan kebutuhan daya terkecil terjadi ketika komposisi debit air 1 ton/jam dan tekanan kompresor 9 bar, sebesar 42,36 kW. Kebutuhan daya terbesar pada temperatur termopilik terjadi pada debit air 5 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar, sebesar 39,23 kW. Produksi biogas terbaik terjadi debit air 1 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar. Pada kondisi ini, untuk temperatur mesopilik dan termopilik membutuhkan daya sebesar 49,39 dan 37,19 kW. Kata kunci: Biogas, Compressor, EFB, Scrubber

Page 1 of 2 | Total Record : 11