cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
TAFSIR AYAT-AYAT KEBERAGAMAAN Abddullah Mahmud
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat global-plural dimanapun, khususnya Indonesia yang ditandai dengan kemajuan bahasa, budaya, suku, ras dan agama, gesekan dan persinggungan antar anggotamasyarakat yang berbeda itu seringkalimenjadi potensi laten yang sewaktu-waktu dapat meledak dan menimbulkan konflik horizontal. Akibatnya, kehidupan semakin jauh dari kata harmonis dan ko-eksistensi damai. Padahal kehipan yang harmonis dan penuh dengan kedamaian merupakan cita-cita bersama yang harus diperjuangkan bersama. Dari sudut pandang awsli, perlu ditinjau kembali ajaran-ajaran kitab suci, al-Qur’an melalui karya tafsir dari para pakarnya. Dalam artikel ini ada tiga mufasir moderen yang akan ditelusuri karya tafsirnya. Khususnya yang terkait dengan ayat-ayat Al-Qur’An yang berbicara tentang agama-agama. Dari telaah yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa ketiga mutasi hampir sama pendapatnya, bahwa Islam adalah agama universal dan tidak bersifat ekslusif. Inklusifisme Islam adalah bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui keperayaan kepada Tuhan yang Esa, hari Akhir, dan amal shaleh (konstruktif). 
PERAN GURU AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MTS MUHAMMADIYAH WARU BAKI SUKOHARJO Nurul Latifatul Inayati; Rima Aritaningsih
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam pendidikan tidak hanya merancang kegiatan pembelajaran, guru juga memiliki peran sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Peran guru diharapkan  tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas tetapi juga diperlukan dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dan mendeskripsikan bagaimana peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Muhammadiyah Waru Baki. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Dalam hal ini subjek penelitian adalah guru Al-Islam dan KeMuhammadiyahan. Peneliti menggunakan pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deduktif, dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di MTs Muhammadiyah Waru Baki meliputi guru sebagai motivator, informator, mediator, demonstrator dan evaluator. Peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa sebagai motivator, memotivasi siswa melalui teman yang berprestasi, menyemangati siswa untuk beribadah. Sebagai informator guru memberikan penjelasan lebih rinci dan memberi informasi terbaru. Sebagai mediator guru menyediakan media pembelajaran.Sebagai demonstrator guru memberikan contoh yang baik melalui sholat dhuhur berjamaah. Sebagai evaluator guru menilai perilaku siswa, menegur bila siswa melanggar peraturan.
KESEIMBANGAN EKOLOGIS DALAM TAFSIR AL- MISBAH (Studi Analitik Peran Manusia Terhadap Lingkungan) Ummi Bashyroh; Abdullah Mahmud
Suhuf Vol 33, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak bencana alam yang terjadi di antaranya kebakaran hutan, tanah longsor, banjir, dsb. Banyak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Tugas manusia sebagai khalifah dalam pandangan Al-Qur’an adalah untuk melestarikan serta memakmurkan bumi tanpa harus mengeksploitasi dan merusak. Akan tetapi fakta-fakta yang terjadi menunjukkan bahwa perusakan bumi karena tangan manusia lebih banyak dilakukan daripada pemeliharaannya. Oleh karena itu sudah menjadi tugas dan kewajiban manusia dalam menjaga keseimbangan ekologi agar lingkungan senantiasa lestari.Penelitian ini berfokus pada keseimbangan ekologi dan peran manusia sebagai khalifah yang berperan melakukan pemeliharaan terhadap alam dan lingkungan dalam pandangan tokoh mufassir Indonesia yaitu Quraish Shihab dalam kitab tafsir Al-Misbah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir. Sumber data utamanya adalah tafsir Al-Misbah yang datanya dikumpulkan secara dokumentatif. Adapun analisisnya bersifat deskriptif analitis.Keseimbangan ekologi menurut Quraish Shihab yaitu (1) menegakkan keadilan dalam segala hal, termasuk membuat sumber hukum/peraturan; (2) larangan bersikap zalim dalam berbagai bentuk, seperti mengurangi takaran atau timbangan, merampas harta orang lain dengan cara-cara yang batil, memanfaatkan sumber daya alam dengan melampaui batas, dan lain-lain; (3) bersikap moderat dan seimbang dalam perilaku kehidupan untuk menjaga keharmonisan dan tidak isrāf (berlebihan). Manusia berperan sebagai khalifah, menurut Quraish Shihab, bertugas untuk (1) melestarikan lingkungan, seperti melakukan kebijakan dalam penataan, pengembangan, pemelilharaan, pemulihan dan pengendalian lingkungan hidup (2) memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana (3) tidak merusak lingkungan dan mengeksploitasi sumber daya alam.
HUKUM DEMOKRASI DALAM ISLAM Muinudinillah Basri
Suhuf Vol 27, No 1 (2015): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupa penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan hokum normative untuk mengetahui pandangan kaum muslimin terhadap hukum demokrasi terutama yang mengkafirkan secara mutlak serta hukum demokrasi dalam Islam. Berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan Metode deduktif dan induktif dilakukan dengan istiqra’ (penelusuran) didapatkan hasil bahwa Pandangan kaum muslimin terhadap hukum demokrasi, ada tiga hal: Pandangan Pertama,  Ali Ghufran alias Mukhlas, pemerintah Indonesia dengan penilaian seluruh penguasa Indonesia kafir, Pandangan kedua: yang melihat demokrasi tidak semuanya kufur dan boleh memanfaatkannya dalam koridor tidak bertentangan dengan Islam, Pandangan ketiga: adalah mereka yang memandang demokrasi adalah halal dalam segala kondisinya, dengan mengikuti suara terbanyak tanpa melihat bertentangan tidaknya dengan syari'at Allah. Sedangkan Hukum demokrasi dalam Islam adalah umat Islam memandang bahwa memasuki wilayah politik yang berkembang saat ini perlu dilakukan untuk mewujudkan cita-cita penegakan syariat islam, dengan pertimbangan untuk mengubah sistem siyasah yang sekuler menuju ke siyasah yang Islami. Meskipun demokrasi mengandaikan terpilihnya suatu penentu kebijakan berdasarkan suara terbanyak, namun hanya dengan cara itu sistem dapat dirubah, maka mengikuti pemilu  boleh jadi wajib hukumnya. Di sini berlaku kaidah fikih ma la yatimmu al wajibu illa bihi fahuwa wajibun (kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu hukumnya wajib). 
KONTEKSTUALISASI HIJRAH SEBAGAI TITIK TOLAK PEMBAHARUAN PENDIDIKAN Zaenal Abidin
Suhuf Vol 29, No 1 (2017): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hijrah biasa dimaknai sebagai perpindahan, pemutusan keterikatan masyarakat terhadap tanahnya, atau dalam sejarah Islam dimaknai sebagai perpindahan Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah merupakan titik tolak perubahan dalam dakwah Nabi, dari yang awalnya tidak begitu banyak pengikut karena kondisi Makkah saat itu tidak mendukung, kemudian dilandasi perintah Allah melaksanakan hijrah ke Madinah dan diterima masyarakat sekitar. Maka tidak heran jika penanggalan tahun hijriah dimulai sejak hijrahnya Nabi.Tapi penulis kali ini akan mencoba memaknai dari sudut pandang lain, yaitu hijrah dimaknai dari sudut Pembaharuan PendidikanIslam. Karena hijrah tidak boleh hanya ditafsirkan sebagai peristiwa historis saja, tapi harus di ambil hikmah dan berusaha mengimplementasikan dalam kehidupan umat.Hijrah mempunyai nilai strategik, baik dalam pengelolaan sosial, penyebaran Islam (dakwah) maupun pendidikan Islam. Maka salah satu usaha membenahi dan pembaharuan pendidikan perlu memandang hijrah tidak hanya dari aspek sosiohistoris tapi juga makna dibalik hijrah.
KONSEP EVALUASI PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL- QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN (PENDEKATAN TAFSIR TEMATIK) Maria Ulfa
Suhuf Vol 28, No 2 (2016): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al Qur’an mengispirasikan bahwa pekerjaan evaluasi terhadap manusia adalah suatu tugas penting dalam rangkaian proses pendidikan yang dilaksanakan oleh pendidik. Ada tiga tujuan pedagogis dari system evaluasi Allah terhadap manusia. Pertama, Untuk menguji kemampuan manusia beriman terhadap  berbagai macam problema kehidupan yang dialaminya. Kedua, Untuk mengetahui sampai dimana atau sejauhmana hasil pendidikan wahyu yang telah diterapkan Rasulullah kepada manusia. Ketiga, Untuk menentukan klasifikasi tingkat-tingkat hidup keIslaman / keimanan manusia, sehingga manusia diketahui yang paling mulia disisi Allah yaitu yang paling bertaqwa kepadaNya. Manusia yang sedang dalam iman dan ketaqwaanya atau manusia yang ingkar kepada ajaran Islam. Evaluasi pendidikan Islam dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, Pertama, evaluasi diri sendiri (self evaluation intropeksi). Kedua evaluasi terhadap orang lain (peserta didik)
KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM AL-QUR’AN Aisyah Nurhayati; Zulfa Izzatul Ummah; Sudarno Shobron
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada sekitar 800 ayat yang berbicara tentang alam semesta dan lingkungan, dan manusia diberi amanah sebagai khalifah dengan tugas untuk memelihara dan menjaga kelestarian alam lingkungan, sehingga ada keseimbangan antara alam dan manusia. Sumber Daya Alam yang melimpah di perut bumi diperuntukkan kepada manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga manusia dilarang untuk membuat kerusakan. Kerusakan dari alam lingkungan akan membawa dampak negatif terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan. Global Warming yang terjadi di beberapa belahan dunia sangat dirasakan dengan tidak adanya keteraturan musim, dan terjadi musim yang ekstrem. Padahal Allah telah memberikan hukum-hukum yang melekat dalam semua ciptaan, dan hukum itu berjalan sesuai sunnatullah, namun apabila dirusak akan membawa dampak negatif. Penelitian literer ini akan menjawab dampak kerusakan lingkungan bagi manusia yang secara tersurat sudah dijelaskan oleh Allah melalui firman-firmannya yang terhimpun dalam al-Qur’an. Untuk itu metode analisis digunakan adalah interpretatif komparatif antar kittab tafsir.Temuan dari penelitian ini   bahwa kerusakan lingkungan karena perbuatan manusia memiliki dampak negatif secara multidimensional yang dirsakan tidak hanya pelaku kerusakan, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Untuk itu ditawarkan solusi, yakni memperkuat keimanan dan ketakwaan yang diimplementasikan dalam kehidupan, sadar terhadap pentingnya lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
FAKTOR RELATIONAL EFFICACY DAN RASA SYUKUR DALAM MEMPERTAHANKAN DAYA JUANG BERPRESTASI Isnaya Arina Hidayati; Nurul Latifatul Inayati
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji faktor lain yang dapat mempertahankan daya juang berprestasi yaitu relational efficacy dan rasa syukur berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa relational efficacy memiliki dua konsep yaitu, Other-Efficacy, percaya kepada orang lain untuk menjadi role model bagi dirinya dan RISE (Relation-Inferred Self-Efficacy), keyakinan akan besarnya harapan orang lain terhadap kemampuannya dalam berprestasi merupakan faktor kuat terbentuknya ketahanan daya juang berprestasi. Selain itu faktor rasa syukur yang dikenal dengan istilah gratitude dalam konteks psikologi positif, memiliki keterkaitan kuat dengan pikiran positif, optimisme dan kesejahteraan psikologis yang akan membawa pada kemampuan untuk bertahan hidup dan berjuang meraih prestasi meskipun dalam kondisi sulit.
MEMBUMIKAN HUKUM ISLAM Yayuli Yayuli
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam kini menghadapi tantangan zaman yang sangat kompleks. Diantaranya masalah khilafah, hak asasi manusia (HAM), kesetaraan gender, hubungan Muslim dan Non Muslim, lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, perkembangan ilmu dan teknologi, keadilan, pembangunan, kemiskinan dan kesejahteraan merupakan isu yang sangat menonjol. Respons yang kerap muncul dari umat Islam adanya tantangan tersebut adalah sikap defensive-apologetik dan tindakan yang kontra-produktif. Sebagian telah melakukan ijtihad, tetapi masih sebatas pembacaan lama yang berulang-ulang dan kurang berani melakukan ijtihad baru.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN SEKOLAH ISLAM UNGGUL: Mempertimbangkan Pendekatan Total Quality Management (TQM) Mohamad Ali; Istanto Istanto
Suhuf Vol 30, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pendidikan Indonesia paska Orde Baru mengalami perubahan amat mendasar; dari pola sentralisasi ke desentralisasi, yang bermuara pada terwujudnya kemandirian sekolah. Bersamaan dengan itu, menjamurlah sekolah model baru yang berkualitas unggul di sejumlah kota. Kehadiran sekolah model baru ini membuat persaingan antar sekolah unggul semakin seru. Dulu, sekolah unggul identik dengan sekolah negeri. Namun dalam perkembangan baru, justru sekolah swasta, terutama sekolah Islam, yang lebih mewarnai. Sekarang ini, dan di masa depan, kontestasi antar sekolah unggul semakin kompleks dan rumit. Keberlangsungan keunggulan suatu sekolah, sangat bergantung pada pendekatan atau strategi manajemen yang dipilih. Total Quality Managemen (TQM), atau manajemen kualitas total bisa menjadi alternatif pendekatan untuk menjamin keberlanjutan keunggulan suatu sekolah agar berdaya saing tinggi.