cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
Pengaruh Pencahayaan Alami Terhadap Kenyamanan Visual di Ruang Studio Arsitektur Universitas Pancasila Ragilyani, Novia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.678 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.11787

Abstract

Ruang Studio merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar – mengajar seperti proses menggambar bagi mahasiswa arsitektur dan proses mengajar bagi para dosen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat iluminasi pada ruang studio gambar yang ditinjau dari pencahayaan alami pada ruang studio gambar dan persepsi mahasiswa dan pendapat mereka terhadap tingkat kenyamanan visual yang dipengaruhi oleh pencahayaan alami pada suatu ruang studio. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan cara menganalisis tingkat iluminasi dari pencahayaan alami pada ruang studio arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Pancasila, dengan membagikan kuesioner kepada 30 – 50 mahasiswa yang menggunakan ruangan tersebut untuk mengetahui persepsi mahasiswa tersebut terhadap kenyamanan visual yang dipengaruhi oleh pencahayaan alami pada ruang studio tersebut. Hasil penelitian ini kemudian di analisis tingkat iluminasi nya dan dibandingkan dengan persepsi mahasiswa yang menggunakan ruangan tersebut, kemudian dilihat apakah ruangan tersebut sudah memenuhi standar SNI atau belum sebagai ruang studio gambar.  Dari hasil pengukuran tingkat iluminasi tersebut didapat hasil bahwa seluruh ruang studio yang menjadi objek penelitian telah memenuhi standar SNI 03-6575-2001, Dan hasil persepsi mahasiswa terkait kenyamanan visual memiliki hasil netral dan nyaman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa masih dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik di Ruang Studio Gambar jika hanya menggunakan pencahayaan alami.
Pengaruh Pencahayaan Alami terhadap Kenyamanan Visual di Ruang Studio Arsitektur Universitas Pancasila Ragilyani, Novia; Dewi, Atri Prautama
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2580.489 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13327

Abstract

Ruang Studio merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar seperti proses menggambar bagi mahasiswa arsitektur dan proses mengajar bagi para dosen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat iluminasi pada ruang studio gambar yang ditinjau dari pencahayaan alami pada ruang studio gambar dan persepsi mahasiswa dan pendapat mahasiswa terhadap tingkat kenyamanan visual yang dipengaruhi oleh pencahayaan alami pada suatu ruang studio. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan cara menganalisis tingkat iluminasi dari pencahayaan alami pada ruang studio arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Pancasila, dengan membagikan kuesioner kepada 30 – 50 mahasiswa yang menggunakan ruangan tersebut. Kuesioner dimaksudkan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tersebut terhadap kenyamanan visual yang dipengaruhi oleh pencahayaan alami pada ruang studio tersebut. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis tingkat iluminasi nya dan dibandingkan dengan persepsi mahasiswa yang menggunakan ruangan tersebut, kemudian dilihat apakah ruangan tersebut sudah memenuhi standar SNI atau belum, sebagai ruang studio gambar. Dari pengukuran tingkat iluminasi tersebut didapat hasil bahwa seluruh ruang studio yang menjadi objek penelitian telah memenuhi standar SNI 03-6575-2001, dan hasil persepsi mahasiswa terkait kenyamanan visual memiliki hasil netral dan nyaman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa masih dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik di Ruang Studio Gambar, walaupun hanya menggunakan pencahayaan alami.
Penerapan Esensi Dasar Filosofi Huma Betang Pada Desain Interior Perpustakaan Universitas Palangkaraya Ricardo, David
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3172.917 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13307

