cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESARIA PADA IBU POST SECTIO CAESARIA DI RS AURA SYIFA KABUPATEN KEDIRI Mustikarani, Yola Alqorien; Purnani, Weni Tri; Mualimah, Miftakhul
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8957

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses kompleks yang melibatkan regenerasi pembentukan jaringan parut epitel dan ikat. Mobilisasi dini penting untuk mengetahui seberapa proses penyembuhan luka khususnya pada ibu yang mengalami post sectio caesaria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi awal penyembuhan luka post sectio caesaria terhadap maternal post sectio caesaria di rumah sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Pra-Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest. Populasi yang diteliti adalah semua wanita yang diobati post sectio caesaria 6 jam pada Juli 2016. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diambil sampel sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan hampir semua responden yaitu 19 responden menderita penyembuhan luka dengan kategori luka sembuh pada hari ketiga post sectio caesaria atau setelah melakukan mobilisasi dini. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai ? (0,000) <? (0,05). Ada pengaruh mobilisasi awal penyembuhan luka post sectio caesaria pada maternal post sectio caesaria di rumah sakit Aura Kabupaten Kediri Betterbydrbrooke 2016. Tenaga kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dalam memberikan layanan kepada pasien, terutama dalam memberikan mobilisasi dini pasca sectio caesaria.?
Identifikasi Bahaya Psikososial Pada Buruh Wanita Di Pabrik Karet Andarini, Desheila; Putra, Pacu; Puspasari, Maya; Listianti, Ani Nidia; Putri, Sasviana
Jurnal Kesehatan Edisi Khusus No 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v0i1.7561

Abstract

Pekerja informal berjumlah 1,8 miliar (60% dari angkatan kerja global) dan menghadapi insekuritas dan stres kerja yang lebih besar daripada pekerja yang dipekerjakan secara formal, dan mereka tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang terjangkau dan perawatan kesehatan yang berkualitas. Buruh perempuan merupakan salah satu komunitas yang rentan terhadap masalah kesehatan. Buruh perempuan yang telah menikah dan punya anak memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih berat daripada wanita single. Ketidakpuasan dan insekuritas terhadap lingkungan pekerjaan yang merupakan bahaya psikososial dapat berdampak negatif pada kesehatan buruh tersebut.? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis identifikasi bahaya psikososial pada buruh wanita di pabrik karet. Informan dalam penelitian ini adalah pekerja buruh wanita di pabrik karet sebanyak delapan orang. Metode penelitian adalah kualitatif dengan melakukan identifikasi terhadap risiko bahaya psikososial pada buruh wanita di pabrik karet. Hasil penelitian diketahui bahwa bahaya psikososial yang teridentifikasi diantaranya adalah risiko stress di tempat kerja berupa hubungan interpersonal dan beban kerja. Dengan teridentifikasi risiko psikososial di tempat kerja maka perusahaan perlu menerapkan tindakan pencegahan agar buruh wanita mendapatkan perlindungan di tempat kerja.
Pengaruh Program Manajemen Perawatan Terhadap Penurunan Tingkat Readmisi Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis Rosyida, Ratna Wirawati; A, Sa'bani Nur; Sari, Ruly Anita; Putra, Muhammad G A; Wicaksana, Anggi Lukman
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v11i2.6525

Abstract

Latar Belakang: PPOK memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan hidup pasien. Strategi program perawatan perlu diaplikasikan untuk mencegah eksaserbasi akut sehingga dapat menurunkan readmisi pasienTujuan: mencari bukti terkait pengaruh program perawatan terhadap readmisi pada pasien PPOKMetode: Pencarian literatur dengan mencari publikasi artikel 10 tahun terakhir dari database: Science Direct dan Pubmed dengan kata kunci: Chronic Obstructive Pulmonary Disease OR COPD AND care programme AND readmission. Peneliti memilih artikel original dan hasil review dengan kriteria inklusi: teks artikel utuh dan bahasa inggris. Kriteria eksklusi: tidak sesuai dengan rumusan masalah (PICOT), program rehabilitasi, dan seting unit gawat darurat. Peneliti melakukan review dengan mengecek duplikasi, judul, abstrak kemudian membaca artikel keseluruhan. Selanjutnya peneliti melakukan ekstrasi data dari artikel yang dipilih. Pencarian literatur mengikuti panduan PRISMA flowchart.Hasil:Terdapat 3 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil temuan didapatkan bahwa program manajemen perawatan PPOK yang komprehensif dan terintegrasi memberikan manfaat dalam menurunkan tingkat readmisi pasien. Program manajemen perawatan yang dimaksud berupa perencanaan kepulangan pasien, kunjungan rumah atau follow-up serta perawatan pasca hospitalisasi. Program ini membutuhkan kerjasama multidisipliner dari perawat, fisioterapis, dokter dan apotekerSimpulan: Program manajemen perawatan yang komprehensif dan terintegrasi perlu dilakukan untuk menurunkan angka readmisi pasien PPOKKata kunci : perawatan, PPOK, program, readmisi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI BIDAN PRAKTIK SWASTA SARWO INDAH BOYOLALI Roobiati, Nur Fika; Sumiyarsi, Ika; Musfiroh, Mujahidatul
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8937

