cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Kepadatan Larva Aedes Aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Desa dan Kota, Hubungannya dengan Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Kesetyaningsih, Tri Wulandari; Alislam, Haqiqi Mussiani; Eka, Fradita
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit penting yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kejadiannya cenderung meningkat setiap tahun dan lebih banyak di perkotaan. Perbedaan karakteristik masyarakat kota dan desa menyebabkan perbedaan perilaku terhadap program pencegahan, sehingga berdampak pada kepadatan larva yang menjadi indikator keberhasilan. Penelitian ini mengungkap hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat dengan kepadatan larva Aedes di kota dan desa. Penelitian bersifat noneksperimental di wilayah endemis DBD kota dan desa di DIY. Variabel bebas adalah pengetahuan dan perilaku masyarakat, variabel tergantung adalah CI (Container index) dan HI (House Index) . Observasi dilakukan terhadap kontainer terkontrol dan tidak terkontrol. Pemeriksaan laboratorium untuk menentukan spesies larva. Data pengetahuan dan perilaku masyarakat didapatkan dari kuesioner dan dinilai dari skor jawaban benar. Responden adalah pemilik rumah yang diperiksa. Hasil menunjukkan CI dan HI desa (20,00% dan 37,31%) > CI dan HI kota (3,62% dan 3,62%). Ada perbedaan signifikan pengetahuan (p=0,002) dan perilaku (p=0,001) antara masyarakat desa dan kota dengan pengetahuan dan perilaku masyarakat kota lebih tinggi. Ada hubungan signifikan pengetahuan (p=0.00) dan perilaku (p=0,032) dengan kepadatan larva di desa, namun tidak signifikan di kota (pengetahuan p=0,065; perilaku p=0,067). Disimpulkan pengetahuan dan perilaku pencegahan DBD masyarakat kota lebih baik daripada desa. Dengue haemorrhagic fever (DHF) is an important disease that transmitted by Aedes aegypti. Incidence rate is tend to increase yearly and even more in urban areas. Differences between towns and villages community’s character impact to different behavior to face the prevention program, so have an impact on larval density. This research would like to reveal the relationship between knowledge and behavior with density larvae, comparing it between cities and villages. Research is nonexperimentally, locate in city (Wirobrajan) and village (Dusun Pepe) in DIY province. Independent variables are knowledge dan behavior score, while dependent variable are CI and HI. Observations to containers whether controlled or uncontrolled. Knowledge and behavior obtained from the questionnaire, calculate by scoring to correct. The respondent was the owner of the house who inspected their larvae. The results show that HI and CI in village (20.00%; 37,31%) is higher than city (2.62%;2.62%). There are significant differences knowledge (p = 0.002) and behavior (p = 0.001) between two communities. There is a significant relationship between knowledge (p = 0.00), behaviors (p = 0,032) and larval density in rural, but no significance in urban (knowledge p=0,065; behavior p=0,067). It was concluded that the knowledge and behavior of prevention of urban society might better than rural.
Pengaruh Rintis Alergi terhadap Kelelahan Bersuara pada Remaja Puspita, Erika Zahra Fristy Praja; Widuri, Asti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i1.1052

