cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Imunitas Tubuh terhadap Cytomegalovirus (CMV) Rachmawaty, Farida Juliantina; Rosita, Linda
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cytomegalovirus (CMV) infection has been an important health prob-lem recently. The impact of the infection on the fetus i.e. physical disability and mental retardation will decrease the quality of life. Hence, this will influ¬ence the quality of the next generation, as well as becoming a burden of the family and the community. The expensive cost for its laboratorium examamination and therapy has caused some problems. It is therefore, it is important to understand the body immunity toward this viral infection. Cytomegalovirus (CMV) constitutes Herpesviridae family group. This virus has spread around the world, although its replication develops slowly. Cytomegalovirus (CMV) does not stand high temperature and its reservoar is only human. The transmission of this virus needs frequent contacts and inti¬mate relationship with the infected person. A healthy person with good immu¬nity condition is not easily infected by CMV. However, it needs special atten¬tion on susceptible groups i.e. pregnant women with the fetuses they are carrying; and children, as well as humans with bad immunity or who receive organ tranplantation. This infection rarely becomes mononucleosis syndrom. The diagnostic pro-cedure for adult patients are more frequently based on serologic examinations rather than the clinical conditions. The therapy for the CMV infection patient with intra venous Ganciclovir shows good result. Other recommended thera-pies are intra venous Foscarnet and Cidovir, however, they need caution due to their high side effects.Infeksi Cytomegalovirus (CMV) merupakan masalah penting akhir-akhir ini. Dampak yang ditimbulkan pada janin yang terinfeksi berupa kecacatan fisik dan retardasi mental akan menurunkan kualitas hidupnya. Hal ini akan berpengaruh pula terhadap generasi penerus, serta menjadi beban keluarga dan masyarakat. Mahalnya pemeriksaan laboratorium dan pengobatan menimbulkan masalah tersendiri. Dengan demikian perlu diketahui imunitas tubuh terhadap virus ini. Cytomegalovirus (CMV) merupakan kelompok virus dari famili Herpesviridae. Virus ini tersebar di seluruh dunia, namun replikasinya berkembang dengan lambat. CMV tidak tahan terhadap pemanasan dan satu-satunya reservoar adalah manusia. Perlu kontak yang berulang-ulang dan hubungan yang erat dengan penderita untuk dapat tertular virus ini. Pada orang sehat dengan kondisi imunitas yang bagus tidak mudah terinfeksi CMV. Diperlukan perhatian khusus pada kelompok-kelompok yang rentan, yaitu ibu hamil dengan janin yang dikandungnya dan anak-anak, demikian pula pada individu yang jelas-jelas diketahui terjadi penurunan imunitas atau mendapat tranplantasi organ. Infeksi CMV jarang menjadi sindrom mononukleosis. Diagnosis pada orang dewasa lebih banyak ditegakkan berdasar pemeriksaan serologis daripada gejala klinik. Terapi pada penderita dengan Ganciclovir intra vena menunjukkan hasil yang baik. Terapi lain yang dapat direkomendasi adalah Foscamet dan Cidovir intra vena, namun perlu hati-hati karena efek samping yang tinggi.
Daya Hambat Ekstrak Etanol Aloe Vera L. terhadap Proliferasi Sel Kanker Rongga Mulut (Sp-C1) secara In Vitro Putri, Gina Arfianti; Supriatno, -; Medawati, Ana
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainya, Pada penelitian ini menggunakan Lidah Buaya (Aloe vera L) yang memiliki  banyak khasiat sebagai anti kanker, anti bakteri, anti jamur, anti inflamasi, dan memiliki efek analgesik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji daya hambat proliferasi sel kanker rongga mulut (SP-C1) menggunakan  ekstrak etanol Lidah buaya. Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratoris murni. Subjek penelitian pada penelitian ini menggunakan kultur sel kanker lidah (SP-C1) yang dibiakan dalam media Dubelcco’s modified eagle medium (DMEM) yang diberi foetal Bovine Serum 10% (FBS). JenisLidah buaya yang digunakan pada penelitian ini adalah Aloe vera L arborescens. Sel SP-C1 yang tumbuh sub-confluent dipanen menggunakan Tripsin-EDTA 0,25%. Sel sebanyak 1x 104 sel/sumur dimasukkkan cawan petri 24 sumur, sesuai jumlah dengan konsentrasi ekstrak etanol Lidah buaya yang digunakan. Sel di inkubasi selama 24 jam. Setelah inkubasi, semua media dibuang dan diganti dengan media baru yang mengandung berbagai konsentrasi ekstrak Lidah buaya. Sel di inkubasi selama 0, 24, 48 dan 72 jam. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian ekstrak etanol Lidah buaya pada konsentrasi 75 mg/ml dan 100 ml/mg cenderung menurunkan jumlah proliferasi sel SP-C1 dibandingkan dengan konsentrasi 0 mg/ml, 25 mg/ml, dan 50 mg/ml dengan signifikansi p<0.05. Kesimpulan: Ekstrak etanol Lidah buaya efektif menghambat proliferasi sel kanker rongga mulut SP-C1 secara In Vitro. Cancer is a desease that have characterized uncontrolled mitosis and invasion to the other organs. In this researched used Aloe vera as alternative herbal to cure cancer. Aloe vera contains are anticancer, antifungi, antiinflamation and analgesic. The aim of this research is to know the effect of etanolic extract of Aloe vera in inhihibit proliferation of SP-C1. Design research is pure laboratory experimental. Subject is a culture SP-C1 cells in Dubelcco’s modified eagle medium (DMEM) and foetal Bovine Serum 10% (FBS). The kind of Aloe vera is Aloe vera L arborescens. The Fluectuent SP-C1 cell collect by Tripsin-EDTA 0,25%. Cell put in cawan petri 24 cell/well with etanolic extract of Aloe vera, incubation 24  hours and replace with new media, incubation in 24, 48 and 72 hours. Each group add with MTT solution and counted by ELISA. The  result of this research shows that concentration 75 mg/ml  and 100 mg/ml effective inhibit proliferation of SP-C1 cell compared with 0 mg/ml, 25 mg/ml  and 50 mg/ml with the value of significant level 0.05.
Perbedaan Kadar Trigliserid pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol Fauziah, Yulia Niswatul; Suryanto, -
Jurnal Mutiara Medika Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama kematian pada diabetes melitus (DM) tipe 2 ialah penyakit jantung koroner (PJK) kurang lebih 80%. Angka kematian akibat PJK pada penderita DM tipe 2 dapat meningkat dua sampai empat kali lebih banyak dibandingkan dengan yang non-diabetes karena lesi aterosklerosis, pada penderita DM tipe 2 proses perkembangannya lebih cepat. Dengan adanya peningkatan kadar trigliserid (TG) dan Low Density Lipoprotein ( LDL) diketahui sebagai faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Pemeriksaan HbA1c dapat digunakan sebagai pengendali untuk mengetahui risiko pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kadar trigliserid pada penderita DM tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian adalah pasien DM tipe 2 terkontrol (HbA1c <7%) dan DM tipe 2 tidak terkontrol (HbA1c >7%). Jumlah masing-masing sampel adalah 31 pasien. Analisis data menggunakan independent t-test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai trigliserid pada DM tipe 2 terkontrol 150,84+86 ,91 dan rata nilai trigliserid pada DM tipe 2 tidak terkontrol 153,55+64 ,193. Analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna kadar trigliserid pada penderita DM tipe 2 terkontrol dan DM tipe 2 tidak terkontrol secara statistik (p>0,05). Disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar trigliserid pada penderita DM terkontrol dan DM tidak terkontrol. The most cause of mortality in type 2 diabetes mellitus (DM) is coronary heart disease (CHD) about 80%. Mortality rate caused by CHD in patients type 2 DM could increase two until four times more than non-diabetes cause atherosclerosis lesion, the development process faster in patients with type 2 DM. The increasing of tryglicerida (TG) and Low Density Lipoprotein (LDL) level know as atherosclerosis risk factor. HbA1c examination could use as controlling to know the prevention risk of complication. The purpose of this research is to know the difference  of trigliserid level in patients with controlled and uncontrolled type 2 DM. The research design is analytic observational with cross sectional approach, the sampel are controlled type 2 DM (HbA1c <7%) and uncontrolled type 2 DM (HbA1c >7%). The number of each sampels are 31 patients. Data analyzed using  independent t-test. The result shows value of trigliserid in controlled type 2 DM is 150,84+86 ,91 and means value of trigliserid in uncontrolled type 2 DM is 153,55+64,19. The result shows there is no significant difference level of trigliserid between patients with controlled and uncontrolled type 2 DM statisticly (p>0,05). It was concluded that there is no difference level of trigliserid between patients with controlled and uncontrolled type 2 DM.
Mola Hidatidosa Muzayyanah, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v2i1.1499

