cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Analisis Kelayakan Buku Ajar Al Islam dan Kemuhammadiyahan Berwawasan HAM Untuk SMA/MA/SMK Terbitan Maarif Intitute dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Tinjauan dari Segi Materi dan Metodologi Pembelajaran) Rio Estetika
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku Ajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berwawasan HAM untuk SMA/MA/SMK merupakan salah satu bentuk upaya pendidikan agama di Muhammadiyah untuk mengembangkan buku teks pengajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan agar dapat lebih dinamis, up to date, kontekstual, dan mengakomodasi aspek-aspek sosio-kultural sebagai bentuk respon terhadap permasalahan kemanusiaan. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi dengan menggunakan dokumen sebagai objeknya. Dari hasil kesimpulan disarankan untuk menggunakan buku ajar tersebut sebagai penunjang buku pokok yang sudah diteritkan Majelis Dikdasemen dalam mengajarkan materi hak asasi manusia. Kemudian, dalam penyusunan buku AIK dapat mengadopsi konsep penyusunan buku AIK berwawasan HAM yang lebih up to date dan bervariasi dalam metode pembelajarannya.
IMPLEMENTASI KURIKULUM SEKOLAH RAMAH ANAK PADA MATA PELAJARAN IPS TERINTEGRASI NILAI AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMP MUHAMMADIYAH 2 TAMAN Anna Triayudha; Eni Fariyatul Fahyuni
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belakangan ini banyak sekolah mengikrarkan sebagai Sekolah Ramah Anak,yang di implementasi dalam 8 Standar Nasional Pendidikan. Dalam penelitian ini dirumuskan masalah tentang: bagaimana pelaksanaan kurikulum Sekolah Ramah Anak pada mata pelajaran IPS  teringrasi nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan, bagaimana kendala yang ditemui dalam mengintegrasikan IPS dalam nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Peneliti langsung terjun langsung ke lapangan, mendiskripsikan realita yang ada dan melakukan pendekatan terhadap sumber informan .Melalui standar proses mata pelajaran IPS secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menentang, memotivasi peserta didik untuk berperan aktif sekaligus diintegrasikan pada nilai Al Islam dan Kemuhammadiayah misal dengan mengkaitkan materi IPS yang sesuai dengan ayat Al Qur’an, menumbuhkan rasa syukur, memberikan teladan yang Islami dan berkepribadian Muhammadiayah. Kendala yang ditemui masih banyak guru belum mengintegrasikan nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan karena kurangnya pengetahuan agamanya.
MUHAMMADIYAH: CIVIL ISLAM DAN MASYARAKAT ISLAM YANG SEBENAR-BENARNYA Asep Purnama Bahtiar
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the conditions and resources-including social resource and organizational culture - owned by each structure and foundation lines as well as setting external (social, culture, politics, economy, etc.) that vary by region and area, the model of development of the true Islamic Society, at least be able to show three forms or models; First, the homogeneous MIyS model. MIyS is formed from components and members of the same community, all members are Muhammadiyah followers.  Second, intra-heterogeneous MIyS models. MIyS awakened from the Muslim community components but diverse organization (Muhammadiyah, Persis, NU, SI, Al-Irsyad, etc.); and Muhammadiyah became its leading sector. Third, extra-heterogeneous MIyS embodied in the reality of a pluralistic society religion, ethnicity, culture, politics, and so on. In this third model Muhammadiyah should really be extra smart and wise in building MIyS, so as not to cause turbulence and potential conflicts. Of the three models MIyS could also be seen as a civil Muhammadiyah dynamics of Islam civil or Islamic civil society that can manifest itself in scale and non-uniform type.
PANDANGAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PEMBELAJARAN KREATIF-PRODUKTIF Tri Setiyarini
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Konteks pandangan pembelajaran yang melatarbelakangi munculnya pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran krelatif-produktif, (2) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif, dan (3) Relevansi pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Metode analisis datanya adalah induktif. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Dari penelitian yang peneliti lakukan, peneliti menemukan bahwa: (1) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif dilatarbelakangi oleh pembelajaran langsung (direct instruction) di pesantren gaya lama (tradisional) dan pembelajaran langsung (direct instruction) di sekolah Gubernemen yang telah gagal menghasilkan peserta didik yang secara integratif beriman, berilmu, kreatif, produktif, dan rekonstruktif akibat dari penggunaan metode dan pendekatan pembelajaran yang monoton. (2) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif memiliki komponen: (a) Tujuan Pembelajaran yang didasarkan pada aliran filsafat profetisme, progresivisme, rekonstruksionisme, perenialisme, esensialisme, dan pragmatisme, (b) Materi pembelajaran diturunkan dari mata pelajaran sesuai kebutuhan berkehidupan di dunia dan di akhirat, (c) Pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan pendekatan pembelajaran konstruktivistik, kontekstual, dan berbasis masalah, (d) Metode pembelajaran yang digunakan ialah ceramah reflektif, diskusi, debat, tanya-jawab interaktif, serta demonstrasi, dan (e) Evaluasi pembelajaran dilakukan selama proses dan setelah proses pembelajaran melalui pengamatan dan penilaian produk atau proyek. Kemudian (4) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif relevan dengan implementasi Kurikulum 2013
MUHAMMADIYAH DAN POLITIK DAKWAH Sudarno Shobron
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah as a missionary movement of amar ma’ruf nahi munkar has similarities and differences with other Islamic movements which are equally as a missionary movement. The equation is like to build Indonesia in accordance with the teachings of Islam in all aspects of life. The difference lies in the strategy of preaching, there are through structural which came to power and there are cultural that are to create an Islamic society. Muhammadiyah political da’wah depicted in its efforts to make improvements in people's lives, both in the field of religious understanding, economic, social, cultural, educational and defense and security, with the target individual or institutional, economic, political, state, social and cultural sectors.
Manhaj Tarjih Muhammadiyah Syamsul Anwar
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarjih di lingkungan Muhammadiyah telah mengalami perkembangan makna. Memang pada awalnya dalam organisasi ini tarjih difahami sebagaimana menurut pengertian aslinya dalam ilmu usul fikih, yaitu “memperbandingkan  ̶ dalam suatu permusyawaratan ̶  pendapat-pendapat dari ulama untuk kemudian mengambil mana yang dianggap mempunyai dasar dan alasan yang lebih kuat.” Kemudian pengertian ini mengalami pergeseran karena perkembangan kegiatan ketarjihan di dalam Muhammadiyah. Tarjih tidak lagi hanya diartikan kegiatan sekedar kuat-menguatkan suatu dalil atau pilih-memilih di antara pendapat yang sudah ada, melainkan jauh lebih luas sehingga identik atau paling tidak hampir identik dengan ijtihad itu sendiri
METODE PEMBINAAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MTs MUHAMMADIYAH 07 KLEGO BOYOLALI Vironika Kumalasari; Nurul Latifatul Inayati
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 18, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is increasingly seen that the character of today's children is getting worse and worse due to environmental impacts, technological advances, and the lack of parental roles in cultivating good children's character. And also due to their lack of knowledge and appreciation in religion that is obtained at school. So character education is very important to be implemented even though at this time during the Covid-19 pandemic. MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali is an Islamic school that has implemented a character education program since it was first established. MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali during the covid-19 pandemic also continues to apply character education development to its students online with several methods carried out by the school. This study aims to (1) describe the implementation of the method of character education development during the Covid-19 pandemic at Mts Muhammadiyah 07 Klego Boyolali, (2) describe the obstacles in applying the method of character education development during the Covid-19 pandemic at Mts Muhammadiyah 07 Klego Boyolali.The research is qualitative, taking the place and subject of the research at MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali. Data collection was done by interview, observation, and documentation. Meanwhile, data analysis was carried out with three data reduction events, data display, and conclusion drawing or data verification. To ensure the validity of the data obtained, this is done by triangulation of sources and triangulation of techniques.Based on the data analysis carried out, it can be concluded that the method of character education development during the covid-19 pandemic at MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali is by using the habituation method. That is by using activity books/communication books given to students to monitor student activities at home such as character habits that students usually do at school. This communication book consists of two activities, namely activities at home and activities at school. In implementing the program of character education development methods in schools, MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali has the aim of facilitating the process of continuously improving the character of students and training themselves for the realization of better student character. To evaluate the results of the character education development program in schools during the COVID-19 pandemic, using the home visit method. This home visit is carried out if students experience internal family problems, behavior problems in Madrasas, and problems related to learning in the form of attendance at Madrasas. Obstacles in Applying Character Education Guidance Methods During the Covid-19 Pandemic Period at MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali are internal and external factors. Internal factors are the constraints in the form of limited student facilities (such as cellphones, quotas, and networks). Constraints from external factors are (1) Lack of teacher cohesiveness, (2) Lack of school facilities, (3) Schools cannot directly monitor the process of character building/distance constraints, (4) Parents are busy working, (5) Parents are less than optimal in supervising children, (6) parents are indifferent to the program/behavior of children at school, (7) the influence of the community environment is not good.
MAJELIS TABLIGH DALAM GERAKAN MEMAHAMI AL-QUR'AN DENGAN METODE MANHAJI M. Anas Adnan
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 12, No 2 (2014): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consistent Allah said: "Fastbakoa good things," he called the Council Report "Muhammadiyah" Central Association invited the best all Mohammedans and Oedaoua heads, faculty and students to refer to the house of the Koran in Arabic, and the language of the Koran by our faith will never change as long as the heavens and the earth and deeds, and between the Council of simple to learn new ways that are easily affordable no doubt named "understanding of the methodology of modern Koran." And this method but rely image Note Quran same word, and translate words in Indonesian. And he was educated at the center Tfahim semantics in Part I, including from the real meaning and real, and can indicate whether there is reason for the decline of the verse, then acting in his analysis in Part II, Anatomy and grammar rules in Part III, then shows the meaning of rhetoric of passages in Part IV. And he stated that this new way - of course - the coolest way to teach the Quran Majid moment, and no doubt valid and worthy and decent education institutions and schools and education conducted by the Assembly at the state level, but also workshops and other Assembly every land, and no matter how educated.
PERKADERAN INTELEKTUAL PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH KABUPATEN SUKOHARJO Muflihah Dwi Lestari
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkaderan intelektual yang ada di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo (PC IMM Kabupaten Sukoharjo). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah pengkaderan intelektual PC IMM kabupaten Sukoharjo. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perkaderan intelektual yang diterapkan dalam PC IMM Kabupaten Sukoharjo ada dua jenis yaitu perkaderan intelektual utama dan pendukung. Perkaderan intelektual utama dalam bentuk kegiatan Baret Merah (BM) dan Sukoharjo Intelektual School (SI School), sedangkan perkaderan intelektual pendukung dilaksanakan dalam bentuk diskusi. Metode yang diterapkan dalam perkaderan intelektual ada tiga yaitu Focus Group Discussion (FGD), presentasi, dan penugasan. Pelaksanaan perkaderan intelektual memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung ada yang dari dalam tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo, antara lain: (1) Orientasi gerakan didirikanya IMM Sukoharjo diarahakan ke intelektual; (2) Kondisi PC IMM Sukoharjo yng memiliki visi misi keilmuan dan kebiasaan diskusi. Faktor dari luar tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo adanya dukungan dari demisioner lembaga atau instansi Muhammadiyah. Faktor penghambat perkaderan intelektual PC IMM Kabupaten Sukoharjo: (1) Dari segi pelaksana kurang konsistennya panitia terhadap jobdisk yang menjadi amanahnya, sehingga mempengaruhi konsep yang sudah disusun rapi kurang terlaksana dengan baik; (2) Masih ada pimpinan ataupun kader  yang kurang minat dalam bidang keilmuan, sehingga target semua pimpinan dan kader menguasai keilmuan dengan baik belum sepenuhnya terlaksana; (3) Kendala keuangan menjadi hal yang belum terpecahkan, kerena PC IMM Kabupaten Sukoharjo masih sangat tergantung dengan bantuan dari pihak pihak lain
TRANSISI MADRASAH TSANAWIYAH KE SEKOLAH MENENGAH ATAS (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MODERN MUHAMMADIYAH IMAM SYUHODO SUKOHARJO) Mahasri Shobahiya
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi terhadap alasan pemilihan penyelenggaraan bentuk satuan pendidikan MTs sementara pada jenjang pendidikan di atasnya dalam bentuk SMA yang ada di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Imam Syuhodo Sukoharjo. Bahwa alasan pemilihan penyelenggaraan bentuk satuan pendidikan MTs sementara pada jenjang pendidikan di atasnya dalam bentuk SMA yang ada di Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Sukoharjo dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu (1) Bidang kurikulum; dengan satuan pendidikan SMA yang merupakan lembaga pendidikan di bawah binaan Kemendikbud, pengembangan kurikulum relatif lebih leluasa dan dirasakan ada kebebasan, termasuk mengembangkan kurikulum berbasis pesantren Muhammadiyah; (2) Bidang kesejahteraan; dengan satuan pendidikan SMA yang merupakan lembaga pendidikan di bawah binaan Kemendikbud dirasakan lebih sejahtera, karena lembaga cukup mudah memperoleh bantuan. Hal itu sangat terasa ketika dibandingkan dengan MTs yang berada di bawah binaan Kemenag; dan (3) Bidang administrasi; dengan satuan pendidikan SMA yang merupakan lembaga pendidikan di bawah binaan Kemendikud dirasakan urusan administrasi tidak seribet dan sesulit dalam bentuk MTs yang berada di bawah binaan Kemenag.