Abstract

Kelelahan bersuara akibat lingkungan kerja merupakan kombinasi dari efek vokasional, personalitas dan faktor biologi. Faktor biologi yang dimaksud adalah semua faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada mukosa pita suara seperti merokok, minum alkohol, kafein, sinusitis, penyakit alergi dan Gastroesophageal Refluks Disease (GERD). Reaksi alergi dan infeksi saluran napas atas menyebabkan suara menjadi serak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rinitis alergi terhadap kualitas bersuara. Penelitian analitik observasional dengan desain kohort retrospektif. Subjek penelitian ini adalah 64 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UMY yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan Voice Handicap Index dan kuesioner rinitis alergi yang sudah tervalidasi. Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara variabel rinitis alergi dengan kelelahan bersuara secara signifikan (p 0,05). Selanjutnya uji regresi nominal didapatkan penderita rinitis alergi memiliki kecenderungan 6,9 kali lebih besar mendapatkan kelelahan bersuara dibandingkan yang tidak menderita rinitis alergi (RR=6.9). Hasil uji regresi logistik terdapat pengaruh konsumsi kafein terhadap kelelahan bersuara (p 0.05). Rinitis alergi yang berlangsung lama dapat berpengaruh pada viskoelastisitas pita suara sehingga terdapat pengaruh rinitis alergi terhadap kelelahan bersuara dibandingkan seseorang yang normal atau tidak mempunyai rinitis alergi, meskipun faktor penggunaan suara, penggunaan kafein, dan faktor lingkungan atau perilaku masih harus dipertimbangkan. Voice fatigue due to work environment is a combination of vocational, personality and biological factors. Biological factors are all factors that may cause vocal cord mucosa such as smoking, drinking alcohol, caffeine, sinusitis, allergic diseases, and Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Allergic reactions and upper respiratory infections cause a hoarse voice. This research aim to know influence of allergic rhinitis on quality of voice. Research used observational analytic with a retrospective cohort design. The subjects were 64 students of Medical Study Programme FKIK UMY accordance with the inclusion and exclusion criteria. The research instrument were Voice Handicap Index and allergic rhinitis questionnaire that has been validated. Chi-square test results showed there was an association between allergic rhinitis variables with voice fatigue significantly (p 0.05). Furthermore, nominal regression showed allergic rhinitis had a tendency 6,9 times more likely to get  voice fatigue than non suffered allergic rhinitis (RR = 6.9). Results of logistic regression there is the influence of caffeine consumption on voice fatigue (p 0.05). Prolonged allergic rhinitis can affect the viscoelastic vocal cords so it was concluded that there was an effect of allergic rhinitis to voice fatigue of Medical students at universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Although the factor of use of voice, use of caffeine, and environmental or behavioral factors still should be considered.
Penghambat Siklooksigenase-2: Obat Analgesik Anti-inflamasi Nonsteroid (Ains) Masa Depan Kusumawati, Wiwik
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v2i1.1504

Abstract

Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) exert its action through inhibition of prostaglandin (PG) synthesis. These drugs act by inhibition of cyclooxygenase (COX) which involved in PG synthesis. COX-lwhich is involv in PG synthesis may maintains normal gastric mucosa and influences kidney function. COX-2 a COX-1 homolog which is induced by inflammatory stimulan is inhibited by NSAIDs. The anti-inflammatory actions of NSAIDs are due to the inhibition of COX-2, whereas the unwanted side effects such as irritation of the stomach lining and toxic effect on the kidney are due to inhibition of the COX-1. In the treatment of inflammatory diseases such as osteoarthritis, using NSAIDs with selective COX-2 inhibition show effective benefit with minimal gastrointestinal side effect.Obat analgesik anti-inflamasi nonsteroid (AINS) bekerja menghambat enzim cyclooxygenase (COX) sehingga sintesis prostaglandin (PG) juga terhambat. COX- 1 yang terlibat dalam sintesis PG dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan pertahanan mukosa lambung, sehingga hambatan pada COX-1 oleh obat AINS dapa: menyebabkan timbulnya efek samping pada lambung dan ginjal. COX-2 suatu ho¬molog COX-1 terinduksi pada keadaan inflamasi dapat dihambat oleh obat AINS. Oleh karena itu obat AINS yang selektif menghambat COX-2 akan lebih menguntungkan terapi penyakit inflamasi seperti osteoartritis karena efek samping pada saluran cerna dan ginjal dapat dicegah.
Pengaruh Pelatihan Gizi Metode Roleplay dan Audiovisual terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap tentang Gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul Hidayati, Titiek; Jati, Dhara Indah Kartika
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.992

