cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
STRATEGI COPING REMAJA PENGHAFAL AL-QUR’AN BERASRAMA DALAM MENGHADAPI KEJENUHAN Jannah, Khonsa? Izzatul; Raihana, Permata Ashfi; Ali, Mohamad
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja penghafal Al Qur?an Berasrama adalah siswa yang tinggal dan menetap di asrama untuk menghafalkan Al-Qur?an dan melakukan kegiatan sekolah sekaligus. Siswi biasanya melakukan kegiatan yang padat dari pagi hari hingga malam hari. Siswi juga dituntut untuk dapat menghafalkan alquran sesuai dengan target, mengikuti kegiatan pelajaran disekolah, aktif dalam organisasi serta ekstrakulikuler, dan aktif dalam kegiatan asrama. Kegiatan yang padat membuat timbulnya permasalahan dan tekanan bagi siswi tersebut, yaitu mengalami kejenuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi coping pada remaja penghafal Al-Quran berasrama dalam menghadapi kejenuhan. Informan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 5 orang informan utama yang diperoleh melalui screening dengan menggunakan angket kejenuhan dan 4 orang informan pendukung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang datanya dikumpulkan dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima subjek mengalami kejenuhan karena kegiatan pembelajaran yang padat, yang meliputi padatnya kegiatan organisasi, sekolah, dan asrama, peraturan yang mengikat, susah berkomunikasi dengan dunia luar, dan konflik dengan teman. Sehingga kejenuhan tersebut menyebabkan beberapa permasalahan kepada siswi. strategi coping yang digunakan yaitu problem focused coping diantaranya: active coping, confrontative, planful problem solving, dan seeking social supports. Kemudian subjek juga mengimbangi dengan menggunakan emotional focused coping diantaranya: self control, positive reappraisal, dan escape & avoidance. Faktor yang paling berperan dalam pemilihan strategi coping adalah religiusitas dan dukungan sosial yang datang dari keluarga, ustadzah/ustadz, dan teman-teman.
TERAMPIL MEMILIH DAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN Ulfa, Maria; Saifuddin, Saifuddin
Suhuf Vol 30, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu materi pembelajaran jika diajarkan oleh dosen atau guru yang berbeda, dengan metode yang sama atau berbeda akan dirasakan oleh peserta didik dengan rasa yang berbeda pula. Idealnya suatu pembelajaran harus mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif karena aktifnya peserta didik tanda mereka mendominasi aktivitas pembelajaran. Dengan ini, mereka aktif menggunakan otak baik untuk menemukan ide, memecahkan permasalahan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari  ke dalam suatu persoalan yang nyata.  Selain itu peserta didik juga merasakan suasana yang menyenangkan, hasil belajar jadi maksimal. Metode diartikan sebagai suatu cara yang ditempuh seseorang guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dapat diartikan sebagai cara menyajikan materi kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun metode berfungsi sebagai cara untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kedudukan metode adalah sebagai salah satu komponen pembelajaran. Dalam memilih metode terdapat hal-hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan. Diantaranya adalah tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran, kemampuan dan latar belakang siswa, kemampuan dan latar belakang guru, keadaan proses belajar yang berlangsung, alat-alat atau sarana yang tersediap. Adapun macam-macam metode pembelajaran adalah critical incident (menggali pengalaman penting), prediction guide (tebak pelajaran), group resume. Teks acak, dan seterusnya. Adapun metode dalam pendidikan karakter adalah metode keteladanan, demokrasi, liv in, siswa aktif, pencarian bersama.
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN DARI SEKOLAH: Pendekatan Gerakan Sosial Abidin, Zaenal
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepanjang manusia hidup, ia tidak akan lepas dari konflik. Konflik senantiasa ada dan menyertai manusia dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Agar konflik ini tetap positif dan jauh dari kekerasan, dibutuhkan pendidikan. Karena pendidikan merupakan alat paling tepat guna mencegah kekerasan dan konflik. Namun dalam dunia modern, belum terumuskan bagaimana pendidikan perdamaian yang tepat, terutama dalam konteks Indonesia. Disamping itu, dalam usaha menjaga perdamaian dan pengembangan masyarakat, bisa mengembangkan fungsi lembaga pendidikan. Dengan demikian, agar pendidikan selalu relevan dengan perkembangan zaman dan berperan aktif dalam mewujudkan civil society dibutuhkan shifting education paradigms. Dari pendidikan yang bersifat pengembangan individu, diperlebar menjadi pengembangan sosial masyarakat. Dari lembaga pendidikan yang memproduksi intelektual, diperlebar menjadi lembaga yang aktif menjaga perdamaian.
