cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro
ISSN : -     EISSN : 24077933     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro aims to provide a forum for researches on agrotechnology science to publish the articles about plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, and plant protection issues.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Produksi tanaman kopi liberika hasil penyambungan intra- dan inter- spesifik pada aplikasi mikoriza dan pupuk anorganik di lahan gambut Kartika, Elis; Duaja, Made Deviani; Gusniwati, Gusniwati
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34002

Abstract

Increasing the production of Liberica coffee plants in peatlands can be achieved by applying mycorrhiza and using superior plants resulting from intra- and inter-specific grafting. This research aimed to determine the interactions between intra- and inter-specific grafted Liberica coffee plant with combination of mycorrhiza and inorganic fertilizers in peatlands. The experiment was conducted for 6 months on 2-year-old coffee plants used a Split-Plot Design with two treatment factors. The first factor (main plot) consisted of two levels, namely the Liberica coffee plant grafted with Liberica coffee (intra-specific) and Liberica coffee plants grafted with Robusta coffee (inter-specific). The second factor (sub-plot) was the treatment combination of mycorrhiza (Glomus sp-1a and Glomus sp-3c isolate) and inorganic fertilizer, which consisted of six levels: without mycorrhiza + 100% inorganic fertilizer, mycorrhiza + without inorganic fertilizer, mycorrhiza + 25% inorganic fertilizer, mycorrhiza + 50% inorganic fertilizer, mycorrhiza + 75% inorganic fertilizer, and mycorrhiza + 100% inorganic fertilizer according to recommendations. The results showed that there was an interaction between grafted Liberika coffee plants and a combination of mycorrhiza and inorganic fertilizers on the production of Liberika coffee plants. Combining mycorrhiza and 50% inorganic fertilizer was the best combination for producing intra- and inter-specific grafted of Liberica coffee plant in peat land. Peningkatan produksi tanaman kopi Liberika di lahan gambut dapat dilakukan melalui aplikasi mikoriza dan penggunaan tanaman unggul hasil sambung intra- dan inter- spesifik. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara tanaman kopi liberika hasil sambung intra- dan inter- spesifik dengan kombinasi mikoriza dan pupuk anorganik di lahan gambut. Percobaan dilakukan selama 6 bulan pada tanaman kopi berumur 2 tahun menggunakan Rancangan Petak Terbagi faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu faktor pertama (petak utama), perlakuan jenis tanaman kopi hasil penyambungan terdiri dari dua taraf, yaitu tanaman kopi Liberika hasil penyambungan dengan kopi Liberika (intra-spesifik) dan tanaman kopi Liberika hasil penyambungan dengan kopi Robusta (inter-spesifik). Faktor kedua (anak petak) adalah perlakuan kombinasi mikoriza (isolat Glomus sp-1a dan Glomus sp-3c) dan pupuk an-organik yang terdiri atas enam taraf yaitu tanpa mikoriza + 100% pupuk an-organik, mikoriza + tanpa pupuk an-organik, mikoriza + 25% pupuk an-organik, mikoriza + 50% pupuk an-organik, mikoriza + 75% pupuk an-organik serta mikoriza + 100% pupuk an-organik sesuai rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara jenis tanaman kopi Liberika hasil sambung dengan kombinasi mikoriza dan pupuk anorganik terhadap produksi tanaman kopi Liberika. Kombinasi mikoriza dan 50% pupuk anorganik merupakan kombinasi terbaik untuk produksi tanaman kopi Liberika hasil sambung intra- dan inter-spesifik di lahan gambut.
Role of bokashi fertilizer in increasing growth and yield components of groundnut on marginal dry land in southeast Sulawesi Rahni, Nini Mila; Hervina, Wa Ode; Alam, Syamsu
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34980