Abstract

Pentingnya perolehan pengetahuan adalah dasar dari penelitian ini. Adanya perbedaan budaya tiap daerah akan menentukan tumbuh kembangnya tingkat pengetahuan tidak terkecuali Kota Palangkaraya. Pengetahuan yang baik perlu ditunjang dengan fasilitas yang baik salah satunya perpustakaan. Lokalitas kedaerahan akan menjadi tolak ukur karakteristik yang terbentuk. Filosofi huma betang merupakan esensi dasar lokalitas yang ada di Kota Palangkaraya. Nilai filosofi tersebut mengajarkan tentang kebersamaan, transfer ilmu, dan kesetaraan. Universitas Palangkaraya merupakan Universitas Negeri pertama di Palangkaraya sedikit banyak telah menyumbangkan fasilitas tersebut terbukti dengan dibangunnya Perpustakaan Universitas. Tetapi permasalahan yang didapat adalah bagaimana penerapan filosofi huma betang yang mampu mewadahi aktivitas pengguna perpustakaan khususnya Perpustakaan Universitas Palangkaraya dengan kondisi yang ada pada saat ini. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dan studi literatur yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan beberapa alternatif desain yang akan digunakan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah penerapan desain interior yang berlandaskan esensi dasar filosofi huma betang yang mampu mentransfer nilai-nilai yang baik pada masyarakat khususnya pengguna perpustakaan.
Evaluasi Tingkat Kebisingan Ruang Terbuka Hijau Taman Tirtonadi Surakarta Syahrul, Muhamad; Suharyani, Suharyani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.335 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11625

Abstract

Krisis ruang terbuka hijau (Green Openspace) merupakan masalah serius pada suatu kota, dan harus segera ditangani. Ruang terbuka hijau adalah suatu fasilitas sarana dan prasarana di suatu wilayah yang mendukung aktifitas non formal masyarakat perkotaan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Tirtonadi Surakarta adalah salah satu taman vital yang ada di kota Surakarta yang perlu dievaluasi. Lokasi taman berada di Jalan Ahmad Yani, Gilingan, Kecamatan Banjarsari Surakarta. Penelitian terkait akustik ruang terbuka yang bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas akustik Ruang Terbuka Hijau Taman Tirtonadi dari gangguan tingkat kebisingan yang disebabkan oleh kendaraan bermotor, selain identifikasi fasilitas yang mendukung kenyamanan pengguna Taman Tirtonadi. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan lokasi titik amatan, waktu, dan pengukuran kebisingan dengan alat Sound Level Meter. Pengambilan data melalui observasi di lokasi penelitian serta menyebarkan kuesioner melalui google form. Pengambilan data secara langsung dilakukan pada waktu sore hari saat kondisi ramai pengunjung. Penelitian ini menghasilkan tingkat kualitas akustik pada RTH Taman Tirtonadi sebesar 73dBA. Kondisi ini berada di atas ambang baku mutu tingkat kebisingan yaitu 55 dBA ( Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 07, 2009 tentang ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru). Sehingga dikatakan kurang nyaman dan bising, yang bisa berdampak negatif pada kesehatan pendengaran bagi pengguna RTH di Taman Tirtonadi Surakarta.
WAYFINDING DALAM ARSITEKTUR hantari, anjas ninda
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.264 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.10931

Abstract

Wayfinding adalah proses menemukan jalan serta pengumpulan informasi dan pengambilan keputusan yang digunakan orang untuk mengarahkan diri mereka dan bergerak melalui ruang serta bagaimana orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Karena keberadaannya selalu terdapat  dalam kehidupan sehari-hari wayfinding muncul sebagai proses yang mudah dikarakterisasi dan dipahami. Pentingnya perana wayfinding dalam kehidupan manusia maka perlu untuk membahas dan memahami elemen-elemen serta prinsip-prinsip untuk menerapkan wayfinding dalam kehidupan manusia. Untuk memperbaiki serta mengoptimalkan wayfinding maka telah menyebabkan adanya sejumlah studi besar yang mengungkapkan bahwa wayfinding sebenarnya sesuatu yang sangat kompleks. Di pembahasan ini kita membahas tentang sejarah wayfinding, definisi wayfinding, studi kasus yang terkait dengan penerapan wayfinding, prinsip-prinsip, faktor-faktor, karakteristik lingkungan dan spasial layout terkait serta elemen-elemen arsitektur yang menunjang sistem wayfinding. Pada pembahasan ini berusaha menjelaskan pentingnya wayfinding serta kebutuhan untuk memahami konsep yang tampaknya sederhana namun merupakan suatu hal yang kompleks.
Konsepsi Arsitektur Nusantara: Makna Ruang Bersama dalam Ruang Privat Desa Keboansikep-Keboananom Sidoarjo Mutia, Fairuz; Agustin, Dyan; Susanti, Wiwik Dwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2545.065 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13314