Abstract

Gestasional Trophoblast Diseases are a group of diseases originated from the fetal chorion and consists of: hydatid mole, invasive mole, trophoblast tumor of the placental site and choriocarcinoma. Therefore, this clinical definition includes the benign and malignant conditions. Hydatid mole can cause morbidity and mortality due to bleeding, embolism, perforation, coagulopathy and infection. Moreover, it also induces malignancy in the future. Hence, early detection and right treatment of hydatid mole, as well as early detection of trophoblast tumor after hydatid mole evacuation are very essential as important efforts to compress the mor¬bidity and mortality due to these trophoblast diseases.Penyakit Trofoblast Gestasional adalah sekelompok penyakit yang berasal dari khorion janin, yang meliputi mola hidatidosa, mola invasif, tumor trofoblas dari tempat implantasi plasenta dan khoriokarsinoma. Jadi pengertian klinik ini meliputi keadaan jinak maupun ganas. Mola hidatidosa dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas akibat perdarahan, emboli, perforasi, koagulopati dan infeksi. Selain itu juga menimbulkan keganasan di kemudian hari. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang baik pada penderita mola hidatidosa maupun penemuan dini tumor trofoblas sesudah evakuasi mola sangat penting sebagai upaya untuk menekan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit trofoblas ini.
Pengaruh Ekstrak Buah Anggur Merah (Vitis vinifera L) terhadap Kadar Trigliserida Darah Tikus Putih ( Rattus novergicuss ) Orbayinah, Salmah; Permana, Kurnia Eka
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.987

Abstract

AbstrakBuah anggur memiliki kandungan proanthosianidin dan resveratrol yang berkaitan erat dengan pencegahan hiperlipidemia khususnya hipertrigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah anggur merah (Vitis viniferra L.) terhadap kadar trigliserida darah tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstrak anggur merah dibuat dalam berbagai dosis. Dosis I (100mg/200g BB/hari), dosis II(250mg/200g BB/2ml), dan dosis III (500mg/200g BB/hari). Pemberian ekstrak anggur merah dilakukan selama 10 hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar trigliserida yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada masing masing kelompok nilai (p 0,05). Pada uji statistik menggunakan one way Anova menunjukkan nilai p=0,000 (p 0,05). Dosis Uji I mengalami penurunan sebesar 32,80 ± 7,99 ml/dL, dosis Uji II yaitu 60,74 ± 2,15 ml/dL, Uji III yaitu 69,41±3,87ml/dL sehingga terdapat perbedaan kadar trigliserida darah tikus putih antar kelompok yang signifikan. Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak anggur merah berpengaruh terhadap penurunan kadar trigliserida darah tikus putih secara bermakna
Prevalensi Seropositif IgM/IgG Cytomegalovirus pada Populasi Wanita Pra-nikah dengan Riwayat Konsumsi Makan Lesehan Gugun, Adang Muhammad
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i2.1024

