SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles
331 Documents
INTERAKSI SOSIAL DAN KRIMINALITAS DI PERUMAHAN
Utaberta, Nangkula
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.198 KB)
Keamanan perumahan terhadap tindak kriminalitas, menjadi faktor utama seseorangmemilih lokasi rumah tinggal. Tindak kriminalitas terjadi karena berbagai penyebab.Salah satu faktor penyebab timbulnya tindak kriminalitas adalah terkait dengan bidangarsitektur, yaitu bentuk site plan perumahan. Bentuk-bentuk gubahan massa ada yangmudah menimbulkan tindak kriminal, akan tetapi ada juga bentuk gubahan massa yangmembuat seseorang berpikir panjang untuk melakukan tindak kriminal. Kemudahanuntuk melarikan diri menjadi pertimbangan utama seseorang berani melakukan tindakkriminal. Disamping faktor fisik dalam bentuk site plan , faktor lainnya adalah budayakekerabatan penghuni, dimana hubungan antar penghuni yang erat , akan membuatsetiap orang di dalam lingkungan akan saling peduli dengan orang lainnya. Hal inilahyang mendukung keamanan lingkungan.
PENGARUH KARAKTERISTIK KOLAM TERHADAP KECEPATAN GERAK LUMBA-LUMBA
Setyaningrum, Wahyu;
Indrawati, Indrawati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1084.918 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10476
Disain sebuah kolam untuk atraksi lumba-lumba perlu diperhatikan, agar kecepatan gerak lumba-lumba dan variasi gayanya menjadi semakin menarik bagi pengunjung. Kolam bagi lumba lumba adalah tempat pentas sekaligus tempat hidupnya, sebagai pengganti habitat yang asli di lautan lepas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkomparasikan kecepatan gerak lumba-lumba di dua bentuk kolam, oval dan bulat, (2) Mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecepatan gerak lumba-lumba sebelum dan saat berpentas. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pementasan lumba-lumba, studi pustaka dan pengukuran terhadap kolam lumba-lumba di Dolphins Centre dan The Sea Pantai Cahaya. Langkah selanjutnya adalah analisis dengan cara mengkomparasikan kecepatan gerak lumba-lumba di kedua bentuk kolam oval dan bulat, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan geraknya. Setelah dianalisis dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 faktor yang mempengaruhi kecepatan gerak lumba-lumba: 1) bentuk kolam mempengaruhi kecepatan gerak lumba-lumba dalam melakukan atraksinya, 2) suara music, dan 3) waktu pentas. Hasil ini menjadi design guideline bagi perencana kolam lumba-lumba untuk fungsi atraksi di taman rekreasi. Beberapa hal yang disarankan adalah pengoptimalan kolam bentuk oval, yang dilengkapi musik serta waktu pentas sebaiknya pada pukul 09.00 atau 11.00 WIB , yaitu waktu setelah pemberian sarapan pagi.
KAJIAN SENI ISLAM PADA MASJID HJ. SUDALMIYAH RAIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Umairoh, Siti;
Nurjayanti, Widyastuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (983.95 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9858
The mosque which is a place of worship or place of worship for Muslims is also the culmination of the sanctity of space in Islam and is an artifact of Islamic architecture. Islamic art forms on mosques are a blend of symbolic elements of Islamic architecture. Masjid Hj. Sudalmiyah Rais is a part of public facilities in Universitas Muhammadiyah Surakarta. The mosque has a very thick Islamic architectural style. This research will explore and find out what forms of Islamic art are applied to the mosque. The purpose of this study finds Islamic art was applied in the mosque and how to presents Islamic decorative arts found in the mosque. This study uses a qualitative descriptive method. This research carried out by seeing the object of the mosque, then assessed the parts that were based on the results of matching parameters of the symbolic elements of Islamic architecture. Masjid Hj.Sudalmiyah Rais fulfills 11 of these 12 parameters. The missing thing is the hand made decorations. That can be concluded that Masjid Hj. Sudalmiyah Rais applied Islamic art to the physical form of the building. Islamic ornamental arts contained in the mosque that are in the form of calligraphy ornaments, geometric ornaments, and flower ornaments (florist). The benefits of this research are to increase public knowledge about Islamic art studies found in Masjid Hj. Sudalmiyah Rais and gave references to Architects about the use of Islamic art in mosques.
PERHITUNGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN KARTASURA SUKOHARJO BERDASARKAN LUAS WILAYAH, JUMLAH PENDUDUK, DAN KEBUTUHAN O2
Arsandrie, Yayi;
Widayanti, Enny
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (940.387 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9867
Kecamatan Kartasura merupakan kawasan yang berkembang sangat pesat, hal itu dikarenakan Kecamatan Kartasura mempunyai wilayah yang strategis dan jumlah penduduk yang tinggi. Kepadatan penduduk menjadi latar belakang kebutuhan ruang terbuka hijau atau green open space di Kecamatan Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dengan pengamatan/observasi dan dengan metode perhitungan. Analisis kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan kepadatan penduduk dan luas wilayah dapat dihitung melalui standar kebutuhan luas RTH (Ruang Terbuka Hijau); yaitu sebesar 30% dari luas wilayah. Kebutuhan ruang terbuka hijauseluas 20 m per jiwa diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/M/PRT/2008 dan metode Gerarkis digunakan untuk menghitung kebutuhan luas RTH berdasarkan kebutuhan oksigen. Temuan penelitian ini antara lain bahwa: 1) kebutuhan RTH di Kecamatan Kartasura berdasarkan luas wilayah yaitu sebesar 576.9 Hektar, 2) kebutuhan RTH berdasarkan jumlah penduduk Kecamatan Kartasura yaitu sebesar 253.83 Hektar, dan 3) kebutuhan RTH berdasarkan kebutuhan oksigen yaitu sebesar 334 Hektar. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa luas kebutuhan RTHberdasarkan jumlah penduduk dan kebutuhan O2 sudah terpenuhi, namun kebutuhan RTH berdasarkan luas wilayah belum memenuhi standar. Lahan RTH eksisting di Kecamatan Kartasura hanya sebesar 376 Hektar yaitu 19% dari luas wilayah. Dengan demikian, Kecamatan Kartasura masih membutuhkan RTH sebesar 200.9 Hektar dari luas seluruh wilayah administratif Kecamatan Kartasura.
PENGARUH DESAIN DAN FASILITAS RUANG KELAS KAMPUS UMS TERHADAP PERILAKU MAHASISWA
Pratama, Yusuf Agung;
Setiawan, Wisnu
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1235.529 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10477
Ruang kelas merupakan tempat belajar mengajar antara mahasiswa dan dosen. Kampus UMS memiliki kurang lebih 224 ruang kelas dan mahasiswa yang berjumlah lebih dari 35.000. Di dalam dunia desain, arsitektur menciptakan suatu bentuk fisik yang dapat dirasakan atau dinikmati jika dilihat dan dipegang dan sangat mungkin menjadi fasilitator terjadinya perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh ruang kelas Kampus UMS terhadap perilaku mahasiswa. Metode yang digunakankan adalah kualitatif dan pengumpulan data menggunakan teknik pemetaan perilaku yaitu person-centered maps dan place-centered maps serta physical trace pada ruang kelas. Banyak sekali faktor pada desain dan fasilitas ruang kelas Kampus UMS yang dapat mempengaruhi perilaku mahasiswa. Perilaku-perilaku tersebut diantaranya yaitu menggeser bangku atau tempat duduk untuk sirkulasi sehingga menjadi berantakan, laci yang menjadi stimulus untuk membuang sampah di dalamnya, serta meja dan bangku yang dijadikan media gambar dan tulis.