Abstract

The low growth and production of groundnuts in Southeast Sulawesi are caused by land dominated by marginal dry land and low soil fertility. One of the efforts to overcome these problems is converting secondary vegetation into bokashi fertilizer, effectively improving soil's physical, chemical, and biological properties on marginal land. This study aims to determine the effect of bokashi fertilizer on the growth and yield of several ecotypes of groundnut plants on marginal dry land in South Konawe. This research was conducted in Baito-South Konawe. Laboratory analysis was conducted at the Agrotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, Kendari. The design used a randomized block design with a factorial pattern of two factors, the first factor was groundnut ecotype, and the second factor was bokashi fertilizer. Parameters observed were relative growth rate, leaf area index, net assimilation rate, productive branches, number of young pods, seed weight per plant, the weight of 100 seeds, and plant production. The results showed that there was an interaction effect between the local groundnut ecotype Muna and bokashi fertilizer on the relative growth rate, leaf area index, net assimilation rate at 56 DAP, productive branches, number of young pods, seed weight per plant, the weight of 100 seeds and production. The application of bokashi fertilizer 15 t ha-1 showed the best response of groundnut plants to the ecotypes of Wadaga, Parigi, and Lasehao. Rendahnya pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah di Sulawesi Tenggara disebabkan oleh lahan yang didominasi lahan kering marginal dengan kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk bokashi yang efektif memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa ekotipe tanaman kacang tanah pada lahan kering marginal. Penelitian lapangan dilaksanakan di Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Universitas Halu Oleo, Kendari. Desain penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu pertama faktor ekotipe kacang tanah dan kedua faktor dosis pupuk bokashi. Parameter yang diamati yaitu laju tumbuh relatif, indeks luas daun, laju asimilasi bersih, cabang produktif, jumlah polong muda, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara ekotipe kacang tanah lokal Muna dan pupuk bokashi dalam mempengaruhi laju tumbuh relatif, indeks luas daun, laju asimilasi bersih pada umur 56 HST, cabang produktif, jumlah polong muda, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Pemberian pupuk bokashi 15 t ha-1 menunjukkan respon tanaman kacang tanah terbaik pada ekotipe Wadaga, Parigi dan Lasehao.
Respons jagung manis sebagai tanaman sela kelapa sawit belum menghasilkan terhadap pupuk kandang ayam Bukri, Bukri; Mariyani, Anis Tatik; Nusifera, Sosiawan; Riduan, Ahmad; Irianto, Irianto
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34056

Abstract

Sweet corn is a horticultural commodity that considerably has the development potential between immature oil palms (2 years). The experiment aimed to determine the response of sweet corn’s variety as an intercrop in immature oil palms to various doses of chicken manure. The research was conducted in Muhajirin Village, Muaro Jambi Regency in February-April 2023. The experiment was arranged in a factorial pattern group randomized design repeated three times. The first factor was sweet corn varieties consisting of "Perkasa", "Exotic" and "Bonanza", the second factor was the dosage of chicken manure namely 0 t ha-1, 10 t ha-1, 20 t ha-1, 30 t ha-1, and 40 t ha-1. The observation variables were plant height, number of leaves, leaf area,cob length, cob diameter, cob weight, and sweetness level. Variance’s data were analyzed followed by LSD test at 5% level. The optimum dose was obtained by regression analysis. The results showed differences in the sweetness level of corn varieties “Exotic” and “Bonanza” to chicken manure. Chicken manure independently affected all variables except cob diameter. The optimum dose of chicken manure has not been detected due to the variety of responses to the dose of chicken manure still showed a linear trend. Jagung manis merupakan komoditas hortikultura dengan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di sela tanaman kelapa sawit TBM 2. Percobaan bertujuan mengetahui respons varietas jagung manis sebagai tanaman sela pada kelapa sawit TBM 2 terhadap pupuk kandang ayam. Penelitian telah dilakukan di Desa Muhajirin, Kabupaten Muaro Jambi pada Februari-April 2023. Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang diulang tiga kali. Faktor Pertama adalah varietas jagung manis yaitu “Perkasa”, “Exotic” dan “Bonanza”. Faktor kedua adalah lima taraf dosis pupuk kandang ayam yaitu 0 t ha-1, 10 t ha-1, 20 t ha-1, 30 t ha-1, dan 40 t ha-1. Variabel pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, dan tingkat kemanisan. Data dianalisis dengan analisis varians yang dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Dosis optimum diperoleh menggunakan analisis regresi. Hasil memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan respons varietas jagung terhadap pupuk kandang pada variabel tingkat kemanisan. Pupuk kandang hanya berpengaruh terhadap tingkat kemanisan pada “Exotic” dan “Bonanza”. Pupuk kandang secara mandiri berpengaruh pada semua variabel kecuali diameter tongkol. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 40 t ha-1. Sedangkan, dosis optimum pupuk kandang ayam belum terdeteksi pada penelitian ini disebabkan respons varietas masih memperlihatkan trend linier.
The influence of ameliorant, nutrient solution and bioferilizer on soil P, plant P uptake, and yield of red chili. Fitriatin, Betty Natalie; Dupa, Putri Siska Ekayanti; Fauziah, Nicky Oktav; Wong, Mui-Yun; Simarmata, Tualar
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/35886

