cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT PROF MOCHAMAD SHOLEH Y.A ICHROM, Ph.D di PERGURUAN MUHAMMADIYAH KOTTABARAT SURAKARTA Lutfi Hafid Ramadana; Mohamad Ali
Suhuf Vol 34, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendiskripsikan pemikiran strategi pendidikan Islam Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom, 2) mendiskripsikan bagaimana konsep pengembangan pendidikan Islam Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom dalam perumusan visi dan misi pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menitikberatkan pada proses metode analisis deskriptif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan tipe diskriptif yaitu untuk mendiskripsikan realitas atau fenomena. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis, yang digunakan untuk meneliti pemikiran tokoh dan mengungkap dibalik hakekat segala sesuatu yang nampak. Hasil penelitian ini menunjukan sebagai berikut. (1) pemikiran pendidikan Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom tentang (a) konsep pengembangan pendidikan islam menurut Prof Sholeh merupakan suatu kegiatan untuk menjaga fitrah tauhid. (b) strategi pengembangan pendidikan islam menurut Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom merupakan konsep Ulul Albab. (2) visi dan misi pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta yaitu, Perguruan Muhammadiyah Kottabarat dalam merumusakan visi dan misi pendidikan sangat terinspirasi dengan pemikiran Prof. Mochamad Sholeh Y.A Ichrom. Yang ingin menjadikan lembaga sekolah yang unggul dalam ketauhidan dan keilmuan dan mengupayakan terwujudnya manusia yang berkualifikasi ulul albab. Untuk mewujudkan itu semua Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta  yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggunakan kurikulum syariah yang terdiri dari lima elemen yaitu al-Quran, Hadits, Kurikulum nasional, Alam Indonesia, dan Perkembangan Internasional.
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA Suprapto Suprapto; Bambang Sumardjoko; Waston Waston
SUHUF Vol 34, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20956

Abstract

Masyarakat Kota Surakarta sangat majemuk dan multikultur, sering terjadi Radikalisme di Kota Surakarta yang menimbulkan ketegangan dan konflik antar kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Mengetahui tentang Radikalisme dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta 2). Mendeskripsikan Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta 3). Menganalisis peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta 4). Menganalisis faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskrptif. Subyek penelitian ini MUI an obyek penelitiannya adalah masyarakat beragama. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kuesioner sebagai data pendukung. Kesimpulan penelitian ini adalah pertama, Radikalisme di Kota Surakarta hanyalah imbas dari dari gerakan Islam terdahulu pada awal-awal tahun kemerdekaan dan diera Orde Baru seperti Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir hanyalah penerus dari gerakan DarulIslam (DI)/Negara Islam Indonesia (NII) yang diproklamirkan oleh Karto Suwiryo tahun 1949 di Cisampak Tasikmalaya. Kedua, seagai proses Deradikaisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta melakukan tutorial pada seminar OSPEK penerimaan Mahasiswa pada tahunajaran baru untuk mencegah terjadinya ekslusivisme, halaqoh Alim Ulama se Jawa-Madura, dan membuat proposal Solo Berseri Menuju Masyarakat Terhormat untuk Indonesia yang kemudian dijadikan Progrmam nasional oleh MUI Pusat. Ketiga, Peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi beragama di Kota Surakarta telah mencegah terjadinya takfiri (saling mengkafirkan) diantara kelompok sesame Muslim, penanaman nilai-nilai Islam wasathiyyah, dan misi yang diemban Nabiyullah Muhammad Saw sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin.”  Keempat, Sebagai faktor pendukung dan penghambat peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama adalah masyarakat yang multikultur, budaya toleransi, gotong royong, nasionalisme yang kuat. Sebagai faktor penghambat fanatisme yang berlebihan (al-ghuluw), perbedaan ideologi, lemahnya hukum dan keadilan. Disisi lain masih bergejolaknya peristiwa yang menimpa Negara-negara Islam di Timur Tengah dan belahan dunia lainnya.
KEBIJAKAN PUBLIK SELAMA PANDEMI COVD 19 TERHADAP PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Arif Setia Budi
Suhuf Vol 34, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kebijakan publik selama pandemi COVID 19 berdasarkan hukum islam. Dalam berlangsungnya kasus COVID di Indonesia ada bebrapa kebijakan yang dipandang tidak sesuai dengan ketentuan Islam sehingga menimbulkan perdebatan didalam masyarakat. Perdebatan yang dilakukan tersebut juga berdasar, akan tetapi ditengah pandemi yang sekarang melanda diperlukan kerjasama dan juga kesadaran dari masing-masing pihak agar keamanan dan kestabilan nasional bisa tercipta. Metode penulisan jurnal ini dengan menggunakan studi kepustakaan. Adapun sumber utama kajian yang ada pada penelitian ini adalah jurnal, skripsi, dan juga buku yang memiliki keterkaitan relevan dengan topik yang sedang dibahas. Hasil kajian meliputi: diadakannya kebijakan PSBB tidak bertentangan dengan perspektif hukum Islam dan dianjurkan untuk dilaksanakan, hal ini juga dijelaskan bahwa Rasulullah melarang seseorang yang berada diluar daerah yang terserang wabah untuk memasuki daerah tersebut. Begitu juga dengan orang yang berada didalamnya jangan keluar terlebih dahulu sebelum wabah itu mereda atau berhenti. Adanya kebijakan tentang panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dan edaran untuk sementara tidak melaksanakan shalat dan ibadah di masjid, salat Jumat diganti salat zuhur dan dilaksanakan di rumah masing-masing hingga berakhirnya pandemi covid-19, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan laju penyebaran kasus COVID 19. Sedangkan kebijakan yang terakhir adalah shalat berjamaah yang berjarak juga diperbolehkan karena ada penyebab dilaksanakan hal tersebut. Pada pelaksanaan dari kebijakan tersebut tentunya juga mengharapkan kesadaran dari masyarakat agar pandemi yang ada di Indonesia segera berakhir. Pemerintah dan masyarakat memiliki andil yang sama dalam mewujudkan kebijakan yang telah ditetapkan tersebut.
IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS BEHAVIORISTIK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SD MUHAMMADIYAH KUTOARJO Widi Hastomo
SUHUF Vol 34, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20950

