cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Pilar Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Eko Harianto
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini memberikan ikhtisar tentang pilar-pilar pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah. Pendidikan Muhammadiyah memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan pendidikan pada umumnya. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa pilar-pilar Pendidikan Dasar Muhammadiyah merupakan respons terhadap kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan kurikulum yang diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pilar-pilar Pendidikan Dasar Muhammadiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang meneliti sumber-sumber literatur yang berkaitan dengan masalah yang telah dirumuskan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah mengetahui pilar-pilar Pendidikan Dasar Muhammadiyah dengan karakteristik yang dibangun dan menjadi landasan utama institusi pendidikan Muhammadiyah pada umumnya. Ciri-ciri Pendidikan Dasar Muhammadiyah adalah pilar keberlanjutan lembaga pendidikan Muhammadiyah, yaitu: Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), model kepemimpinan kolegial-kolegial, peran kader Muhammadiyah, keterlibatan siswa dan orang tua, dan kemandirian
KEPUASAN MAHASISWA DAN PIMPINAN FAKULTAS DALAM PEMBELAJARAN STUDI ISLAM 1 DAN 2 MODEL BAITUL ARQAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA (Studi Kasus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Saifuddin Zuhri
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Kepuasan Mahasiswa dan Pimpinan Fakultas dalam Pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam Universitas Muhammadiyah Surakarta.Jenis penelitian yang penulis lakukan berupa penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode interview terpimpin (Guide interview) dan metode Angket atau kuesioner. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatifd mahasiswa dan pimpinan FKIP-UMS di dapat kesimpulan bahwa, (a) Kepuasan mahasiswa atas pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam dalam hal: a) Aspek Fasilitator dan Materi, yakni: pertama, Materi/pokok bahasan dengan buku rujukan dan pelaksanaan Kuliah Studi Islam  sudah sesuai Materi. Kedua, fasilitator dalam menerangkan perkuliahan dapat memahamkan Mahasiswa, mangkaitkan materi dengan kasus sehari-hari, menguasai materi perkuliahan, namun demikian perlu adanya pendalaman materi dikarenakan masih ada juga fasilitator yang tidak menguasai materi. b) Aspek Pelayanan dan fasilitas, yakni: Waktu yang disediakan untuk penyelenggaraan Baitul Arqom 3 hari 4 malam adalah waktu yang sangat pendek, MCK sangat kurang dengan jumlah mahasiswa yang banyak, tempat Istirahat//tidur banyak, namun kotor dan keras ketika digunakan untuk tidur, Ruang kelas untuk Kuliah  Mahasiswa perlu diperluas, dikarenakan terlalu sempit, Ketersediaan PPPK sudah ada, namun obatnya masih minim, Pelayanan mobil antar-jemput mahasiwa sangat terbatas sehingga kadang berjubel dan datang telambat. (b) Pimpinan FKIP-UMS terlihat menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 model Baitual Arqam, hal ini terlihat pernyataan-pernyataan beliau yang sangat puas dengan adanya kegiatan ini, yakni: mahasiswa sudah memiliki inisiatif untuk dimulai membaca do’a dan membaca al-Qur’an, setelah selesai ditutup dengan membaca do’a kafarotul majlis, memakai pakaian ada perubahan lebih baik, etika lebih bagus ddalam proses belajar mengajar mahasiswa lebih (berani bertanya, se-ring), berani memberi kultum setelah BA, keaktifan, kedisiplinan meningkat dalam hal mental, mahasiswa angkatan 2014 memiliki mental yang baik.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BADAH DI SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Yulia Pratanti
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat merupakan suatu modal yang paling meyakinkan demi keberhasilan suatu proses belajar. Seseorang yang mempunyai minat terhadap suatu pelajaran dengan sendirinya akan merasa senang dalam mengikuti pelajaran tersebut. Fenomena yang mendasar di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta pada saat pembelajaran berlangsung, guru menyajikan materi ibadah yang menggunakan metode ceramah, membuat siswa kurang bersemangat. Sebagai bukti, ditemukan sebagian besar siswa tidak memperhatikan penjelasan guru, mereka cenderung melakukan hal-hal yang tidak mendukung proses pembelajaran, seperti ribut dengan teman sebangku, keluar masuk kelas, dan bahkan ada yang buang kertas untuk dilempar ke teman. Oleh karena itu, seorang guru perlu menciptakan suasana yang kondusif di dalam kelas. Dengan demikian, siswa yang tadinya kurang berminat menjadi lebih berminat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tahun pelajaran 2017/2018? Sedangkan tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan dengan pola pikir induktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar ibadah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, yaitu: (1) Memulai pelajaran menggunakan cerita yang berhubungan dengan materi yang diajarkan; (2) Memberikan perhatian khusus pada siswa yang mulai jenuh berupa pertanyaan spontan; (3) Menggunakan media pembelajaran, seperti: LCD slide power point dan memutarkan film; (4) Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, yaitu: metode demonstrasi (praktek) dan diskusi kelas; (5) Melaksanakan pembelajaran di luar kelas, seperti di lingkungan masjid sekolah; dan (6) Memberlakukan reward and punishment, reward yang diberikan berupa tambahan nilai, dan punishment yang diberikan berupa merangkum materi yang belum dipahami
PENDIDIKAN TINGGI KADER MUHAMMADIYAH: Pengalaman Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran UMS Syamsul Hidayat
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is intended to describe the experience of organizing the Shabran Boarding(designation for the Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran Boarding UMS) as a center of higher education of Muhammadiyah cadres under the direct guidance by Muhammadiyah. With a historical approach 'narrative' of this paper describes the development of Shabran Boarding UMS as far as can be covered by the author, so it will be able to take some important points for the development of Shabran boarding in forward. Shabran Boarding trip with all its dynamics has undergone four phases of development. The first phase (1982-1992) cottage really only manage student cadre official delegation PWM / PWA throughout Indonesia. The second phase (1993-1997), Shabran changed, it is no longer a function of forging the cadre official delegation PWM / PWA, but only as a dormitory with religious education in addition to the interest in religious sciences from various faculties and departments. But in its development corrected by receiving back the messenger Muhammadiyah cadres with 50% scholarship for students of Islamic studies. The third phase (1998-2005) as a continuation of the second phase with some development, namely the separation of the two groups of students Islamic faculty and vice versa. The fourth phase (2007-present), Shobran Boarding back to khittah to receive an official delegation of PWM, is integrated with the faculty of Islamic faculty UMS, and special for boy students.
WAKAF DALAM DISKURSUS FIQH KONTEMPORER: Perspektif Majelis Tarjih Muhammadiyah Achmad Arief Budiman
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran tentang wakaf dalam hukum Islam bergerak secara progresif dan mengarah pada upaya melestarikan manfaat dan meningkatkan produktifitas aset wakaf. Progresifvitas tersebut merupakan manifestasi dari ijtihad dalam fiqh kontemporer yang melakukan terobosan bagi kemajuan wakaf, dengan tetap mengacu pada maqasid al-syari’ah yaitu kemaslahatan. Esensi pengaturan wakaf yang secara umum bersifat ijtihadiyah, memungkinkan dilakukan inovasi-inovasi baik dalam konsepsinya maupun praktek pengelolaannya. Dalam fiqh kontemporer ketentuan wakaf diformulasikan dalam bentuk; perluasan obyek wakaf, keluwesan dalam penentuan jangka waktu wakaf, relatifitas syarat wakaf yang ditentukan waqif, hingga perlunya akomodasi terhadap prinsip-prinsip manajemen modern sebagai sistem pengelolaan wakaf
DIALEKTIKA HUKUM ISLAM DAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA: TELAAH FATWA-FATWA TARJIH MUHAMMADIYAH Imron Rosyadi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 12, No 2 (2014): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To avoid divisions Muhammadiyah members in practicing the teachings of Islam, Muhammadiyah established the Legal Affairs Committee (Tarjih). This assembly is tasked to examine issues related to fiqh and other religious issues. This paper examines about fatwas of Tarjih Muhammadiyah in responding to social change in Indonesia, concluded on dialectics Fatwa Tarjih with social change in Indonesia with all its dynamics in the following description. With reference to the dialectic model of Islamic law and social change, then the Fatwa Tarjih there are three models of dialectics (response), namely tahmil, taghyir, and Tahrim.
DJAZMAN AL-KINDI: PENDIDIKAN DAN PERKADERAN Dartim Ibnu Rushd; Joko Suryanto
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah pilar sebuah kemajuan peradaban manusia. Di antara begitu banyak tokoh di dalam dunia pendidikan, beliau adalah Djazman Al-Kindi, atau yang bernama lengkap Mohammad Djazman Al-Kindi. Beliau selain sebagai tokoh pendidikan, beliau juga adalah aktivis sekaligus kader Muhammadiyah. Pendidikan bagi beliau harus menyatu dengan perkaderan, sebagaimana pendahulunya K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah adalah sebagai tempat untuk pencerdasan umat dan sekaligus tempat untuk melahirkan kader-kader yang akan melanjutkan kelangsungan persyarikatan tersebut. Pendidikan adalah perkaderan, tetapi di saat yang sama perkaderan adalah pendidikan. Hal ini dapat dilihat dengan didirikanya UMS oleh beliau adalah selain sebagai tempat pengkajian ilmu juga sebagai tempat membina kader-kader Muhammadiyah
JALAN TERJAL MERIT SYSTEM DI MUHAMMADIYAH: Studi Kasus SD Muhammadiyah 14 Surakarta Rio Estetika; Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merit system di lembaga pendidikan menjadi salah satu langkah menuntaskan problemkepastian karir bagi guru. Merit system diterjemahkan sebagai pembayaran imbalan(reward) yang dikaitkan dengan jasa atau kinerja seseorang atau manfaat yang telahdiberikan karyawan kepada organisasi. Dalam rangka memahami penerapan merit systemdi lembaga pendidikan, maka dilakukan penelitian di SD Muhammadiyah 14 Surakarta.Penelitian dilakukan dengan wawancara pemangku kepentingan dan observasi. Meritsystem di SD Muhammadiyah 14 Surakarta dalam menjamin karir guru adalah denganmemberikan apresiasi kinerja dan pengembangan kompetensi. Kemudian, hambatanterbesar implementasi merit syatem antara lain: (1) adanya perasaan tidak adil yangditerima oleh beberapa guru; (2) masih terdapat guru yang kerjanya belum maksimal: (3)nepotisme dalam jabatan; dan (4) ketidakseimbangan pendelegasian tugas kepada guru.
MUHAMMADIYAH DAN GERAKAN PENCERAHAN Dartim Dartim; Dodi Afianto
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah is the Islamic movements that make Islam as the soul in any aspects of life. complexity of the faith problems dan Muamalah that hit people make Muhammadiyah should be able to be creative in da'wah. The challenge in keeping Islam in order to become a genuine religion of various forms of shirk and hypocrisy is still relevant. New TBC styles or modern TBC, such as secularism, liberalism, materialism, syncretism and relativism, and other isms that it is shirk and modern hypocrite which are no less dangerous than the traditional TBC. In addition the problem of poverty, economic disparities, pornography, crime and other social problems remains a heavy burden for the nation. Islamic progressive of Muhammadiyah as a trade mark in this period is a movement of enlightenment for the people and nation.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROGRAM KEGIATAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMP MUHAMMADIYAH 01 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Edi Santoso
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, strategi dan hasil implementasi manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan program kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 01 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deduktif. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan program kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMP muhammadiyah 1 Surakarta  menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan MBS dalam meningkatkan Al-islam kemuhammadiyahan yang diterapkan susuai dengan teori terbukti memperhatikan rencana, pelaksanaan rencana, dan supervisi pelaksanaan rencana kegiatan yang merupakan bagian dari fungsi-fungsi manajemen berbasis sekolah yang dapat mempengaruhi pelaksanaannya dalam meningkatkan Al-islam kemuhhammadiyahan. 2) Strategi pelaksanaan MBS dalam meningkatkan Al-islam kemuhammadiyahan sudah sesuai dengan teori namun perlu peningkatan yang bisa dilaksanakan, hal tersebut dapat dilihat dengan adanya peran serta guru Al-islam kemuhammadiyahan dalam menerapkan pembiasaan perilaku siswa sesuai dengan ajaran agama islam serta adanya proses pengambilan keputusan yang demokratis. 3) Hasil pelaksanaan MBS dalam meningkatkan al islam kemuhammadiyahan menunjukkan hasil yang baik dan efektif dari adanya peluang keterlibatan kepala sekolah dan guru untuk dapat melihat atau memparameter seseorang siswa secara langsung serta fasilitas sarana prasarana yang disediakan sekolah sudah mencukupi dan layak pakai membuat siswa nyaman belajar