cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
TERJEMAHAN AL QURAN DARI MASA KE MASA Syarafuddin Hamza
Suhuf Vol 27, No 1 (2015): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan Al Quran dalam bahasa asing sempat terhambat oleh fatwa para ulama yang secara tegas mengharamkan dan menolak gagasan itu. Namun lambat laun penerjemahan Al Quran merupakan kebutuhan bagi umat Islam yang kini telah berjumlah satu milliard lebih di berbagai penjuru dunia. Kaum muslimin di seluruh dunia yang majemuk, terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan bahasa, menginginkan tidak hanya mampu membaca Al Quran melainkan memahami isi kandungannya. Dan terjemahan Al Quran cukup banyak membantu umat untuk memahami isi kandungannya. Tulisan ini berupaya menggali penerjemahan Al Quran secara deskriptif historis untuk mengetahui latar belakang penerjemahan kitab suci ini. Pada akhirnya tulisan ini berargumen bahwa penerjemahan Al Quran sangat penting sebagai media dakwah dan sebagai upaya untuk mendekatkan Al Quran kepada makna yang sebenarnya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER “HIZBUL WATHAN” (Studi Empirik di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017) Bambang Rahardja
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter Islami dan menunjukkan titik singgung nilai karakter pada ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research), metode pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi serta observasi, dan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis interaktif dalam proses menganalisis data.            Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Implementasi pendidikan karakter Islami terdapat pula pada kepanduan Hizbul Wathon. 2) Pada dasarnya dalam kurikulum dan kegiatan HW telah memuat nilai-nilai karakter Islami,  sebagaimana muatan yang terdapat dalam pendidikan karakter yang terdapat dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, meliputi a) religius, b) jujur, c) tanggung jawab, d) gemar membaca, e) disiplin, f) kerja keras, g) kreatif, h) rasa ingin tahu, i) mandiri, j) toleransi, k) peduli sosial, l) menghargai karya dan prestasi, m) komunikatif, n) cinta damai, o) demokratis, p) semangat kebangsaan, dan q) cinta tanah air. 3) Muatan masing-masing nilai pendidikan karakter diiplementasikan melalui materi yang disesuaikan dengan kurikulum Hizbul Wathan yang meliputi  materi seperti Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Materi Kepanduan, Materi Kehizbul Wathanan dan Materi Umum. 4) pengembangan nilai–nilai pendidikan karakter pada masing-masing kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan dilakukan dengan kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan dan pengkondisian, dengan pendekatan yang telah sesuai dengan amanat pendidikan karakter Nasional.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: Menimbang Model Kajian Karel A. Steenbrink Agus Miswanto
Suhuf Vol 33, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menelaah transformasi pendidikan Islam di Indonesia khususnya pada awal era orde Baru. Secara khusus, artikel ini mengungkap ulang apa yang ditemukan oleh Karel A Steenbrink pada tahun 1970-an dengan mengkontektualisasikan pada perkembangan dan kemajuan pendidikan pada era-era berikutnya. Dengan metode serta pendekatan sejarah dan grounded research, Steenbrink menemukan model trasformasi pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Pada era kolonial pendidikan Islam terdiskriminasi sedemikian rupa, tetapi kaum modernis Islam berusaha secara dialektis dan konvergensi menemukan format pendidikan Islam yang kemudian menjadi rujukan pada perkembangan lembaga pendidikan Islam setelah Indoensia merdeka: orde lama dan orde baru
PERAN ILMU FALAK (ASTRONOMI) SEBAGAI PINTU GERBANG KHAZANAH INTELEKTUAL ISLAM Dartim Dartim
Suhuf Vol 28, No 2 (2016): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Astronomi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya kepada objek berupa benda – benda angkasa termasuk bumi, bulan dan matahari serta gejala – gejala yang ditimbulkannnya. Dengan harapan agar benda – benda angkasa tadi dapat diamati dan diperkirakan kejadiannya, yang kejadian itu memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia di bumi. Di era kemajuan dalam berbagai bidang seperti zaman sekarang ini teknologi ilmu falak dan astronomi juga mengalami kemajuan yang begitu pesat. Namun hal ini sangat disayangkan karena masih sangat sedikit dari kalangan umat Islam yang memahami akan hal ini. Disebabkan budaya intelektual umat islam yang belum berkembang. Dimana sebenarnya, melalui pengkajian ilmu falak inilah umat islam dapat memasuki kembali khazanah budaya intelektualnya untuk kembali menguasai peradaban ilmu dan teknologi di dunia. Sehingga harapan besar dari Islam  dapat terwujud yaitu umat Islam  mampu membangun peradaban yang unggul dan utama. Tulisan ini berupaya mendeskripsikan bagaimana sejarah intelektual Islam yang pernah jaya pada abab pertengahan, untuk kemudian kita bangkitkan kembali pada era modern hari ini (dimana hari ini umat islam sedang dialanda kejumudan) melalui pintu gerbang pengkajian ilmu falak atau ilmu Astronomi. Karena dengan pengkajian ilmu astronomi diharapkan umat Islam mampu membangkitkan minatnya mengkaji kembali peran pentingnya ilmu dan teknologi, dengan tidak meninggalkan peran syariah dalam praktik dan teorinya.