Abstract

Kita tahu Alloh memberikan penglihatan dan pendengaran, yang berfungsi sebagai sarana pendidikan yang berkaitan erat dengan meniru. Akal yang belum sempurna untuk anak-anak menjadi hal yang tidak begitu penting untuk memahami sesuatu tetapi contoh atau keteladanan yang ditiru menjadi penting untuk anak dalam beraktifitas. Pembiasaan yang baik, yang dilihat dan didengar oleh anak menjadi teladan untuk anak meskipun akalnya belum memahami. Kebiasaan (habits) yang diulang terus menerus akan bersemayam di otak bawah sadar anak, sehingga akan dapat menuntun anak terbiasa melakukan hal-hal yang baik.  Tidak dapat dipungkiri bahwa di setiap zaman pendidikan berbasis religiusitas sangat dibutuhkan oleh institusi pendidikan. Program ini selalu mengikuti pergerakan zaman, apalagi di zaman sekarang (generasi 4.0). Anak-anak, khususnya jenjang Sekolah Dasar harus beradaptasi secara kondisional dengan zamannya. Kurikulum yang diprogramkan di jenjang Sekolah Dasar relatif sama, namun perbedaanya pada kurikulum muatan lokal. Pihak sekolah diberikan kebebasan untuk memberikan pendidikan muatan lokal sesuai keadaan serta kebutuhan. Pendidikan muatan lokal berbasis religius dipilih sebagai upaya agar siswa tidak lepas dari aturan agamanya di setiap aktivitas kehidupannya sehari-hari.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF BJ. HABIBIE DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Siti Sugiarti; Syamsul Hidayat
Suhuf Vol 34, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BJ Habibie adalah seorang tokoh Nasional yang sangat konsen dengan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, terkhusus perihal pendidikan karakter. Habibie menuturkan bahwa, pendidikan karakter harus dapat menguatkan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), yang hingga saat ini masih sangat relevan digunakan sebagai acuan dalam dunia Pendidikan di era digitalisasi yakni memasuki era revolusi industri 4.0. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis tentang konsep Pendidikan karakter Perspektif BJ Habibie serta relevansinya terhadap Pendidikan Islam di era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tawaran konsep yang disampaiakn oleh BJ Habibie terkait pendidikan karakter serta relevansinya terhadap pendidikan Islam di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan historis yakni menggunakan data masa lalu karya BJ. Habbie. Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat relevansi konsep Pendidikan Karakter persepektif BJ Habibie terhadap Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0 yakni ditemukan keselarasan konsep Pendidikan Islam yang sangat kental diusung oleh BJ Habibie untuk menyongsong era revolusi industry 4.0 antara lain 1) Kecakapan berfikir dalam perkembangan IPTEK, 2) Religius, 3) Keterbukaan dalam berfikir, 3) Toleran terhadap ilmu pengetahuan, 4) Berkemajuan, 5) Progresif, 6) Iman dan taqwa. 
Pendistribusian Zakat Infak Sedekah Berbasis Kemitraan di BMT Amanah Ummah Sukoharjo Nurul Huda
