cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: March 2021" : 16 Documents clear
Optimalisasi Produksi Triterpenoid Dari Sangketan (Achyranthes aspera) Dengan Budidaya Organik Zaenal Fanani; Umi Farida; Muhammad Bayu Nirwana
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.9482

Abstract

Kebutuhan akan bahan baku obat semakin meningkat sejalan dengan pemanfaatan obat tradisional yang semakin meningkat. Sangketan (Achyranthes aspera) adalah salah satu tanaman obat potensial, mengingat tanaman ini memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Triterpenoid merupakan salah satu kandungan metabolit sekunder utama dari Sangketan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi dari komposisi media tanam dan aplikasi fertigasi dengan pupuk organik, yang dapat mendukung produksi senyawa triterpenoid dari Sangketan secara optimal. Pada budidaya Sangketan diberikan perlakuan perbandingan komposisi media tanah + arang sekam padi 1:1; 1:2 dan 2:1. Sedangkan aplikasi fertigasi menggunakan pupuk organik kotoran kambing, dengan konsentrasi 1kg pupuk organik per 5 liter air, dosis 60 ml per tanaman dan diaplikasikan setiap dua minggu. Sangketan di panen setelah 4-5 bulan, kemudian dilakukan analisis kualitatif kandungan triterpenoid menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Data yang diperoleh diaplikasikan menggunakan metode simplex lattice design (SLD), untuk memperoleh kombinasi yang optimal. Data kualitatif ekstrak Sangketan yang mengandungan senyawa triterpenoid, telah dianalisis dengan pereaksi kloroform dan H2SO4 pekat, ditandai dengan adanya lapisan warna coklat kemerahan. Data kuantitatif rendemen ekstrak Sangketan diaplikasikan menggunakan metode simplex lattice design, diperoleh persamaan Y = 8,94(Arang) + 11,585(Tanah) + 14,26(Arang.Tanah). Kandungan triterpenoid pada ekstrak Sangketan dibuktikan menggunakan kromatografi lapis tipis, berupa bercak warna abu-abu di bawah sinar UV 254 nm dengan nilai Rf 0,65.
Cover Vol 7, No 1: Maret 2021 Cover Vol 7 No 1: Maret 2021
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.14128

Abstract

Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram Dan Jamur Merang Pada Media Alternatif Tepung Biji Jewawut Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Suparti Suparti; Zaimatu Sholihah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.13942

Abstract

Karbohidrat merupakan nutrisi yang paling dibutuhkan miselium jamur untuk tumbuh. Tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kentang untuk pembuatan bibit F0. Kentang mengandung  19,10 g karbohidrat, sedangkan tepung biji jewawut memiliki kandungan karbohidrat sebesar 68,32 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang yang ditumbuhkan pada media tepung jewawut dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi media tepung biji jewawut dan jenis jamur. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rerata pertumbuhan miselium jamur terbaik pada J2T2 (Konsentrasi tepung biji jewawut 15%, indukan jamur merang) yaitu dengan diameter 3,1 cm dan miselium yang rapat. Sedangkan rerata pertumbuhan miselium jamur terendah pada J1T3 (Konsentrasi tepung biji jewawut 20%, indukan jamur tiram) dengan miselium yang tidak mengalami pertumbuhan.
Keanekaragaman Mollusca (Bivalvia Dan Polyplacophora) Di Wilayah Pesisir Biluhu Provinsi Gorontalo Dewi Wahyuni Baderan; Marini Susanti Hamidun; Ramli Utina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.13798

Abstract

Bivalvia dan Polyplacophora menjadi salah satu dari beragam sumber daya hayati yang dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia baik secara lokal maupun dalam skala besar sejak dulu. Meskipun demikian, data dasar terkait pola distribusi maupun keanekaragaman Bivalvia dan Polyplacophora masih sangat terbatas, bahkan jika dibuat perbandingan dengan Kelas Gastropoda yang kerabat dekatnya.. Tujuan penelitian ini: 1) untuk mengetahui komposisi jenis Bivalvia dan Polyplacophora; 2) mengetahui nilai Indeks Keanekaragaman, Kemerataan dan kekayaan Jenis; dan 3) nilai kepadatan. Metode yang digunakan adalah metode jelajah. Penelitian ini menemukan enam spesies Bivalvia dan Polyplacophora yakni Hippopus hippopus, Mactra cuneata, Anadara antiquata, Tucetona pectunculus, Pinctada margaritifera dan Achantopleura gemmata. Tingkat keanekaragaman tertinggi berada pada stasiun I dengan nilai H'=1,641. Indeks kemerataan (E) Bivalvia dan Polyplacophora secara berurut pada stasiun I, II, dan III yakni 0,916; 0,821; 0,9. Indeks kekayaan jenis Bivalvia dan Polyplacophora dimana stasiun I berjumlah 1,3294, stasiun II berjumlah 1,6981 dan stasiun III berjumlah 1,5533. Nilai kepadatan tertinggi dimiliki oleh spesies Hippopus hippopus pada stasiun I yakni 0,0008 Ind/m2. Spesies dengan nilai kepadatan terendah yakni tiga spesies (Anadara antquata, Tucetona penctuculus dan Achantopleura gemmate) pada stasiun II, dan  spesies Tucetona penctuculus pada stasiun III dengan nilai kepadatan masing-masing sebesar 0,00004 Ind/m2.
Kualitas Penyedap Rasa Alami Dalam Bentuk Cair Dari Kombinasi Berbagai Jamur Edibel Dengan Penambahan Variasi Glukosa Aminah Asngad; Lina Agustina; Shinta Nur F.; Akhadia S. W; Wahyu K. J
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.13951

