cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro
ISSN : -     EISSN : 24077933     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro aims to provide a forum for researches on agrotechnology science to publish the articles about plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, and plant protection issues.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Perbandingan karakter fisiologi, pertumbuhan dan hasil varietas padi hitam lokal asal malang pada dua agroekosistem Fiky Yulianto Wicaksono; Putri Utami Suherman; Muhamad Kadapi
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/30045

Abstract

Black rice (Oryza sativaL.) is a health-beneficial food crop. No studies have investigated the ideal agroecosystem for achieving black rice's highest growth and yield. This study aimed to contrast the physiological characteristics, growth, and yield of black rice plants within two distinct agroecosystems: wetland and dryland. The study was conducted in a controlled screen house situated at an elevation of 750 meters above sea level, with a C3 agroclimatological zone according to the Oldeman classification. The research was conducted in April – November 2020. The research used quantitative methods without an experimental design. Two populations of black rice were planted in two agroecosystem treatments, conditioned as wetland and dryland. Observations were made on physiological characters (chlorophyll content index and stomatal conductance), growth components (plant height, number of tillers, shoot root ratio, dry weight, and leaf area index), and yield components (number of productive tillers, panicle length, number of grains per panicle, percentage of filled grain, and weight of 1000 grains). The results revealed that black rice plants in dry land had better growth, but had worse in physiological characteristics, yield components, and yields than in wet land.ABSTRAKPadi hitam (Oryza sativa L.) merupakan satu dari banyak tanaman pangan yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Penelitian mengenai agroekosistem yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman padi hitam belum dilakukan hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan fisiologi, pertumbuhan, dan hasil tanaman padi hitam pada dua agroekosistem, yaitu lahan basah dan lahan kering. Penelitian dilaksanakan dalam screen house pada ketinggian 750 m di atas permukaan laut dan merupakan zona agroklimatologi C3 berdasarkan klasifikasi Oldeman. Penelitian dilakukan pada bulan April – November 2020. Penelitian menggunakan metode kuantitatif tanpa rancangan percobaan. Dua populasi padi hitam ditanam pada dua perlakuan agroekosistem, dikondisikan sebagai lahan basah dan lahan kering. Pengamatan dilakukan pada karakter fisiologi (indeks kandungan klorofil dan konduktansi stomata), komponen pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan, nisbah pupus akar, bobot kering tanaman, dan indeks luas daun), dan komponen hasil (jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, dan bobot 1000 butir gabah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tanaman padi hitam di lahan kering menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik, namun memiliki karakter fisiologi, komponen hasil, dan hasil yang lebih buruk daripada di lahan basah.
Hasil dan kualitas benih kedelai pada pola tanam bersisipan dan beruntun Rudi Hartawan; Yulistiati Nengsih; Adilla Adistya; Edy Marwan
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/22912

