cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Pengaruh Penambahan Pati Ubi Kayu Pada Bahan Cetak Alginat Terhadap Stabilitas Dimensi Mirna Febriani
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.507

Abstract

Bahan cetak alginat merupakan bahan yang digunakan untuk mencetak gigi geligidan jaringan rongga mulut ,bahan cetak alginat masih di impor dan cukup mahalharganya. Pada penelitian Febriani 2001, telah dilakukan modifikasi pada bahancetak alginat dengan pati ubi kayu dengan perbandingan 1:1 dan didapat hasilreproduksi detil yang sama dengan bahan cetak alginat tanpa ditambah denganpati ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat stabilitas dimensibahan cetak alginat yang ditambah pati kayu. Pati ubi (Manihot utilisima)merupakan suatu polimer yang mengandung amilosa dan amilopektin yang dapatditambahkan pada bahan cetak alginat. Metoda dan bahan : Bahan yangdigunakan pada penelitian ini adalah bahan cetak alginat tipe normal, pati ubikayu, aquadestilata dan alat uji stabilitas dimensi sesuai standar ANSI/ADAno.18/1992. Hasil penelitian. Hasil stabilitas dimensi stabilitas dimensi antarabahan cetak alginat standar (2,9782 mm dan 2,9719 mm) dengan bahan cetakalginat standar yang ditambah pati ubi kayu (2,9797 mm dan 2,9795 mm).Kesimpulan. Penambahan pati ubi kayu (Manihot utilisima) pada bahan cetakalginat standar mendapatkan hasil pengujian stabilitas dimensi yang masihmemenuhi standar ANSI/ADA no.18/1992. Stabilitas dimensi bahan cetak alginatyang ditambah pati ubi kayu memiliki nilai stabilitas dimensi yang lebih lamadari pada bahan cetak alginat standar.
Pengaruh Kebiasaan Buruk Oral terhadap Malrelasi Gigi pada Anak Panti Asuhan Usia 7-13 Tahun Trianita Lydianna; Desi Utari
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i2.12796

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan gigi anak turut dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental anak. Kebiasaan buruk oral merupakan suatu kebiasaan yang ditandai dengan durasi sedikitnya enam jam sehari dan dapat menyebabkan malrelasi gigi apabila frekuensi dan intensitasnya cukup tinggi. Anak yang tidak memiliki orangtua atau keluarga, atau tinggal di panti asuhan biasanya kurang mendapatkan kasih sayang yang cukup. Munculnya kebiasaan buruk oral merupakan salah satu cara mereka untuk mendapatkan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kebiasaan buruk oral terhadap malrelasi gigi pada anak usia 7-13 tahun yang tinggal di Panti Asuhan Nurul Haq Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 26 anak dilakukan pemeriksaan untuk melihat relasi giginya, kemudian dilakukan wawancara mendalam, dan pencetakan rahang. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Prevalensi mengisap ibu jari sebesar 30.7%; menggigit jari sebesar 11.5%; menggigit kuku, bibir, prolonged bottle-feeding, dan bruxism sebesar 7.7%; dan bernapas lewat mulut 3.8%. Prevalensi protrusi sebesar 23.1%; open bite sebesar 15.4%; deep bite sebesar 11.5%; dan cross bite sebesar 7.7%. Signifikansi nilai uji chi-square sebesar 0.008 (p0.05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh kebiasaan buruk oral terhadap malrelasi gigi pada anak panti asuhan usia 7-13 tahun.
Effect Extract Rosella (Hibiscussabdariffa) As An Alternative To Natural Tooth Bleaching Agent On External Discoloration Case Nanik Sugianti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.524

Abstract

Tooth bleaching is one effort that has long been known in the science of dentistry. Unfortunately material used to whiten tooth until now they are still nature are toxic to tissues of the mouth cavity. Whereas with traditional natural materials exploration in Indonesia, give all one plant used as a safe teeth bleaching, rosella (Hibiscus sabdariffa). The research to find out effect extract rosella (Hibiscus sabdariffa) to external discoloration. Methods: An experimental research with Pre and Post Controlled Group Design. The sample consist of 12 teeth which divided into two groups. The first group, as control, were soaked in aquadest and the second group, as treatment were soaked in extract rosella (Hibiscus sabdariffa) for 3 days. Colour analysis is conductedbyCIELAB method. The colected data were analized by Pairing t-test. Discussion: Rosella (Hibiscus sabdariffa) containing bioactive compounds, saponins that foam can bind colourants. With the power of his work which can bind the colourants can be used to whiten teeth. In addition, vitamin C (Ascorbic acid) that high can cause email erosion. The compound is capable of damaging colour substance molecules become neutral color so that the color and causing bleaching effects. Conclusion: Rosella (Hibiscus sabdariffa) can be used as an alternative natural tooth bleaching agent because it contains the active agent of saponin and vitamin C are high.
Pengaruh Penambahan Serat Kaca Dan Serat Polietilen Terhadap Kekuatan Impak Dan Transversal Pada Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas Rachel Ferasima; M. Zulkarnain; Hubban Nasution
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.555

