cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Hubungan Status Obesitas Sentral dengan Pengalaman Karies (Indeks DMFT) pada Individu Dewasa Muda Rahmawan, Dzanuar; Irawan, Rudi; Muga, Ige Frameski Radila; Septommy, Catur
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i2.12719

Abstract

Karies dan obesitas merupakan permasalahan yang sering dihadapi pada bidang kesehatan masyarakat terutama pada individu dewasa muda dan prevalensi kondisi tersebut terus meningkat di seluruh dunia. Status obesitas sentral telah dilaporkan memiliki korelasi dengan pengalaman karies, hal tersebut belum bayak dipelajari di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengalaman karies dan status obesitas sentral pada mahasiswa dengan kondisi sehat usia 18-22 tahun. Penelitian cross-sectional ini dilakukan di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dengan jumlah sampel 120. Pengalaman karies dinilai dengan indeks decayed missing filled teeth index (DMFT) dan status obesitas sentral dinilai dengan waist hip ratio (WHR) yang merupakan rasio dari lingkar pinggang (waist circumference) dan lingkar pangggul (hip circumference). Data dianalisa menggunakan SPSS 17 dengan tingkat signifikansi p0,05. Terdapat korelasi antara WHR dan waist circumference (WC) dengan indeks DMFT (p=0,028, r= 0,201; p=0,025, r=0,204). Pada pemerikasaan indeks DMFT didapatkan persentase individu dengan pengalaman karies kategori sangat rendah 14,2% (n=17), kategori rendah 17,5% (n=21) kategori sedang 23,3% (n=28), kategori tinggi 29,1% (n=35) dan kategori sangat tinggi 15,8% (n=19). Pengukuran antropometri didapatkan rerata WC=78,6, hip circumference (HC)=97,3 dan WHR=0,81. Persentase individu yang mengalami obesitas sentral pada laki-laki sebesar 13,3% (n=8) dan pada perempuan 28,3% (n=17). Pada penelitian ini status obesitas sentral memiliki hubungan signifikan terhadap indeks DMFT.
Pengaruh Komplikasi Neuropati Terhadap Xerostomia Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe Ii Kartika Sari, Rina; Widiajmoko, Agung
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.527

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan The Great Initiator, yaitu salah satu penyakit yang dapat menimbulkan banyak sekali komplikasi salah satunya neuropati (Neuropati diabetik). Neuropati diabetik yaitu sekumpulan gejala (sindrom) yang disebabkan oleh degenerasi saraf perifer atau otonom sebagai akibat dari diabetes mellitus. Diabetes mellitus sering menimbulkan banyak manifestasi oral salah satunya xerostomia (sindrom mulut kering). Hubungan antara xerostomia pada penderita diabetes mellitus tipe II masih banyak menimbulkan kontroversi, salah satunya dikarenakan adanya kerusakan saraf pada kelenjar saliva, namun banyak juga studi yang menyebutkan xerostomia tersebut dikarenakan gejala poliuri pada penderita diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Bertujuan meneliti pengaruh komplikasi neuropati terhadap xerostomia pada penderita diabetes mellitus tipe II dengan metode meludah. Subyek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang. Kelompok I terdiri atas 10 orang penderita diabetes mellitus tipe II dengan komplikasi neuropati, kelompok II 10 orang penderita diabetes mellitus tipe II tanpa komplikasi neuropati dan kelompok III 10 orang normal. Tiap subyek diukur curah saliva rata – ratanya(ml/menit) dengan stimulasi asam sitrat 2% dan tanpa stimulasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata – rata curah saliva tidak stimulasi adalah; kelompok I 0,14±0,69; kelompok II 0,33±0,12; kelompok III 0,73±0,16. Sedangkan nilai rata – rata curah saliva stimulasi adalah; kelompok I 0,43±0,24; kelompok II 1,00±0,35; kelompok III 2,44±079. Berdasarkan anamnesis keluhan subyektif, insidensi xerostomia kelompok I sebanyak 7 dari 10 orang (70%) ; kelompok II 2 dari 10 orang (20%); kelompok III tidak ada. Uji one way ANOVA menunjukkan hasil yang signifikan antar kelompok baik stimulasi maupun tidak stimulasi (p0,05), kecuali curah saliva stimulasi antara kelompok II dan kelompok III (p0,05). Uji Chi-square menunjukkan hasil yang signifikan antar kelompok (p0,05) kecuali antara kelompok II dan kelompok III (p0,05) Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara komplikasi neuropati terhadap xerostomia pada penderita diabetes mellitus tipe II. Hal ini dilihat dari rata-rata curah saliva stimulasi maupun tidak stimulasi dan keluhan subyektif yang menyertai
Efektifitas Penggunaan Buah Anggur (Vitis Vinifera L.) Sebagai Bahan Untuk Pemutih Gigi (Bleaching) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Renasya Syahland, Mirna; Setyawati, Any
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.558