Abstract

Sequential and continuous cropping patterns are strategy to increase efficiency in soybean seed production. The research aimed to determine the impact of cropping patterns on yield and quality, also to obtain efficiency of manpower, nutrient and planting duration of soybean seed production. The research was conducted from January to October 2019. Soil fertility and compost  analysis  was  done  at  Center  for  Research  and  Development  of  Agricultural Land Resources, Bogor. Field research was at Sebapo experimental station. Proximate analysis was carried out at Center for Agricultural Postharvest Research and Development, Bogor. Seed testing was at Basic Laboratory of Batanghari University, Jambi. The research used completely randomized design with three replications. The treatment was cropping pattern: P0= standard, P1= sequential and P2= continuous. The variables observed were seed yield and quality, efficiency of manpower, nutrient and planting duration. The results showed that the seed yield of continuous cropping pattern decreased 16% and the sequential cropping pattern decreased 7.5%. The continuous cropping pattern increased manpower efficiency 22.88%, nutrient 75.30%, and planting duration 14.63%. The sequential cropping pattern increased manpower efficiency 8.25%, nutrient 75.35%, and planting duration 6.82%. The cropping pattern increased the efficiency of cultivation and did not affect the quality of soybean seed so that it can be used in soybean seed production.ABSTRAKPola tanam bersisipan dan beruntun merupakan strategi untuk meningkatkan efisiensi produksi benih kedelai. Penelitian bertujuan menetapkan dampak pola tanam terhadap  hasil dan kualitas, serta mendapatkan nilai efisiensi tenaga kerja, hara dan waktu dalam produksi benih kedelai. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai Oktober 2019. Analisis kesuburan tanah dan kompos di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor. Penelitian lapangan di Balai Benih Induk Palawija, Sebapo. Analisis proksimat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor. Pengujian benih di Laboratorium Dasar Universitas Batanghari, Jambi. Penelitian menggunakan rancangan lingkungan acak lengkap satu faktor dengan tiga ulangan. Rancangan perlakuan adalah  pola tanam: P0= standar, P1= pola tanam bersisipan dan P2= pola tanam beruntun. Peubah yang diukur adalah hasil dan kualitas benih, efisiensi tenaga kerja, hara dan waktu. Data penelitian menunjukkan hasil benih pola tanam bersisipan turun 16% dan pola tanam beruntun turun 7,5%.  Pola tanam bersisipan meningkatkan efisiensi tenaga kerja 22,88%, efisiensi hara 75,30%, dan efisiensi waktu 14,63%. Pola tanam beruntun meningkatkan efisiensi tenaga kerja 8,25%, efisiensi hara 75,35%, dan efisiensi waktu 6,82%. Pola tanam bersisipan lebih baik daripada pola tanam beruntun. Pola tanam meningkatkan efisiensi proses budidaya dan tidak memengaruhi kualitas benih sehingga dapat digunakan pada produksi benih kedelai.
Evaluasi keragaman genetic berbagai galur murni jagung manis utnuk penentuan tetua hibrida Arya Widura Ritonga; Dwiwanti Sulistyowati; Candra Budiman; Ahmad Zamzami; Okti Syah Isyani Permatasari
Jurnal AGRO Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/22932

Abstract

Sweet corn is one of the most popular crops in Southeast Asian countries, including Indonesia. Superior sweet corn varieties breeding is important to do in order to improve the quality and productivity of sweet corn in Indonesia. Plant breeding programs rely on genetic quality variability and heritability information. Therefore, this study aimed to evaluate the performance and genetic variablity of various sweet corn inbred lines to determine the best prospective parents for hybridization. The study was conducted at the Leuwikoppo experimental field of the Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, IPB, from January to March 2022. Twelve sweet corn inbred lines were planted in the field using a completely randomized block design with three replications. Analysis of variance, estimation of the genetic parameters, broad sense heritability, genetic and phenotypic coefficients variability and cluster analysis were carried out in this study. The results showed that there were differences in qualitative and quantitative characters between the tested sweet corn genotypes. Plant height, ear height, stem diameter, ear length, and ear weight had a high broad sense heritability and moderate to high of genetic coefficients of variability. SM12-2 and T10-3 lines become the prospective parents generating a high cob weight and seed sweetness.ABSTRAK Jagung manis merupakan salah satu tanaman yang sangat populer di negara-negara Asia tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini menjadikan perakitan varietas unggul jagung manis dengan produktivitas dan kualitas tinggi perlu dilakukan. Informasi keragaman genetik sangat penting dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan dan keragaman genetik berbagai galur jagung manis sehingga dapat diperoleh tetua potensial untuk pembentukan hibrida F1 jagung manis. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikoppo, Departmen Agronomi, Fakultas Pertanian, IPB, dari bulan Januari sampai Maret 2022. Sebanyak 12 galur murni jagung manis ditanam menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan. Data diolah dengan menggunakan analisis ragam, pendugaan parameter genetik komponen ragam, heritabilitas arti luas, koefisien keragaman genotipik dan fenotipik serta analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada karakter kualitatif dan kuantitatif diantara galur jagung manis yang diuji. Selain itu, diperoleh informasi bahwa karakter tinggi tanaman, tinggi tongkol, diameter batang, panjang tongkol, dan bobot tongkol memiliki nilai heritabilitas yang tinggi serta nilai koefisien keragaman genetik kategori moderat sampai tinggi. Berdasarkan penelitian ini, galur jagung manis SM12-2 dan T10-3 merupakan tetua yang potensial menghasilkan bobot tongkol dan kemanisan biji yang tinggi.
Respons pertumbuhan bibit kopi arabika dan sifat kimia media tanam terhadap pemberian pupuk hayati dan pupuk organik Iing Sobari; Kurnia Dewi Sasmita; Dewi Nur Rokhmah; Sakiroh Sakiroh; Handi Supriadi
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/27343

