cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Pengaruh Stressor Renjatan Listrik (Electrical Foot Shock) Terhadap Kadar Serum Alkalin Fosfatase Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Jantan Wulan Suci Dharmayanti, Agustin; Zata Hadyan, Farizan; Budirahardjo, Rudi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.553

Abstract

Stres merupakan mekanisme kompensasi tubuh guna mempertahankan homeostasis walaupun dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Hal ini disebabkan pada saat stres terjadi perubahan hormonal, terutama kortisol. Hormon kortisol dapat mempengaruhi kadar hormon estrogen atau androgen dimana kedua hormon tersebut berperan penting dalam proses metabolisme tulang. Pada metabolisme tulang, enzim alkalin fosfatase sangat dibutuhkan untuk pembentukan tulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stressor renjatanlistrik pada kadar serum alkalin fosfatase tikus wistar jantan. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian the post test only control group design. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi perlakuan berupa stresor rasa sakit renjatan listrik dengan mengalirkan arus listrik 5-30mA, tegangan 25V dan frekuensi 60Hz selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar serum alkalin fosfatase pada kelompok perlakuan lebih rendah dibanding kelompok kontrol. Hasil uji analisis Mann Whitney U menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermaknaantara kelompok kontrol dan perlakuan (p0.05). Kesimpulan menunjukkan bahwa stresor renjatan listrik dapat mempengaruhi proses pembentukan tulang yang ditandai dengan penurunan kadar alkalin fosfatase.
Distribusi Frekuensi Fraktur Gigi Permanen di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Wustha Farani; Wasi'a Nurunnisa
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7193

Abstract

Cedera dapat mengenai di berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Cedera dapat mempengaruhi pada jaringan keras dan jaringan pendukung di rongga mulut. Setiap negara memiliki frekuesi cedera yang berbeda-beda setiap tahunnya. Di Negara berkembang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, hal ini menjadi penyebab paling umum fraktur gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi fraktur gigi yang sering terjadi.Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari 114 pasien di RSGM UMY. Pengambilan data menggunakan data sekunder pasien di tahun 2016.Berdasarkan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for Science (SPSS). Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui frekuensi dan persentase fraktur gigi pada kelompok usia, jenis kelamin, etiologi dan jenis gigi yang terlibat.
Penatalaksanaan Perforasi Korona pada Pulpektomi Gigi Decidui Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Sandy Christiono
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8209

Abstract

Perforasi iatrogenik merupakan salah satu resiko yang sering terjadi dalam perawatan endodontik yang disebabkan oleh kesalahan operator. Perforasi dapat terjadi pada apeks, lateral atau korona. Perawatan untuk perforasi dapat dilakukan dengan bedah atau non bedah. Prognosis dari perforasi endodonti dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah waktu terjadinya perforasi, lokasi perforasi dan besarnya perforasi. Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan perawatan perforasi korona pada pulpektomi gigi decidui. Kasus seorang anak laki-laki usia 6 tahun datang bersama ibunya dengan keluhan gigi bawah belakang kanan sering sakit tiba-tiba sejak tiga bulan yang lalu. Diagnosis pada gigi molar pertama kanan rahang bawah adalah karies profunda kelas I dengan pulpitis irreversible. Perawatan yang dilakukan adalah pulpektomi. Dalam proses perawatan terjadi perforasi korona di mesial yang disebabkan oleh trauma bur preparasi saat dilakukan pembukaan atap pulpa. Perawatan pulpektomi tetap dilanjutkan dengan menutup daerah perforasi dengan zinc phosphat cement dan diakhiri dengan tumpatan tetap stainless steel crown (SSC). Kesimpulan dari laporan kasus ini yaitu perawatan perforasi korona dengan non bedah pada pulpektomi gigi decidui mempunyai prognosis yang baik. Perawatan dilakukan dengan bahan tumpatan yang memiliki ketahanan terhadap saliva dan tidak mengiritasi pulpa ataupun gingiva. 
Gargling Effect of Zamzam Water on Salivary pH Fadlun Alawiyah; Shanty Chairani; Danica Anastasia
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 10, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v10i1.10178