KONSEP ‘URF SEBAGAI VARIABEL PRODUK HUKUM Noor Athief, Fauzul Hanif
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan dunia terus berkembang mengikuti pergerakan zaman. Hal ini mengakibatkan banyak aktivitas yang merupakan kultur budaya serta kebiasaan yang ada pada suatu era menjadi tidak lagi relevan di era lain. Kultur dan budaya ini tentu menghasilkan produk non-abstrak berupa model-model akad transaksi, institusi pendidikan, model perawatan kesehatan, cara orang berpindah dan bergerak, bahkan hingga perbedaan produk hukum. Ketidaksamaan latar belakang situasi antara kejadian di era dulu dan sekarang membuat kedua fenomena tidak bisa dikomparasikan dengan persis. Ada variabel berbeda yang harus diikutsertakan dalam memahami kedua kejadian tersebut. Silih ganti era yang merupakan sunnatullah ini tentu menjadi salah satu perhatian Islam sebagai agama terakhir yang datang menjadi penyempurna dan pentutup bagi agama-agama sebelumnya. Islam datang bukan sebagai agama yang rijid dan jumud, tetapi juga sebagai agama yang terus bisa diterapkan sepanjang zaman. Islam memastikan bahwa agama ini mempunyai sisi fleksibilitas yang mampu menjawab tantangan zaman di samping berbagai ketentuan-ketentuan baku lain yang sudah ditetapkan sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Fleksibilitas ini diejawantahkan dalam salah satu sumber hukum fikih yang disebut dengan ?urf. Meskipun sudah dinyatakan bahwa ?urf menjadi salah satu landasan fikih, tentunya perlu dikaji lebih jauh terkait ranah pemakaian dan batasan dari konsep ini agar tidak kemudian dipakai di luar konteks yang tepat. Tulisan ini mencoba untuk menganalisa konsep ?urf sebagai variabel produk hukum agar diketahui batasan-batasan pemakaian serta konteks pemakaian yang tepat.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM BISNIS PERIKLANAN ADSENSECAMP PADA WEBSITE Harun, Harun
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kemajuan teknologi, internet tidak hanya semata-mata sebagai media komunikasi dan pertukaran informasi, melainkan dapat digunakan sebagai sumber penghasilan. Perkembangan teknologi informasi sekarang ini telah memberikan khasanah baru bagi perkembangan dunia bisnis untuk menghasilkan deviden. Berbagai model bisnis online mulai dikembangkan dari bisnis yang bermodal hingga bisnis tanpa modal. Model bisnis tanpa modal antara lain  adalah bisnis periklanan AdsenseCamp.AdenseCamp adalah website yang memberikan kesempatan bagi pemilik website (publisher) untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan menyediakan ruang pada websitenya sebagai tempat pemasangan iklan bagi advertiser (pemilik iklan). AdsenseCamp juga memberikan kesempatan kepada para Advertiser yang berkeinginan mempromosikan iklannya yang akan disebarkan kepada web owners yang telah terdaftar di AdsenseCamp. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui pandangan hukum Islam terhadap (a) status akad dan bentuk akad bisnis periklanan AdsenseCamp. (b) kepastian hukum tentang sistem kerja dan pembayaran dalam bisnis periklanan AdsenseCamp. Teori Hukum Islam yang digunakan untuk mengetahui atau menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Syirkah (Kerja Sama Bisnis) dalam hukum muamalat. Jenis penelitian ini adalah library research dengan pendekatan normatif dan metode analisa  datanya  adalah deskriptif analitis.Hasil penelitian ditemukan bahwa (1) status dan bentuk akad bisnis periklanan AdsenseCamp dalam hukum Muamalat termasuk akad Syirkah Abdan (?amal). Akad Syirkah Abdan  ini dipandang sah menurut hukum Islam. (2) Sistem kerja maupun cara pembayaran AdsenseCamp tidak bertentangan dengan hukum Islam karena tidak merugikan para pihak yang bertransaksi.