Abstract

Using soil planting media with low fertility can inhibit seedling growth. Bbiofertilizer and organic fertilizer applications in plantation nurseries aim to improve the planting media quality and stimulate seedling growth. The effectiveness of biofertilizers is thought to be influenced by the carrier formula and the planting medium characteristics. This study aimed to determine the effect of biofertilizer formulas and organic fertilizer doses on the growth of Arabica coffee seedlings and the planting media chemical properties. The experiment used a randomized block design with two factors. The first factor was biofertilizer formula types, namely without biofertilizers, 10 g polybag-1 solid biofertilizer, and 10 ml polybag-1 liquid biofertilizer. The second factor was sheep manure dosage (2%, 4%, 6%, and 8%). The results showed that the solid biofertilizers significantly increased seed vigor (height, stem diameter, and number of leaves) of coffee seedlings aged 6 MAP (months after planting). The dose of 6% manure produced the highest leaf dry weight of coffee seedlings aged 6 MAP. Increasing the dose of manure from 2% to 8% could significantly increase the pH, organic C content, P-available, CEC, exchangeable pottasium, exchangeable calsium, and exchangeable magnesium of the planting medium. The application of solid biofertilizer formula and manure can support the production of good-quality Arabica coffee seedlings.ABSTRAKPenggunaan media tanam tanah dengan kualitas kesuburan yang rendah dapat menghambat pertumbuhan bibit. Aplikasi pupuk hayati dan pupuk organik pada pembibitan tanaman perkebunan bertujuan untuk memperbaiki kualitas media tanam dan memacu pertumbuhan bibit lebih optimal. Keefektifan pupuk hayati diduga dipengaruhi oleh formula bahan pembawa dan karakteristik media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula pupuk hayati dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika dan sifat kimia media tanam. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari formula pupuk hayati yaitu tanpa pupuk hayati, pupuk hayati padat 10 g polybag-1, pupuk hayati cair 10 ml polybag-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang domba (2%, 4%, 6%, dan 8%). Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati padat secara nyata dapat meningkatkan vigor bibit (tinggi, diameter batang, dan jumlah daun) bibit kopi umur 6 BST (bulan setelah tanam). Dosis pupuk kandang 6% menghasilkan bobot kering daun bibit kopi umur 6 BST yang paling tinggi. Peningkatan dosis pupuk kandang 2% menjadi 8% dapat meningkatkan secara nyata pH, kadar C organik, P tersedia, KTK, K-dd, Ca-dd, dan Mg-dd media tanam. Aplikasi formula pupuk hayati padat dan pupuk kandang dapat menunjang produksi bibit kopi arabika yang berkualitas baik.
Efektivitas ekstrak N-Heksana daun tembelekan (Lantana camara L.) dan mimba (Azadirachta indica A. Juss) terhadap mortalitas keong mas (Pomacea canaliculate L.) Mirna Mirna; Maswati Baharuddin; Ummi Zahra; Sappewali Sappewali
Jurnal AGRO Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/24080

Abstract

Golden snail is one of the potential pests for agricultural failure in Indonesia. One of the methods used to control golden snail pests is the use of botanical pesticides. The purpose of this study was to determine the potential of L. Camara and A. Indica extracts as botanical pesticides to control the golden snail. The stages of research activities consisted of : extractionusing the maceration method; phytochemical screening; application of N-Hexane extract from tembelekan leaves and neem leaves; Observation of the golden snail mortality. The experimental method used was a completely randomized design (CRD) with nine treatments and three replications. Observations were made every 6 hours for 48 hours. Analysis of mortality data using ANOVA and DMRT follow-up test. The results showed that the secondary metabolite compounds from tembelekan and neem extracts that act as botanical pesticides are flavonoids, alkaloids, and triterpenoids. The most effective treatment in controlling the golden snail was the E3 treatment with a combination of 15% tembelekan n-hexane extract and 15% neem n-hexane extract achieving a 100% mortality percentage at 36 hours. Based on the analysis, it is known that the treatment of tembelekan and neem leaf extracts had a significant effect on golden snail mortality with Fcount (3.22) > Ftable (2.51).ABSTRAK Keong mas merupakan salah satu hama potensial terhadap kegagalan pertanian di Indonesia. Salah satu cara yang digunakan untuk mengendalikan hama keong mas yaitu menggunakan pestisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak L. Camara dan A. Indica sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan keong mas. Tahapan kegiatan penelitian terdiri dari: esktraksi dengan metode maserasi; skrining fitokimia; pengaplikasian ekstrak N-Heksana daun tembelekan dan daun mimba; pengamatan mortalitas keong mas. Metode eksperimen dengan rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan setiap 6 jam selama 48 jam. Analisis data mortalitas dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak tembelekan dan mimba yang berperan sebagai pestisida nabati yaitu flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid. Perlakuan yang paling efektif dalam mengendalikan keong mas yaitu pada perlakuan E3 dengan kombinasi ekstrak n-heksana tembelekan 15% dan ekstrak n-heksana mimba 15%. Berdasarkan analisisnya, diketahui bahwa perlakuan ekstrak daun tembelekan dan mimba tersebut memiliki pengaruh nyata terhadap mortalitas keong mas dengan Fhitung (3,22)>Ftabel (2,51).
Penetuan dosis pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium optimum untuk padi sawah varietas bioemas agritan Yati Astuti; Iskandar Lubis; Ahmad Junaedi
Jurnal AGRO Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/23187

Abstract

Fertilizer requirements for each rice variety are different from other varieties. Research on the optimum dosage of fertilization on new superior varieties is needed to obtain optimum growth and yield. This study aims to determine the optimum dosage of N, P, and K fertilizer for the growth and productivity of lowland rice of the Bioemas Agritan variety. The research was conducted at Banten Assessment Institute for Agricultural Technology, from February 2022 to June 2022 on soils with very low C-organic and total N conditions. The study consisted of three parallel experiments, namely the N, and P, K fertilization experiment using a single factor randomized  complete block design which was repeated three times. Fertilizer dosages consist of five levels, namely 0, 50, 100, 150, and 200% of the reference dosage. Determination of the optimum dosage based on the maximum value of the relative yield quadratic equation. The optimum fertilizer dosage for the lowland rice variety Bioemas Agritan is 140,93% of the reference dosage or equivalent to 422,79 kg ha-1 urea, while the optimum dosage of P2O5 and K2O fertilizer cannot be determined.ABSTRAK Kebutuhan pupuk setiap varietas padi berbeda antara varietas satu dengan varietas lainnya. Penelitian dosis optimum pemupukan pada varietas unggul baru diperlukan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk N, P, K untuk pertumbuhan dan produktivitas padi sawah varietas Bioemas Agritan. Penelitian dilaksanakan di BPTP Banten, pada bulan Februari 2022 sampai dengan Juni 2022 pada tanah dengan kondisi C-organik dan N total sangat rendah. Penelitian terdiri atas tiga percobaan paralel yaitu percobaan pemupukan N, P, K menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktor tunggal yang diulang sebanyak tiga kali. Dosis pupuk terdiri atas lima taraf yaitu 0, 50, 100, 150, dan 200 % dari dosis acuan. Penentuan dosis optimum berdasarkan nilai maksimum dari persamaan kuadratik hasil relatif. Dosis pupuk optimum untuk padi sawah varietas Bioemas Agritan adalah 140,93% dari dosis acuan atau setara dengan 422,79 kg ha-1 urea, sedangkan dosis optimum pupuk P2O5 dan K2Otidak dapat ditentukan.
Analisis pertumbuhan dan hasil varietas bawang merah dengan pupuk hayati di luar musim tanam Hasna Marhama; Eddy Triharyanto; Maria Theresia Sri Budiastuti
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/30313

