cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Manajemen One Visite Restorasi Estetik pada Kasus Rudimenter Gigi Anterior Any Setyawati
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9219

Abstract

Rudimenter merupakan kelainan bentuk gigi yaitu gigi kecil meruncing dan berukuran lebih kecil dari normal, biasanya terjadi pada gigi anterior. Hal ini sangat mengganggu penampilan pasien. Perawatan biasanya dilakukan indirect restoration dengan pemasangan mahkota dan multi visite sehingga membutuhkan waktu perawatan yang lama. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan penatalaksanaan gigi rudimenter dengan one visite esthethic direct restoration. Wanita usia 24 tahun memiliki keluhan penampilan terganggu karena gigi 12 dan 22 mengalami rudimenter. Ingin segera dirawat dengan satu kali kunjungan. Penatalaksanaan dilakukan dengan menganalis  lebar mesiodistal gigi 12 dan 22 serta lebar mesiodistal ruang yang tersedia. Pencocokan warna dengan shade guide. Preparasi menggunakan bur torpedo untuk retensi dan resistensi. Langkah selanjutnya dilakukan pemasangan Polytetraflouroethylene (PTFE), pengaplikasian bonding, penyinaran Light Emitting Diode (LED) selama 20 detik. Pengaplikasian resin komposit warna A2 dan penyinaran LED selama 40 detik. Hasil terlihat anomali rudimenter gigi 12 dan 22 terkoreksi, tampak bentuk anatomi gigi 22 dan 21 kembali normal. Hasil observasi menunjukkan tidak ada keluhan sakit, tampak sewarna gigi, kerapatan tepi baik, countour, embrassure dan kontak area sesuai anatomi gigi, serta gingiva tampak normal dan gigi berfungsi dengan baik. Kesimpulan pada laporan kasus ini adalah gigi rudimenter berhasil dirawat dengan one visite esthethic direct restoration. Pasien sangat puas dengan hasil perawatan. 
The Efficacy Of Glass Ionomer Hybrid As Orthodontic Brackets Adhesives To Inhibit Calsium Released Of The Enamel Rina Sutjiati
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.512

Abstract

Composite resins are predominantly used to bond orthodonticbrackets onto teeth. These can lead to calcium released of the enamel surroundingthe brackets. Purpose : To observe calcium release during the use of adhesiveswhich release fluoride Method : This experimental study was design to determinethe calcium released after soaking in the acid solution. This in vitro study usedforty extracted human premolars (20 teeth were bonded with glass ionomer, and20 teeth were bonded with glass ionomer hybrid). Half of the teeth in each groupwere treated with fluoride application and the other half were not treated fluorideapplication topically. Calcium released of the enamel was evaluated usingSpectrofotometer. Result :The results showed that there was a significantdifference between glass ionomer group without and with fluoride application(p0,005), and there was not significant difference (p0,005) in the group of glassionomer hybrid without and with fluoride application topically. Conclusion :Theadhesive glass ionomer hybrid could prevent calcium released with or without theusage of sodium fluoride.
Determination of Total Protein and Calcium in Gingival Mesenchymal Stem Cell-Conditioned Medium Banun Kusumawardani; Intan Julita Purnamasari; Dea Ajeng Pravita Suendi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i2.13096

Abstract

Gingival mesenchymal stem cell-conditioned medium (GMSC-CM) is a conditioned medium obtained from cultured gingival mesenchymal stem cells. GMSCs are easily isolated from gingival tissue, whereas gingival tissue is easily obtained by minimally invasive techniques. On the other hand, CM contains proteins, cytokines, chemokines and growth factors that play an important role in osteogenic differentiation.This study aims to determine the total protein and calcium levels in GMSC-CM.GMSCs were grown in culture media with 10% of FBS. CM of GMSC was obtained from the media collection process with a 0.22 µm filter and concentrated with a centrifugal filter to obtain a concentrated GMSC-CM. The concentration of total protein was performed by bicinchoninic acid protein assay on GMSC-CM and concentrated GMSC-CM. Calcium level was performed by atomic absorption spectroscopy method. The results arethat GMSC-CM had a total protein concentration of 2502±0.06 µg/ml, and the concentratedGMSC-CM was 1.912±0.08 μg/ml.The calcium level of GMSC-CM was 0.009% and concentratedGMSC-CM was 0.009%. It can be concluded thatGMSC-CM had a high concentration of total protein and calcium. These parameters were used to develop bioprocesses to enhance the production of GMSC-CM, which will support the implementation of cell-free therapy for tissue regeneration.
Potential Of Mangosteen Xanthones As Anti-Oral Cancer Agents By Induction Of Apoptosis Yani Corvianindya Rahayu
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.529

