SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19, No 1: Januari 2022"
:
13 Documents
clear
Tingkat Keberlanjutan Fasilitas Publik Bulakamba dengan Simulasi Urban Modeling Interface
Norma Melinda;
Arif Kusumawanto
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (761.051 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.16258
Perkembangan Kabupaten Brebes dalam bidang industri berpotensi meningkatkan kepadatan penduduk yang dapat berdampak pada lingkungan seperti dalam hal efisiensi lahan, mobilitas, emisi dan konsumsi energi. Dalam mendukung program pemerintah mengenai kota hijau, Kabupaten Brebes kini tengah merencanakan dibangunnya fasilitas publik yang dapat menunjang kegiatan masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan perencanaan fasilitas publik yang berkelanjutan dengan memaksimalkan nilai Throughput yaitu dengan memaksimalkan aspek Welfare dan meminimalkan Environmental Damage. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi menggunakan program Urban Modeling Interface (UMI) dengan 5 jenis simulasi di dalamnya yaitu FAR, Operational Energy, Life Cycle, Mobility dan Daylighting. Hasil studi kondisi eksisting menunjukkan bahwa aspek Mobility dan Daylighting masih dapat dimaksimalkan. Hasil simulasi menunjukkan nilai FAR sebesar 0.27 dengan nilai Mobility Walkability skor 51 dan Bikeability skor 60 berada pada lingkungan fasilitas publik dan sekitarnya. Sementara itu, nilai intensitas Operational Energy rata-rata pada kawasan fasilitas publik adalah (182 kWh/m2/Year) dan Life Cycle ((EE (3051.71 kwh/m2); EC (224.38 kgCO2/m2.)) yang masih dalam batas aman keberlanjutan. Sementara hasil simulasi Daylighting rata-rata pada kawasan fasilitas publik menunjukkan nilai sDA 46% dimana standar nilai sDA yang dapat diterima adalah diatas 55%, sehingga masih bisa dimaksimalkan.
Persepsi Wisatawan terhadap Kualitas Produk Wisata : Fort Rotterdam, Di Makassar
Gusniyati Nia Buhari;
Diananta Pramitasari;
Ahmad Saifullah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (633.762 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.15501
Kawasan Fort Rotterdam merupakan bangunan peninggalan sejarah dan warisan budaya. Hasil observasi persepsi awal terhadap wisatawan lokal yang ada di Fort Rotterdam merupakan masalah yang perlu ditangani yaitu wisatawan yang datang ke Fort Rotterdam lebih tertarik pada acara bersifat komersil dibandingkan terhadap kegiatan wisata sejarah dan budaya. Acara yang bersifat komersil ini diduga dapat merusak kualitas produk wisata Fort Rotterdam sebagai wisata sejarah dan budaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengukur kualitas produk Fort Rotterdam dan persepsi wisatawan terhadap kualitas produk Fort Rotterdam. Peneliti menggunakan gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan angket persepsi kepada wisatawan dan wawancara secara langsung. Metode kualitatif dilakukan dengan mengobservasi kondisi eksisting Fort Rotterdam, mengklarifikasi hasil data yang diperoleh melalui angket persepsi. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Makassar. Persepsi kualitas produk wisata mengacu pada komponen wisata dan 8 dimensi kualitas produk Garvin. Berdasarkan persepsi wisatawan, hasil penelitian menunjukkan dominan persentasi setara antara persepsi kurang baik dan persepsi baik pada kualitas produk wisata Fort Rotterdam. Persepsi kualitas produk wisata pada tampilan memiliki persepsi yang baik. Persepsi kualitas produk wisata pada fitur memiliki persepsi yang kurang baik. Adapun persepsi kualitas produk pada kehandalan, kemudahan layanan, kesesuaian, ketahanan, dan kesan kualitas menunjukkan persentasi yang setara antara persepsi kurang baik dan persepsi baik. Selanjutnya persepsi kualitas produk wisata pada estetika menunjukkan persentasi persepsi baik.
