cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: September 2020" : 36 Documents clear
KAJIAN JENIS POHON DALAM PENGEMBANGAN HUTAN KOTA KIBITAY SUKABUMI Suhendar, Suhendar; Ramdhan, Billyardi; Triana, Ardika Eri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8609

Abstract

Penelitian  ini dilakukan untuk menginventarisir jenis tumbuhan, mengetahui struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan, menganalisis kesesuaian vegetasi tumbuhan, menduga keanekaragaman jenis serta merekomendasikan jenis-jenis pohon potensial untuk ditanam di Hutan Kota Kibitay Sukabumi. Survey dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis pohon dan analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis. Hasil survey menunjukkan bahwa jumlah tumbuhan yang ditemui sebanyak 73 jenis dan 17 jenis diantaranya ditemukan dalam petak contoh seluas 1600 m2. Hasil perhitungan Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan jenis yang mendominasi di tingkat semai yaitu jenis Mimosa pudica dengan INP sebesar 0.75% dan sebagai spesies kodominan yaitu dari spesies Calliandra haematocephala dengan INP sebesar 0.5. Jenis vegetasi yang mendominasi di tingkat pancang yaitu Nephelium lappaceum dengan INP 1.533%. Spesies yang mendominasi pada vegetasi tingkat tiang yaitu Swietenia mahagoni dan Agathis dammara dengan masing-masing INP yaitu sebesar 1.711 dan 1.127%, sedangkan spesies yang mendominasi di tingkat pohon yaitu Agathis dammara dengan INP sebesar 2.47%. Hasil perhitungan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) Shannon-Wienner sebesar 4.71. Secara umum jenis-jenis pohon Hutan Kota Kibitay Sukabumi tergolong cukup sesuai dengan nilai rata-rata 60,232 yang terdiri atas 13 jenis pohon dengan kriteria sesuai, 22 jenis pohon dengan kriteria cukup sesuai dan 25 jenis pohon dengan kriteria tidak sesuai.
EFEKTIVITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN METARHIZIUM ANISOPLIAE DALAM MEMBUNUH Imago Musca domestica L. (DIPTERA: MUSCIDAE) Flori, Florianus; Yunizar, Noni; Linawati, Linawati; Kustiati, Kustiati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8988

Abstract

Musca domestica L. atau lalat rumah dianggap sebagai serangga pengganggu di bidang kesehatan dan merupakan vektor mekanis beberapa penyakit pada manusia dan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitas cendawan Metarhizium anisopliae dalam membunuh imago Musca domestica. Lalat rumah yang digunakan adalah populasi lokal dari tempat pembuangan sampah di kota Pontianak. Metode penelitian dirancang mengunakan rancangan acak lengkap terdiri dari lima perlakuan dan satu kontrol dengan tiga ulangan yaitu: (P0) Kontrol;  (P1) 1,2x  konidia/ml;(P2) 3,6x106 konidia/ml;(P3) 6x106 konidia/ml;(P4) 8,4x106 konidia/ml; dan (P5) 10,8x106 konidia/ml diberikan dalam bentuk suspensi sebanyak 1 ml. Jumlah lalat yang menunjukkan paralisis dicatat dari satu hari setelah perlakuan hingga hari ke 14. Data kematian imago lalat dianalisa secara probit dengan bantuan program Excel untuk menentukan waktu kematian 50% (LT50) dari masing-masing konsentrasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi M. anisopliae dengan kerapatan konidia 8x106 konidia/ml lebih efektif dalam membunuh imago M. domestica dalam waktu 5,88 hari dengan kisaran waktu mortalitas lalat uji sebesar 95%, yaitu 4,70–7,36 hari. Perlakuan dengan suspensi kerapatan konidia terendah mampu membunuh imago M. domestica L. sebanyak 50% atau lebih.  
POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI HAND SANITIZER ALAMI: LITERATUR REVIEW Asngad, Aminah; Subiakto, Diah Wulandari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.11765

Abstract

Hand sanitizer berbahan alkohol dapat menimbulkan iritasi, dan membuat kulit kering. Sehingga pada saat ini banyak dikembangkan pembuatan hand sanitizer berbahan alami. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan yaitu biji alpukat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi ekstrak biji alpukat yang dapat digunakan sebagai hand sanitizer alami yang lebih aman untuk kulit. Metode yang digunakan mengumpulkan, menganalisis dan marangkum artikel yang sesuai dengan tujuan yang dipublikasi pada tahun 2016-2020 dan bersifat free fulltext acces. Pencarian artikel menggunakan databased Google scholar dan Garuda dengan kata kunci fitokimia, antibakteri, hand sanitizer alami, dan biji alpukat. Hasil ditemukan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi digunakan sebagai Hands sanitizer alami dikarenakan dalam biji alpukat memiliki kandungan fitokimia berupa senyawa asam lemak, flavonoid, tannin, fenol, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Gram Negatif maupun bakteri Gram Positif dengan zona hambat dalam kategori sedang hingga kuat. Dan pelarut yang paling baik digunakan dalam ekstraksi biji alpukat yaitu pelarut Metanol yang bersifat polar.. Simpulan menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi sebagai bahan pembuatan hand sanitizer alami dikarenakan memiliki senyawa dan aktivitas antibakteri.Kata Kunci. Antibakteri, Biji Alpukat, Fitokimia, dan Hand Sanitizer Alami.
JENIS-JENIS KELELAWAR PEMAKAN BUAH SUBORDO MEGACHIROPTERA DAN SEBARAN SPASIAL DI KECAMATAN GUNUNGWUNGKAL KABUPATEN PATI Fithria, Tsania Zuyyina; Priyono, Bambang; Setiati, Ning; Partaya, Partaya
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8691