Abstract

The pericarp of mangosteen (Garcinia mangostana L.) is rich in various xanthones that are known to possess unique biological activities. The aim of this study was to determine of antiproliferative and cytotoxic activities of mangosteen xanthones. The researchers found that all tested xanthones inhibited the growth of the cancer cells. They observed cytotoxic properties against three human cancer cell lines, epidermoid carcinoma of the mouth, breast cancer, and small-cell lung cancer. The specific xanthones include alpha-mangostins, showed that mangosteen xanthones not only inhibit the proliferation of target cells but also induce their death by apoptosis that involves the activation of the caspase cascade. To establish a more precise mechanism of action, a cell free biochemical kinase assay against multiple cyclins/CDKs involved in cell cycle progression; the most significant inhibition in the cell free based assays was CDK4, a critical component of the G1 phase.Through molecular modeling α-mangostin against the ATP binding pocket of CDK4, and propose three possible orientations that may result in CDK4 inhibition. Histopathological evaluation and biochemical analysis of tumors that received mangosteen xanthones indicate the induction of apoptosis in tumors, which resulted in the repression of their growth and the reduction of their sizes. The study concluded that mangosteen xanthones potentially as an agent for cancer prevention and the combination therapy with anti-cancer drugs.
Pengaruh Konsentrasi Kopi Hitam Terhadap Perubahan Warna Pada Resin Komposit Hybrid. Herawati Annisa; Hastoro Pintadi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.560

Abstract

Resin komposit hybrid merupakan salah satu bahan tumpatan sewarna gigi yang dapat digunakan untuk gigi anterior maupun posterior. Resin komposit hybrid bersifat menyerap air secara difusi pada matriks resin dan adsorpsi pada bahan pengisi. Kopi memliliki zat warna tannin yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin komposit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan kopi hitam jenis robusta dengan konsentrasi 0,8%; 1,6%; dan 3,2% terhadap perubahan warna resin komposit hybrid.Sampel pada penelitian ini adalah resin komposit hybrid berdiameter 15mm dan ketebalan 2mm, sebanyak 12 buah yang dibagi menjadi 3 kelompok. Sampel direndam dengan saliva buatan selama 24 jam lalu diukur nilai kromatisitas stadar warna menggunakan alat uji monochromameter. Kemudian dilanjutkan direndam ke dalam larutan kopi hitam dengan konsentrasi 0,8%; 1,6%; dan 3,2. Perendaman dilakukan selama 7 hati didalam inkubator dengan suhu 370C. setelah perendaman diukur nilai kromaisitasnya dengan alat uji monochromameter. Kemudian hasil kromatisitas warna perendaman saliva buatan dikurangi dengan perendaman kopi, lalu dihitung dengan perhitungan ∆E*ab. Data dianalisis menggunakan Anava satu jalur dan LSD0,05. Hasil uji Anava satu jalur menunjukkan adanya pengaruh variasi konsentrasi larutan kopi hitam terhadap perubahan warna resin komposit hybrid (p0,05). Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan perubahan nilai warnayang signifikan pada kelompok perendaman konsentrasi 0,8% dengan 1,6% dan kelompok konsentrasi 0,8% dengan 3,2% namun tidak signifikan pada kelompok konsentrasi 1,6% dengan 3,2%.
Perancah Hidogel untuk Aplikasi Rekayasa Jaringan Tulang Erlina Sih Mahanani
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.576

Abstract

Pendahuluan. Tulang mempunyai kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri. Kasus defek tulang yang kecil dapat diperbaiki sendiri, tetapi pada critical defect membutuhkan campur tangan pembedahan untuk merekontruksi jaringa tulang. Sejak akhir dekade lalu, rekayasa jaringan telah digunakan dan dikembangkan dalam kedokteran regeneratif, termasuk di dalamnya adalah regenerasi tulang. Tujuan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan tinjauan secara komprehensif dari perancah hidrogel tentang kelebihannya, osteokonduktivitas, sifat fisik, degradasi, dan juga kemampuan mengontrol pelepasan substrat akan didiskusikan dalam artikelini. Diskusi. Perancah, sel, dan faktor pertumbuhan adalah tiga komponen dalam rekayasa jaringan untuk menentukan keberhasilan dari suatu rekontruksi jaringan. Perancah hidrogel perancah yang biodegradable dan biomaterial 3 dimensi dengan kemampuan menyerap air yang banyak tetapi dapat mempertahankan stabilitas dimensinya. Kesimpulan. Perancah hidrogel memiliki peran yang sangat luas dalam aplikasi rekayasa jaringan tulang.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Komunikasi antara Dokter Gigi dan Pasien dalam Pelayanan Perawatan Kesehatan Gigi Factors That Influence Communication between Dentist and Patient in Dental Health Care Service Novitasari Ratna Astuti; Julita Hendrartini; Niken Widyanti Sriyono
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v3i1.1730

