cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
MENGUATKAN IKATAN BERMUHAMMADIYAH (Sebuah Refleksi Penelitian Gerakan Islam) Mutohharun Jinan
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah untuk membangun soliditas internal. Dalam beberapa tahun terakhir terdengar gejala menurunnya semangat dalam memahami khittah di kalangan warga Muhammadiyah sehingga banyak yang tertarik dengan model dan ideologi gerakan lain. Di kalangan  bawah ditemukan beberapa faktor yang membuka peluang adanya migrasi warga Muhammadiyah ke gerakan lain. Faktor yang dimaksud adalah konflik internal diantara pimpinan, keinginan sebagian warga untuk menghidupkan kembali Muhammadiyah berbasis pengajian, dan semakin memendarnya otoritas ulama utamanya munculnya “ulama muda”.  Seluruh aktivis Muhammadiyah harus terus menggelorakan semangat penguatan ikatan internal tanpa kehilangan visi mondial.
SIKAP SUBJEKTIF CIVITAS AKADEMIKA TERHADAP KETERIMAAN PAHAM MUHAMMADIYAH DI PERGURUAN KOTA TANGERANG Edi Setiawan; Sumardi Sumardi; Daram Heriansyah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap subyektif komunitas akademik terhadap penerimaan Muhammadiyah dalam Amal Bisnis Muhammadiyah sebagai upaya menghadapi perbedaan pemahaman dengan masyarakat di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Tangerang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah Universitas Muhammadiyah Tangerang. Sumber data penelitian ini adalah guru dan karyawan Sekolah Tinggi Muhammadiyah Tangerang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan Amal Bisnis Muhammadiyah (AUM) Muhammadiyah guru dan karyawan dapat menerima ideologi Muhammadiyah dan meminimalkan potensi konflik yang disebabkan oleh perbedaan ideologis antar organisasi dalam masyarakat
EFEKTIFITAS BUDAYA ISLAMI DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN Agus Ishom; Taufikurrohma Taufikurrohma; Istikomah Istikomah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 18, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the effectiveness of Islamic Culture in Growing Student Character. Schools must instill the main values early on students so that later they can practice these main values in real life in society, whatever the profession School culture related to certain characters is not static, but must continue to be developed by the demands of the times and society and information-technology advancements. Schools must be firm in showing what characters they want to develop so that the user community can choose and even control the achievement of the inculcation of these characters. Schools should be able to invite all parties (including stakeholders) to work together to realize the birth of a school culture that focuses on certain characters. This research is qualitative-descriptive research which is expected to be able to uncover various information with a careful and meaningful description-analysis. Sources of data in this study include the principal, student waka, Al-Islam teacher, and Kemuhammadiyah. Data collection is done by interview, observation, and documentation. As for the data analysis technique through the stages of data reduction, data presentation, and data analysis. The results of the research include (a) strategies to grow student character (2) Effectiveness of Islamic Culture in growing residual character
PERAN RANTING ‘AISYIYAH MAKAM HAJI KARTASURO SUKOHARJO PERIODE 2010-2015 DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN ISLAM DI MASYARAKAT MAKAMHAJI TAHUN 2012/2013” Aisyah Fitrotul Ammah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 12, No 2 (2014): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This is field research with a focus on the role of 'Aisyiyah branch in Makamhaji Kartasuro Sukoharjo in improving Islamic education in public community, which are conclusions that: Role of Aisyiyah branch Makamhaji in improving Islamic education in society namely: (a) formal Islamic education, founded and built kindergarten school ABA Makamhaji 1, 2 and Free School Intan Permata. (B) non-formal Islamic education, founded ECD (Early Childhood Education) .. Early Childhood Education that existed at the Branch 'Aisyiyah Makamhaji is TPAB Intan Permata, TPQ Intan Permata and Play Group Intan Permata. Informal Islam education. (C)  Informal Islamic Education Branch 'Aisyiyah Makamhaji established a charity to foster harmonious family and Islamic sermon on  9th of each month and islamic sermon held in each branch Aisyiyah Makamhaji.
PERUBAHAN MODE BUSANA MUSLIMAH PADA JAMA’AH MUHAMMADIYAH DI YOGYAKARTA TAHUN 1919-1989 Nur Amaliyah Safitri; Edy Budi Santoso
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang perubahan mode busana muslimah pada jama’ah Muhammadiyah di Yogyakarta pada tahun 1919-1989. Perubahan yang terjadi meliputi kerudung dan pakaian. Dimulai dari tahun 1919 yang mulai dikenalkankerudung jenis Igal dan Mudhowarah oleh K.H. Ahmad Dahlan, yang kemudian menjadi pelopor munculnya kerudung ‘Aisyiyah.  Pada tahun 1931 Muhammadiyah mengadakan kongres dengan hasil menetapkan kerudung sebagai aksesoris wajib bagi setiap perempuan Muhammadiyah. Sedangkan untuk pakaian perempuan Muhammadiyah menggunakan kebaya dengan model tangkepan yang lebih menutup bagian muka dada dibandingkan dengan model kutu baru. Terjadi perubahan pakaian yaitu pada tahun 1950an, dimana perempuan Muhammadiyah menggunakan baju kurung, yang kemudian disusul dengan banyaknya model baju kurung dengan banyak variasi dengan hiasan-hiasan agar tidak terlihat kaku. Munculnya kerudung menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru yaitu para pengrajin kerudung dan toko-toko penjual kerudung. Selain itu juga terdapat golongan-golongan yang menentang adanya kewajiban memakai kerudung ini karena menurutnya budaya Arab
AKTUALISASI NILAI-NILAI PROFETIK KUNTOWIJOYO DI DALAM PENDIDIKAN (Studi Kasus Di SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen) Harris Fuadi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Sekolah Multi Talenta di SD Muhammadiyah 2 Taman Eli Mahmudah; Eni Fariyatul Fahyuni
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah menjadi penentu arah dan tujuan suatu sekolah. Tujuan suatu   sekolah dituangkan dalam visi dan misi. SD Muhamadiyah 2 Taman merupakan Sekolah yang  mencetak peserta didiknya menjadi anak  yang mengetahui potensi diri baik  akademik maupun non akademik. Salah satu visi SD Muhammadiyah 2 Taman adalah menjadi sekolah multi talenta. Untuk menggali dan mengembangkan multi talenta peserta didik, sekolah menfasilitasi dengan membuka kelas-kelas talent dan program pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku Yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif.  Untuk mencapai visi sekolah multi talenta, kepala  SD Muhammadiyah 2 Taman mengembangkan model kepemimpinan kolektif kolegial atau  kepemimpinan bersama. Kepala Sekolah dibantu Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Kesiswaan, merumuskan  model pembelajaran bervariatif dan pengembangan kelas talent. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Dengan melakukan wawancara mendalam terhadap kepala SD Muhammadiyah 2 Taman untuk memperoleh data-data yang berkenaan dengan model kepemimpinannya dan bagaimana perannya untuk menjadikan SD Muhammadiyah 2 Taman menjadi sekolah Multi Talent
GAGASAN DASAR DAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H AHMAD DAHLAN Siti Arofah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini bermula dari rasa penasaran peneliti terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berjumlah puluhan, ratusan bahkan ribuan, yang mana sekolah-sekolah tersebut merupakan hasil dari pemikiran K.H Ahmad Dahlan. Lebih tepatnya bukan pada sekolahnya, namun pada pemikiran luar biasa beliau terutama dalam bidang Pendidikan Islam. Pendidikan Islam memiliki peran besar dalam menentukan nasib bangsa. Penyebaran pendidikan dianggap kurang merata khususnya di daerah-daerah terpencil. Untuk itu K.H Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) turut andil memberikan hasil perwujudan pemikirannya dalam melihat masalah yang timbul di daerah pribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa gagasan dasar yang melatarbelakangi pemikiran K.H Ahmad Dahlan dan apa saja pemikiran-pemikirannya pada Pendidikan Islam. Dari penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan hasil bahwa gagasan dasar pemikiran K.H Ahmad Dahlan dilatarbelakangi beberapa hal, diantaranya: (1) Keprihatinan terhadap umat Islam pribumi, (2) Kesenjangan pendidikan, dan (3) Pertarungan melawan Kristen. Sedangkan pemikiran-pemikiran K.H Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan Islam diantaranya: (1) Mendirikan sekolah, (2) Lahir “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, (3) Kerjasama dengan pemerintah Belanda, (4) Mengadopsi sistem pendidikan, serta (5) Dakwah.