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan jus buah anggur (Vitis vinifera L.) sebagai bahan pemutih gigi (bleaching). Penelitian ini bersifat Eksperimental Laboratoris. Sampel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah gigi yang telah dicabut sejumlah 20 buah yang terdiri dari gigi insisivus, gigi caninus, dan gigi premolar rahang atas dan bawah. Semua gigi tersebut direndam dalam larutan teh hitam selama 6 hari. Warna gigi diukur dengan Shade guide setelah itu dengan Spectriphotometer. Setelah direndam dengan larutan the hitam lalu direndam dalam jus buah anggur. Kelompok 1 : gigi direndamjus buah anggur konsentrasi 100% selama 56 jam. Kelompok 2 : gigi direndam jus buah anggur konsentrasi 75% selama 56 jam. . Kelompok 3 : gigi direndam jus buah anggur konsentrasi 50% selama 56 jam. Kelompok 4 : gigi direndam aquadest sebagai kontrol selama 56 jam. Warna gigi diukur dengan Spectrophotometer setelah perendaman dengan jus buah anggur. Data tersebut di uji dengan menggunakan analisis data Paired Sample t-Test dan one way Anova. Hasil penelitian didapatkan nilai signifikansinya adalah (0.742) p0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masing-masing konsentrasi 100%, 75%, dan 50% setelah perendaman dengan jus buah anggur. Berdasarkan uji one way Anova maka nilai perbedaan data dE*ab pdad masing- masing konsentrasi didapatkan nilai signifikansinya p=0.742 (p0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masing-masing konsentrasi, akan tetapi secara visual perbedaan warna dapat dilihat secara jelas anatara sebelum dan sesudah perendaman dengan jus buah anggur.
Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Manggis (Garcinia Mangostana Linn.) Terhadap Bakteri Porphyromonas Gingivalis Ajie Nuperdanna Sriyono, Rexsy; Andriani, Ika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.579

Abstract

Based On The Indonesian Household Health Survey, The Prevalence Of Periodontal Disease Reaches 60 % In Indonesian Community. One Of The Pathogen Bacteria That Involved In Periodontitis Is Porphyromonasbgingivalis. Mangosteen (Garciniamangostana Linn.) Is The Plants That Have The Ability To Inhibit Or Kill Porphyromonasgingivalis Is Which Is Its Skin Extract Contains Active Compounds Such As Saponins , Flavonoids And Tannins. The Purpose Of This Study Was To Examine The Antibacterial Effect Of The Ethanol Extract Of Mangosteen Peel (Garciniamangostana Linn.) Against The Growth Of Porphyromonasngingivalis .Mangosteen Peel Extract Was Obtained By Maceration Method Using Ethanol Solvent . The Antibacterial Activity Assays Was Used To Investigate The Effectivity Of Ekstract Ekstract Mangosteen Were Used Concentration Of 50 % , 25 %, 12.5 %, 6.25 %, 3.125 %, 1.563 %, 0.781 %, 0.39 %,0.195 %, And 0.0975 %. Results Showed That Extracts Of Mangosteen Peel Garciniamangostana Linn.)Has Mic And Mbc Against Porphyromonasgigngivalis Each At A Concentration Of 25 % And 50 % .
Daya Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis sebagai Bahan Medikamen Saluran Akar dengan Metode Dilusi Anti-Bacterial Power of Red Batel Leaves (Piper Crocatum) to Enterococcus Faecalis Bacteria as Medi Pasril, Yusrini; Yuliasanti, Aditya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v3i1.1733