Abstract

Infeksi Cytomegalovirus ( CMV) dapat menyebabkan abortus pada ibu hamil, pertumbuhan janin terhambat, cacat bawaan serta membawa permasalahan infertilitas. Transmisi CMV dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung, kontak seksual, transfusi darah, transplantasi organ atau hal–hal yang berhubungan dengan riwayat kontak erat dengan sekret, saliva dan urin. Makan di warung lesehan semakin banyak diminati oleh orang dewasa muda. Pencucian alat makan yang kurang bersih bisa menularkan infeksi CMV. Oleh karena itu, hubungan antara riwayat konsumsi makan lesehan dengan prevalensi CMV pada wanita pra-nikah perlu diteliti. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, untuk mencari hubungan antara prevalensi seropositif IgM/IgG CMV pada wanita pra-nikah di Kabupaten Bantul dengan riwayat konsumsi makan lesehan. Subyek penelitian berjumlah 90, seluruh subyek mengisi kuesioner dan diambil serumnya kemudian dites ELISA untuk mengetahui keberadaan IgM/IgG anti CMV dalam serum. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 72 dari 90 subyek (80%) positif terinfeksi CMV. Empat puluh dua subyek penelitian yang memiliki faktor risiko riwayat konsumsi makan lesehan, didapatkan sebanyak 33 subyek (78.57%) positif terinfeksi CMV. Hasil uji chi-square menunjukkan p 0.05; Risiko Prevalensi sebesar 0.967; (IK; 95% : 0.785-1.191). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor risiko riwayat konsumsi makan lesehan terhadap prevalensi seropositif IgM/IgG CMV pada populasi wanita pra-nikah. Cytomegalovirus (CMV) infection can cause abortion in pregnant women, Intra Uterine Growth Retardation (IUGR), congenital defects and bring the issue of infertility. CMV transmission can occur through direct or indirect contact, sexual contact, blood transfusions, organ transplantation or other matters relating to the history of close contact with secret, saliva and urine. Eating at stalls street food demand by a growing number of young adults. but keep in mind hygiene. Washing eating utensils that are less clean can transmit CMV infection. Therefore, the relationship between a history of consumption street food with the prevalence of CMV infection on premarital women need to be investigated. The study design was observational analytic with cross sectional, to find the relationship between the prevalence of seropositive IgM/IgG CMV in premarital women in Bantul district with a history of eating street food consumption. Research subjects numbered 90, all subjects were asked to fill out questionnaires and retrieved for later in the test serum by ELISA method to determine the presence of IgM/IgG anti-CMV in the serum. The data analysis with chisquare test. The result showed that: Seventy two of all subjects (80%) infected with CMV positive. Fourty two subjects who have risk factor history of consumption lesehan food, obtained a total of 33 subjects (78.57%) infected with CMV positive. Chi-Square test results showed no correlation between risk factor history of eating street food consumption with the prevalence of seropositive IgM/IgG CMV in pre-marital women population (p 0.05; PR 0.967; 95% CI 0.785-1.191).
Kasus Carcinoma Mammae pada Wanita dengan Keluhan Benjolan Payudara yang Tak Teraba (Nonpalpable Mass) : Peran Ultrasonografi dan Mammografi sebagai Screening Diagnostik Majdawati, Ana
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i2.1478