REVITALISASI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH DALAM PENGUATAN KADER PERSYARIKATAN Muhammed Junaidi; Roudlotul Jannah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak buruk adanya globalisasi menimbulkan sifat individualisme, pragmatisme, dan hedonisme yang mana hal tersebut tidak sesaui dengan ajaran Al–Qur’an dan As – Sunnah. Muhammadiyah sesuai dengan ideologinya yang tertuang dalam Muqaddimah Anggaran Dasar adalah untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar –benarnya tentu dituntut untuk mampu mengatasi persoalan tersebut. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan tajdid dituntut untuk selalu bersikap kritis terhadap masalah sosial yang timbul dimasyarakat. Tantangan Ghazwul Fikr juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh Muhammadiyah, sebab pemikiran suatu masyarakat, tidak bisa lepas dari cara pandang hidupnya. Dengan adanya beragam masalah yang ada baik itu dari segi perbenturan antara kebudayaan barat dan islam ataupun adanya tantangan Ghazwul Fikr bagi Muhammadiyah menimbulkan suatu kebingungan (Confusion) tersendiri pada masyarakat dalam tingkat tertentu. Dalam tingkat perdaban, dapat megakibatkan clash of civilization atau clash of world view, yakni berkaitan tentang cara pandang individu atau masyarakat. Dalam tingkat sosial dapat mengakibatkan pula adanya kekagetan budaya, sebab dalam hal ini pengaruh barat sering tidak sesuai dengan apa yang telah dipelajari dan dipahami oleh masyarakat pada umumnya. Dengan timbulnya bergam masalah di masyarakat, dalam hal ini patut dipertanyakan kembali mengenai ideologi Muhammadiyah yang seolah justru dianggap semakin melemah dan tidak mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sehingga dalam hal ini diperlukan adanya peneguhan kembali ideologi Muhammadiyah pada warga Muhammadiyah di masa kini. Agar tidak tebawa oleh arus jaman yang tidak sesuai dengan ajaran Al – qur’an dan As – Sunnah
PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH YANG BERKEMAJUAN BERBASIS KESANTUNAN BERBAHASA (Studi Perkembangan Amaliah Syariah Islam di Desa Karang Puluhan) Abdul Ngalim
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to describe the development of Islamic Shari'a charity in Karang Puluhan, Jatinom District, Klaten regency. Especially with regard to improvement of Muhammadiyah education, both informal and formal Muhammadiyah. Descriptive qualitative method. Data Obtained by experience seeing facts (empiric), observations, and the phenomenon of life in society Generally, and in particular Muhammadiyah members. Technique analysis, interpretation and interaction. There are three things as a result of research. (1) The process of improvement stems from Muhammadiyah education looked Efforts to change the system and improving the quality of life of human resources is still limited level of education, low economic situation, as well as Islamic law combines running with superstition, heresy , and  superstition (TBC) Became feasible level of education, and the economy, as well as running the Islamic Shari'a, without confounding with tuberculosis. (2) The process of education to produce graduates who are godly, Lotty character, intelligent, skilled and responsible, Among the which requires effective communication concepts (Appropriate) and efficient (maximum effort and prayer, the result is optimal). (3) The effective communication, Including the selection of politeness language, and can be studied in Islamic socio-pragmatics.