PERAN GURU AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MTS MUHAMMADIYAH WARU BAKI SUKOHARJO Inayati, Nurul Latifatul; Aritaningsih, Rima
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam pendidikan tidak hanya merancang kegiatan pembelajaran, guru juga memiliki peran sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Peran guru diharapkan  tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas tetapi juga diperlukan dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dan mendeskripsikan bagaimana peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Muhammadiyah Waru Baki. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Dalam hal ini subjek penelitian adalah guru Al-Islam dan KeMuhammadiyahan. Peneliti menggunakan pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deduktif, dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di MTs Muhammadiyah Waru Baki meliputi guru sebagai motivator, informator, mediator, demonstrator dan evaluator. Peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa sebagai motivator, memotivasi siswa melalui teman yang berprestasi, menyemangati siswa untuk beribadah. Sebagai informator guru memberikan penjelasan lebih rinci dan memberi informasi terbaru. Sebagai mediator guru menyediakan media pembelajaran.Sebagai demonstrator guru memberikan contoh yang baik melalui sholat dhuhur berjamaah. Sebagai evaluator guru menilai perilaku siswa, menegur bila siswa melanggar peraturan.
HUKUM DEMOKRASI DALAM ISLAM Basri, Muinudinillah
Suhuf Vol 27, No 1 (2015): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupa penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan hokum normative untuk mengetahui pandangan kaum muslimin terhadap hukum demokrasi terutama yang mengkafirkan secara mutlak serta hukum demokrasi dalam Islam. Berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan Metode deduktif dan induktif dilakukan dengan istiqra? (penelusuran) didapatkan hasil bahwa Pandangan kaum muslimin terhadap hukum demokrasi, ada tiga hal: Pandangan Pertama,  Ali Ghufran alias Mukhlas, pemerintah Indonesia dengan penilaian seluruh penguasa Indonesia kafir, Pandangan kedua: yang melihat demokrasi tidak semuanya kufur dan boleh memanfaatkannya dalam koridor tidak bertentangan dengan Islam, Pandangan ketiga: adalah mereka yang memandang demokrasi adalah halal dalam segala kondisinya, dengan mengikuti suara terbanyak tanpa melihat bertentangan tidaknya dengan syari'at Allah. Sedangkan Hukum demokrasi dalam Islam adalah umat Islam memandang bahwa memasuki wilayah politik yang berkembang saat ini perlu dilakukan untuk mewujudkan cita-cita penegakan syariat islam, dengan pertimbangan untuk mengubah sistem siyasah yang sekuler menuju ke siyasah yang Islami. Meskipun demokrasi mengandaikan terpilihnya suatu penentu kebijakan berdasarkan suara terbanyak, namun hanya dengan cara itu sistem dapat dirubah, maka mengikuti pemilu  boleh jadi wajib hukumnya. Di sini berlaku kaidah fikih ma la yatimmu al wajibu illa bihi fahuwa wajibun (kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu hukumnya wajib). 
SOLUSI METODOLOGIS AMIN ABDULLAH: PENCIPTAAN “JEMBATAN” ANTARA ILMU DAN AGAMA (Tinjauan Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis) waston, Waston
Suhuf Vol 27, No 1 (2015): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikotomi yang begitu ketat antara ilmu-ilmu agama dan ilmu umum, sangat disayangkan karena telah mengarah pada pemisahan yang tidak bisa dipertemukan lagi antara keduanya dan bahkan cenderung pada penolakan keabsahan masing-masing dengan menggunakan metode yang sangat berbeda dengan sudut jenis dan prosedurnya. Demikian tegas pemisahan di antara mereka, sehingga kedua kelompok ilmu tersebut seakan akan takkan pernah bisa dipersatukan, dan harus dikaji secara terpisah dengan cara dan prosedur yang berlainan. Tulisan ini bermaksud mengungkap bagaimana Amin Abdullah memberikan solusi metodologis untuk menciptakan ?jembatan? antara ilmu agama dan ilmu umum. Tulisan ini menggunakan pendekatan filsafat ilmu yaitu landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Amin melihat bahwa dalam sistem ilmu yang integratif-interkonektif yang digagasnya pemisahan tersebut masih bisa diatasi dengan menemukan basis ontologis, yang didasarkan pada landasan teoantroposentrik-integralistik.Secara epistemologis, didasarkan pada landasan interconnected entities ( bergabungnya antara hadarah al-nas, hadarah al-ilm, dan hadarah al falsafah). Secara aksiologis, pemikiran Amin didasarkan pada landasan etik yang bersifat transformatif-liberatif. Sejalan dengan epistemologi M. Iqbal, Fazlur Rahman dan Whitehead, Amin berpendapat bahwateologi terbuka terhadap perubahan. Teologi lama bisa dimodifikasi dengan cukup radikal sebagai akibat ilmu pengetahuan  empiris baru tentang alam. Menurut penulis, teologi Amin akan tepat bila disebut ?teologi proses? (yang diilhami dari filsafat proses ilmuwan-filosof A.N.Whitehead di awal abad ke-20). Amin biasa menyebutnya dengan istilah  ?Qobilun li al niqas wa al-taghyir). Pendapat Amin ini memiliki persamaan dengan pendapat  Whitehead, karena teologi ini dia pandang lebih sesuai dengan teori-teori sains mutakhir. Penulis memberikan  beberapa kritik terhadap pemikiran Amin. Amin tidak pernah mempertanyakan legitimasi epistemik sains. Konsepnya tentang interconnected entities (bergabungnya nash, ilmu dan faslafah) selain memberinya dasar untuk menerima apa yang dinyatakan teori sains sebagai representasi alam, juga mengindikasikan penerimaannnya akan objektivitas dan netralitas sains. Pemikiran Amin memberikan tegangan pemikiran epistemologis dalam Islamic studies, namun jika ketegangan ?yang tak selalu berkonotasi buruk- ini diubah menjadi sumber kreativitas, kita bisa berharap pemahaman Islamic studies yang diperoleh melalui pendekatan ilmiah  mampu memperkaya pemahaman keagamaan.
MEMBENTUK KREATIVITAS DALAM DUNIA KERJA Marasabessy, Zainal Abidin
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan konsep tentang apa itu kreativitas dan menganalisis proses-proses upaya pembentukan kreativitas di dalam dunia perkerja sehingga organisasi mampu melihat dan memperhatikan hal tersebut untuk menghasilkan kreativitas. Dengan adanya kreativitas organisasi maupun individu mampu bersaing di dunia pekerjaan. Untuk menganalisis konsep kreativitas dan cara meningkatkan kreativitas itu sendiri dideskripsikan dengan menggunakan pendekatan analisis faktor pendukung kreativitas. Faktor-faktor yang dianalisis berpotensi meningkatkan kreativitas antara lain peran dari dukungan pimpinan, dukungan rekan kerja, efikasi diri kreatif, autonomi kerja, motivasi intrinsik, dan gaya kognitif. Sehingga faktor-faktor pendukung tersebut secara signifikan dapat menghasilkan kreativitas pekerja dalam suatu pekerjaan.
MOTIVASI BELAJAR DALAM PERSPEKTIF QS. AL-RA’D: 11 MENURUT KITAB TAFSIR AL-JALALAIN KARYA IMAM JALALUDDIN AL-MAHALLI DAN IMAM JALALUDDIN AL-SUYUTI Kurnia PS, Alaika M. Bagus
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar adalah dorongan yang timbul dari dirinya atau dari luar/eksternal untuk melakukan sesuatu sebab tujuan tertentu yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku karena sebab pengalaman yang lalu atau saat ini dengan adanya stimulus dan respon yang saling bekerjasama. Urgensi motivasi dalam belajar juga salah satu bentuk indikator tercapainya keberhasilan prestasi peserta didik. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk melakukan analisis beberapa bentuk motivasi belajar dalam perspektif QS. al-Ra?d: 11 melalui pendekatan Kitab Tafsir al-Jalalain Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin al-Suyuti. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaiamana bentuk nilai pendidikan yang khususnya pada indikator motivasi dalam belajar yang tertuang pada QS. al-Ra?d: 11 yang nantinya akan dijadikan sebagai referensi utama bagi pendidik muslim yang akan memotivasi peserta didiknya dalam hal ini kaitannya pada proses belajarnya. Dari pelacakan penulis dari berbagai referensi, penulis menyimpulkan bahwa pada QS. al-Ra?d ayat 11, penulis dapat mengkategorikan tiga nilai pendidikan yang diambil dari QS. al-Ra?d: 11, yaitu pengawasan dan bimbingan dari orang tua sebagai solusi pertama yang mampu memotivasi peserta didik, pemenuhan sarana belajar baik di rumah ataupun sekolah yang diusahakan dengan sedemikian rupa juga menjadi bentuk atau cara motivasi secara pasif sebagai usahanya dan selanjutnya tergantung peserta didiknya dalam mensikapi proses belajarnya. Yang terakhir adalah reward and punishment juga menjadi cara terakhir. Dari ketiga bentuk motivasi tersebut, maka segala bentuk cara yang bertujuan agar peserta didik mampu termotivasi dalam belajar adalah salah satu indikator tercapainya keberhasilan dalam belajar. Baik yang berperan adalah pendidikan formal (dibaca: sekolah) maupun pendidikan non formal, yaitu lingkungan keluarga atau orang tua sendiri sebagai pendidik utamanya.

Page 8 of 24 | Total Record : 235