PUBLIC PRIVATE COMMUNITY PARTNERSHIP: POTENSI KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI STUDI KASUS: RUMAH ATSIRI INDONESIA
Lutfiyani, Yulia Nilam Ainun;
Astuti, Dyah Widi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1046.631 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9859
Rumah Atsiri Indonesia merupakan wisata edukasi yang berada Dukuh Watusambang, Desa Pumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berasal dari hasil restorasi Pabrik Minyak Atsiri ?Citronella? Indonesia-Bulgaria tahun 1963. Rumah Atsiri Indonesia menginginkan suatu pengembangan yang baik untuk mencapai visi misi dan tujuannya sebagai ikon Desa Plumbon dan berperan dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Akan tetapi dalam pelaksanaannya Rumah Atsiri Indonesia memiliki permasalahan berupa keterbatasan lahan, hubungan yang kurang baik dengan masyarakat sekitar, dan pengolahan limbah yang kurang maksimal. Padahal arah dan ukuran keberhasilan pengembangan sangat ditentukan oleh kesinergian antar pihak pelaku pengembangan, hal ini sejalan dengan pendapat Penabulu Foundation Civil Society Resource Organization dalam bahasan isu strategis ?Kemitraan Pemerintah?Swasta?Komunitas?. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan observasi, study literature dan wawancara dilengkapi dengan sample questioner wisatawan yang dianalisa secara kuantitatif dan dideskripsikan hasilnya. Hasil penelitian berupa rekomendasi bagi Rumah Atsiri Indonesia terkait tahapan yang dilakukan dalam mencapai kerjasama yang dapat dilakukan, dan pemetaan sentalisasi kegiatan berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Plumbon. Kesimpulannya peran dan hubungan antara pembuat kebijakan (pemerintah), Rumah Atsiri Indonesia, dan masyarakat sangat mempengaruhi keberhasilan tujuan dan arah pengembangan yang akan dilakukan.
IDENTITAS ARSITEKTUR: PENCARIAN HAKIKAT RUANG MELALUI PERMUKIMAN KUMUH
Zahroh, Fatimatuz;
Meiliyandari, Lutvi Arnila;
Septianingrum, Iis
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (799.72 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10463
Pemaknaan arsitektur tidak pernah memiliki pakem dari para praktisi maupun teoritikus. Pencarian identitas arsitektur terus dikaji dan berlanjut hingga menghasilkan ragam definisi yang tumpang-tindih dalam aktualisasinya, sebut saja teori Vitruvius dan Wastu Widya. Arsitektur kemudian disempitkan lagi oleh pandangan publik yang hanya sebatas bangunan indah. Paradigma ini kemudian melahirkan pemikiran bahwa bangunan dengan tampilan yang indah adalah arsitektur, sebaliknyabangunan yang kotor dan kumuh adalah bukan arsitektur. Padahal lebih luas dari itu arsitektur juga merupakan alat penyelesaian masalah sosial yang berusaha menghilangkan disparitas sosial yang terjadi. Disparitas ini berwujud dalam bentuk hunian kumuh atau slum yang dianggap sebagai sumber permasalahan. Dengan mengumpulkan data dari hasil penelitian maupun isu terkini tentang bagaimana melakukan pendekatan arsitektur pada kawasan slum, tanpa harus menghapuskan keberadaannya, tetapi dengan meningkatkan derajatnya seperti yang dilakukan oleh Romo Mangun di Kali Codhe, penelitian menunjukkan bahwa slum adalah salahsatu solusi dalam mendesain perumahan sosial skala massal yang bisa meningkatkan taraf hidup sekaligus sosial penghuni di dalamnya.
