cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
PERAYAAN IMLEK MUSLIM TIONGHOA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN MUSLIM TIONGHOA DI SURAKARTA Wijayanti, Tri Yuliana; Hafizzullah, Hafizzullah; Suharjianto, Suharjianto
Suhuf Vol 32, No 1 (2020): MEI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks budaya, Islam bukanlah agama yang hanya mencakup sistem credo (kepercayaan) dan ritus (ibadah) saja, melainkan juga menyangkut masalah kebuadayaan. Ketika Islam bertemu dengan budaya dimana Islam didakwahkan, maka kebudayaan Islam baru akan terbentuk dari hasil akulturasi antara budaya lokal dengan nilai-nilai Islam. Hal ini terjadi pula pada diantara etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam. Muslim Tionghoa tetap melaksanakan perayaan imlek meski mereka telah memeluk agama Islam. Dengan demikian mereka tidak harus kehilangan identitas etnisnya, meski mereka telah memeluk agama Islam. Studi ini menarik ketika melihat adanya adaptasi budaya imlek dengan nilai-nilai Islam, terutama adanya simbol-simbol yang ada pada perayaan imlek dan dipandang dari sisi ajaran al-Quran dan Muslim Tionghoa.
RAGAM PEMAKNAAN JIHAD DALAM TAFSIR AL-MISHBAH Huda, Nurul
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jihad mempunyai cakupan makna yang luas, meliputi perjuangan fisik maupun non-fisik. Pada tataran praksis, terdapat keragaman pendapat tentang pemaknaan arti jihad, yaitu jihad dipahami sebagai aksi ofensif maupun aksi defensif. Untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang makna jihad, dapat dilakuan penelitian terhadap tafsir ayat-ayat jihad, dalam hal ini mengkaji tafsir al-Mishbah.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan filosofis, digunakan untuk memahami penafsiran ayat-ayat jihad, khususnya dalam tafsir al-Mishbah. Analisis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan: pertama, secara garis besar, makna jihad dalam tafsir al-Mishbah terbagi menjadi dua, yaitu: pertama, bermakna perang. Kedua, bermakna kesungguhan memperjuangkan Islam. Jihad bermakna kesungguhan memiliki dua bentuk: pertama, tidak menyebutkan spesifikasi bentuk jihad (hanya menegaskan makna “kesungguhan”); kedua, menyebutkan spesifikasi bentuk jihad.
REKONSTRUKSI METODE PEMBELAJARAN DARI SUDUT FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Sari, Ayu Winda; Natalia, Dina; hasanah, Nurul
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu disiplin ilmu keislaman yang membahas objek-objek di seputar kependidikan Islam. Pemahaman hakikat Pendidikan Islam sebenarnya tercantum di dalam sejarah dan falsafah Islam sendiri, sebab setiap proses pendidikan tidak terlepas dari objek-objek keislaman. Filsafat pendidikan Islam adalah konsep berfikir tentang kependidikan yang bersumber atau berlandaskan pada ajaran Islam tentang kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh pribadinya dijiwai oleh ajaran Islam. Kajian filosofis yang digunakan filsafat pendidikan Islam mengandung arti bahwa filsafat pendidikan Islam itu merupakan pemikiran yang mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti hakikat pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam berdasarkan wahyu, tidak semata berpijak humanistik, tidak mengenal kebenaran terbatas, tapi universal. Berusaha mengembangkan pandangan yang integral dan mengintergralkan pandangan antara dunia dan akhirat sekaligus. Filsafat pendidikan Islam mengembangkan semua aspek kepribadian, mulai akal, intuisi, akal budi dan inderawi. Ide-ide filsafat pendidikan Islam selain bersifat teoritik juga realistik yang dapat diwujudkan dalam tingkah laku, dan mudah transformasikan dalam kehidupan. Padahal ini akan ada penjelasan yang menjelaskan seputar definisi, maca-m macam metode, prinsip dan tujuan pembelajaran yang ditinjau dari filsafat pendidikan agama islam selain itu juga banyak para ahli yang berpendapat terutama tentang definisi atau pengertian metode pembelajaran dan juga mengemukakan berbagai macam metode-metode pembelajaran yang akan dibahas disini.