The Characteristics of Kampung Sekayu Conservation Area, Semarang City
Agnies Ayu Kusumaningdyah;
Adhista Putri Presilia;
Anindya Putri Tamara;
Erliza Syahrani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1178.454 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.16292
Kampung Sekayu is an original village in Semarang City which has a cultural heritage building in its area, so its existence needs to be maintained. Its strategic location in the center of the city makes this village develop into a trade and service area, thus affecting the area’s physical characteristics. Character identification is needed to know the current condition of the area. The method used in this research is descriptive qualitative and explanatory techniques. This study shows that the physical condition of the building has partially changed due to the development of the area from a residential area to a trade and service area. However, some buildings can still maintain their distinctive character as the original buildings that were built during the colonial era. The Great Mosque as a landmark of this area is a characteristic that cannot be separated from the existence of this village. Judging from the social characteristics of the community, cultural mixing occurs because the composition of residents is now dominated by immigrants
Dekonstruksi Jacques Derrida pada Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini di Jepang dan Korea
Teresia Hanna Sanjaya;
I Wayan Mudra
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.199 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.16573
Suasana kelas formal dengan aturan desain baku, tidak berarti menjadi sekolah ramah anak. Ruang dan suasana pembelajaran yang bebas dari dogma/langgam arsitektur tertentu, bisa membantu anak untuk berpikir di luar kotak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini Tomoe Gakuen di Jepang dan APAP Open School di Korea, dengan teori Jacques Derrida dalam hal makna, fungsi, dan bentuk. Tujuan penelitian adalah manfaat nilai sosial atau praktis, yakni sekolah/pembelajaran tidak harus di gedung/ruang - ruang formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan dengan observasi dan dokumentasi secara online. Hasil penelitian menunjukkan analisa sekolah di Jepang dilihat dari dekonstruksi makna dari kereta menjadi sekolah dan dekonstruksi fungsi dari kendaraan menjadi ruang belajar. Sedangkan, sekolah di Korea mengunakan dekonstruksi makna dari container box menjadi sekolah dan dekonstruksi bentuk di mana peletakan container box disusun sedemikian rupa. Berdasarkan kedua perbandingan studi kasus terdapat perbedaan dekonstruksi yaitu dekonstruksi makna, dekonstruksi fungsi dan dekonstruksi bentuk.
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau pada Koridor Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat
Ristya Arinta Safitri;
Arief Fadhilah;
Ardilla Jefri Karista
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (570.697 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.15880
Koridor Kyai Tapa merupakan koridor jalan yang berpotensi sebagai koridor unggulan Jakarta Barat, karena posisinya yang strategis menghubungkan wilayah Jakarta Barat dengan Jakarta Pusat. Pada kondisi eksisting koridor Kyai Tapa, terdapat beberapa titik ruang terbuka hijau yang bersifat pasif dan minim fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pemanfaatan RTH pada koridor Kyai Tapa untuk mendukung peningkatan kualitas RTH Kota Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data dan analisis menunjukan pemanfaatan RTH Kyai Tapa masih rendah. 60% responden yang berkegiatan di RTH hanya sekedar lewat saja. Hal ini dipicu karena sangat minim atraksi dan penerangan pada malam hari sedangkan pengguna mulai aktif disekitar RTH pada sore hari. Pemanfaatan RTH pada koridor Kyai Tapa sangat perlu ditingkatkan mengingat potensi yang dimiliki dengan Penambahan fasilitas, atraksi dan peningkatan keamanan.
Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal
Nur Atin Amalia;
Dyan Agustin
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.64 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.13707
Tingginya arus globalisasi membawa pengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia terutama di kalangan anak muda. Mulai dari gaya hidup yang berbeda hingga lunturnya rasa cinta seni dan budaya nusantara. Perlu adanya solusi untuk menjaga kelestarian seni dan budaya nusantara agar tidak musnah. Pusat Seni dan Budaya merupakan modal awal yang diterapkan sebagai solusi ditengah tingginya pengaruh globalisasi terhadap masyarakat untuk melestarikan seni dan budaya Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Peranan Pusat Seni dan Budaya dari Segi Arsitektur dalam Melestarikan Seni dan Budaya di Nusantara”, berawal dari budaya lokal yang ada di setiap wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus yang diambil meliputi 2 objek yaitu Taman Budaya Jawa Timur dan Taman Budaya Yogyakarta. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa Pusat seni dan budaya adalah fasilitas yang dibutuhkan di setiap wilayah Indonesia sebagai wadah seni dan budaya lokal yang terbukti memberikan pengaruh besar terhadap kalangan anak muda dan seniman untuk mencintai seni dan budaya, sebagai fasilitas edukasi dan tempat berkumpulnya para seniman untuk melestarikan seni dan budaya. Selain itu bentuk arsitektural yang diterapkan merupakan bentuk pelestarian yang besar dan memberikan pengaruh yang tinggi terhadap masyarakat dalam mengenal seni dan budaya lokal di Nusantara.
Kritik Interpretatif: Efektifitas Penggunaan Material Reuse terhadap Bangunan
Nur Ichsan Hambali;
Amin Fatah Saputra;
Budi Febryan Hasiholan;
Eryonata Melino;
Berkat Dimas Fotaroma Laoli
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (872.983 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.16660
Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan berbagi pengetahuan mengenai efektifitas penggunaan kembali material dalam suatu pembangunan. Beberapa isu yang melatarbelakanginya adalah perkembangan infrastruktur. Perkembangan infrastruktur di Indonesia adalah salah satu kegiatan yang ikut andil dalam kerusakan lingkungan. Kerusakan yang disebabkan bidang infrastruktur ini sejalan dengan bertambahnya populasi penduduk. Di mana semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin besar pula tuntutan kebutuhan akan fasilitas-fasilitas yang menjadi wadah aktivitas manusia. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sistem pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable construction. Peran dari material yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan adalah penggunaan kembali (re-use) material dalam proses pembangunan. Penelitian ini membahas penerapan konsep sustainable pada rumah tinggal dari segi penggunaan ulang material, serta membahas mengenai contoh penerapan alternatif material sustainable pada rumah tinggal. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk pemenuhan poin-poin konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Dari konsep 3R, konsep reuse adalah konsep yang akan dibahas dan menjadi poin utama di penulisan paper ini. Reuse secara garis besar artinya adalah “Menggunakan Kembali”. Reuse dalam arsitektur berarti menggunakan kembali bahan bangunan yang masih bisa terpakai, contohnya botol-botol kaca bekas, sisa pecahan keramik, papan kayu yang kondisinya masih baik, bahkan seperti kaca mobil bekas dapat digunakan kembali ke dalam sebuah pembangunan. Hasil penelitian ini adalah berupa contoh penerapan alternatif material pada rumah tinggal yang memenuhi konsep sustainable dari segi material.
Paradigma Baru Perumahan Linier menghadapi Pasca Pandemi di Kotagede, Yogyakarta
Ajeng Kusuma;
Ardhya Nareswari;
Ikaputra Ikaputra
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.44 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.15054
Wabah COVID-19 bermutasi sepanjang waktu, faktor utama penyebaran infeksi pada manusia yakni mobilitas yang disebabkan oleh pemenuhan kebutuhan hidup (fisik) dan kebutuhan bersosialisasi (non-fisik). Kondisi tersebut tidak menutup realitas terjadinya pelanggaran protokol kesehatan hingga lockdown dengan dalih bertahan hidup, sebagaimana yang terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kotagede. Probabilitas transmisi luar ruangan tetap menjadi ancaman, terlebih lagi komunitas sosial masyarakat di Kotagede berbentuk organik dengan berlatar belakang unsur kohesi moral (gemeinschaft). Preposisi tersebut didukung oleh pendekatan rasionalistiknormatif berlandaskan prosedur baku. Urgensi riset ini bermaksud mengevaluasi keberlangsungan identitas perumahan linear di Kotagede dengan pertimbangan risiko penularan wabah COVID-19. Hasilnya berupa evaluasi paradigma perumahan sebagai identitas wilayah dalam konteks pasca pandemi COVID-19.