KONSEP ‘URF SEBAGAI VARIABEL PRODUK HUKUM Fauzul Hanif Noor Athief
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan dunia terus berkembang mengikuti pergerakan zaman. Hal ini mengakibatkan banyak aktivitas yang merupakan kultur budaya serta kebiasaan yang ada pada suatu era menjadi tidak lagi relevan di era lain. Kultur dan budaya ini tentu menghasilkan produk non-abstrak berupa model-model akad transaksi, institusi pendidikan, model perawatan kesehatan, cara orang berpindah dan bergerak, bahkan hingga perbedaan produk hukum. Ketidaksamaan latar belakang situasi antara kejadian di era dulu dan sekarang membuat kedua fenomena tidak bisa dikomparasikan dengan persis. Ada variabel berbeda yang harus diikutsertakan dalam memahami kedua kejadian tersebut. Silih ganti era yang merupakan sunnatullah ini tentu menjadi salah satu perhatian Islam sebagai agama terakhir yang datang menjadi penyempurna dan pentutup bagi agama-agama sebelumnya. Islam datang bukan sebagai agama yang rijid dan jumud, tetapi juga sebagai agama yang terus bisa diterapkan sepanjang zaman. Islam memastikan bahwa agama ini mempunyai sisi fleksibilitas yang mampu menjawab tantangan zaman di samping berbagai ketentuan-ketentuan baku lain yang sudah ditetapkan sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Fleksibilitas ini diejawantahkan dalam salah satu sumber hukum fikih yang disebut dengan ‘urf. Meskipun sudah dinyatakan bahwa ‘urf menjadi salah satu landasan fikih, tentunya perlu dikaji lebih jauh terkait ranah pemakaian dan batasan dari konsep ini agar tidak kemudian dipakai di luar konteks yang tepat. Tulisan ini mencoba untuk menganalisa konsep ‘urf sebagai variabel produk hukum agar diketahui batasan-batasan pemakaian serta konteks pemakaian yang tepat.
MANFAAT IMPLEMENTASI SURAT AL-INSYIRAH AYAT 5-6 ALQURAN TERHADAP SIKAP HARDINESS PENYANDANG DISABILITAS DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA (BBRSBD) SURAKARTA Ajeng Nova Dumpratiwi
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami sikap hardiness pada penyandang disabilitas dalam menghadapi kehidupan dengan kondisi fisik yang berbeda dengan kebanyakan orang. Penyandang disabilitas memiliki permasalahan terkait dengan kondisi fisik yang berbeda dengan sebagian besar orang lainnya. Kondisi yang berbeda ini dianggap sebagai kesedihan yang tidak akan emninggalkan penyandang disabilitas. Pola pikir tersebut mejadi jebakan sehingga mereka tidak memiliki pandangan atau harapan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Pola pikir tersebut membawa penyanadang disabilitas tidak bersemangat atau kekuatan untuk menjalani hidup dan mencapai kesejahteraan kehidupan yang lebih baik. Maka seharusnya perlu sebuah sudut pandang baru untuk menyikapi keadaan yang tidak nayman tersebut agar penyandang disabilitas dapat merespon dan bersikap lebih adaptif. Hasil penelitian ini   menunjukkan pola-pola peningkatan sikap hardiness penolakan keadaan, penilaian negative terhadap eksistensi diri, mencari pembanding, pengenalan diri, mendapatkan apresiasi dan respon positif terhadap dirinya, internalisasi makna QS Al-Insyirah ayat 5 dan 6, dan kemampuan optimis terhadpa kehidupan yang akan datang. Menurut konsep yang dipaparkan dalam makna QS Al-Insyirah ayat 5 dan 6, terlihat bahwa kemampuan strategi memaknai keadaan dengan prinsip bahwa “sesudah kesulitan akan ada kemudahan” diperlukan untuk membantu memunculkan sikap hardiness untuk menjalani hidup dan bersemnagat dalam menjemput kesejahteraan yang lebih baik pada penyandang disabilitas.
PERLINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF UU NEGARA RI DAN ISLAM Chusniatun Chusniatun
Suhuf Vol 28, No 1 (2016): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana perlindungan anak dalam perspektif UU Negara RI dan Islam, dari data yang didapat dismpulkan bahwa, dalam pandangan UU Negara, Perlindungan Anak diwujudkan dalam hak-hak dan kewajiban yang diatur dalam pasal-pasal yang ada didalamnya dan berdasarkan Pancasila. Sedangkan dalam pandangan Islam perlindungan anak didasarkan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.Tujuan Perlindungan Anak adalah untuk keselamatan dan kesejahteraan anak dalam tumbuh kembang potensinya agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas dan berbudi pekerti mulia.Adapun tujuan dari perlindungan anak menurut pandangan Islam adalah untuk keselamatan dan kesejahteraan anak agar anak dapat mengembangkan potensinya secara aman sesuai dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu menjadi khalifah fil ardl dan Ibadurrahman.
PESANTREN: REALITAS PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL INDONESIA Imam Sukardi
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan sebuah kehidupan yang unik, sebagaimana dapat disimpulkan dalam kehidupan lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya. Pesantren memiliki tradisi sejarah yang sangat panjang. Oleh karena itu situasi dan peranan lembaga-lembaga pesantren dewasa ini harus dilihat dalam hubungannya dengan perkembangan Islam dalam jangka panjang, baik di Indonsia maupun di negara-negara Islam pada umumnya. Perkembangannya di Indonesia yang sedemikian ini masih terus berlangsung pesat, karena Indonesia merupakan tempat konsentrasi ummat Islam yang terbesar di dunia
PAKAIAN MUSLIMAH DALAM AL-QURAN: ANTARA TAFSIR HASBI ASH-SHIDDIEQY DAN QURAISH SHIHAB Ahmad Nurrohim; Hany Raudhatul Jannah
Suhuf Vol 32, No 1 (2020): MEI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tema pakaian muslimah selalu menarik dikaji. Perbedaan cara pandang dan pola fikir sering menghangatkan perdebatan tersebut di berbagai kalangan. Islam sendiri, dengan al-Qur’an, memiliki peran sentral dalam mengatur pola berpakaian Muslim ataupun Muslimah. Tulisan ini hendak mengkaji persamaan dan perbedaan penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dan Muhammad Quraish Shihab dalam karya tafsir mereka, Tafsir al-Quranul Majid an-Nûrdan Tafsir al-Misbah, terkait pakaian muslimah. Tulisan ini berbasis penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir. Data penelitian yang terdokumentasi dianalisa dengan metode analisa tafsir komparatif (tafsir muqaran). Penelitian yang dilakukan dibatasi pada dua ayat: Q.S. an-Nuur [24]: 31 dan Q.S. al-Ahzab [33]:59. Hasil penelitian ini adalah Hasbi ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab memiliki kesamaan definisi khimār dan jilbāb; dankeduanya berbeda pendapat dalam persoalan status hukum jilbāb dan khimār bagi Muslimah.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM BISNIS PERIKLANAN ADSENSECAMP PADA WEBSITE Harun Harun
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kemajuan teknologi, internet tidak hanya semata-mata sebagai media komunikasi dan pertukaran informasi, melainkan dapat digunakan sebagai sumber penghasilan. Perkembangan teknologi informasi sekarang ini telah memberikan khasanah baru bagi perkembangan dunia bisnis untuk menghasilkan deviden. Berbagai model bisnis online mulai dikembangkan dari bisnis yang bermodal hingga bisnis tanpa modal. Model bisnis tanpa modal antara lain  adalah bisnis periklanan AdsenseCamp.AdenseCamp adalah website yang memberikan kesempatan bagi pemilik website (publisher) untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan menyediakan ruang pada websitenya sebagai tempat pemasangan iklan bagi advertiser (pemilik iklan). AdsenseCamp juga memberikan kesempatan kepada para Advertiser yang berkeinginan mempromosikan iklannya yang akan disebarkan kepada web owners yang telah terdaftar di AdsenseCamp. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui pandangan hukum Islam terhadap (a) status akad dan bentuk akad bisnis periklanan AdsenseCamp. (b) kepastian hukum tentang sistem kerja dan pembayaran dalam bisnis periklanan AdsenseCamp. Teori Hukum Islam yang digunakan untuk mengetahui atau menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Syirkah (Kerja Sama Bisnis) dalam hukum muamalat. Jenis penelitian ini adalah library research dengan pendekatan normatif dan metode analisa  datanya  adalah deskriptif analitis.Hasil penelitian ditemukan bahwa (1) status dan bentuk akad bisnis periklanan AdsenseCamp dalam hukum Muamalat termasuk akad Syirkah Abdan (‘amal). Akad Syirkah Abdan  ini dipandang sah menurut hukum Islam. (2) Sistem kerja maupun cara pembayaran AdsenseCamp tidak bertentangan dengan hukum Islam karena tidak merugikan para pihak yang bertransaksi.