cover
Contact Name
-
Contact Email
mediamesin@ums.ac.id
Phone
+62271-717417
Journal Mail Official
mediamesin@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin
ISSN : 14114348     EISSN : 25414577     DOI : 10.23917/mesin
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
KARAKTERISASI SIFAT TARIK KOMPOSIT HIBRID KARBON/ABAKA/PMMA SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PROSTHESIS Firiya, Beni; Marizal, Marizal; Waskitho, Bagas Mulya; Sosiati, Harini
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i1.8573

Abstract

Komposit hibrid berpenguat serat karbon dan serat abaka dengan polymethylmetacrylate (PMMA) sebagai matriks adalah salah satu material fungsional yang berpotensi untuk bahan alternatif prosthesis, karena memiliki kekuatan mekanis relatif tinggi, ringan dan biokompatibel dengan jaringan tubuh manusia. Pada penelitian ini komposit karbon/abaka/PMMA difabrikasi menggunakan metode hand-lay-up dan cold press molding dengan tekanan 2,185 MPa selama 60 menit, dengan tujuan untuk mengkarakterisasi sifat tarik komposit dengan variasi perbandingan serat karbon dan abaka 1:2, 1:1 dan 2:1, serta fraksi volume serat 20%. Sebelum fabrikasi komposit, serat karbon diberi perlakuan dengan direndam dalam nitrogen cair (liquid N2) selama kurang lebih 10 menit, sedangkan serat abaka diberi perlakuan alkalisasi dalam larutan 6% NaOH pada suhu kamar selama 36 jam. Sifat kimia serat abaka sebelum dan sesudah alkalisasi dianalisis dengan fourier transformed infrared (FTIR) spectroscopy. Uji tarik dilakukan pada semua spesimen komposit mengacu pada standar ASTM D638. Hasil uji tarik disimulasikan dengan perangkat lunak Autodesk Inventor 2019 dan Nastran In-CAD 2019 untuk mengetahui kelayakan material untuk aplikasi prosthesis. Nilai kuat tarik dan modulus elastisitas optimum dari hasil penelitian ini ditunjukan pada komposit dengan perbandingan serat karbon dan abaka 2:1 masing-masing yaitu 105,71 MPa dan 5,24 GPa. Sedangkan hasil simulasi menyatakan bahwa material komposit karbon/abaka/PMMA dapat direkomendasikan sebagai bahan alternatif prosthesis.
PEMBUATAN KAMPAS REM MENGGUNAKAN VARIASI BUTIRAN MESH ALUMUNIUM SILICON (AL-SI) 50, 60, 100 DENGAN SERBUK KAYU JATI TERHADAP NILAI TINGKAT KEKERASAN, KEAUSAN DAN KOEFISIEN GESEK Purboputro, Pramuko Ilmu
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i1.9753

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti ingin membuat dan meneliti sampel kampas rem sepeda motor, dengan menggunakan bahan komposit yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan alami yaitu serbuk kayu jati dengan variasi ukuran besar butiran atau mesh untuk mengetahui nilai kekerasan, keausan dan koefisien gesek kampas rem tersebut. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Serbuk Kayu Jati, Kalsium Karbonat, Barium Sulfat, Resin Phenolic, Karbon Kayu Sonokeling, dan Alumunium Silicon (Al-Si) dengan variasi Mesh 50,60 dan 100. Kemudian diuji kekerasan menggunakan alat Durometer dengan standar ASTM D2240, dan diuji gesek dengan beban 16 kg selama 3 jam dengan uji kering, uji basah, uji air garam, uji minyak rem, dan uji oli, serta dihitung keausan dan koefisien geseknya. Dari hasil uji kekerasan nilai tertinggi terdapat pada variasi Mesh Alumunium Silicon (Al-Si) Mesh 100 dengan nilai kekerasan 81,60 HD. Hasil pengujian gesek pada semua kondisi nilai keausan terendah terdapat pada variasi Alumunium Silicon (Al-Si) mesh 100 yaitu pengujian kering 253,13 mm3/jam, air 182,29 mm3/jam, oli 352,08 mm3/jam, air garam 243,75 mm3/jam, minyak rem 341,67 mm3/jam, Dan hasil nilai koefisien gesek tertinggi bervariasi nilai koefisien gesek tertinggi saat kondisi kering yaitu pada variasi Mesh 100 dan merk pasaran 0,651, saat kondisi air dan air garam yang tertinggi pada variasi Mesh 50, 0,658 dan 0,614 sedangkan saat kondisi oli dan minyak rem yang tertinggi pada variasi Mesh 60, 0,621 dan 0,613.
PENINGKATAN KEKUATAN LENTUR PRODUK 3D PRINTING BERBAHAN PETG DENGAN OPTIMASI PARAMETER PROSES MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Riza, Eduar Iqbal; Budiyantoro, Cahyo; Nugroho, Aris Widyo
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i2.10856