Abstract

Breast neoplasma is the malignancy of the women that first number and caused highest mortality. We must think screening diagnostic to nonpalpable mass on the breast with have symptoms and rise facors. The case was diagnosed by anamnesis of the rise faktor, breast clinical examination, laboratory of BRCA1-2, imaging radiology and histopathology examination. Reported a woman, 44 years old, was menarche on 11 years old, pain in the left breast until upper extremity since two month ago. The craniocaudal and mediolateral position mammography were found multiple linier microcalsification in medioinferior aspect of left breast and not seen low/high density lession around it. Ultrasonography examination was found hypo echoic solid lesion, irreguler shape, ill define, weidht compare deep upper 1. The result of combination mammography and ultrasonography is suspect malignancy mass (BIRADS IV). Patient was operated and sent biopsy of the breast to examine histopathologic Anatomy laboratory. The result histopatholy is find Carcinoma ductal in situ and continued Modified Radical Mastectomy operation at all left breast. Then, the patient is continued chemoterapy and radioterapy treatment. The conclusion of this case report point that imaging radiology is important to diagnose screening. The mammography apperance is microcalsification and the ultrasound seem the hypoechoic lesion with ill define and deep per weidht one more pointed breast malignancy tumour. The Validity combination mammography and ultrasound high enough, with 91% of sensitivity and 98% of specivicity.. The early finding of breast screening can increase five survival rate in the patient.Tumor ganas payudara merupakan keganasan pada wanita yang menduduki peringkat teratas dan sebagai penyebab kematian yang tinggi. Tumor ganas payudara dini kadang tidak memberikan gej ala berupa terabanya massa (nonpalpable mass), sehingga perlu dipikirkan screening diagnostik dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko dan gejala klinis yang mendukung. Penegakan diagnosis pada kasus keganasan pada payudara meliputi anamnesis dengan menggali faktor risiko, pemeriksaan fisik payudara, laboratorium (BRCA.j 2), pemeriksaan penunjang radiologi dan histopatologi. Dilaporkan wanita, 44 tahun dengan menarche 11 tahun, keluhan payudara kiri nyeri dijalarkan sampai lengan dan puting lecet selama 2 bulan. Hasil pemeriksaan mammografi posisi craniocaudal (CC) danmediolateral oblique (MLO) didapatkan mikrokalsifikasi linier, 2 buah di aspekmedioinferior dan tak tampak lesi densitas tinggi/rendah pada kedua payudara. Hasil pemeriksaan ultrasonografi, tampak lesi solid hypoechoic dengan bentuk irreguler, batas tak tegas irreguler, perbandingan tebal dan lebar lesi lebih dari 1. Hasil kombinasi pemeriksaan ultrasonografi dan mammografi mengarahkan lesi malignancy sesuai BIRADS IV. Penderita dilakukan operasi dan durante operasi dilakukan biopsi jaringan yang dilanjutkan pemeriksaan histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan carsinoma ductal insitu dan pada puting yang lecet juga menunjukkan sel ganas, sehingga dilakukan pengangkatan payudara kiri seluruhnya (Modified Radical Mastectomy) dilanjutkan terapi radiasi dan chemoterapi. Kasus ini menujukkan bahwa peran pencitraan radiologi untuk screening diagnosis kelainan payudara sangat penting. Gambaran mikrokalsifikasi pada mammografi dan lesi hypoechoic, batas tak tegas dengan perbandingan deep/weidht lebih dari 1 mengarahkan pada suatu keganasan dengan validitas diagnostik tinggi (sensitifitas 91% dan spesifisitas 98%). Deteksi dini terutama pada kasus nonpalpable mass pada payudara akan memperbaiki keberhasilan terapi dan meningkatkan angka harapan hidup penderita.
Pengaruh Ekstrak Metanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia, Jack.) terhadap Jumlah Splenosit Mencit Diinfeksi Listeria monocytogenes Darmawati, Idiani; HNES, Marsetyawan; Herwiyanti, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.935