Abstract

Penyedap rasa pada umumnya banyak menggunakan bahan bahan kimia, sehingga berdampak kurang baik bagi kesehatan dikarenakan mengandung garam natrium yang tinggi dari asam glutamat. Kandungan garam natrium yang sangat tinggi, dapat bersifat karsinogenik dalam tubuh dan konsentrasi garam dalam darah akan meningkat. Bahan alami dari tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan penyedap rasa diantaranya berbagai jenis jamur, dikarenakan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Kualitas Penyedap Rasa Alami Dalam Bentuk Cair  Dari  Kombinasi Berbagai Jamur Dengan Penambahan Variasi Glukosa. Penelitian dilakukan di laboratorium Pendidikan Biologi, metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Rancangan penelitian digunakan rancangan acak lengkap pola  faktorial, Faktor 1 Kombinasi Jamur (J), J1 =Jamur merang dan tiram; J2 =Jamur merang dan kuping; J3 =Jamur merang dan kancing. Faktor 2 Prosentase Glukosa (P), P1 = 7,5%, P2 = 10% dan P3 = 15%. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan   hasil  penelitian menunjukkan rata-rata kadar protein yang paling tinggi pada perlakuan Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan glukosa 12,5% nilai 3,62 %. Hasil  uji organoleptik yang meliputi rasa, aroma, warna menunjukkan perlakuan  yang paling disukai panelis pada Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan glukosa 12,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa ada perbedaan kualitas Penyedap Rasa Alami Dalam Bentuk Cair  Dari  Kombinasi Berbagai Jamur Dengan Penambahan Variasi Glukosa. Kata Kunci: Penyedap rasa alami, jamur, glukosa
Pengaruh Tipe Media Pertumbuhan Rhodobacter sp Terhadap Produksi Bakteriorhodopsin Eni Lestari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.12371

Abstract

Rhodobacter sp merupakan bakteri ungu non sulfur. Bakteri ini menghasilkan pigmen dalam  pertumbuhan secara fotoautotrof. Salah satu pigmen yang dihasilkan adalah Rhodopsin. Rhodopsin merupkan salah satu pigmen penangkap cahaya bagi bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat intensitas warna pigmen bakteriorhodopsin secara spektrofotometri yang dihasilkan bakteri ini dalam 2 tipe medium yang berbeda, dengan waktu inkubasi selama. 4 hari menggunakan lampu pijar dengan lux 2000. Tipe medium pertumbuhan yang diuji adalah Sea water medium dan Sea water complete medium.  Metode penelitian ada uji kualitatif intensitas warna pigmen bakteriorhodopsin berdasarkan nilai absorbansi pada panjang gelombang 530 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian ini adalah nilai absorbansi  rata-rata pada pigmen bakteriorhodopsin yang dihasilkan dari 2 tipe medium pertumbuhan yakni pada Sea water medium didapatkan  nilai absorbansi bakteriorhodopsin adalah 0,067, sedangkan pada Sea water complete medium  didapatkan nilai absorbansi bakteriorhodopsin adalah 0,211. Kesimpulan pada penelitian adalah terdapat perbedaan produksi pigmen Rhodobacter dengan 2 tipe medium pertumbuhan serta medium yang paling baik menghasilkan pigmen bakteriorhodopsin adalah Sea Water Complete Medium.
Efektivitas Pupuk Cair Pseudomonas fluorescens Agensia Pengendali Hayati Terhadap Penyakit Mosaik Tanaman Kakao Wiwit Probowati; Ika Afifah Nugraheni; Titin Aryani
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.10245

