cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 1 (2025): April" : 13 Documents clear
Pengaruh Kecepatan terhadap Efisiensi Energi dan Jarak Tempuh pada Sepeda Listrik dengan Baterai Lithium-Ion 18650 60V 15Ah Dhimas Oki Permata Aji; Christian Soolany; Frida Amriyati Azzizzah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12317

Abstract

Sepeda listrik telah menjadi solusi mobilitas yang ramah lingkungan dengan baterai lithium-ion sebagai sumber daya utama. Namun, kinerja baterai ini sangat dipengaruhi oleh kecepatan berkendara, yang berdampak pada konsumsi energi dan jarak tempuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan terhadap efisiensi energi dan jarak tempuh pada sepeda listrik yang menggunakan baterai lithium-ion 18650 60V 15Ah. Dengan pendekatan analisis teoretis berbasis data eksperimen sebelumnya, penelitian ini menguji beberapa kecepatan konstan untuk mengevaluasi jarak tempuh dan konsumsi energi per kilometer. Pada kecepatan rendah (20 km/jam), baterai mampu menempuh jarak rata-rata 40 km dengan konsumsi energi sebesar 1,5 Wh/km. Di sisi lain, pada kecepatan sedang (30 km/jam), jarak tempuh menurun hingga 30 km dengan konsumsi energi sekitar 2 Wh/km, dan pada kecepatan tinggi (40 km/jam), jarak tempuh lebih jauh berkurang hingga 20 km dengan konsumsi 3 Wh/km. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan, semakin besar konsumsi energi per kilometer, yang mengurangi jarak tempuh secara signifikan. Kecepatan moderat dianjurkan untuk efisiensi energi optimal. Temuan ini diharapkan dapat membantu pengguna sepeda listrik dalam mengatur kecepatan guna memaksimalkan daya baterai dan memberikan wawasan bagi pengembangan kendaraan listrik yang lebih efisien.
PENGARUH PACK CARBURIZING ARANG ENCENG GONDOK TERHADAP LAJU KOROSI CAST IRON ALAT TURBOCHARGER Nurmala Santi Dera; Indrawan Laria Indrawan; Novriyanti Talango Novriyanti; Sahional Ishak Sahional
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12668

Abstract

Corrosion resistance is a crucial factor in extending the service life of cast iron turbocharger components, particularly in corrosive environments. One effective approach to enhance corrosion resistance is through the pack carburizing process, which forms a protective carbon layer on the material’s surface. In this study, water hyacinth charcoal was utilized as an alternative carbon source due to its environmentally friendly and economical characteristics. The research aimed to evaluate the effect of varying pack carburizing durations on the corrosion resistance of cast iron turbochargers and to characterize the macrostructural changes on the surface resulting from the treatment. The methodology involved a pack carburizing process with holding times of 2, 4, and 6 hours at a controlled temperature, followed by electrochemical corrosion testing. Macrostructural characterization was also conducted to observe surface morphology changes due to carbon diffusion. The test results showed that the untreated specimen had a corrosion rate of 0.180 mm/y, which decreased to 0.120 mm/y after 2 hours of carburizing. A more significant reduction was observed in the 4-hour specimen, with a corrosion rate of 0.095 mm/y, representing a 47% decrease compared to the untreated sample. However, after 6 hours, the corrosion rate only slightly decreased to 0.090 mm/y, indicating that the carbon layer had reached saturation. Macrostructural observations confirmed the formation of a more homogeneous carbon layer in the 4-hour specimen, while the 6-hour specimen exhibited a thicker layer with diminishing protective effectiveness. This study demonstrates that pack carburizing using water hyacinth charcoal can significantly enhance the corrosion resistance of cast iron turbochargers, with an optimal treatment duration of 4 hours for maximum protection. Keywords: pack carburizing, water hyacinth charcoal, cast iron, corrosion resistance, mechanical properties
Numerical Investigation of The Effect of Fin Thickness on Straight Fin Heat Sink on Heat Transfer Performance Muhamad Safi'i; Nazaruddin Sinaga; Tabah Priangkoso; Suheri Suheri; Rouf Muhammad
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12682