Suhuf Vol 34, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pendistribusian Zakat, Infak, Sedekah (selanjutnya disebut ZIS) di BMT Amanah Ummah melalui pola kemitraan dengan lembaga pengelola zakat, yaitu Lazismu UMS. BMT Amanah Ummah dalam mendistribusikan melalui pola mandiri belum terlaksana secara optimal menjangkau mustahik secara luas dengan berbagai program kegiatan. Melalui pola kemitraan, kendala pendistribusian ZIS di BMT Amanah Ummah diharapkan dapat lebih optimal. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui proses dokumentasi. Adapun hasil penelitian adalahpertama, BMT Amanah Ummah dalam mendistribusikan ZIS telah menjalin kemitraan dengan Lazismu UMS yang direalisasikan dalam Program Ben Sehat dan Ben Pinter; Kedua, Kemitraan BMT Amanah Ummah dengan Lazismu UMS dalam mendistribusikan ZIS termasuk jenis bentuk pendistribusian konsumtif kreatif; Keitga, Kemitraan BMT Amanah Ummah dengan Lazismu UMS dalam mendistribusikan ZIS telah melaksanakan berdasarkan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan; Keempat, kemitraan BMT Amanah Ummah dengan Lazismu UMS belum menjangkau jenis bentuk distrtibusi ZIS yang lainnya, seperti konsumtif tradisional, produktif tradisional, dan produktif kreatif. Demikian pula apabila dilihat dari prinsip pemerataan, belum meliputi ke seluruh program yang lain, yaitu: Kelembagaan, Ben Kuat, dan Ben Seneng.
TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 4 KEPIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Muhsin Muhsin
SUHUF Vol 34, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pelaksanaan Teknik Penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis daring meliputi aspek Sikap, Pengetahuan dan Ketrampilan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kepil, adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik Penilaian pembelajaran PAI berbasis daring Aspek Sikap berbentuk Wawancara, Angket, observasi, sekala sikap. Teknik aspek Kognitif dilakukan dengan soal berbentuk Tes pilihan ganda, Soal bentuk Essay, dan Ujian lisan. Teknik Penilaian Penilaian Pembelajaran, Aspek Ketrampilan dilakukan dengan praktik, portofolio.
MANAJEMEN KURIKULUM SEKOLAH BERBASIS ASRAMA DI SMART EKSELENSIA INDONESIA Suyanto Suyanto
Suhuf Vol 34, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen kurikulum di SMART Ekselensia Indonesia. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan prosedur analisis isi (content analysis) berbasis website,  untuk mendapatkan data diperoleh melalui website resmi beralamatkan di https://www.smartekselensia.net/profil/#top dan https://www.smartekselensia.net/asrama-smart-ekselensia/#tab-id-2-active. Penelitian menunjukkan hasil antara lain sebagai berikut :  pertama, bahwa penerapan kurikulum di SMART Ekselensia Indonesia adalah menggabungkan atau mengintegrasikan antara sistem pendidikan sekolah dan sistem pendidikan asrama. Kedua, penerapan manajemen kurikulum yang dilaksanakan di SMART Ekselensia Indonesia  antara lain aspek  perencanaan, yaitu penyesuaikan visi, misi, dan tujuan lembaga dengan sistem program pendidikan sekolah dan sistem pengaturan pendidikan asrama.  Aspek pengorganisasian, yaitu pembagian tugas disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsinya atau tupoksi sebagai langkah pencapaian tujuan. Pada aspek pelaksanaan  ditemukan data bahwa dalam praktik mengintegrasikan sistem sekolah dan sistem berasrama. Proses evaluasi dilaksanakan untuk mengevaluasi terkait program-program sekolah yang telah dilaksanakan secara keseluruhan dan pelaksanaan evaluasi kurikulum dilakukan oleh guru melalui refleksi dilanjutkan evaluasi  tercantum dalam lembar penyusunan RPP . 
KARAKTERISTIK PENDIDIKAN PROFETIK DALAM AL-QURAN SURAH AL-AHZAB AYAT 45-46: Studi Komparatif Tafsir al-Baidhawi dan as-Sa’di Barkah Abdurrohman; Syamsul Hidayat; Muthoifin Muthoifin
SUHUF Vol 34, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20947

