cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
ASPEK MIKROBIOLOGI VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA Wardoyo, Eustachius Hagni
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ventilator-associated pneumonia (VAP) merupakan bagian dari hospital-acquired pneumonia (HAP) atau pneumonia nosokomial. Pola kuman penyebabnya diasumsikan pada awal-awal infeksi memiliki pola yang mirip dengan HAP. Dua aktivitas dalam mikrobiologi yang dapat membantu klinisi adalah survailans dan pemeriksaan mikrobiologi VAP. Kata kunci: pemeriksaan mikrobiologi, ventilator-associated pneumonia, pneumonia nosocomial
PENGARUH PEMBERIAN OPLOSAN MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) DAN ETANOL 10% DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GRADASI KERUSAKAN OTAK TIKUS WISTAR Laily, Novita Shalatiah; Djannah, Fathul; Syamsun, Arfi
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan minuman beralkohol semakin meningkat, salah satunya minuman keras campuran (oplosan). Dalam pembuatan oplosan, alkohol jenis etanol sering dicampur dengan berbagai bahan, salah satunya dengan MSG (monosodium glutamate). Etanol dan MSG dalam jumlah berlebih bisa menimbulkan efek toksik yang merusak organ. Otak adalah organ paling vital dan sensitif, sehingga jika otak terkena efek toksik, akan mengganggu homeostasis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian oplosan MSG dan etanol 10% dosis bertingkat terhadap gradasi kerusakan otak tikus wistar. Metode: Penelitian menggunakan desain penelitian eksperimental dengan rancangan Post Test Only Kontrol Group Design. Penelitian ini menggunakan 6 kelompok yaitu 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif (KN) yaitu tikus yang mendapat aquadest 4 ml, kelompok kontrol 1 (K1) menggunakan etanol murni kadar 10% sebanyak 4 ml dan kelompok kontrol 2 (K2) menggunakan MSG yang diambil dari larutan dosis letal 16,6 gr/kgBB sebanyak 4 ml. Serta tiga kelompok perlakuan yaitu kelompok perlakuan 1 (P1) yang diberikan oplosan MSG dan etanol 10% dengan perbandingan 1:3 sebanyak 4 ml, kelompok perlakuan 2 (P2) yang diberi oplosan MSG dan etanol 10% dengan perbandingan 1:4 sebanyak 4 ml, kelompok perlakuan 3 (P3) yang diberi oplosan MSG dan etanol 10% dengan perbandingan 1:5 sebanyak 4 ml. Hasil: Terdapat perbedaan kerusakan otak yang bermakna antara kelompok KN dengan P3 (p=0,019) dan kelompok P1 dengan P3 (p=0,019), juga antara kelompok P2 dengan P3 (p=0,019) dengan p
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JINTAN HITAM TERHADAP KADAR ENZIM SGOT DAN SGPT MENCIT YANG TERINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Gazali, Akbar; Wardoyo, Eustachius Hagni; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria masih merupakan masalah kesehatan di lebih dari 100 negara atau 41% penduduk dunia. Salah satu kendala pada pengobatan malaria yaitu peningkatan resistensi obat antimalaria konvensional sehingga dibutuhkan penemuan obat baru. Jintan hitam merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai antimalaria. Keadaan malaria dapat mempengaruhi kadar enzim penanda kerusakan jaringan salah satunya SGOT dan SGPT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jintan hitam terhadap kadar SGOT dan SGPT mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian Post-Test Only Control Group Design dengan menggunakan 6 kelompok mencit yang mengalami parasitemia terdiri atas 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok dengan pemberian ekstrak jintan hitam dengan dosis 2 µL/grBB, 3 µL/grBB, 5 µL/grBB, 6 µL/grBB dan 2 kelompok kontrol, yaitu kelompok kontrol positif dengan pemberian klorokuin 25mg/kgBB serta kelompok kontrol negatif dengan pemberian aquades. Sehari setelah pemberian perlakuan selama empat hari dilakukan pengambilan sampel darah intrakardiak untuk diukur kadar SGOT dan SGPT. Hasil: Pemberian ekstrak jintan hitam tidak memberikan pengaruh terhadap kadar SGOT dan SGPT mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei yang dibuktikan dengan uji Kruskall-Wallis. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok pada nilai SGOT dan SGPT mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei. Kata kunci: Ekstrak Jintan hitam, Plasmodium berghei, SGOT, SGPT.