Abstract

Cocoa is a strategic commodity for plantation in Indonesia. However, pest and disease infections are inevitably common constrains for the cocoa cultivators. Cocoa mosaic disease is one of disease which is cause cocoa trees suffering. Pseudomonas fluorescens are obligate aerobic bacteria that are very valuable for agricultural technology. The bacteria also protects plants from pathogens infection by producing secondary metabolites that kill bacteria and other fungi. The bacteria can used as safe and environmentally friendly biological control agents. This study aims to determine P. fluorescens liquid fertilizer formulation and its effectiveness in suppressing mosaic disease in cocoa plants. The research method was carried out by making a liquid formula from P. fluorescens and then applying it to cocoa plants that were attacked by mosaic disease. Bacterian isolates grown in conch broth medium were incubated for 3 days. Then the fertilizer formula was applied to mosaic symptomatic cocoa plants with fertilizer concentrations of 25%, 50% and 75% compared to spraying using chemical insecticides. The results showed that the liquid formula concentration of 75% can suppress the most effective mosaic symptoms and the optimal growth of cocoa plants for 7 treatments.
Identifikasi Jenis Kupu-Kupu (Lepidoptera) Di Universitas Palangka Raya Ade Damara Gonggoli; Sartika Sari; Helen Oktofiani; Novira Santika; Rini Herlina; Tiara Agatha; Yohanes Edy Gunawan
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.10361

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis kupu-kupu yang berada di Universitas Palangkaraya pada lahan yang setelah terbakar dan lahan yang belum terbakar. Metode penelitian menggunakan metode observasi lapangan dengan teknik net sweeping dan jelajah. Dari hasil identifikasi jenis kupu-kupu yang dilakukan di sekitar kawasan UPR menunjukkan bahwa jumlah total jenis kupu-kupu yang ditemukan sebanyak 10 spesies yang tergolong ke dalam empat famili masing-masing yaitu famili Nymphalidae (3 jenis), famili Pleridae (5 jenis), famili Papilionidae (1 jenis), dan Lycaenidae (1 jenis), dengan total jumlah individu sebanyak 30 ekor, yang di dominasi oleh spesies Acraea terpsicore.
Inventarisasi Tanaman Buah Di Kawasan Taman Buah Kebun Raya Liwa Lili Chrisnawati; Ayu Sasqia Putri; Haryanto Haryanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.10808

Abstract

The Liwa Botanical Garden is one of the new botanical gardens in the Southern Sumatra. Data accuracy is needed in supporting the function of the Liwa Botanical Garden as an ex-situ conservation center. This study aims to obtain data on the diversity of fruit trees in the Liwa Botanical Garden. The inventory results show there are 12 tribes and 15 species of fruit trees, with a total of 572 specimens. The predominant genus is Myrtaceae (46%) and the species most commonly found is Psidium guava L. (25%). Kebun Raya Liwa adalah salah satu kebun raya baru di kawasan Sumatera Bagian Selatan. Akurasi data diperlukan dalam menunjang fungsi Kebun Raya Liwa sebagai pusat konservasi ex-situ. Studi ini bertujuan untuk memperoleh data keanekaragaman tanaman buah di kawasan taman buah Kebun Raya Liwa. Hasil inventarisasi menunjukkan terdapat 12 suku dan 15 jenis tanaman buah, dengan total keseluruhan mencapai 572 spesimen. Suku yang mendominasi adalah Myrtaceae (46%) dan jenis yang banyak ditemukan adalah Psidium gujava L. (25%).
Pengaruh Tipe Media Pertumbuhan Rhodobacter sp Terhadap Produksi Bakteriorhodopsin Lestari, Eni
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.12371

Abstract

Rhodobacter sp merupakan bakteri ungu non sulfur. Bakteri ini menghasilkan pigmen dalam  pertumbuhan secara fotoautotrof. Salah satu pigmen yang dihasilkan adalah Rhodopsin. Rhodopsin merupkan salah satu pigmen penangkap cahaya bagi bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat intensitas warna pigmen bakteriorhodopsin secara spektrofotometri yang dihasilkan bakteri ini dalam 2 tipe medium yang berbeda, dengan waktu inkubasi selama. 4 hari menggunakan lampu pijar dengan lux 2000. Tipe medium pertumbuhan yang diuji adalah Sea water medium dan Sea water complete medium.  Metode penelitian ada uji kualitatif intensitas warna pigmen bakteriorhodopsin berdasarkan nilai absorbansi pada panjang gelombang 530 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian ini adalah nilai absorbansi  rata-rata pada pigmen bakteriorhodopsin yang dihasilkan dari 2 tipe medium pertumbuhan yakni pada Sea water medium didapatkan  nilai absorbansi bakteriorhodopsin adalah 0,067, sedangkan pada Sea water complete medium  didapatkan nilai absorbansi bakteriorhodopsin adalah 0,211. Kesimpulan pada penelitian adalah terdapat perbedaan produksi pigmen Rhodobacter dengan 2 tipe medium pertumbuhan serta medium yang paling baik menghasilkan pigmen bakteriorhodopsin adalah Sea Water Complete Medium.

Page 1 of 2 | Total Record : 16