Abstract

Optimization of 3D printing process parameters with PETG material to the flexural strength response using the Taguchi method has been carried out. This study uses L9 (33) orthogonal arrays experimental design using three process parameters, namely nozzle temperature, extrusion width, and feed rate  with three levels in each parameter (240 ° C, 245 ° C, 250 ° C, 0.3 mm 0.35mm, 0.4mm, 50%, 75%, 100%). Specimens were prepared according to ISO 178: 2010 Standard using a Prusa-i3 3D printer. Following this their dimensions, mass, production time, and flexural strength were examined. The flexural strength response was analyzed using the Taguchi method via SN Ratio and ANOVA analysis to obtain the optimal parameters. The results showed that the most influential process parameters on the response of flexural strength respectively were the nozzle temperature, extrusion width and feed rate with an optimal combination of parameters namely nozzle temperature (250 ° C), extrusion width (0.35 mm), and feed rate (75%). The confirmation experiments showed that the optimal parameter combination obtained the highest flexural strength with a smaller data deviation (52.98 ± 0.65 MPa). In addition, all products being produced posses dimensions according to the standards used.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TURBIN AIR MIKRO HIDRO TIPE CROSS-FLOW KAPASITAS 2.500 WATT DI KP. MULYASARI -BOGOR JAWA BARAT Azharul, Firmansyah; Dharmanto, Asep; Wilarso, Wilarso
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i2.11014

Abstract

To meet the electricity needs at night and the production of agricultural products in Kp. Mulyasari was designed and built a Micro Hydro Power Plant (PLTMH) Turbine which can produce power up to 2,500 Watt. This machine is designed to be easy to install, easy to operate, inexpensive to maintain. The selected turbine type is a Cross-Flow air turbine for a low head. Turbines operate at impulse pressure, where the potential energy of water is converted into kinetic energy through the nozzles to push the turbine's front blades. In the design of this turbine, it is designed, so that it has a long life span, low investment value, minimal maintenance costs, easy installation costs, and is driven by water, thereby conserving natural resources. The turbine is designed based on data from field survey results in Kp. Mulyasari, with results; Head (H) = 1.85 m; Water discharge (Q) = 0.2 m3 / s; Turbine rotation (planned) (n) = 214 rpm; Turbine efficiency (plan) (?t) = 68%; Density of water (?) = 997.8 kg / m3. From the calculation results, obtained the Cross-Flow turbine design specifications as follows: High waterfall (H) = 1.85 m; Water discharge (Q) = 0.2 m3 / s; Turbine efficiency (plan) (?t) = 68%; Power (N) = 2,497 kW; Rotation (n) = 214 rpm; Specific speed (ns) = 770,4138831 rpm; Road blade diameter (DL) = 0.40 m; Naaf diameter (Dn) = 0.035 m; Steering blade width (B) = 0.032 m; Number of road blades = 26 pieces.
MODIFIKASI DURASI CAMSHAFT UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA MESIN SATU SILINDER 115 CC Prasetyo, Irwan Tri; Sudrajad, Agung; Yusuf, Yusyardi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i2.10886

Abstract

Performa mesin yang kurang maksimal pada motor standar mengharuskan pengguna motor memodifikasi sektor mesin, salah satunya pada durasi camshaft. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa motor dengan memodifikasi durasi camshaft. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboraturium Motor Bakar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa . Modifikasi dilakukan dengan merubah durasi camshaft dan lobe separation angle (LSA), dimana durasi camshaft standart pada katup intake 221? dan lobe separation angle 96.75? serta katup exhaust 202? lobe separation angle 84?. Modifikasi camshaft ke-satu dengan durasi katup intake 235? dan lobe separation angle 100.5? serta katup exhaust 235? dengan lobe separation angle (LSA) 102,5? yang akan dibandingkan dengan modifikasi camshaft ke-dua dengan durasi katup intake 260? dan lobe separation angle (LSA) 104? serta katup exhaust durasi 260? dengan lobe separation angle 107?). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa performa mesin  terbaik yakni menggunakan modifikasi camshaft ke-dua. Peningkatan torsi pada modifikasi camshaft adalah 19,182 % dan 22,902 % untuk modifikasi satu dan dua secara berturut-turut terhadap camshaft standar. Untuk peningkatan daya modifikasi camshaft terhadap camshaft standar adalah 7,378% dan 13,45% untuk modifikasi satu dan dua secara berturut-turut.
PENGARUH JENIS KATODA TERHADAP GAS HIDROGEN YANG DIHASILKAN DARI PROSES ELEKTROLISIS AIR GARAM Siregar, Munawar Alfansury; Umurani, Khairul; Damanik, Wawan Septiawan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i2.10386