Abstract

The phenomenon of climate change has an impact on agricultural sector, including the cultivation of shallots. To meet the needs of the community, an approach is taken through the application of biofertilizers and the use of shallot varieties that are resistant to off-season cultivation. The research aimed to determine the optimal concentration of biofertilizer and the resilient shallot varieties for the off-season cultivation. This research was conducted in February–May 2023 in Ngringo Village, Jaten District, Karanganyar, Central Java, with an altitude of 189 masl. This study used a Split Plot Design method. Shallot Variety was the main plot, namely: Bima Brebes, Maja Cipanas, and Bali Karet. Biofertilizer concentration was the subplots, i.e : 0, 3, 6, 9, 12 ml l-1 per plot, resulting in 15 treatment combinations with three replications. Observation parameters included leaf area index, net assimilation rate, plant growth rate, bulb diameter, and bulb fresh weight. The results indicated that biofertilizers did not affect the growth of shallots. Regarding yield quality, a concentration of 12 ml l-1 per plot could increase bulb diameter and bulb fresh weight. The Bali Karet variety generated better bulb diameter and bulb fresh weight, and it is capable of adapting when planted off-season.ABSTRAKFenomena perubahan iklim berpengaruh pada sektor pertanian, termasuk budidaya bawang merah. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dilakukan pendekatan dengan pemberian pupuk hayati dan penggunaan varietas bawang merah yang tahan ditanam di luar musim. Tujuan penelitian yaitu mengetahui konsentrasi optimal dari pupuk hayati dan varietas bawang merah yang tahan ditanam di luar musim. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari-Mei 2023 di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian wilayah 189 mdpl. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Petak Terbagi (Split Plot Design). Varietas bawang merah menjadi petak utama yaitu: Bima Brebes, Maja Cipanas, dan Bali Karet. Konsentrasi pupuk hayati sebagai anak petak, yaitu: 0, 3, 6, 9, dan 12 ml l-1 per petak, sehingga terdapat 15 petak kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Parameter pengamatan meliputi indeks luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, diameter umbi, dan bobot segar umbi. Hasil penelitian menunjukan pupuk hayati tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah. Pada kualitas hasil, konsentrasi 12 ml l-1 per petak dapat meningkatkan diameter umbi dan bobot segar umbi. Varietas Bali Karet memiliki diameter umbi dan bobot segar umbi terbesar, serta mampu beradaptasi ketika ditanam di luar musim tanam.
Enhancing phosphate availability and growth of C. asiatica in andisols through phosphate-solubilizing bacteria application Betty Natalie Fitriatin; Andriana Kartikawati; Tualar Simarmata; Emma Trinurani Sofyan
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/26315