Abstract

The productivity and quality of red chili are greatly influenced by soil conditions and the availability of nutrients. Nutrients play a critical role in the growth and development of red chili plants. This experiment aimed to determine the combination of ameliorant, nutrient solution, and biofertilizer on the population of phosphate-solubilizing bacteria (PSB), available P, P-uptake, and red chili production in Inceptisols. The experiment was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with seven treatments and four replications, consisting of control, NPK, and nutrient solution (NS) with doses of 0, 6, and 12 kg ha-1 biofertilizers. The dosage used in a single application was 15 g plant-1 of NPK fertilizer and 300 mL plant-1 of nutrient solution. The base fertilizer consisted of manure in the control treatment and an ameliorant in other treatments at a dose of 4 t ha-1. The results showed that the combination of ameliorant + NPK + 6 kg ha-1 biofertilizer increased PSB population (4.93 x 106 CFU mL-1), available P (15.4 ppm), and P-uptake (0.74 g plant-1). Meanwhile, the combination of ameliorant + nutrient solution + 6 kg ha-1 biofertilizer increased fruit diameter (15 mm), and length of red chili (17.3 cm). Correlation analysis indicated positive correlation between red chili production with stem diameter and fruit length, but a negative correlation with P-uptake. Regression analysis indicated that stem diameter and PSB population had the most dominant effect on red chili yield. Produktivitas dan kualitas cabai merah sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan ketersediaan unsur hara. Unsur hara memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi amelioran, larutan hara dan biofertilizer terhadap populasi bakteri pelarut fosfat (BPF), P tersedia, serapan P, dan produksi cabai merah pada tanah Inceptisols. Percobaan dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan, terdiri dari: kontrol, NPK dan Larutan Hara dengan dosis 0, 6, dan 12 kg ha-1 pupuk hayati. Dosis yang digunakan dalam satu kali aplikasi adalah pupuk NPK 15 g tanaman-1 dan larutan hara 300 mL tanaman-1. Pupuk dasar berupa pupuk kandang pada perlakuan kontrol dan amelioran pada perlakuan lain dengan dosis 4 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi amelioran + NPK + 6 kg ha-1 pupuk hayati mampu meningkatkan populasi BPF (4,93 x 106 CFU mL-1), P tersedia (15,4 ppm), dan serapan P (0,74 g tanaman-1). Sementara itu, kombinasi amelioran + larutan hara + 6 kg ha-1 pupuk hayati mampu meningkatkan diameter buah (15 mm), dan panjang cabai merah (17,3 cm). Analisis korelasi menunjukkan korelasi positif antara produksi cabai merah dengan diameter batang dan panjang buah, tetapi korelasi negatif dengan serapan P. Analisis regresi menunjukkan bahwa diameter batang dan populasi BPF memiliki pengaruh paling dominan terhadap hasil cabai merah.
Pengaruh perbedaan nutrisi fosfor dan media tanam terhadap pertumbuhan tanaman melon (Cucumis melo L.,) hidroponik sistem irigasi tetes Rif'an, Muhammad; Widyasunu, Purwandaru; Widarawati, Rosi; Ummami, Nanda Rizkia
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/31140

