cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
WAYFINDING DALAM ARSITEKTUR anjas ninda hantari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.264 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.10931

Abstract

Wayfinding adalah proses menemukan jalan serta pengumpulan informasi dan pengambilan keputusan yang digunakan orang untuk mengarahkan diri mereka dan bergerak melalui ruang serta bagaimana orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Karena keberadaannya selalu terdapat  dalam kehidupan sehari-hari wayfinding muncul sebagai proses yang mudah dikarakterisasi dan dipahami. Pentingnya perana wayfinding dalam kehidupan manusia maka perlu untuk membahas dan memahami elemen-elemen serta prinsip-prinsip untuk menerapkan wayfinding dalam kehidupan manusia. Untuk memperbaiki serta mengoptimalkan wayfinding maka telah menyebabkan adanya sejumlah studi besar yang mengungkapkan bahwa wayfinding sebenarnya sesuatu yang sangat kompleks. Di pembahasan ini kita membahas tentang sejarah wayfinding, definisi wayfinding, studi kasus yang terkait dengan penerapan wayfinding, prinsip-prinsip, faktor-faktor, karakteristik lingkungan dan spasial layout terkait serta elemen-elemen arsitektur yang menunjang sistem wayfinding. Pada pembahasan ini berusaha menjelaskan pentingnya wayfinding serta kebutuhan untuk memahami konsep yang tampaknya sederhana namun merupakan suatu hal yang kompleks.
PERUBAHAN FUNGSI RUANG RUMAH KUNO DI KAMPUNG KAUMAN SURAKARTA Didik Darmadi; Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.532 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i2.750

Abstract

Perjalanan waktu membuat Kauman yang berada dekat dengan Jalan Slamet Riyadi menjadi semakin ramai. Rumah tinggal di masa lalu telah banyak berubah fungsi. Penelitian ini membahas tentang keragaman perubahan fungsi ruang di rumah lama yang berada di wilayah Kauman. Literatur yang digunakan terkait dengan difinisi perubahan dan rumah tradisional Jawa yang berada di Surakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptip kualitatip dengan pencarian data secara survey danwawancara terhadap 7 rumah kuno di Kauman. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan fungsi ruang yang terbesar meliputi pendapa dengan prosentase 66.67%, kemudian diikuti gandok dengan prosentase 50%. Disamping dari jenis ruang diatas juga terdapat faktor-faktor penye-babnya yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Di dalam faktor internal prosentase terbesar adalah skill dan kebutuhan ekonomi yang mempunyai kedudukan yang seimbang yaitu 29%. Kemudian untukfaktor eksternal didominasi untuk perkembangan usaha yang mencapai 37%, kemudian diikuti letak yang strategis dan melestarikan budaya batik dengan prosentase sebesar 27%.
Keberadaan Fasilitas Taman Hijau Kota Purwodadi dan Pengaruhnya terhadap Kenyamanan Pengunjung Suharyani Suharyani; Febri Arsetyo Wibowo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2001.131 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9863

Abstract

Open spaces located in urban areas have functioned as spaces for citizen interaction for a variety of useful functions and interests. The existence of existing city parks can be utilized by citizens of the city to the fullest. This has become one of the alternatives that can be utilized by the city community for more comfortable interactions. Judging from the function of researchers interested in conducting research by formulating the problem namely how the completeness of facilities and comfort in Green Garden Purwodadi City and how comfort is felt when using the facilities available. Green Open Space Arrangement (RTH) is still being promoted by the regency government due to the lack of open green space in Grobogan Regency. So far there have only been 12.8% of public green open space, while at least it requires 20% of green open space from urban areas. Therefore, Purwodadi Green Park was chosen as the object of research. Purwodadi Green Park is a new vehicle for free and fun family recreation in downtown Purwodadi, Grobogan Regency. This study aims to find out how the criteria of a comfortable city park to interact for urban communities. Then to find out the level of comfort, can be known by using data collection methods of observation and open questionnaires. The result of study is that Purwodadi Green Park not in accordance with established standards. The incomplete facilities have resulted in visitors inconvenience caused by the lack of trees in the green park, so that during the day visitors feel the heat due to direct exposure to sunlight.
Perilaku Pengunjung Anak Di Taman Wisata Edukasi Satwa Studi Kasus: Kebun Binatang Gembira Loka Di Yogyakarta Elma Mahfuzhoh; Andika Saputra
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2583.425 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10850

