Articles
447 Documents
Sosialisasi Pemanfaatan Software Open Source di SMK Muhammadiyah 1 Surakarta
Husni Thamrin;
Dedi Ary Prasetya;
Ady Purna Kurniawan
WARTA LPM WARTA Volume 13., N0. 2., September 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v19i3.3225
Embrace of open source software (OSS) has not been widespread although users ofOSS will gain a lot of benefits and the society and the nation will get many advantages.This writing describes an observation to the understanding and attitude of a group ofstudents towards the use of OSS. The students come from SMK Muhammadiyah 1Surakarta which is a vocational school in Surakarta owned by Muhammadiyahorganization. A survey was conducted during an OSS campaign. Students were facedwith two sets of questionnaires; the first set was given prior and the seoncd after thecampaign. The first set was aimed at identifying the computer literacy of the studentsand their understanding of the open source concept. The second set was aimed atexploring their understanding and attitude towards the use of OSS. Observation showedthat the campaign activity improved students understanding of open source conceptand enhance their attitude to use OSS. However, students were to some extent pragmatic when they were opted to select which software to use to accomplish a task.
Bimbingan Teknis Aplikasi Portal Rumah Belajar pada Praktik Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19
Zahra Khusnul Lathifah;
Irma Inesia Sri Utami
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v24i2.13529
Portal Rumah Belajar merupakan aplikasi berbasis internet yang diluncurkan oleh Kemdikbud untuk memfasilitasi terciptanya ruang kelas maya pada praktik pengajaran dalam jaringan (daring). Penggunaan aplikasi tersebut sesungguhnya relevan dengan pembelajaran di masa pandemi yang menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Berkaitan dengan hal tersebut aplikasi Portal Rumah Belajar menjadi salah satu aplikasi yang direkomendasikan oleh Kemdikbud pada para guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya di masa pandemi. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemanfaatan Portal Rumah Belajar terbilang masih rendah bila dibandingkan dengan penggunaan WhatsApp Group. Penggunaan WhatsApp Group sebagai sarana pembelajaran daring sesungguhnya memiliki keterbatasan dalam memfasilitasi ruang kelas online yang aktif sehingga kegiatan pembelajaran cenderung monoton. Selain itu, pengelolaan pembelajaran pun sulit dilakukan oleh guru. Analisis situasi terhadap permasalahan tersebut melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa bimbingan teknis aplikasi Portal Rumah Belajar dalam pembelajaran daring di masa pandemi. Berdasarkan hal tersebut, adanya kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memfasilitasi para guru agar dapat memahami, mempraktikkan dan mampu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi melalui pemanfaatan aplikasi Portal Rumah Belajar. Metode kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Webinar Nasional dalam tiga sesi kegiatan. Terkait dengan capaian dan keberhasilan tiap sesi digunakan teknik post tes guna mengetahui bagaimana capaian dan keberhasilan peserta pada tiap sesi webinar. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa para peserta yakni guru dari berbagai wilayah di Indonesia diantaranya Jawa Barat, Belitung, dan Jawa Tengah memperoleh pemahaman baik berupa teori maupun praktik mengenai pemanfaatan aplikasi Portal Rumah Belajar beserta fitur utama maupun fitur pendukung untuk menunjang optimalisasi kegiatan pembelajaran dengan sistem daring di masa pandemi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendampingan ini mampu meningkatkan pemahaman dan antusiasme para guru peserta kegiatan Webinar Nasional untuk melaksanakan pembelajaran daring yang berkualitas di satuan pendidikan masing-masing.
PKU BAGI MI MUHAMMADIYAH MEDURO MELALUI MAJALAH DINDING MENGASAH KREATIVITAS MENULIS DAN GEMAR MEMBACA SISWA
Minzani Aufa
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v21i2.6015
Masalah yang dihadapi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Meduro Kabupaten Magelang adalah rendahnya pemahaman pengetahuan tentang Majalah Dinding di MI Meduro, kurang memaksimalkan fasilitas sarana dan prasarana yang ada, guru kurang memotivasi siswa menulis dalam madding, kurangnya minat baca dan tulis dari siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini mencangkup dua hal yaitu : 1. Jangka panjang meliputi: a. Memberikan wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreasi khususnya dalam bidang menulis dan membaca. b. Menanamkan jiwa gemar membaca dan menulis sejak dini. 2. Target khusus yang ingin dicapai melalui pengabdian ini adalah siswa dapat membuat mading yang menarik.Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Rural Apraisal (PRA). Metode PRA dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa yang mempunyai atau menghadapi masalah adalah mitra, oleh karena itu keterlibatan mitra dalam penentuan pemecahan masalah dan penyelesaiannya sangat diperlukan. Metode tersebut dibagi menjadi 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Kata Kunci: Majalah Dinding, Membaca dan Menulis, Madrasah Ibtidaiyah
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB BAGI GURU SMP DAN SMA MUHAMMADIYAH KARTASURA
Heru Supriyono;
Sujalwo Sujalwo;
Adjie Sapoetra;
Endah Tri Rahayu
WARTA LPM WARTA Volume 18, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v18i2.1949
A web-based learning media is a learning media developed and run using website technology so that able to display learning material in the form of text, figure or graph and video which is more attractive compared to printed learning material such as moduls or text books. The observation results showed that learning processes conducting in SMP Muhammadiyah 1 Kartasura and SMA Muhammadiyah 4Kartasura mainly are still using printed material. The objective of the community service is to introduce web –based learning media of volley ball and to improve skillof the teachers by conducting fundamental web development training. Firstly, a webbased volley ball learning media had been developed by using HTML5. The application has some useful features such as theoretical preview of volley ball and its technique including visualisation using graph, picture and video. Secondly, in the web development training session, a content management system (CMS) Wordpress was used as a paltform so that participants did not need to develop web from scratch. The post-tes quesionnaire results showed that all participants have knowledge and skill to use a web-based volley ball learning media and also they have acquired basic skill in web development.