Abstract

Caries is a multifactorial infection disease that happened during the decrease of salivary pH caused by acids from bacterial metabolism. Bicarbonate is an important buffer component in saliva that can help neutralize salivary pH. Zamzam water has high bicarbonate content. This study aimed to evaluate the effect of gargled with Zamzam water on salivary pH. This experimental research was done with pre-test and post-test control group design involving 40 dentistry students at the University of Sriwijaya aged 18-23 years old, with DMF-T score ≤3. Samples were divided into 2 groups, the Zamzam water group, and thedistilled water group. Samples gargled their mouth with 10 ml of a 25% sucrose solution for one minute, then saliva was collected with spitting method and salivary pH was measured with digital pH meter and recorded as initial pH. Samples then gargledwith 20 ml of  Zamzam water or distilled water according to each group for one minute, then saliva was collected in the same way as before, and pH was measured and recorded as final pH. Data were analyzed with paired t-test and Mann-Whitney. The result showed that salivary pH increased significantly after gargled with Zamzam water (p0,05). The mean difference of salivary pH aftergargled with Zamzam water was statistically higher than distilled water (p0,05). In conclusion, Gargled with Zamzam water can increase salivary pH.
The Growth Of Body Length And Weigth Of Male Wistars Supplied With anchovies (stolephorus sp.) As additional diet Tecky Indriana
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.517

Abstract

Growth is affected by nutrition contents in the diet consumed.Nutrition playing role in the growth process is carbohydrate, protein, fat, mineral,water, and vitamins. Calcium is one of important minerals involving in cellmetabolism process needed in the process of growth and development. One ofsources of animal calcium is anchovy, besides its cheap price, anchovies may beconsumed wholy together with their bones. The purpose of this study was toobserve whether the supply of anchovies as additional diet may increase thegrowth of male wistars. Methods: A number of 12 male wistars divided into twogroups, control and experimental groups. The control group was only suppliedwith standard diet and sterile aquades, while the other group was supplied withanchovies as additional diet through oral sondage of 0,00062 gr/day x BW (BodyWeigth) for 40 days. Every wistar in each group was subsequently measured forits body length and weigth once a week to observe its growth and development.The data obtained were analized using anova test and LSD orderly. Results: Theresult demostrated the increase in the body length and weigth of the male wistarsof both groups in each week. Anova statistical test that was continued with LSDtest showed that there was significant increase (p0,05) in the experimental groupin each week compared to the control group. Conclusion: The supply ofanchovies(Stolephorus sp) as additional diet may increase the growth of malewistars body length and weigth.
The Prospect Of Heat Shock Protein (Hsp) As Biomarker Of Oral Disease Muhammad Nurul Amin
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.535

Abstract

The prevalence of oral diseases is increasing and caused by many factors. It can be caused by environmental, genetic, malignancy or side effects of dental treatment. The research detect these disease has been done, but still not getting satisfactory results. Heat shock proteins (HSP) are intracellular proteins that mediate the cytoprotective function and other essential functions. This protein is expressed and synthesized under conditions of stress/harmful or nonstress. The oral disease is a form of adverse conditions, and the course will also trigger HSP expression.
Identifikasi Kadar Kalsium Pada Serum Tikus Dengan Kelainan Disharmoni Oklusi Suhartini Suhartini
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.581

Abstract

Gangguan yang terjadi pada komponen stomatognati seperti berkurangnya kontak oklusal gigi akan menyebabkan terjadinya disharmoni oklusi. Disharmoni oklusi dikenali tubuh sebagai stresor yang mempengaruhi homeostasis dalam tubuh, terutama sekresi hormon dan mineral tulang.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium pada serum tikus yang mengalami kelainan disharmoni oklusi.Metode. Penelitian dilakukan pada 3 ekor tikus putih jantan Sprague dawley untuk masing-masing kelompok. Pada kelompok perlakuan dilakukan pengurangan oklusal di seluruh gigi molar sebesar 2 mm. Sedangkan untuk kelompok kontrol tidak dilakukan apa-apa. Pada hari ke-1, ke-7, ke-14 dan ke-21 dilakukan pengambilan darah melalui vena infraorbita sebanyak 2 cc kemudian disentrifugasi untuk mendapatkan serum. Pengukuran kadar kalsium dengan spektrofotometer. Hasil. Uji Anova kadar kalsium menunjukkan perbedaan yang signifikan (p0.05). Kadar kalsium yang paling tinggi terdapat pada kelompok perlakuan hari ke-21. Kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tikus yang mengalami kelainan disharmoni oklusi berpengaruh terhadap kadar kalsium pada serum.
Perbedaan antara Kumur Ekstrak Siwak (Salvadora Persica) dan Kumur Infus Siwak terhadap Viskositas Saliva Atiek Driana Rahmawati; Muhammad Garry Syahrizal Hanafi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v5i1.3708