Abstract

Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang yang berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap. Jenis-jenis spesies kelelawar mewakili sekitar 24% dari semua spesies mamalia. Kecamatan Gunungwungkal mempunyai potensi sumber daya alam dengan banyaknya pohon buah. Masyarakat pada umumnya menganggap kelelawar sebagai hama karena memakan buah-buahan dari tanaman budidaya perkebunan, sehingga banyak perburuan kelelawar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis kelelawar pemakan buah Subordo Megachiroptera dan sebaran spasial di Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Sampel kelelawar buah diambil 3 titik yaitu Desa Pesagen, Sidomulyo, dan Jrahi. Setiap titik pengambilan sampel masing-masing dipasangi 3 mistnet. Sampel diambil berdasarkan karakter masing-masing titik dari beberapa macam pohon buah yang diperkirakan terdapat jenis-jenis kelelawar buah. Kelelawar buah Subordo Megachiroptera yang tertangkap sebanyak 419. Jumlah total Cynopterus minutus sebanyak 260 ekor sedangkan Macroglossus minimus sebanyak 159 ekor. Sebaran spasial Cynopterus minutus ditemukan paling banyak di Desa Pesagen karena mempunyai lebih banyak kebun buah rambutan, kelengkeng, matoa, sawo manila. Macroglossus minimus ditemukan paling banyak di Desa Jrahi karena terdapat kebun pisang yang lebih banyak.
PENGARUH PENANGANAN SAMPAH DENGAN SISTEM PENGOMPOSAN TERHADAP BEBAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH Yustikarini, Rahmawati Tri; Setyono, Prabang; Wiryanto, Wiryanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.5134

Abstract

Keterbatasan lahan TPA merupakam masalah penting di Kabupaten Magetan yang harus diselesaikan mengingat semakin sulitnya mendapatkan lahan yang baru. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk maka timbulan sampah yang masuk TPA Milangasri pun semakin bertambah sehingga akan semakin memperpendek umur TPA. Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2016 tentang Pengolahan Sampah Organik dengan Sistem Pengomposan maka apabila bisa diterapkan secara optimal akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Komposisi sampah Kota Magetan 52,59 % terdiri dari sampah organik yang terbagi ke dalam sampah organik basah 34,73 % dan organik kering 17,86 %. Dengan tingginya jumlah sampah organik maka akan memberi peluang untuk dapat dilakukan pengomposan. Pada penelitian ini saat tidak dilakukan pengomposan maka pada Tahun 2025 volume sampah terkompaksi atau beban landfill sebesar 129.030,57 m3 dan luas lahan TPA yang dibutuhkan sebesar 16.129 m2. Saat dilakukan pengomposan maka beban landfill berkurang menjadi 83.869.87 m3 dan luas lahan TPA yang dibutuhkan adalah 10.484 m2. Dengan demikian pengaruh sistem pengomposan bisa mengurangi beban TPA sehingga lahan yang dibutuhkan lebih sedikit dan dapat membuat umur TPA menjadi lebih lama.
STRUKTUR ANATOMIS OVARIUM DAN PERKEMBANGAN BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) Adi, Bayu Nowo; Susanti, Siti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8909

Abstract

Adas (Foeniculum vulgare Mill.) merupakan tanaman yang digunakan secara luas sebagai tanaman obat dan rempah terutama bagian buah. Pemahaman mengenai struktur anatomis ovarium dan perkembangannya menjadi buah dapat dijadikan sebagai dasar studi untuk pengembangan metode pemanfaatan buah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari struktur anatomis ovarium dan perkembangan buah adas. Sampel ovarium dan buah adas dalam 9 fase umur difiksasi dengan larutan FAA. Preparat dibuat dengan menggunakan metode parafin dengan pewarnaan tunggal menggunakan safranin 1% dan diamati di bawah mikroskop cahaya menggunakan OptiLab. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan deskriptif. Ovarium bunga adas memiliki dua daun buah yang terdiri atas lapisan jaringan epidermis dan lapisan jaringan parenkim dengan bentuk sel membulat dan ruang antar sel yang sempit. Terdapat lima berkas pembuluh dan vittae pada bagian tengah lapisan parenkim. Masing-masing daun buah terdapat satu kantung embrio dan akan berkembang menjadi satu merikarpium. Eksokarpium berkembang dari epidermis ovarium dan 2-3 lapis sel parenkim di bawahnya, mesokarpium berkembang dari sel parenkim pada bagian tengah, serta endokarpium berkembang dari sel parenkim yang berbatasan dengan ruang ovulum. Eksokarpium dan endokarpium tidak mengalami perkembangan dan menipis di akhir perkembangan buah. Berkas pembuluh dan vittae masih dapat diamati di akhir fase. Berkas pembuluh bermigrasi ke sudut-sudut buah adas dan membentuk rigi.

Page 4 of 4 | Total Record : 36