Abstract

Di tengah krisis moral dan hilangnya sosok teladan dalam dunia Pendidikan saat ini, sudah selayaknya umat Islam berusaha melakukan transformasi dari sistem Pendidikan kapitalis yang berorientasi materialistis menuju sistem Pendidikan profetik yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad Saw., Pendidikan saat ini telah mendagradasi nilai-nilai kemanusiaan yang berorientasi pada materialistic semata dan menjauhi nilai-nilai spiritualitas. Pendidikan saat ini semakin menjauhkan manusia terhadap koratnya sebagai hamba Allah yang terikat pada ketentuan syari’atnya. Diperlukan sebuah upaya mengembalikan dan mengenalkan kembali Pendidikan profetik agar manusia dapat Kembali pada fitrahnya sebagai khalifah yang bertanggungjawab mengelola peradaban di Bumi.. Tulisan ini berbasis penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir. Data penelitian yang terdokumentasi dianalisa dengan metode analisa tafsir komparatif (tafsir muqaran). Penelitian yang dilakukan dibatasi pada dua ayat: Q.S. al-Ahzab [33]:45 dan 46. Hasil penelitian ini adalah al-Baidhawi dan al-Sa’di memiliki kesamaan definisi tentang 5 karakteristik Pendidikan profetik dalam menguak isi ayat tersebut; dan keduanya berbeda masa ketika menafsirkan ayat tersebut. Akan tetapi, keduanya memberikan standar pendiidikan Islam yang diaplikasikan oleh seluruh stakeholder Pendidikan untuk mengikuti langkah-langkah pendidikan profetik. sehingga terwujud Pendidikan Islam yang kuat, maju, menggembirakan, dan menjadi pelita alam semesta.
TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN HASAN LANGGULUNG Nur Eko Wahyudi; Mohamad Ali
SUHUF Vol 34, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20953

Abstract

Hasan Langgulung merupakan salah satu tokoh pendidikan Islam terkemuka yang berkontribusi besar terhadap dunia Pendidikan Islam. Peneliti berminat mengkaji pemikiran dan tujuan pendidikan Islam menurut Hasan Langglung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berdasarkan data-data kepustakaan dengan pendekatan sejarah dan filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  1) Hasan Langgulung berpandangan bahwa sistem pendidikan berdasarkan dan Al-Qur’an dan Sunnah baik dalam perumusan tujuan, metode, kurikulum, maupun profil guru. 2) Tujuan pendidikan Islam menurutnya dapat dibagi tiga yakni tujuan akhir, tujuan umum Islam, dan tujuan khusus pendidikan Islam dengan menitikberatkan pembentukan akhlak yang mulia, menanamkan iman serta aqidah Islam secara benar, menumbuhkan minat generasi muda untuk taat kepada hukum agama serta menanamkan penghargaan dan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Juga memperhatikan aspek perkembangan seperti jasmaniyah, ruhaniah, intelektual, hati nurani, dan sosial yang ada pada dalam diri seorang muslim supaya bisa memberi manfaat bagi sesama, nusa bangsa dan juga mengabdi berbakti kepada Allah SWT.