Abstract

Malnutrisi yaitu ketidak seimbangan selular antara pemberian asupan nutrisi dan energi yang dikeluarkan. Upaya perbaikan gizi sudah banyak dilakukan di Puskesmas, salah satunya konseling. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang gizi di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pre test-post test control group design dengan metode Roleplay dan metode audiovisual. Subyek penelitian ini adalah 30 ibu balita dengan status gizi kurang yang dibagi menjadi 2 kelompok (kelompok pelatihan dan kontrol). Analasis data menggunakan uji independent dan paired sample t-test. Hasil analisis statistik menggunakan paired sample t-test terhadap nilai rerata pre test dan post test pengetahuan serta sikap menunjukkan peningkatan, kenaikan rerata pengetahuan pada kelompok kontrol -0,4 tetapi tidak bermakna 0,57, kelompok pelatihan -3,1 yang bermakna 0,00 (p 0,05). Kenaikan rerata sikap pada kelompok kontrol 0,73 tetapi tidak bermakna 0,76, kelompok pelatihan -6,2 yang bermakna 0,00 (p 0,05). Pengaruh pelatihan gizi dengan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan independet sample t-test p=0,013 untuk pengetahuan dan p=0,001 untuk sikap (p 0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan gizi dengan metode Roleplay dan audiovisual terhadap tingkat pengetahuan tentang gizi di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul. Kata kunci: Roleplay, Audiovisual, Pengetahuan, Gizi
Kajian secara In Vitro Ekstrak Etanolik Buah Morinda citrifolia L. sebagai Agen Khemopreventif Kanker Payudara yang Potensial Febriansah, Rifki; Bintang, Desy; Hardika, Dwi Susilo; Prabaningrum, Dita; Hadi, Dzilqi Bustanul; Oktafiyani, Nur
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i3.1038

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker terbanyak di Indonesia yang menyebabkan kematian sampai 4,3 juta orang per tahun. Sampai saat ini pengobatan yang biasa dijalani oleh penderita kanker payudara adalah dengan melakukan kemoterapi, tetapi karena efek sampingnya yang relatif besar, banyak pengobatan alternatif mulai dikembangkan. Pengobatan menggunakan bahan herbal menjadi populer untuk menggantikan pengobatan kimiawi tidak hanya karena memiliki efek yang serupa, tetapi juga karena keamanannya. Salah satu agen khemopreventif dari bahan alam adalah menggunakan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanolik buah mengkudu dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara melalui uji sitotoksik dan uji apoptosis. Sebanyak 300 gram serbuk mengkudu diekstraksi dengan 2 Liter etanol kemudian diujikan terhadap sel kanker payudara MCF-7. Uji sitotoksik dilakukan dengan metode MTT untuk mendapatkan nilai IC50. Uji Induksi Apoptosis dilakukan dengan metode double staining menggunakan reagen etidium bromida-akridin oranye. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 adalah sebesar 1117 ¼g/ml dan dari hasil pengamatan uji apoptosis menunjukkan adanya kenaikan apoptosis sel dengan peningkatan dosis pemberian ekstrak etanolik. Disimpulkan bahwa ekstrak etanolik buah mengkudu berpotensi sebagai agen kemopreventif melalui mekanisme induksi apoptosis pada sel MCF-7. The incidence of breast cancer is the biggest one that causing a huge number of deadly in Indonesia until 4,3 million per years. Until this time, the common medication to threat the cancer by chemotherapy still popular, but because of the negative effect, many alternative herbal medicine was developed faster not only because the safety but also the effectivity to treat. One of the natural substance which can be used as chemopreventive agent is fruits Morinda citrifolia L. The purpose of the research is to know the effects of noni’s extract  as chemopreventive agent for breast cancer by inhibitory cell proliferation and the ability for apoptotic induction. Three hundred grams noni’s flour extracted with 2 liters 70 % ethanol then tested to MCF-7 breast cancer cell lines. Cytotoxic test was done by MTT assay method to get IC50 value. Apoptotic assay was analyzed by double staining method used ethidium bromide-acrydine orange reagent. The result showed that IC50 value of noni’s extract was 1117 mg/ml and the result of apoptotic assay showed that in higher concentration of ethanolic extract could increased apoptotic induction. The conclusion of the research is noni’s etanolic extract having potency as chemopreventive agent by increased apoptotic induction of MCF-7 cell lines.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi oleh Kelompok Sebaya (Peer Group) terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta Huriah, Titih; Nisma, Hayatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2.1483