Abstract

Percobaan ini dirancang untuk mempelajari pengaruh ekstrak metanol akar E. longifolia, Jack (MEEL) pada respon imun spesifik dengan penekanan khusus pada jumlah splenoctyes. Desain penelitian adalah posttest only control group design. Empat puluh delapan tikus betina Balb / c yang digunakan di seluruh. Empat puluh delapan tikus yang digunakan berpikir studi, dan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol hanya menerima aquadest. Kelompok II, III, dan IV diberikan 100, 200 , dan 400 mg / kgBB per hari, masing-masing yang MEEL diberikan bersama 14 hari. Kemudian, pada hari-15, diinfeksi Listeria monocytogenes. Observasi dilakukan pada hari 0, 3, dan 10 setelah infeksi. Jumlah splenocytes layak diukur dengan MTT Assay. Data dianalisis menggunakan Anova satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol E. longifolia, Jack pada 200 mg / kg BB per hari sejauh 14 hari dapat meningkatkan persentase splenocytes, dan puncaknya terdeteksi pada hari-0 infeksi, pada Kii 11.363% yaitu, pada hari-3 setelah infeksi di KIII, yaitu 10.433% dan pada hari-10 di KIII yaitu 8.907%. Uji Anova menunjukkan perbedaan bermakna dengan pengecualian kelompok I dengan IV, dan II dengan III dan III dengan IV. Disimpulan ekstrak metanol E. longifolia, Jack. root mampu meningkatkan persentase splenocytes di Balb / c tikus yang terinfeksi dengan L. monocytogenes.
Efektivitas Krim Ekstrak Zingiber officinale Linn. var. rubrum sebagai Penurun Nyeri Sendi pada Lansia Setyawan, Ricky Andy; Tasminatun, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia (Lansia) adalah kelompok khusus yang memiliki banyak masalah kesehatan salah satunya adalah nyeri. Jahe merah (Zingiber officinale Linn. var. rubrum)  berguna sebagai obat modern maupun tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim Z. officinale Linn. var. rubrum terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia. Penelitian ini adalah eksperimental dengan pre-test & post-test control group design. Subjek penelitian adalah 36 lansia yang menderita nyeri sendi dan tidak sedang mengkonsumsi atau menggunakan obat analgetik atau OAINS. Subjek dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok krim ekstrak Z. officinale 10%, 20%, dan 0%. Penurunan intensitas nyeri sendi diukur dengan metode Visual Analogue Scale (VAS) selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai VAS pada ketiga kelompok. Pada kelompok ekstrak krim Z. officinale 10% rata-rata terjadi penurunan sebesar 4.75, kelompok ekstrak krim Z. officinale 20% sebesar 3.08 dan 1 pada kelompok basis krim. Hasil perbandingan analisis data pada kelompok Z. officinale 10% dan 20% menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0.05) dengan Paired T test dan Z.officinale 10% lebih efektif daripada Z. officinale 20% dengan Kruskal-Wallis test yang masing-masing kelompok berbeda bermakna (p < 0.05) pada Mann-Whitney test. Disimpulkan bahwa krim ekstrak jahe merah (Z. officinale. Linn. var. rubrum) dengan konsentrasi 10% dan 20% terbukti bermakna dapat menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia. Konsentrasi krim ekstrak Z. officinale. Linn. var. rubrum 10% pada penelitian ini lebih efektif dari pada konsentrasi 20%. Elderly is a group with many health problems and one of those is pain. Ginger used as modern or traditional medicine. This research aims to determine the effectiveness of Z. officinale Linn. var. rubrum cream on the intensity of joint pain in the elderly. This research is experimental with pre-test and post-test control group design. Subject is 36 elderly people with joint pain and does not having any analgetic agents or NSAID. Subject divided into 3 group. Group of ginger extract cream 10%, 20% and 0%. Decreasing intensity of pain measured by Visual Analgue Scale method during 30 minutes. The study result shows decreasing of VAS score in all groups. There are 4.75; 1,308 & score value in group 1, 2, 3 respectively. The results of comparative analysis of the data in study of group 1 and 2 showed significant differences (p < 0.05) with Kruskal-Wallis test which each group is significantly different with MannWhitney test (p < 0.05). The conclusion is the Z. officinale. Linn. var. rubrum extract cream with concentration of 10% and 20% has been proven meaningful to reduce the joint paint intensity on elderly. The 10% concentration of Z. officinale. Linn. var. rubrum extract cream is more effective  than the 20%
Pengaruh Senam Kebugaran Jasmani terhadap Fleksibilitas Sendi pada Wanita Usia 45-50 Tahun Noor, Zulkhah; Huda, Asep Nurul
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fleksibilitas sendi adalah kemampuan untuk bergerak bebas tanpa rasa sakit. Latihan fisik merupakan upaya untuk melatih tubuh dalam menjaga fleksibilitas sendi. Wanita berisiko menderita osteoporosis dan kehilangan fleksibilitas sendi mereka. Hal ini berakibat mudahnya cidera dan terbatasnya rentang gerak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan fleksibilitas sendi wanita usia 45-50 tahun yang melakukan latihan fisik dan tidak. Desain penelitian adalah cross sectional. Subyek adalah 20 orang wanita usia 45-50 tahun yang melakukan latihan fisik dan tidak. Data diperoleh dari kuesioner dan mengukur fleksibilitas sendi secara langsung menggunakan metode sit and reach. Fleksibilitas sendi mempunyai nilai e” 10 cm adalah baik, -10 cm hingga 10 cm adalah moderat dan d” 10  cm lebih buruk. Perbedaan nilai fleksibilitas sendi dianalisis dengan Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fleksibilitas sendi tertinggi wanita usia 45-50 tahun yang melakukan latihan fisik adalah 18 cm, terendah adalah 11 cm, rata-rata adalah 14,3±4.25 cm dan 100% masuk ke kategori baik. Fleksibilitas sendi nilai tertinggi wanita usia 45-50 tahun yang tidak melakukan latihan fisik adalah 2  cm, terendah adalah -17 cm, rata-rata -10 ± 7,63 cm, 25% masuk ke moderat kategori dan 75% masuk ke kategori buruk. Disimpulkan bahwa nilai fleksibilitas sendi wanita yang melakukan latihan fisik lebih baik secara bermakna daripada wanita yang tidak melakukan latihan fisik (p = 0,0001).

Page 9 of 94 | Total Record : 934


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue