cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA Fithri Setya Marwati
Suhuf Vol 29, No 2 (2017): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan antar perusahaan semakin tinggi, sehingga untuk menghadapi hal tersebut perusahaan dituntut untuk dapat memiliki pengetahuan pengetahuan keuangan yang baik dan memiliki motivasi agar dapat langgeng bisnisnya dan memiliki kinerja yang baik. CV. Cikal Reka Kreasi yang bertempat di Sukoharjo sebagai salah satu perusahaan kontraktor di Sukoharjo mendapatkan perhatian terutama dalam pengetahuan keuangan dan motivasi dari karyawan agar dapat langgeng bisnisnya dan memiliki kinerja yang baik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan keuangan dan motivasi terhadap keberlangsungan usaha. Penelitian dilakukan di CV. Cikal Reka Kreasi Sukoharjo dengan waktu penelitian dari bulan November 2016 sampai dengan bulan Juli 2017. Sampel yang diambil sejumlah 133 orang dengan teknik pengambilan menggunakan Slovin. Metode pengolahan data menggunakan analisis regresi berganda.Dari hasil penelitian ini dapat diketahui variabel-variabel yang diteliti yaitu pengetahuan keuangan dan motivasi berpengaruh secara signifikan dan simultan terhadap keberlangsungan usaha CV. Cikal Reka Kreasi Sukoharjo.
MOTIVASI BELAJAR DALAM PERSPEKTIF QS. AL-RA’D: 11 MENURUT KITAB TAFSIR AL-JALALAIN KARYA IMAM JALALUDDIN AL-MAHALLI DAN IMAM JALALUDDIN AL-SUYUTI Alaika M. Bagus Kurnia PS
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar adalah dorongan yang timbul dari dirinya atau dari luar/eksternal untuk melakukan sesuatu sebab tujuan tertentu yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku karena sebab pengalaman yang lalu atau saat ini dengan adanya stimulus dan respon yang saling bekerjasama. Urgensi motivasi dalam belajar juga salah satu bentuk indikator tercapainya keberhasilan prestasi peserta didik. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk melakukan analisis beberapa bentuk motivasi belajar dalam perspektif QS. al-Ra’d: 11 melalui pendekatan Kitab Tafsir al-Jalalain Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin al-Suyuti. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaiamana bentuk nilai pendidikan yang khususnya pada indikator motivasi dalam belajar yang tertuang pada QS. al-Ra’d: 11 yang nantinya akan dijadikan sebagai referensi utama bagi pendidik muslim yang akan memotivasi peserta didiknya dalam hal ini kaitannya pada proses belajarnya. Dari pelacakan penulis dari berbagai referensi, penulis menyimpulkan bahwa pada QS. al-Ra’d ayat 11, penulis dapat mengkategorikan tiga nilai pendidikan yang diambil dari QS. al-Ra’d: 11, yaitu pengawasan dan bimbingan dari orang tua sebagai solusi pertama yang mampu memotivasi peserta didik, pemenuhan sarana belajar baik di rumah ataupun sekolah yang diusahakan dengan sedemikian rupa juga menjadi bentuk atau cara motivasi secara pasif sebagai usahanya dan selanjutnya tergantung peserta didiknya dalam mensikapi proses belajarnya. Yang terakhir adalah reward and punishment juga menjadi cara terakhir. Dari ketiga bentuk motivasi tersebut, maka segala bentuk cara yang bertujuan agar peserta didik mampu termotivasi dalam belajar adalah salah satu indikator tercapainya keberhasilan dalam belajar. Baik yang berperan adalah pendidikan formal (dibaca: sekolah) maupun pendidikan non formal, yaitu lingkungan keluarga atau orang tua sendiri sebagai pendidik utamanya.
K.H. AHMAD DAHLAN DALAM JARINGAN ULAMA DI SURAKARTA AWAL ABAD KE-20 Mohamad Ali
Suhuf Vol 33, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki pergantian abad ke-20 lahir dua organisasi Islam Modern di jantung kota kerajaan Jawa (vorstenlanden), Sarekat Islam (SI) atas prakarsa H. Samanhudi (1868-1956) di Surakarta dan Muhammadiyah didirikan K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) di Yogyakarta. SI cepat sekali berkembang, secepat keruntuhannya. Sementara itu, Muhammadiyah tumbuh dengan pelan tetapi pasti. Kala SI surut pada 1920, Muhammadiyah mengalami pasang naik dan merambah kota-kota lain, seperti  Pekalongan, Surabaya, dan Surakarta. Keterbukaan jaringan ulama terhadap wacana  pembaharuan Islam tidak lepas dari andil Kiai Dahlan. Menilik latar historis demikian, kajian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan corak permbaharuan Islam Islam Kiai Dahlan, (2) mengidentifikasi poros-poros jaringan ulama di Surakarta yang berinteraksi dengan Kiai Dahlan dalam pengembangan wacana pembaharuan Islam, (3) menemukan jejak-jejak Kiai Dahlan dalam pembentukan gerakan pembaharuan Islam di Surakarta. Dengan memakai metode sejarah, peneliti berhasil menemukan tiga hal. Pertama, pembaharuan Islam Kiai Dahlan bercorak praksis sosial dengan etika amaliah. Kedua, dapat diidentifikasi tiga poros jaringan ulama di Surakarta yang berinteraksi dengan Kiai Dahlan dalam pengembangan wacana pembaharuan Islam, yaitu: Poros Islam Pangulon-Kauman (PIPK) ada K.H. Bagus Arofah dan Prof. K.H. Mohammad Adnan (1889-1969); Poros Islam Pondok Jamsaren (PIPJ) ada K.H. Abu Amar (1879-1965) dan K.H. Imam Gozali (1899-1969); serta Poros Islam Keprabon (PIK) ada H. Mohammad Misbach (1876-1926) dan K. Moechtar Boechari (1899-1926). Ketiga jejak Kiai Dahlan dalam gerakan pembaharuan Islam di Surakarta dapat dilihat dengan berdirinya organisasi Islam pembaharu seperti perkumpulan SATV (1918), Muhammadiyah Cabang Surakarta (1922), dan perserekatan Al-Islam (1928).
REVIEW ARTIKEL: KEDUDUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NEGARA DALAM INSTITUSI HUKUM ISLAM KARYA DRS. H. ABD. SALAM, S.H.M.H Muhammad Muhtarom
Suhuf Vol 27, No 1 (2015): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan review Drs. H. Abd. Salam, S.H.M.H., Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidoarjo, telah menulis artikel yang berjudul; “Kedudukan Peraturan Perundang-Undangan Negara Dalam Institusi Hukum Islam (Kajian Methodologis Hukum Islam). Artikel tersebut dimuat di website Dirjen Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI (http://www.badilag.net/artikel/20071). Setelah dianalisis disimpulkan bahwa Pertama; Abd. Salam telah mempresentasi beberapa wacana baru dalam khasanah Hukum Islam antara lain berupa: a) Konseptualisasi hukum Islam yang apresiatif terhadap hukum perundang-undangan negara dan mendudukkannya secara proporsional, b) Konsep “Negara Pancasila” diapresiasi secara sangat baik sebagai alternatif  konsep ketiga (“poros tengah”) di antara konsep “Negara Theokratis” dan “Negara-Sekuler”.  c) Secara metodologis, pendekatan yang disajikan Abd. Salam akan berimplikasi pada perluasan wilayah kajian hukum Islam, sehingga hukum Islam bukan hanya yang berbasis pada karya-karya dan tema-tema fiqh, tetapi juga yang berbasis pada produk-produk peraturan negara yang kompleks. Kedua, Pandangan-pandang pemikiran Abd. Salam tersebut di atas bertolak dari sikap eksklusif/ terbuka, optimis, prasangka baik, dan  toleran dalam menghadapi ikhtilaf. Sikap ini merupakan modal utama untuk hidup bernegara yang demokratis. Namun betapapun akan diperlukan kewaspadaan dan sikap kritis yang tinggi dalam menghadapi mainstreem globalisasi hukum Barat. Sehingga sikap terbuka dan toleran itu mengandung konsekuensi untuk mengimbanginya dengan kekuatan jihad dan ijtihad yang lebih kuat dalam membangun dan mempertahankan hukum Islam (dalam arti luas) tersebut. 
EFEKTIVITAS PEMBAHARUAN KURIKULUM MENTORING AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2015-2016 Erni Sari Dwi Devi Lubis
Suhuf Vol 29, No 1 (2017): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya mendesain ulang Kurikulum Mentoring al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, hal ini berdasarkan hasil uji kemampuan mahasiswa dalam menulis dan membaca al-Quran. Pada bulan Agustus, 7.000 mahasiswa pada tahun ajaran 2015-2016 mengikuti ujian, hanya 50% yang lulus. Tes lainnya dilakukan pada tahun ajaran 2014-2015, dari 6.000 mahasiswa mengikuti ujian, dan mendapat hasil yang sama. Pada bulan Desember 2014, Lembaga Pengembangan al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPIK-UMS) mencoba melakukan tes ulang terhadap siswa yang sama, namun hasilnya tetap, walaupun mereka sudah selesai mengikuti pendampingan.Sebagai Universitas Muhammadiyah yang memiliki misi untuk menjadikan Alquran sebagai landasan prilaku mahasiswa, UMS ingin memiliki alumni yang berkualifikasi yang menerapkan nilai-nilai Islam dan berakhlakul Alquran. Misi ini harus sepenuhnya dibawah tanggungjawab program LPIK.Berdasarkan temuan fakta pada penelitian, kami menemukan bahwa Kurikulum Pendataan Mentoring pada kegiatan al-Islam dan Kemuhammadiyahan berfokus pada (1) materi pelajaran; (2) Mahasiswa sebagai objek; (3) Kompetensi Mentor; (4) Jadwal Mentoring; dan (5) Evaluasi Pembelajaran.Hasil penelitian, dibandingkan dengan kurikulum lama, desain ulang Kurikulum Mentoring lebih efektif untuk memberantas buta tulis al-Quran terhadap  mahasiswa UMS.
TIPOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF GEORGE MAKDISI Mahasri Shobahiya
Suhuf Vol 28, No 2 (2016): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tulisan ini mengungkap tentang tipologi lembaga pendidikan dalam perspektif George Makdisi. Makdisi mengungkap mulai dari lembaga pra madrasah sampai pada lahirnya madrasah dan lembaga-lembaga serumpun, yang ternyata menunjukkan beberapa keunikan, di antaranya adalah dimulai dari tumbuhnya lembaga yang paling sederhana, dalam bentuk masjid sampai pada lahir cikal-bakal perguruan tinggi. Keunikan-keunikan tersebut, baik berkaitan dengan nama, bentuk, pendiri atau pengembang, maupun tipe pengembangannya. Sebagai contoh, pendiri lembaga pendidikan, ada yang dari pengajarnya sendiri dan ada pula yang pejabat yang sedang berkuasa saat itu; pengembangannya, ada yang sangat bergantung pada penguasa dan ada pula yang ada kemandirian dari pengajarnya; bentuknya, ada berasrama dan ada pula yang tidak berasrama; sedangkan berkaitan dengan materi kajiannya, ada yang hanya mengkaji salah satu sub kajian ilmu-ilmu keislaman dan ada yang satu lembaga menfasilitasi beberapa sub kajian, bahkan ada pula yang menfasilitasi ilmu-ilmu non keislaman.
RETRIBUSI JASA PARKIR DALAM PANDANGAN ISLAM (Studi Tentang Retribusi Daerah di Kota Surakarta) Hartono Hartono
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif, dengan mengambil lokasi di Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah  Dinas Perhubungan Kota Surakarta, petugas parkir, dan pengguna jasa parker.Objek penelitiannya adalah penerapan retribusi parkir di kota Surakarta. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa jasa parkir merupakan salah satu lahan bisnis yang masih umum, semua pihak bisa memanfaatkannya, namun penetapan tarif retribusinya ada dibawah kendali pemerintah daerah yang dimaksudkan untuk meminimalisir pungutan liar dan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Retribusi parkir yang tidak resmi akan dikatakan halal dan bukan merupakan pungli dalam hukum Islam, apabila telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak (petugas parkir dan pemilik area parkir). Karena tidak ada pihak manapun yang diberatkan dan itu telah sesuai dengan kaidah hukum Islam yang berlaku.
RAGAM MAKNA “JANGAN” DALAM QS. AL-BAQARAH Abdulkarim Zulfa Ahmadi
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, terdapat beberapa pakar psikolog yang menganjurkan kepada para pendidik untuk mengindari kata “jangan” sebagai larangan ketika mendidik anak didik, hal ini di sebabkan akan menjadikan anak didik merasa tertekan serta menganggap bahwa dunia ini pernuh dengan larangan dan aturan. Namun demikian, tidak sedikit ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menyatakan kalimat larangan dengan menggunakan kata “jangan”, kurang lebih 420 ayat menggunakan kata tersebut sebagai ungkapan suatu larangan.Penelitian membahas tentang ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah, serta implementasinya kepada pola asuh pendidikan Islam. Adapun penulis tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kata “jangan” di dalam surat Al-Baqarah, selanjutnya untuk menentukan ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah, dan untuk memberikan contoh implementasi ragam makna “jangan” dalam QS. Al-Baqarah terhadap pola asuh pendidikan Islam. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan pendekatan semantik dan stelistika. Sumber data primer yang digunakan adalah Sumber data primer yang digunakan adalah Al-Qur’an dan Terjemahnya, yang diterbitkan Kementerian Agama RI tahun 2012 dan beberapa tafsir masyhur. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah dokumentasi, sedangkan analisis data dengan metode analisis isi (content analysis).Pada penelitian ini ditemukan 37 ayat larangan yang terkandung di dalamnya makna “jangan” pada surat Al-Baqarah. Dari 37 ayat tersebut dapat dikategorikan menjadi beberapa ragam larangan. Ragam larangan apabila dilihat dari maknanya terbagi menjadi lima ragam; yaitu, terdapat 20 ayat yang terkandung di dalamnya larangan bermakna asli, 14 ayat larangan bermakna irsyād, 1 ayat larangan dalam bentuk Iltimās, 1 ayat dalam bentuk doa dan 1 ayat dalam bentuk bayānu al-aqībah. Ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah dapat diimplementasikan pada pola asuh pendidikan Islam. Implementasi larangan ini dapat dibagi menjadi dua hal, yaitu cara mengungkapkan sebuah pesan larangan dan cara mengungkapkan larangan dengan melihat dari lawan bicaranya. Cara Pendidik mengungkapkan larangan kepada anak didiknya adalah sebagai berikut; larangan secara langsung, larangan dengan menggunakan prolog, larangan dengan cara menjelaskan akibat, dan larangan secara tidak langsung. Adapun larangan dengan melihat dari lawan bicaranya dapat dibedakan menjadi tiga hal, yaitu larangan dari pendidik kepada anak didiknya, larangan dari anak didik kepada anak didik lainnya, dan larangan dari anak didik kepada pendidiknya.
KONTRIBUSI SOSIOLOGI DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Mohamad Ali
Suhuf Vol 28, No 1 (2016): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pendidikan Islam bertumpu pada dua kaki yang harus melangkah seiring sejalan, yaitu pengembangan konsep-konsep teoritis dan pengayaan reflektif dari pengalaman  kancah (baca: praktis). Pengembangan konsep-konsep teoritis bisa dipinjam dari konsep-konsep atau teori filsafat, psikologi, sejarah maupun sosiologi yang dapat digunakan untuk memperkaya dan mempertajam teori/ilmu pendidikan Islam. Penerapan pendekatan sosiologis dalam pendidikan Islam menekankan bahwa pendidikan tidaklah berdiri sendiri, laksana menara gading, tetapi terintegrasi dengan struktur sosial masyarakat setempat. Pendidikan harus membumi dan berinteraksi secara akrab dengan kehidupan sosial dimana pendidikan Islam itu berada. Kontribusi utama pendekatan sosiologis ialah memberi peta bumi sosial dimana pendidikan Islam itu landing. Dengan peta bumi sosial, idea membangun ilmu ataupun teori dan praktik pendidikan Islam khas Indonesia merupakan kemungkinan yang sangat terbuka, bahkan menjadi suatu keniscayaan.
METODE PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA KELAS VIII MTsN TEMON TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Putra Pratomo Hadi
Suhuf Vol 30, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja metode penanaman Karakter Religius yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam Pada siswa kelas VIII MTsN Temon, metode apa saja yang dilakukan Guru BK pada siswa kelas VIII MTsN Temon, dan untuk mengetahui Hasil penanaman karakter pada siswa kelas VIII MTsN Temon.Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan, dengan menggunakan pendeketan deskriptif, dalam mengumpulkan data yang ada di lapangan peneliti menggunakan metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama 24 hari, sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis Deduktif.Hasil penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VIII di MTsN Temon, yaitu memiliki pelajaran Agama lebih banyak dengan memiliki empat pelajaran yaitu Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Akhlak, Fiqih, dan Al Qur’an Hadits. Metode yang digunakan yaitu dengan menunjukan teladan, metode memberi arahan, memberikan motivasi atau dorongan, metode kontinuitas (sebuah proses pembiasaan dalam belajar, bersikap, dan berbuat), memberikan nasihat, metode repetition (pengulangan). Sedangkan metode penanaman karakter religius yang dilakukan Guru BK (Bimbingan dan Konseling) yaitu dengan metode bimbingan dan arahan, keteladanan, motivasi, dan nasihat. hasil penanaman karakter religius pada siswa kelas VIII MTsN Temon yaitu setelah dilakukan nya metode penanaman karakter religius oleh Guru dapat dilihat bahwa siswa sudah cukup baik memiliki karakter religius walaupun belum mencapai hasil yang maksimal. sikap yang sudah dimiliki siswa yaitu beriman kepada Allah dan rosul-Nya berikut seluruh ajaran-Nya, selalu berdzikir kepada Allah, selalu berhalawat kepada rasulullah SAW, cerdas emosinya, taat pada hukum allah dan hukum negara, jujur, adil, amanah dan tabligh, toleran dan menghargai pendapat orang lain.