cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
SINERGI PCNA COLOMADU DAN GURU PUTRI AUM SE-COLOMADU DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK REMAJA Dian Ardiyani
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 18, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

             Adolescence is the spearhead in determining the future of a generation so that it needs to be prepared as well as possible to become the next generation that is advanced in various aspects of life. the process of adolescent development is not as smooth as we imagine, many sharp stones accompany the steps of adolescents in undergoing the process of maturity, especially on the issue of understanding reproductive health. This is important because if adolescents' understanding of reproductive health is lacking, it will have an impact on their future.Seeing these conditions, the Nasyiatul Aisyiyah Colomadu (PCNA) Branch Manager with Pashmina activities (Nasyiatul Aisyiyah Healthy Youth Service) in synergy with Muhammadiyah Charities (AUM) throughout Colomadu held a series of activities in the form of Reproductive Health seminars for female teachers at Muhammadiyah Schools. throughout Colomadu which will later become a provision for teachers in delivering education about reproductive health to their students
PENDIDIKAN HUMANISME (KOMPARASI PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN DAN PAULO FREIRE) Muhammad Najib Alfaruq
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 12, No 2 (2014): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how humanism  education by KH Ahmad Dahlan and Paulo Freire, after the data analyzed, in can be concluded that: (a) The concept of humanism education KH.Ahmad Dahlan and Paulo Fereire have characteristics of each, Ahmad Dahlan tried to incorporate aspects of theology in education, while Paulo Freire inspired by many psychological theories that believes humans have had the potenticy in themselves. (B) Thought humanism education from KHAhmad Dahlan and Paulo Friere have similarities in aspects of educational background, education and implementation as well as educational methods. While the difference between the two lies in the education system and teaching model, the background pattern of thought, the system of education and intellectual heritage.
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN MOHAMMAD DJAZMAN: Kajian Konsep “Muslim Intelektual” dan “Ethos Kerja Islam” Mohamad Ali; Dartim Ibnu Rush
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mohammad Djazman (1938-2000) seorang aktivis dakwah, praktisi pendidikan, penggerak angkatan muda, dan seorang pemikir ulung yang melampaui disiplin-disiplin keilmuan konvensional. Jejak-jejak amalnya dapat diketahui dengan cepat, misal kepeloporannya dalam perintisan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, ketika sesorang ingin mengetahui bagaimana buah pemikirannya, akan menemui sejumlah kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan energi intelektual untuk menggali horizon pemikirannya, sehingga generasi yang lebih kemudian tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan memahami pemikiran tokoh-tokoh inspiratif, termasuk Mohammad Djazman. Tulisan ini berupaya menggali percikan pemikiran pendidikan beliau dengan menelusuri konsep-konsep kunci yang dipakainya dalam berbagai tulisan. Konsep “Intelektual Muslim” atau “Muslim Intelektual” dan “ethos kerja Islam” dua konsep yang sering digunakan Mohammad Djazman. Secara filosofis, pemikiran pendidikannya dapat dikategorikan sebagai pendidikan bercorak progresif religius
IMPLEMENTASI BUDAYA SHALEH SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH KRIAN Suliyah Suliyah; Istiqomah Istiqomah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter siswa diawali dengan budaya shaleh (membaca Al Qur’an,  sholat Dhuha dan dzikir pagi) yang diciptakan dan dikembangkan di SMP Muhammadiyah 6 Krian sehingga menjadi budaya kuat dalam diri anak-anak. Pembentukan karakter shaleh yang diawali dengan pembiasaan dipagi hari sangat berdampak pada perilaku siswa. Metode yang dikembangkan dalam budaya sekolah sebagai pembentuk karakter siswa mendapatkan hasil pada perilaku siswa yang semakin hari bertambah baik. Budaya shaleh dipagi hari membawa dampak yang signifikan pada budaya jujur, displin, tanggung jawab, dan santun. Nilai budaya yang dikembangkan sebagi upaya perbaikan pendidikan sekolah agar terwujudnya pribadi yang berakhlak mulia, berprestasi dan berwawasan global. Dalam implementasinya budaya sekolah yang dikembangkan dan menjadi kebiasan-kebiasan karakter yang positif yang berpengaruh pada perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan merancang studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi peran serta, wawacara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian menyimpulkan bahwa budaya shaleh yang diawali dipagi hari sebelum pembelajaran merupakan dasar dari budaya jujur, disiplin, tanggung jawab, dan santun  menjadi budaya sekolah  yang dikembangkan dan menjadikan trade merk SMP Muhammadiyah 6 Krian. 
KOMPARASI PENDIDIKAN ISLAM K.H. AHMAD DAHLAN DAN MUHAMMAD FETHULLAH GÜLEN Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education is considered only oriented to the hereafter alone, teach rituals and develop a defensive posture and formisme paradigm. On the other hand, Islamic education is faced with the phenomenon of discontinuity which marked the waning value of respect for the basic values and ethics, such as honesty, discipline, tolerance. This Problem is what ignited K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) and Muhammad Fethullah Gülen (1838 - ...) strengthening Islamic education. This study aims to understand the concepts, practices, and comparative Islamic education K.H. Ahmad Dahlan and Muhammad Fethullah Gülen. This type of research is the study of literature with historical and philosophical approach.The results show: first, the concept of Islamic education K.H. Ahmad Dahlan stressed intregration of religious sciences and the modern sciences, tolerance, open to modernity and perfection of mind (intellect); for Fethullah Gülen education is a manifestation of Allah, which emphasizes ethics, science, and theology. Secondly, the common the sharing concept between the two are at: ideas, foundation, educational goals and teaching methods. Third, while the point of difference lies in the educational materials, dormitory educational models (boarding school) and implementing a system of moving class.
Optimalisasi Pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan Terintegrasi Literasi Digital Guna Menghadapi Tantangan Era 4.0 Bachtiar Adi Saputra; Taufiq Churrohman; Budi Haryanto
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang optimalisasi pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang diintegrasikan dengan literasi digital guna menghadapi tantangan era 4.0 yang dikenal dengan era digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menjelaskan fakta secara obyektif dan ilmiah sesuai keilmuannya. Pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan perlu dioptimalkan perannya untuk membina generasi muslim yang menguasai iptek, keterampilan kritis, kolaboratif dengan landasan iman dan taqwa guna menghadapi tantangan era 4.0 melalui integrasi pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan dengan literasi digital. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran AIK melalui teks digital, video digital, gamar digital, animasi digital dan Al Qur’an digital yang dapat diakses  dari laptop, tablet, maupun handphone yang sudah banyak digunakan oleh peserta didik dalam kesehariannya. Pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan perangkat digital bisa membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi interaktif dan menyenangkan. Dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi tantangan di era 4.0, pembelajaran Al Islam dan Kemuhamamdiyahan perlu mengimbangi kemajuan teknologi melalui optimalisasi pembelajaran AIK yang diintegrasikan dengan literasi digital
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SPIRITUAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MUHAMMADIYAH 2 CEPU BLORA TAHUN 2015 Nur Fatoni Hadi Rakhmanto; Sudarno Shobron
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah sering dikritik bahwa salah satu kelemahannya adalah aspek spiritualitas warga Muhammadiyah, karena dinggap tidak mengajarkan dzikir dan ibadah sunnah. Kritik tersebut tidak memiliki dasar, sekolah-sekolah Muhammadiyah justu memberikan pelajaran dan pengamalan ajaran Islam secara komprehensif, salah satunya di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Cepu Blora Jawa Tengah.Penelitian lapangan ini akan menjawab rumusan masalah yakni bagaimana implementasi pendidikan spiritual di SMK Muhammadiyah 2 Cepu Blora. Data berupa uraian mengenai kegiatan atau perilaku subyek dan dokumen-dokumen lain yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan implementasi kurikulum terdapat pendidikan spiritual yang meliputi kedisiplinan, ketaatan, ketertiban, tanggung jawab, kesucian diri, kebersamaan, toleransi, kejujuran,  uswatun hasanah,  kebersihan, keindahan, kenyamanan, kesabaran, kerapian, kesopanan, sosial, penghormatan, kasih sayang. Sikap-sikap tersebut merupakan perwujudan dari akar dimensi spiritual yakni taqwa, khusyu’, tawadhu’, khauf, raja’, muraqabah, istiqamah
