cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
METODE PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA KELAS VIII MTsN TEMON TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Hadi, Putra Pratomo
Suhuf Vol 30, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja metode penanaman Karakter Religius yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam Pada siswa kelas VIII MTsN Temon, metode apa saja yang dilakukan Guru BK pada siswa kelas VIII MTsN Temon, dan untuk mengetahui Hasil penanaman karakter pada siswa kelas VIII MTsN Temon.Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan, dengan menggunakan pendeketan deskriptif, dalam mengumpulkan data yang ada di lapangan peneliti menggunakan metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama 24 hari, sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis Deduktif.Hasil penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VIII di MTsN Temon, yaitu memiliki pelajaran Agama lebih banyak dengan memiliki empat pelajaran yaitu Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Akhlak, Fiqih, dan Al Qur’an Hadits. Metode yang digunakan yaitu dengan menunjukan teladan, metode memberi arahan, memberikan motivasi atau dorongan, metode kontinuitas (sebuah proses pembiasaan dalam belajar, bersikap, dan berbuat), memberikan nasihat, metode repetition (pengulangan). Sedangkan metode penanaman karakter religius yang dilakukan Guru BK (Bimbingan dan Konseling) yaitu dengan metode bimbingan dan arahan, keteladanan, motivasi, dan nasihat. hasil penanaman karakter religius pada siswa kelas VIII MTsN Temon yaitu setelah dilakukan nya metode penanaman karakter religius oleh Guru dapat dilihat bahwa siswa sudah cukup baik memiliki karakter religius walaupun belum mencapai hasil yang maksimal. sikap yang sudah dimiliki siswa yaitu beriman kepada Allah dan rosul-Nya berikut seluruh ajaran-Nya, selalu berdzikir kepada Allah, selalu berhalawat kepada rasulullah SAW, cerdas emosinya, taat pada hukum allah dan hukum negara, jujur, adil, amanah dan tabligh, toleran dan menghargai pendapat orang lain.
MAQAM-MAQOM DALAM TASAWUF, RELEVANSINYA DENGAN KEILMUAN DAN ETOS KERJA Ardiyani, Dian
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara mensucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi. Tasawuf pada mulanya merupakan gerakan zuhud (menjauhi duniawi) dalam Islam. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan pemahaman yang mendalam akan al-qur’an, tasawuf membekali seseorang bahwa segala sesuatu harus dilakukan karena dan hanya untuk Allah. Dalam ilmu tasawuf, ada maqom-maqom yang harus dilalui oleh seorang yang belajar tasawuf. Maqom adalah tingkatan seorang hamba di hadapan Allah. Maqom ini dapat diraih melalui berbagai usaha atau latihan dari seorang hamba. Dalam kehidupan modern, maqom dapat dipahami sebagi usaha atau latihan yang dilakukan seorang hamba yang ingin memiliki kedekatan dengan Allah. Usaha-uasaha yang dilakukan dapat juga mengikuti apa yang telah dirumuskan oleh para sufi terdahulu seperti Taubat, Wara’, Sabar, Faqir, Zuhud, Tawakkal, Mahabbah, Ma’rifah, dan Ridha namun dengan reinterpretasi kembali agar dapat relevan dengan keilmuan dan etos kerja secara kekinian
MULTI AKAD DALAM TATARAN FIQH Harun, Harun
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia bisnis, kontrak atau akad merupakan instrumen yang paling penting, karena dengan adanya kontrak (akad) antar pelaku bisnis membawa akibat hukum bahwa bisnis yang dilakukan mempunyai kekuatan hukum yang kuat dan jika salah satu pelaku bisnis mengingkari apa yang telah disepakati dalam kontrak, maka pihak lain dapat menutut ke ranah hukum berdasar kontrak yang telah dibuat bersama. Akibat kemajuan teknologi digital dewasa ini, memunculkan model-model bisnis yang kreatif, model bisnis modern tidak hanya menggunakan satu kontrak (akad) bisnis saja, tetapi dengan menggabungkan beberapa akad (kontrak) yang saling mendukung antar satu akad dengan akad lain sehingga menjadi satu kesatuan sistem bisnis. Dalam tulisan ini, penulis mencoba meninjau multi akad dalam dunia bisnis, dari sudut hukum muamalah (fiqh). Hasil temuan dalam kajian ini, bahwa hukum multi akad dalam bisnis modern adalah boleh, berdasarkan kaidah umum bahwa hukum asal bidang muamalah adalah halal, kecuali ada dalil yang merubah hukum asal tersebut. Meskipun hukum multi akad secara umum dibolehkan, tetapi ada pengecualian model multi akad yang khusus dilarang Hadits Rasulullah Saw, yaitu 1) menggabungkan akad jual beli dengan salaf (pinjaman). 2) jual beli al-‘inah.3) Jual beli dengan dua harga.