Abstract

Centella asiatica is a medicinal plant containing asiaticoside bioactive, this is considerably higher if grown in the highlands generally on Andisols. Conversely, phosphorus was deficient in Andisol soils. The experiment aimed to study effect of phosphate solubilizing bacteria (PSB) isolates from the rhizosphere of C. asiatica which can dissolve P, produce plant growth promoters, increase growth of C. asiatica and fertilization efficiency. The research was done at Soil Biology Laboratory, Agriculture Faculty, Universitas Padjadjaran and at the experimental field of Agricultural Technology Research and Assessment Installation Manoko, Lembang District, West Java, Indonesia. The research used a factorial randomized block design with three replications and two factors. The first factor were application techniques: control, root soaking, and soil watering. The second factor were dose of NPK fertilizer and soil conditioner: control, P fertilizer dose of 100%, soil conditioner, P fertilizer dose 75% + soil conditioner, and P fertilizer dose of 100% + soil conditioner. Three superior isolates were isolated from C. asiatica rhizosphere and have been identified as: Paraburkholderia caribensis strain MNL-133, Paraburkholderia caribensis strain DSM 13236, and Pseudomonas aeruginosa strain K19PSE24. The results showed that the application of PSB combined with a dose of P fertilizer and soil conditioner on C. asiatica affected the soil P available, the number of leaves, the number of stolons and plant dry weight.ABSTRAKPegagan (Centella asiatica) salah satu komoditas tanaman obat yang memiliki kandungan bioaktif asiatikosida. Asiatikosida lebih tinggi jika ditanam di dataran tinggi umumnya ordo Andisols. Defisiensi hara fosfor salah satu kendala budi daya pada tanah Andisol. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bakteri pelarut fosfat (BPF) unggul yang diisolasi dari roofer tanaman pegagan yang mampu melarutkan P dan menghasilkan pemacu pertumbuhan tanaman pengaruhnya terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman pegagan dan efisiensi pemupukan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah, Fakultas Pertanian UNPAD dan di kebun percobaan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Manoko, Lembang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah teknik aplikasi BPF: kontrol; perendaman akar; penyiraman pada tanah. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dan pembenah tanah, yaitu perlakuan kontrol, pupuk P dosis 100%, pembenah tanah, pupuk P dosis 75% + pembenah tanah, dan pupuk P dosis 100% + pembenah tanah. Isolasi BPF dari rhizosfer pegagan menghasilkan isolat unggul yaitu Paraburkholderia caribensis strain MNL-133, Paraburkholderia caribensis strain DSM 13236, and Pseudomonas aeruginosa strain K19PSE24. Hasil menunjukkan pemberian BPF dikombinasikan dengan dosis pupuk P dan pembenah tanah pada tanaman pegagan memberikan pengaruh terhadap P tersedia, jumlah daun, jumlah stolon, dan berat kering tanaman.
Pengaruh dosis pupuk organik kasgot terhadap karakter agronomi dan hasil tanaman bayam (Amaranthus tricolor) Purwanto Purwanto; Kharisun Kharisun; Ismangil Ismangil; Ruly Eko Kurniawan Kusumo; Ratri Noorhidayah
Jurnal AGRO Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/22414

Abstract

Increasing soil fertility through the application of organic fertilizers is important, and the newest organic fertilizer source is maggot frass. This study aimed to examine the effectiveness of maggot frass on the growth and yield of spinach plants. Research was conducted in the Agronomy and Horticulture Laboraty, and Experimental Field Faculty of Agriculture Universitas Soedirman from October - December 2022. This research was an experimental study and used a Randomized Block Design with three replications. The standard fertilizers used were 150 kg ha-1 urea, 150 kg ha-1 SP-36, and 100 kg ha-1 KCl. The treatments tried included K0: control, K1: standard fertilization, K2: 1 t ha-1, K3: 2 t ha-1, K4: 4 t ha-1, K5: 8 t ha-1, K6: 16 t ha -1, K7: 32 t ha-1, and K8: 64 t ha-1. The results showed that the application of maggot frass starting at a dose of 2 t ha-1 was able to increase the yield of spinach plants. The highest yield was achieved at a dose of 64 t ha-1 of 18.85 t ha-1. These results have implications that maggot frass can be used as a source of organic fertilizer with application doses starting at 2 t ha-1.ABSTRAK Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap hasil tanaman bayam. Peningkatan kesuburan tanah melalui aplikasi pupuk organik menjadi penting, dan sumber pupuk organik terbaru adalah kasgot. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pupuk kasgot terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Soedirman pada Oktober - Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah dosis pupuk kasgot. Pupuk standar yang digunakan adalah urea 150 kg ha-1, SP-36 150 kg ha-1, dan KCl 100 kg ha-1. Perlakuan yang dicoba antara lain K0: control, K1: pemupukan standar, K2: 1 t ha-1, K3: 2 t ha-1, K4: 4 t ha-1, K5: 8 t ha-1, K6: 16 tha-1, K7:  32 t ha-1, dan K8: 64 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk organik kasgot mulai dosis 2 t ha-1 sudah mampu meningkatkan hasil tanaman bayam dibandingkan kontrol maupun pemupukan standar. Hasil tertinggi dicapai pada dosis 64 t ha-1 sebesar 18,85 t ha-1. Aplikasi kasgot layak secara teknis agronomi. Hasil ini memberikan implikasi bahwa kasgot dapat dijadikan sebagai sumber pupuk organik dalam budidaya tanaman bayam dengan dosis aplikasi mulai 2 t ha-1.
Identifikasi dan uji efektivitas rizobakteri dalam meningkatkan hasil tanaman kacang tanah Khamdan Khalimi; Wayan Anik Leana
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/25053