Abstract

Angka kematian ibu yang tinggi disebabkan dua hal pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai penyebab dan penanggulangan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas, serta kurang meratanya pelayanan antenatal care. Faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care salah satunya karena kurangnya pengetahuan ibu hamil, sikap ibu dalam memotivasi dirinya untuk melakukan antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan cara pendekatan, observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Besar sampel 30 responden yang memenuhi kriteria retriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Somer ?d dengan ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan dalam kategori kurang dengan motivasi sedang sebanyak 20.0% dari total responden, sedangkan responden dengan pengetahuan dalam kategori baik dengan motivasi tinggi sebanyak 20.0%. Hasil uji statistik dengan menggunakan Somers 'd didapatkan nilai p sebesar 0.004 (p<0.005), nilai r = 0.403 dengan arah korelasi (+), dan tingkat korelasi dalam kategori sedang sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care di Bidan Praktik Swasta Sarwo Indah Boyolali.
ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN METODE REBA DAN GAMBARAN KELUHAN SUBJEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) (PADA PEKERJA SENTRA INDUSTRI TAS KENDAL TAHUN 2017) Musyarofah, Siti; Setiorini, Ayu; Mushidah, Mushidah; Widjasena, Baju
Jurnal Kesehatan Edisi Khusus No 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v0i1.7669

Abstract

Sentra Indutri Tas Kendal merupakan salah satu paguyuban di daerah Kendal yang memproduksi tas, dimana setiap aktivitas kerjanya, pekerja berisiko untuk menderita terjadinya Musculoskeletal Disorder?s (MSDs) terkait dengan masalah ergonomi. Rapid Entire Body Assessment (REBA) adalah sebuah metode dalam bidang ergonomi yang digunakan secara cepat untuk menilai postur leher, punggung, pergelangan tangan, dan kaki pekerja. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran postur kerja dan gambaran keluhan subjektif MSDs pada pekerja bagian pola dan gudang. Desain penelitian adalah Cross Sectional Deskriptif. Penelitian postur kerja menggunakan metode REBA dan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan skor REBA akhir yaitu 10 pada aktifitas pembuatan pola 1 pekerja (25%), dan skor 10 pada aktifitas gudang 1 pekerja (33%). Keluhan subjektif MSDs terbanyak dirasakan pekerja pada bagian pinggang 6 dari 7 pekerja (86%). Gambaran keluhan MSDs berdasarkan masa kerja pada kategori <5 tahun di bagian pinggang sebesar 100% dan kategori masa kerja 5-10 tahun keluhan pada leher bagian atas sebesar 80%. Sehingga, diperlukan tindakan segera dalam melakukan proses kerja, perubahan alat kerja dan desain area kerja untuk mengurangi risiko ergonomi dan keluhan subjektif MSDs.
Analisis Kepuasan Pasien Rawat Inap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Arnindiah, Nanda; Safriantini, Dian
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v11i2.7580

Abstract

Latar Belakang: Indikator keberhasilan Jaminan Kesehatan Nasional adalah kepuasan masyarakat yang dinilai dari pelayanan rumah sakit, tetapi beberapa tahun terakhir kepuasan peserta cenderung rendah. Studi Pendahuluan di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang menyatakan bahwa pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional merasa belum puas terhadap pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat inap peserta Jaminan Kesehatan Nasional berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan? kesehatan.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang dipilih dengan metode proportional sampling. Dianalisis menggunakan ?Chi Square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (54,8%) merasakan puas dengan pelayanan yang diberikan. Sedangkan hasil uji Chi Square ?menunjukkan nilai p value antara tangible (0,003), reliability (0,000), responsiveness (0,000), assurance (0,000), empathy (0,000), dimana terdapat hubungan yang signifikan antara kelima dimensi mutu dengan kepuasan pasien. Dari komponen pada kelima dimensi mutu terdapat beberapa hal yang masih belum berjalan maksimal diantaranya adalah ?fasilitas yang belum maksimal seperti WC, estimasi waktu tunggu yang belum konsisten, komunikasi mengenai iformasi kesehatan antara petugas kesehatan dan pasien yang belum baik, dan kurangnya waktu untuk berkonsultasi dengan dokter.Kesimpulan: Untuk mempertahankan kualitas pelayanan diharapkan Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang dapat melakukan perbaikan, peningkatan dan pengembangan sarana fisik. Bagi tenaga medis dan non-medis untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan baik dari segi kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance) dan perhatian (empathy).
ESCHERICHIA COLI RESISTEN ANTIBIOTIK ASAL AIR KERAN DI KAMPUS ISTN Hamida, Fathin; Aliya, Lisana Sidqi; Syafriana, Vilya; Pratiwi, Della
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8958