Abstract

The growth of melon (Cucumis melo L.,) can be improved by changing the nutrition and using planting media such as cocopeat and zeolite. The aim of this research was to determine the effect of different P nutrition, planting media composition and the interaction of two factors on the growth of melon. The research started from March 2023 to July 2023 at the screen house and agronomy horticulture laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The first factor consisted of five levels of difference in P nutrition: AB-Mix nutrition manufacturer, P difference in the growth phase: flowering: fruit ripening (1.5%: 1.5% : 1.5% ; 1.75% : 2.00% ; 1.75% ; 2.25% : 2.75% : 2.00%, and; 2.75% : 3.5% : 2.5%). The second factor was the type of planting media, which consisted of three levels with a cocopeat:zeolite ratio (100% : 0, 50% : 50%, and 75% : 25%). The research found that the interaction between variations in P nutrition and the composition of the planting medium increased root length and leaf area, but did not affect plant length or chlorophyll content in melon plants. Different P nutrients could increase plant length, root length, leaf area and chlorophyll content in melon plants. Planting media composition was able to increase plant length, root length, and leaf area, but did not affect chlorophyll content of melon plants. These results indicate that differences P nutrition (F2) and planting media composition (P3) can be used in hydroponic melon production to improve melon plant growth. Peningkatan pertumbuhan tanaman melon (Cucumis melo L.,) secara hidroponik dapat dilakukan melalui modifikasi nutrisi unsur hara serta penggunaan media tanam yang tepat seperti cocopeat dan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan nutrisi P, komposisi media tanam serta interaksi perbedaan nutrisi P dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan tanaman melon hidroponik sistem irigasi tetes. Penelitian dilaksanakan Maret 2023 sampai dengan Juli 2023 di screen house dan laboratorium agronomi dan hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama perbedaan nutrisi P terdiri atas lima taraf yaitu: nutrisi AB-Mix pabrikan, perbedaan P pada fase pertumbuhan : pembungaan : pemasakan buah (1,5% : 1,5% : 1,5% ; 1,75% : 2,00% ; 1,75% ; 2,25% : 2,75% : 2,00%, dan ; 2,75% : 3,5% : 2,5%). Faktor kedua jenis media tanam terdiri atas tiga taraf dengan perbandingan media cocopeat : zeolite (100% : 0 ; 50% : 50%, dan ; 75% : 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara perbedaan nutrisi P dan komposisi media tanam mampu meningkatkan panjang akar dan luas daun tetapi tidak mampu meningkatkan panjang tanaman dan kadar klorofil tanaman melon. Perbedaan nutrisi P mampu dalam meningkatkan tanaman, panjang akar, luas daun dan kadar klorofil tanaman melon. Komposisi media tanam mampu meningkatkan panjang tanaman, panjang akar dan luas daun tetapi tidak mampu meningkatkan kadar klorofil tanaman melon. Hasil ini menunjukkan perbedaan nutrisi P (F2) dan komposisi media tanam (P3) dapat diaplikasikan pada budidaya melon hidroponik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman melon.
Pengaruh empat isolat Bacillus spp. untuk pertumbuhan tanaman padi dan peningkatan ketahanan terhadap serangan kepinding tanah (Scotinophara coarctata Fabricius.) Wibowo, Ilham; Yanti, Yulmira; Hamid, Hasmiandy; Yaherwandi, Yaherwandi
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34106