MANFAAT IMPLEMENTASI SURAT AL-INSYIRAH AYAT 5-6 ALQURAN TERHADAP SIKAP HARDINESS PENYANDANG DISABILITAS DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA (BBRSBD) SURAKARTA Dumpratiwi, Ajeng Nova
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami sikap hardiness pada penyandang disabilitas dalam menghadapi kehidupan dengan kondisi fisik yang berbeda dengan kebanyakan orang. Penyandang disabilitas memiliki permasalahan terkait dengan kondisi fisik yang berbeda dengan sebagian besar orang lainnya. Kondisi yang berbeda ini dianggap sebagai kesedihan yang tidak akan emninggalkan penyandang disabilitas. Pola pikir tersebut mejadi jebakan sehingga mereka tidak memiliki pandangan atau harapan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Pola pikir tersebut membawa penyanadang disabilitas tidak bersemangat atau kekuatan untuk menjalani hidup dan mencapai kesejahteraan kehidupan yang lebih baik. Maka seharusnya perlu sebuah sudut pandang baru untuk menyikapi keadaan yang tidak nayman tersebut agar penyandang disabilitas dapat merespon dan bersikap lebih adaptif. Hasil penelitian ini   menunjukkan pola-pola peningkatan sikap hardiness penolakan keadaan, penilaian negative terhadap eksistensi diri, mencari pembanding, pengenalan diri, mendapatkan apresiasi dan respon positif terhadap dirinya, internalisasi makna QS Al-Insyirah ayat 5 dan 6, dan kemampuan optimis terhadpa kehidupan yang akan datang. Menurut konsep yang dipaparkan dalam makna QS Al-Insyirah ayat 5 dan 6, terlihat bahwa kemampuan strategi memaknai keadaan dengan prinsip bahwa “sesudah kesulitan akan ada kemudahan” diperlukan untuk membantu memunculkan sikap hardiness untuk menjalani hidup dan bersemnagat dalam menjemput kesejahteraan yang lebih baik pada penyandang disabilitas.
FAKTOR RELATIONAL EFFICACY DAN RASA SYUKUR DALAM MEMPERTAHANKAN DAYA JUANG BERPRESTASI Hidayati, Isnaya Arina; Inayati, Nurul Latifatul
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji faktor lain yang dapat mempertahankan daya juang berprestasi yaitu relational efficacy dan rasa syukur berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa relational efficacy memiliki dua konsep yaitu, Other-Efficacy, percaya kepada orang lain untuk menjadi role model bagi dirinya dan RISE (Relation-Inferred Self-Efficacy), keyakinan akan besarnya harapan orang lain terhadap kemampuannya dalam berprestasi merupakan faktor kuat terbentuknya ketahanan daya juang berprestasi. Selain itu faktor rasa syukur yang dikenal dengan istilah gratitude dalam konteks psikologi positif, memiliki keterkaitan kuat dengan pikiran positif, optimisme dan kesejahteraan psikologis yang akan membawa pada kemampuan untuk bertahan hidup dan berjuang meraih prestasi meskipun dalam kondisi sulit.