PENGARUH KEBIASAAN PENGGUNAAN HEADSET TERHADAP GANGGUAN TELINGA YANG TERJADI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Patni, Putu Ria Dharma; Kadryan, Hamsu
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Dengan meningkatnya teknologi audiovisual dan telekomunikasi saat ini, penggunaan headphone atau headset untuk mendengarkan musik meningkat pada kalangan remaja. Begitu juga pada kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa memiliki kebiasaan untuk menggunakan headset. Hal ini sering juga diamati dan hampir menjadi sebuah kebiasaan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Penggunaan headset ini tidak hanya dilakukan saat waktu luang untuk mengisi kebosanan, namun juga saat belajar dan ada pula yang memiliki kebiasaan menggunakan headset saat tidur. Kebiasaan itu dapat menimbulkan gangguan pendengaran serta munculnya gejala-gejala gangguan telinga yang dapat mengganggu fungsi pendengaran. Metode : Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis bivariat menggunakan metode uji chi-square dan korelasi lambda untuk mengetahui pengaruh kebiasaan penggunaan headset terhadap gangguan telinga. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungn antara kebiasaan perilaku penggunaan headet dengan gangguan telinga karena perubahan kelembapan udara dan iritasi akibat gesekan. Namun terhadap gangguan telinga luar (keluar cairan dari telinga) dan gangguan pendengaran (pemeriksaan garputala dan OAE), tidak terdapat hubungan yang bermakna. Berdasarkan hasil uji chi-square nilai p yang didapatkan adalah 0,000 untuk gangguan telinga karena perubahan kelembapan udara dan iritasi akibat gesekan yang berupa sakit dan gatal, nilai p= 0,978untuk gangguan keluar cairan dari telinga, p= o,660 dan p= 0,111 untuk pemeriksaan garputala kanan dan kiri serta p= 0,219 dan p= 0,387 unuk pemeriksaan OAE kanan dan kiri. Kesimpulan : kebiasaan penggunaan headset berpengaruh terhadap ganguan telinga karena perubahan kelembapan udara dan iritasi akibat gesekan namun kebiasaan penggunaan headset ini tidak berpengaruh terhadap keluar cairan dari telinga dan gangguan pendengaran. Kata kunci : kebiasaan, headset, gangguan telinga.
HUBUNGAN FAKTOR PENCETUS STRES DENGAN SKOR DISTRESS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Azra, Abdi Azhim Zauli; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stres merupakan masalah umum yang dapat memberikan dampak negatif jika tidak ditangani secara tepat. Setiap individu pasti pernah merasakan stres, tidak terkecuali bagi mahasiswa kedokteran. Mahasiswa kedokteran cenderung rentan terhadap stres, karena dituntut memiliki wawasan/pengetahuan luas, keterampilan dan sikap profesional. Tuntutan tersebut menjadi tekanan bagi mahasiswa sehingga dapat menyebabkan stres, khususnya stres dalam bentuk negatif atau distress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor pencetus stres dengan skor distress mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Sampel yang digunakan adalah semua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram tahap pra sarjana (n=225). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner K10 dan MSSQ. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis bivariat menggunakan metode uji Spearman, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi liniear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor pencetus stres dengan skor distress mahasiswa. Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa faktor pencetus stres memiliki hubungan dengan skor distress pada mahasiswa kedokteran, dengan variabel ARS (Academic Related Stressor) sebagai variabel yang paling berpengaruh. Berdasarkan hasil uji ANOVA, nilai p yang didapatkan adalah 0,000. Nilai Adjusted R2 yang didapatkan adalah 0,66, hal ini menunjukan bahwa persamaan yang didapatkan mempunyai diskriminasi yang baik. Kesimpulan: Variabel ARS adalah varibel yang paling berpengaruh pada hubungan faktor pencetus stres dengan skor distresss mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Kata kunci: Faktor pencetus stres, skor distress, mahasiswa kedokteran.