Abstract

The result from International Conference on Population Development in Cairo 1994, as adolescent reproductive health must be getting especial common universally. That is because in adolescent period have many problems appears about reproduction health resulted of adolescent knowledge still minimum. Now, many adolescents get knowledge about reproduction health from public media and electronic media. Wherever that information not sure all right and good. This study was aims to know influence delivery reproduction health education by peer group through adolescents health reproduction knowledge in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior Hugh School.This research usedpre experiment design with One Group Pretest Posttest Design to know increasing of adolescent knowledge about reproductive health through peer group education using modules. Population in this research is students in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. Total sampling is 40 respondents. The data collection is carried out using the questionnaire, and the statistical test used is Wilcoxon Test.The analysis result of the adolescents knowledge of reproduction health in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School showed z-value -4,337 with p was 0,000 smaller than 0,05. That meant as there influence delivery reproduction health education through health reproduction knowledge of adolescent in Kasihan Bantul Yogyakarta 2 State Junior High School. It can be concluded that reproductive health education by peer group, can increase adolescent reproductive health knowledge. Hasil konferensi internasional tentang kependudukan dan pembangunan atau International Conference on Population (ICPD) di Kairo tahun 1994, dikatakan bahwa kesehatan reproduksi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus secara global. Hal ini karena pada masa remaja muncul berbagai masalah kesehatan reproduksi akibat pengetahuan yang diperoleh remaja tentang hal tersebut masih minim. Saat ini, kebanyakan remaja memperoleh pengetahuan kesehatan reproduksi dari media cetak dan elektronik yang belum tentu benar dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan One Group Pre test Post test Design untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja setelah diberi pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya. Populasi adalah siswa-siswi SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta, total sampel sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan kelompok sebaya sebagai mediator dalam pendidikan kesehatan reproduksi kepada responden serta menggunakan. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan uji statistik uji Wilcoxon.Hasil analisis pengetahuan kesehatan reproduksi remaja menunjukkan z-hitung adalah - 4,337 dengan p 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya terhadap remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta. Berdasarkan hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penyampaian pendidikan kesehatan reproduksi oleh kelompok sebaya, dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.
Pengaruh Suplementasi Zink terhadap Nafsu Makan pada Anak Pintautami, Jatuwarih; Susyanto, Bambang Edi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.948

Abstract

Kesulitan makan pada anak dialami sekitar 25% usia anak dan jumlah tersebut akan meningkat pada anak yang lahir prematur atau menderita penyakit kronik. Salah satu penyebab yang menimbulkan kesulitan makan yaitu kurangnya nafsu makan. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa defisiensi zink dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi zink terhadap nafsu makan anak. Desain penelitian adalah randomized control trial dengan single blind. Sampel adalah 60 orang siswa dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 orang sebagai kelompok perlakuan dan 26 orang sebagai kelompok kontrol. Kelompok perlakuan disuplementasi dengan zink, sedangkan kelompok kontrol disuplementasi dengan plasebo. Sebelum dan sesudah suplementasi nafsu makan diukur dengan menggunakan Children’s Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ). Hasil analisis dengan uji statistik secara keseluruhan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol mengalami peningkatan nafsu makan, namun peningkatan skor nafsu makan hanya bermakna pada kelompok zink (p 0,05). Pengaruh suplementasi terhadap status gizi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antara status gizi sebelum dan sesudah suplementasi (p 0,05). Disimpulkan bahwa pemberian suplementasi zink selama 14 hari meningkatkan nafsu makan anak, tetapi suplementasi zink selama 14 hari tidak meningkatkan status gizi anak.
Parental Practice and Problem Video Game Playing in Adolescents Romdzati, -; Chanthapreeda, Nilawan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The descriptive design study was conducted to describe demographic data, parental practice, and problem video game playing in adolescents. Data was collected from 224 parents and 224 adolescents who study in one primary, one secondary, and one high school in Yogyakarta municipality, Yogyakarta province, Republic of Indonesia. It was collected using parental practice in video game playing adolescents’ questionnaires and problem video game playing (PVP) scale during April to May 2013. The results showed that the majority of parents were in good practice level. Parental practice in video game playing in adolescents was at a moderate practice (18.8%, n=42) and good practice (81.2%, n=182). There were no parents in bad practice level. The majority of adolescents were non problematic playing. There were 84.4 % (n=189) non problematic playing, while 15.6% (n=35) were problematic playing.
Uji Potensi Antibakteri Sodium Ascorbyl Phosphate terhadap Propionibacterium acnes In Vitro Sulistiyowati, Yuli; Siswati, Agnes Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i1.930