Abstract

Komunikasi dokter gigi dan pasien memainkan peranan penting bahkan menentukan dalamkeberhasilan perawatan serta meningkatkan efektifitas pelayanan dan kepuasan pasien. Keberhasilan perawatankesehatan gigi pada pasien, selain dituntut keahlian teknis profesional seorang dokter gigi juga dituntutkemampuan non teknis berupa keahlian berkomunikasi dalam menghadapi berbagai perilaku pasien, dandipengaruhi beberapa faktor-faktor lain. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadapkomunikasi antara dokter gigi dan pasien dalam pelayanan perawatan kesehatan gigi di Rumah Sakit BethesdaDIY. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalahpasien di poliklinik gigi Rumah Sakit Bethesda DIY sebanyak 100 pasien gigi yang diambil dengan simplerandom sampling. Adapun kriteria sampel, pasien berusia 12-55 tahun dan dapat berkomunikasi dengan baik dipoli gigi RS Bethesda DIY. Variabel pengaruh yakni frekuensi kunjungan, pendampingan kunjungan, tingkatpendidikan, jenis kelamin, usia. Variabel terpengaruh yakni komunikasi antara dokter gigi dan pasien. Alat ukurmenggunakan kuesioner dengan skala likert. Uji coba kuesioner dilakukan terhadap 30 responden .Penelitian inimenggunakan teknik korelasi product moment dengan r berkisar antara 0,416-0,698 dan p 0,05, hasilreliabilitas dengan teknik alpha cronbach r tt = 0,876 dan p 0,05. Data hasil penelitian dianalisis dengananalisis regresi berganda dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: menunjukkan adanya pengaruh yang bermaknaantara faktor usia (r=0,236 dan p=0,017), pendidikan (r=0,393 dan p=0,000),frekuensi kunjungan pasien kedokter gigi (r=0,291 dan p=0,004), pendampingan kunjungan pasien saat masuk ruang praktek dokter gigi(r=0,259 dan p=0,009) terhadap komunikasi antara dokter gigi dan pasien. Sedangkan jenis kelamin (r=0,166 danp=0,095) tidak terdapat pengaruh terhadap komunikasi antara dokter gigi dan pasien. Kesimpulan: Faktor usia,frekuensi kunjungan, pendidikan dan pendampingan kunjungan berpengaruh terhadap komunikasi dokter gigidan pasien sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh. Faktor yang memberikan bobot sumbangan terbesarterhadap komunikasi antara dokter gigi dan pasien adalah faktor tingkat pendidikan.
Penatalaksanaan Stomatitis Alergika Disertai Dermatitis Perioral Akibat Alergi Telur Erna Sung; Desiana Radhitia
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6180