Abstract

The heat load on computer chips during computing performance is the main topic, so a cooling device is needed. Heat sink is one of the tools commonly applied to reduce the heat load during computing performance of computer systems. Various heat sink configurations have been widely developed and studied to obtain designs with the best thermal performance. This research was conducted to investigate the best design on a straight fin heat sink (SFHS) that has the best thermal and hydraulic performance. SFHS with fin thickness variations of 1 mm, 2 mm, and 3 mm are proposed in this study. The numerical method was carried out using the Computational Flui Dynamics program by considering fluid flow velocities of 4 m/s, 6 m/s, 8 m/s and 10 m/s. The numerical results show that the cooling rate of SFHS can be increased by using SFHS with a thickness of 3 mm and a fluid flow velocity of 10 m/s with a maximum Nusselt number value of 59.74. Therefore, it is concluded that the SFHS has prospects for further study and can be applied practically in the field for micro electronic components and computer systems. Keywords: Heat sink, SFHS, Straight fin.
Comparative Study of Thermoelectric Generator Module Performance with Various Types of Plate Materials Wibi Pramanda; Rouf Muhammad; Yuliarto Joko Sumbogo; Hutomo Jiwo Satrio; Hamid Ramadhan Nur; Radhi Maladzi; muhamad Safi'i; Mochamad Nuruz Zaman
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12692

Abstract

Advanced materials are used in thermoelectric generator (TEG) technology to turn heat into electricity using the Seebeck effect, which helps make better use of heat sources. The Seebeck effect is a result of the temperature disparity that exists between the two surfaces of the TEG. The configuration utilized in this investigation comprises several primary components, including the water block, thermoelectric, heat exchanger plate, and heater plate. The water block is positioned on the cold surface side of the thermoelectric to optimize the cooling process, while the heater plate is positioned on the surface side to facilitate the heating process. Initially, we position the heater plate to avoid direct contact between the heated surface side and the material plate. The plates consist of both copper and aluminum elements. This is done to facilitate the identification of the configuration systems, specifically TEG A (copper) and TEG B (aluminum). The research findings indicate that the TEG B configuration system, when subjected to a heating rate, yields superior voltage, current, and power outputs.
Analisis Kekuatan Rangka Mesin Pengupas Kulit Ari Kacang Tanah Tipe Roller Tunggal dengan Evaluasi Material Berstandar Food Grade Menggunakan Simulasi SolidWorks Christian Soolany; Yanuar Ilham Abdillah; Sigit Suwarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12199

Abstract

Rangka mesin merupakan elemen krusial dalam perancangan mesin karena berfungsi sebagai penopang berbagai komponen dan menahan beban selama operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan rangka pada mesin pengupas kulit ari kacang tanah tipe roller tunggal dengan metode simulasi statis menggunakan perangkat lunak SolidWorks. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap pemilihan material rangka berdasarkan standar food grade. Hasil simulasi menunjukkan tegangan maksimum sebesar 36,5 N/mm² dan perpindahan maksimum sebesar 0,06 mm, dengan nilai faktor keamanan sebesar 6,86. Material rangka, yaitu carbon steel ST41, terbukti mampu menahan beban yang diterima, namun masih belum sepenuhnya optimal dalam efisiensi material. Selain itu, evaluasi standar food grade menunjukkan bahwa bagian rangka tidak kontak langsung dengan bahan pangan, namun komponen lain seperti roller karet dan hopper perlu ditingkatkan ke material yang sesuai dengan standar food grade. Pemilihan material yang lebih tepat, seperti SA-283 grade A, direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan material pada rangka
Aerodinamika AERODINAMIKA PADA KENDARAAN TIPE PROTOTYPE CONCEPT DENGAN SIMULASI CFD ( COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS): Aerodinamika, Desain Kendaraan, Efisiensi Arif DwiYanto; Eko Julianto; Muhammad Iwan; Doddy Irawan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12814