Abstract

Produksi hidrogen dengan bahan baku air yang sedang dikembangkan ialah proses  elektrolisis. Tetapi karena proses elektrolisis membutuhkan energi listrik sebagai pemicu terjadinya  reaksi, sehingga proses ini memberikan  efisiensi yang relative rendah. Proses elektrolisis dapat dijalankan jika ketrsediaan akan sumber energi listrik yang murah lagi mudah didapatkan. Upaya menurunkan jumlah pemakaian energi listrik pada proses elektrolisis seperti pengujian dengan pariasi jarak katoda dan anoda, campuran elektrolit dan jenis elektroda yang digunakan terus dikembangkan agar dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi belum menuai hasil yang memuaskan. Oleh sebab itu penulis merasa perlu melakukan penelitian tentang pengaruh jarak katoda dan anoda terhadap tekanan gas yang di hasilkan pada proses elektrolisis air garam. Penelitian ini menggunakan sumber arus baterai 12V, dan jarak yang telah ditetapkan pada katoda dan anoda ialah 80 mm,120 mm dan 200 mm. Jenis elektroda yang digunakan Stainless steel, Aluminium dan Tembaga, dengan jumlah campuran garam yang terlarut dalam air ialah 250 gram dalam lima liter air, atau sekitar 50 gram perliter air. Hasil dari pengujian tekanan gas yang dihasilkan oleh elektroda yang berbahan stainless steel lebih tinggi dibandingkan oleh elektroda yang berbahan aluminium dan tembaga  dan semakin dekat jarak elektroda maka tekanan gas yang dihasilkan semakin tinggi. Dengan menggunakan manometer tabung U tekanan gas hidrogen diukur pada elektroda stainless steel pada sisi katoda jarak 80 mm sebesar 9733 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda 9246 Pa, jarak 120 mm tekanan hydrogen pada sisi katoda 7884 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda 7838 Pa, pada jarak 200 mm tekanan hydrogen pada sisi katoda  5937 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda 6326 Pa. Sedangkan tekanan hydrogen pada elektroda Aluminium pada sisi katoda  9246.8 Pa, tekanan klorin pada sisi anoda  9052 Pa,  dan tekanan hidrogen pada elektroda Tembaga tekanan pada sisi katoda  6034 Pa, dan tekanan klorin pada sisi 5840 Pa. Hasil menunjukkan perbandingan tekanan pada jarak yang telah di tetapkan dan perbandingan tekanan pada setiap jenis elektroda
ANALISIS HEAD POMPA SENTRIFUGAL PADA RANGKAIAN SERI DAN PARALEL Putro, Eko Prasetio; Widodo, Edi; Fahruddin, A'rasy; Iswanto, Iswanto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i2.10671

Abstract

Dalam penelitian ini adapun tujuan yang diharapkan terkait dengan analisis perhitungan head pompa sentrifugal pada rangkaian seri dan paralel yaitu untuk mengetahui perbandingan nilai head total pompa dari dari masing-masing rangkaian, serta untuk mengetahui perbandingan dari hubungan head (m) terhadap bukaan valve dan juga hubungan head loss terhadap bukaan valve. Proses pengujian dilakukan dengan menggunakan dua pompa sentrifugal tipe 1 ½ BA-6 dengan jenis fluida kerja yang dipakai ialah air pada temperatur ±30?C. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan suatu hasil data analisis dari perhitungan head total pompa,  dimana nilai head total pompa seri untuk bukaan katup penuh sebesar 38,79 m dengan debit aliran 0,00325 , bukaan katup 2/3 nilai head total sebesar 46,14 m dengan debit aliran 0,00323  dan bukaan katup 1/3 nilai head total sebesar 50,16 m dengan debit aliran 0,00306 . Sedangkan pada pompa paralel diperoleh nilai head total dari bukaan katup penuh sebesar 27,7 m dengan debit aliran 0,00375 , bukaan katup 2/3 nilai head total sebesar 32,6 m dengan debit aliran 0,00374  dan bukaan katup 1/3 nilai head total sebesar 37,9 m dengan debit aliran 0,00367 . Dari hasil data yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa adanya kenaikan nilai head total terhadap variasi pengaturan bukaan valve yang mana nilai head total tertinggi terdapat pada bukaan valve 1/3. Dan dari kedua jenis rangkaian terlihat adanya penurunan nilai head total seiring juga dengan bertambahnya nilai debit/kapasitas pada pompa. Sehingga hubungan antara head total dengan debit adalah berbanding terbalik, dimana nilai head  terendah diperoleh pada debit yang paling besar. 
PERANCANGAN TUNGKU PEMANAS DENGAN MENGGUNAKAN KANTHAL A1 Purwanto, Dwi; Nasa, Reza Azizul
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v22i1.12462