PESANTREN: REALITAS PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL INDONESIA Sukardi, Imam
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan sebuah kehidupan yang unik, sebagaimana dapat disimpulkan dalam kehidupan lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya. Pesantren memiliki tradisi sejarah yang sangat panjang. Oleh karena itu situasi dan peranan lembaga-lembaga pesantren dewasa ini harus dilihat dalam hubungannya dengan perkembangan Islam dalam jangka panjang, baik di Indonsia maupun di negara-negara Islam pada umumnya. Perkembangannya di Indonesia yang sedemikian ini masih terus berlangsung pesat, karena Indonesia merupakan tempat konsentrasi ummat Islam yang terbesar di dunia
KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM AL-QUR’AN Nurhayati, Aisyah; Ummah, Zulfa Izzatul; Shobron, Sudarno
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada sekitar 800 ayat yang berbicara tentang alam semesta dan lingkungan, dan manusia diberi amanah sebagai khalifah dengan tugas untuk memelihara dan menjaga kelestarian alam lingkungan, sehingga ada keseimbangan antara alam dan manusia. Sumber Daya Alam yang melimpah di perut bumi diperuntukkan kepada manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga manusia dilarang untuk membuat kerusakan. Kerusakan dari alam lingkungan akan membawa dampak negatif terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan. Global Warming yang terjadi di beberapa belahan dunia sangat dirasakan dengan tidak adanya keteraturan musim, dan terjadi musim yang ekstrem. Padahal Allah telah memberikan hukum-hukum yang melekat dalam semua ciptaan, dan hukum itu berjalan sesuai sunnatullah, namun apabila dirusak akan membawa dampak negatif. Penelitian literer ini akan menjawab dampak kerusakan lingkungan bagi manusia yang secara tersurat sudah dijelaskan oleh Allah melalui firman-firmannya yang terhimpun dalam al-Qur’an. Untuk itu metode analisis digunakan adalah interpretatif komparatif antar kittab tafsir.Temuan dari penelitian ini   bahwa kerusakan lingkungan karena perbuatan manusia memiliki dampak negatif secara multidimensional yang dirsakan tidak hanya pelaku kerusakan, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat pada umumnya. Untuk itu ditawarkan solusi, yakni memperkuat keimanan dan ketakwaan yang diimplementasikan dalam kehidupan, sadar terhadap pentingnya lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
AL-QUR’AN DAN MULTIKULTURALISME Mahmud, Abdullah
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel pendek ini berupaya untuk menggali kembali nilai-nilai multikultural dalam sejarah panjang akar kehidupan bangsa dalam rangka untuk menemukan formula membangun kehidupan bersama yang bebas dari prejudice, stereotipe, dan sentimen-entimen primordial lainnya, yang sewaktu-waktu dapat menjadi “bom waktu” yang mengancam ko-eksistensi kehidupan dari perspektif agama Islam, yakni menggali kembali nilai-nilai multikultural dalam al-Qur’an. Menurut penulis Pluratiltas dan multikulturalitas adalah sebuah keniscayaan dan merupakan sunnatullah yang terjadi di alam semesta dan manusia. Multikulturalitas adalah sebuah realitas yang kasat mata dan tidak perlu diingkari keberadaannya. Namun demikian, dalam perspektif Islam ia tidak harus dipandang sebagai suatu hal yang berdiri sendiri, akan tetapi sangat bergantung pada konsep lain sebagai satu kesatuan. Tawhid (keesaan Tuhan) adalah sebuah konsep sentral yang meletakan kesatuan sebagai inti pandangan dan sekaligus merupakan esensi ajaran dan kebudayaan Islam yang berfungsi sebagai kekuatan sentripetal (pengikat) dari berbagai pluralitas-multikulturalitas bangsa, suku, ras, agama, madzab/golongan, politik, dan berbagai unsur budaya. Bhineka Tunggal Ika (unity in diversity) adalah ungkapan padanan yang tepat untuk menggambarkan Islam dan multikulturalisme itu. Dalam berbagai agama, khususnya Islam, terdapat apa yang disebut great tradition atau high tradition dan litlle tradition atau low tradition, sebagai akibat bertemunya agama dan budaya. Demikian juga dialektika antara Islam yang bersifat universal sebagai agama langit dan budaya lokal yang bersifat partikular pada gilirannya, akan menghasilkan corak atau warna Islam yang berbeda-beda satu tempat dengan tempat lain.
RETRIBUSI JASA PARKIR DALAM PANDANGAN ISLAM (Studi Tentang Retribusi Daerah di Kota Surakarta) Hartono, Hartono
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif, dengan mengambil lokasi di Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah  Dinas Perhubungan Kota Surakarta, petugas parkir, dan pengguna jasa parker.Objek penelitiannya adalah penerapan retribusi parkir di kota Surakarta. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa jasa parkir merupakan salah satu lahan bisnis yang masih umum, semua pihak bisa memanfaatkannya, namun penetapan tarif retribusinya ada dibawah kendali pemerintah daerah yang dimaksudkan untuk meminimalisir pungutan liar dan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Retribusi parkir yang tidak resmi akan dikatakan halal dan bukan merupakan pungli dalam hukum Islam, apabila telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak (petugas parkir dan pemilik area parkir). Karena tidak ada pihak manapun yang diberatkan dan itu telah sesuai dengan kaidah hukum Islam yang berlaku.