Abstract

Perawatan saluran akar adalah perawatan yang dilakukan dengan mengangkat jaringan pulpa yang telahterinfeksi dari kamar pulpa dan saluran akar. Salah satu tahap yang penting yaitu sterilisasi dimana dibutuhkanbahan medikamen yang paling efektif dan biokompatibel. Daun sirih merah (Pipper crocatum) diyakinimempunyai banyak kandungan antibakteri seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Enterococcus faecalisadalah salah satu bakteri yang memiliki resistensi serta paling sering ditemukan pada infeksi saluran akar.Kemampuan dari bakteri ini dapat mengadakan kolonisasi yang baik dan dapat bertahan dalam saluran akar.Tujuan penelitian untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak daun sirih merah (Pipper crocatum) terhadapbakteri Enterococcus faecalis. Desain penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium in vitro.Metode yang digunakan yaitu dilusi tabung untuk menentukan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan KadarBunuh Minimum (KBM). Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasilpenelitian diperoleh KHM sebesar 20% dan KBM 25%. Kesimpulan penelitian ini ekstrak daun sirih merahmempunyai daya antibakteri dengan nilai KHM 20% dan KBM 25%. Ekstrak etanol daun sirih merah (Pippercrocatum) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis pada konsentrasi 20% dan dapatmembunuh bakteri Enterococcus faecalis pada konsentrasi 25%.
Tata Laksana Xerostomia Oleh Karena Efek Penggunaan Amlodipine: Laporan Kasus Usman, Nur Asmi; Hernawan, Iwan
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6284

Abstract

Pendahuluan: Xerostomia atau yang biasa disebut dengan sindroma mulut kering merupakan akibat dari penurunanatau tidak adanya flow saliva sehingga menyebabkan mukosa rongga mulut menjadi kering. Gejala-gejala yangtimbul berupa rasa rongga mulut terasa kering, rasa terbakar, tidak nyaman, kesulitan dalam menelan, gangguanpengecapan, dan rasa terbakar pada rongga mulut, bibir pecah-pecah dan terkelupas. Penggunaan obat-obatanmerupakan yang paling sering menyebabkan xerostomia. Obat-obatan itu dapat berupa antidepresan, antikolinergik,antispasmodik, antihistamin, antihipertensi, sedatif, diuretik, dan bronkodilator. Salah satu penyebab xerostomiaadalah penggunaan obat antihipertensi yaitu amlodipine, suatu golongan Calcium Channel Blockers (CCBs). Tujuan:untuk melaporkan tata laksana xerostomia disebabkan oleh penggunaan amlodipine. Kasus: pasien wanita berusia55 tahun datang dengan keluhan mulut terasa kering, air ludah terasa kental dan sulit menelan sejak 5 bulan yanglalu. Pasien berobat ke poli gigi Rumah Sakit kemudian dibersihkan karang giginya namun keluhan belum membaik.Pasien kembali berobat ke poli gigi Rumah Sakit 2 bulan yang lalu kemudian pasien dirujuk ke RSGM FKG Unair.Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 2 tahun yang lalu dan mengkonsumsi obat amlodipine 5 mg satu kali sehari.Tes sialometri menunjukkan saliva yang berbuih dengan hasil 0.03 ml/menit. Tata laksana: pemberian obat kumurchlorine dioxide dan dry mouth gel serta mengunyah permen karet mengandung xilitol. Kesimpulan: Penangananxerostomia dapat dilakukan dengan penggunaan obat kumur chlorine dioxide dan dry mouth gel dapat mengurangikeluhan mulut kering.
Gambaran Pengetahuan terhadap Perawatan Ortodontik Menurut Islam pada Mahasiswa Kedokteran Gigi Paryontri, Bayu Ananda; Adisiyasha, Alya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 1 (2019): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8100

Abstract

Perawatan ortodontik bertujuan untuk menunjang kebersihan gigi dan mulut, memperbaiki fungsi mastikasi, fonetik, dan estetik. Hukum merapikan gigi dengan perawatan ortodontik dalam perspektif Islam dapat diketahui berdasarkan tujuannya. Pertama, bila merapikan gigi dengan tujuan estetika saja maka termasuk dalam kategori mengubah ciptaan Allah dan diharamkan. Sedangkan, jika ingin merapikan gigi dengan indikasi medis dan alasan kesehatan serta memperbaiki fungsi maka hukum diperbolehkan. Namun bila maloklusi gigi tidak mempengaruhi dalam fungsi dan hanya menganggu dalam penampilan, perawatan ortodontik tidak boleh dilakukan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan terhadap perawatan ortodontik dalam Islam pada mahasiswa kedokteran gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional, dengan jumlah keseluruhan sampel 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawatan ortodontik menurut Islam, sebagian besar mahasiswa kedokteran gigi UMY memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 91 responden (91%) dan pada kategori sedang sebanyak 9 responden (9%). Kesimpulan penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran gigi memiliki pengetahuan yang baik terhadap perawatan ortodontik menurut Islam.
Perbandingan Kayu Manis dan Kopi Putih terhadap Perubahan Warna Resin Akrilik Polimerisasi Dingin Pintadi, Hastoro; Putri, Tika Kartika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9216