PERBEDAAN TINGKAT HEALTH LITERACY DALAM BIDANG KESEHATAN REPRODUKSI WANITA PADA MAHASISWA DAN MAHASISWI UNIVERSITAS MATARAM TAHUN ANGKATAN 2010 DARI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN NON-FAKULTAS KEDOKTERAN Yuliyanti, Arrum Chyntia; I., Siti Farida; Santyowibowo, T.; Gerudug, I Komang
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The ability of individuals to gain access to, understand and use health information in ways which promote and maintain good health is determined by skills called health literacy.Education is one of the factors that affect a person’s health literacy skills. Health literacy has large impact on people’s health, particularly in the field of women's reproductive health. Data on the health literacy skills in the field of women’s reproductive health in Indonesia was not clear. This study was aimed to determine the difference in women's reproductive health literacy between medical students and non-medical students of Mataram University academic year of 2010. Methods: This study design was a descriptive analytic study. A cross-sectional study was performed using consecutive sampling technique. The participants chosen were students of the Faculty of Medicine, Faculty of Economics, and Faculty of Law of Mataram University academic year of 2010who met inclusion criteria.A validity and reliability tested self-administered questionnaire was used.The data were analyzed by using descriptive analysisand nonparametric Kruskal-Wallis test and Mann-Whitney test, withconfidence interval for mean was 95%. Results: Health literacy score among women participants was higher than men. Men participants had more mistake in answering either text or document questions.Women’s reproductive health literacy among students of the Faculty of Medicine was very good, Faculty of Economics was good, and the Faculty of Law was moderate. Significance value obtained based on Kruskal-Wallis test was p
PROFIL ANEMIA BERDASARKAN INDEKS ERITROSIT PADA SISWA SMPN 2 KECAMATAN KHAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Kurniawan, Moh. Arif; Lestarini, Ima Arum; Wiguna, Putu Aditya
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah penurunan volume eritrosit atau kadar hemoglobin (Hb) hingga dibawah rentang yang berlaku untuk orang sehat. Peningkatan atau penurunan kejadian anemia pada suatu daerah dapat dipengaruhi oleh kondisi demografi dan geografis suatu daerah. Kecamatan Kayangan memiliki kondisi geografis berupa dataran tinggi dan pantai. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan petani. SMPN 2 Kayangan merupakan salah satu sekolah tingkat menengah pertama yang berlokasi di Kecamatan Kayangan, yang mayorits siswanya tingg al di daerah dataran tinggi dan perkebunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil anemia berdasarkan indeks eritrosit yang paling banyak terjadi pada siswa SMPN 2 Kayangan. Metode: Rancangan penelitian ini mengunakan studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel mengunakan sistem total samplingdari 222 siswa, namun responden yang memuhi kriteria inklusi sebanyak 196 siswa dan data diolah dengan metode analisis univariat. Hasil : Dari 196 responden, 24 (12,2%) siswa dinyatakan anemia berdasarkan nilai patokan Hb populasi (12,97 gr/dl±1,05), anemia paling banyak pada kelompok usia 13-14 tahun sebanyak 15 (62,5%) siswa, berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 (62,5%) siswa, dengan status IMT < 18,5 sebanyak 16 (66,7%) siswa. Berdasarkan indeks eritrositnya, kejadian anemia mikrositik hipokromik sebanyak 15 (62,5%) siswa, anemia normositik hipokromik sebanyak 7 (29,2%) siswa dan anemia normositik normokromik sebanyak 2 (8,3%) siswa. Kesimpulan: anemia terbanyak adalah anemia mikrositik hipokromik sebanyak 15 (62,5%) siswa, diikuti anemia normositik hipokromik sebanyak 7 (29,2%) siswa dan anemia normositik normokromik sebanyak 2 (8,3%) siswa, dengan nilai rerata Hb12,97 gr/dl ±1,05. Kejadian anemia didominasi oleh kelompok usia 13-14 tahun berjenis kelamin perempuan dengan IMT < 18,5. Kata kunci: anemia, indeks eritrosit, siswa SMP
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Putra, Ryan Prasdinar Pratama; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stres merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan, khususnya pendidikan kedokteran. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab stres, baik faktor akademis maupun non akademis. Stres dapat memberikan efek negatif pada fungsi kognitif dan belajar mahasiswa. Jadi, semakin tinggi tingkat stres, maka semakin tinggi efek negatif yang ditimbulkan yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram tahap preklinik yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian yang diambil merupakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner K10 dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen akademik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram yang berupa nilai ujian tulis utama blok. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan prestasi belajar. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman didapatkan bahwa nilai signifikansi (p) adalah 0,004 yang membuktikan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dengan nilai kekuatan hubungan antar variabel terbilang sangat lemah (r=-0,192). Arah hubungan yang negatif berarti bahwa semakin tinggi tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa, maka semakin rendah prestasi belajar yang diraih. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan prestasi belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Kata kunci: Tingkat Stres, Prestasi Belajar, Mahasiswa Kedokteran.
PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN AIR PUTIH DAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP KECEPATAN PEMULIHAN DENYUT NADI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM Putra, Kadek Soga Prayaditya; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Wiguna, Putu Aditya
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Saat melakukan latihan fisik terjadi peningkatan produksi keringat.Selama berkeringat tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit. Minuman isotonik adalah minuman dengan konsentrasi yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat dengan cepat menggantikan kehilangan cairan dan elektrolit tubuh setelah beraktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan efek pemberian air putih dan minuman isotonik terhadap kecepatan pemulihan denyut nadi. Metode:Rancangan penelitian ini adalah eksperimental pretest and posttest group design.Subjek penelitian adalah 25 orang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram,yang dipilih secarasimple random sampling. Sebelum melakukan latihan treadmill menggunakan protokol Bruce modifikasi selama 15 menit, subjek diberikan air putih dan minuman isotonik. Rentang waktu antara pemberian air putih dan minuman isotonik adalah 2 hari. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa rerata kecepatan pemulihan denyut nadi setelah pemberian air putih adalah 6,16 menit dan minuman isotonik adalah 4, 04 menit. Hasil uji rerata beda kecepatan pemulihan denyut nadi dengan metode Wilcoxon diperoleh hasil p < 0,05. Simpulan: Rerata kecepatan pemulihan denyut nadi setelah pemberian minuman isotonik lebih cepat jika dibandingkan dengan kecepatan pemulihan denyut nadi setelah pemberian air putih. Terdapat perbedaan bermakna efek pemberian air putih dan minuman isotonik terhadap rerata kecepatan pemulihan denyut nadi (p < 0,05). Kata Kunci: Latihan treadmill, kecepatan pemulihan denyut nadi, minuman isotonik, air putih, protokol Bruce modifikasi
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PASIEN RAWAT INAP TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN CITRA RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Sakti, Pandu Tridana; Syamsun, Arfi; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The hospital is a central care facility that is important as a central referral point for the lower care centers. Therefore, the hospital is required to provide adequate facilities and infrastructures, good quality and equity for all patients. The 2011 annual report of Provincial General Hospital West Nusa Tenggara indicated that the quality of health services in this hospital was low. It was felt necessary to undergo a research study to find out the inpatients perception of health care. Methods: A cross-sectional study was performed using stratified random sampling. The participants chosen were all inpatients of the Provincial General Hospital West Nusa Tenggara. A sample of inpatients was thus obtained of which questionnaires were usable for data analysis. A validity and reliability tested self administered questionnaire was used. Data was analysed with descriptive analysis, bivariate analysis using spearman method, and multivariate analysis using multiple linear regression to determine the effect on the health care quality toward hospital’s image. Results: Multivariate analysis showed that variables of health care quality (medical service, nurses, administration, supporting examination, pharmaceutical, nutritional, and physical facilities) significantly effected the image of the hospital. Based on the results of anova test, p value obtained was 0.000. Adjusted R2 value obtained was 0.966, indicating that the equation was good discrimination. Conclusion: There is a relationship between the quality of medical service, nursing, administration, supporting examination, pharmaceutical, nutritional, and physical facilities and the image of the Hospital. Keywords: Perception, Inpatients, Health Care Quality, Image, Hospital.

Page 6 of 41 | Total Record : 408