Abstract

Fenomena yang terjadi pada masa kini adalah maraknya anak-anak dijadikan sebagai sasaran utama pembelajaran dalam wisata edukasi, salah satunya objek adalah kebun binatang Gembira Loka di Yogyakarta yang merupakan salah satu sasaran utama pembelajaran wisata edukasi bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pengunjung anak di Kebun Binatang Gembira Loka serta faktor spasial yang menyebabkan terjadinya perilaku pada pengunjung anak. Koleksi satwa yang beraneka ragam serta tata ruang yang bervariasi di Kebun Binatang Gembira Loka, beragam perilaku dari pengunjung anak dapat diidentifikasi serta diintrepetasikan sesuai dengan karakteristik lingkungan maupun kepribadian anak, meliputi aspek tingkat keaktifan anak, interaksi anak, dan respon anak terhadap lingkungan yang berbeda. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan observasi partisipasi pasif sebagai teknik pencarian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan pengunjung anak terjadi di zona-zona awal, serta faktor spasial yang paling mempengaruhi perilaku pengunjung anak adalah tata ruang zonasi secara makro. Penelitian ini juga menemukan tidak berfungsinya pagar pembatas sebagai respon pengujung anak terhadap kondisi lingkungan.
Konsepsi Arsitektur Nusantara: Makna Ruang Bersama dalam Ruang Privat Desa Keboansikep-Keboananom Sidoarjo Fairuz Mutia; Dyan Agustin; Wiwik Dwi Susanti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2545.065 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13314

Abstract

Arsitektur selalu merasa perlu membagi antara fungsi dan zona ruang privat, publik dan servis. Dalam telaah kajian ruang nusantara, pembagian ini seperti samar dan kadangkala tidak berlaku. Pada Desa Keboan Sikep di Sidoarjo, yang secara fisik telah berubah modern, beberapa nilai nusantara masih sangat terasa. Hal ini menjadi menarik ketika adanya beberapa konsepsi mengenai ruang bersama yang memanfaatkan lahan pribadi warga. Penggunaan istilah fungsi maupun guna menjadi layak untuk dipertanyakan dan ditelaah dalam balai pos ronda yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Keboan Sikep. Nilai – nilai kenusantaraan dengan prinsip rela berkorban yang menjadi representasi tentang arsitektur nusantara melalui pemaknaan ruang yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Dengan pendekatan fenomenologi, balai pos ronda kemudian ditelusuri melalui hakikat rong, space dan juga place, selain memahami dalam bentuk ekspresi visual-spasial kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya nilai – nilai nusantara yang tertanam secara intuitif yang kadangkala tidak selalu berupa ekspresi visual, namun lebih kepada spasial. Dalam arus hegemoni modern dan arsitektur euro-ricacentrism yang kental, nyatanya manusia masih mengejawantahkan nilai – nilai kenusantaraan dalam tingkahlaku dan pembentukan ruangnya 
PERFORMANSI GREENSHIP BUILDING PADA RUMAH TURI DI SURAKARTA (PENEKANAN PADA WATER CONCERVATION DAN MATERIAL RESOURCE AND CYCLE) surya Arafat Arafat; Nur Rahmawati Syamsiyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.426 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.694

Abstract

Green Architecture atau arsitektur hijau akhir-akhir ini sangat diminati oleh para arsitek dan konsumen. Konsep arsitektur hijau merupakan konsep perancangan bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Faktor-faktor dalam dan luar bangunan sangat diperhatikan agar minim dampak kerusakan sumber daya alam yang telah ada. Rumah Turi di Surakarta adalah sebuah hotel yang menjadi objek penelitian, untuk mencari kesesuaian antara bangunan dengan konsep green building. Metode dalam penelitian adalah kualitatif dengan mengacu pada Guidelines Green Building Council Indonesia. Lebih khusus lagi adalah pada Greenship for Existing Building. Beberapa lembaga sertifikasi bangunan hijau di dunia yang sudah berperan aktif, di antaranya BREEAM (Building Research Establishment's Environmental Assesment Method) di Inggris, LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) di USA, Green Star (Standar Bangunan Hijau) di Australia. Indonesia melalui Green Building Council Indonesia memiliki parameter penilaian green building yang telah disesuaikan dengan iklim dan keadaan alam di Indonesia. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa konsep green building Hotel Rumah Turi dari segi pengelolaan air dan bahan material yang digunakan masih kurang maksimal. Nilai yang didapat adalah sebesar 50 % dari 2 parameter yang digunakan. Hasil penilaian ini akan menjadi rekomendasi, sehingga diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan air dan bahan material pada Hotel Rumah Turi Surakarta.
Kajian Perbandingan Gaya Arsitektur dan Pola Ruang Masjid Agung Surakarta dan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Nur Rahmawati Syamsiyah; Andriata Muslim
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.279 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v15i1.8989