Etika Pelestarian Lingkungan yang dilakukan oleh Komunitas Pecinta Lingkungan Di Bali
Giovani Anggasta;
Widiastuti Widiastuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.592 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.16679
Lingkungan merupakan bagian dari sumber daya alam yang terpenting bagi kehidupan makhluk hidup. Adanya lingkungan yang baik, menjadikan makhluk hidup yang bernaung di dalamnya menjadi baik pula. Adanya etika terhadap kelestarian lingkungan akan sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup baik di darat, laut dan udara. Adanya sekumpulan manusia yang membentuk komunitas, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, akan mampu menjadikan lingkungan lebih baik lagi. Menjadi menarik untuk diteliti mengenai pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan dengan tujuan untuk mengetahui masalah sampah yang terjadi di Bali khususnya dan bagaimana upaya komunitas pecinta lingkungan untuk membantu membersihkannya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan studi kasus mengenai fenomena sampah yang ada di pesisir pantai di Bali khususnya, yang dilakukan melalui analisis terhadap sebuah komunitas, maka melalui penelitian ini diperoleh mengenai dampak positif dari adanya komunitas pecinta lingkungan terhadap lingkungan pesisir, masyarakat sekitar, serta permasalahan sampah plastik yang terjadi, yang kemudian berpengaruh terhadap konsep dari penerapan green city.
Pendekatan Perancangan Konsep Healing Environment pada Healthcare Architecture (Studi Kasus: HOK)
Irvi Syauqi Selendra;
Luthfia Khoirunnisa;
Nadhira Khansa Adelia;
Agus Suharjono Ekomadyo;
Vanessa Susanto;
Kevin Mochamad Oktafarel
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2094.084 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.12735
Aktivitas dalam lingkup kesehatan tidak terlepas dari bangunan tempat berlangsungnya kegiatan. Terdapat hubungan yang erat antara kondisi pasien dan lingkungan rumah sakit tempat pasien dirawat. Faktor fisik lingkungan rumah sakit yang baik dapat mendukung proses penyembuhan dan pengurangan stres pasien rumah sakit. HOK merupakan biro desain, arsitektur, engineering dan perencanaan global dengan bangunan kesehatan sebagai salah satu bidang keahlian. Tulisan ini bertujuan untuk mempelajari strategi desain HOK dalam merancang healthcare architecture dengan menganalisis aspek-aspek healing environment yang diterapkan pada healthcare architecture karya HOK dan manfaatnya bila diimplementasikan pada bangunan kesehatan. Data-data yang dikumpulkan bersumber dari artikel ilmiah maupun publikasi yang didapatkan dari internet. Metode analisis dilakukan dengan tiga tahap dengan tahap pertama adalah memilih bangunan-bangunan kesehatan yang dirancang HOK, tahap kedua adalah membuat deskripsi tentang masing-masing kasus perancangan bangunan kesehatan yang dipilih, dan tahap ketiga adalah melakukan penilaian aspek aspek healing environment pada setiap bangunan. Bangunan dengan total nilai aspek terendah adalah Oregon State Hospital, sedangkan total nilai aspek tertinggi adalah Kaiserlautern Military Community Medical Center dan Ng Teng Fong General and Jurong Community Hospitals. Rata-rata nilai bangunan berdasarkan 9 aspek healing environment adalah 3.494, menunjukkan bahwa rata-rata rancangan bangunan sudah mempertimbangkan aspek-aspek healing environment dengan baik. Pada aspek healing environment, aspek dengan nilai terendah adalah aspek barrier-free environment dan nilai tertinggi adalah aspek light. Rata-rata masing-masing nilai aspek healing environment adalah 3.494, menunjukkan bahwa rata-rata dari setiap aspek healing environment sudah terdapat pada rancangan bangunan dengan penilaian yang baik.