Abstract

Pendahuluan: Reaksi hipersensitivitas tipe I merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh aktivasi IgE. Hipersensitivitastipe I dapat berupa reaksi anafilaktik sistemik atau reaksi lokal yang ditandai oleh inflamasi dan kerusakan epitelmukosa. Telur ayam dikenal sebagai makanan yang sering memicu alergi akibat kandungan protein di dalamnyamerangsang reaksi sistem imun secara berlebihan pada pasien tertentu. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan membahaspenatalaksanaan stomatitis alergika disertai dermatitis perioral yang disebabkan oleh alergi telur ayam. Kasus:Seorang wanita berusia 18 tahun datang dengan keluhan utama bibir terasa perih dan tebal serta terdapat sariawan dilidah yang terasa perih bila disentuh. Keluhan dirasakan sejak pasien mengkonsumsi telur 3 hari sebelumnya. Pasienmemiliki riwayat alergi terhadap telur dan makanan laut. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan edema, deskuamasidan hiperpigmentasi di sekitar bibir. Pemeriksaan intraoral menunjukkan deskuamasi pada mukosa labial danmukosa bukal, serta bercak putih yang terasa sakit pada dorsum dan lateral lidah. Tatalaksana: Pemeriksaan darahmenunjukkan peningkatan kadar IgE total. Pasien dirawat dengan obat kumur anti-inflamasi non steroid dan dirujukuntuk pemeriksaan alergi lebih lanjut, serta diberikan krim kortikosteroid topikal untuk mengatasi hiperpigmentasidan rasa tebal pada daerah perioral. Pasien dianjurkan menghindari alergen. Perbaikan dicapai dalam 3 minggu danpemeriksaan alergi menunjukkan positif alergi terhadap telur. Simpulan: Klinisi harus memahami berbagai manifestasireaksi hipersensitivitas agar dapat menegakkan diagnosis dengan tepat dan menemukan pemicunya sehingga dapatmemberikan perawatan yang tepat.
Premature Loss dan Perkembangan Rahang Laelia Dwi Anggraini; Rinaldi Budi Utomo; Sunarno Sunarno; Dibyo Pramono
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7297

Abstract

Premature loss adalah kondisi dimana gigi desidui yang sudah tanggal sebelum waktunya sementara gigi permanen pengganti belum tumbuh. Kehilangan gigi desidui yang terlalu dini akan berpengaruh pada keberhasilan erupsi gigi apabila ada pengurangan ruang pada lengkung gigi. Kondisi premature loss terkait pula dengan perkembangan rahang. Rahang adalah bagian dari struktur total kepala dan setiap rahang bisa mempunyai hubungan posisional yang bervariasi terhadap struktur lain dari kepala, variasi semacam itu bisa terjadi pada ketiga bidang yaitu sagital, vertikal, dan lateral. Setiap kondisi patologis yang mempengaruhi pertumbuhan rahang bisa menimbulkan efek besar terhadap oklusi gigi. Pertumbuhan maksila dipengaruhi oleh pertumbuhan otak, pertumbuhan tulang cranial dan nasal septal memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan maju mundur maksila. Mandibula merupakan tulang kraniofasial yang sangat mobile dan merupakan tulang yang sangat penting karena terlibat dalam fungsi-fungsi vital antara lain pengunyahan, pemeliharaan jalan udara, berbicara, dan ekspresi wajah. Gerakan pertumbuhan mandibula pada umumnya dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di maksila. Pertumbuhan prosesus alveolaris sangat aktif selama erupsi dan berperan penting selama erupsi serta terus memelihara hubungan oklusal selama pertumbuhan vertikal maksila dan mandibula. Kesimpulan dari telaah literatur ini yaitu kondisi rongga mulut karena premature loss secara langsung atau tidak langsung berpengaruh pada tumbuh kembang rahang.
Daya Antibakteri Ekstrak Jintan Hitam dan Daun Sirih terhadap Staphylococcus aureus pada Plat Gigi Tiruan Zeny Putri Ayu; Hastoro Pintadi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9113

Abstract

Resin akrilik heat-cure sebagai bahan membuat plat gigi tiruan memiliki kekurangan yaitu porositas permukaan yang kasar pada bagian fitting surface, sehingga akumulasi sisa makanan dan mikroorganisme seperti Staphylococcus aureus dapat berkembang dan menimbulkan denture stomatitis. Pencegahan dapat dilakukan dengan merendam gigi tiruan pada larutan yang mengandung antibakteri seperti jintan hitam dan daun sirih yang mengandung thymoquinon, thymohydroquinone, tannin, kavikol, fenol, seskuiterpan, dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya antibakteri ekstrak jintan hitam dan daun sirih hijau terhadap Staphylococcus auerus pada plat gigi tiruan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sampel penelitian berupa 27 plat resin akrilik yang selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan jenis larutan perendamannya yaitu dengan larutan ekstrak jintan hitam 0,5%, larutan daun sirih 25%, dan aquades sebagai kontrol negatif. Data dianalisis menggunakan Mann-Whitney test. Hasil rata-rata pertumbuhan bakteri pada larutan jintan hitam 0,5% yaitu 3,11; larutan daun sirih 25% yaitu 1.00; aquades yaitu 6.00. Hasil uji Mann-Whitney Test menunjukkan  p = 0,135 (p0,05) yang berarti tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jintan hitam dan ekstrak daun sirih tidak memiliki perbedaan bermakna dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.