Abstract

Masjid merupakan tempat dimana seorang muslim beribadah kepada Allah dengan khusyuk. Kehadiran masjid sangat penting bagi kehidupan muslim, sehingga tidak heran jika masjid menjadi salah satu objek penting yang sering berkaitan dengan dunia arsitektur dalam perancangannya. Masjid-masjid Mataram Kuno merupakan bangunan yang mempunyai nilai sejarah tinggi bagi umat  Islam di Indonesia khususnya di Jawa. Keberadaan masjid-masjid tersebut bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi salah satu identitas umat Islam di Jawa yang diwujudkan dalam suatu bentuk arsitektural seperti ruang beserta ornamennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya arsitektur dan pola tata ruang Masjid Agung atau Masjid Gedhe Surakarta dan Masjid Kauman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui pengamatan fisik masjid, lalu melakukan analisis yang sifatnya diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dan persamaan kedua masjid tersebut dari segi gaya arsitektur dan pola tata ruangnya. Persamaaan yang diperoleh antara lain tipologi ruang dan bentuk arsitektur. Sedangkan perbedaan seperti gaya arsitektur Jawa yang memiliki keunikan masing-masing seperti adanya pengaruh gaya arsitektur Eropa dan Timur Tengah.
Penggunaan Kawasan Tepi Sungai oleh Pedagang Pasar Informal pada Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta Muhammad Cakra Buana; Muhammad Rizky Teguh Wicaksono; Dedi Hantono
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2242.715 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.10909

Abstract

Kawasan tepian sungai merupakan daerah pertemuan antara air dan daratan yang sering disebut dengan waterfront. Saat ini komodifikasi lahan tepian sungai sering kali ditakar dari “nilai tukar” bukan “nilai guna” pada akhirnya akan menghasilkan intervensi publik yang menerus dan sistematik. Banjir Kanal Timur (BKT) merupakan contoh konkrit proses perencanaan kota yang mendapatkan intervensi publik, walaupun penataan kawasan tepi sungai Banjir Kanal Timur sebagai kawasan waterfront city telah memiliki landasan hukum. Di samping itu adanya pertumbuhan pasar malam pada jalur Bajir Kanal tersebut, yang tumbuh secara organik dan memanjang sepanjang sungai Banjir Kanal Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui penggunaan ruang pada Banjir Kanal Timur oleh pedagang pasar informal yang tumbuh disana. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya pasar informal di lokasi penelitian, yang membawa dampak tumbuhnya wisata lokal khususnya kuliner.
TINGKAT PENCAPAIAN PENGHAWAAN ALAMI PADA OMAH SINTEN HERITAGE HOTEL DAN RESTO DI SURAKARTA Khoirul Anam; Riza Zahrul Islam
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.554 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v1i1.1140

Abstract

" Riset ini dilatar belakangi penghawaan alami di dalam bangunan merupakan jaminanadanya aliran udara yang baik dan sehat dengan kesejukan yang sewajarnya. Untukmendapatkan penghawaan yang baik perlu dirancang bentuk elemen, elemen dandetail arsitektur yang bertujuan  engoptimalkan aliran udara sejuk. Pertimbangan utama dalam perancangan optimalisasi penghawaan alami adalah denganmenganalisis datangnya arah angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakahpenghawaan alami pada obyek penelitian sudah sesuai standar yang berlaku ataubelum memenuhi standar yang berlaku. Obyek penelitian dalam hal ini adalah Omah Sinten Heritage Hotel dan Resto. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif – kualitatif diskriptif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ruangyang diteliti pada obyek tersebut di atas tidak memenuhi standart peraturan yangberlaku.
Perilaku Masyarakat pada Ruang Terbuka Publik di Kampung Kebangsren Surabaya M. Nu’man Al Ghifari; Syam Zaki Firdausan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2737.562 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10593

Abstract

Kampung Kebangsren adalah perkampungan yang terletak di tengah kota Surabaya, yang dikelilingi oleh kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan dan kawasan perhotelan. Kawasan Kampung Kebangsren tumbuh semakin padat, sehingga ruang terbuka semakin berkurang luasnya. Padahal keberadaan ruang terbuka sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dengan skala yang besar guna memenuhi kebutuhan bersama warga kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan ruang terbuka dan faktor-faktor pembentuk ruang terbuka di kawasan Kampung Kebangsren. Metode penelitian yang digunakan adalah Behavioural Mapping, dengan melakkan survei lokasi dan mendokumentasikan pola kehidupan masyarakat Kampung Kebangsren untuk kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah bahwa Kampung Kebangsren memiliki hubungan bermasyarakat yang erat, sehingga keterbatasan lahan tidak menjadi masalah utama, dimana masyarakat Kampung Kebangsren tetap mampu mengelola lahan yang sedemikian rupa menjadi sebuah ruang terbuka yang optimal dengan cara-cara yang cerdas.