cover
Contact Name
Laili Etika Rahmawati
Contact Email
ler211@ums.ac.id
Phone
+6282241511300
Journal Mail Official
jurnal.kls@ums.ac.id
Editorial Address
Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra KLS Department of Indonesia Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Department of Indonesian Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
ISSN : 08529604     EISSN : 25412558     DOI : https://doi.org/10.23917/kls
Language studies, covering sociolinguistics, psycolinguistics, translation, lexicography, comparative linguistics, computational linguistics, and anthropological linguistics.
Articles 564 Documents
PRINSIP POLLYANNA DALAM WACANA DAKWAH (KAJIAN PRAGMATIK) Atmawati, Dwi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.438 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i1.4321

Abstract

Penerapan prinsip retorika interpersonal merupakan faktor utama keberhasilanberdakwah daripada kompetensi dalam bidang agama dan kompetensi komunikasipendakwah. Penerapan prinsip proses komunikasi berlangsung dengan baiksehingga tujuan komunikasi akan dapat dicapai. Dengan menggunakan metodewawancara mendalam, penelitian ini menganalisis penerapan prinsip retorika interpersonal Pollyanna dalam wacana dakwah dengan kajian pragmatik. Hasilanalisis menunjukkan bahwa wacana dakwah menerapkan prinsip Pollyanna.Preinsip ini menjelaskan cara memahami kehidupan secara positif danmenyampaikan kebaikan dalam bentuk cerita.Kata Kunci: dakwah, Pollyanna, retorika interpersonal, wacana
ENGLISH LISTENING BLENDED LEARNING: THE IMPLEMENTATION OF BLENDED LEARNING IN TEACHING LISTENING TO UNIVERSITY STUDENTS Aji, Mahendra Puji Permana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.605 KB) | DOI: 10.23917/kls.v2i1.5349

Abstract

As one of the English skills, listening needs more than one instance in hearing because it is not only hearing but also understanding and interpreting the meaning of the conversation. Therefore, to make the students interested and easy to understand in listening, the lecturer applied blended learning. The primary focus of this research is to observe the implementation of blended learning in teaching listening. This is a qualitative research of which the subject is the students in one class. There are 28 students, 9 males and 19 females. The data were collected by interviewing the listening lecturer, observing the activities in the classroom and giving the questionnaire to the students. The result of the research showed that the implementation of blended learning in teaching listening at university was able to improve the students’ listening skill. In summary, this study demonstrated that the use of blended learning in teaching listening offered ways for lecturers to be more effective in the teaching and learning process and brought positive outcomes for the students. Keywords: Blended learning, listening, teaching 
PERILAKU TINDAK TUTUR BERBAHASA PEMIMPIN DALAM WACANA RAPAT DINAS: KAJIAN PRAGMATIK DENGAN PENDEKATAN JENDER Prayitno, Harun Joko
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 21, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.072 KB) | DOI: 10.23917/kls.v21i2.4382

Abstract

Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan perbedaankarakteristik pemggunaan bahasa secara pragmatik dengan menggunakan metodejender. Penelitian ini secara khusus untuk memaparkan perbedaan penggunaan bentuk ujaran bahasa antara pimpinan laki-laki dan dan perempuan dalam pertemuan resmi Pemerintah Kota Madya Surakarta. Penelitiian ini menggunakan metode kualitatif dan merupakan penelitian studi kasus. Sumber data meliputi semua individu yang memimpin institusi degan jabatan eselon IV-II, kantor dan kantor cabang di Pemerintah Kota Madya Surakarta berdasarkan purposive sampling dan criterion based selection. Data penelitian berupa ujaran yang diucapkan oleh pimpinan laki-laki dan perempuan dalam pertemuan resmi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik perekaman, catat, observasi, dan kerjasama dengan informan. Analisis data menggunakan analisis eksistensi dengan mengacu pada analisis pragmatik yang menekankan analisis means-end dan heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran yang diucapkan oleh pimpinan perempuan dalam pertemuan-pertemuan resmi cenderung bersifat ekspresif, simpatik dan rogative (bersifat nyanyian) sedangkan ujaran pimpinan laki-laki cenderung bersifat direktif. Ujaran ekspresif dan simpatik yang diucapkan oleh papa pimpinan perempuan dimaksudkan untuk menyenangkan orang lain dan mereka kurang kompetitif sebab mereka tidak mengarah pada kebutuhan penutur melainkan pada kebutuhan pendengar. Ujaran direktif pimpinan laki-laki cenderung bersifat konfrontatif dan kompetitif serta lebih mengarah pada kebutuhan penutur daripada pendengar. Ujaran rogative yang diucapkan oleh para pimpinan perempuan cenderung dalam bentuk pertanyaan karena mereka merasa tidak yakin apakah pilihan kata yang mereka gunakan keliru ata kurang diterima pada pendengar dengan menggunakan teknik non-literal tak langsung. Akan tetapi, ujaran rogative para pimpinan laki-laki cenderung dalam bentuk menanyakan sesuatu yang bersifat literal, rasional dan langsung pada inti permasalahannya.Kata Kunci: jender, pragmatik, ungkapan, ilokusi, asertif, direktif, rogatif
PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG SISTEM KEKUASAAN SOSIAL DAN POLITIK (Kajian terhadap Cerpen yang Berjudul “Paman Gober” Karya Seno Gumira Ajidarma Perspektif Strukturalisme-genetik) Sunanda, Adyana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 27, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.802 KB) | DOI: 10.23917/kls.v27i2.4480