Abstract

Resin akrilik merupakan resin yang memiliki kejernihan luar biasa, warna dan sifat optik tetap stabil dibawah kondisi mulut normal dan secara klinis juga cukup stabil terhadap panas. Kayu manis dan kopi putih merupakan bahan minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin akrilik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kayu manis dan kopi putih terhadap perubahan warna resin akrilik polimerisasi dingin. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan rancangan postest control group design. Subyek yang digunakan adalah lempeng resin akrilik polimerisasi dingin berbentuk bulat dengan diameter 26 mm dan tebal 2 mm (ISO 1567) yang direndam dalam kayu manis dan kopi putih untuk mengevaluasi bahan yang paling banyak merubah warna resin akrilik dalam 2,5 hari. Uji perubahan warna dengan spektrofotometer, uji analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil uji statistika didapatkan pengaruh yang signifikan dengan nilai kromatisitas perubahan warna tertinggi pada perendaman kayu manis yaitu dengan rerata 7,93368 sedangkan paling rendah pada perendaman kopi putih yaitu 5,15632. Kesimpulan pada penelitian ini adalah perubahan warna resin akrilik polimerisasi dingin pada kayu manis lebih tinggi dibandingkan pada kopi putih.
Perbedaan Tingkat Pemahaman Pengetahuan pada Anak Tunarungu antara Penyuluhan Metode Komik dan Video Alphianti, Likky Tiara; Rahma, Firda Tsani Aulia
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.11245

Abstract

Adanya hambatan pada proses berbicara dan berbahasa sehingga menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi merupakan hal yang dialami oleh anak tuna rungu. Indera penglihatan menjadi hal penting yang dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk berkomunikasi oleh anak tuna rungu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan ada tidaknya perbedaan tingkat pemahaman anak tuna rungu terhadap kesehatan gigi-mulut setelah diberikan penyuluhan antara 2 metode, yaitu komik dan video. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuasi. Sampel dipilih dengan teknik total sampling pada siswa tuna rungu (10-16 tahun) di SLBN 1 Bantul sesuai kriteria penelitian (N=14). Subjek pada kelompok 1 diberikan penyuluhan dengan metode komik dan kelompok 2 metode video. Data penelitian ini merupakan hasil penilaian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa baik pada kelompok 1 dan 2 tidak ada perbedaan antara pre-test dan post-test (p 0,05). Hasil uji Mann-Whitney didapatkan p 0,05, hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan tingkat pemahaman terhadap kesehatan gigi dan mulut sebelum dan setelah pemberian penyuluhan antara metode komik dan video pada anak tuna rungu.
Perawatan Crossbite Anterior Pada Masa Gigi Bercampur Menggunakan Incline Plane Lepasan (Laporan Kasus) Ratya Utari, Tita; Abdillah, Nova
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.522

Abstract

Crossbite anterior adalah keadaan dimana terdapat hubungan labiolingual yang tidak normal antara satu atau lebih gigi insisivus maksila dengan mandibula. Problem pada masa tumbuh kembang ini seringkali terjadi pada masa gigi bercampur dan perawatan dini sangat disarankan karena maloklusi ini tidak dapat terkoreksi dengan pertumbuhan dan bertambahnya usia. Beberapa tekhnik yang berbeda telah digunakan untuk koreksi crossbite anterior.Seorang anak perempuan berusia 10 tahun mengeluhkan kondisi gigi depannya dan ketidaknyamanan dalam menggigit. Didiagnosa maloklusi angle klas II dental dengan crossbite anterior (over jet : - 2 mm, overbite 5 mm) dan gigi anterior bawah yang berjejal. Pasien dirawat dengan removable inclined plane. Dataran yang miring (inclined plane) akan menstimulasi gerakan ke depan dari insisivus maksila yang crossbite. Gaya dari otot otot memberikan tekanan yang cukup untuk pergerakan insisivus maksila.Setelah 4 bulan perawatan crossbite anterior telah terkoreksi dan perawatan masih dilanjutkan untuk mencapai tujuan perawatan selanjutnya.