Abstract

In order to increase groundnut productivity, it is necessary to find agents that can  improve  the  growth  and  yield  of it.  This  study  was  done  to determine the potential use of rhizobacteria to promote the growth and increase the yield of groundnut under green house experiment. The research was conducted in the plant disease laboratory, Faculty of Agriculture, Udayana University, in June 2022-January 2023. Five isolates of rhizobacteria namely FN1, FN2, FL3, FL4, and FL5 were tested for their effectiveness in promoting the growth, increase the yield, and protein content of groundnut. Molecular identification based on 16S rRNA gene sequence showed that FN1 and FL5 were similar to Klebsiella pneumonia with the similarity level at 98%. FN2 was similar to Klebsiella variicola with 99% similarity, FL3 was similar to Proteus mirabilis with 100% similarity, and FL4 wassimilar to Providencia rettgeri with 99% similarity. Rhizobacteria treatments significantly improved the groundnut growth, in which plant height, dry weight of shoot, dry weight of root, chlorophyll content, and the number of nodule significantly (p<0.05) higher compared to control. Yield component such the number of pod per plant, weight of pod per plant, water content and protein content in the seed of treated plants were significantly higher than control. These rhizobacteria may be further developed as plant growth promoting agents to increase the yield  and protein content of groundnut.ABSTRAK Pemanfaatan mikroba yang bisa meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah sangat penting untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini menguji tentang potenis rizobakteri untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah yang dibudidayakan pada greenhouse. Penelitian dilakukan di lab penyakit tumbuhan, fakultas pertanian universitas udayana, pada bulan Juni 2022-januari 2023.  Lima isolat rizobakteri: FN1, FN2, FL3, FL4, dan FL5 telah diujikan untuk mengetahui kemampuan dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil serta kandungan protein kacang tanah. Analisis molekuler berbasis 16S rRNA menunjukkan isolat FNI dan FL5 memiliki 98% kemiripan dengan Klebsiella pneumonia. Isolat FN2 memiliki 99% kemiripan dengan Klebsiella variicola, isolat FL3 mirip dengan Proteus mirabilis pada tingkat 100%, dan isolat FL4 memiliki 99% kemiripan dengan Providencia rettgeri. Perlakuan dengan isolat rizobakteri menunjukkan hasil yang signifikan (p<0.05) pada pertumbuhan kacang tanah seperti tinggi tanaman, berat kering brangkas, berat kering akar, kandungan klorofil daun dan jumlah bintil akar dibandingkan dengan kontrol. Jumlah polong, berat polong per tanaman, kadar air dan kandungan protein pada tanaman juga menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding kontrol. Hal ini menunjukkan rizobakteri potensial dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil dan kandungan protein kacang tanah.