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan basis gigitiruan yang mudah patah karena memiliki kekuatan impak dan transversal yang rendah sehingga perlu ditambahkan serat penguat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan impak dan transversal bahan basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan penambahan serat kaca dan serat polietilen, pengaruh penambahan serat kaca dan serat polietilen terhadap kekuatan impak dan transversal basis gigitiruan dan korelasi antara kekuatan impak dan transversal bahan basisgigitiruan resin akrilik polimerisasi panas. Penelitian ini menggunakan serat kaca dan serat polietilen bentuk potongan kecil yang ditambahkan ke dalam resin akrilik polimerisasi panas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan serat kaca 1% dan serat polietilen 1% dapat meningkatkan kekuatan impak dan transversal dan terdapat korelasi positif antara kekuatan impak dan transversal sehingga basis gigitiruan tidak mudah patah.
Perkembangan Plasenta dan Pertumbuhan Janin pada Tikus Hamil yang Diinfeksi Porphyromonas Gingivalis Placental Development and Fetal Growth in Porphyromonas Gingivalis-Infected Pregnant Rats Banun Kusumawardani; Yuliana MD Arina; Azham Purwandhono
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v3i1.1725

Abstract

Maternal Porphyromonasgingivalis infection on periodontal tissue can result in Porphyromonasgingivalisdissemination to umbillical cord. Porphyromonas gingivalis presumably gain access to the systemic circulationvia local tissue inflammation, and may affect the placental development and the fetus itself. This study aimed toanalize the effect of periodontal infection with Porphyromonas gingivalis on placental development, and todetermine its effect on fetal growth in a pregnant rat model. Female rats were infected with live-Porphyromonasgingivalis at concentration of 2x109 cells/ml into subgingival sulcus of the maxillary first molar before and/orduring pregnancy. They were sacrified on gestational day (GD) 20. Fetuses were evaluated for weight andlength. All placentas were fixed in 10% buffered formalin, processed for paraffin embedding, and stained withhematoxylin and eosin.The histopathological analysis of placentas on GD 20 showed that trophoblast cells inlabyrinth and junctional zone had a greater density in control group than Porphyromonas gingivalis-infectedperiodontal maternal group. The nucleated-erythrocytes were found more abundant in the fetal blood vessels ofPorphyromonas gingivalis-infected periodontal maternal group than in the fetal blood vessels of control group.In conclusion, the impaired placental morphology influenced the normal function of placenta to maintain thegrowth and development of fetus. The decreased placental weightresulted in the decreased of fetal weightandlength.
Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daun dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Bakteri Penyebab Gingivitis pada Pasien dengan Ortodontik Cekat Ari Rahayu Widyaningrum; Nadianisa Marsha; M. Sulchan Ardiansyah
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6175

Abstract

AbstrakPenggunaan alat ortodontik cekat di dalam mulut semakin meningkatkan retensi plak, yang apabila tidakditanganimakaakan menimbulkan reaksi yang berkelanjutan seperti gingivitis. Ekstrak tanaman belimbing wuluh(Averrhoa bilimbi L) merupakan salah satu bahan antibakteri herbal yang dipercaya dapat menghambat pertumbuhanbakteri penyebab gingivitis.Daya antibakteri tanaman belimbing wuluh diperoleh dari kandungan zat aktifnyaantara lain flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak daun dan buahbelimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri penyebab gingivitis pada pengguna ortodontik cekat. Desainpenelitian pada penelitian ini adalah eksperimental laboratories murni secara in vitro dengan menggunakan metodedifusi. Bakteri anaerob yang diperoleh dari swab pada cairan sulkus gingiva menggunakan paperpoint pada penderitagingivitis pengguna ortodontik cekat. Kelompok perlakuan dibagi menjadi masing-masing 6 kelompok yaitu 12,5%,25%, 50%, 100% konsentrasi ekstrak daun dan buah belimbing wuluh, aquades steril (kontrol negatif), khlorhexidin0,2% (kontrol positif) dan direplikasi sebanyak 5 kali. Penelitian menggunakan media cawan petri dengan metodesumuran dan diinkubasi dengan 37°C selama 24 jam. Zona bening akan terlihat disekitar sumuran kemudian diukurmenggunakan jangka sorong dengan satuan millimeter. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji OneWay ANOVA kemudian dilanjutkan dengan Post Hoc LSD test. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkanbahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebabgingivitis (p0,05).
Serial Ekstraksi: Prosedur Interseptif terhadap Penanganan Masalah Maloklusi Dental Rudi Satria Darwis; Lila Vininingtyas
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7191