Abstract

Aerodinamika merupakan salah satu aspek penting dalam desain kendaraan modern, khususnya pada mobil prototipe balap seperti Shark EB Proto 02. Analisis aerodinamika bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, stabilitas, dan performa kendaraan dengan mengurangi hambatan udara (drag) dan meningkatkan gaya angkat (lift). Penelitian ini menggunakan perangkat lunak SolidWorks sebagai alat simulasi untuk menganalisis performa aerodinamika kendaraan Prototype (Sihombing, 2024) . Dalam simulasi ini, model kendaraan diuji dalam kondisi aliran udara dengan berbagai kecepatan untuk mengevaluasi distribusi tekanan, koefisien drag (Cd), dan koefisien lift (Cl). Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain mobil ini memiliki karakteristik aerodinamis yang baik, dengan nilai koefisien drag yang rendah dan gaya tekan ke bawah yang cukup untuk menjaga stabilitas pada kecepatan tinggi. Studi ini memberikan wawasan bagi pengembangan lebih lanjut desain mobil balap yang optimal secara aerodinamika dan efisien dalam penggunaan energi (Yunianto,2017).
PENGARUH VARIASI SUDUT INLET DAN RASIO TRANSMISI TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI YANG DIHASILKAN TURBIN AIR VORTEX Erlangga Adji Wicaksono; Danar Susilo Wijayanto; Taufik Wisnu Saputra
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.13005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh sudut masuk dan rasio transmisi puli terhadap daya keluaran dan efisiensi porositas udara turbin. Selain itu, penelitian ini berupaya mengidentifikasi kombinasi sudut masuk dan rasio transmisi puli yang menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi menggunakan metode eksperimen. Pada bagian turbin yang digunakan cekungan berbentuk kerucut dengan diameter atas 400 mm, diameter bawah 65 mm, dan tinggi 320 mm. Variabel bebasnya adalah sudut masuk (5°, 8°, dan 10°) dan rasio transmisi puli (1:3, 1:4, dan 1:5). Laju aliran air yang digunakan adalah 35,8 l/menit (maksimum) dan 27,8 l/menit (minimum). Variabel yang ada adalah daya keluaran dan efisiensi turbin pendingin udara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio transmisi puli 1:5 menghasilkan daya listrik tertinggi, sedangkan rasio 1:3 menghasilkan efisiensi tertinggi. Efek dari memvariasikan sudut saluran masuk dan rasio transmisi puli menunjukkan bahwa daya dan efisiensi berfluktuasi selama pengujian. Output daya maksimum yang tercatat adalah 4,86 ​​watt, sedangkan minimumnya adalah 0,28 watt. Efisiensi tertinggi yang dicapai adalah 11,10%, dengan yang terendah adalah 2,35%. Output daya terbesar dihasilkan oleh konfigurasi dengan sudut saluran masuk 10° dan rasio transmisi puli 1:5 pada laju aliran udara 35,8 l/menit (4,86 watt). Efisiensi tertinggi dicapai dengan sudut saluran masuk 10° dan rasio transmisi puli 1:3 pada laju aliran udara yang sama (11,10%). Temuan menunjukkan bahwa peningkatan sudut saluran masuk menghasilkan daya listrik dan efisiensi yang lebih tinggi. Penggunaan rasio transmisi puli yang lebih besar meningkatkan output daya, sementara rasio yang lebih kecil meningkatkan efisiensi, karena rasio transmisi terkecil beroperasi secara optimal dalam kondisi beban yang lebih rendah dibandingkan dengan yang lainnya.
Analisis Sistem Instalasi Kelistrikan pada Swiss-Belhotel Makassar dengan Menggunakan Program ETAP Ishak Amar; Imam Ridwan Tanaka; Riyki Apriandi; Usman Haya
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.13294

Abstract

Swiss-Belhotel Makassar as a five-star hotel requires a reliable electrical installation system to support operations and customer comfort. Electrical system evaluation is important to ensure that system performance remains optimal, safe, and meets standards. This study aims to analyze and evaluate the existing condition of the electrical installation at Swiss-Belhotel Makassar using the Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) software. The methods used include primary and secondary data collection, single line diagram system modeling, and short circuit current simulation and load analysis. The evaluation results show that there are several system components that are approaching their maximum capacity limits, as well as load imbalances between phases that need to be corrected to avoid potential disruptions and low energy efficiency. By using ETAP simulation, technical recommendations are prepared such as protection adjustments, load balancing, and system configuration improvements. This evaluation provides an important overview in efforts to improve the reliability and safety of the hotel's electrical system as a whole.  
DESIGN OF ERGONOMIC BREADFRUIT CUTTING MACHINE BASED ON ERGONOMIC RISK ANALYSIS AND MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) Anisha Dian Iswahyuni; Aji Kusumastuti Hendrawan; Shalahudin Fathin Fi’Ilm
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.13545