Abstract

Resistensi antibiotik menjadi masalah global yang menyebar luas di dunia. Lingkungan merupakan jalur transmisi dan menyebabkan resistensi antibiotik. Hal itu dapat disebabkan oleh buruknya infrastruktur limbah air dan kontaminasi fekal. Kontaminasi air berpengaruh buruk bagi kesehatan manusia. Kampus ISTN memiliki pipa saluran air keran yang jarak berdekatan dengan pipa? septic tank, jarak antara pipa air keran dengan pipa septic tank berkisar ? 11 meter. Kontaminasi air oleh Escherichia coli menjadi factor penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan mengisolasi E. coli dari pipa air keran kampus ISTN dan mendeteksi resistensinya terhadap antibiotik. Empat isolate E. coli telah diisolasi menggunakan media Lactose Broth dan Chromogenic Coliform Agar. Empat isolat E. coli telah diidentifikasi secara biokimiawi. Empat isolate E. coli diuji sensitivitasnya terhadap antibiotik amoksisilin, tetrasiklin, kloramfenikol, dan siprofloksasin menggunakan metode difusi cakram. Sensitivitas antibiotik diinterpresikan berdasarkan standar CLSI (Clinical and Laboratory Standard Institute). Hasil menunjukkan bahwa isolat 1A, 2A, 3A, dan 4A resisten terhadap amoksisilin, dan isolat 1A bersifat intermediat.
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP KELELAHAN NELAYAN YANG MELAUT SIANG HARI Wachidah, Siti Nur; Muliawati, Ratna; Kawi, Kawi; Widjasena, Baju
Jurnal Kesehatan Edisi Khusus No 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v0i1.7670

Abstract

Nelayan yang melaut siang hari berisiko mengalami kelelahan akibat dehidrasi sehingga membutuhkan cairan pengganti ion yang hilang. Salah satu alternatif cairan pengganti ion elektrolit adalah air kelapa muda yang banyak tersedia di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap kelelahan kerja pada nelayan yang melaut siang hari. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 8 orang nelayan yang melaut siang hari yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran kelelahan dilakukan dua kali dengan menggunakan aplikasi simple reaction timer pada aplikasi android. Data dianalisis secara statistik menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa muda dapat menurunkan kelelahan pada nelayan sebesar 163,75 mili/detik. Secara statistik ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan kelompok sesudah diberikan air kelapa muda (p=0,0001). Nelayan disarankan untuk mengonsumsi air kelapa muda sebagai pengganti ion elektrolit yang hilang akibat dehidrasi serta menggunakan pelindung kepala seperti topi untuk mencegah panas.
Pengaruh Penggunaan Assesment Resiko HIV/AIDS terhadap Upaya Penata/Perawat Anestesi dalam Pelaksanaan Patient Safety;Universal Precautions Olfah, Yustiana; Mendri, Ni Ketut; Palestin, Bondan
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v11i2.7535