RAGAM MAKNA “JANGAN” DALAM QS. AL-BAQARAH Ahmadi, Abdulkarim Zulfa
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, terdapat beberapa pakar psikolog yang menganjurkan kepada para pendidik untuk mengindari kata “jangan” sebagai larangan ketika mendidik anak didik, hal ini di sebabkan akan menjadikan anak didik merasa tertekan serta menganggap bahwa dunia ini pernuh dengan larangan dan aturan. Namun demikian, tidak sedikit ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menyatakan kalimat larangan dengan menggunakan kata “jangan”, kurang lebih 420 ayat menggunakan kata tersebut sebagai ungkapan suatu larangan.Penelitian membahas tentang ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah, serta implementasinya kepada pola asuh pendidikan Islam. Adapun penulis tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kata “jangan” di dalam surat Al-Baqarah, selanjutnya untuk menentukan ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah, dan untuk memberikan contoh implementasi ragam makna “jangan” dalam QS. Al-Baqarah terhadap pola asuh pendidikan Islam. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan pendekatan semantik dan stelistika. Sumber data primer yang digunakan adalah Sumber data primer yang digunakan adalah Al-Qur’an dan Terjemahnya, yang diterbitkan Kementerian Agama RI tahun 2012 dan beberapa tafsir masyhur. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah dokumentasi, sedangkan analisis data dengan metode analisis isi (content analysis).Pada penelitian ini ditemukan 37 ayat larangan yang terkandung di dalamnya makna “jangan” pada surat Al-Baqarah. Dari 37 ayat tersebut dapat dikategorikan menjadi beberapa ragam larangan. Ragam larangan apabila dilihat dari maknanya terbagi menjadi lima ragam; yaitu, terdapat 20 ayat yang terkandung di dalamnya larangan bermakna asli, 14 ayat larangan bermakna irsyād, 1 ayat larangan dalam bentuk Iltimās, 1 ayat dalam bentuk doa dan 1 ayat dalam bentuk bayānu al-aqībah. Ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah dapat diimplementasikan pada pola asuh pendidikan Islam. Implementasi larangan ini dapat dibagi menjadi dua hal, yaitu cara mengungkapkan sebuah pesan larangan dan cara mengungkapkan larangan dengan melihat dari lawan bicaranya. Cara Pendidik mengungkapkan larangan kepada anak didiknya adalah sebagai berikut; larangan secara langsung, larangan dengan menggunakan prolog, larangan dengan cara menjelaskan akibat, dan larangan secara tidak langsung. Adapun larangan dengan melihat dari lawan bicaranya dapat dibedakan menjadi tiga hal, yaitu larangan dari pendidik kepada anak didiknya, larangan dari anak didik kepada anak didik lainnya, dan larangan dari anak didik kepada pendidiknya.
GENEALOGI KEILMUAN AL-QUR’AN DAN TAFSIR DI INDONESIA Aulanni’am, Aulanni’am
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengkajian terhadap Al-Qur’an di Indonesia bermula pada Abad ke-16 M, ditandai dengan munculnya karya tafsir dari Ulama Indonesia yang bernama Abd al-Ra’uf al-Sinkili, dengan tafsirnya berjudul Tarjuman al-Mustafid. Karya Abd al-Ra’uf al-Sinkili tersebut dikatakan oleh banyak peneliti cenderung mengadopsi pemikiran dari Tafsir Jalalayn, bahkan ada yang mengatakan bahwa Tarjuman al-Mustafid tersebut merupakan terjemahan Tafsir Jalalayn dalam Bahasa Melayu. Setelah masa tersebut kajian Al-Qur’an di Indonesia muncul kembali pada abad ke-19, dengan karya tafsir yang dihasilkan oleh Ulama asal Indonesia yang hidup di Tanah Makkah, dan karyanya juga diselesaikan di Tanah Makkah pula, yaitu Imam Nawawi al-Bantani, dengan karya tafsirnya yang berjudul Tafsir Munir. Kemudian kajian Al-Qur’an di Indonesia berkembang dengan baik pada abad ke-20 M, pada masa tersebut banyak sekali karya-karya tafsir tercipta, dan tentunya sudah beralih dari pemikiran klasik menuju pemikiran yang modernis. Pada abad ke-20 tersebut, penulisan karya tafsir terbagi menjadi beberapa model dan fokus kajian, ada yang fokus pada satu surat tertentu, satu juz tertentu, dan juga menafsirkan Al-Qur’an lengkap 30 Juz. Dan pada akhir-akhir dekade, muncul karya tafsir yang mengusung model tematik, membahas tafsir Al-Qur’an terhadap satu tema yang diangkat.