Peningkatan Keterampilan Pengolahan Penganan Jagung “Pulut” Ibu-Ibu Petani Jagung di Kelurahan Manongkoki
Nasrullah Nasrullah;
Andi Dian Novita;
Yusmanizar Yusmanizar
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v23i2.10128
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi masalah mitra yang sedang berkembang di Manongkoki yaitu pemahaman tentang kewirausahaan, yang meliputi aspek produksi, manajemen bisnis, sistem pemasaran dan fasilitas infrastruktur yang tidak memadai. Ibu-Ibu Petani Jagung Manongkoki merupakan ibu-ibu yang memiliki lahan dan tanaman jagung yang luas dan banyak, dan aktivitas keseharian dihabiskan dirumah hanya sebagai Ibu Rumah Tangga. IbuIbu Petani Jagung Pulut dipilih sebagai mitra PKM mengingat Sumber Daya Alam berupa Jagung Pulut yang dimiliki melipah ruah namun belum mampu diolah menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi. Ketersediaan bahan baku, waktu dan tempat ini dipandang sudah sebagai modal besar, sehingga melalui kegiatan ini kebutuhan lainnya berupa alat produksi serta media pemasaran sebagai pelengkap akan disediakan oleh tim pengabdian masyarakat. Metode yang dilakukan adalah community development melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan pembuatan jagung pulut (jagung berlilin) menjadi penganan jagung pulut (jagung berlilin). Hasil yang diperoleh selama implementasi dari aspek produksi, kelompok bulosibatang memahami manfaat besar tanaman jagung pulut (jagung berlilin) melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan, mengetahui cara mengolah jagung pulut (jagung berlilin) yang dapat ditingkatkan nilainya. Mitra sudah memahami cara yang benar dari aspek manajemen bisnis keuangan dan pemasaran, publik menghasilkan penganan jagung pulut (jagung lilin) yang siap dipasarkan dengan sistem pengemasan yang dapat menarik konsumen. Fasilitas pendukung untuk kegiatan juga diberikan kepada mitra.
Pengembangan Kapasitas Pengasuh dan Orangtua Daycare Rumah Bahagia Surabaya
Reneta Kristiani;
Penny Handayani;
Roelofje Wolting;
Aurelia Ardani;
David Nicholas Franztius
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v24i2.12343
Daycare Rumah Bahagia (DCRB) memberikan layanan bagi anak-anak buruh agar mendapatkan pemenuhan hak pengasuhan yang optimal selama orang tua mereka bekerja di pabrik. Namun hingga saat ini DCRB belum memiliki pengasuh yang kompeten untuk Anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pendidikan terakhir sebagian besar pengasuh adalah SMA. Demikian pula dengan orang tua ABK yang kurang memahami kondisi anak mereka karena sulitnya mendapatkan akses layanan kesehatan maupun psikologis, serta terkendala masalah biaya. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan kapasitas dilakukan untuk para pengasuh dan orang tua DCRB. Tujuannya agar pengasuh dan orang tua dapat lebih memahami anak-anak berkebutuhan khusus. Kegiatan pengembangan kapasitas ini menyasar langsung orang tua dan pengasuh serta secara tidak langsung demi kesejahteraan anak-anak. Metode kegiatan pengembangan kapasitas: 1) kegiatan konseling individual untuk orang tua; 2) seminar bagi seluruh orang tua dan pengasuh; 3) pembekalan untuk pengasuh mengenai cara stimulasi dan penanganan anak berkebutuhan khusus. Selain itu, diberikan juga alat bantu untuk memetakan anak berkebutuhan khusus. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman orang tua dan pengasuh mengenai perkembangan dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Orang tua dan pengasuh juga semakin terampil dalam mengasuh dan memberikan stimulasi untuk anak berkebutuhan khusus. Pengasuh kini mampu memantau perkembangan anak dan melakukan deteksi dini ABK sehingga dapat menyusun kurikulum dan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Saran bagi kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya agar melakukan analisis kebutuhan pengelolaan daycare dan memberikan pelatihan program pembelajaran individual untuk anak berkebutuhan khusus serta memberikan pelatihan yang lebih mendalam kepada pengelola daycare dan pengasuh mengenai pendidikan inklusi.