PERAN PENGAJIAN AHAD PAGI CABANG MUHAMMADIYAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM MASYARAKAT DESA TULUNG KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN TAHUN 2016-2017 Putri Suci Ariyanti
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khotbah Minggu Pagi Cabang Muhammadiyah adalah salah satu khotbah yang diorganisir oleh Ketua Cabang Muhammadiyah mengacu pada pedoman revitalisasi cabang Muhammadiyah. Tujuan dari penelitian ini adalah sarana bagi Muhammadiyah untuk menyebarkan ajaran Islam sesuai dengan pedoman Al-Qur'an dan Sunnah kepada seluruh masyarakat. Kurangnya pengetahuan agama akan mempengaruhi kesadaran warga dalam melakukan tindakan ibadah dan agama. Beberapa warga di desa Tulung masih kurang memahami Islam dengan sempurna, sebagai warga mereka masih mengikuti kenduren, keselamatan dan yasinan serta kurangnya pemahaman tentang Islam. Di situlah letak peran sumbangan Cabang Pagi Minggu Muhammadiyah Cabang untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat di desa Tulung. Berdasarkan data dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa Khotbah Minggu Pagi Cabang Muhammadiyah telah berjalan dengan baik, yaitu dengan mempromosikan metode yang digunakan Bi al-Ḥikmah, Mau'iẒatul Ḥasanah, Mujādalah Billatī Hiya Aḥsan dan isinya sesuai dengan kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga bahwa nilai-nilai Islam dalam akidah materi, akhlak, ibadah dan muamalah dapat diwujudkan dengan baik. Cabang Muhammadiyah Sunday Morning Ceramah dalam menanamkan nilai-nilai Islam di masyarakat Desa Tulung, Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten Tahun 2016-2017 adalah yang pertama, memperkuat fungsi dakwah sebagai tempat pengajaran dan bimbingan Islam, yaitu dengan kegiatan ceramah agama. Kedua, menjadikan pengabaran sebagai pusat pengembangan keterampilan. Masyarakat dapat mengasah keterampilan mereka untuk membaca Alquran dengan benar. Ketiga, meningkatkan peran pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi dan sosial, tersentuh untuk membiasakan diri membayar donasi, amal dan kemanusiaan penggalangan dana. Keempat, jadikan khotbah sebagai media silaturrahmi dan rekreasi spiritual. Selain ilmu mereka, masyarakat dapat menjalin hubungan
MUHAMMADIYAH DAN GERAKAN KESEHATAN BERKEMAJUAN Em Sutrisna
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah has contributed greatly to the maintenance of public health. Up to 2015 Data of muhamaditah hospitals/ KBIA / BP / maternity hospital owned by Muhammadiyah reached 457. The number of Muhammadiyah hospitals is because of the hard work MPKU in running programs above. But the number of hospitals and clinics does not necessarily bring health implications of muhammadiyah citizens. Most people have not seen a real contribution of Muhammadiyah (Muhammadiyah hospital).Muhammadiyah Hospital as one of the Muhammadiyah Health Charity expected to be more oriented to charity without forgetting their business, so residents can take muhammadiyah real benefit in health of the existence of the hospital, and the future expected Muhammadiyah became a pioneer in e-hospital, health tourism and travel medicine to face global challenges of health as part of the da’wah of Muhammadiyah in health.
PERKEMBANGAN ORGANISASI MUHAMMADIYAH DI SUKABUMI SEJAK 1935-2015 Andri Moewashi Idharoel Haq
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai organisasi islam yang besar Muhammadiyah telah tumbuh dan berkembang dengan pesat di beberapa daerah di seluruh Indonesia termasuk di Sukabumi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri perkembangan organisasi Muhammadiyah di Sukabumi terutama mengenai kepengurusan dan periode Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta Perkembangan Muhammadiyah pada aspek perluasan wilayah dan amal usaha. Metode penelitian yang digunakandeskriptif  kualitatif dengan pendekatan historis. Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah data dan informasi mengenai gambaran berkembangnya organisasi Muhammadiyah dalam hal kepengurusan, periode, perluasan wilayah dan amal usaha

Page 11 of 19 | Total Record : 189