Abstract

Arsitektur selalu merasa perlu membagi antara fungsi dan zona ruang privat, publik dan servis. Dalam telaah kajian ruang nusantara, pembagian ini seperti samar dan kadangkala tidak berlaku. Pada Desa Keboan Sikep di Sidoarjo, yang secara fisik telah berubah modern, beberapa nilai nusantara masih sangat terasa. Hal ini menjadi menarik ketika adanya beberapa konsepsi mengenai ruang bersama yang memanfaatkan lahan pribadi warga. Penggunaan istilah fungsi maupun guna menjadi layak untuk dipertanyakan dan ditelaah dalam balai pos ronda yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Keboan Sikep. Nilai – nilai kenusantaraan dengan prinsip rela berkorban yang menjadi representasi tentang arsitektur nusantara melalui pemaknaan ruang yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Dengan pendekatan fenomenologi, balai pos ronda kemudian ditelusuri melalui hakikat rong, space dan juga place, selain memahami dalam bentuk ekspresi visual-spasial kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya nilai – nilai nusantara yang tertanam secara intuitif yang kadangkala tidak selalu berupa ekspresi visual, namun lebih kepada spasial. Dalam arus hegemoni modern dan arsitektur euro-ricacentrism yang kental, nyatanya manusia masih mengejawantahkan nilai – nilai kenusantaraan dalam tingkahlaku dan pembentukan ruangnya 
Perubahan Fungsi Jalur Pedestrian MT. Haryono Semarang terhadap Kenyamanan Pejalan Kaki Puspita Karisma Kurniasani; Badrut Anggara Putra; Hartantyo Leksono Harmoyo; Dian Putriati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.209 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15333

Abstract

Koridor Jalan MT. Haryono Semarang merupakan salah satu koridor jalan di Semarang yang memiliki arus lalu lintas tinggi dan memiliki rutinitas pejalan kaki cukup aktif. Di sepanjang jalan MT. Haryono didominasi oleh jenis kegiatan komersial berupa usaha ekonomi seperti perdagangan dan jasa yang mendukung kegiatan ekonomi kota. Jalan MT. Haryono menjadi salah satu jalan yang berada di pusat kota, sehingga pemerintah Kota Semarang melakukan penataan kembali pedestrian pada koridor jalan tersebut. Namun pasca renovasi pedestrian MT. Haryono masih saja banyak pelanggaran yang terjadi, salah satunya adalah banyaknya pedagang kaki lima yang menjadikan jalur pedestrian sebagai lokasi dagang mereka. Pelanggaran yang merupakan perubahan fungsi jalur pedestrian inilah yang dijadikan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui  perubahan fungsi pada koridor jalan MT Haryono Semarang yang mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian visual yang bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan observasi terhadap lokasi penelitian, wawancara kepada pengguna serta pengamatan terhadap karakter visual lingkungan fisik. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan fungsi jalur pedestrian MT.Haryono menjadi area dagang pedagang kaki lima, sehingga hal tersebut mengganggu kenyamanan pejalan kaki yang melintas di jalur pedestrian tersebut.
Arsitektur Hibrida : Kombinasi untuk Menghasilkan Karya Arsitektur yang Lebih Baik Gan Gan Muhamad Rum; Ikaputra Ikaputra
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.702 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15313