Abstract

Latar Belakang : AIDS bukan penyakit, karena AIDS tidak menular. Yang menular adalah HIV yaitu virus yang menyebabkan tubuh mencapai masa AIDS. Virus ini terdapat dalam larutan darah, cairan sperma dan cairan vagina sehingga dapat menular melalui kontak darah/cairan tersebut bersumber dari Ditjen PP dan PL Kemenkes RI yang dilaporkan pada bulan September 2014 secara kumulatif HIV dan AIDS terhitung mulai 1 April 1987 sampai dengan 30 September 2014 total HIV 150.296 dan AIDS 55.799.Pemeriksaan laboratorium HIV/AIDS belum merupakan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari persiapan operasi sehingga tentu dengan makin tingginya kejadian HIV/AIDS kalau tidak di deteksi akan sangat membahayakan bagi tim operasi yang kemungkinan besar mengalami paparan langsung dengan cairan tubuh pasien? walaupun telah dilindungi dengan pemakaian alat pelindung diri/APD. Sehingga untuk keamanan penata/perawat anastesi sangat diperlukan cara yang dapat membantu mengkaji resiko HIV/AIDS pada pasien untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mencegah penularan dan pelaksanaan patient safety. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan wawancara pada lima penata anestesi belum ada alat/ instrument selain dengan pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu petugas kesehatan khususnya penata anestesi agar mampu mengkaji pasien beresiko atau tidak? terinfeksi HIV/AIDS, Dengan assesment resiko cara ini diharapkan persiapan operasi akan lebih hati hati dan optimal.Tujuan Penelitian? : Mengetahui ?pengaruh ?penggunaan Assesment Resiko terhadap Upaya Penata/Perawat Anestesi? dalam Pelaksanaan Patient Safety ;Universal Precautions di RSUD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Metode Penelitian : Jenis penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan Pre test Post test Design. Sampel penelitian dilakukan secara total sampling. ?Rancangan ini tanpa kelompok pembanding (kontrol) dengan pertimbangan terbatasnya jumlah penata/perawat anastesi yang ada di RSUD Provinsi DIY, pengisian kuesioner dilakukan dua kali. Pertama untuk mengetahui kemampuan penata/perawat anestesi dalam deteksi resiko HIV/AIDS pasien pada saat kunjungan pra nestesi serta upaya pelaksanaan patien safety;universal precautions ?sebelum diberikan Assesment Resiko dan kedua sesudah diberikan pelatihan menggunakan Assesment Resiko. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan kriteria penata/perawat anestesi yang aktif dan bekerja di kamar operasi.? Data hasil pemeriksaan dianalisis secara diskriptif? dan secara analitik dengan bantuan komputer menggunakan uji T test dengan? taraf signifikan 0,05.Hasil Penelitian: Uji statistik bernilai 0,000 terdapat pengaruh penggunaan assesment resiko terhadap upaya penata/perawat anestesi dalam pelaksanaan patient safety; universal precautions di RSU Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aplikasi Health Belief Model pada Perilaku Mahasiswi Kesehatan Masyarakat dalam Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Sari, Nurlainiyah Kartika
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v11i2.7595

Abstract

Jumlah kasus kanker payudara di Surakarta masih menjadi perhatian. SADARI perlu dilakukan pada wanita usia 20 tahun atau lebih (termasuk mahasiswi) untuk mendeteksi kanker payudara secara dini. ?Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan persepsi keseriusan, kerentanan, manfaat, hambatan, self efficacy, dan isyarat bertindak dengan perilaku SADARI pada mahasiswi kesehatan masyarakat di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah 106 mahasiswi kesehatan masyarakat yang diambil dengan proportional random sampling. Hasil penelitian ini didapat bahwa ada hubungan antara persepsi manfaat (p value = 0,002), persepsi hambatan (p value = 0,003), dan self efficacy (p value = 0,000) dengan perilaku SADARI namun tidak ada hubungan persepsi keseriusan (p value =0,565),? persepsi kerentanan (p value = 0,148), dan isyarat bertindak (p value = 0,108) dengan perilaku SADARI. Mahasiswi kesehatan masyarakat akan melakukan SADARI jika merasa bahwa SADARI memiliki manfaat yang lebih dari hambatan serta memiliki rasa mampu untuk melakukan SADARI.Kata kunci : health belief model, persepsi, self efficacy, isyarat bertindak, Perilaku SADARI?ABSTRACT The number of cases of breast cancer in Surakarta is still a concern. Breast Self Exam (BSE) needs to be done in women aged 20 years or older (including co-ed) ?to detect breast cancer early. ?The purpose of this research was to analyze the relationship of perception of the seriousness, the vulnerability, the benefits, barriers, self efficacy, and cues act with BSE on public health student at Muhammadiyah University of Surakarta. This type of research was observational cross sectional design. The research sample were 106 student public health were taken with proportional random sampling. The results of this research were obtained that there were relationship between the perception of benefits (p value = 0.002), barriers (p value = 0.003), and self efficacy (p value = 0.000) and BSE but no relationship perceptions of seriousness (p value = 0.565), ?vulnerability (p value = 0.148), and cues Act (p value = 0.108) with BSE. Student public health will do BSE if it feels that it is aware of the benefits of having more than the barriers and have a sense of being able to do BSE.Keywords: health belief model, perception, self efficacy, cues to act, breast self exam

Page 7 of 29 | Total Record : 281