Abstract

Rice black bug (Scotinophara coarctata Fabricius) is an important pest of rice plants. An alternative control method involves utilizing biological agents from the genus Bacillus. The research aims to identify the effective Bacillus spp. isolates in enhancing the growth and resistance of rice plants against rice bug infestations. The experimental study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments: (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, and (5) Control, each with five replications. The results showed that B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 increased plant height by 135.27 cm, and the number of tillers by 23.85, with fresh and dry weights of 0.8 grams and 0.09 grams, respectively. Furthermore, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2 reduced the number of eggs by 30.60 ± 2.70 eggs, with a hatching percentage of 74.46%, and an infestation intensity of 11.18%. Kepinding Tanah (Scotinophara coarctata Fabricius) merupakan hama penting tanaman padi. Alternatif pengendalian yang dapat dilakukan dengan pemanfaatan agens hayati dari genus Bacillus. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi isolat Bacillus spp. yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi terhadap serangan kepinding tanah. Penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu : (1) B. cereus strain MRDKBTE 1.3, (2) B. subtilis strain MRTDUMBE 3.2.1, (3) B. cereus strain MRPLUMBE 1.3, (4) B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dan (5) Kontrol dengan masing masing 5 ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh B. cereus strain MRPLUMBE 1.3 meningkatkan pertumbuhan tanaman 135,27 cm, jumlah anakan 23,85 anakan, serta berat segar dan kering masing-masing sebesar 0,8 gram dan 0,09 gram. Selanjutnya, B. mycoides strain MRSNUMBE 2.2, dapat menurunkan jumlah telur 30,60 ± 2,70 telur, presentase telur yang menetas 74,46%, dengan intensitas serangan sebesar 11,18%.
Keragaman genetik stroberi (Fragaria x ananassa Duch) berdasarkan marka morfologi dan molekuler Arisanti, Tiffani Nindya; Sobir, Sobir; Ritonga, Arya Widura
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34537

Abstract

The development of new superior varieties will be more efficient if it is based on accurate information about the genetic diversity and population structure of available breeding resources, so that the combination of the most potential parents in the breeding program that will be carried out can be identified. Indonesia still lacks information of strawberry diversity. The aim of this research is to study strawberry genetics based on morphological and molecular markers in order to develop strawberry varieties efficiently. Genetic relationship analysis was carried out on 20 genotypes of strawberries collected by Indonesian Instruments Standardization Testing Center for Citrus and Subtropical Fruits (BPSI Jestro), based on morphological characteristic and molecular Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Morphologycal markers analysis showed that there were two groups of strawberry genotypes using Gower dissimilarity coefficient value of 0.0936–0.5977. The result of molecular marker analysis was also separated into two groups by dissimilarity coefficient value of 0,1321-0,5566. Combination of morphologycal and molecular analysis was carried out and also showed two groups by disimilarity coefficient of 0,1657–0,5264. The information obtained on morphological characteristics and genetic distances can be used as a basic consideration in parental selection for strawberry breeding program. Pengembangan varietas unggul baru akan lebih efisien bila didasarkan pada informasi yang akurat tentang keragaman genetik dan struktur populasi sumber genetik yang tersedia, sehingga dapat diketahui kombinasi tetua yang paling potensial dalam program pemuliaan yang akan dilakukan. Namun, informasi tentang keragaman genotipe-genotipe stroberi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman genetik stroberi berdasarkan marka morfologi dan molekuler dalam rangka pengembangan varietas stoberi yang efisien. Analisis kekerabatan genetik dilakukan pada 20 genotipe stroberi koleksi Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BPSI Jestro), berdasarkan karakter morfologi dan molekuler dengan metode Random Amplified Polymorhpic DNA (RAPD). Pengamatan pada 41 karakter morfologi menunjukkan terdapat 34 karakter yang beragam dan 7 karakter yang seragam. Hasil analisis menggunakan marka morfologi menunjukkan bahwa 20 genotipe stroberi terbagi menjadi dua kelompok dengan nilai koefisien ketidakmiripan Gower 0,0936–0,5977. Hasil analisis menggunakan marka molekuler juga terbagi menjadi dua kelompok dengan nilai koefisien ketidakmiripan sebesar 0,1321-0,5566. Analisis gabungan morfologi dan molekuler yang dilakukan juga membagi ke 20 genotipe menjadi dua kelompok dengan koefisien ketidakmiripan 0,1657–0,5264. Informasi karakter morfologi dan jarak genetik yang diperoleh dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pemilihan tetua pada kegiatan pemuliaan tanaman stroberi.
Pendugaan parameter genetik karakter biomassa dan hasil pada galur-galur F7 sorgum numbu X samurai 2. Pratama, Muhammad Antony Jefri; Trikoesoemaningtyas, Trikoesoemaningtyas; Wirnas, Desta
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/35978