EFEKTIFITAS METODE YANBU’A DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TAḤFĪẒ AL-QUR’AN DI SMP IT AL-ANIS KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Wicagsono, Muhammad Arif; Inayati, Nurul Latifatul
Suhuf Vol 30, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program menghafal al-Qur’an sudah menjadi program unggulan di Sekolah.Prosesmenghafal al-Qur’an tentunya memerlukan metode pembelajaran yang efektif. Salah satu metode menghafal al-Qur’an yang sudah diterapkan di Indonesia adalah metode Yanbu’a. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah proses pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an melalui metode Yanbu’a di SMP IT al-Anis (2) Apakah Metode Yanbu’a efektif dalam meningkatkan kemampuan taḥfīẓ Qur’an di SMP IT al-Anis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji proses pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an melalui metode Yanbu’a di SMP IT al-Anis Kartasura dan mengetahui efektivitas penerapan metode Yanbu’a dalam meningkatkan programtaḥfīẓ al-Qur’an di SMP IT al-Anis.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2017- Januari 2018.Data diperoleh dari hasil observasi, dokumen dan berdasarkan hasil wawancara bersama Kepala sekolah, guru dan siswa SMP IT al-Anis. Teknik analis dengan model lengkap dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Taḥfīẓ al-Qur’an di SMP IT al-Anis Kartasura dengan metode Yanbu’a dilaksanakan melalui program yang bernama Program Takhasus al-Qur’an. Sistem menghafal dibagi menjadi dua, yaitu satu hari menghafal ayat, dan hari berikutnya hanya mengulang hafalan. Siswa menghafal dua, empat, lima sampai tujuh ayat perhari. Dalam rangka peningkaan kualitas hafalan, siswa diwajibkan menulis ayat. Masing-masing kelas Takhasus diampu oleh dua guru, guru memberikan pengawasan terhadap prestasi hafalan, ketertiban siswa dalam melaksanakan tugas menulis, sholat wajib dan sunnah lewat buku khusus monitoring. Dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa Metode Yanbu’a efektif dalam meningkatkan hafalan al-Qur’an siswa di SMP IT al-Anis Kartasura.
PENGARUH ZOROASTER TERHADAP AGAMA DAN PERADABAN DUNIA wibowo, Arief
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Zoroaster adalah satu ajaran filosofi yang dibawa oleh seorang bijak yang bernama Zarathustra yang hidup sekitar tahun 628-551 sebelum masehi. Agama Zoroaster atau majusi dikenal di dunia Barat dengan nama Zoroastranisme, sedang tokoh pendirinya adalah bernama Zaratrustra.Agama Zoroaster merupakan bentuk agama yang ajaran-ajarannya mirip dengan agama-agama atau banyak mempengaruhi budaya-budaya besar yang timbul sesudahnya. Pada masanya banyak dianut oleh manusia dipusat-pusat kebudayaan manusia, seperti Babilonia, Persia dan masih hidup sampai sekarang. Agama ini banyak mengubah dan berpengaruh terhadap budaya dan agama sampai saat ini.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN ISLAM AL-MUKMIN SUKOHARJO Inayati, Nurul Latifatul; Safina, Aisyah
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang bagaimana manajemen pembelajaran tahfizhul Qur?an serta faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo.  Sehingga tujuannya untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran yang diterapkan di Ponpes Islam Al- Mukmin dan untuk mengidentifikasi faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran tersebut.Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis tentang manajemen pembelajaran tahfidzul Qur?an santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Sukoharjo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari sekolah. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif yang berangkat dari kejadian-kejadian umum kemudian direduksi menjadi bagian-bagian khusus.Berdasarkan temuan temuan data dapat diambil kesimpulan bahwa Ponpes Islam Al-Mukmin Sukoharjo memiliki manajemen pembelajaran yang baik meliputi perencanaan materi, alokasi waktu, metode, dan penilaian yang baik dan tersistem. Pengorganisasian melalui kegiatan pembagian tanggung jawab yang tersusun dalam struktur organisasi. Pelaksanaan pembelajaran yang terencana, dan evalusi pembelajaran melalui ujian lisan dan tulis. faktor pendukung manajemen pembelajaran yaitu memiliki motivasi yang kuat sebagai penghafal al-Qur?an, waktu yang memadai untuk hafalan. Adapun faktor penghambatnya antara lain adalah kurangnya muraja?ah dan keterbatasan kecukupan pembimbing dalam memberikan bimbingan.

Page 7 of 24 | Total Record : 235