Abstract

Akne vulgaris adalah gangguan pada unit pilosebaseus yang sering terjadi pada dewasa muda. Propionibacterium acnes adalah bakteri anaerob yang merupakan flora folikel dan berperan penting dalam patogenesis akne. Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP) merupakan bentuk phosphate ester ascorbic acid yang mudah diserap oleh kulit, sehingga sering digunakan dalam produk kosmetik baik sebagai senyawa tunggal maupun campuran. Apabila senyawa ini terbukti mempunyai pengaruh terhadap jumlah koloni P. acnes, maka SAP dapat digunakan sebagai salah satu obat alternatif antiakne. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kadar minimal SAP yang dapat menghambat pertumbuhan P. acnes invitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental lab dengan bahan uji SAP yang dibuat dalam konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5 %, 3%, 3,5%, 4%, 4,5 % kadar hambat minimal SAP terhadap P. acnes dengan metode dilusi cair. Penelitian ini dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. P. acnes cair di dapatkan dari Laboratorium Mikrobiologi FK UGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hambat minimal SAP terhadap Propionibacterium acnes adalah 2,5 % b/v. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa SAP memiliki potensi antibakteri terhadap Propionibacterium acnes.
Identifikasi Pola Kepekaan dan Jenis Bakteri pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Prabowo, Fergiawan Indra; Habib, Inayati
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian Infeksi saluran kemih (ISK) di Indonesia masih terbilang tinggi. Resistensi bakteri pada penggunaan antibiotika merupakan salah satu masalah yang berkembang di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri dan pola kepekaannya pada penderita ISK di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Pengukuran dan pengambilan data dilakukan secara cross sectional dan hasilnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 20 pasien yang menderita ISK, didapatkan 25 bakteri antara lain Escherichia coli (72%), Salmonella parathypi (4%), Enterobacter aerogenes (4%), Staphylococcus aureus (8%), Streptococcus sp (12%). Hasil uji sensitivitas terhadap antibiotik didapatkan Escherichia coli sensitif terhadap antibiotik meropenem (88,89%). Salmonella parathypi sensitif terhadap meropenem (100%). Enterobacter aerogenes sensitif terhadap meropenem (100%). Staphylococcus aureus sensitif terhadap meropenem (100%), ciprofloxacin (100%), trimetophrim-sulfomethoxazole (100%), dan gentamicin (100%). Streptococcus sp sensitif terhadap meropenem (66,67%) dan gentamicin (66,67%). Disimpulkan bahwa jenis bakteri yang menjadi penyebab terbesar ISK adalah Escherichia coli. Antibiotik yang memberikan hasil sensitif terbesar terhadap bakteri penyebab ISK adalah meropenem. In Indonesia the prevalence of urinary tract infections (UTIs) remains high. Bacteria resistance in antibiotic-using is one of the problems that happen in the world. This research aims to know the type of bacteria and its sensitivity pattern in UTIs patient at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. Type of this research is laboratory experimental research. The measurement and data collection done by cross sectional and its result is analyzed by descriptive analyses. This research shows 20 UTIs patients. From 20  samples of UTIs patients, founded 25 bacterium which are Escherichia coli 18 bacterium (72%), Salmonella parathypi (4%), Enterobacter aerogenes (4%), Staphylococcus aureus (8%), Streptococcus sp (12%). The result from sensitivity test toward antibiotic, founded  Escherichia coli sensitive toward meropenem antibiotic (88,89%). Salmonella parathypi sensitive toward meropenem (100%). Enterobacter aerogenes sensitive toward meropenem (100%). Staphylococcus aureus sensitive toward meropenem (100%), ciprofloxacin (100%), trimetophrim-sulfomethoxazole (100%), and gentamicin (100%). Streptococcus sp sensitive toward meropenem (66,67%) and gentamicin (66,67%). It was concluded that the most bacteria cause of UTIs is Escherichia coli. Antibiotic that gives the most sensitive result toward the bacteria caused UTIs is meropenem.

Page 10 of 94 | Total Record : 934


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20 No 1: January 2020 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue