cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
METODE TAHFIDZ AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN ISY KARIMA KARANGPANDAN KARANGANYAR (STUDI KASUS MADRASAH ALIYAH TAHFIDZUL QUR’AN) Syahrur Rizqi Hidayatullah; Saifuddin Saifuddin
Suhuf Vol 33, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren Isy Karima Karangpandan adalah salah satu Pondok Pesantren yang menitik beratkan Al-Qur’an pada materinya. Sehingga Pondok Pesantren Isy Karima Karangpandan memiliki program menghafal Al-Qur’an atau lebih dikenal dengan Tahfidzul Qur’an. Melihat hal tersebut, peneliti melakukan penelitian tentang metode Tahfidz Al-Qur’an di Kabupaten KaranganyarBerdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: Pertama, Metode yang digunakan Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an dalam menghafal Al-Qur’an adalah dengan Metode menghafal sendiri serta dalam menghafal Al-Qur’an menggunakan sistem satu hari satu halaman. Pelaksanaan Metode Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Isy Karima Karanganyar (Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an)  tahun 2019 antara lain: 1) Setoran Hafalan baru kepada Musyrif, 2) Muraja’ah hafalan kepada Musyrif masing-masing halaqah, 3) Ujian Tahfidz. Kedua, Faktor penghambat dalam pelaksanaan metode tahfidz Al-Qur’an studi kasus Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an, yaitu: kemalasan, kurang dukungan orangtua dan jadwal hafalan bertabrakan dengan kegiatan lain. Sedangkan solusinya, yaitu: memotivasi diri dan management waktu.
JUAL BELI JASA LEWAT FITUR GRABFOOD CARA BAYAR SISTEM OVO DALAM APLIKASI GRAB PERSPEKSTIF HUKUM ISLAM (Tinjauan Teori Akad Jual Beli Salam) Harun Harun
Suhuf Vol 33, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transaksi jual beli jasa lewat fitur grabfood dengan cara bayar OVO dalam aplikasi Grab merupakan model bisnis baru yang belum ada kejelasan hukumnya. Oleh sebab itu jual beli jasa lewat fitur grabfood dengan cara bayar sistem OVO perlu dikaji lebih jauh tentang halal dan tidaknya dalam perspektif hukum Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif hukum Islam dalam mekanisme jual beli Jasa lewat fitur grab food dengan cara bayar OVO dalam aplikasi grab. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan karena peneliti mendapatkan informasi kegiatan yang sumbernya digali langsung dari lapangan untuk mengamati fenomena dalam keadaan alamiah dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi.           Hasil penelitian terhadap mekanisme jual beli Jasa dengan system bayar OVO dalam aplikasi grab. (a) Customer mengisi saldo OVO menggunakan top up (sebagai bayar tunai di awal), pastikan saldo mencukupi disaat memesan.(b) Customer membuka aplikasi grab dengan klik makanan.(c) Pihak grab yang menyediakan aplikasi grab secara otomatis mengirim daftar harga dan ongkos kirim lewat handphone kepada customer. (d) Customer memesan makanan yang diinginkan, lalu klik pesan dan terjadi Akad salam antara grab sebagai penyedia jasa transporasi (yang bermitra dengan restoran) sebagai pihak yang menerima pesanan (Muslam Ilaih) dan customer sebagai pihak yang memesan (Muslam).(e) Driver sebagai mitra bisnis grab konfirmasi ke customer untuk membelikan atau mengambil makanan yang menjadi pesanan customer. (f) Driver sebagai mitra bisnis pihak Grab mengantarkan pesanan makanan ke customer.Analisis dari teori akad salam terhadap jual beli jasa dengan cara bayar OVO dalam aplikasi grab sesuai dengan hukum Islam karena telah terpenuhi rukun dan syarat sah akad salam, meskipun yang menjadi objek transaksi akad salam adalah jasa transportasi bukan barang, tetapi keduanya (jasa dan barang) dipandang sebagai harta yang dapat diperjualbelikan.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Badrus Zaman
Suhuf Vol 33, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam adalah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim. Salah satu kepribadian muslim yang harus dibangun adalah rasa percaya diri, karna diciptakan sebagai makhluk yang paling mulia dan sebaik-baiknya bentuk manusia harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kepercayaan diri itu dapat dibangun dengan cara sebagai berikut: Menjadikan hati ridha, bersyukur dan tawakal, mengenali diri sendiri, mencintai orang lain, menjauhi pikiran-pikiran dan perasaan negatif yang merusak kepribadian (gelisah, takut dan merasa gagal), bergaullah dengan orang yang sukses dan percaya diri, tentukan tujuan yang hendak dicapai dalam waktu dekat, dan ikuti berbagai kegiatan organisasi. Dengan memiliki rasa percaya diri akan memberikan manfaat sebagai berikut: Memberikan dan meningkatkan motivasi dalam kehidupan, mengurangi rasa rendah diri yang ada pada diri seseorang, meningkatkan prestasi, membuang perasaan takut, yang akan menghalangi suatu kesuksesan, tidak mudah putus asa apabila mengalami suatu kegagalan, mengurangi rasa depresi dan frustrasi, meningkatkan karisma dan kewibawaan, dan mengurangi rasa khawatir dan cemas.