INTERNALISASI PENDIDIKAN ISLAM PADA PERILAKU JUJUR REMAJA Nurani, Gita Aulia
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memahami aplikasi pendidikan Islam dalam perilaku jujur remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terbuka. Informan dalam penelitian ini adalah 132 remaja yang berusia 11 sampai 22 tahun yang tinggal di Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan bentuk perilaku jujur remaja yaitu berkata benar, tidak menyontek, menjaga kepercayaan orang lain, mengembalikan sesuatu yang bukan haknya, mengakui kesalahan yang diperbuat, membayar sesuai harga barang, tidak melarikan uang SPP, tidak mencuri, dan memberitahukan hasil ulangan pada orang tua. Perilaku jujur remaja tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu orang tua, teman, dan guru atau sekolah. Implikasi hasil penelitian terhadap pendidikan karakter dalam keluarga akan didiskusikan lebih lanjut.
PENERAPAN AKAD WADI’AH DHAMANAH DI PERBANKAN SYARIAH (Telaah Asas-Asas Akad Dalam Kasus Tabungan Haji) Nurul Huda
Suhuf Vol 33, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui penerapan akad wadi’ah dhamanah di perbankan syariah dengan menekankan kajian tentang asas-asas akad sebagaimana terdapat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah terhadap produk tabungan haji. Permasalahannya, penerapan Akad wadi’ah dhamanah pada tabungan haji bersifat baku, tidak memberi alternatif bagi nasabah untuk memilih jenis akad dan diberi kesempatan untuk menyepakati sejumlah klausul yang sudah dirumuskan oleh bank. Permasalahan lainnya adalah prosentase keuntungan berupa bonus yang diterima nasabah dengan menggunakan akad wadi’ah dhamanah sangat kecil, sehingga nasabah cenderung dirugikan. Untuk membahas permasalahan tersebut, penulis melakukan observasi partisipan di perbankan syariah. Hasil penelitian adalah penerapan akad wadiah dhamanah di perbankan syariah dalam kasus tabungan haji belum sesuai dengan beberapa asas-asas akad dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, diantaranya: asas kebebasan berkontrak, asas sukarela, asas kesetaraan, asas saling menguntungkan, dan asas i’tikad baik. Menurut asas-asas tersebut, penerapan akad wadi’ah dhamanah pada kasus tabungan haji belum mencerminkan nilai keadilan dalam berakad, lebih menguntungkan bank.
MAKNA ẒANN MENURUT MUHAMMAD ASAD DALAM TAFSIR THE MESSAGE OF THE QURAN Firdaus Kemala Gani; Alfiyatul Azizah
Suhuf Vol 33, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang mempunyai fungsi sebagai hudan (petunjuk), bayan (penjelasan mengenai petunjuk itu), dan furqān (pembeda antara yang benar dan batil) bagi manusia. Meskipun disebut Allah SWT sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna, manusia diciptakan dengan sifat yang berpotensi menimbulkan dosa yang meliputi halūʻā (suka mengeluh), ẓalūmā (berbuat zalim), jahūlā (bodoh), jadalā (suka membantah), dan lain-lain. Salah satu potensi dosa tersebut adalah prasangka. Dalam al-Quran, prasangka ini disebut dengan ẓann. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kata ẓann dalam al-Quran menurut Muhammad Asad dalam tafsirnya yang berjudul The Message of The Quran. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis isi (content analysis) dengan menggunakan metode tematik. Data penelitian ini diambil dari tafsiran Muhammad Asad pada kata ẓann yang muncul sebanyak 69 kali dalam 32 surat al-Quran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Asad memaknai ẓann berdasarkan dua kategori yaitu ẓann yang berpotensi salah dan ẓann yang pasti benar. Ẓann yang berlandaskan pada nafsu, lemahnya iman, dan tanpa bukti yang memadai akan berpotensi menjadi salah. Sedangkan ẓann yang pasti benar adalah yang disandarkan pada wahyu dan keyakinan penuh kepada Allah SWT.

Page 10 of 24 | Total Record : 235