PENERAPAN SUSTAINABLE DESIGN DALAM PERANCANGAN TAMAN BUDAYA DI KABUPATEN KLATEN
Setiawan, Dwi;
Natalia, Dita Ayu Rani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1446.799 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10479
Klaten merupakan pusat kota dari Pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Klaten merupakan salah satu bagian dari Karisidenan Surakarta atau merupakan bagian dari lingkup daerah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Posisi Klaten berada di tengah ? tengah antara pusat kota Solo dan Yogyakarta, menjadikan Klaten sebagai sebuah kabupaten yang sangat kaya akan potensi kebudayaan daerah. Selain itu Klaten memiliki kalender event setiap tahunnya yang diadakan di beberapa daerah Kabupaten Klaten. Taman Budaya adalah suatu ruang yang memiliki fungsi sebagai wadah kegiatan menggelar berbagai pertunjukan sekaligus tempat berkumpul dan bertemu para seniman dan juga sebagai ajang pengenalan dan pelestarian budaya ke generasi mendatang. Perancangan Taman Budaya diawali pengumpulan data dengan menggunakan metode pengumpulan data primer yaitu berupa wawancara, pengamatan, pemetaan lokasi serta dokumentasi, dan metode pengumpulan data sekunder yaitu berupa data dari instansi yang terkait serta studi literatur terhadap jurnal atau karya ilmiah yang berkaitan. Pendekatan konsep sustainable design digunakan sebagai usaha penyatuan bangunan dengan prinsip keberlanjutan budaya, yang meliputi keseimbangan social, ekonomi dan lingkungan. Tiga hal ini menjadi dasar agar terwujudnya kenyamanan, integrasi social di dalam maupun luar bangunan serta pengurangan dampak limbah bangunan terhadap lingkungan. Hasil konsep sustainable design diterapkan secara fungsi ruang, tampak bangunan dengan mempertimbangkan struktur dan utilitas bangunan.
KEBERADAAN FASILITAS TAMAN HIJAU KOTA PURWODADI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KENYAMANAN PENGUNJUNG
Suharyani, Suharyani;
Wibowo, Febri Arsetyo
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (987.54 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9863
Open spaces located in urban areas have functioned as spaces for citizen interaction for a variety of useful functions and interests. The existence of existing city parks can be utilized by citizens of the city to the fullest. This has become one of the alternatives that can be utilized by the city community for more comfortable interactions. Judging from the function of researchers interested in conducting research by formulating the problem namely how the completeness of facilities and comfort in Green Garden Purwodadi City and how comfort is felt when using the facilities available. Green Open Space Arrangement (RTH) is still being promoted by the regency government due to the lack of open green space in Grobogan Regency. So far there have only been 12.8% of public green open space, while at least it requires 20% of green open space from urban areas. Therefore, Purwodadi Green Park was chosen as the object of research. Purwodadi Green Park is a new vehicle for free and fun family recreation in downtown Purwodadi, Grobogan Regency. This study aims to find out how the criteria of a comfortable city park to interact for urban communities. Then to find out the level of comfort, can be known by using data collection methods of observation and open questionnaires. The result of study is that Purwodadi Green Park not in accordance with established standards. The incomplete facilities have resulted in visitors inconvenience caused by the lack of trees in the green park, so that during the day visitors feel the heat due to direct exposure to sunlight.
PENGARUH KONDISI JALUR PEDESTRIAN DAN STREET FURNITURE DI JALAN MALIOBORO TERHADAP KENYAMANAN RUANG PUBLIK
Saifuddin, Muhammad Nashif;
Qomarun, Qomarun
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1132.767 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10466
Kawasan Malioboro merupakan salah satu ikon kota Yogyakarta. Malioboro menjadi salah satu destinasi favorit untuk berwisata di kota tersebut. Kawasan ini merupakan pertokoan yang melintang di sepanjang jalan Malioboro. Hampir setiap tahunnya selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini membuat jalan Malioboro menjadi zona yang sangat padat. Jalur pedestrian dan street furniture menjadi sangat vital bagi kenyamanan dalam beraktivitas di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi dan street furniture dengan tingkat kenyamanan ruang publik yang dirasakanoleh pengguna. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan cara melakukan observasi fisik lalu memvalidasi hasil temuan observasi fisik dengan pendapat dari pengguna yang diperoleh dari hasil penyebaran 90 kuisioner tentang kondisi dari jalur pedestrian dan street furniture yang berpengaruh terhadap kenyamanan ruang publik. Hasil penelitian menyimpulkan dari 90 sampel responden pengguna jalan menyatakan bahwa kondisi jalur pedestrian dan street furniture memperoleh predikat baik dengan skor 2,59 (skala 4). Skor terendah dari sisi kelancaran jalur pedestrian dan skor tertinggi dari aspek estetika. Hasil final menunjukkan bahwa 81 % responden menyatakan bahwa Jalan Malioboro telah memenuhi kenyamanan ruang publik, baik kondisi jalur pedestrian maupun street furniture.