ANALISIS IMPLEMENTASI GOOD AMIL GOVERNANCE BERDASARKAN ZAKAT CORE PRINCIPLES PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (Studi Kasus di Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah Solo) Ikhsan Mardiansah; Supawi Pawenang; Istiqomah Istiqomah
Suhuf Vol 33, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan Good Amil Governance berdasarkan Zakat Core Principles  di sebuah Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU) Solo. Jenis penelitian termasuk penelitian lapangan bersifat kualitatif deskriptif dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Sampel yang digunakan sebanyak enam informan yang berstatus sebagai amil di LAZISMU Solo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didalam praktiknya LAZISMU Solo sudah melaksanakan prinsip Good Amil Governance berdasarkan Zakat Core Principles dengan cukup baik
STUDI KOMPARASI WAKTU DAN PROSES TERJADINYA HUJAN DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN DAN SAINS Khamidinal Khamidinal
Suhuf Vol 33, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang berada dalam kehidupan manusia yang banyak disebutkan di dalam al-Qur’an maupun diteliti oleh para ilmuwan. Artikel ini berusaha menyajikan studi komparasi antara al-Qur’an dan sains dalam berbicara masalah hujan pada tiga hal: proses terjadinya hujan, kadar air hujan yang diturunkan Allah di muka bumi dan waktu turunnya hujan.
ILMU ASBAB AN NUZUL DALAM STUDI ILMU AL QURAN Syarafuddin Hamzah
Suhuf Vol 28, No 1 (2016): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses turunnya Al-Qur`an (ayyama wuquihi) merupakan syarat mutlak dalam menjelaskan asbab nuzul yang menurut ulama dalam tradisi kajian Ulumul Qur`an dinamakan dengan Asbabu Nuzul mikro. Konsekuensinya dari kata tersebut berarti ada ayat-ayat bahkan sebagian besar ayat Al-Qur`an tidak mempunyai asbab nuzul. Oleh karena itu banyak ayat-ayat Al-Qur`an yang tidak dapat difahami maksudnya dengan benar. Untuk itu harus didukung oleh asbab nuzul makro, yaitu latar belakang historis masyarakat Arab ketika Al-Qur`an diturunkan.
EFEKTIFITAS METODE YANBU’A DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TAḤFĪẒ AL-QUR’AN DI SMP IT AL-ANIS KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Muhammad Arif Wicagsono; Nurul Latifatul Inayati
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program menghafal al-Qur’an sudah menjadi program unggulan di Sekolah.Prosesmenghafal al-Qur’an tentunya memerlukan metode pembelajaran yang efektif. Salah satu metode menghafal al-Qur’an yang sudah diterapkan di Indonesia adalah metode Yanbu’a. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah proses pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an melalui metode Yanbu’a di SMP IT al-Anis (2) Apakah Metode Yanbu’a efektif dalam meningkatkan kemampuan taḥfīẓ Qur’an di SMP IT al-Anis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji proses pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an melalui metode Yanbu’a di SMP IT al-Anis Kartasura dan mengetahui efektivitas penerapan metode Yanbu’a dalam meningkatkan programtaḥfīẓ al-Qur’an di SMP IT al-Anis.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2017- Januari 2018.Data diperoleh dari hasil observasi, dokumen dan berdasarkan hasil wawancara bersama Kepala sekolah, guru dan siswa SMP IT al-Anis. Teknik analis dengan model lengkap dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Taḥfīẓ al-Qur’an di SMP IT al-Anis Kartasura dengan metode Yanbu’a dilaksanakan melalui program yang bernama Program Takhasus al-Qur’an. Sistem menghafal dibagi menjadi dua, yaitu satu hari menghafal ayat, dan hari berikutnya hanya mengulang hafalan. Siswa menghafal dua, empat, lima sampai tujuh ayat perhari. Dalam rangka peningkaan kualitas hafalan, siswa diwajibkan menulis ayat. Masing-masing kelas Takhasus diampu oleh dua guru, guru memberikan pengawasan terhadap prestasi hafalan, ketertiban siswa dalam melaksanakan tugas menulis, sholat wajib dan sunnah lewat buku khusus monitoring. Dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa Metode Yanbu’a efektif dalam meningkatkan hafalan al-Qur’an siswa di SMP IT al-Anis Kartasura.
AL-QURAN DAN HADIS SEBAGAI SUMBER PSIKOLOGI M. Darojat Ariyanto
Suhuf Vol 32, No 1 (2020): MEI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran  ialah Kalam Allah yang (memiliki) mukjizat, diturunkan kepada penutup para nabi dan rasul,dengan melalui perantara Malaikat Jibril, ditulis  dalam berbagai mushhaf, dinukilkan kepada kita  dengan cara tawatur (mutawatir), yang dianggap ibadah dengan membacanya. Secara garis besar  Al-Quran berisi tentang:  Aqidah, Ibadah, Wa’du dan Wa’id, Akhlak, Hukum, Kisah dan Ilmu Pengetahuan dan  Teknologi. Adapun Hadits adalah perkataan, perbuatan, dan penetapan yang disandarkan kepada RasulullahShalahu Alaihi wa Sallam setelah kenabian. Fungsi Hadis sebagai sumber kedua setelah Al-Quran dan penjelas bagi Al-Quran.        Berdasarkan fungsi dan isi Al-Quran  dan Hadis di atas maka keduanya dapat  menjadi  sumber  Psikologi, khususnya berkaitan dengan isi Al-Quran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih jelas  lagi  yang dijelaskan di dalam Q.S. Fushshilat ayat 53 yang artinya: Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaskah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu  adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi  atas segla Sesutu?. Selain itu di dalam Al-Quran dan Hadits ada banyak istilah yang berkaitan dengan jiwa manusia, misalnya al-fitrah, al-ruh, al-nafs, al-qalb, al-‘aql, al-dhamir.
ANGKATAN MUDA MUHAMMADIYAH DAN DAKWAH PENCERAHAN BERBASIS HERMENEUTIKA? Ari Anshori
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang beriman diperintah Allah dan Rasul-Nya untuk berdakwah, menyeru kepada jalan Tuhan dengan hikmah, maksudnya menunjukkan perbedaan antara yang hak dan yang batil, dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang baik. Angkatan Muda Muhammadiyah dituntut untuk berdakwah dalam multi aspek dengan berbekal sabar, amanah, adil dan istiqamah, sehingga dapat berpartisipasi membangun Indonesia yang berkemajuan. Indonesia sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya Islam, termasuk di dalamnya warga Muhammadiyah, adalah merupakan ujian bagi umat Islam untuk membuktikan perannya sebagai rahmatan lil alamin. Oleh karena itu, ajaran Islam tidak seharusnya hanya dipraktikkan dalam ritual keagamaan yang artifisial saja. Melainkan harus sampai pada hakikat dan makrifat sebagai religious spirituality of Muhammadiyah Youth Association.Hermeneutika sebagaimana diutarakan oleh M. Quraish Shihab, “tidak semua ide yang diketengahkan oleh berbagai aliran dan pakar hermeneutika merupakan ide yang keliru atau negatif. Pasti ada di antaranya yang baik dan baru serta dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, bahkan memperkaya penafsiran, termasuk penafsiran al-Qur’an”. Meski demikian kehati-hatian harus digaris bawahi bahwa bisa jadi ada kesalahan dan praktik penggunaannya ketika digunakan menafsirkan al-Qur’an.
PERBANDINGAN TUJUAN PENDIDIKAN UNTUK MEMBENTUK MANUSIA IDEAL MENURUT PAULO FREIRE DAN MUHAMMAD IQBAL Zaenal Abidin
Suhuf Vol 30, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan objek sekaligus subjek pendidikan, sebagai objek ia adalah hasil akhir yang ingin diraih dari semua proses pendidikan. Menjadi subjek ia manusia adalah pelaksana dari proses pendidikan, bagaimana membantu peserta didik belajar untuk menjadi manusai yang sebenar-benarnya manusia. Meskipun tujuan pendidikan dari tiap zaman, negara, senantiasa berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman, namun ada satu hal yang selalu sama, yakni pendidikan adalah bagaimana membentuk manusia yang seutuhnya. Maka menjadi penting bagi kita untuk belajar seperti apa manusia ideal itu dan bagaimana pendidikan mampu menghasilkannya. Jika kita melihat dari Barat kita bisa melihat Paulo Freire dengan pedidikan pembebasan dan jika dari Timur kita bisa melihat Muhammad Iqbal dengan konsep Khudi atau Ego sebagai dasar filsafatnya.

Page 11 of 24 | Total Record : 235