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pandangan masyarakat terhadap gayakepemimpinan Soeharto pada era rezim Orde Baru yang tercermin dalam karyasastra, kususnya dalam cerita pendek. Ada dua pertanyaan dalam penelitian iniyaitu bagaimanakah sudut pandang sosial penulis yang tercermin dalam ceritapendek dan bagaimana mereka mengekspresikan aspek estetika dalam karyamereka. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakanpendekatan strukturalisme genetik yang dikenalkan oleh Lucien Goldmann.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dialektikayang dikembangkan oleh Goldmann yang terkonsentrasi pada makna kohesif.Penelitian ini menemukan tiga temuan penting. Pertama, ada pengaruh sudutpandangan sosial penulis dan masyarakat terhadap sudut pandangan dalam karyasastra mereka. Kedua, hubungan otoritas dalam sistem politik rezim Orde Barucenderung feodalistik. Ketiga, sudut pandangan masyarakat dapat dilihat melaluisudut pandang penulis yang tercermin dalam karya sastra mereka misalnya sikapmasyarakat yang apatis, pasarah dan menerima apa adanya.Kata kunci: sudut pandang sosial, cerita pendek, makna kohesif, rezim Orde Baru
PERBANDINGAN BENTUK TINDAK TUTUR MEMINTA OLEH PEMBELAJAR BIPA DARI KOREA DAN PENUTUR ASLI BAHASA INDONESIA: KAJIAN BAHASA ANTARA Primantari, Adista Nur; Wijana, I Dewa Putu
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.063 KB) | DOI: 10.23917/kls.v1i2.3629

Abstract

This study is aimed at comparing the form of request utterances in bahasaIndonesia produced by Korean learners of Indonesian with the native speakers.Data in this research were collected through a direct fieldwork by recordingand taking notes on conversations produced by Korean learners of Indonesianin Yogyakarta. After collecting the data, we analyze them through comparisonof the data between the Korean and Indonesian speakers. It turns out thatthe Korean learners of Indonesian produce different request utterance formscompared to the native speakers. The patterns of the request utterances can beseen in three different forms: the structure, the variation, and the strategy of theutterances. The difference between utterances produced by the learners and thenative speakers found in the choice of formal and informal styles, strategy ofrequest, semantic formulas, and personal pronouns.
PENGAJARAN SASTRA SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK MANUSIA YANG CINTA TANAH AIR: HARAPAN DAN KENYATAAN Septiningsih, Lustantini
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 20, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.428 KB) | DOI: 10.23917/kls.v20i1.4955

Abstract

Teaching literature cannot be separated from the existence of literary works. Teaching literature at school can be a tool to improve the lack of students’ attitude and morality by introducing and delivering the masterpiece values of Indonesian literary works to the students. By reading the literary works, our nation’s experi- ences—sadness-happiness, bitterness-sweetness, and cleverness-stupidness expe- riences—which occur in the literary works can enrich their religious faiths and make them to be the wise individuals in sharing their own life. This will lead them until they grow up and they will have the fruitful knowledge. One of the main problems occuring in the literature teaching is the mixing of a part of the Indone- sian language teaching materials. The impact influences many things, such the lack of teaching time and students are uninterested in literary works. The literature teaching becomes unpleasant. This paper will oversee the fact that the teaching of literary works in textbooks as samples employed at schools. Key words: pengajaran sastra, kurikulum, apresiasi, karya sastra, dan nilai sastra. 
ANALYSING NOVEL TRANSLATION: The Equivalence of Meaning and Style Masduki, Masduki
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.177 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4312