Abstract

This research is a preliminary yield test of the F7 lines crossing from Numbu x Samurai 2. The aims are to obtain selection criteria, a relationship between vegetative characters and yield and biomass characters, and to obtain vegetative characters that have a direct influence on character Yield and biomass and have high production potential. This study used 20 F7 lines and 4 check lines grown using a Randomized Complete Block Design. The data were analyzed for variance and to estimate variance component analysis, broad sense heritability, genetic diversity coefficient, correlation analysis, cross-trace analysis, and selection index. The results showed that to obtain lines with high biomass, attention should be put on the characters of plant height, panicle diameter, and weight while selecting lines with high yields needs to pay attention tocharacters of the number of leaves at harvest and panicle weight. These characters show wide genetic variation, high broad sense heritability values, and have a high correlation and direct influence on biomass and yield. Therefore, they were potent selection criteria for sorghum plant breeding programs. The F7 lines selected for high biomass and yield based on the selection index were NS021, NS126, NS107, NS123, NS112, NS020, NS015, NS119, NS121 and NS011. Penelitian ini merupakan bagian dari uji daya hasil pendahuluan galur-galur F7 hasil persilangan Numbu x Samurai 2. Tujuannya adalah memperoleh kriteria seleksi hasil dan biomassa, memperoleh hubungan antar karakter vegetatif dengan karakter hasil dan biomassa, memperoleh karakter vegetatif yang berpengaruh langsung terhadap karakter hasil dan biomassa dan memperoleh galur sorgum yang memiliki potensi produksi tinggi. Penelitian ini menggunakan 20 galur F7 dan 4 galur pembanding yang ditanam menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak. Data dianalisis ragam, analisis komponen ragam, heritabilitas arti luas, koefisien keragaman genetik, analisis korelasi, analisis sidik lintas dan Indeks seleksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk mendapatkan galur dengan biomassa tinggi perlu memperhatikan karakter tinggi tanaman, diameter dan bobot malai. Sedangkan seleksi galur dengan hasil tinggi perlu memperhatikan karakter bobot malai. Karakter-karakter tersebut menunjukkan ragam genetik yang luas, nilai heritabilitas dalam arti luas yang tinggi, dan mempunyai korelasi dan pengaruh langsung besar terhadap biomassa dan hasil, sehingga merupakan karakter seleksi yang sangat baik untuk program pemuliaan tanaman sorgum. Galur F7 yang terseleksi dengan biomassa dan hasil tinggi berdasarkan indeks seleksi adalah NS021, NS126, NS107, NS123, NS112, NS020, NS015, NS119, NS121 dan NS011.
Respons pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril) akibat cekaman kekeringan dan pemberian konsentrasi asam salisilat Salsabila, Salsabila; Budiyanto, Susilo; Rosyida, Rosyida
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/28244