Abstract

Pendahuluan: Masalah ruangan (space problems) merupakan salah satu etiologi timbulnya masalah maloklusi dental. Gigi berjejal merupakan maloklusi yang timbul akibat diskrepansi ruangan antara lengkung gigi dan lengkung rahang pasien. Diperlukan upaya preventif dan interseptif untuk pencegahan kekurangan ruangan sejak fase tumbuh kembang dan gelilgi campuran. Serial ekstraksi merupakan prosedur preventif yang dilakukan dengan cara melakukan pencabutan gigi secara berurutan dan berencana terhadap gigi sulung dan permanen. Metode: Studi pustaka membahas mengenai berbagai pertimbangan prosedur serial ekstraksi, meliputi indikasi, kontraindikasi, diagnosis, dan tata laksana urutan pencabutan gigi. Hasil: Prosedur interseptif serial ekstraksi merupakan hal yang bermanfaat untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan prosedur korektif, dan mengurangi timbulnya gigi berjejal. Kesimpulan: Serial ekstraksi dapat membantu mengatasi masalah kekurangan ruangan untuk mencegah timbulnya masalah maloklusi kompleks, serta memberikan kemudahan untuk dokter gigi dan pasien.
Formularium Tata Laksana Preventif dan Promotif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Novitasari Ratna Astuti; Pipiet Okti Kusumastiwi; Iwan Dewanto; Adike Dica Salecha; Karlina Agustiyana
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8205

Abstract

Tahun 2018, 57,6% penduduk Indonesia memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut. Fakta ini menunjukkan perlunya upaya preventif dan promotif untuk menurunkan angka tersebut. Penelitian ini bertujuan membuat formularium tata laksana preventif dan promotif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (RSGM UMY), menilai komunikasi terapeutik mahasiswa profesi, dan mengetahui efektivitas formularium tata laksana preventif dan promotif. Jenis penelitian ini adalah mixed method, jenis quasi eksperimental dengan rancangan pre-test post-test with control group dengan 140 responden yang dipilih dengan metode consecutive. Pengukuran skor plak dengan metode Loe dan Silness. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya standar formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif, keterampilan komunikasi mahasiswa profesi terhadap pasien adalah baik (74%), serta terdapat perbedaan indeks plak dengan nilai signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya standar formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif, keterampilan komunikasi mahasiswa profesi Dokter Gigi terhadap pasien di RSGM UMY adalah baik dan terdapat perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah diberikan formularium edukasi tata laksana preventif dan promotif pada pasien perawatan scaling.
Pemberian Madu Rambutan (Nephelium lappaceum) Menurunkan Luas Luka dan Kadar Malondialdehid Tikus Diabetes Melitus Euis Reni Yuslianti; Afifah B. Sutjiatmo; Dita Septiani
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.8245

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolik yang disebabkan oleh kenaikan kadar gula darah. Luka pada penderita diabetes dapat menjadi ulkus yang melibatkan radikal bebas. Madu rambutan mengandung tinggi antioksidan yang berfungsi sebagai penyembuhan luka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh madu rambutan terhadap luas luka dan kadar Malondialdehid (MDA) mukosa mulut tikus Wistar diabetes melitus. Metode penelitian adalah eksperimental laboratoris. Sampel penelitian menggunakan 36 ekor tikus jantan galur Wistar. Semua tikus diinduksi aloksan untuk mendapatkan keadaan diabetes, kecuali kelompok kontrol negatif. Semua tikus diberi perlukaan dengan menggunakan punch biopsy berdiameter 4 mm pada palatum dalam kelompok kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok madu rambutan. Terminasi dilakukan pada hari ke-0, ke3, ke-7, dan ke-14 sebanyak 3 ekor tikus pada setiap kelompok serta dilakukan pengukuran luas luka dan pembacaan MDA jaringan. Uji analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Kruskall Wallis (p 0,05). Hasil penelitian menunjukkan madu rambutan dapat menurunkan luas luka pada hari ketujuh dan keempat belas serta menurunkan kadar radikal bebas MDA luka diabetes melitus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian madu rambutan dengan kandungan antioksidan dapat menurunkan luas luka dan kadar radikal bebas malondialdehid plasma darah tikus diabetes sehingga berpotensi untuk obat penyembuh luka rongga mulut manusia dengan diabetes melitus.
The Expression Of Heat Shock Protein (Hsp) 25 At Compression And Tension Area DuringAlveolar Bone Remodeling Muhammad Nurul Amin
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.518

Abstract

The activation of orthodontic appliance will generate mechanical force. This forceis used to depress tooth and the tissues surrounding it then stimulates alveolarbone remodeling. Alveolar bone remodeling is divided into compression andtension area. This stress becomes a signal to activate heat shock responseyielding heat shock protein (HSP) synthesis, especiallyhsp25isessentialforalveolarboneremodelingprocessitself. The aim of this study was to comparehsp25 expression in compression and tension areas. This study using guinea pigsmandibular first insicivus that given a mechanical force to see hsp25 expressionin both areas. The HSP25 expressionwas measured by counting this protein afterbeing conducted by immunohystochemistry method. It is analysed statisticallywith one way Anova with level of significant p = 0,05.