Abstract

Pentingnya konsep dalam arsitektur melatarbelakangi muncul dan berkembangnya berbagai ide konsep baru untuk menghasilkan karya arsitektur yang berkualitas. Arsitektur hibrida merupakan konsep arsitektur yang mengkombinasikan elemen arsitektur yang berbeda dengan tujuan untuk menghasilkan suatu konsep baru dengan kualitas yang lebih baik dari elemen penyusunnya. Hibridisasi dalam arsitektur tidak mempunyai program khusus, oleh sebab itu baik elemen bentuk, fungsi, struktur atau hal lain dalam arsitektur bisa dikombinasikan. Metode studi literatur digunakan untuk mendefinisikan, menentukan ruang lingkup, membuat kerangka teori dan tujuan serta menemukan hasil dari arsitektur hibrida. Hasil dari studi menjelaskan bahwa arsitektur hibrida mampu menghasilkan bentuk, fungsi dan struktur dengan kualitas yang lebih baik.
Townscape Kampung Arab Pekalongan Nabila Fairuza; Agus S. Ekomadyo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2171.496 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15326

Abstract

Konsep townscape dikembangkan oleh Cullen untuk mengkaji bentuk fisik dari arsitektur kota melalui pengalaman visual. Penelitian Konsep townscape dengan studi kasus Kampung Arab Pekalongan ini mencoba menyajikan pengalaman visual arsitektur kota dengan kerangka townscape. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif desktiptif, data primer didapatkan melalui observasi, dengan tambahan informasi melalui studi literatur. Dengan analisis berdasarkan komponen-komponen townscape, ditemukan bahwa Kampung Arab Pekalongan memiliki berbagai jenis komponen townscape. Komponen townscape yang dominan adalah possession, occupied territory, vista, closed vista, focal point, dan themaw. Posession dan occupiedterritory memberikan unsur humanity, inklusivitas, dan belonging. Vista dan closed vista memberikan orientasi berupa proyeksi menerus pada elemen pembentuk visual kota. Sementara itu, focal point dan the maw menjadi benchmark sekaligus bangunan signifikan yang memberikan karakter dan identitas pada Kampung Arab. Dengan menelusuri pengalaman visual pada Kampung Arab di Pekalongan, penelitian diharapkan berkontribusi dalam membuka penggunaan pendekatan townscape dalam menelaah arsitektur kota.
Pemodernan Atap Rumah Tradisional Jawa sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Andi Prasetiyo Wibowo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.915 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15337

Abstract

Pelestarian kearifan lokal di bidang arsitektur diharapkan mampu memberi kontribusi dalam menjaga keberlangsungan keberagaman budaya nusantara. Rumah sebagai produk warisan arsitektur tradisional mempunyai banyak tantangan untuk mengikuti perkembangan zaman. Sebagai bagian dari bangunan rumah, atap mengambil peran yang sangat signifikan dalam menentukan langgam atau gaya bangunan. Kita dapat mengetahui asal/lokasi rumah tradisional di Indonesia dari bentuk atapnya. Bahkan di beberapa budaya di Indonesia, bentuk atap rumah bahkan mempunyai peran untuk menunjukkan status/tingkatan sosial penghuninya. Proses adaptasi dan modifikasi bentuk rumah tradisional diharapkan mampu menjaga kelestarian kearifan lokal. Salah satu studi kasus yang akan dipaparkan pada makalah ini yaitu rumah tinggal di perumahan Hyarta Residence, Yogyakarta. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pendekatan analisis kualitatif dengan melakukan studi observasi lapangan dan studi literatur. Penelitian akan difokuskan pada bagian atap dengan aspek yang diteliti terdiri dari bentuk, fungsi dan material yang digunakan. Data-data hasil pengamatan dan kajian literatur kemudian diolah dan dibuat analisis deskriptif berupa penjelasan mengenai bentuk atap, fungsi dan bahan struktur rangka penutup atap dalam rangka menjaga kelestarian kearifan lokal. Dari hasil kajian yang dilakukan, diketahui bahwa upaya pelestarian kearifan lokal, khususnya bentuk atap rumah tradisional jawa, bisa dilakukan dengan penggunaan material bahan pengganti yang lebih modern selama tidak mengubah bentuk dan fungsi komponen bangunan.