Abstract

Drought on agricultural land disrupts the growth and production of soybean plants, application of salicylic acid is thought to be able to suppress water stress. This research aimed to examine the growth and production of soybean plants due to drought stress and the application of salicylic acid. The research design used was 3 x 3 Factorial Complete Randomized Design, three repetitions, so there were 27 experimental units. The first factor was drought stress 80% field capacity, 60% field capacity, and 40% field capacity. The second factor was concentration of salicylic acid 0 mM (control), 0,5 mM, and 1 mM. Parameters observed were number of leaves, leave area, fresh weight of biomass, dry weight of biomass, fresh weight of root, dry weight of root, fresh weight of pod, and dry weight of pod. The results showed that 40% field capacity reduced all parameters observed, while the application of salicylic acid up to 1 mM was not able to increase the fresh weight of pods under conditions of 40% and 60% field capacity. The use of salicylic acid with a concentration of up to 1 mM in severe drought conditions has not been able to reduce the impact of drought stress and maintain the stability of soybean yields. Kekeringan pada lahan pertanian menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Aplikasi asam salisilat diduga mampu membantu menekan stress air. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai akibat cekaman kekeringan dan pemberian asam salisilat pada berbagai konsentrasi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial 3 x 3, tiga kali ulangan dengan 27 unit percobaan. Faktor pertama cekaman kekeringan berdasarkan Kapasitas Lapang (KL), dengan tiga taraf yaitu 80% Kapasitas Lapang (KL), 60% Kapasitas Lapang (KL), dan 40% Kapasitas Lapang (KL). Faktor kedua konsentrasi asam salisilat, dengan tiga taraf yaitu 0 mM, 0,5 mM, dan 1 mM. Parameter yang diamati jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot segar biomassa (g), bobot kering biomassa (g), bobot segar akar (g), bobot kering akar (g), bobot segar polong (g), dan bobot kering polong (g). Hasil penelitian menunjukan 40% KL menurunkan semua parameter yang diamati, sedangkan aplikasi asam salisilat hingga 1 mM belum mampu meningkatkan bobot segar polong pada kondisi 40% dan 60% KL. Pemanfaatan asam salisilat dengan konsentrasi hingga 1 mM pada kondisi cekaman kekeringan berat belum mampu menekan dampak stres air dan menjaga stabilitas hasil kedelai.
Enhancing microbial population and biomass of water spinach grown in tailing and inceptisols by manure amendment Hindersah, Reginawanti; Suryatmana, Pujawati; Herdiyantoro, Diyan; Hamdani, Jajang Sauman
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39611

Abstract

The impact of tailings accumulated on agricultural land is the loss of soil profile and decreased soil quality, making plants difficult to grow. This study aimed to observe the effect of cow dung manure (CM) doses to gold mine tailings on total fungal and bacterial populations of soil surrounding roots and water spinach biomass and to analyze the correlation between fungal and bacterial populations with water spinach growth parameters. The experiment was designed in a randomized block design with five treatments and five replications. The treatments included without CM (control) and 5, 10, 15, and 20% of CM in tailing. Similar treatments were added to plants grown in mineral soil, i.e. Inceptisols. The results determined the retarded plant growth in tailing compared to that in Inceptisols. The plant grown in tailing was more responsive to manure amendment. The CM increased total fungal and bacterial populations in the soil around the roots, plant height, leaf number, stem thickness, wet weight, and dry weight of intact plants. Applying 5% of CM caused better growth of water spinach than other treatments. Total fungal and bacterial populations were strongly correlated with water spinach height and dry weight. ABSTRAK Dampak negatif penumpukan tailing di lahan pertanian adalah hilangnya profil tanah dan penurunan kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pemberian dosis pupuk kotoran sapi (PKS) pada tailing tambang emas terhadap populasi jamur dan bakteri total biomassa kangkung darat (Ipomoea reptans (L.) Poir.) serta menganalisis korelasi antara populasi jamur dan bakteri di tanah sekitar perakaran dengan parameter pertumbuhan kangkung. Percobaan pot di rumah kaca disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah tanpa dan dengan penambahan 5, 10, 15 dan 20% PKS ke dalam tailing. Perlakuan yang sama diberikan pada tanaman kangkung dengan tanah Inceptisol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan kangkung di tailing terhambat dibandingkan di tanah Inceptisols, tetapi tanaman di tailing lebih responsif terhadap aplikasi PKS. Pupuk kotoran sapi mampu meningkatkan populasi jamur dan bakteri total di sekitar perakaran, tinggi tanaman, jumlah daun, ketebalan batang, bobot basah serta bobot kering tanaman di tailing. Pemberian 5% PKS lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Populasi jamur dan bakteri masing-masing berkorelasi positif dengan hubungan yang sangat kuat dengan bobot kering serta tinggi tanaman kangkung. Percobaan ini menjelaskan bahwa bahan organik penting untuk memperbaiki kualitas tailing dan pertumbuhan tanaman.