Abstract

Proses pemotongan sukun di UMKM Mastif di Kelurahan Gunung Simping, Kabupaten Cilacap, masih dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan dan alat sederhana. Praktik ini dapat menyebabkan timbulnya keluhan gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung, nyeri leher, dan kelelahan tubuh lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal yang terkait dengan postur kerja saat melakukan pemotongan sukun, menganalisis, serta mengevaluasi postur kerja saat menggunakan alat pemotong sukun yang telah direkayasa. Metode penelitian ini menggabungkan penggunaan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) bersama dengan Nordic Body Map (NBM), serta memanfaatkan data antropometri dalam merancang Kembali alat pemotong sukun. Antropometri digunakan untuk menentukan dimensi tubuh pekerja, yang nantinya akan menjadi masukan dalam merancang dimensi alat pemotong sukun yang direvisi. Sementara itu, RULA diterapkan melalui perangkat lunak Computer Aided Three-Dimensional Interactive Application (CATIA) untuk melakukan simulasi pemotong sukun dengan menggunakan manekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan skor NBM pada penggunaan alat pemotong sukun hasil rancang bangun dibandingkan dengan alat existing. Hasil analisis RULA menyimpulkan bahwa terjadi penurunan skor RULA dari 7 pada kondisi alat existing yang menunjukkan tingkat risiko sangat tinggi, menjadi skor 2 yang menunjukkan tingkat risiko yang lebih rendah namun tetap memerlukan peninjauan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa alat pemotong sukun yang telah direkayasa untuk para pekerja di UMKM Mastif di Kelurahan Gunung Simping, Kabupaten Cilacap, telah berhasil mengurangi risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal
STUDI EKSPERIMENTAL UNJUK KERJA AC SPLIT MENGGUNAKAN R22, PROPANA 99,5% dan PROPANA 95.5% imam ridwan tanaka; Ishak Amar; Fisal Yuliansyah; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.13773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan unjuk kerja sistem pendingin udara (AC split) yang menggunakan tiga jenis refrigeran berbeda, yaitu R22 (refrigeran konvensional), propana dengan kemurnian 99,5%, dan propana dengan kemurnian 95,5%. Studi ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan sistem AC split kapasitas 1 PK dalam kondisi operasi standar. Parameter utama yang dianalisis meliputi tekanan kerja, temperatur kondensor dan evaporator, daya listrik yang dikonsumsi, koefisien performa (COP), serta efisiensi energi sistem secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa propana 99,5% memberikan performa termal yang mendekati R22 dan memiliki efisiensi energi yang lebih baik, disertai dengan penurunan konsumsi daya sebesar ±10%. Sementara itu, propana 95,5% menunjukkan performa yang relatif lebih rendah dibandingkan propana 99,5%, meskipun tetap berada dalam batas operasional yang aman. COP Propana 99.5% dengan pengisian 50% paling tinggi, namun pada Propana 99.5% dengan massa 40% paling stabil dan memiliki nilai yang tinggi, kemudian disusul oleh Propana 95% dengan Massa 60%. Sedangkan Propana 95% dengan pengisian 30%, 40% dan 50% mempunyai COP yang lebih rendah. Penggunaan propana sebagai alternatif refrigeran ramah lingkungan menunjukkan potensi besar dalam mengurangi dampak pemanasan global akibat refrigeran konvensional. Dengan demikian, propana terutama dengan kemurnian tinggi dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti R22 dalam sistem pendingin AC split, dengan catatan perlunya pengujian lanjutan terhadap aspek keselamatan dan kompatibilitas material.

Page 1 of 2 | Total Record : 13