Abstract

The analysis of the process of translating a novel needs to be holistically approached which refers to the examination of translation in the viewpoints of genetic factor, objective factor, and affective factor. This analysis is conducted based on the consideration that there is an interplay between translators as the mediating agents, processes of translation, products of translation, and the opinion of the readers about the products of translation. This article highlights the current result of the research conducted by the writer focusing on the analysis on the equivalence of meaning and style found in an Indonesian translation of an English novel using the holistic criticism approach.Key words: Equivalence, Meaning, Style, Holistic Approach
TEMA DAN PENOKOHAN DRAMA ORDE TABUNG TEATER GANDRIK: KAJIAN SOSIOLOGI SENI Sahid, Nur
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.263 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i2.4372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tema dan karakteristik dramaOrde Tabung, (2) berbagai faktor sosio-historis yang memungkinkan adanyapengaruh terhadap penciptaan drama Orde Tabung, dan (3) pandangan penulisnaskah drama tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi padaseni Janet Wolf yang dipadukan dengan strukturalisme genetik Lucien Goldmann.Penelitian ini menggunakan metode dialektik dan simak catat. Tema drama OrdeTabung yang menggambarkan penemuan teknologi baru tidak akan mampumewujudkan kebahagiaan tanpa pemikiran manusia yang mengindahkan nilainilai kemanusiaan. Tokoh pahlawan dalam drama ini adalah Istri Pembina Kotakarena dia adalah satu-satunya orang yang masih ingin melestarikan nilai-nilaikeaslian untuk memperbaiki kesejahteraan hidup komunitas abad baru. Ide HeruKesawa Murti berpijak pada pandangan bahwa modernisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi yang mengedepankan keberhasilan material dari pada spiritual akan menghancurkan umat manusia.Kata Kunci: drama Orde Tabung, tema dan karakter, studi seni sosiologi
THE NATURE OF SEMANTICS Adisutrisno, D. Wagiman
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 19, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.135 KB) | DOI: 10.23917/kls.v19i2.4425

Abstract

With regard to the teaching of semantics, many semantics teachers find difficultyin deciding what to teach in their semantics classes. They have the opinionthat concepts such as connotative meaning, social meaning, affective meaning,collocative meaning, thematic meaning, meaning changes of words, synonymy,antonymy, polysemy, harmonymy, homophony, and homography are the primarymaterials of semantics classes. While those concepts are necessary materials ofsemantics and are usually taught, teachers of semantics must be well aware thatthey are not the primary materials of semantics. They are secondary materials.This paper describes the main materials of semantics which consist of word meaning,sentence meaning, and utterance meaning.
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM CERPEN “LELAKI TUA YANG LEKAT DI DINDING MESJID” KARYA AKHMAD SEKHU Arifin, Zainal
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 24, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.791 KB) | DOI: 10.23917/kls.v24i1.106

Abstract

This study aims at interpreting the religious values found in Lelaki Tua yang Lekat di Dindiding Mesjid short story. This study applies descriptive qualitative method. By using this method, the writer describes the religious values found in Lelaki Tua yang Lekat di Dinding Mesjid short story. The data are in the form of religious values discourse found in the text Lelaki Tua yang Lekat di Dindiding Mesjid short story written by Akhmad Sekhu. This literary work is published on the Paras Magazive Number. 101/Tahun IX/Maret 2012. The researcher uses content analysis, indept-interiewing, and questionanire for collecting the data. The writer also uses source triangulation for the data validity. The collected data were analysed by using interactive model. The results of the reserach show that first the mosque is used as 1) the place for praying together and learning islamic studies 2) the guideline for determining the Qibla direction; 3) the place for echoing the adzan sound so that the Moslem may begin to pray immediately; and 4) the place for reconciling among the people who have different beliefs. Second, the religiuos values found in the short story above refect that the Moslem is not only doing the prayer regularly but also upholding it in order their behaviours refer to Alquran and as-Sunah.