Abstract

Latar Belakang: Karies atau lubang gigi dapat terjadi apabila faktor yang mengikuti terpenuhi seluruhnya. Faktor-faktor tersebut adalah mikroorganisme, substrat, host atau gigi, waktu dan lingkungan atau saliva. Saliva memiliki peranan penting, karena saliva berfungsi sebagai self cleansing, menjaga kesehatan jaringan lunak maupun keras yang ada di dalam rongga mulut, lubrikasi, anti mikroba dan kapasitas buffer. Hubungan viskositas dengan karies adalah apabila viskositas saliva semakin rendah, maka kemungkinan akan terjadinya karies akan menurun, karena ketika viskositas rendah, maka volume saliva akan meningkat, sehingga kandungan saliva seperti lisosim yang berfungsi sebagai antibakteri juga akan meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kumur ekstrak siwak dan infus siwak terhadap viskositas saliva. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental kuasi dengan pendekatan one group pretest-posttest. Enam belas subjek yang terpilih secara random kemudian berkumur dengan larutan kumur yang mengandung ekstrak siwak (Salvadora persica), infus siwak dan air mineral sebagai kontrol. Penelitian ini memiliki jenis subjek berpasangan dengan wash out periode selama satu minggu. Pengambilan sampel saliva dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan kumur menggunakan ekstrak maupun infus siwak. Kumur dilakukan selama 30 detik. Sampel kemudian diukur viskositasnya dengan menggunakan viscometer Brookfield. Data analisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji homogenitas dengan Levene Variance Test, data dianalisis dengan menggunakan Friedman dengan nilai signifikansi didapat pada p0,05. Hasil: Dihasilkan pada uji Friedman untuk ketiga kelompok data adalah p=0,271 (p0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan kumur ekstrak siwak (Salvadora persica) dan kumur infus siwak terhadap viskositas saliva secara signifikan.
Hubungan Antara Nilai Progress Test Dengan Nilai Indeks Prestasi Kumulatif Lulusan Dokter Gigi Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sri Utami; Indri Kurniasih; Arina Ismah Afiati
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6286

Abstract

Latar Belakang: Standar kompetensi merupakan suatu acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran padapendidikan dokter gigi, salah satu standar kompetensi yaitu pengetahuan yang didalamnya berisi tentang metodepembelajaran. Metode pembelajaran bertujuan untuk mengasah kemampuan clinical reasoning yang diukurmenggunakan progress test. Hasil nilai progress test memiliki hubungan dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)dan nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE).Tujuan Penelitian: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara nilai progress test pendidikanprofesi dengan nilai IPK lulusan dokter gigi PSPDG UMY.Metode Penelitian: jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan design cross sectional.Sampel penelitian adalah data sekunder dari 112 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi UMYyang terdiri dari 3 angkatan yaitu dari angkatan 2006, 2007 dan 2008 serta dipilih menggunakan teknik total sampling.Data yang digunakan pada penelitian ini adalah nilai progress test dan nilai IPK lulusan. Analisa data yang digunakanadalah uji korelasi Pearson.Hasil: terdapat hubungan yang sedang antara nilai progress test dengan nilai IPK lulusan dokter gigi ProgramPendidikan Profesi Dokter Gigi UMY. Rata-rata nilai progress test yaitu 45.42 dan rata-rata nilai IPK yaitu 3.40.Kesimpulan: terdapat hubungan antara nilai progress test dengan nilai IPK lulusan dokter gigi Program PendidikanProfesi Dokter Gigi UMY, semakin besar nilai progress test, maka semakin besar pula nilai IPK lulusan dokter gigiUMY.
Penatalaksanaan Kasus Ameloblastoma Unikistik dan Multikistik Muhammad Bakhrul Lutfianto
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 1 (2019): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8102

Abstract

Ameloblastoma adalah suatu tumor epitelial odontogenik yang berasal dari jaringan pembentuk gigi yaitu jaringan pembentuk email yang tidak mengalami diferensiasi pada saat proses pembentukan gigi. Beberapa karakter yang sering dijumpai adalah bersifat jinak, tumbuh lambat, penyebarannya lokal invasif dan destruktif serta mengadakan proliferasi kedalam stroma jaringan ikat. Tumor ini mempunyai kecenderungan untuk kambuh apabila tindakan operasi tidak memadai. Studi pustaka kali ini akan dibahas mengenai penatalaksanaan ameloblastoma multikistik dan unikistik untuk mendapatkan penatalaksanaan kasus yang memadai dan hasil perawatan yang optimal.