PERANCANGAN ANIMASI TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK BLENDER DI CABANG MUHAMMADIYAH KARTASURA
Sukirman Sukirman
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 20, No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v20i2.4395
Animasi merupakan penerapan efek bergerak secara dinamis pada objek statis sehingga terlihat seolah-olah bergerak dalam batas waktu tertentu. Penggunaan animasi untuk tujuan pendidikan dapat menjadikan kualitas pembelajaran lebih baik dan menyenangkan karena dalam animasi dapat memberikan visualisasi yang tidak dapat diwujudkan dalam kejadian nyata. Semakin berkualitas jika guru yang merupakan ujung tombak pendidikan memiliki kemampuan membuat animasi sendiri sehingga materi yang akan disampaikan dapat diterima secara lebih jelas, untuk itulah diadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop berupa perancangan animasi tiga dimensi menggunakan perangkat lunak Blender yang diperuntukkan bagi guru-guru tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kartasura. Dari hasil kuisioner yang diberikan sebelum pelaksanaan kegiatan diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Sebagian besar peserta menyukai animasi, namun (2) Tidak terlalu banyak tahu jenis-jenis animasi. (3) Sebagian besar peserta juga memiliki keinginan untuk membuat animasi dengan cerita mereka sendiri, dan (4) setelah mengikuti dan mengetahui cara pembuatan animasi ini mereka memiliki antusias yang tinggi untuk dapat belajar lebih lanjut tentang animasi. Animasi yang dibuat adalah untuk tujuan pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih baik.
TEKNOLOGI POLIKULTUR KEPITING BAKAU DAN IKAN BANDENG PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN PERPAT PERMAI KELURAHAN AIR JUKUNG, KECAMATAN BELINYU, KABUPATEN BANGKA
Eva Prasetiyono;
Denny Syaputra
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v21i2.5690
Kelompok Pembudidaya Ikan (pokdakan) di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka merupakan Kelompok pembudidaya ikan yang bergerak pada kegiatan budidaya air payau khususnya kepiting bakau (Scylla serrata). Namun keberlanjutan kegiatan budidaya yang dilakukan masih terkandala oleh banyak hal salahsatunya adalah kurangnya efisiensi dalam pemanfaatan potensi sumberdaya yang dimiliki. Tambak yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan masing belum terkelola dengan optimal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS untuk mengefisiensikan potensi sumberdaya yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan dengan teknologi pemeliharaan sistem polikultur antara kepiting bakau dengan ikan bandeng (Chanos chanos). Target khusus dari kegiatan ini adalah Kapasitas produksi budidaya milik pokdakan semakin meningkat dan efisien dengan tearalikasinya teknologi polikultur. Metode kegiatan ini yaitu metode survey lapangan dengan menyisipkan teknologi polikultur dalam melakukan kegiatan budidaya. Hasil dari kegiatan ini yaitu tambak budidaya milik para pembudidaya ikan semakin optimal dan efesien dengan diversifikasi komoditi selain kepiting bakau yaitu ikan bandeng. Kepiting bakau mampu tumbuh dan hidup dengan optimal serta mencapai ukuran panen. Selain itu ikan bandeng yang dipelihara mampu hidup dan tumbuh dengan optimal dengan pertumbuhan yang sesuai dengan diharapkan.
PENGEMBANGAN KEMITRAAN KA WASAN MATEMATIKA(MATH MASTER ZONE) DI KECAMATAN SA WAHAN KABUP ATEN NGANJUK
Muhtadi Muhtadi;
Sutama Sutama;
Sofyan Anif;
Harun Joko Prayitno
WARTA LPM WARTA Volume 18, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v18i1.1163
PEMITRA service activities in the kecamatan Sawahan kabupaten Nganjuk, had conducted educational activities, training, and mentoring for elementary school teachers, principals, supervisors and the person in charge of Math Masters Zone program to improve the basic concepts of mathematics and its teaching method. In this Pemitra conducted training activities learning methods of Math Masters, so that teachers had an understanding and basic mathematical concepts were true, and instructed it so easy and fun to their students. In the implementation of this Pemitra service activities, had given results and achievements were very enjoyable because math test scores elementary school students in the kecamatan Sawahan on the 2013/2014 school year had average to 8.5 and the highest value reached 10.0. Math Olympiad activities also quite lively, as students becomed more enthusiastic andexcited. Based on indicators of progress and this proves that the method Math Master who had been introduced by the Executive Team Pemitra, had helped to solve problems Numeric Phobia for elementary school students in the kecamatan Sawahan. Mathematics was considered subjects which so easy and very fun by the students.Constraints and problems still be faced today is the support and consistency of Nganjuk government has not been consistent in developing subdistrict Sawahan as Math Master Zone.