Abstract

Beberapa material logam banyak dipakai atau digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan dan sebagai perkakas untuk mesin industri. Perlakuan panas merupakan satu rangkaian siklus panas meliputi pemanasan, penahanan temperatur, dan pendinginan. Biasanya dilakukan terutama pada logam atau paduan dalam kondisi padatan. Perlakuan panas pada logam dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, dan salah satunya yaitu perlakuan panas dengan pemasan menggunakan tungku. Metode perancangan tungku ialah menggunakan elemen kawat kanthal A1 yang dipanaskan menggunakan energi listrik untuk menghasilkan panas pada filamen yang terdapat pada dinding tungku, sampai temperatur maksimal 1200°C sehingga diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanis pada bagian permukaan baja tersebut. Hasil rancangan pada penelitian ini akan dilakukan pada laboratorium teknik mesin di universitas muhammadiyah purwokerto. Material utama yang digunakan adalah material refraktori dengan menggunakan daya listrik sebesar 8205,1 watt dengan konsumsi pemakain listrik 4.9 kWh dengan temperature maksimum 1200°C.
PENGUKURAN DIMENSI KOMPONEN ARTIFICIAL HIP JOINT HASIL INVESTMENT CASTING MENGGUNAKAN MATERIAL AISI 316L Al Hakim, Reza Azizul Nasa; Purwanto, Dwi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v22i1.12560

Abstract

Investment casting merupakan salah satu proses pengecoran yang banyak digunakan untuk proses pembuatan komponen yang rumit. Pembuatan dengan menggunakan proses ini memiliki kelebihan antara lain produk yang dihasilkan dapat mendekati bentuk akhir. Pada tahun 2013 teknik mesin Universitas Diponegoro mulai melakukan penelitian mengenai artificial hip joint. Saat ini proses pembuatan artificial hip joint menggunakan machining proses. Pembuatan artificial hip joint menggunakan proses machining cenderung memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengurangi harga dan waktu pembuatan dari artificial hip joint. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah stainless steel 316L. Setelah dilakukan proses pembuatan menggunakan investment casting dilakukan proses finishing untuk menghaluskan bermukaan dan menghasilkan ukuran yang diinginkan. Hasil pengukuran didasarkan pada ASTM F2033-12 dengan tolerasi sebesar 190µm atau 0.19mm.
PENGARUH PENAMBAHAN BENTONIT PADA SEKAM PADI TERHADAP KINERJA TUNGKU GASIFIKASI TIPE DOWNDRAFT Subroto, Subroto
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v22i1.11820

Abstract

Sekam padi merupakan sampah organik yang sangat mudah di dapatkan di negara agraris seperti Indonesia. Sekam padi dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif melalui proses gasifikasi untuk menghasilkan gas yang mampu bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan katalis bentonit pada sekam padi terhadap kinerja tungku gasifikasi tipe Downdraft. Proses gasifikasi pada penelitian ini dilakukan dengan cara menambahkan katalis bentonit pada bahan bakar sekam padi sebesar 100 gr, 150 gr, 200 gr. Setelah dilakukan penyalaan, diperoleh data berupa temperatur pembakaran, waktu penyalaan, waktu nyala efektif. Hasil pembakaran dimanfaatkan untuk mendidihkan air, yangmana digunakan untuk mencari besarnya kalor yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur rata-rata pembakaran tertinggi terjadi pada pengujian tanpa penambahan bentonit, yaitu 375,8ËšC. Waktu penyalaan tercepat juga dihasilkan pada pengujian tanpa penambahan bentonit, yaitu selama 8 menit, sedangkan Waktu nyala efektif terlama dihasilkan pada pengujian dengan penambahan bentonit 150 gr, yaitu selama 44 menit. Kalor terbesar dihasilkan pada pengujian dengan penambahan bentonit 150 gr, yaitu sebesar 1719,519Kj.